HARAPAN BARU DI BALIK DINDING HIJAU MUDA: ZAKAT MENGUATKAN INDONESIA
29/01/2026 | Penulis: sudrab
Before -After
Sidoarjo, 29 Januari 2026 — Di sudut Kelurahan Krian, Sidoarjo, sebuah rumah berdinding hijau muda kini berdiri tegak di bawah sinar matahari pagi. Tapi di balik warna cerah itu tersimpan kisah luka yang pernah menghantui Ibu Yuliani selama puluhan tahun: dinding retak selebar telapak tangan, atap genteng yang runtuh menampakkan langit-langit bolong, dan lantai semen yang penuh lubang tempat air hujan menggenang setiap malam. "Dulu saya takut tidur saat hujan deras. harus berdesakan di sudut yang tidak bocor, selimut mereka basah kuyup," ujar Ibu Yuliani dengan suara bergetar, matanya berkaca-kaca mengenang masa lalu. Kini, setelah direhab total oleh BAZNAS Kabupaten Sidoarjo periode Desember lalu , rumah itu berubah menjadi ruang penuh kehangatan—tempat cucu-cucunya belajar dengan tenang dan keluarga ini kembali menemukan martabatnya.
Transformasi ini lahir dari komitmen BAZNAS mewujudkan program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB).Ketua BAZNAS Sidoarjo, Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), yang memantau langsung progres rehab pada Kamis (29/1), menegaskan: "Zakat bukan sekadar angka di buku kas. Ini adalah janji suci untuk mengangkat harkat manusia. Setiap dinding yang kami bangun, setiap atap yang kami perbaiki, adalah bukti bahwa Indonesia bisa kuat jika kita saling menguatkan." Dalam 30 hari, tim BAZNAS mengganti genteng keropos dengan Atap baru, menutup dinding berlumut dengan cat hijau muda yang cerah, dan memasang sistem kelistrikan aman—bukan hanya memperbaiki bangunan, tapi mengembalikan kepercayaan diri keluarga Yuliani.
Saat menerima Berita acara serah terima(BAST) di depan rumahnya yang kini bercahaya, Ibu Yuliani tak kuasa menahan air mata. "Terima kasih, Gus Jazuk. Saya tak pernah menyangka zakat bisa mengubah hidup kami begini. Sekarang bisa tidur nyenyak tanpa takut hujan. Ini bukan cuma rumah—ini harapan baru," katanya sambil menyalami staf BAZNAS.
Kisah Ibu Yuliani adalah wajah nyata dari gerakan "Zakat Menguatkan Indonesia" yang diusung BAZNAS. Di tengah persiapan menyambut Ramadhan, program ini menjadi fondasi kampanye "Ramadhan Tangguh"—mengajak masyarakat berzakat tidak hanya sebagai kewajiban, tapi sebagai kekuatan kolektif untuk membangun ketangguhan sosial. "Ramadhan adalah momentum untuk berbagi, tapi dampak zakat harus abadi," tegas Gus Jazuk. "Setiap rupiah zakat yang Anda salurkan hari ini adalah batu bata untuk Indonesia yang lebih adil."
Perbandingan before-after yang diabadikan tim BAZNAS menjadi saksi bisu keajaiban filantropi: dari rumah yang nyaris roboh menjadi hunian layak yang penuh tawa. Di balik setiap transformasi itu, ada doa para mustahik yang terjawab dan keyakinan bahwa zakat adalah jembatan antara kekurangan dan keberkahanRumah Ibu Yuliani adalah obor harapan—bukti bahwa di negeri ini, tak ada manusia yang layak hidup dalam kehancuran. Karena zakat, sesederhana apapun nilainya, mampu mengubah kegelapan menjadi cahaya. Dan di bulan penuh berkah nanti, setiap tetes zakat yang mengalir akan menjadi kekuatan untuk Indonesia yang lebih tangguh.
BAZNAS Kabupaten Sidoarjo: Salurkan zakat Anda. Kuatkan Indonesia. #RamadhanTangguh #ZakatMenguatkanIndonesia
Berita Lainnya
Senyum Madrasah di Porong: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Pastikan Lentera Ilmu Tetap Menyala di MI Al Fudlola’
Modernisasi Kemanusiaan di Taman, Memuliakan Ibu Paijah dengan Akses Perbankan Syariah
Lansia di Lemujut Bertahan di Bawah Atap Lapuk, BAZNAS Sidoarjo Agendakan untuk di Rehab
Martabat Sang Pelukis di Gelam: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Membasuh Luka di Hari Tua melalui Zakat yang Menguatkan
Pelukan Kemanusiaan di Suwaluh: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Memuliakan Ibu Ekowati Melalui Zakat yang Menguatkan
Zakat Menguatkan Asa di Porong: Saat Sembilan Siswa MTs Ma’arif Pamotan Menjemput Mimpi

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
