WhatsApp Icon

Di Balik Puing Bakungtemenggungan: Merajut Kembali Atap yang Runtuh Melalui Gotong Royong

03/02/2026  |  Penulis: sudrab

Bagikan:URL telah tercopy
Di Balik Puing Bakungtemenggungan: Merajut Kembali Atap yang Runtuh Melalui Gotong Royong

Assesment kondisi Rumah

SIDOARJO – Langit Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, mendadak berubah kelam pada Minggu sore (1/2). Bukan sekadar gerimis yang turun, namun sebuah beban sejarah dan usia bangunan yang akhirnya menyerah pada gravitasi. Di tengah rintik hujan dan hembusan angin, rumah milik Priya Imam Suganda (44) ambruk. Kayu-kayu penyangga yang telah lapuk dimakan usia tak lagi mampu menopang asa keluarga kecil ini.

Kini, yang tersisa hanyalah puing-puing genting yang berserakan di lantai tanah. Bapak Priya, seorang pekerja serabutan, hanya bisa terpaku melihat tempat berteduh istri dan anaknya kini terbuka langsung menatap langit. Namun, di tengah reruntuhan itu, secercah harapan datang melalui kolaborasi kemanusiaan yang cepat dan tanggap.

Ketukan Empati di Tengah Reruntuhan

Selasa pagi (3/2), sekitar pukul 10.25 WIB, langkah-langkah kaki petugas melintasi tumpukan bata dan kayu yang patah. Tim gabungan yang dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, Drs. H. Ilhamuddin, bersama staf pelaksana M. Naim dan Achmad Richi, tiba di lokasi untuk melakukan asesmen mendalam. Tidak sendirian, mereka bersinergi dengan Wahyu dan tim BPBD Kabupaten Sidoarjo, serta dikawal ketat oleh pengabdian Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa setempat.

Kondisi lapangan menunjukkan betapa gentingnya situasi tersebut. Seluruh atap rumah utama telah jatuh, menyisakan dinding-dinding yang tampak rapuh. Beruntung, pihak desa bergerak cepat dengan menyewakan tempat kos sementara agar keluarga Priya tidak terlantar di bawah ancaman cuaca yang tidak menentu.

Sinergi Tanpa Batas: Kolaborasi BAZNAS dan BPBD

Dalam tinjauan lapangan tersebut, sebuah kesepakatan mulia lahir. Menyadari bahwa beban ini terlalu berat jika dipikul sendirian, BAZNAS dan BPBD memutuskan untuk menyatukan kekuatan guna membangun kembali rumah Bapak Priya secepat mungkin.

"Kami tidak ingin membiarkan keluarga Bapak Priya terlalu lama berada di pengungsian atau tempat kos. Sinergi ini adalah bentuk kehadiran negara dan umat. BPBD akan menyiapkan kerangka atap baja ringan (Kanal C) dan spandek, sementara BAZNAS akan melengkapinya dengan kebutuhan material lain beserta ongkos tukangnya," ujar Drs. H. Ilhamuddin di sela-sela peninjauan.

Pernyataan senada juga ditegaskan oleh pihak BPBD yang menekankan pentingnya material yang lebih tahan lama untuk menghadapi cuaca ekstrem ke depan.

"Fokus kami adalah keamanan struktur. Dengan mengganti kayu yang lapuk menggunakan kanal C dari BPBD, kami ingin memastikan rumah ini lebih kokoh. Kolaborasi dengan BAZNAS membuat pengerjaan ini bisa dilakukan jauh lebih cepat daripada prosedur reguler," jelas Wahyu, perwakilan dari BPBD Sidoarjo.

Merajut Asa, Menjemput Pulang

Bagi Bapak Priya, kehadiran para petugas di halaman rumahnya yang rusak bukan sekadar kunjungan formal. Ini adalah janji bahwa ia dan keluarganya akan segera "pulang". Rencana tindak lanjut telah diputuskan: pengerjaan akan dimulai dalam waktu sedekat mungkin.

Jurnalisme filantropi hari ini mencatat sebuah narasi penting di Balongbendo; bahwa saat sebuah rumah roboh karena kerapuhan, fondasi gotong royong antarlembaga justru semakin menguat. BAZNAS Sidoarjo kembali membuktikan bahwa dana zakat dan infak masyarakat mampu menjadi solusi konkret di saat-saat paling gelap bagi warga yang membutuhkan.

Matahari siang itu mulai meninggi di Bakungtemenggungan, menyinari tumpukan puing yang segera akan dibersihkan, berganti dengan kerangka baja baru yang membawa mimpi baru bagi keluarga Bapak Priya.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat