Menjemput Takdir Teduh di Segodobancang: Kisah Pak Andik dan Rumah Harapan BAZNAS
04/02/2026 | Penulis: sudrab
Before -After
Di sebuah sudut Desa Segodobancang, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, waktu seolah berjalan lebih lambat bagi Pak Andik Dwi Purnomo. Bagi pria yang hidup sebatangkara ini, setiap hari adalah perjuangan antara keterbatasan fisik sebagai penyandang disabilitas dan keinginan kuat untuk tetap berdikari. Setiap Kamis dan Jumat, saat peziarah mulai ramai mendatangi makam, Pak Andik telah bersiap dengan bakul bunganya. Menjual kembang untuk kebutuhan ziarah adalah satu-satunya tumpuan hidupnya demi menyambung napas dari hari ke hari.
Namun, selama bertahun-tahun, ada beban yang lebih berat dari sekadar mencari sesuap nasi: kondisi rumahnya. Hunian yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi Pak Andik, justru menjadi sumber kecemasan. Atap yang lapuk dan dinding yang retak membuat tidurnya tak pernah nyenyak, terutama saat musim penghujan tiba. Air yang merembes dari langit-langit seringkali memaksanya untuk berpindah-pindah mencari sudut lantai yang kering. Bagi seorang penyandang disabilitas yang hidup sendiri, memperbaiki rumah bukan sekadar persoalan biaya, tapi sebuah kemewahan yang mustahil digapai tanpa uluran tangan.
Titik Balik di Bulan Desember
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Sidoarjo hadir membawa secercah harapan. Melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), rumah Pak Andik ditetapkan sebagai sasaran renovasi pada periode pengerjaan Desember 2025. Proses transformasi pun dimulai. Bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan, pengerjaan ini adalah upaya mengembalikan martabat dan keamanan hidup bagi warga yang rentan.
Selasa, 3 Februari 2026, tepat pukul 13:37 WIB, suasana haru menyelimuti kediaman Pak Andik. Tim pelaksana dari BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin oleh Achmad Richi bersama tim teknis, hadir untuk melakukan monitoring akhir. Kunjungan ini bukan sekadar urusan administratif penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST), melainkan sebuah momen penyaksian atas perubahan hidup yang nyata.
Wajah Baru, Semangat Baru
Perbedaan antara "Sebelum" dan "Sesudah" terlihat begitu kontras. Rumah yang dulunya kusam dan rapuh kini telah berganti rupa. Dinding rumah Pak Andik sekarang berdiri kokoh dengan balutan cat hijau cerah, warna yang melambangkan kesegaran dan kehidupan baru. Tidak ada lagi bocor yang menghantui saat hujan deras. Atap yang kini rapat dan kokoh menjamin Pak Andik bisa beristirahat dengan tenang setelah seharian bekerja di area pemakaman.
Monitoring akhir ini membuktikan bahwa program RLHB tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi jangka panjang bagi kesejahteraan penerima manfaat. Dengan rumah yang layak, Pak Andik kini bisa lebih fokus menjalani aktivitas ekonominya dan menjaga kesehatannya tanpa perlu khawatir akan ancaman rumah roboh atau banjir di dalam ruangan.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS Sidoarjo telah bertransformasi menjadi perlindungan fisik bagi kaum dhuafa. Kisah Pak Andik adalah pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap keping uang yang kita zakatkan, ada doa-doa yang terkabul, ada air mata syukur yang mengalir, dan ada kehidupan yang terselamatkan. Kini, di bawah atap yang teduh, Pak Andik tidak lagi merasa sendiri dalam perjuangannya.
Berita Lainnya
Misi Kemanusiaan Amanah Masyarakat Sidoarjo: Membangun Kembali Harapan di Tanah Aceh
Satu Atap Dua Duka: BAZNAS Sidoarjo Gerak Cepat Survei Rumah Kakak-Beradik yang Nyaris Roboh di Sebani
Menyemai Kebaikan di Tepian Sungai: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Gotong Royong Membangun Rumah Ibadah yang Kokoh
Sambut Ramadhan, BAZNAS Sidoarjo Percepat Renovasi Musholla Al-Ikhlas Candi
Kolaborasi Layanan Kesehatan Bareng RSB: Membasuh Luka, Menebar Senyum di CFD
BAZNAS Sidoarjo Bangun Musholla dan Sumur Bor di Aceh Tamiang, Perkuat Ketahanan Umat Jelang Ramadhan

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
