Memugar Martabat: Ketika Zakat Mengubah Remah Menjadi Harapan Baru di Gedangan
30/10/2025 | Penulis: sudrab
Before After -BAST RTLH
SIDOARJO – Dinding-dinding yang lapuk, atap berkarat yang menganga, Atap rendah dan lantai yang selalu lembap. Itulah pemandangan suram yang selama bertahun-tahun menjadi latar belakang hidup Bapak Supriyono, warga Gedangan, Sidoarjo. Rumahnya, dalam istilah program pemerintah, adalah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)—sebuah simbol nyata perjuangan melawan kemiskinan dan kerentanan.
Namun, kisah kelam itu kini telah berakhir. Berkat tangan dingin dan komitmen BAZNAS Sidoarjo, di bawah kepemimpinan M. Chasbil Aziz Salju Sodar, atau yang akrab disapa Gus Jazuk, rumah Bapak Supriyono telah mengalami metamorfosis yang menggetarkan jiwa. Ini bukan sekadar perbaikan fisik, ini adalah restorasi martabat.
Kontras yang Menghujam Jantung
Dokumen before menunjukkan betapa mendesaknya intervensi ini. Cat tembok yang mengupas seperti kulit yang sakit, serta bagian belakang rumah yang hanya beratapkan seng lapuk, membuat hunian itu rentan terhadap cuaca dan penyakit. Setiap hari di sana adalah pertarungan untuk bertahan hidup.
Namun, saksikanlah kontrasnya!
Dalam seremoni serah terima yang hangat, Gus Jazuk berdiri di depan rumah yang kini berwarna hijau cerah, segar, dan kokoh. Atap genteng metal yang aman telah menggantikan seng berkarat. Jendela dan pintu kayu yang baru tidak hanya menjamin keamanan, tetapi juga membawa cahaya alami yang melimpah—mengusir kegelapan yang selama ini menyelimuti keluarga tersebut.
“Ini bukan hanya bangunan,” ujar Gus Jazuk dengan nada penuh penekanan, “Ini adalah amanah dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Sidoarjo. Tugas kami memastikan dana ini berbuah ketenangan dan martabat bagi umat.”
Dampak Lebih Dalam: Restorasi Kemanusiaan
Pada perspektif pemberdayaan masyarakat hal ini lebih dari sekadar semen dan baja ringan. Rehabilitasi RTLH ini adalah titik balik psikososial.
Bayangkan, rasa malu karena memiliki rumah yang runtuh, kini berganti menjadi rasa bangga dan syukur. Dalam video serah terima, terlihat jelas raut wajah Bapak Supriyono dan istrinya yang memancarkan kebahagiaan sejati. "Alhamdulillah," adalah satu kata penuh makna yang terucap, mewakili pemulihan harga diri yang sempat terenggut oleh kemiskinan dan keterbatasan.
Program ini membuktikan bahwa bantuan yang tepat sasaran mampu menjadi katalisator pemberdayaan. Dengan fondasi hidup yang stabil dan aman, keluarga Bapak Supriyono kini memiliki energi dan fokus yang utuh untuk meningkatkan aspek kehidupan lainnya, seperti pekerjaan dan pendidikan anak. Ancaman kesehatan yang sering timbul dari lingkungan lembap dan tidak sehat pun tereliminasi.
Zakat Sebagai Solusi Struktural
Kepemimpinan Gus Jazuk dalam mengawal program RTLH ini memberikan pelajaran penting: Zakat adalah instrumen filantropi Islam yang harus digunakan secara strategis untuk mengatasi masalah struktural kemiskinan.
Plakat BAZNAS Sidoarjo yang kini terpasang di dinding rumah baru Bapak Supriyono adalah simbol: kesadaran kolektif masyarakat Sidoarjo telah menciptakan keajaiban nyata. Transformasi dari "remah" (puing) menjadi "rumah" (hunian layak) ini menegaskan peran BAZNAS sebagai jembatan kemanusiaan yang efektif.
Kisah Bapak Supriyono adalah undangan terbuka bagi kita semua. Ini adalah bukti bahwa melalui sinergi dan ketulusan, kita bisa mengubah rumah kumuh menjadi istana kecil harapan, mengembalikan senyum, dan menegakkan kembali martabat setiap warga negara.
Berita Lainnya
Menembus Lorong Sempit Tanggulangin demi Senyum Seorang Ibu
Ringankan Beban Orang Tua, BAZNAS Sidoarjo Sasar SDN Karangtanjung
Membasuh Jiwa di Bulan Maghfirah: Menjemput Ampunan Melalui Puasa dan Filantropi
Peduli Pendidikan, BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan di SDN Bligo
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Pengobatan untuk Ibu Sriah di Wonoayu
Menembus Batas: Penyaluran Bantuan Pendidikan BAZNAS di SDN Kedungbanteng

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
