WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS Sidoarjo Silaturahmi ke BAZNAS Jatim: Dari Halal Bihalal Menuju Kesalehan Sosial yang Nyata
BAZNAS Sidoarjo Silaturahmi ke BAZNAS Jatim: Dari Halal Bihalal Menuju Kesalehan Sosial yang Nyata
Surabaya– Rabu (1/4/2026) menjadi momen bersejarah ketika BAZNAS Kabupaten Sidoarjo berkunjung ke kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur untuk menjalin silaturahmi dan halal bihalal pasca Idul Fitri. Lebih dari sekadar pertemuan rutin, kunjungan ini menjelma menjadi ruang dialog strategis tentang masa depan filantropi Islam di Jawa Timur. Pertemuan hangat di ruang rapat BAZNAS Jatim ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua lembaga. Dari BAZNAS Jatim hadir Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. selaku Ketua, didampingi Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, MA., dan Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I. Sementara dari BAZNAS Sidoarjo dipimpin langsung oleh Ketua M. Chasbil Azis Salju Sodar beserta seluruh jajaran pengurus. Halal Bihalal Bukan Sekadar Seremonial Dalam sambutannya, KH. Ali Maschan Moesa menyampaikan refleksi mendalam tentang esensi halal bihalal yang sering terlupakan. "Halal bihalal seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai tradisi seremonial atau sekadar berkumpul dan makan-makan. Esensi sejatinya adalah manifestasi dari hablum minannas—hubungan baik antarmanusia yang harus diwujudkan dalam kerja nyata," tegas Ketua BAZNAS Jatim. Beliau menekankan bahwa nilai-nilai halal bihalal harus bertransformasi menjadi kesalehan sosial. "Penyaluran zakat, kepedulian terhadap kemanusiaan, dan aksi nyata membantu sesama—itulah ruh sejati dari tradisi ini," sambungnya. KH. Ali Maschan juga menyoroti isu krusial yang kini mengancam generasi muda: meningkatnya kasus depresi hingga bunuh diri akibat tekanan hidup. "Sulitnya mendapatkan pekerjaan, beban ekonomi, dan krisis mental di kalangan anak muda harus menjadi perhatian serius kita bersama. BAZNAS tidak hanya bertugas menyalurkan dana, tetapi juga harus hadir sebagai solusi atas problem kemanusiaan," jelasnya dengan penuh empati. Secara khusus, beliau mengajak seluruh pengurus BAZNAS untuk memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan yang sering terabaikan. "Para janda tua, kaum dhuafa—mereka adalah prioritas kita. Memberikan bantuan kepada mereka adalah bentuk nyata dari nilai-nilai halal bihalal dan ajaran agama kita," tegasnya. Kolaborasi Kemanusiaan Lintas Wilayah Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar, turut berbagi pengalaman inspiratif tentang respons cepat lembaganya terhadap bencana. "Kami telah menghimpun donasi sekitar Rp800 juta untuk bantuan bencana di Aceh dan Sumatera, yang telah disalurkan ke Aceh Tamiang," ujarnya dengan bangga. Menariknya, rencana awal pembangunan 120 huntara (hunian sementara) kemudian dialihkan menjadi pembangunan mushola dan masjid. "Kami mengambil keputusan ini demi pemerataan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak," jelasnya. Zakat Menguatkan Indonesia Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Sidoarjo dalam pengelolaan zakat yang lebih produktif dan berdampak. Keduanya sepakat bahwa filantropi Islam bukan sekadar penyaluran dana, melainkan gerakan pemberdayaan yang mampu mengangkat martabat umat. Di tengah suasana hangat yang dipenuhi doa dan harapan, jajaran pengurus dari kedua lembaga berfoto bersama dengan senyum penuh optimisme. Pose kepalan tangan mereka seakan menyerukan: zakat adalah kekuatan, dan Indonesia akan semakin kuat dengan kerja nyata lembaga amil yang amanah. Terima Kasih Muzakki, Terima Kasih Mustahik—Wong Cilik Iso Gumuyu. Zakat Menguatkan Indonesia.
