"Kratak-Kratak” Takdir di Ploso: Kisah Gus Jazuk dan Sebuah Atap yang Roboh
17/10/2024 | Penulis: admin
Ketua Baznas Sidoarjo Chasbil Aziz Salju Sodar Saat di lokasi
Di siang yang terik pada Kamis, 17 Oktober 2024, Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Chasbil Aziz Salju Sodar, yang akrab disapa Gus Jazuk, melangkah mantap ke sebuah rumah di Desa Ploso, Kecamatan Wonoayu. Rumah itu adalah kediaman ibu Jumaiyah, seorang perempuan paruh baya yang baru saja mengalami musibah. Beberapa hari sebelumnya, atap rumah ibu Jumaiyah ambruk, menyisakan puing-puing dan ketakutan. Di bawah dinding bercat hijau yang kini mulai kusam, Gus Jazuk berbincang hangat dengan ibu Jumaiyah sambil mendengarkan kisah getir dari mulut sang empunya rumah.
"Kratak-kratak itu, mas, suaranya bikin saya lari sekencang-kencangnya," kenang ibu Jumaiyah dengan sorot mata yang masih menyimpan ketakutan. "Saya lagi tiduran, ndilalah pas genting roboh, Alhamdulillah cuma ruang tamu saja yang kena." Saat itu, pukul sebelas siang, suasana tenang mendadak berubah menjadi kepanikan. Dengan sigap, ibu Jumaiyah berlari ke bagian belakang rumah. Tak ada yang terluka, hanya kenangan buruk yang tersisa.
Gus Jazuk mengamati setiap sudut rumah. Keretakan dan lubang di atap berbicara tentang sebuah bangunan yang sudah kalah oleh usia. Rumah ini bukan hanya tempat bernaung bagi tubuh, tapi saksi bisu dari kehidupan sederhana yang setiap hari diisi dengan perjuangan. "Kami di BAZNAS tidak hanya memberi bantuan. Kami hadir untuk menghidupkan harapan. InsyaAllah, bu Jumaiyah, kami akan bantu membangun kembali rumah ini, biar ibu bisa tidur tenang lagi," ucap Gus Jazuk dengan senyum tulus yang terasa seperti janji.
Perjalanan ini bukan sekadar survei bagi Gus Jazuk. Ia memahami bahwa setiap atap yang roboh adalah metafora dari perlindungan yang hilang, dan setiap rumah yang diperbaiki adalah bentuk dari kasih sayang sosial yang berusaha dikembalikan. “InsyaAllah, bersama vendor yang bekerja sama dengan BAZNAS, kita akan bergerak cepat. Ibu tidak perlu khawatir, semuanya akan ditangani dengan baik,” tegasnya, seolah menegaskan bahwa bantuan bukan sekadar wacana.
Di bawah langit Wonoayu yang cerah, secercah harapan mulai tumbuh. Ibu Jumaiyah kini tidak lagi merasa sendiri dalam mengarungi kesulitan. “Terima kasih banyak, Pak Gus. Ini sudah lebih dari cukup buat saya. Yang penting ada yang peduli dan mau bantu,” ucapnya lirih, sembari memegang erat tangan sang Ketua BAZNAS.
Berita Lainnya
Teladan dari Tulangan: SDN Kepadangan Ajarkan Makna Solidaritas untuk Korban Bencana
Jejak Kasih di SDN Kramatjegu 2: Jaminan Masa Depan bagi Tunas Bangsa
Ketuk Pintu Langit: Takmir Masjid Babussalam Bumi Suko Indah Salurkan Donasi untuk Sumatera via BAZNAS Sidoarjo
Wujud Kepedulian, Ahli Gizi Sidoarjo Kirimkan Nutrisi Kemanusiaan untuk Sumatera
Gema Wahyu di Pesisir: Menjemput Keberkahan di Desa Ketingan
Semangat Juang Tak Pernah Padam: LVRI Sidoarjo Titipkan Harapan untuk Penyintas Bencana Sumatra

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
