WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Membuka Belenggu Masa Depan: BAZNAS Sidoarjo Hadir Tuntaskan Persoalan Ijazah di Tulangan
Membuka Belenggu Masa Depan: BAZNAS Sidoarjo Hadir Tuntaskan Persoalan Ijazah di Tulangan
SIDOARJO – Pendidikan adalah paspor menuju masa depan, namun terkadang perjalanannya terhambat oleh jeratan ekonomi yang tak terduga. Menanggapi realita tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan gerak cepat dalam program kemanusiaan dan pendidikan. Pada Selasa (3/2), tim pelaksana BAZNAS terjun langsung ke Desa Telasih, Kecamatan Tulangan, untuk mengurai benang kusut yang menghalangi seorang siswi dalam meraih lembar pembuktian kelulusannya. Titik Terang di Tengah Keterbatasan Bertempat di lingkungan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ulum, suasana haru sekaligus penuh harapan menyelimuti pertemuan siang itu. Pukul 11.00 WIB, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Sofwan, didampingi oleh Syukron, tiba di lokasi untuk menindaklanjuti laporan terkait adanya tunggakan biaya pendidikan yang dialami oleh salah satu siswi berprestasi di sekolah tersebut. Penerima manfaat, seorang siswi yang kini tengah berupaya melanjutkan jenjang pendidikannya, terpaksa harus menelan pil pahit lantaran ijazah aslinya masih tertahan di sekolah. Hal ini disebabkan oleh akumulasi tunggakan biaya administrasi yang belum mampu dilunasi oleh pihak keluarga akibat kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil. Empati yang Mewujud Aksi Dalam kacamata filantropi, ijazah bukan sekadar selembar kertas, melainkan martabat dan hak dasar setiap anak bangsa untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. BAZNAS Sidoarjo menyadari bahwa penundaan penyerahan ijazah karena faktor ekonomi dapat memutus mata rantai cita-cita seorang anak. "Kami hadir bukan hanya untuk menyerahkan bantuan secara administratif, tetapi untuk memberikan pesan bahwa mereka tidak sendirian. Zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat Sidoarjo adalah instrumen nyata untuk memerdekakan pendidikan anak-anak kita," ujar M. Sofwan di sela-sela kegiatannya. Berdasarkan hasil asesmen mendalam yang dilakukan di lapangan, keluarga siswi tersebut memang tengah berada dalam posisi sulit secara finansial. Menanggapi temuan tersebut, BAZNAS Sidoarjo segera menyalurkan pendistribusian bantuan tebus ijazah guna meringankan beban tunggakan sekolah. Langkah ini merupakan bentuk intervensi konkret agar sang siswi dapat segera memegang dokumen kelulusannya dan melanjutkan sekolah tanpa beban psikologis maupun administrasi. Komitmen Berkelanjutan Aksi di Desa Telasih ini hanyalah satu dari sekian banyak potret kebermanfaatan dana umat yang dikelola secara amanah oleh BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Dengan menyamarkan identitas penerima manfaat untuk menjaga muruah dan privasi keluarga, BAZNAS menegaskan bahwa fokus utama gerakan ini adalah pada solusi jangka panjang. Melalui program-program seperti ini, Sidoarjo terus bertransformasi menjadi kabupaten yang inklusif, di mana setiap warganya saling menopang melalui semangat gotong royong dan kedermawanan yang terorganisir.
