WhatsApp Icon

Sentuhan Kasih di Awal Tahun: Bupati Subandi dan Baznas Sidoarjo Bedah Harapan Rumah Tak Layak Huni

12/01/2026  |  Penulis: sudrab

Bagikan:URL telah tercopy
Sentuhan Kasih di Awal Tahun: Bupati Subandi dan Baznas Sidoarjo Bedah Harapan Rumah Tak Layak Huni

Mengamati atap bocor

SIDOARJO – Gurat lelah di wajah Makrifa seketika luruh berganti binar syukur saat rombongan Bupati Sidoarjo, H. Subandi, melangkah masuk ke pelataran rumahnya di Desa Ketimang, Kecamatan Wonoayu, Minggu (11/1). Di bawah atap ruang tamu yang telah jebol dan lantai yang seringkali terendam air saat hujan mengguyur, sebuah harapan baru akhirnya datang mengetuk pintu.

Pagi itu, bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Bupati Subandi, yang didampingi oleh Wakil Ketua 4 Baznas Sidoarjo, Ilhamuddin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) tepat sasaran. Komitmen ini nyata: dalam bulan Januari saja, sudah sepuluh rumah yang masuk daftar renovasi, termasuk empat rumah di tiga kecamatan yang dikunjungi hari ini.

Menambal Luka di Langit-Langit Rumah

Kisah pilu datang dari keluarga Siswanto di Wonoayu. Sebagai seorang petugas kebersihan (cleaning service), upahnya hanya cukup untuk menyambung hidup sehari-hari. Memperbaiki atap yang bolong atau meninggikan lantai agar tak kebanjiran adalah mimpi yang harus mereka kubur dalam-dalam karena keterbatasan ekonomi.

"Tidak ada uang, suami kerja cleaning service," bisik Makrifa lirih. Matanya berkaca-kaca saat menceritakan kesedihannya melihat sang buah hati harus berteduh di bawah lantai yang basah terkena tempias hujan. "Ingin segera diperbaiki agar putra saya tidak kehujanan lagi," harapnya.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Subandi langsung menginstruksikan Baznas Sidoarjo untuk bergerak cepat. Perbaikan menyeluruh mulai dari atap, peninggian lantai, hingga renovasi kamar mandi harus tuntas dalam bulan ini.

"Saya prihatin jika kondisi seperti ini tidak segera ditangani, apalagi sekarang musim penghujan. Kita ingin penghuninya merasa nyaman dan aman," tegas Bupati Subandi dengan nada penuh empati.

Merajut Asa yang Rapuh

Perjalanan kemanusiaan ini berlanjut ke Dusun Klagen, Desa Tropodo, Krian. Di sana, Nurcholis (58) tinggal di sebuah rumah yang berdiri sejak 1977 tanpa pernah tersentuh renovasi. Struktur bangunannya sudah sangat rapuh dimakan usia. Begitu parahnya kerusakan di bagian tengah hingga belakang, hingga Nurcholis terpaksa tidur di ruang tamu—satu-satunya sudut yang dianggapnya masih cukup aman untuk berteduh.

Kehadiran pemerintah daerah dan Baznas menjadi jawaban atas doa-doa panjang pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini. Baginya, bantuan ini bukan sekadar semen dan bata, melainkan martabat dan kenyamanan di masa tua.

Selain menyasar rumah di Wonoayu dan Krian, bantuan serupa juga segera mengalir untuk rumah Ibu Tetty di Kelurahan Krian dan Ibu Nurhayati di Desa Sawohan, Buduran.

Filantropi yang Membumi

Tidak hanya fokus pada infrastruktur bangunan, dalam setiap kunjungannya, Bupati Subandi juga menyalurkan paket sembako berupa beras kepada warga sekitar yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang komprehensif; memperbaiki tempat tinggal sekaligus memastikan kebutuhan pokok warga terpenuhi.

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Baznas ini menunjukkan bahwa filantropi bukan sekadar memberi, tapi hadir dan merasakan langsung denyut penderitaan rakyat. Melalui program bedah rumah ini, Sidoarjo sedang membangun fondasi kesejahteraan yang lebih kokoh—satu atap, satu keluarga, satu harapan pada satu waktu.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat