WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Kado Syukur dari Sidoarjo: Mushala Assalam Desa Babo Diresmikan dengan Shalat Tasbih dan Adat Tepung Tawar
Kado Syukur dari Sidoarjo: Mushala Assalam Desa Babo Diresmikan dengan Shalat Tasbih dan Adat Tepung Tawar
SIDOARJO – Ikhtiar panjang masyarakat Sidoarjo untuk memulihkan asa di tanah Serambi Mekkah akhirnya tunai dengan indah. Tepat pada Jumat (13/03/2026), Mushala Assalam di Desa Babo, Kabupaten Aceh Tamiang, resmi memulai denyut nadinya sebagai pusat spiritual warga pasca-bencana. Peresmian ini ditandai dengan kekhusyukan Shalat Tasbih berjamaah dan prosesi adat Tepung Tawar yang sarat makna. Menyemai Berkah di Balik Dinding Papan Bangunan mushala yang pilar-pilarnya mulai berdiri kokoh sejak Februari lalu, kini telah berdiri tegak memenuhi janji kemanusiaan BAZNAS Sidoarjo. Meski bersahaja dengan struktur dinding papan kayu yang sejuk, suasana di dalam Mushala Assalam terasa begitu mewah oleh pancaran iman. Pagi itu, ruangan mushala dipenuhi oleh ibu-ibu warga Desa Babo. Mengenakan mukena putih bersih—bantuan dari BAZNAS RI yang difasilitasi oleh BAZNAS Sidoarjo—mereka larut dalam rangkaian Shalat Tasbih. Lantunan tasbih, tahmid, dan takbir menggema syahdu, memecah keheningan desa yang sempat terkoyak banjir bandang beberapa waktu lalu. Momen ini menjadi simbol penghambaan sekaligus rasa syukur yang mendalam atas hadirnya kembali rumah Allah di tengah-tengah mereka. Tepung Tawar: Simbol Kedamaian dan Harapan Baru Tak hanya ritual ibadah, peresmian ini juga merangkul kearifan lokal melalui prosesi adat Tepung Tawar. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk permohonan doa restu agar bangunan baru ini senantiasa membawa kedamaian, keselamatan, dan manfaat yang luas bagi umat. Dengan dilaksanakannya prosesi ini, Mushala Assalam secara resmi bertransformasi menjadi jantung aktivitas warga. Kini, bangunan kayu tersebut siap menjadi wadah perwiridan, pengajian rutin, dan syiar Islam yang akan menghidupkan kembali marwah Desa Babo. Dampak Nyata: Lebih dari Sekadar Bangunan Fisik Kehadiran Mushala Assalam terbukti memantik semangat baru. Dukungan BAZNAS Sidoarjo yang komprehensif—mulai dari konstruksi fisik hingga fasilitas pendukung seperti karpet sajadah dan alat perlengkapan shalat—menjadi magnet bagi warga untuk kembali memakmurkan masjid. "Kami masyarakat Desa Babo mengucapkan ribuan terima kasih kepada BAZNAS Sidoarjo atas uluran tangannya," ungkap salah seorang perwakilan warga dengan nada bergetar haru. "Terima kasih telah menyediakan tempat untuk kami melaksanakan perwiridan dan pengajian. Semoga Allah melimpahkan keberkahan bagi para muzakki dan pengurus BAZNAS Sidoarjo. Semoga menjadi amal jariyah." Menuju Ramadhan yang Tangguh Keberhasilan pembangunan ini merupakan buah dari misi "Amanah Masyarakat Sidoarjo" yang dikawal ketat oleh relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Sebagaimana arahan Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), target operasional saat Ramadhan bisa dimanfaatkan secara optimal. Kini, warga Desa Babo tidak lagi cemas Mereka telah memiliki tempat bersujud yang layak, akses air bersih yang memadai, dan persaudaraan yang erat dengan masyarakat Sidoarjo yang melampaui batas geografis. Peresmian Mushala Assalam adalah bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar angka, melainkan napas kehidupan bagi mereka yang sedang berjuang bangkit dari keterpurukan.
