Before after penerima manfaat yang di monitoring
Monitoring Rehab Rumah Tak Layak Huni: Menyongsong Harapan di Sidoarjo
14/01/2025 | adminSidoarjo, 13 jan 2025 , Langkah awal tim Baznas sidoarjo Monitoring rehab rumah di kediaman Bapak Suprianto, warga Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, serta di kediaman Choirunnisa, warga Perum GKSP Sedati Gede, menjadi pembuka hari yang penuh makna ini. Keduanya adalah lokasi yang sebelumnya disidak bersama Plt Bupati Subandi pada 14 Desember 2024 lalu. Kini, tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo kembali hadir untuk memastikan bahwa program rehabilitasi rumah tak layak huni (RTLH) berjalan sesuai harapan. Di tengah cuaca yang cerah, semangat warga menyambut kedatangan tim Baznas dengan penuh harapan.
Kunjungan berikutnya membawa tim ke rumah Ibu Muripen di Desa Keret, Krembung, yang diwakili oleh anaknya. Di rumah sederhana itu, harapan baru terlihat di wajah-wajah mereka yang menerima bantuan. Dalam setiap kunjungan, Baznas tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan harapan dan semangat bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam kondisi yang memprihatinkan.
Di Desa Kedondong, Tulangan, tim melanjutkan monitoring di kediaman Slamet Mulyo. Atap rumahnya yang ambrol beberapa waktu lalu kini tengah dalam proses perbaikan. Dengan semangat, Slamet menjelaskan betapa pentingnya bantuan ini bagi keluarganya. "Kami tidak tahu harus bagaimana tanpa bantuan ini," ujarnya dengan mata berbinar. Di sinilah, Baznas berperan sebagai jembatan harapan, mengubah rumah yang dulunya tak layak huni menjadi tempat yang nyaman untuk berteduh.
Di Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, tim melanjutkan monitoring di kediaman Ibu Sumiati. Suasana haru menyelimuti pertemuan ini. Ibu Sumiati, yang telah lama menanti perbaikan rumahnya, tak bisa menahan air mata saat menerima berita acara penyerahan bantuan. "Ini adalah berkah bagi kami, terima kasih Baznas," ucapnya sambil memeluk anak-anaknya. Momen ini menggambarkan betapa besar dampak yang ditimbulkan oleh program rehabilitasi ini.
Kunjungan ke Ibu Supinah di Kelurahan Sidokumpul juga tak kalah mengesankan. Dengan senyum lebar, Ibu Supinah menunjukkan bagian-bagian rumah yang telah diperbaiki. "Kami merasa lebih aman dan nyaman sekarang," katanya. Setiap rumah yang dikunjungi memiliki cerita tersendiri, namun benang merahnya adalah harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Selanjutnya, tim melanjutkan monitoring di kediaman Ibu Umi Hanik di Desa Kebonsari, Candi, dan Ibu Lailil Kurniawati di Desa Rejeni, Krembung. Di sini, tim Baznas juga mengunjungi Ibu Chusnul Khotimag di Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo. Dalam perbincangan hangat, Ibu Chusnul bercerita tentang perjuangannya dan bagaimana bantuan ini telah mengubah hidupnya. "Kami tidak lagi merasa terasing," ungkapnya. Setiap senyuman dan ucapan terima kasih dari para penerima manfaat menjadi bahan bakar semangat bagi tim Baznas untuk terus berjuang.
Di penghujung hari, monitoring hari ini menandai penutup program rehabilitasi RTLH di tahun 2024. Achmad Richie, Staf Pelaksana Baznas Sidoarjo, menyampaikan, "Kami berharap semua pekerjaan dapat tuntas dan diserahkan kepada penerima manfaat." Dengan total 224 unit rumah yang berhasil direhabilitasi, Baznas Sidoarjo menunjukkan komitmennya untuk mengubah wajah Sidoarjo menjadi lebih baik, satu rumah pada satu waktu.
