Berita Terkini
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Sidoarjo Meriahkan CFD dengan Musik Patrol
SIDOARJO – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H yang tinggal menghitung hari, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi Targhib Ramadhan dengan penuh sukacita. Bertempat di area Car Free Day (CFD) Alun-Alun Sidoarjo, Minggu (15/2), lembaga filantropi ini mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri menyambut bulan mulia melalui syiar yang kreatif dan edukatif.
Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB di booth layanan BAZNAS Sidoarjo yang berlokasi di sisi selatan Alun-Alun. Suasana pagi yang segar seketika berubah menjadi semarak saat alunan Musik Patrol "Cokro Asmoro" asal Gajah Magersari mulai menghentak. Kehadiran musik tradisional khas Sidoarjo ini menjadi magnet tersendiri bagi warga yang tengah berolahraga.
Syiar Kreatif: Zakat Menguatkan Indonesia
Tidak sekadar bermusik di tempat, sekitar pukul 06.30 WIB, grup musik patrol pimpinan Rafi Utbah ini mulai bergerak mengelilingi Alun-Alun Sidoarjo. Sambil memainkan ritme Alat musik yang enerjik, para personel bersama tim BAZNAS membentangkan spanduk besar bertuliskan pesan kampanye utama: "Zakat Menguatkan Indonesia".
Aksi ini bertujuan sebagai pengingat (reminder) bagi masyarakat agar segera menuntaskan kewajiban agama, seperti membayar fidyah atau utang puasa tahun lalu, sekaligus mengajak masyarakat mulai berzakat, infak, dan sedekah (ZIS) menyongsong Ramadhan.
Abdul Ghoni, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang mendampingi langsung kegiatan ini, menjelaskan bahwa pendekatan seni dipilih agar pesan kemanusiaan dan keagamaan dapat diterima dengan lebih ringan dan riang oleh warga.
"Kami ingin membawa semangat Ramadhan lebih awal ke tengah masyarakat. Targhib ini adalah bentuk kebahagiaan kami menyambut bulan suci. Melalui kampanye Zakat Menguatkan Indonesia, kami ingin menegaskan bahwa kekuatan zakat mampu menjadi pilar penting dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat, khususnya di Sidoarjo," ujar Abdul Ghoni di sela-sela kegiatan.
Layanan Konsultasi di Lokasi
Selain parade musik, booth BAZNAS Sidoarjo juga menjadi pusat edukasi. Petugas sigap melayani warga yang ingin berkonsultasi mengenai perhitungan zakat mal, zakat profesi, hingga pembayaran fidyah bagi mereka yang memiliki kendala puasa di tahun sebelumnya. Layanan Zakat on The Spot (ZOS) ini memudahkan muzaki (pembayar zakat) untuk berdonasi sambil menikmati suasana CFD.
Koordinator Group Musik Patrol Cokro Asmoro, Rafi Utbah, mengaku bangga timnya bisa dilibatkan dalam aksi syiar filantropi ini. Baginya, musik patrol bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana komunikasi sosial.
"Kami senang sekali bisa berkolaborasi dengan BAZNAS Sidoarjo. Penampilan kami hari ini didedikasikan untuk menyemangati warga agar menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh semangat berbagi. Semoga irama musik kami tadi bisa menjadi pengingat yang menyenangkan bagi warga Sidoarjo," ungkap Rafi Utbah.
Antusiasme warga terlihat sepanjang rute parade. Banyak dari mereka yang menghentikan langkah sejenak untuk mendokumentasikan aksi musik patrol . Melalui kegiatan Targhib Ramadhan ini, BAZNAS Sidoarjo berharap kesadaran berzakat masyarakat semakin meningkat. Dengan zakat yang terkelola secara profesional, diharapkan program-program pendayagunaan dapat menyentuh lebih banyak mustahik (penerima zakat) sehingga kemandirian umat dapat terwujud sesuai dengan visi besar filantropi nasional.
15/02/2026 | sudrab
Targhib Ramadhan 1447 H, DMI Sidoarjo dan BAZNAS Gelar Halaqoh Zakat
Sidoarjo – Dalam rangka mempersiapkan para Ta’mir Masjid menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Pengurus Daerah (PD) DMI Kabupaten Sidoarjo berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Halaqoh Zakat di Aula Kecamatan Wonoayu, Sabtu (14/2/2026). Acara yang dihadiri puluhan tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman tentang pengelolaan zakat sebagai bagian dari kampanye nasional Zakat Menguatkan Indonesia.
Ketua PD DMI Kabupaten Sidoarjo, H. Imam Mukozali, S.Pd, S.Ag, M.M, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menyebarkan edukasi zakat. “Zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga instrumen penguatan ekonomi umat. Melalui Halaqoh ini, DMI berkomitmen menjadi jembatan antara masyarakat dan BAZNAS untuk memastikan zakat terhimpun dan tersalurkan tepat sasaran,” ujarnya di depan peserta yang terdiri dari pengurus DKM, kader DMI, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan. Ia juga menyampaikan bahwa DMI akan memperluas pelatihan bagi pengurus masjid guna meningkatkan literasi zakat di tingkat desa.
Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Luqman Hakim, S.Th.I, menjelaskan strategi penghimpunan dan penyaluran zakat yang transparan dan berdampak. “BAZNAS tidak hanya fokus pada penghimpunan yang berkualitas dan penyaluran , tetapi juga pemberdayaan melalui program Zakat Produktif.,” paparnya. Luqman menambahkan, BAZNAS akan memanfaatkan teknologi untuk memudahkan masyarakat dalam lakukan penghimpunan maupun menyalurkan zakat melalui platform digital.
Acara yang berlangsung hingga siang hari ini juga diisi sesi diskusi interaktif tentang tata cara penghitungan zakat mal dan fitrah, serta simulasi penyaluran zakat secara langsung. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan terkait kendala teknis dan regulasi pengelolaan zakat di tingkat kecamatan.
Kolaborasi DMI dan BAZNAS ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan Sidoarjo sebagai Zakat City. Bupati Sidoarjo, yang diwakili Camat Wonoayu, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah nyata mewujudkan kesejahteraan sosial.
“Zakat adalah pilar ekonomi umat yang harus dikelola dengan profesional. Kami dukung penuh program ini untuk memperkuat Indonesia dari level kabupaten,” kata Camat Wonoayu dalam sambutannya.
Halaqoh Zakat ini menutup dengan deklarasi bersama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat. Dengan tagline Zakat Menguatkan Indonesia, DMI dan BAZNAS berkomitmen menjadikan Sidoarjo sebagai model pengelolaan zakat yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak luas.
“Mari jadikan zakat sebagai gerakan bersama untuk membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. Setiap rupiah zakat yang diberikan adalah investasi untuk kemajuan bangsa,” tutup H. Imam Mukozali, menutup acara yang diakhiri dengan sesi foto bersama.
15/02/2026 | sudrab
Senyum Makrifah di Bawah Atap Baru: Saat Zakat Mengubah Tangis Menjadi Berkah di Wonoayu
SIDOARJO – Langit Desa Ketimang, Kecamatan Wonoayu, siang itu tampak cerah, seolah ikut merayakan kebahagiaan yang membuncah di hati keluarga Siswanto. Tak ada lagi aroma tanah basah dari lantai yang merembas, tak ada lagi kecemasan saat mendung menggelayut pekat. Pada Jumat (12/2/2026), sebuah lembaran baru resmi dibuka melalui penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST) Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB).
Kenangan Pahit di Balik Dinding Lapuk
Mundur ke belakang, tepatnya Minggu, 11 Januari 2026, potret kediaman Siswanto jauh dari kata layak. Sebagai seorang petugas kebersihan (cleaning service), Siswanto harus memeras keringat setiap hari hanya demi sesuap nasi. Memperbaiki atap yang bolong atau meninggikan lantai agar tak terendam banjir adalah kemewahan yang hanya berani ia simpan dalam mimpi.
“Tidak ada uang, suami hanya kerja cleaning service,” bisik Makrifah, istri Siswanto, kala itu dengan suara bergetar. Matanya berkaca-kaca menatap sudut rumah tempat buah hatinya sering meringkuk kedinginan saat hujan turun. Lantai yang basah terkena tempias dan atap yang tak lagi mampu menahan laju air adalah kawan setia mereka setiap malam.
Kondisi memprihatinkan ini memicu gerak cepat Bupati Sidoarjo, H. Subandi. Dalam inspeksi mendadaknya, ia menginstruksikan BAZNAS Sidoarjo untuk melakukan renovasi total. "Saya prihatin jika kondisi seperti ini tidak segera ditangani. Kita ingin penghuninya merasa nyaman dan aman," tegas Bupati Subandi dengan nada penuh empati saat itu.
Zakat Menguatkan: Dari Instruksi Menjadi Aksi
Hanya dalam kurun waktu satu bulan, transformasi itu nyata. Melalui program RLHB, BAZNAS Sidoarjo melakukan perbaikan menyeluruh; mulai dari perbaikan rangka atap, peninggian lantai untuk menghalau banjir, hingga renovasi kamar mandi yang lebih higienis.
Ahmad Richi, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang mengawal proses renovasi ini, menyatakan bahwa proyek ini adalah bukti nyata kekuatan zakat.
"Kami bekerja marathon memastikan amanah para muzakki sampai tepat sasaran. Bagi kami, ini bukan sekadar membangun tembok dan atap, tapi membangun kembali martabat dan harapan keluarga Bapak Siswanto. Ini adalah esensi dari semangat Zakat Menguatkan Indonesia," ujar Richi di sela-sela proses monitoring.
Kado Terindah Menjelang Ramadan 1447 H
Bagi Makrifah, selesainya renovasi ini bukan sekadar perbaikan bangunan, melainkan jawaban atas doa-doa panjangnya. Mengingat bulan suci Ramadan 1447 H dan Hari Raya Idul Fitri yang sudah di pelupuk mata, rumah baru ini menjadi kado yang tak ternilai harganya.
Sambil menyentuh dinding rumahnya yang kini kokoh dan bercat cerah, Makrifah tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
"Alhamdulillah, perasaan saya sangat senang dan plong. Terima kasih Pak Bupati dan BAZNAS. Akhirnya di Ramadan tahun ini dan Hari Raya nanti, kami bisa beribadah dengan tenang. Tidak bingung lagi cari ember kalau hujan, tidak takut banjir lagi. Lebaran besok terasa sangat spesial karena kami bisa menempati rumah yang nyaman dan layak ini," ungkap Makrifah dengan senyum sumringah yang kini menggantikan air matanya.
Ramadan Tangguh bersama BAZNAS
Kisah keluarga Siswanto adalah satu dari sekian banyak bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan lembaga filantropi dapat menghadirkan solusi nyata bagi kemiskinan ekstrem. Melalui kampanye Ramadan Tangguh, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebar kebaikan.
Rumah hijau di Desa Ketimang itu kini berdiri tegak, menjadi simbol bahwa di tengah keterbatasan, bantuan yang tepat sasaran mampu mengubah duka menjadi sukacita. Kini, Siswanto dan keluarganya bisa menatap masa depan dengan lebih optimis, di bawah naungan atap yang tak lagi bocor, menyambut bulan suci dengan hati yang damai.
13/02/2026 | sudrab
Agenda Pimpinan

Kordinasi Konsep Pembinaan Muallaf
Hari : selasa
Tanggal:11 peb 2025
Pukul :09.30 wib
Tempat :kantor MUI jl.Panglima hidayat 11 Sda
Acara :Koordinasi konsep pembinaan Muallaf
10-02-2025 | admin

pelatihan Kehumasan dan Jurnalisme Zakat Baznas Se — Jawa Timur Tahun 2025
Dalam rangka optimalisasi Publikasi dan mengembangkan ketrampilan dalam Kehumasan dan Jurnalis bagi pengelola zakat di Jawa Timur, BAZNAS Provinsi Jawa Timur akan melaksanaan kegiatan pelatihan Kehumasan dan Jurnalisme Zakat Baznas Se — Jawa Timur Tahun 2025 pada;
Hari > Rabu
Tanggal : 12 Februari 2025 Pukul : 09.00 s.d. Selesai
Tempat : Ruang Pertemuan BAZNAS Provinsi Jawa Timur (Belakang Gedung Islamic Center) Alamat : Jl. Raya Dukuh Kupang No. 122-124 Surabaya
10-02-2025 | sudrab
Artikel Terbaru
Ramadhan 2026 Glow Up: Panduan Tangguh Biar Nggak Kaget Saat Bulan Suci
Halo, Sobat Milenial Sidoarjo! Nggak terasa ya, hilal Ramadhan 1447 H sudah mulai melambai di kalender 2026 kita. Buat kita yang mobilitasnya tinggi—mulai dari ngejar deadline kantor di lingkar timur sampai hobi ngopi di kawasan Gading Fajar—persiapan matang itu wajib hukumnya.
Biar tubuh dan jiwa nggak "terkejut" atau kaget pas masuk bulan suci nanti, BAZNAS Sidoarjo sudah merangkum panduan Glow Up lahir batin. Supaya ibadah kita maksimal dan nggak cuma dapat lapar-haus doang, yuk intip step-by-step menjadi Muslim Tangguh berikut ini!
1. Ruhiyah: Glow Up Spiritual dari Sekarang
Jangan nunggu hari pertama puasa buat mulai rajin ibadah. Ibarat lari maraton, kita butuh pemanasan biar nggak kram di tengah jalan.
Trial Run Puasa: Coba deh biasakan puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh. Ini cara terbaik biar asam lambung kita nggak "demo" saat transisi nanti.
Bayar "Hutang": Cek lagi aplikasi notes atau pengingat kamu. Masih ada hutang puasa tahun lalu? Segera tunaikan qadha sebelum Ramadhan tiba.
Hapus "Drama" Hati: Detox hati dari penyakit batin kayak iri atau dendam lewat istighfar. Jangan lupa minta maaf sama keluarga dan sahabat biar puasa makin tenang tanpa beban emosional.
2. Jasadiyah: Tetap Fit dan Terhidrasi
Puasa butuh stamina ekstra, apalagi cuaca Sidoarjo yang kadang tak menentu.
Jaga Nutrisi: Mulai kurangi gorengan berlebih atau kopi dosis tinggi. Kita nggak mau kan, hari pertama puasa malah tepar karena sakit tenggorokan atau maag?
Manajemen Air Putih: Gunakan rumus 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas malam hari, dua gelas saat sahur) agar kulit tetap glowing dan nggak dehidrasi.
Tetap Gerak: Olahraga ringan seperti jalan santai di Alun-alun Sidoarjo tetap perlu dilakukan biar metabolisme terjaga.
3. Fikriyah: Knowledge is Power!
Ibadah tanpa ilmu itu bagai posting tanpa konten. Refresh lagi ilmu fikih puasa kita. Pahami rukun, syarat sah, hingga hal-hal mikro yang bisa membatalkan pahala puasa. Buatlah target realistis, misalnya One Day One Juz atau konsisten tarawih berjamaah di masjid terdekat.
4. Maliyah: Siapkan Budget Kebaikan
Ini nih yang sering terlupa. Pribadi yang Ramadhan Tangguh juga harus siap secara finansial untuk berbagi. Ramadhan bukan soal pengeluaran takjil yang membengkak, tapi soal investasi akhirat.
Anggaran Kebaikan: Sisihkan dana khusus untuk zakat, infak, dan sedekah sejak terima gaji bulan ini.
Cerdas Berzakat: Pahami cara hitung zakat profesi atau zakat mal. Di era digital ini, BAZNAS Sidoarjo hadir memberikan kemudahan akses agar dana zakatmu tepat sasaran untuk memberdayakan saudara-saudara kita di Sidoarjo.
Tips buat Pekerja Kantoran & Content Creator
Buat kamu yang sibuk, strategi manajemen waktu adalah kunci! Bangun lebih awal buat sahur supaya nggak terburu-buru. Manfaatkan waktu luang di sela meeting untuk zikir atau dengerin kajian lewat podcast. Jadikan pekerjaanmu sebagai ladang jihad yang bernilai ibadah.
Gimana, sudah siap buat Ramadhan 2026 yang lebih bermakna? Dengan persiapan yang oke, kita nggak cuma sekadar menahan haus, tapi benar-benar meraih esensi keberkahannya.
Mulai Kebaikanmu Hari Ini!
Jangan tunggu Ramadhan tiba untuk berbagi. Yuk, cicil tabungan akhiratmu dan bersihkan harta dengan sedekah harian yang mudah dan berkah melalui BAZNAS Sidoarjo. Klik tautan di bawah ini untuk menebar manfaat:
???? https://kabsidoarjo.baznas.go.id/sedekah
Ramadhan Tangguh, Zakat Menguatkan Indonesia!
12/02/2026 | sudrab
Tips Puasa Ramadan: Biar Nggak Cuma Dapat Lapar dan Haus!
Ramadan bukan sekadar soal menahan lapar dari subuh sampai maghrib. Biar puasa kita berkualitas dan benar-benar mendatangkan pahala, yuk intip panduan praktis yang disarikan dari kitab Irsyâdul 'Ibâd berikut ini.
1. Cek Dulu: Sudah Sah Belum?
Agar puasa kita diterima secara aturan agama (fikih), ada beberapa syarat dasar yang harus terpenuhi:
Beragama Islam.
Sudah Tamyiz: Artinya sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Suci: Khusus bagi perempuan, pastikan sedang tidak dalam masa haid atau nifas.
Tahu Waktunya: Sadar dan tahu kalau sekarang memang sudah masuk bulan Ramadan.
2. Dua Kunci Utama (Rukun Puasa)
Puasa kita nggak bakal sah kalau melewatkan dua hal ini:
Pasang Niat di Malam Hari: Jangan sampai lupa! Niat harus dilakukan setiap malam sebelum fajar tiba. Tekankan di hati bahwa kita puasa karena menjalankan kewajiban dari Allah (Lillâhi Ta'âlâ).
Imsak (Menahan Diri): Kita harus disiplin menjaga diri agar tidak ada benda yang masuk ke lubang tubuh secara sengaja, tidak berhubungan intim, dan tidak muntah dengan sengaja.
3. Jaga "Pahala" Jangan Sampai Bocor
Pernah dengar hadis Nabi saw. tentang orang yang puasa tapi cuma dapat lapar dan haus saja?. Nah, biar itu nggak terjadi pada kita, ini yang harus dijaga:
Puasa Lisan: Rem mulut kita dari ghibah (gosip), bohong, adu domba, atau berkata kasar.
Puasa Anggota Tubuh: Jaga mata dari tontonan yang dilarang, telinga dari hal maksiat, serta tangan dan kaki dari perbuatan zalim.
Pakai Hati: Jangan puasa cuma karena ikut-ikutan orang atau tradisi. Lakukan dengan penuh iman dan rasa ikhlas mengharap pahala dari Allah.
4. Amalan Biar Puasa Makin "Tangguh"
Biar makin berkah, jangan lewatkan hal-hal sunnah ini:
Segerakan Berbuka: Begitu azan maghrib berkumandang, langsung batalin puasa. Paling bagus pakai kurma atau air putih.
Sahur di Akhir Waktu: Makan sahurlah mendekati waktu subuh karena di sana ada keberkahan, meski cuma minum seteguk air.
Banyakin Sedekah & Baca Al-Qur'an: Karena keduanya bakal jadi pembela kita di hari kiamat nanti.
Kesimpulannya, puasa yang sukses itu adalah perpaduan antara aturan agama yang benar (syariat) dan menjaga perilaku (akhlak). Selamat menjalankan ibadah puasa!
11/02/2026 | admin
Ramadhan Tangguh: Menempa Spiritual, Menguatkan Negeri
Bulan Ramadhan bukan sekadar pergeseran pola makan atau siklus tidur. Bagi umat Muslim, ia adalah medan "inkubasi" spiritual untuk membentuk pribadi yang kokoh. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang kian menantang, BAZNAS Sidoarjo mengajak Anda untuk tidak sekadar "lewat" di bulan suci ini, melainkan menjadi sosok yang memiliki Ramadhan Tangguh.