13/03/2026 | sudrab
Tanamkan Jiwa Dermawan Sejak Dini: Siswa KB Dharma Wanita Anggaswangi Salurkan Zakat dan Infak ke BAZNAS Sidoarjo
Tanamkan Jiwa Dermawan Sejak Dini: Siswa KB Dharma Wanita Anggaswangi Salurkan Zakat dan Infak ke BAZNAS Sidoarjo
SIDOARJO – Suasana di Kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo terasa lebih hangat dan ceria pada Kamis pagi ini. Bukan karena kunjungan pejabat tinggi, melainkan karena kehadiran belasan "malaikat kecil" dari Kelompok Bermain (KB) Dharma Wanita Anggaswangi. Dengan seragam hijau motif kotak-kotak yang khas, anak-anak ini datang membawa misi mulia: belajar berbagi dan menunaikan kewajiban zakat serta infak. Kehadiran rombongan kecil ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah KB Dharma Wanita Anggaswangi, Ibu Nur Saidah, S.Pd. Kedatangan mereka disambut dengan penuh kasih sayang oleh Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Sidoarjo, H. Luqman Hakiem, S.Th.I. Simbol Kesucian di Bulan Suci Kegiatan ini bukan sekadar penyerahan nominal, melainkan sebuah edukasi karakter yang sangat mendalam. Dalam kesempatan tersebut, KB Dharma Wanita Anggaswangi menyerahkan dana zakat fitrah berupa uang sebesar Rp200.000, zakat beras sebanyak 30 kg, serta infak produktif sebesar Rp500.000. Meskipun angka tersebut mungkin terlihat sederhana bagi lembaga besar, bagi BAZNAS Sidoarjo, nilai ketulusan di balik harta tersebut sangatlah tak ternilai. Ini adalah hasil dari tabungan dan kesadaran anak-anak usia dini yang diajarkan untuk peduli terhadap nasib sesama sejak mereka belum bisa membaca dengan lancar. Kepala Sekolah KB Dharma Wanita Anggaswangi, Ibu Nur Saidah, S.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum kerohanian untuk mengenalkan rukun Islam secara kontekstual. "Kami ingin anak-anak tidak hanya menghafal apa itu zakat, tapi merasakannya langsung. Dengan datang ke BAZNAS, mereka belajar bahwa di dalam harta kita ada hak orang lain yang harus disampaikan. Kami berharap ini menjadi benih kebaikan yang akan tumbuh hingga mereka dewasa nanti," tutur beliau dengan penuh haru saat mendampingi siswanya. Zakat Menguatkan Indonesia Menerima amanah tersebut, H. Luqman Hakiem, S.Th.I., tampak sangat mengapresiasi langkah edukatif yang diambil oleh pihak sekolah. Baginya, melihat anak-anak kecil memegang kantong beras dan amplop infak adalah pemandangan yang memberikan harapan besar bagi masa depan filantropi di Indonesia. "Hari ini kami belajar arti ketulusan dari putra-putri KB Dharma Wanita Anggaswangi. Penyerahan zakat dan infak ini adalah bukti bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, tapi dimulai dari niat yang suci. Dana dan beras ini akan kami salurkan kepada mustahik yang membutuhkan di wilayah Sidoarjo, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh saudara-saudara kita yang kurang beruntung," ujar Luqman Hakiem. Beliau juga menambahkan bahwa gerakan "Zakat Menguatkan Indonesia" harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga dan sekolah. Kepercayaan yang diberikan oleh institusi pendidikan seperti KB Dharma Wanita Anggaswangi menjadi energi positif bagi BAZNAS Sidoarjo untuk terus mengelola dana umat dengan transparan dan amanah. Menutup dengan Doa Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto yang penuh keceriaan. Terlihat anak-anak dengan bangga berdiri di bawah lambang Garuda dan tulisan BAZNAS, seolah mengukuhkan janji bahwa mereka adalah generasi penerus yang akan menjaga semangat gotong royong bangsa. Melalui langkah kecil dari Anggaswangi ini, BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya. Karena dari setiap butir beras yang diberikan, terdapat doa-doa yang menguatkan mereka yang sedang kesulitan, dan keberkahan bagi mereka yang memberi. Zakat Menguatkan Indonesia.
12/03/2026 | sudrab
Ikhtiar Memuliakan Ramadan: BAZNAS Sidoarjo Masifkan Distribusi Ribuan Paket Beras Fitrah di 54 Desa
Ikhtiar Memuliakan Ramadan: BAZNAS Sidoarjo Masifkan Distribusi Ribuan Paket Beras Fitrah di 54 Desa
SIDOARJO – Memasuki hari kedua rangkaian distribusi zakat, suasana khidmat menyelimuti pelataran kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Sejak Senin hingga Selasa (10/3/2026), puluhan kendaraan operasional desa silih berganti memadati area, membawa misi mulia menyalurkan amanah zakat fitrah dari para muzaki untuk masyarakat yang membutuhkan di pelosok Delta. Langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan manifestasi nyata dari tema besar "Zakat Menguatkan Indonesia". BAZNAS Sidoarjo bergerak cepat memastikan bahwa esensi Ramadan—yakni ketangguhan sosial dan empati—benar-benar dirasakan oleh para mustahik jauh sebelum gema takbir berkumandang. Jembatan Logistik di 18 Kecamatan Penyaluran tahun ini dirancang dengan skema distribusi yang lebih terstruktur dan masif. Sebanyak 54 desa yang tersebar di 18 kecamatan telah ditetapkan sebagai titik sentral. Strategi ini diambil untuk memastikan aksesibilitas bantuan beras berkualitas agar tidak hanya menumpuk di pusat kota, melainkan menyentuh hingga ke batas-batas desa. Setiap desa penerima manfaat mendapatkan alokasi sedikitnya 125 paket beras. Pemandangan gotong royong tampak jelas saat perangkat desa dan relawan bahu-membahu melakukan proses bongkar muat logistik. Bagi BAZNAS, sinergi dengan pemerintah desa adalah kunci agar akurasi data penerima tetap terjaga. Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar atau yang akrab disapa Gus Jazuk, menegaskan bahwa pendistribusian ini adalah bentuk pertanggungjawaban publik atas integritas lembaga. "Kami bergerak dengan prinsip amanah dan empati. Setiap butir beras yang tersalurkan adalah titipan harapan dari para pembayar zakat. Melalui jangkauan 54 desa ini, kami ingin memastikan tidak ada warga Sidoarjo yang merasa berjuang sendirian. Inilah kekuatan zakat: mengubah kedermawanan menjadi ketahanan sosial," tutur Gus Jazuk saat memantau arus distribusi. Menjemput Ketenangan di Hari Kemenangan Keputusan untuk memulai distribusi lebih awal—di awal bulan Maret—memiliki tujuan strategis: memberikan ketenangan batin bagi masyarakat penerima. Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan pokok lebih cepat, diharapkan beban ekonomi rumah tangga menjelang Idulfitri dapat teratasi, sehingga masyarakat bisa lebih fokus menjalankan ibadah di sisa bulan suci ini. Kantong-kantong beras berlogo BAZNAS yang kini mulai memenuhi lumbung-lumbung desa menjadi simbol bahwa gerakan filantropi Islam adalah motor penggerak kesejahteraan. BAZNAS Sidoarjo terus membuka pintu bagi masyarakat yang ingin menyempurnakan ibadahnya melalui zakat, infak, dan sedekah guna mewujudkan Indonesia yang lebih berdaya. Layanan Zakat & Konfirmasi: Alamat: Jl. Pahlawan No. 10, Sidoarjo WhatsApp: 0822-2834-3500 Website: kabsidoarjo.baznas.go.id/bayarzakat
11/03/2026 | sudrab

Berita Pendistribusian

Artikel Terbaru

Menjemput Lailatulqadar: Memaksimalkan Sepuluh Malam Terakhir bersama BAZNAS Sidoarjo
Menjemput Lailatulqadar: Memaksimalkan Sepuluh Malam Terakhir bersama BAZNAS Sidoarjo
Ramadhan bukan sekadar perlombaan menahan lapar, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang puncaknya ada di depan mata. Saat kita memasuki sepuluh malam terakhir, atmosfer di masjid-masjid Sidoarjo mulai berubah. Ada gairah yang berbeda, ada doa-doa yang dipanjatkan lebih khusyuk, dan ada harapan besar untuk bertemu dengan Lailatulqadar—malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sebagai lembaga filantropi yang bertumbuh bersama masyarakat Kota Delta, BAZNAS Sidoarjo mengajak Anda untuk tidak membiarkan momentum emas ini berlalu begitu saja. Jika Ramadhan adalah sebuah madrasah, maka sepuluh malam terakhir adalah ujian akhir yang menentukan predikat ketakwaan kita. Menghidupkan Malam dengan Amalan Terbaik Bagaimana cara kita "memaksimalkan" waktu yang tersisa? Dalam kampanye #ZakatMenguatkanIndonesia, kami merangkum lima amalan utama yang bisa menjadi panduan ibadah Anda di penghujung Ramadhan ini: Salat Malam (Tahajud): Membelah heningnya malam dengan sujud adalah cara terbaik berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Membaca Al-Qur'an: Jadikan setiap ayat sebagai pelita. Targetkan khatam atau setidaknya tadabbur maknanya lebih dalam. Zikir dan Doa: Perbanyak istighfar dan doa "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni." Iktikaf: Berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjauh sejenak dari hiruk-pikuk duniawi. Bersedekah: Inilah jembatan kasih sayang antar sesama. Mengapa Sedekah di Sepuluh Malam Terakhir? Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan." Logikanya sederhana namun dahsyat: Jika Anda bersedekah tepat pada malam Lailatulqadar, pahalanya setara dengan bersedekah terus-menerus selama lebih dari 83 tahun. Bayangkan betapa berat timbangan kebaikan yang Anda bangun hanya dengan satu kali transaksi kebaikan. BAZNAS Sidoarjo hadir untuk memastikan sedekah, zakat, dan infak Anda tersalurkan dengan tepat sasaran kepada para mustahik (penerima zakat) di wilayah Sidoarjo. Melalui program Ramadhan Tangguh 1447 H, kami berkomitmen mengubah donasi Anda menjadi senyum bagi anak yatim, bantuan pangan bagi lansia, serta pemberdayaan ekonomi bagi keluarga prasejahtera di sekitar kita. Kemudahan Berbagi di Ujung Jari Kami memahami bahwa kekhusyukan ibadah di sepuluh malam terakhir menuntut fokus yang tinggi. Oleh karena itu, BAZNAS Sidoarjo menyediakan kanal digital agar Anda tetap bisa "berburu" pahala sedekah tanpa harus meninggalkan tempat iktikaf atau mengganggu waktu tadabbur Anda. Anda dapat berpartisipasi dalam gerakan Ramadhan Tangguh melalui transfer rekening resmi kami: BCA: 8292799992 BSI: 7135558887 (Semua atas nama BAZNAS Sidoarjo) Setelah melakukan transfer, jangan lupa untuk melakukan konfirmasi melalui WhatsApp di nomor 0822-2834-3500. Transparansi dan akuntabilitas adalah janji kami kepada setiap muzaki yang menitipkan amanahnya. Penutup: Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan Waktu tidak akan berputar kembali. Sepuluh malam terakhir ini adalah kesempatan langka yang belum tentu kita temui lagi tahun depan. Mari kita jadikan setiap detik, setiap rupiah, dan setiap doa kita sebagai saksi di akhirat kelak bahwa kita telah berupaya maksimal. Kunjungi kantor kami di Jl. Pahlawan 1 No. 10 atau pantau kegiatan sosial kami melalui Instagram @baznassidoarjo. Mari bersama-sama membuktikan bahwa Zakat Menguatkan Indonesia, dimulai dari kepedulian kita untuk warga Sidoarjo.
