WhatsApp Icon

Martabat Sang Pelukis di Gelam: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Membasuh Luka di Hari Tua melalui Zakat yang Menguatkan

27/01/2026  |  Penulis: sudrab

Bagikan:URL telah tercopy
Martabat Sang Pelukis di Gelam: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Membasuh Luka di Hari Tua melalui Zakat yang Menguatkan

Penyaluran Bantuan

SIDOARJO – Di balik goresan kuas yang mulai gemetar dan tumpukan kanvas tua yang berdebu, tersimpan sebuah kisah keteguhan dari sudut Desa Gelam, Kecamatan Candi. Pada Selasa (27/1/2026), tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menyusuri gang-gang desa untuk menemui sosok seniman sepuh, Bapak Marsali (80). Kunjungan ini bukan sekadar penyerahan bantuan rutin, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk mengembalikan martabat seorang pejuang seni yang kini tengah dirundung kesulitan di masa senjanya.

Bapak Marsali adalah potret nyata dari "pejuang pulih" yang hidup dalam keterbatasan. Di usianya yang sudah berkepala delapan, sang pelukis harus berdamai dengan kondisi hunian yang memprihatinkan. Banyak sudut rumahnya yang mengalami kerusakan parah, bahkan jika hujan mengguyur, kediamannya seringkali terendam banjir. Dalam kacamata jurnalisme filantropi, kondisi ini menempatkan beliau pada titik kerentanan sosial yang membutuhkan perlindungan segera agar kualitas hidup dan kesehatannya tetap terjaga.

Zakat sebagai Instrumen Pemulihan Martabat

Tim monitoring yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, EM Luqman, didampingi staf pelaksana M. Kholid Musyadad, M. Haffidz, dan Rita Defani, melakukan asesmen mendalam untuk menentukan langkah intervensi terbaik bagi Bapak Marsali. Dalam kunjungannya, EM Luqman menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS di lapangan adalah wujud tanggung jawab moral lembaga terhadap para muzaki dan mustahik.

"Monitoring ini adalah bentuk amanah kami kepada para muzaki. Kami tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi kami ingin mengembalikan martabat mustahik melalui zakat yang menguatkan," jelas EM Luqman saat meninjau langsung kondisi rumah Bapak Marsali yang kerap terdampak banjir.

Menembus Tembok Kendala Administratif

Sejatinya, BAZNAS Sidoarjo memiliki niatan besar untuk segera memberikan intervensi melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) bagi Bapak Marsali. Namun, tim menemukan sebuah kendala pelik di lapangan: sertifikat rumah beliau hilang karena dipinjam oleh orang lain dan tidak dikembalikan. Hal ini menjadi tantangan administratif yang signifikan untuk mewujudkan hunian yang aman dan bermartabat bagi beliau.

Meski demikian, BAZNAS Sidoarjo tidak tinggal diam. Sebagai langkah awal, bantuan biaya hidup untuk kategori fakir miskin segera dialokasikan untuk meringankan beban keseharian beliau. Langkah ini merupakan bentuk investasi sosial untuk memulihkan produktivitas jiwa dan memberikan ketenangan bagi lansia yang tengah berjuang sendirian.

Menuju Ramadhan Tangguh

Aksi nyata di Desa Gelam ini selaras dengan semangat kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia" dan menyongsong momentum "Ramadhan Tangguh". BAZNAS Sidoarjo berkomitmen bahwa zakat harus hadir sebagai perisai bagi mereka yang lemah dan terluka. Melalui pengelolaan dana umat yang amanah, kedaulatan sosial masyarakat dapat diperkuat, terutama bagi kelompok rentan seperti Bapak Marsali.

Kisah Bapak Marsali adalah pengingat bahwa martabat manusia tidak boleh luntur dimakan usia maupun impitan ekonomi. BAZNAS Sidoarjo akan terus mengawal proses bantuan ini, memastikan bahwa setiap rupiah zakat bertransformasi menjadi manfaat nyata yang memanusiakan manusia.

Mari Terus Menguatkan

Langkah di Gelam adalah satu dari sekian banyak lampion harapan yang perlu kita nyalakan bersama. Anda dapat menjadi bagian dari solusi untuk memulihkan martabat sesama melalui kanal resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • BSI: 4488888008
  • BCA: 8292799992
  • Layanan Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id

Zakat Menguatkan Indonesia, Ramadhan Tangguh.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat