BAZNAS Sidoarjo Salurkan Tiga Bantuan Strategis dalam Satu Hari: Dari Pesantren hingga Pelaku UMKM Disabilitas
09/09/2025 | Penulis: sudrab
Penyaluran Bantuan
SIDOARJO- Dalam satu hari penuh makna, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menorehkan jejak emas kemanusiaan dengan menyalurkan tiga bantuan strategis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat: pembangunan pondok pesantren, penguatan UMKM mikro, dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Tidak hanya angka yang disalurkan — tapi harapan, semangat, dan masa depan yang dibangun ulang, Senin (8/9)
Dimulai pukul 11.40 WIB, tim lapangan BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin M Haffidz dan Rita Defani tiba di Pondok Pesantren Darul Hikmah, Desa Sidodadi, Kecamatan Taman. Di tengah suara adzan dzuhur yang berkumandang, bantuan biaya pembangunan diserahkan secara simbolis kepada pengasuh pesantren. “Ini bukan sekadar dana, tapi investasi akhirat untuk generasi Qurani,” ujar sang pengasuh dengan mata berkaca-kaca. Bangunan asrama santri yang sedang dibangun akan menjadi rumah ilmu bagi ratusan anak yang haus akan pendidikan agama dan akhlak mulia.
Tak berselang lama, pukul 12.15 WIB, rombongan bergerak ke Desa Pertapan Maduretno. Di rumah sederhana Bapak Eddy Kurniawan, bantuan modal UMKM diserahkan. Pria yang selama ini menghidupi keluarga dengan berjualan kerupuk rumahan itu kini bisa memperluas jangkauan pasarnya. “Dulu saya hanya bisa titip ke 5 warung. Sekarang, dengan tambahan modal, saya targetkan 20 warung dalam 3 bulan,” katanya penuh semangat. BAZNAS tidak hanya memberi uang — tapi juga pendampingan dan akses pemasaran digital melalui platform “WarungKu Sidoarjo”.
Perjalanan Akhir, pukul 12.20 WIB, saat tim tiba di rumah Ibu Enny, tempat tinggal Ibu Musrifah — seorang penyandang disabilitas yang gigih menjalankan usaha laundry dan jahit baju. Di tengah keterbatasan fisik, beliau membuktikan bahwa semangat tak mengenal rintangan. Dengan kursi roda dan mesin jahit manual, ia melayani puluhan pelanggan setia. Saat menerima bantuan, air matanya tumpah — bukan karena sedih, tapi karena merasa “dilihat” dan “dipercaya”. “Saya tidak minta dikasihani. Saya hanya minta diberi kesempatan. Dan hari ini, BAZNAS memberi saya itu,” ujarnya lirih namun penuh kekuatan.
Ketiga kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah manifestasi nyata dari filosofi BAZNAS Sidoarjo: filantropi yang hadir, bukan hanya memberi. Setiap rupiah yang disalurkan adalah jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan di sudut-sudut desa, di ruang jahit yang sunyi, di warung-warung kecil, dan di pondok pesantren yang penuh cita-cita.
“Kami percaya, keadilan sosial dimulai dari kehadiran. Dan hari ini, kami hadir — bukan sebagai pemberi, tapi sebagai sahabat perjuangan,” kata M Haffidz, Koordinator Lapangan BAZNAS Sidoarjo.
Rencana tindak lanjut pun sudah disusun matang, Semua demi satu tujuan: memastikan bahwa bantuan hari ini menjadi fondasi kemajuan esok hari.
BAZNAS Sidoarjo membuktikan: filantropi bukan soal siapa yang paling banyak memberi, tapi siapa yang paling tulus menyentuh hati. Dan Senin, 8 September 2025, adalah bukti nyata bahwa kebaikan, ketika dikelola dengan hati, mampu mengubah takdir.
Berita Lainnya
Menembus Lorong Sempit Tanggulangin demi Senyum Seorang Ibu
Konsistensi Sidoarjo Peduli: Menjaga Asa Ibu ES di Jalan Hasanuddin
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Pengobatan untuk Ibu Sriah di Wonoayu
Sinergi Kebaikan di SDN Wonokupang, Investasi Karakter sejak Dini
Menebar Harapan Pendidikan di Pelosok Krembung lewat MTs Abil Hasan
Membuka Pintu Masa Depan: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Dukungan Pendidikan di SDN Klurak

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