10/03/2026 | Humas
Zakat Kurangi Beban Pajak: Harmonisasi Ibadah dan Kepatuhan Fiskal dalam PMK 114/2025
Zakat Kurangi Beban Pajak: Harmonisasi Ibadah dan Kepatuhan Fiskal dalam PMK 114/2025
Bagi seorang Muslim sekaligus warga negara yang taat, sering muncul pertanyaan klasik: "Haruskah saya membayar keduanya secara penuh? Apakah zakat yang saya keluarkan tidak meringankan kewajiban pajak saya?" Kini, pertanyaan tersebut terjawab dengan sebuah harmoni regulasi yang memikat. Melalui PMK Nomor 114 Tahun 2025, negara memberikan karpet merah bagi para dermawan. Zakat bukan lagi sekadar kewajiban spiritual yang berdiri sendiri di pojok sajadah, melainkan instrumen resmi yang diakui dalam kalkulasi finansial negara. Inilah saatnya kita memahami bagaimana ketaatan beragama berpadu manis dengan efisiensi fiskal. Bukan Beban Ganda, Melainkan Solusi Efisiensi Sering kali, zakat dianggap sebagai "pengeluaran tambahan" setelah dipotong pajak. Namun, infografis terbaru mengenai Harmonisasi Syariah & Fiskal mengubah paradigma tersebut. Zakat kini diposisikan sebagai Pengurang Penghasilan Bruto. Artinya, negara mengakui harta yang Anda zakatkan sebagai bagian yang tidak boleh "disentuh" oleh pajak. Secara mekanis, zakat tidak memotong angka final pajak Anda (tax credit), melainkan menurunkan basis pengenaan pajak (tax base). Mari kita bedah ilustrasinya. Bayangkan sebuah entitas dengan penghasilan bruto sebesar Rp10 Miliar. Tanpa Zakat: Dasar pengenaan pajak tetap berada di angka Rp10 Miliar. Dengan Zakat: Jika Anda menyalurkan zakat sebesar Rp100 Juta melalui lembaga resmi, maka dasar pengenaan pajak Anda turun menjadi Rp9,9 Miliar. Secara otomatis, nominal Pajak Penghasilan (PPh) yang Anda setor ke kas negara akan menyusut secara proporsional. Ini adalah bukti nyata bahwa berderma tidak membuat kita merugi; justru ia merapikan struktur finansial kita. BAZNAS: Jembatan Kepatuhan yang Aman dan Transparan Agar nilai ibadah Anda sah secara syariat dan diakui secara administratif oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), ada satu kunci utama: Zakat wajib melalui lembaga resmi. Di sinilah peran strategis BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional). Sebagai Gatekeeper Administratif, BAZNAS memastikan setiap rupiah yang Anda titipkan terdokumentasi dengan standar pelaporan perpajakan yang ketat. Berdasarkan PMK 114/2025, syarat utamanya adalah: Bukti Setor adalah Dokumen Kunci: Tanpa bukti resmi dari lembaga yang memiliki NPWP seperti BAZNAS, zakat Anda tidak bisa menjadi pengurang pajak. Transparansi Tata Kelola: BAZNAS menjamin zakat Anda dikelola dengan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Keuntungan Strategis bagi Sektor Korporasi Bagi pelaku usaha dan korporasi di Sidoarjo dan sekitarnya, integrasi ini adalah peluang emas untuk memperkuat profil Sustainability Governance. Zakat bukan lagi sekadar aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) yang terpisah, melainkan bagian dari perencanaan keuangan yang cerdas. Dengan menyalurkan zakat ke BAZNAS, perusahaan mendapatkan dua keuntungan sekaligus: memenuhi kewajiban agama untuk membersihkan harta perusahaan, sekaligus meminimalisir risiko koreksi fiskal melalui dokumentasi yang rapi dan sah di mata hukum. Menuju Masa Depan yang Lebih Berkah Langkah yang diambil melalui PMK 114/2025 ini adalah awal dari masa depan filantropi Islam yang lebih modern. Digitalisasi dan integrasi data antara BAZNAS dan DJP akan membuat proses verifikasi bukti setor menjadi secepat jentikan jari. Zakat yang Anda tunaikan hari ini adalah mesin penggerak pembangunan nasional. Ia mengalir kepada mereka yang membutuhkan, mengentaskan kemiskinan di sudut-sudut kota, sekaligus memberikan Anda ketenangan karena telah menjadi warga negara yang patuh pajak tanpa harus merasa terbebani. Kesimpulan Jangan biarkan harta Anda hanya sekadar angka yang statis. Jadikan ia berkah secara spiritual dan efisien secara fiskal. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Sidoarjo, dan rasakan bagaimana ketaatan Anda berbuah kemudahan dalam pelaporan pajak. Karena pada akhirnya, zakat yang tertata adalah kunci kesejahteraan bersama.
