WhatsApp Icon

BAZNAS Sidoarjo Silaturahmi ke BAZNAS Jatim: Dari Halal Bihalal Menuju Kesalehan Sosial yang Nyata

01/04/2026  |  Penulis: sudrab

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Sidoarjo Silaturahmi ke BAZNAS Jatim: Dari Halal Bihalal Menuju Kesalehan Sosial yang Nyata

Dok BAZNAS Sidoarjo

Surabaya– Rabu (1/4/2026) menjadi momen bersejarah ketika BAZNAS Kabupaten Sidoarjo berkunjung ke kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur untuk menjalin silaturahmi dan halal bihalal pasca Idul Fitri. Lebih dari sekadar pertemuan rutin, kunjungan ini menjelma menjadi ruang dialog strategis tentang masa depan filantropi Islam di Jawa Timur.

Pertemuan hangat di ruang rapat BAZNAS Jatim ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua lembaga. Dari BAZNAS Jatim hadir Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. selaku Ketua, didampingi Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, MA., dan Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I. Sementara dari BAZNAS Sidoarjo dipimpin langsung oleh Ketua M. Chasbil Azis Salju Sodar beserta seluruh jajaran pengurus.

Halal Bihalal Bukan Sekadar Seremonial

Dalam sambutannya, KH. Ali Maschan Moesa menyampaikan refleksi mendalam tentang esensi halal bihalal yang sering terlupakan. "Halal bihalal seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai tradisi seremonial atau sekadar berkumpul dan makan-makan. Esensi sejatinya adalah manifestasi dari hablum minannas—hubungan baik antarmanusia yang harus diwujudkan dalam kerja nyata," tegas Ketua BAZNAS Jatim.

Beliau menekankan bahwa nilai-nilai halal bihalal harus bertransformasi menjadi kesalehan sosial. "Penyaluran zakat, kepedulian terhadap kemanusiaan, dan aksi nyata membantu sesama—itulah ruh sejati dari tradisi ini," sambungnya.

KH. Ali Maschan juga menyoroti isu krusial yang kini mengancam generasi muda: meningkatnya kasus depresi hingga bunuh diri akibat tekanan hidup. "Sulitnya mendapatkan pekerjaan, beban ekonomi, dan krisis mental di kalangan anak muda harus menjadi perhatian serius kita bersama. BAZNAS tidak hanya bertugas menyalurkan dana, tetapi juga harus hadir sebagai solusi atas problem kemanusiaan," jelasnya dengan penuh empati.

Secara khusus, beliau mengajak seluruh pengurus BAZNAS untuk memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan yang sering terabaikan. "Para janda tua, kaum dhuafa—mereka adalah prioritas kita. Memberikan bantuan kepada mereka adalah bentuk nyata dari nilai-nilai halal bihalal dan ajaran agama kita," tegasnya.

Kolaborasi Kemanusiaan Lintas Wilayah

Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar, turut berbagi pengalaman inspiratif tentang respons cepat lembaganya terhadap bencana. "Kami telah menghimpun donasi sekitar Rp800 juta untuk bantuan bencana di Aceh dan Sumatera, yang telah disalurkan ke Aceh Tamiang," ujarnya dengan bangga.

Menariknya, rencana awal pembangunan 120 huntara (hunian sementara) kemudian dialihkan menjadi pembangunan mushola dan masjid. "Kami mengambil keputusan ini demi pemerataan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak," jelasnya.

Zakat Menguatkan Indonesia

Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Jatim dan BAZNAS Sidoarjo dalam pengelolaan zakat yang lebih produktif dan berdampak. Keduanya sepakat bahwa filantropi Islam bukan sekadar penyaluran dana, melainkan gerakan pemberdayaan yang mampu mengangkat martabat umat.

Di tengah suasana hangat yang dipenuhi doa dan harapan, jajaran pengurus dari kedua lembaga berfoto bersama dengan senyum penuh optimisme. Pose kepalan tangan mereka seakan menyerukan: zakat adalah kekuatan, dan Indonesia akan semakin kuat dengan kerja nyata lembaga amil yang amanah.

Terima Kasih Muzakki, Terima Kasih Mustahik—Wong Cilik Iso Gumuyu.

Zakat Menguatkan Indonesia.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sidoarjo.

Lihat Daftar Rekening →