01/04/2026 | sudrab
Atap Lapuk dan Ancaman Hujan: BAZNAS Sidoarjo Survei Dua Rumah Tidak Layak Huni
Atap Lapuk dan Ancaman Hujan: BAZNAS Sidoarjo Survei Dua Rumah Tidak Layak Huni
SIDOARJO – Tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo turun langsung melakukan survei dan asesmen terhadap dua calon penerima manfaat program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), Selasa (31/3/2026). Kunjungan lapangan ini bertujuan memastikan kelayakan administratif dan kondisi fisik rumah yang akan menerima bantuan renovasi dari dana zakat. Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman Ibu Sholati, seorang janda yang tinggal di Desa Pesawahan, Kecamatan Porong. Kondisi rumahnya memprihatinkan. Ibu Sholati tinggal bersama anak dan cucunya yang menyandang disabilitas dalam kondisi rumah yang nyaris tidak layak. Kerusakan paling parah terlihat pada bagian atap dengan struktur kayu yang sudah lapuk dan rapuh. "Ketika musim hujan, air masuk ke dalam rumah. Kami tidak bisa tidur nyenyak karena khawatir atap ambruk," ungkap Ibu Sholati dengan suara bergetar saat menceritakan kondisi tempat tinggalnya. Achmad Saleh, Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo yang memimpin tim survei, menyatakan keprihatinannya. "Melihat kondisi rumah Ibu Sholati, hati kami tersentuh. Seorang janda yang merawat cucu disabilitas, namun harus bertahan di rumah yang bocor dan berisiko roboh. Inilah mengapa program RLHB sangat penting—untuk memastikan mustahik memiliki tempat tinggal yang aman dan bermartabat," tegas Achmad Saleh. Survei kedua dilaksanakan di kediaman Bapak Imam Syafi'i, warga Desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin. Kondisinya tidak kalah memprihatinkan. Atap rumah ditopang dengan sangga-sangga darurat karena struktur kayu sudah tidak kuat. Dua kamar yang seharusnya menjadi tempat istirahat sudah tidak bisa ditempati. Ruang tamu menjadi satu-satunya tempat berlindung bagi keluarga ini. "Kalau hujan lebat, kami terpaksa mengungsi ke rumah tetangga. Takut atap ambruk sewaktu-waktu," ujar Bapak Imam Syafi'i sambil menunjukkan retakan di dinding dan atap yang miring. Achmad Richie, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang mendampingi survei, mencatat setiap detail kondisi rumah untuk proses asesmen. "Kami tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga memastikan kelayakan administratif dan tingkat kebutuhan. Kedua keluarga ini masuk kategori prioritas karena kondisi rumah yang sangat berbahaya dan tidak layak huni," jelas Achmad Richie. Program RLHB BAZNAS Sidoarjo merupakan wujud nyata pemanfaatan dana zakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Melalui program ini, rumah-rumah tidak layak huni akan direnovasi menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi keluarga dhuafa. "Zakat bukan hanya soal angka, tetapi tentang mengubah kehidupan. Ketika kita membangun kembali atap yang bocor, kita sedang memberikan rasa aman kepada keluarga yang selama ini hidup dalam ketakutan," tambah Achmad Saleh dengan penuh keyakinan. Kedua calon penerima manfaat ini kini menunggu proses verifikasi final sebelum pelaksanaan renovasi dimulai. BAZNAS Sidoarjo menargetkan program RLHB periode April 2026 dapat segera terealisasi, memberikan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang selama ini terpaksa bertahan dalam kondisi tempat tinggal yang membahayakan. Zakat Menguatkan Indonesia – bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan perubahan di tengah masyarakat yang membutuhkan.