06/03/2026 | Badruzzaman
Iktikaf yang Khusyuk: Memutus Hiruk-Pikuk Dunia Menuju Kedekatan Ilahi
Iktikaf yang Khusyuk: Memutus Hiruk-Pikuk Dunia Menuju Kedekatan Ilahi
SIDOARJO – Menjelang sepuluh hari terakhir Ramadan, masjid-masjid besar di Sidoarjo seperti Masjid Agung Sidoarjo mulai dipadati oleh para jamaah yang hendak menjalankan ibadah iktikaf. Iktikaf, atau berdiam diri di dalam masjid dengan niat ibadah, merupakan sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah SAW sendiri senantiasa menjaga amalan ini hingga akhir hayat beliau sebagai sarana untuk benar-benar fokus menghambakan diri, menjauh dari hingar-bingar urusan duniawi yang seringkali menguras energi batin. Iktikaf bukan sekadar tidur di masjid, melainkan sebuah proses muhasabah atau introspeksi diri yang mendalam. Selama beri'tikaf, seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, dan melakukan shalat-shalat sunnah. Fokus utamanya adalah memutus sejenak keterikatan pada pekerjaan, media sosial, dan hiruk-pukuk dunia demi mendapatkan ketenangan batin dan kedekatan kepada Ilahi. Ini adalah momen untuk bertanya pada diri sendiri: "Sejauh mana kualitas ketakwaan saya tahun ini?" Iktikaf Digital: Menjaga Kesalehan Ritual dan Sosial Meskipun iktikaf menekankan pada isolasi spiritual, hal ini tidak berarti seorang mutakif (orang yang beri'tikaf) abai terhadap kewajiban sosialnya. Justru, salah satu hasil dari iktikaf yang sukses adalah meningkatnya kepedulian sosial setelah keluar dari masjid. Namun, di era digital saat ini, seorang Muslim tetap dapat menjalankan peran filantropisnya bahkan saat sedang berada di dalam masjid. Inilah yang kita sebut sebagai keselarasan antara ritual dan sosial. Dalam narasi filantropi BAZNAS Sidoarjo, iktikaf mengajarkan kita pengendalian hawa nafsu. Kesadaran bahwa kita adalah hamba yang lemah di hadapan Allah seharusnya bermuara pada kerelaan untuk membantu mereka yang lebih lemah secara ekonomi. Iktikaf yang sempurna adalah ketika hati terpaut pada Sang Pencipta, namun tangan tetap aktif memberikan solusi bagi sesama. Sembari menjaga kekhusyukan di pojok masjid, umat Muslim dapat memanfaatkan layanan zakat dan infak online BAZNAS Sidoarjo. Melalui gawai yang dibawa secara bijak, Anda tetap bisa memastikan bahwa hak kaum miskin dalam harta Anda tertunaikan dengan tepat waktu. Penyaluran sedekah di tengah masa iktikaf memiliki nilai keikhlasan yang tinggi, karena dilakukan di saat jiwa sedang berada dalam kondisi paling murni. BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen mengelola setiap titipan zakat dan sedekah Anda untuk program-program kemanusiaan yang nyata di wilayah Sidoarjo. Mulai dari santunan yatim, bantuan pangan lansia, hingga dukungan bagi guru ngaji di pelosok desa. Dengan demikian, ibadah iktikaf Anda tidak hanya membawa dampak positif bagi diri sendiri, tetapi juga membawa kegembiraan bagi orang lain. Mari raih keberkahan malam-malam terakhir Ramadan melalui perpaduan antara kesalehan ritual di dalam masjid dan keikhlasan dalam berbagi. Jadikan iktikaf kali ini sebagai momentum transformasi total: hati yang semakin tenang dan tangan yang semakin ringan untuk memberi. Bersama BAZNAS Sidoarjo, mari kita sempurnakan ibadah Ramadan dengan semangat berbagi yang tak pernah putus.
05/03/2026 | Humas

BAZNAS TV