WhatsApp Icon

Atap Lapuk dan Ancaman Hujan: BAZNAS Sidoarjo Survei Dua Rumah Tidak Layak Huni

01/04/2026  |  Penulis: sudrab

Bagikan:URL telah tercopy
Atap Lapuk dan Ancaman Hujan: BAZNAS Sidoarjo Survei Dua Rumah Tidak Layak Huni

Dok. BAZNAS Sidoarjo

SIDOARJO – Tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo turun langsung melakukan survei dan asesmen terhadap dua calon penerima manfaat program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), Selasa (31/3/2026). Kunjungan lapangan ini bertujuan memastikan kelayakan administratif dan kondisi fisik rumah yang akan menerima bantuan renovasi dari dana zakat.

Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman Ibu Sholati, seorang janda yang tinggal di Desa Pesawahan, Kecamatan Porong. Kondisi rumahnya memprihatinkan. Ibu Sholati tinggal bersama anak dan cucunya yang menyandang disabilitas dalam kondisi rumah yang nyaris tidak layak. Kerusakan paling parah terlihat pada bagian atap dengan struktur kayu yang sudah lapuk dan rapuh.

"Ketika musim hujan, air masuk ke dalam rumah. Kami tidak bisa tidur nyenyak karena khawatir atap ambruk," ungkap Ibu Sholati dengan suara bergetar saat menceritakan kondisi tempat tinggalnya.

Achmad Saleh, Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo yang memimpin tim survei, menyatakan keprihatinannya. "Melihat kondisi rumah Ibu Sholati, hati kami tersentuh. Seorang janda yang merawat cucu disabilitas, namun harus bertahan di rumah yang bocor dan berisiko roboh. Inilah mengapa program RLHB sangat penting—untuk memastikan mustahik memiliki tempat tinggal yang aman dan bermartabat," tegas Achmad Saleh.

Survei kedua dilaksanakan di kediaman Bapak Imam Syafi'i, warga Desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin. Kondisinya tidak kalah memprihatinkan. Atap rumah ditopang dengan sangga-sangga darurat karena struktur kayu sudah tidak kuat. Dua kamar yang seharusnya menjadi tempat istirahat sudah tidak bisa ditempati. Ruang tamu menjadi satu-satunya tempat berlindung bagi keluarga ini.

"Kalau hujan lebat, kami terpaksa mengungsi ke rumah tetangga. Takut atap ambruk sewaktu-waktu," ujar Bapak Imam Syafi'i sambil menunjukkan retakan di dinding dan atap yang miring.

Achmad Richie, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang mendampingi survei, mencatat setiap detail kondisi rumah untuk proses asesmen. "Kami tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga memastikan kelayakan administratif dan tingkat kebutuhan. Kedua keluarga ini masuk kategori prioritas karena kondisi rumah yang sangat berbahaya dan tidak layak huni," jelas Achmad Richie.

Program RLHB BAZNAS Sidoarjo merupakan wujud nyata pemanfaatan dana zakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Melalui program ini, rumah-rumah tidak layak huni akan direnovasi menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi keluarga dhuafa.

"Zakat bukan hanya soal angka, tetapi tentang mengubah kehidupan. Ketika kita membangun kembali atap yang bocor, kita sedang memberikan rasa aman kepada keluarga yang selama ini hidup dalam ketakutan," tambah Achmad Saleh dengan penuh keyakinan.

Kedua calon penerima manfaat ini kini menunggu proses verifikasi final sebelum pelaksanaan renovasi dimulai. BAZNAS Sidoarjo menargetkan program RLHB periode April 2026 dapat segera terealisasi, memberikan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang selama ini terpaksa bertahan dalam kondisi tempat tinggal yang membahayakan.

Zakat Menguatkan Indonesia – bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan perubahan di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sidoarjo.

Lihat Daftar Rekening →