BAZNAS Sidoarjo Hadirkan Harapan Gerak Bebas bagi Penyandang Lumpuh di Wadungasih
24/02/2026 | Penulis: sudrab
Penyaluran Bantuan
SIDOARJO, 24 Februari 2026 — Selasa pagi yang sederhana di Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, berubah menjadi momen penuh makna ketika petugas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo tiba membawa sebuah kursi roda. Bukan sekadar benda, melainkan kunci mobilitas bagi M. Sofikan (49 tahun), pria yang selama puluhan tahun hanya mengenal dinding rumah sebagai batas dunianya.
Sofikan mengalami kelumpuhan kaki sejak kecil. Hampir setengah abad hidupnya berlalu tanpa pernah benar-benar melangkah keluar dari rumah. Seluruh kebutuhan hariannya bergantung penuh pada adik iparnya — seorang tukang bengkel sepeda yang dengan setia merawatnya di sela-sela kerja keras mencari nafkah. Keterbatasan ekonomi menjadikan kursi roda sebagai kemewahan yang tak terjangkau, hingga hari ini.
Distribusi kursi roda ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial BAZNAS Kabupaten Sidoarjo dalam bingkai semangat Zakat Menguatkan Indonesia dan momentum Ramadhan Tangguh — sebuah ikhtiar kolektif para muzakki yang zakatnya kini hadir nyata dalam kehidupan Sofikan.
Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Ahmad Hamdani, yang turun langsung bersama rekannya Hafidz dalam kegiatan distribusi ini, mengungkapkan betapa besarnya dampak yang dihasilkan dari satu unit kursi roda bagi seorang mustahik seperti Sofikan.
"Pak Sofikan ini sudah puluhan tahun tidak bisa keluar rumah sama sekali. Dengan kursi roda ini, beliau bisa mulai bergerak, bisa merasakan udara luar, bisa bersosialisasi. Itu nilai sosialnya jauh lebih besar dari harga barangnya. Inilah yang kami sebut zakat yang benar-benar menguatkan," ujar Ahmad Hamdani dengan nada penuh keyakinan.
Dari perspektif Social Return on Investment (SROI), nilai yang tercipta dari bantuan ini melampaui nilai materiel kursi roda itu sendiri. Ketika seorang penyandang disabilitas mendapatkan akses mobilitas, dampaknya bersifat berlapis: meningkatnya kualitas kesehatan fisik dan mental penerima manfaat, berkurangnya beban psikologis keluarga pengasuh, hingga terbukanya potensi partisipasi sosial yang sebelumnya tertutup rapat. Investasi zakat senilai satu kursi roda mampu menghasilkan social value berlipat ganda yang tidak dapat diukur semata dengan angka rupiah.
Adik ipar Sofikan, yang selama ini menjadi satu-satunya sandaran hidup sang kakak ipar, tampak tak mampu menyembunyikan rasa syukur. Beban perawatan yang selama ini terasa berat kini sedikit teringankan dengan hadirnya alat bantu yang memungkinkan Sofikan untuk lebih mandiri dalam batas-batas kemampuannya.
BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menegaskan bahwa program distribusi alat bantu kesehatan seperti kursi roda merupakan wujud konkret pengelolaan zakat yang tepat sasaran, tepat guna, dan berdampak transformatif bagi kaum dhuafa dan penyandang disabilitas di wilayah Sidoarjo.
Bagi BAZNAS Sidoarjo, setiap rupiah zakat yang dihimpun adalah amanah. Dan hari ini, amanah itu telah sampai — mengantarkan secercah kebebasan kepada seorang pria bernama Sofikan, yang selama hampir lima dekade hanya bisa memandang dunia dari balik dinding rumahnya.
Berita Lainnya
Membuka Pintu Masa Depan: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Dukungan Pendidikan di SDN Klurak
Pesan Semangat dari Magersari: 10 Siswa MI Muhammadiyah Makka Terima Bantuan Pendidikan
BAZNAS Sidoarjo Distribusikan Ratusan Paket Buka Puasa untuk Penyintas di Huntara Gampoeng Gunci
Menembus Batas: Penyaluran Bantuan Pendidikan BAZNAS di SDN Kedungbanteng
Sinergi Religi dan Edukasi: BAZNAS Sidoarjo Bantu Pembangunan Mushola SDN Candi 1
Menebar Harapan Pendidikan di Pelosok Krembung lewat MTs Abil Hasan

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