03/02/2026 | sudrab
Di Balik Puing Bakungtemenggungan: Merajut Kembali Atap yang Runtuh Melalui Gotong Royong
Di Balik Puing Bakungtemenggungan: Merajut Kembali Atap yang Runtuh Melalui Gotong Royong
SIDOARJO – Langit Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, mendadak berubah kelam pada Minggu sore (1/2). Bukan sekadar gerimis yang turun, namun sebuah beban sejarah dan usia bangunan yang akhirnya menyerah pada gravitasi. Di tengah rintik hujan dan hembusan angin, rumah milik Priya Imam Suganda (44) ambruk. Kayu-kayu penyangga yang telah lapuk dimakan usia tak lagi mampu menopang asa keluarga kecil ini. Kini, yang tersisa hanyalah puing-puing genting yang berserakan di lantai tanah. Bapak Priya, seorang pekerja serabutan, hanya bisa terpaku melihat tempat berteduh istri dan anaknya kini terbuka langsung menatap langit. Namun, di tengah reruntuhan itu, secercah harapan datang melalui kolaborasi kemanusiaan yang cepat dan tanggap. Ketukan Empati di Tengah Reruntuhan Selasa pagi (3/2), sekitar pukul 10.25 WIB, langkah-langkah kaki petugas melintasi tumpukan bata dan kayu yang patah. Tim gabungan yang dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, Drs. H. Ilhamuddin, bersama staf pelaksana M. Naim dan Achmad Richi, tiba di lokasi untuk melakukan asesmen mendalam. Tidak sendirian, mereka bersinergi dengan Wahyu dan tim BPBD Kabupaten Sidoarjo, serta dikawal ketat oleh pengabdian Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa setempat. Kondisi lapangan menunjukkan betapa gentingnya situasi tersebut. Seluruh atap rumah utama telah jatuh, menyisakan dinding-dinding yang tampak rapuh. Beruntung, pihak desa bergerak cepat dengan menyewakan tempat kos sementara agar keluarga Priya tidak terlantar di bawah ancaman cuaca yang tidak menentu. Sinergi Tanpa Batas: Kolaborasi BAZNAS dan BPBD Dalam tinjauan lapangan tersebut, sebuah kesepakatan mulia lahir. Menyadari bahwa beban ini terlalu berat jika dipikul sendirian, BAZNAS dan BPBD memutuskan untuk menyatukan kekuatan guna membangun kembali rumah Bapak Priya secepat mungkin. "Kami tidak ingin membiarkan keluarga Bapak Priya terlalu lama berada di pengungsian atau tempat kos. Sinergi ini adalah bentuk kehadiran negara dan umat. BPBD akan menyiapkan kerangka atap baja ringan (Kanal C) dan spandek, sementara BAZNAS akan melengkapinya dengan kebutuhan material lain beserta ongkos tukangnya," ujar Drs. H. Ilhamuddin di sela-sela peninjauan. Pernyataan senada juga ditegaskan oleh pihak BPBD yang menekankan pentingnya material yang lebih tahan lama untuk menghadapi cuaca ekstrem ke depan. "Fokus kami adalah keamanan struktur. Dengan mengganti kayu yang lapuk menggunakan kanal C dari BPBD, kami ingin memastikan rumah ini lebih kokoh. Kolaborasi dengan BAZNAS membuat pengerjaan ini bisa dilakukan jauh lebih cepat daripada prosedur reguler," jelas Wahyu, perwakilan dari BPBD Sidoarjo. Merajut Asa, Menjemput Pulang Bagi Bapak Priya, kehadiran para petugas di halaman rumahnya yang rusak bukan sekadar kunjungan formal. Ini adalah janji bahwa ia dan keluarganya akan segera "pulang". Rencana tindak lanjut telah diputuskan: pengerjaan akan dimulai dalam waktu sedekat mungkin. Jurnalisme filantropi hari ini mencatat sebuah narasi penting di Balongbendo; bahwa saat sebuah rumah roboh karena kerapuhan, fondasi gotong royong antarlembaga justru semakin menguat. BAZNAS Sidoarjo kembali membuktikan bahwa dana zakat dan infak masyarakat mampu menjadi solusi konkret di saat-saat paling gelap bagi warga yang membutuhkan. Matahari siang itu mulai meninggi di Bakungtemenggungan, menyinari tumpukan puing yang segera akan dibersihkan, berganti dengan kerangka baja baru yang membawa mimpi baru bagi keluarga Bapak Priya.
03/02/2026 | sudrab
Menenun Harapan di Atas Lantai Tanah: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Ramadhan Tangguh Melalui Program RLHB
Menenun Harapan di Atas Lantai Tanah: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Ramadhan Tangguh Melalui Program RLHB
SIDOARJO – Selasa siang (3/2/2026), jarum jam menunjukkan pukul 11:44 WIB saat debu jalanan Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik, menyambut kedatangan tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Di sebuah sudut desa yang tenang, berdiri sebuah bangunan yang lebih tepat disebut peneduh darurat. Di sinilah, di balik dinding kayu yang mulai lapuk, tersimpan kisah ketegaran seorang kuli bangunan bernama Ripin (63). Pak Ripin adalah potret nyata dari cinta yang melampaui keterbatasan. Rumah induknya yang mungil telah ia relakan untuk ditempati oleh putrinya yang berstatus janda bersama tiga orang cucunya. Demi memastikan darah dagingnya memiliki atap yang lebih kokoh, Pak Ripin dan istrinya memilih menepi ke bagian belakang rumah—area yang sejatinya adalah dapur. Kondisinya memprihatinkan. Langit-langitnya begitu rendah, memaksa siapa pun yang masuk untuk menunduk, seolah mencerminkan beban hidup yang dipikul penghuninya. Dindingnya hanya susunan kayu seadanya dengan celah yang membiarkan angin malam menusuk tulang, sementara kakinya setiap hari harus bersentuhan langsung dengan lantai tanah yang lembap. Zakat Menguatkan Indonesia dari Akar Rumput Perjalanan assesment ini merupakan bagian dari manifestasi semangat "Zakat Menguatkan Indonesia". BAZNAS meyakini bahwa kedaulatan bangsa dimulai dari ketangguhan keluarga-keluarga di desa melalui hunian yang manusiawi. Achmad Richi, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang turun langsung melakukan kunjungan lapangan, tampak tertegun saat melihat kondisi dapur yang kini menjadi ruang utama kehidupan Pak Ripin. "Tugas kami bukan sekadar menghitung kerusakan fisik, tapi merasakan denyut kesulitan mustahik. Melalui semangat Zakat Menguatkan Indonesia, kami hadir membawa program RLHB (Rumah Layak Huni BAZNAS). Kami bertekad melakukan percepatan pembangunan ini agar pada momentum Hari Raya nanti, Pak Ripin sudah bisa menempati rumah barunya dengan layak, nyaman, dan khidmat," ujar Achmad Richi tegas. Menuju Ramadhan Tangguh Memasuki bulan suci yang kian dekat, BAZNAS Sidoarjo mengusung misi "Ramadhan Tangguh". Program RLHB ini diharapkan menjadi kado indah yang menguatkan spiritualitas dan fisik para mustahik dalam menjalankan ibadah, tanpa perlu khawatir lagi akan bocornya atap atau dinginnya lantai tanah. Bagi Pak Ripin, kehadiran tim survei yang didampingi oleh pihak Kecamatan Tarik, Kepala Desa, dan tim ahli teknis ini adalah jawaban dari doa-doa yang ia panjatkan di sela lelahnya bekerja sebagai kuli bangunan. Pekerjaannya yang tidak menentu membuat renovasi mandiri hanyalah mimpi di siang bolong. "Sampun dangu sanget kulo kepingin niki diperbaiki. Kulo namung kuli, asile mboten tentu. Matur nuwun BAZNAS atas program RLHB niki. Kulo kepingin sanget saged Lebaran teng griya ingkang pantes, mboten teng dapur malih (Sudah lama sekali saya ingin ini diperbaiki. Terima kasih BAZNAS atas program RLHB ini. Saya ingin sekali bisa Lebaran di rumah yang pantas, tidak di dapur lagi)," ungkap Pak Ripin dengan mata berkaca-kaca. Sinergi Menjaga Martabat Pemerintah desa setempat pun menyambut baik langkah cepat ini. Kepala Desa Gampingrowo yang turut mendampingi proses assessment menegaskan betapa krusialnya kolaborasi filantrophi ini dalam mengubah wajah desa. "Pak Ripin adalah warga kami yang sangat sabar. Kami berterima kasih kepada para muzakki melalui BAZNAS Sidoarjo. Kehadiran program RLHB ini benar-benar mewujudkan Ramadhan Tangguh bagi warga kami. Kami sangat mendukung target tim agar sebelum Hari Raya rumah ini sudah selesai, sehingga Pak Ripin bisa merayakan kemenangan di rumah yang baru," tuturnya. Survei ini bukan sekadar tentang semen dan batu bata, melainkan tentang merestorasi martabat manusia. Di atas lantai tanah Gampingrowo hari ini, sebuah harapan baru mulai ditenun: sebuah Hari Raya di bawah atap RLHB yang kokoh, di atas lantai yang bersih, dan di dalam hati yang kembali teguh.
03/02/2026 | sudrab

Berita Pendistribusian

Artikel Terbaru

Nisfu Syaban 2026: Momentum Penguatan Jiwa Menuju Ramadhan Tangguh
Nisfu Syaban 2026: Momentum Penguatan Jiwa Menuju Ramadhan Tangguh
Nisfu Syaban merupakan istilah untuk menyebut pertengahan bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah, tepatnya pada tanggal 15 Sya’ban 1447 H. Bagi keluarga besar BAZNAS Sidoarjo dan umat Islam pada umumnya, momen ini adalah malam penuh keberkahan di mana Allah SWT memberikan ampunan serta rahmat-Nya kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat dan memperbanyak ibadah. Sebagai bagian dari persiapan menuju bulan suci dalam semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", Nisfu Syaban menjadi titik awal untuk mengevaluasi diri agar kita menjadi pribadi yang lebih tangguh secara spiritual sebelum memasuki gerbang Ramadan. Jadwal Nisfu Syaban 2026 Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia serta metode hisab, berikut adalah jadwal penting yang perlu dicatat: Malam Nisfu Syaban: Dimulai sejak waktu Maghrib pada Senin malam, 2 Februari 2026 hingga terbit fajar keesokan harinya. Hari Nisfu Syaban: Jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Catatan: Tanggal pasti dapat sedikit berbeda tergantung pada hasil pengamatan bulan sabit (rukyatul hilal) di masing-masing wilayah. Mengapa Nisfu Syaban Begitu Istimewa? Ulama menekankan bahwa malam pertengahan Sya’ban adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, memohon ampun, dan bertaubat dari segala dosa. Berikut adalah keutamaan utamanya: Pintu Ampunan Terbuka: Allah SWT membukakan pintu ampunan bagi hamba-Nya yang menanamkan tekad untuk memperbaiki diri. Malam Penurunan Rahmat: Allah SWT menurunkan rahmat-Nya dan mengangkat derajat orang-orang yang mengisi malam tersebut dengan ibadah. Momentum Refleksi: Inilah saat terbaik untuk mengevaluasi amalan selama setahun terakhir dan memperbarui niat menuju Ramadan. Panduan Amalan: Memanaskan "Mesin" Kebaikan Untuk meraih keberkahan maksimal, terdapat sejumlah amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan: Memperbanyak Dzikir dan Shalawat: Sebagai ungkapan syukur dan sarana menenangkan hati di tengah kesibukan dunia. Shalat Sunnah dan Qiyamul Lail: Melaksanakan ibadah malam sebagai bentuk penyerahan diri yang tulus kepada Allah SWT. Membaca Surat Yasin: Membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali telah menjadi tradisi baik untuk memohon berkah, kebaikan hidup, dan ampunan dosa. Puasa Sunnah: Melaksanakan puasa pada hari Nisfu Syaban (3 Februari 2026) atau puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Sya’ban). Istighfar dan Taubat: Membersihkan hati sebagai bekal penting agar kita memiliki jiwa yang bersih saat menyambut Ramadan. Doa yang Dianjurkan Umat Islam dianjurkan memohon segala kebaikan dunia dan akhirat, termasuk kesehatan dan rezeki yang halal. Salah satu doa yang sering dipanjatkan adalah doa Nabi Adam AS yang memohon ampunan serta belas kasih dari Allah SWT. Doa-doa ini menjadi sarana untuk memperkuat tekad dalam menjalankan ibadah Ramadan yang segera datang. Kesimpulan: Titik Awal Perubahan Nisfu Syaban 2026 adalah kesempatan emas bagi kita untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Dengan memahami keutamaan dan mengamalkan ibadah yang dianjurkan, kita diharapkan dapat menyambut malam penuh berkah ini dengan hati yang bersih dan amal yang meningkat. Mari jadikan Nisfu Syaban sebagai bekal untuk meraih pahala berlimpah dan mewujudkan masyarakat yang Ramadhan Tangguh melalui zakat, infak, dan sedekah. Zakat Menguatkan Indonesia. Ramadhan Tangguh, Sidoarjo Berdaya.
