Terima Kasih Orang Baik: Ribuan Porsi Nasi dan Donasi Natura Tersalurkan Pasca Runtuhnya Musholla Ponpes AL-Khoziny
13/10/2025 | Penulis: sudrab
Penerimaan Bantuan
SIDOARJO — “Terima kasih, orang-orang baik,” ucap Abdul Ghoni, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, dengan suara bergetar saat menyampaikan data pemanfaatan logistik Posko BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Jawa timur di Pondok Pesantren Al-Khoziny. Hal itu merupakan ungkapan tulus atas gelombang solidaritas yang mengalir deras selama sembilan hari masa tanggap darurat pasca-runtuhnya musholla ponpes pada 29 September lalu,Senin (13 /10) di kantor BAZNAS Sidoarjo
Dalam tempo kurang dari 24 jam sejak insiden, ratusan donasi natura—mulai dari beras, mie instan, nasi bungkus, hingga alat kesehatan—mengalir dari berbagai penjuru. Total tercatat 255 item donasi dengan nilai taksiran mencapai Rp159 juta. “Yang paling mengharukan, ada donatur yang datang sendiri membawa satu kresek roti dan es teh. Tak peduli jumlahnya, niat tulus itulah yang menyelamatkan hari-hari sulit kami,” kata Ghoni.
Sejak hari pertama, BAZNAS Tanggap Bencana Jawa Timur mendirikan Pos Dapur Air dan Dapur Umum di lokasi. Selama periode 29 September–7 Oktober, dapur umum berhasil memproduksi 6.000–7.000 porsi nasi bungkus yang disalurkan kepada santri, relawan, keluarga korban, serta warga sekitar. “Kami tak pernah kehabisan stok karena setiap pagi selalu ada saja truk atau motor yang datang membawa beras, telur, sayur, atau gas LPG,” tambahnya.
Donasi tidak hanya berupa makanan. Sebanyak 21 kursi roda, 10 soft cervical collar, 12 head immobilizer, dan ratusan obat-obatan juga diterima. Namun, sesuai protokol medis, seluruh alat kesehatan kini disimpan di gudang Rumah Sehat BAZNAS (RSB). “Tiga kursi roda sudah kami salurkan kepada mereka yang membutuhkan selama evakuasi. Sisanya siap digunakan jika ada kebutuhanpemanfaatan sesuai arahan dan ketentuan berlaku,” jelas Ghoni.
Pada 7 Oktober, seluruh sisa logistik non-medis diserahkan langsung kepada pengurus Ponpes Al-Khoziny dan sebagian kecil diberikan kepada relawan santri dari Pondok Pesantren Panji. “Mereka yang membantu tanpa pamrih juga layak mendapat apresiasi,” ujarnya.
Ghoni menekankan, keberhasilan respons kemanusiaan ini adalah bukti nyata bahwa krisis justru mempertemukan hati-hati yang peduli**. “Dari TNI, Bhayangkari, alumni, masjid, hingga ‘Hamba Allah’ yang tak ingin disebut namanya—semua punya andil. Inilah Indonesia yang sesungguhnya: gotong royong dalam laku nyata.”
Di tengah reruntuhan musholla yang masih menunggu rekonstruksi, semangat kebersamaan justru bangkit lebih kokoh. Dan di balik setiap porsi nasi, setiap dus air mineral, dan setiap doa yang menyertainya, ada ribuan “orang baik” yang menjadi pahlawan tanpa jubah.
Berita Lainnya
Membasuh Luka Sumatra: Ikhtiar Kemanusiaan dari Gerbang SMPN 2 Taman
Wujud Kepedulian, Ahli Gizi Sidoarjo Kirimkan Nutrisi Kemanusiaan untuk Sumatera
Semangat Juang Tak Pernah Padam: LVRI Sidoarjo Titipkan Harapan untuk Penyintas Bencana Sumatra
Ketulusan dari Ujung Jari Santri: Doa dan Infak untuk Sumatra dari Sidoarjo
Saat Segelas Es Teh Menjadi Jembatan Kebaikan untuk Sumatera dan Aceh
Teladan dari Tulangan: SDN Kepadangan Ajarkan Makna Solidaritas untuk Korban Bencana

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