Ketangguhan ini bermula dari pemahaman mendalam atas literasi klasik, salah satunya kitab Irsyâdul 'Ibâd. Menjadi tangguh berarti menyatukan disiplin syariat dengan kepekaan sosial. Sebab, puasa yang sempurna adalah yang mampu mengubah rasa lapar pribadi menjadi empati kolektif melalui semangat Zakat Menguatkan Indonesia.
1. Menakar Kesiapan: Syarat Wajib Puasa
Langkah pertama menuju ketangguhan adalah mengenali jati diri. Syariat Islam secara presisi menetapkan siapa saja yang memikul beban mulia ini. Identitas sebagai Muslim yang baligh dan berakal sehat adalah fondasi utama. Namun, Islam adalah agama yang moderat (wasathiyah); ketangguhan tidak berarti memaksakan diri di luar batas.
Bagi lansia yang fisiknya tak lagi mumpuni atau mereka dengan sakit permanen, ketangguhan mereka manifestasikan melalui pembayaran Fidyah. Inilah bentuk filantropi awal—di mana ketidakmampuan fisik digantikan dengan kontribusi pangan bagi sesama.
2. Pilar Integritas: Memastikan Keabsahan
Puasa adalah ibadah yang sunyi, hanya Anda dan Sang Pencipta yang tahu. Untuk menjaga integritas ibadah, empat pilar sah harus dijaga:
Niat di Malam Hari: Inilah komitmen batin sebelum fajar.
Kesucian & Kesadaran: Khusus bagi wanita, suci dari haid dan nifas, serta bagi setiap pelaku puasa untuk senantiasa dalam keadaan tamyiz (sadar penuh).
Disiplin Total: Menahan diri dari segala pembatal puasa dengan disiplin baja.
3. Ihtisaban: Ruh di Balik Lapar dan Dahaga
Apa yang membedakan seorang yang berpuasa dengan orang yang sekadar melakukan diet ketat? Jawabannya adalah Niat. Ketangguhan sejati lahir dari dua pilar batin: Iman (keyakinan) dan Ihtisaban (mengharap rida Allah). Kalimat Lillâhi Ta’âlâ adalah deklarasi bahwa setiap detik rasa haus yang kita rasakan adalah investasi akhirat.
4. Ilmu: Benteng dari Kesia-siaan
Banyak yang terjebak dalam rutinitas tanpa makna. Tanpa ilmu, puasa hanya menjadi perpindahan jam makan. Berdasarkan panduan para ulama, kesempurnaan puasa harus didukung dengan "puasa anggota tubuh". Mata, lidah, dan telinga harus dijaga dari ghibah dan dusta. Di sinilah relevansi zakat dan sedekah muncul sebagai penyempurna; ia membersihkan harta sebagaimana puasa membersihkan jiwa.
5. Strategi Harian: Perisai Dzikir dan Filantropi
Agar ketangguhan ini tidak luntur di tengah hari, perkuatlah batin dengan dzikir, terutama Sayyidul Istighfar. Namun, jangan berhenti pada kesalehan ritual. Ramadhan 1447 H ini adalah momentum emas untuk memperkuat ketahanan nasional melalui zakat. Saat Anda menyalurkan zakat melalui BAZNAS Sidoarjo, Anda sedang membantu membangun jaring pengaman sosial bagi saudara kita yang membutuhkan.
Kesimpulan
Ramadhan Tangguh adalah perpaduan harmonis antara ketaatan syariat dan kekuatan empati. Dengan bekal ilmu dan keikhlasan, kita tidak hanya kuat menahan lapar, tetapi juga tangguh dalam membangun martabat bangsa. Mari jadikan Ramadhan kali ini sebagai bukti bahwa Zakat Menguatkan Indonesia.
05/02/2026 | sudrab





-min.png&w=3840&q=75)