01/04/2026 | sudrab
Tabungan untuk Masa Depan: BAZNAS Sidoarjo Serahkan Buku Tabungan Bank Jatim Syariah kepada Ibu Sainem
Tabungan untuk Masa Depan: BAZNAS Sidoarjo Serahkan Buku Tabungan Bank Jatim Syariah kepada Ibu Sainem
SIDOARJO – Sebagai tindak lanjut dari komitmen pendampingan berkelanjutan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali mengunjungi kediaman Ibu Sainem (66) di kawasan Tambak Kalisogo, Desa Kalisogo, Kecamatan Jabon, pada Selasa (31/3). Kali ini, tim BAZNAS membawa kabar gembira berupa penyerahan buku tabungan Bank Jatim Syariah sebagai wadah pengelolaan bantuan biaya Fakir yang layak untuk diterima lansia tersebut. Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari program distribusi bantuan biaya Hidup yang telah disalurkan pada awal Februari 2026 lalu. Jika sebelumnya BAZNAS Sidoarjo fokus pada pemberian bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, kini lembaga filantropi tersebut melangkah lebih jauh dengan memfasilitasi akses perbankan syariah bagi mustahik agar dana bantuan dapat dikelola dengan lebih baik dan berkelanjutan. Di bawah atap gubuk sederhana yang berdiri di atas tanah irigasi, Ibu Sainem menerima buku tabungan tersebut dengan wajah penuh syukur. Meski usianya telah senja dan kondisi fisiknya tak lagi prima, semangat hidup beliau tampak bangkit kembali berkat kepedulian yang terus mengalir dari masyarakat Sidoarjo melalui BAZNAS. M. Shofwan, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang hadir dalam kegiatan penyerahan, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan rasa aman finansial bagi para mustahik, khususnya lansia yang hidup dalam keterbatasan. "Kami tidak hanya memberikan bantuan sekali jalan, tetapi juga memastikan bahwa bantuan tersebut dapat dikelola dengan baik. Dengan adanya buku tabungan Bank Jatim Syariah ini, Ibu Sainem memiliki akses yang lebih aman untuk menyimpan dan mengambil dana sesuai kebutuhan. Ini adalah bentuk pemberdayaan sederhana namun berdampak jangka panjang," ungkap M. Shofwan. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Bank Jatim Syariah merupakan salah satu upaya BAZNAS Sidoarjo dalam mengintegrasikan program bantuan sosial dengan sistem keuangan inklusif. Langkah ini diharapkan dapat membantu mustahik mengelola keuangan dengan lebih terencana, sekaligus memberikan edukasi literasi keuangan syariah di tingkat akar rumput. "Alhamdulillah, Bank Jatim Syariah sangat responsif dalam mendukung program kemanusiaan kami. Mereka memahami bahwa akses perbankan bukan hanya untuk kalangan menengah ke atas, tetapi juga harus menyentuh mereka yang selama ini terpinggirkan. Ibu Sainem adalah salah satu bukti bahwa sistem keuangan syariah bisa hadir di mana saja, bahkan di tepian saluran irigasi sekalipun," lanjut M. Shofwan dengan penuh semangat. Selama proses penyerahan, tim BAZNAS juga memberikan penjelasan sederhana kepada Ibu Sainem tentang cara menggunakan buku tabungan, termasuk bagaimana cara mengecek saldo dan melakukan penarikan dana di kantor cabang terdekat. Perangkat desa setempat turut hadir untuk membantu proses sosialisasi agar Ibu Sainem tidak merasa kebingungan dalam mengakses layanan perbankan tersebut. Program distribusi bantuan biaya fakir yang dikombinasikan dengan akses perbankan syariah ini merupakan inovasi dari BAZNAS Sidoarjo dalam memaksimalkan peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Dengan pendekatan yang holistik, lembaga ini tidak hanya menyelesaikan masalah jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kemandirian ekonomi bagi para mustahik. Kehadiran BAZNAS di tengah-tengah masyarakat rentan seperti Ibu Sainem membuktikan bahwa kedermawanan masyarakat Sidoarjo terus mengalir dengan penuh berkah. Di tepian saluran irigasi Tambak Kalisogo, harapan kini bukan lagi sekadar mimpi—melainkan tabungan nyata untuk masa depan yang lebih baik.
31/03/2026 | sudrab

Berita Pendistribusian

Artikel Terbaru

5 Keutamaan Bersedekah di Bulan Syawal yang Perlu Anda Ketahui
5 Keutamaan Bersedekah di Bulan Syawal yang Perlu Anda Ketahui
BAZNAS Kabupaten Sidoarjo – Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa dan berbagai kebaikan di bulan Ramadhan, umat Islam memasuki bulan Syawal dengan penuh harapan. Namun, bukan berarti perjalanan spiritual kita berhenti di sini. Justru, Syawal menjadi ujian nyata apakah kita mampu mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadhan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dilanjutkan adalah sedekah. Bersedekah di bulan Syawal memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, baik dari sisi spiritual maupun sosial. Berikut adalah lima keutamaan bersedekah di bulan Syawal yang perlu Anda ketahui. 1. Melengkapi Kekurangan Ibadah Ramadhan Tidak ada ibadah manusia yang sempurna. Puasa kita selama Ramadhan mungkin saja memiliki kekurangan, entah karena lalai, lupa, atau hal-hal lain yang tidak disengaja. Bersedekah di bulan Syawal bisa menjadi pelengkap dari ibadah Ramadhan yang telah kita jalani. Seperti halnya shalat sunnah rawatib yang melengkapi shalat fardhu, sedekah di Syawal menjadi penyempurna dari zakat fitrah dan segala bentuk ibadah yang telah kita tunaikan. Dengan terus bersedekah, kita menunjukkan bahwa komitmen beribadah tidak berhenti hanya di bulan Ramadhan. 2. Bukti Nyata Istiqamah dalam Beramal Salah satu indikator diterimanya ibadah seseorang adalah keistiqamahan dalam beramal setelah Ramadhan berakhir. Banyak orang yang sangat antusias beribadah saat bulan suci, namun semangat itu memudar ketika Ramadhan telah usai. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa Allah lebih mencintai amalan yang dikerjakan secara konsisten meski dalam jumlah sedikit. Bersedekah secara rutin di bulan Syawal adalah wujud nyata dari pengamalan hadits tersebut. Ini menandakan bahwa kebaikan yang kita lakukan bukan sekadar rutinitas musiman, melainkan bagian dari gaya hidup kita. 3. Membuka Aliran Rezeki dan Berkah Banyak orang khawatir hartanya akan berkurang jika bersedekah. Padahal, ajaran Islam justru menjanjikan sebaliknya. Sedekah yang diberikan dengan ikhlas tidak akan mengurangi harta, bahkan akan mendatangkan keberkahan yang berlimpah. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran bahwa harta yang diinfakkan di jalan-Nya akan dilipatgandakan hingga ratusan kali lipat. Bulan Syawal adalah momentum tepat untuk menanam benih kebaikan yang akan menuai keberkahan dalam berbagai aspek kehidupan—baik berupa rezeki, kesehatan, ketenangan, maupun kebahagiaan. 4. Menguatkan Ikatan Persaudaraan Setelah perayaan Idul Fitri, suasana silaturahmi dan kebersamaan masih terasa kental. Bersedekah di bulan Syawal menjadi sarana untuk memperkuat tali persaudaraan sesama muslim. Dengan membantu mereka yang membutuhkan, kita tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga menumbuhkan rasa empati dan solidaritas. Sedekah tidak melulu soal uang. Memberikan makanan, pakaian layak, bantuan tenaga, atau bahkan sekadar senyuman dan kata-kata baik juga termasuk sedekah yang bernilai di sisi Allah SWT. 5. Menghadirkan Ketenangan Jiwa Kebahagiaan sejati tidak terletak pada seberapa banyak harta yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang kita berikan kepada orang lain. Bersedekah memberikan kepuasan batin yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ketika kita berbagi dengan ikhlas, ketenangan dan kedamaian hati akan mengalir dengan sendirinya. Salurkan Sedekah Anda Melalui BAZNAS Sidoarjo Mari jaga semangat berbagi yang telah kita bangun selama Ramadhan. Jadikan sedekah sebagai kebiasaan rutin yang terus berlanjut. Salurkan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Sidoarjo agar tersalurkan secara tepat sasaran dan profesional. Kunjungi kantor kami di Jl. Pahlawan 1 No. 10 atau hubungi 085943638999. Informasi lengkap tersedia di kabsidoarjo.baznas.go.id. Mari bersama membangun Indonesia yang lebih peduli dan sejahtera!
27/03/2026 | admin
FOMO yang Sesungguhnya: Melewatkan "The Real Jackpot" di Malam Seribu Bulan
FOMO yang Sesungguhnya: Melewatkan "The Real Jackpot" di Malam Seribu Bulan
Kalau lo ngerasa FOMO (Fear of Missing Out) pas nggak dapet tiket konser headliner favorit atau ketinggalan tren outfit terbaru di TikTok, sorry to say, itu belum seberapa. Ada satu momen yang kalau lo lewatin, ruginya nggak cuma semalam, tapi seumur hidup. Welcome to the peak of Ramadan: Malam Lailatul Qadar. The Ultimate Golden Ticket Bayangin ada satu malam di mana semua aktivitas lo—mulai dari doa, baca Quran, sampai sedekah—nilainya di-multiply lebih dari seratus ribu persen. Secara matematis, satu malam ini setara dengan 1.000 bulan atau sekitar 83 tahun lebih. Itu lebih lama dari rata-rata ekspektasi hidup manusia modern! "Siapa yang tidak mendapatkannya, berarti ia kehilangan seluruh kebaikan." Kalimat ini bukan sekadar kutipan hadits (HR Ibnu Majah), tapi sebuah wake-up call. Di tengah hiruk-pikuk scrolling media sosial dan perdebatan takjil mana yang paling underrated, kita sering lupa bahwa "Jackpot" spiritual ini sedang ada di depan mata. Filantropi: Bukan Cuma Soal "Angka", Tapi "Impact" Memasuki hari ke-22 Ramadan 1447 H, atmosfernya sudah beda. Kita bukan lagi di fase adaptasi lapar-haus, tapi di fase sprint menuju garis finish. Di sinilah konsep Filantropi bermain. Kita nggak cuma mencatat angka zakat yang masuk, tapi kita bicara soal storytelling di balik setiap rupiah yang disalurkan. Zakat itu bukan sekadar "pajak agama" yang bikin saldo berkurang. Actually, it’s a lifestyle. Dalam narasi "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Sidoarjo memposisikan zakat sebagai alat social engineering. Saat lo transfer zakat ke rekening Bank Jatim 0261011522, lo bukan cuma mindahin angka digital. Lo lagi kasih akses pendidikan buat anak yatim, lo lagi nyediain modal buat UMKM yang hampir gulung tikar, dan lo lagi memastikan nggak ada warga Sidoarjo yang kelaparan pas Idul Fitri nanti. Jadwal Imsakiyah: Manajemen Waktu ala High-Achiever Lihat jadwal hari ini: Maghrib 17:47. Waktu kita terbatas. Gen Z sering disebut generasi yang paling sadar akan mental health dan self-improvement. Nah, Ramadan adalah momen self-upgrade paling elit. Jadwal Imsakiyah bukan cuma penanda kapan berhenti makan, tapi itu adalah time management yang presisi. Dari Imsak jam 04:09 sampai Isya jam 18:56, setiap detiknya adalah peluang investment buat akhirat. Kalau lo bisa konsisten bangun subuh demi skincare routine atau ngejar deadline tugas, masa buat Lailatul Qadar lo nggak all-out? Digital Savvy, Spiritual Ready Zaman sekarang, mau sedekah nggak perlu lagi cari kotak amal fisik sambil panas-panasan. BAZNAS Sidoarjo udah kasih kemudahan via online payment di kabsidoarjo.baznas.go.id/bayarzakat. Tinggal klik, konfirmasi via WhatsApp di 0822-2834-3500, done! Ini adalah bentuk filantropi modern. Kita menggunakan teknologi bukan cuma buat doomscrolling, tapi buat impact scrolling. Menjadi impactful di 10 malam terakhir Ramadan adalah flexing yang sesungguhnya. Closing Thought: Malam seribu bulan itu rahasia. Tapi cara dapetnya jelas: konsisten dalam kebaikan. Jangan sampai lo sibuk milih baju Lebaran, tapi lupa "mendandani" jiwa dengan zakat dan doa. Don’t let this golden ticket slide away.
