Dari Zakat Menuju Sehat: Kisah RSB Al Chusnaini Mengubah Wajah Kesehatan Anak Sidoarjo
15/08/2025 | Penulis: sudrab
Edukasi Kesehatan RSB Goes To School
Rumah Sehat BAZNAS Al Chusnaini Sidoarjo membuktikan bahwa transformasi kesehatan masyarakat dimulai dari ruang kelas sederhana di MI Darun Najah Kwangsan Sedati.
SIDOARJO - Di balik dinding hijau ruang kelas MI Darun Najah Kwangsan Sedati, puluhan pasang mata berbinar menatap layar proyektor. Hari itu, Kamis (14/8/2025), mereka tidak sedang belajar matematika atau bahasa Indonesia. Mereka sedang mendengarkan sesuatu yang jauh lebih fundamental: bagaimana menjaga tubuh mereka tetap sehat.
"Siapa yang tadi pagi gosok gigi?" tanya dokter dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Al Chusnaini Sidoarjo. Tangan-tangan kecil langsung terangkat antusias. Namun ketika ditanya tentang cara mencuci tangan yang benar, hanya segelintir yang bisa menjawab dengan tepat.
Inilah realitas yang dihadapi RSB Al Chusnaini - sebuah unit kesehatan yang lahir dari dana zakat, infaq, dan shadaqah masyarakat. Saidah Sakwan, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, melihat fenomena ini sebagai panggilan moral.
"Kami menyaksikan bagaimana anak-anak memiliki akses terbatas terhadap edukasi kesehatan dasar. Padahal, kesehatan mereka adalah investasi masa depan bangsa," ujarnya dengan nada penuh keyakinan.
Program Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang digulirkan RSB Al Chusnaini bukan sekadar ceramah kesehatan biasa. Ini adalah misi transformasi sosial yang dimulai dari hal terkecil: mengajarkan anak-anak cara mencuci tangan dengan sabun.
Kepala MI Darun Najah mengaku terkejut dengan antusiasme siswa-siswinya. "Biasanya mereka susah diatur kalau ada acara. Tapi hari ini berbeda. Mereka benar-benar mendengarkan," katanya sambil tersenyum bangga.
Yang membuat program ini istimewa bukan hanya materinya, tetapi pendekatannya. Setiap siswa mendapat pemeriksaan kesehatan gratis - mulai dari pengecekan tinggi badan, berat badan, hingga kondisi mata dan telinga. Hasil pemeriksaan kemudian didiskusikan dengan orang tua untuk tindak lanjut yang tepat.
"Kami menemukan beberapa anak dengan gangguan penglihatan ringan yang belum terdeteksi," ungkap dokter RSB. "Ini membuktikan pentingnya deteksi dini."
Puncak kegiatan adalah pembagian paket PHBS berupa sabun cuci tangan. Sederhana, namun simbolis. Setiap siswa menerima sabun sambil mengucapkan janji untuk rajin mencuci tangan.
Salah seorang siswa kelas V menggenggam sabunnya erat-erat. "Sekarang saya tahu kenapa harus cuci tangan pakai sabun. Biar kuman-kuman jahat tidak masuk ke perut," katanya polos.
Saidah Sakwan menegaskan, program ini bukan yang pertama dan terakhir. "Kami tidak ingin berhenti di satu titik. Harapannya, RSB bisa hadir di setiap sekolah yang membutuhkan."
Ketika sore tiba dan kegiatan berakhir, anak-anak pulang dengan bekal pengetahuan baru. Mereka tidak hanya membawa sabun, tetapi juga pemahaman bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama.
RSB Al Chusnaini Sidoarjo telah membuktikan: dari dana zakat yang terkumpul, bisa lahir harapan baru untuk generasi yang lebih sehat. Satu sabun, satu edukasi, satu langkah menuju Indonesia yang lebih sehat.
Berita Lainnya
Wujudkan Karakter Peduli, SDN Suko I Sidoarjo Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana Sumatra via BAZNAS
Senyum di SDN Trosobo 2: Membasuh Dahaga Pendidikan dengan Kepedulian
CATATAN AKHIR TAHUN 2025: BAZNAS SIDOARJO TUNTASKAN 238 RUMAH LAYAK HUNI
Teladan dari Tulangan: SDN Kepadangan Ajarkan Makna Solidaritas untuk Korban Bencana
Jejak Kasih di SDN Kramatjegu 2: Jaminan Masa Depan bagi Tunas Bangsa
Ketukan Hati dari Kejapanan: Saat Ibu-Ibu PKK RW 12 Gempol Menembus Jarak demi Sumatra

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
