Haru di Desa Bangsri: Bantuan Hidup untuk Mereka yang Bertahan
10/12/2024 | Penulis: admin
Keluarga Bpk Abd Rochman saat menerima bantuan biaya hidup dari Baznas sidoarjo
Sidoarjo, 10 desember 2024- Beberapa waktu lalu, tepatnya di Desa Bangsri, Kamis 5 Desember 2024 lalu , menjadi saksi kecil di mana cerita tentang perjuangan hidup dan uluran tangan dipertemukan. Di sela-sela kesederhanaan, sepuluh warga desa ini menerima bantuan biaya hidup dari Baznas Kabupaten Sidoarjo. hanya senyum yang tulus dari para penerima manfaat—senyum yang mengalahkan segala kekurangan di hari-hari sulit mereka.
Salah satu penerima, Abd. Rochman, adalah gambaran nyata betapa hidup tidak selalu berpihak. Pria 55 tahun itu, dengan Kaki yang tak lengkap setelah kecelakaan beberapa tahun lalu, kini hidup dalam ruang kecil berukuran 2x3 meter. Rumah itu, yang lebih pantas disebut kamar, dibangun berkat gotong-royong para tetangga. Di sana, ia menjalani hari-hari dengan keterbatasan fisik, sementara istrinya menjadi tulang punggung keluarga. Serabutan: mulai dari buruh cuci hingga pemijat, semua dilakoni demi menyambung hidup.
Baznas Sidoarjo, melalui staf pelaksananya, M Kholid Musyadad, hadir membawa secercah harapan. Didampingi perangkat desa Bangsri, bantuan diserahkan langsung kepada warga yang membutuhkan. Tidak banyak yang mereka bawa, hanya amplop berisi bantuan biaya hidup, tetapi nilainya jauh lebih dari sekadar angka—ini adalah simbol bahwa mereka tidak sendiri.
"Pak Rochman salah satu penerima yang menginspirasi kami. Meski kondisi fisiknya seperti ini, semangat hidupnya luar biasa," ujar Kholid. Ia melanjutkan, bahwa semangat gotong-royong dan kepedulian di Bangsri seharusnya menjadi pelajaran bagi banyak pihak. Tidak semua orang seberuntung kita, tapi setiap orang punya hak untuk merasa dihargai dan diperhatikan.
Selain Pak Rochman, sembilan nama lain juga menerima manfaat serupa. Ada Supiyah,Dede Hanifah, Hary Oetomo, dan lainnya. Setiap nama adalah cerita, dan setiap cerita adalah luka kecil yang kini berusaha ditambal dengan kebaikan.
Wajah-wajah itu tersenyum dalam kebersahajaan. Tidak ada kesan drama atau kepura-puraan, hanya rasa syukur yang meluap. Para penerima manfaat ini menyambut tim Baznas dengan pelukan hangat dan ucapan terima kasih. "Semoga ini bisa sedikit meringankan beban mereka," ujar salah satu perangkat desa yang turut mendampingi.
Bantuan seperti ini memang bukan solusi permanen, tetapi menjadi pengingat bahwa di luar sana, masih banyak mereka yang bertahan dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan. Kadang, kepedulian kecil seperti inilah yang membuat dunia menjadi lebih layak ditinggali. Di Bangsri, Kamis itu, kehidupan berbicara dalam bahasa yang lebih lembut: kasih dan kepedulian.
Berita Lainnya
Energi Kebaikan: Lazis PLN NP Services Bersinergi dengan BAZNAS Sidoarjo untuk Pemulihan Sumatera
Satu Kayuhan, Berjuta Harapan: Semangat Pantang Menyerah Herdin di Balik Dinginnya Es Wawan
Teladan dari Tulangan: SDN Kepadangan Ajarkan Makna Solidaritas untuk Korban Bencana
Ketulusan dari Ujung Jari Santri: Doa dan Infak untuk Sumatra dari Sidoarjo
Membasuh Luka Sumatra: Ikhtiar Kemanusiaan dari Gerbang SMPN 2 Taman
Ketukan Hati dari Kejapanan: Saat Ibu-Ibu PKK RW 12 Gempol Menembus Jarak demi Sumatra

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
