Berita Terkini
BAZNAS Sidoarjo Bangun Musholla dan Sumur Bor di Aceh Tamiang, Perkuat Ketahanan Umat Jelang Ramadhan
Sidoarjo – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo secara nyata menunjukkan kekuatan dana zakat, infak, dan sedekah dalam memulihkan komunitas terdampak bencana. Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), lembaga ini menginisiasi pembangunan Musholla Pajak (Pasar) dan fasilitas sumur bor di Dusun Salam, Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.
Proyek strategis ini didanai sepenuhnya melalui program Amanah Masyarakat Sidoarjo (AMS), sebuah inisiatif pengumpulan donasi kemanusiaan dari warga Sidoarjo untuk membantu pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Langkah ini sekaligus menjadi manifestasi dari kampanye nasional "Zakat Menguatkan Indonesia" serta persiapan menyambut agenda "Ramadhan Tangguh 2026".
Verifikasi Fondasi dan Harapan Baru
Pada Jumat (6/2/2026), tim BTB BAZNAS Sidoarjo melakukan verifikasi langsung di lokasi proyek untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Koordinator BTB BAZNAS Sidoarjo, Ahmad Hamdani, menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bentuk pertanggungjawaban atas kepercayaan para muzaki (pembayar zakat).
"Setiap rupiah zakat dan donasi yang terkumpul dalam program AMS dikonversi menjadi infrastruktur yang menguatkan ketahanan komunitas. Kami tidak hanya menyalurkan dana, tetapi memastikan dana tersebut menjadi aset yang berkelanjutan bagi warga," ujar Hamdani di sela-sela pengecekan fondasi bangunan.
Musholla Pajak yang tengah dibangun tersebut berdiri di antara deretan pohon kelapa, menjadi simbol kebangkitan di wilayah yang sebelumnya luluh lantak akibat bencana. Selain tempat ibadah, fasilitas sumur bor yang sedang disiapkan diproyeksikan mampu melayani kebutuhan air bersih bagi ratusan kepala keluarga di Dusun Salam.
Zakat sebagai Transfer Kepercayaan
Apresiasi mendalam datang dari tokoh masyarakat setempat. Menurutnya, bantuan dari masyarakat Sidoarjo melalui BAZNAS sangat menyentuh kebutuhan mendasar warga. Musholla tersebut nantinya akan difungsikan sebagai pusat ibadah sekaligus ruang silaturahmi, sementara sumur bor menjadi solusi atas krisis air bersih yang telah lama dialami warga pascabencana.
Uniknya, proyek ini menerapkan model pembangunan partisipatif. Warga Dusun Salam terlibat aktif mulai dari penyediaan lahan, pembersihan area, hingga penunjukan dua pengawas harian dari unsur warga untuk menjamin transparansi pengerjaan.
"Zakat di sini bukan sekadar transfer dana, melainkan transfer kepercayaan. Kami membangun bersama, mengawasi bersama, dan kelak akan merawatnya bersama-sama," ungkap, salah satu koordinator lapangan.
Persiapan Ramadhan Tangguh
Target utama dari pembangunan ini adalah agar fasilitas tersebut sudah dapat digunakan sepenuhnya saat memasuki bulan suci Ramadhan 2026. Melalui kampanye "Ramadhan Tangguh", BAZNAS Sidoarjo ingin memastikan masyarakat terdampak bencana dapat menjalankan ibadah dengan tenang dengan dukungan infrastruktur yang memadai.
Sebelum proses serah terima, pihak BAZNAS juga akan melakukan uji kualitas air pada sumur bor tersebut. Selain itu, warga akan diberikan pelatihan mengenai manajemen perawatan fasilitas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, bahkan jauh setelah bulan Ramadhan berakhir.
Melalui dokumentasi foto udara, terlihat kontras yang kuat antara sisa-sisa kerusakan bencana dengan aktivitas para relawan berbaju oranye yang fokus mengerjakan fondasi. Pemandangan ini menjadi bukti bahwa sinergi zakat kolektif mampu mengubah duka menjadi harapan yang kokoh.
"Zakat Menguatkan Indonesia bukan sekadar slogan. Di Aceh Tamiang, zakat telah menjelma menjadi fondasi beton, aliran air bersih, dan kembalinya senyum warga," pungkas Ahmad Hamdani.
06/02/2026 | sudrab
Sambut Ramadhan, BAZNAS Sidoarjo Percepat Renovasi Musholla Al-Ikhlas Candi
SIDOARJO – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat memastikan sarana ibadah umat dalam kondisi prima. Melalui semangat filantropi yang inklusif, BAZNAS menyalurkan bantuan partisipasi renovasi untuk Musholla Al-Ikhlas yang berlokasi di Candi Raya, Desa Candi, Kecamatan Candi, pada Jumat (6/2/2025) malam.
Kegiatan yang berlangsung khidmat pada pukul 18.30 WIB ini menjadi bagian dari rangkaian brand campaign "Zakat Menguatkan Indonesia" dan menyongsong tema "Ramadhan Tangguh". Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh M. Sofwan selaku staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo kepada jajaran pengurus takmir musholla, disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat, termasuk Ketua RW dan RT 18 RW 05 Desa Candi.
Memuliakan Rumah Allah
Musholla Al-Ikhlas memiliki posisi strategis dan nilai historis bagi warga sekitar, terutama karena letaknya yang berada dalam satu lingkungan dengan Rumah Singgah BAZNAS. Berdasarkan hasil asesmen lapangan, bantuan ini akan difokuskan untuk beberapa titik krusial, mulai dari pemasangan canopy guna kenyamanan jamaah dari cuaca, pengecatan ulang bangunan agar tampak bersih dan segar, hingga pengadaan sistem suara (sound system) baru untuk menunjang kualitas ibadah shalat tarawih dan tadarus.
M. Sofwan menegaskan bahwa dukungan ini merupakan amanah dari para muzakki (pembayar zakat) yang dikelola BAZNAS untuk kemaslahatan umat.
"Kami ingin memastikan bahwa saat Ramadhan tiba, jamaah di Musholla Al-Ikhlas dapat beribadah dengan tenang dan nyaman. Renovasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, tapi upaya kita bersama dalam membangun kemuliaan rumah Allah. Melalui zakat yang disalurkan masyarakat, kita kuatkan pondasi spiritual dan sosial di Sidoarjo," ujar Sofwan di sela-sela penyerahan dokumen bantuan.
Implementasi Ramadhan Tangguh
Langkah ini dipandang sebagai bentuk kesiapan kolektif dalam menghadapi bulan puasa. Dengan fasilitas yang lebih layak, diharapkan Musholla Al-Ikhlas dapat menjadi pusat syiar islam yang lebih semarak. Pengecatan dan perbaikan sarana suara dianggap sangat mendesak agar gema adzan dan lantunan ayat suci dapat menjangkau seluruh warga dengan lebih jernih.
Pihak Takmir Musholla Al-Ikhlas menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian BAZNAS Sidoarjo. Baginya, bantuan ini menjadi suntikan semangat bagi warga untuk bahu-membahu menyelesaikan renovasi sebelum memasuki pekan pertama Ramadhan. Sinergi antara lembaga zakat, pengurus masjid, dan perangkat desa seperti RT/RW menunjukkan potret nyata kekuatan filantropi Islam dalam menyelesaikan masalah di tingkat akar rumput.
Kegiatan penyerahan ini ditutup dengan koordinasi teknis mengenai rencana tindak lanjut pembangunan. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus memantau perkembangan renovasi hingga tuntas, sejalan dengan visi mewujudkan masyarakat yang religius dan tangguh melalui optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah.
06/02/2026 | sudrab
Menyemai Kebaikan di Tepian Sungai: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Gotong Royong Membangun Rumah Ibadah yang Kokoh
SIDOARJO – Sore itu, Rabu (4/2), langit di atas kawasan Tanggul Kulon, Wonoayu, tampak bersahabat. Di sebuah sudut pemukiman yang berhadapan langsung dengan aliran sungai, deru mesin pemotong keramik dan denting palu yang beradu dengan beton menjadi musik latar yang penuh harapan. Di sinilah, Masjid Baiturrohman tengah bersalin rupa, berupaya tegak berdiri demi menyediakan tempat ibadah yang lebih layak bagi warga sekitar.
Kehadiran tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo di lokasi konstruksi tersebut membawa angin segar. Rita Defani, staf pelaksana distribusi BAZNAS Sidoarjo, hadir langsung meninjau proses pembangunan sekaligus menyalurkan amanah dari para muzaki. Kedatangannya disambut hangat oleh Bapak Untung dan Kaji Irfan, sosok takmir yang selama ini bahu-membahu mengawal renovasi masjid tersebut.
Dari Kotak Amal hingga Gotong Royong Umat
Selama ini, pembangunan Masjid Baiturrohman berjalan dengan langkah perlahan namun pasti. Mengandalkan infak dari kotak amal dan swadaya masyarakat yang terbatas, setiap jengkal tembok yang berdiri merupakan simbol keteguhan hati warga Tanggul Kulon. Namun, untuk menyelesaikan bangunan yang luas dan kokoh, dibutuhkan dukungan yang lebih besar.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Sidoarjo. Dukungan ini sangat berarti bagi kelanjutan pembangunan masjid kami," ungkap Kaji Irfan dengan nada haru saat menerima kunjungan tim.
Bagi warga, masjid ini bukan sekadar tumpukan bata dan semen. Ia adalah pusat peradaban kecil di pinggir sungai, tempat anak-anak mengaji dan orang tua bersujud. Dengan adanya dukungan dana renovasi ini, proses pembangunan diharapkan dapat terakselerasi, sehingga jamaah bisa beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman.
Zakat Menguatkan Indonesia: Menyongsong Ramadhan Tangguh
Aksi distribusi bantuan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam program kemanusiaan dan keagamaan. Melalui semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", setiap rupiah yang disalurkan oleh masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ditransformasikan menjadi manfaat nyata yang menyentuh akar rumput.
Apalagi, momentum ini berdekatan dengan persiapan umat menyambut bulan suci. BAZNAS Sidoarjo berharap, perbaikan sarana ibadah ini menjadi bagian dari persiapan menciptakan "Ramadhan Tangguh". Dengan fasilitas masjid yang memadai, syiar Islam di pelosok desa seperti Wonoayu akan semakin hidup, menguatkan spiritualitas sekaligus solidaritas sosial antarwarga.
Harapan di Balik Tiang Beton
Dalam dokumentasi kegiatan, terlihat jelas progres pembangunan yang sedang berlangsung. Tiang-tiang beton telah berdiri, menopang mimpi warga untuk memiliki masjid yang megah. BAZNAS Sidoarjo memastikan bahwa pendampingan tidak berhenti di sini, melainkan akan terus memantau perkembangan agar amanah para donatur benar-benar terserap dengan tepat sasaran.
Kegiatan yang berakhir menjelang senja tersebut meninggalkan kesan mendalam. Bahwa di setiap butir semen yang mengering, ada doa-doa yang terkabul, dan di setiap dukungan yang tersalurkan, ada persaudaraan yang semakin erat. BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa zakat benar-benar menjadi pilar yang menguatkan bangsa, dimulai dari rumah-rumah Allah di sudut-sudut desa.
05/02/2026 | sudrab
Agenda Pimpinan

Kordinasi Konsep Pembinaan Muallaf
Hari : selasa
Tanggal:11 peb 2025
Pukul :09.30 wib
Tempat :kantor MUI jl.Panglima hidayat 11 Sda
Acara :Koordinasi konsep pembinaan Muallaf
10-02-2025 | admin

pelatihan Kehumasan dan Jurnalisme Zakat Baznas Se — Jawa Timur Tahun 2025
Dalam rangka optimalisasi Publikasi dan mengembangkan ketrampilan dalam Kehumasan dan Jurnalis bagi pengelola zakat di Jawa Timur, BAZNAS Provinsi Jawa Timur akan melaksanaan kegiatan pelatihan Kehumasan dan Jurnalisme Zakat Baznas Se — Jawa Timur Tahun 2025 pada;
Hari > Rabu
Tanggal : 12 Februari 2025 Pukul : 09.00 s.d. Selesai
Tempat : Ruang Pertemuan BAZNAS Provinsi Jawa Timur (Belakang Gedung Islamic Center) Alamat : Jl. Raya Dukuh Kupang No. 122-124 Surabaya
10-02-2025 | sudrab
Artikel Terbaru
Strategi Menuju Ramadan Tangguh: Siapkan Hati dan Aksi Nyata Bersama BAZNAS Sidoarjo
SIDOARJO – Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga terbenamnya matahari. Ia adalah madrasah tahunan; sebuah kesempatan emas untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta mempererat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta dan hubungan sosial dengan sesama manusia.
Menyambut bulan suci tahun ini, BAZNAS Sidoarjo mengusung semangat "Zakat Menguatkan Indonesia". Melalui semangat ini, kita diajak untuk tidak hanya tangguh secara pribadi, tetapi juga menjadi penguat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Bagaimana cara kita mencapai derajat Ramadan Tangguh? Berikut adalah 4 langkah strategis yang bisa Anda terapkan mulai hari ini:
1. Memantapkan Hati dan Meluruskan Niat
Segala amal bergantung pada niatnya. Mulailah dengan memperkuat tekad yang tulus hanya mengharap rida Allah SWT. Niat yang ikhlas adalah kompas yang akan menjaga Anda tetap fokus dan khusyuk di tengah hiruk-pikuk aktivitas duniawi.
Tips: Tentukan target spesifik. Misalnya, "Tahun ini saya ingin memperbaiki kualitas shalat lima waktu" atau "Saya ingin mengkhatamkan Al-Qur’an dengan memahami maknanya."
2. Pemanasan Ibadah dan Kesiapan Fisik
Jangan biarkan tubuh kaget saat memasuki hari pertama Ramadan. Lakukan "pemanasan" agar ritme ibadah Anda tetap terjaga hingga akhir bulan:
Pemanasan Spiritual: Mulailah membiasakan shalat Dhuha, shalat malam (qiyamul lail), dan rutin membaca Al-Qur’an di bulan Syakban.
Latihan Puasa: Latih ketahanan tubuh dengan puasa sunnah agar metabolisme Anda terbiasa dengan ritme Ramadan.
Kesehatan Menyeluruh: Jaga pola makan sehat dan istirahat yang cukup. Secara mental, latihlah kesabaran menghadapi ujian kecil sehari-hari agar hati tetap tenang saat bulan suci tiba.
3. Literasi Agama dan Penyucian Diri
Ibadah tanpa ilmu bagaikan berjalan di kegelapan. Luangkan waktu untuk:
Mendalami Ilmu: Pelajari kembali fikih puasa, sunnah-sunnahnya, serta pembatal puasa agar ibadah memiliki dasar hukum yang kuat.
Taubat dan Maaf: Bersihkan hati dengan taubat nasuha kepada Allah dan mintalah maaf kepada sesama. Hati yang bersih adalah wadah yang paling siap menampung keberkahan Ramadan.
4. Manajemen Kedermawanan: Zakat Menguatkan Indonesia
Ramadan adalah momentum puncak kedermawanan. Dalam konsep Ramadan Tangguh, kekuatan seorang muslim diukur dari sejauh mana manfaatnya bagi orang lain.
Perencanaan Amal Sosial: Rencanakan alokasi harta untuk zakat mal, infak, sedekah, hingga berbagi paket berbuka puasa.
Target Terukur: Buatlah target harian bersedekah. Dengan perencanaan yang matang melalui BAZNAS Sidoarjo, zakat dan infak Anda akan disalurkan secara tepat sasaran untuk memberdayakan mustahik di wilayah Sidoarjo.
Penutup: Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan
Persiapan yang matang adalah kunci perubahan spiritual yang nyata. Dengan memantapkan diri secara fisik dan mental, serta menyempurnakannya dengan zakat dan sedekah, kita sedang membangun pondasi Indonesia yang lebih kuat dan tangguh.
Sambut Ramadan dengan hati yang lapang dan tangan yang terbuka. Karena sejatinya, Zakat Menguatkan Indonesia.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Sidoarjo untuk mendukung program pemberdayaan umat.
04/02/2026 | admin
Membangun Kembali Peradaban: Misi Kemanusiaan BAZNAS Sidoarjo untuk "Desa yang Hilang" di Aceh
SIDOARJO – Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh telah meninggalkan duka mendalam, menyapu bersih pemukiman hingga beberapa wilayah dinyatakan sebagai "Desa yang Hilang". Di tengah reruntuhan yang hanya menyisakan pondasi rumah dan fasilitas umum yang hilang total, masyarakat Sidoarjo melalui BAZNAS Kabupaten Sidoarjo bergerak membawa secercah harapan untuk membangun kembali peradaban di sana.
Memulihkan Pusat Kehidupan yang Runtuh
Melalui dana amanah masyarakat Sidoarjo sebesar Rp744.000.000, program ini berfokus pada pemulihan fisik jangka panjang dan ketahanan pangan. Fokus utama konstruksi menyasar pada tiga titik pusat kehidupan masyarakat:
Musholla Pajak (Aceh Tamiang): Pembangunan baru ukuran 8x9 meter di atas sisa pondasi yang hancur.
Musholla Desa Gunci (Aceh Utara): Pembangunan di area relokasi (HUNTAP) untuk melayani 86 KK atau sekitar 322 jiwa.
Masjid At Taqarub (Aceh Utara): Membangun kembali masjid di Gampong Riseh Teungoh yang sebelumnya hilang terbawa arus.
Untuk menjamin keberlangsungan fungsi rumah ibadah tanpa bergantung pada infrastruktur yang masih rusak, tiap lokasi akan dilengkapi dengan fasilitas kemandirian berupa paket Panel Surya dan Sumur Bor. Spesifikasi material pun dipilih dengan standar kualitas tinggi, menggunakan struktur pipa 3 inci, besi siku, dan atap seng galvanum yang tahan cuaca untuk memastikan keamanan jamaah.
Pemberdayaan Melalui Dapur Umum Ramadhan Swadaya
Selain pembangunan fisik, BAZNAS Sidoarjo mengalokasikan Rp300.000.000 untuk program Dapur Umum Ramadhan Swadaya. Program ini dirancang dengan konsep swadaya, di mana warga lokal secara mandiri mengelola dapur umum untuk menyediakan kebutuhan buka puasa bagi 100 jamaah per hari di setiap lokasi.
Selain memastikan warga terdampak dapat beribadah dengan tenang, program ini juga bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan menggerakkan roda ekonomi lokal menjelang bulan suci Ramadhan.
Agenda Pelaksanaan Lapangan
Misi kemanusiaan ini dijadwalkan secara sistematis agar target operasional penuh dapat tercapai pada 1 Ramadhan 1447 H. Berikut adalah linimasa aksi tim di lapangan:
2 Februari 2026: Finalisasi survei lapangan dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) oleh tim advice BAZNAS RI.
4 Februari 2026: Pemberangkatan resmi tim teknis menuju lokasi terdampak di Aceh.
5 Februari 2026: Pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama di lokasi pembangunan.
Tim pelaksana yang terdiri dari staf BAZNAS Sidoarjo dan relawan akan bertugas intensif untuk melakukan verifikasi fisik material konstruksi, instalasi energi mandiri, serta rekrutmen relawan lokal untuk manajemen dapur umum. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen kemanusiaan yang luhur dalam membantu sesama melintasi jarak.
Zakat Menguatkan Indonesia
02/02/2026 | sudrab
Nisfu Syaban 2026: Momentum Penguatan Jiwa Menuju Ramadhan Tangguh
Nisfu Syaban merupakan istilah untuk menyebut pertengahan bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah, tepatnya pada tanggal 15 Sya’ban 1447 H. Bagi keluarga besar BAZNAS Sidoarjo dan umat Islam pada umumnya, momen ini adalah malam penuh keberkahan di mana Allah SWT memberikan ampunan serta rahmat-Nya kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat dan memperbanyak ibadah.
Sebagai bagian dari persiapan menuju bulan suci dalam semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", Nisfu Syaban menjadi titik awal untuk mengevaluasi diri agar kita menjadi pribadi yang lebih tangguh secara spiritual sebelum memasuki gerbang Ramadan.
Jadwal Nisfu Syaban 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia serta metode hisab, berikut adalah jadwal penting yang perlu dicatat:
Malam Nisfu Syaban: Dimulai sejak waktu Maghrib pada Senin malam, 2 Februari 2026 hingga terbit fajar keesokan harinya.
Hari Nisfu Syaban: Jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Catatan: Tanggal pasti dapat sedikit berbeda tergantung pada hasil pengamatan bulan sabit (rukyatul hilal) di masing-masing wilayah.
Mengapa Nisfu Syaban Begitu Istimewa?
Ulama menekankan bahwa malam pertengahan Sya’ban adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, memohon ampun, dan bertaubat dari segala dosa. Berikut adalah keutamaan utamanya:
Pintu Ampunan Terbuka: Allah SWT membukakan pintu ampunan bagi hamba-Nya yang menanamkan tekad untuk memperbaiki diri.
Malam Penurunan Rahmat: Allah SWT menurunkan rahmat-Nya dan mengangkat derajat orang-orang yang mengisi malam tersebut dengan ibadah.
Momentum Refleksi: Inilah saat terbaik untuk mengevaluasi amalan selama setahun terakhir dan memperbarui niat menuju Ramadan.
Panduan Amalan: Memanaskan "Mesin" Kebaikan
Untuk meraih keberkahan maksimal, terdapat sejumlah amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan:
Memperbanyak Dzikir dan Shalawat: Sebagai ungkapan syukur dan sarana menenangkan hati di tengah kesibukan dunia.
Shalat Sunnah dan Qiyamul Lail: Melaksanakan ibadah malam sebagai bentuk penyerahan diri yang tulus kepada Allah SWT.
Membaca Surat Yasin: Membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali telah menjadi tradisi baik untuk memohon berkah, kebaikan hidup, dan ampunan dosa.
Puasa Sunnah: Melaksanakan puasa pada hari Nisfu Syaban (3 Februari 2026) atau puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Sya’ban).
Istighfar dan Taubat: Membersihkan hati sebagai bekal penting agar kita memiliki jiwa yang bersih saat menyambut Ramadan.
Doa yang Dianjurkan
Umat Islam dianjurkan memohon segala kebaikan dunia dan akhirat, termasuk kesehatan dan rezeki yang halal. Salah satu doa yang sering dipanjatkan adalah doa Nabi Adam AS yang memohon ampunan serta belas kasih dari Allah SWT. Doa-doa ini menjadi sarana untuk memperkuat tekad dalam menjalankan ibadah Ramadan yang segera datang.
Kesimpulan: Titik Awal Perubahan
Nisfu Syaban 2026 adalah kesempatan emas bagi kita untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Dengan memahami keutamaan dan mengamalkan ibadah yang dianjurkan, kita diharapkan dapat menyambut malam penuh berkah ini dengan hati yang bersih dan amal yang meningkat.
Mari jadikan Nisfu Syaban sebagai bekal untuk meraih pahala berlimpah dan mewujudkan masyarakat yang Ramadhan Tangguh melalui zakat, infak, dan sedekah.
Zakat Menguatkan Indonesia. Ramadhan Tangguh, Sidoarjo Berdaya.
31/01/2026 | sudrab





-min.png&w=3840&q=75)