31/01/2026 | sudrab
Zakat Menguatkan Sidoarjo: Menghitung Investasi Sosial dan Modal Manusia di Momentum Harjasda ke-167
Zakat Menguatkan Sidoarjo: Menghitung Investasi Sosial dan Modal Manusia di Momentum Harjasda ke-167
SIDOARJO – Selasa, 27 Januari 2026, menjadi hari yang krusial dalam peta jalan filantropi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Melalui 10 aksi pendistribusian di berbagai titik, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi sedang melakukan intervensi strategis terhadap peningkatan Human Capital Index (HCI) dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tengah perayaan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167. 1. Memperkokoh Human Capital Index melalui Pendidikan Dalam kacamata ekonomi pembangunan, pendidikan adalah modalitas utama bagi pertumbuhan jangka panjang. Pada distribusi kali ini, BAZNAS Sidoarjo menyasar sektor pendidikan di wilayah Balongbendo dan Porong sebagai bentuk investasi pada modal manusia (human capital). MI & SMP Raden Rahmad (Balongbendo): Bantuan biaya pendidikan diberikan kepada 20 siswa guna memastikan kemiskinan tidak menjadi penghalang bagi tunas bangsa untuk meraih cita-cita. Kompleks Sabilil Khoir & Al Fudlola’ (Porong): Intervensi dilakukan kepada 40 siswa yatim dan prasejahtera untuk menghapus beban psikologis tunggakan biaya sekolah yang menghimpit keluarga. Langkah ini secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sebagaimana ditegaskan oleh staf pelaksana, A. Ghoni, bantuan ini dirancang untuk menciptakan dampak berantai (ripple effect) yang menjamin keberlanjutan masa depan anak-anak meskipun mereka berada dalam keterbatasan ekonomi atau telah kehilangan sosok ayah. 2. Perlindungan Sosial: Implementasi SDGs yang Inklusif Distribusi hari ini juga menyentuh aspek SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui program perlindungan sosial bagi warga paling rentan. Kesehatan Mental dan Biaya Hidup: Di Desa Suwaluh, bantuan dialokasikan untuk Ibu Ekowati (ODGJ) dan di Desa Tempel untuk Ibu Jumaiyah (70) yang merawat suaminya yang sakit di usia senja. Martabat di Masa Tua: Kunjungan Wakil Ketua I, EM Luqman, kepada Bapak Marsali (80), seorang pelukis di Gelam yang rumahnya sering banjir, menunjukkan komitmen BAZNAS dalam mengembalikan martabat mustahik. Dalam perspektif Social Return on Investment (SROI), bantuan biaya hidup ini bukan sekadar bantuan karitatif, melainkan jaring pengaman sosial yang mencegah kerentanan yang lebih dalam bagi kelompok lansia dan disabilitas. 3. Refleksi Harjasda 167: Sidoarjo Tangguh dan Inklusif Peringatan Harjasda ke-167 yang bertema “Inklusif Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh” tercermin kuat dalam setiap aksi lapangan BAZNAS. Sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS memposisikan zakat sebagai instrumen kedaulatan sosial masyarakat. Pembangunan musholla di SDN Bakalan, misalnya, merupakan ikhtiar membangun jantung spiritual sekolah agar tercipta lingkungan pendidikan yang luhur budi pekerti. Ini selaras dengan visi Harjasda untuk membentuk generasi yang tidak hanya tangguh secara fisik dan ekonomi, tetapi juga secara mental dan spiritual. Kesimpulan Rangkaian distribusi pada 27 Januari 2026 membuktikan bahwa BAZNAS Sidoarjo adalah mitra strategis dalam mewujudkan agenda pembangunan daerah. Melalui pengelolaan zakat yang amanah, Sidoarjo tidak hanya merayakan usia yang ke-167, tetapi sedang membangun fondasi bangsa yang kuat dimulai dari perlindungan terhadap hak-hak dasar warganya. Zakat Menguatkan Indonesia, Sidoarjo Tangguh.
27/01/2026 | sudrab
Pemanasan Kebaikan: Maksimalkan Sya’ban 1447 H Bersama BAZNAS
Pemanasan Kebaikan: Maksimalkan Sya’ban 1447 H Bersama BAZNAS
Bulan Sya’ban sering kali dianggap sebagai "gerbang" menuju Ramadan. Pada tahun 2026 (1447 H), bulan ini diperkirakan jatuh mulai Selasa, 20 Januari 2026 hingga pertengahan Februari. Sebagai bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah, Sya’ban memegang posisi strategis bukan hanya secara spiritual, tetapi juga sosial melalui semangat filantropi yang selaras dengan kampanye BAZNAS, "Zakat Menguatkan Indonesia." Berikut adalah poin penting bulan Sya’ban 2026 dan kaitannya dengan penguatan umat: 1. Waktu Diangkatnya Amal: Investasi Sosial yang Tercatat Salah satu keutamaan utama Sya’ban adalah menjadi bulan di mana amal perbuatan manusia diangkat kepada Allah SWT. Rasulullah SAW gemar memperbanyak puasa pada bulan ini agar saat amalnya diangkat, beliau sedang dalam kondisi beribadah. Dalam semangat Zakat Menguatkan Indonesia, pengangkatan amal ini menjadi pengingat bagi kita untuk memastikan "catatan" sosial kita penuh dengan kebermanfaatan. Mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah di bulan Sya’ban adalah bentuk investasi sosial yang tidak hanya berdampak di langit, tetapi juga nyata di bumi melalui program-program pemberdayaan BAZNAS. 2. Nisfu Sya’ban: Momentum Memperbaiki Hubungan Sesama Malam Nisfu Sya’ban tahun 2026 diperkirakan jatuh pada 3 Februari 2026. Selain sebagai malam doa dan istighfar, momen ini dipahami sebagai waktu untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. BAZNAS hadir sebagai jembatan untuk memperbaiki hubungan sosial tersebut. Melalui zakat yang disalurkan, kita membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, memastikan bahwa ketimpangan sosial mengecil, dan solidaritas nasional semakin kokoh. 3. Amalan Sosial sebagai Latihan Menuju Ramadan Para ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan Sya’ban dengan berbagai amalan, termasuk sedekah dan amal sosial. Sya’ban merupakan masa transisi dan persiapan ruhani agar fisik serta iman lebih siap menyambut Ramadan. Pembersihan Harta: Menunaikan zakat di bulan Sya’ban membantu kita memasuki Ramadan dengan hati dan harta yang lebih bersih. Ketahanan Sosial: Dengan bersedekah lebih awal, kita membantu BAZNAS menyiapkan program bantuan pangan atau kesehatan, sehingga saat Ramadan tiba, saudara kita yang prasejahtera sudah memiliki ketahanan fisik untuk menjalankan ibadah wajib. 4. Sinergi Program BAZNAS di Bulan Sya’ban Sejalan dengan kampanye Zakat Menguatkan Indonesia, BAZNAS terus mengoptimalkan penyaluran zakat untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan. Berdasarkan pengalaman kegiatan sebelumnya, zakat yang Anda tunaikan di bulan Sya’ban ini akan bertransformasi menjadi: Kemandirian Ekonomi: Modal bagi UMKM agar mereka berdaya sebelum Idul Fitri. Kepastian Pendidikan: Menjamin anak-anak yatim dan dhuafa tetap bisa belajar tanpa kendala biaya. Hunian Layak: Melanjutkan program Rumah Layak Huni (RLHB) agar para mustahik dapat menyambut Ramadan di bawah atap yang aman dan bermartabat. Kesimpulan Bulan Sya’ban 1447 H yang berlangsung dari Januari hingga Februari 2026 adalah waktu terbaik untuk mulai "memanaskan" mesin kebaikan kita. Dengan berzakat melalui BAZNAS, kita tidak hanya menjalankan anjuran amalan sunnah, tetapi juga secara nyata ikut serta dalam misi besar Zakat Menguatkan Indonesia. Mari kita masuki Ramadan dengan bekal amal sosial yang terbaik. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui kanal resmi BAZNAS Sidoarjo untuk memastikan kemanfaatan yang transparan dan tepat sasaran. Zakat Menguatkan Indonesia, Sedekah Memulihkan, Sidoarjo Tangguh.
25/01/2026 | admin

BAZNAS TV