12/03/2026 | Humas
Menjemput Lailatulqadar: Memaksimalkan Sepuluh Malam Terakhir bersama BAZNAS Sidoarjo
Menjemput Lailatulqadar: Memaksimalkan Sepuluh Malam Terakhir bersama BAZNAS Sidoarjo
Ramadhan bukan sekadar perlombaan menahan lapar, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang puncaknya ada di depan mata. Saat kita memasuki sepuluh malam terakhir, atmosfer di masjid-masjid Sidoarjo mulai berubah. Ada gairah yang berbeda, ada doa-doa yang dipanjatkan lebih khusyuk, dan ada harapan besar untuk bertemu dengan Lailatulqadar—malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sebagai lembaga filantropi yang bertumbuh bersama masyarakat Kota Delta, BAZNAS Sidoarjo mengajak Anda untuk tidak membiarkan momentum emas ini berlalu begitu saja. Jika Ramadhan adalah sebuah madrasah, maka sepuluh malam terakhir adalah ujian akhir yang menentukan predikat ketakwaan kita. Menghidupkan Malam dengan Amalan Terbaik Bagaimana cara kita "memaksimalkan" waktu yang tersisa? Dalam kampanye #ZakatMenguatkanIndonesia, kami merangkum lima amalan utama yang bisa menjadi panduan ibadah Anda di penghujung Ramadhan ini: Salat Malam (Tahajud): Membelah heningnya malam dengan sujud adalah cara terbaik berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Membaca Al-Qur'an: Jadikan setiap ayat sebagai pelita. Targetkan khatam atau setidaknya tadabbur maknanya lebih dalam. Zikir dan Doa: Perbanyak istighfar dan doa "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni." Iktikaf: Berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjauh sejenak dari hiruk-pikuk duniawi. Bersedekah: Inilah jembatan kasih sayang antar sesama. Mengapa Sedekah di Sepuluh Malam Terakhir? Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan." Logikanya sederhana namun dahsyat: Jika Anda bersedekah tepat pada malam Lailatulqadar, pahalanya setara dengan bersedekah terus-menerus selama lebih dari 83 tahun. Bayangkan betapa berat timbangan kebaikan yang Anda bangun hanya dengan satu kali transaksi kebaikan. BAZNAS Sidoarjo hadir untuk memastikan sedekah, zakat, dan infak Anda tersalurkan dengan tepat sasaran kepada para mustahik (penerima zakat) di wilayah Sidoarjo. Melalui program Ramadhan Tangguh 1447 H, kami berkomitmen mengubah donasi Anda menjadi senyum bagi anak yatim, bantuan pangan bagi lansia, serta pemberdayaan ekonomi bagi keluarga prasejahtera di sekitar kita. Kemudahan Berbagi di Ujung Jari Kami memahami bahwa kekhusyukan ibadah di sepuluh malam terakhir menuntut fokus yang tinggi. Oleh karena itu, BAZNAS Sidoarjo menyediakan kanal digital agar Anda tetap bisa "berburu" pahala sedekah tanpa harus meninggalkan tempat iktikaf atau mengganggu waktu tadabbur Anda. Anda dapat berpartisipasi dalam gerakan Ramadhan Tangguh melalui transfer rekening resmi kami: BCA: 8292799992 BSI: 7135558887 (Semua atas nama BAZNAS Sidoarjo) Setelah melakukan transfer, jangan lupa untuk melakukan konfirmasi melalui WhatsApp di nomor 0822-2834-3500. Transparansi dan akuntabilitas adalah janji kami kepada setiap muzaki yang menitipkan amanahnya. Penutup: Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan Waktu tidak akan berputar kembali. Sepuluh malam terakhir ini adalah kesempatan langka yang belum tentu kita temui lagi tahun depan. Mari kita jadikan setiap detik, setiap rupiah, dan setiap doa kita sebagai saksi di akhirat kelak bahwa kita telah berupaya maksimal. Kunjungi kantor kami di Jl. Pahlawan 1 No. 10 atau pantau kegiatan sosial kami melalui Instagram @baznassidoarjo. Mari bersama-sama membuktikan bahwa Zakat Menguatkan Indonesia, dimulai dari kepedulian kita untuk warga Sidoarjo.
10/03/2026 | Humas

BAZNAS TV