Membangun Kembali Peradaban: Misi Kemanusiaan BAZNAS Sidoarjo untuk "Desa yang Hilang" di Aceh
02/02/2026 | Penulis: sudrab
infografik
SIDOARJO – Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh telah meninggalkan duka mendalam, menyapu bersih pemukiman hingga beberapa wilayah dinyatakan sebagai "Desa yang Hilang". Di tengah reruntuhan yang hanya menyisakan pondasi rumah dan fasilitas umum yang hilang total, masyarakat Sidoarjo melalui BAZNAS Kabupaten Sidoarjo bergerak membawa secercah harapan untuk membangun kembali peradaban di sana.
Memulihkan Pusat Kehidupan yang Runtuh
Melalui dana amanah masyarakat Sidoarjo sebesar Rp744.000.000, program ini berfokus pada pemulihan fisik jangka panjang dan ketahanan pangan. Fokus utama konstruksi menyasar pada tiga titik pusat kehidupan masyarakat:
- Musholla Pajak (Aceh Tamiang): Pembangunan baru ukuran 8x9 meter di atas sisa pondasi yang hancur.
- Musholla Desa Gunci (Aceh Utara): Pembangunan di area relokasi (HUNTAP) untuk melayani 86 KK atau sekitar 322 jiwa.
- Masjid At Taqarub (Aceh Utara): Membangun kembali masjid di Gampong Riseh Teungoh yang sebelumnya hilang terbawa arus.
Untuk menjamin keberlangsungan fungsi rumah ibadah tanpa bergantung pada infrastruktur yang masih rusak, tiap lokasi akan dilengkapi dengan fasilitas kemandirian berupa paket Panel Surya dan Sumur Bor. Spesifikasi material pun dipilih dengan standar kualitas tinggi, menggunakan struktur pipa 3 inci, besi siku, dan atap seng galvanum yang tahan cuaca untuk memastikan keamanan jamaah.
Pemberdayaan Melalui Dapur Umum Ramadhan Swadaya
Selain pembangunan fisik, BAZNAS Sidoarjo mengalokasikan Rp300.000.000 untuk program Dapur Umum Ramadhan Swadaya. Program ini dirancang dengan konsep swadaya, di mana warga lokal secara mandiri mengelola dapur umum untuk menyediakan kebutuhan buka puasa bagi 100 jamaah per hari di setiap lokasi.
Selain memastikan warga terdampak dapat beribadah dengan tenang, program ini juga bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan menggerakkan roda ekonomi lokal menjelang bulan suci Ramadhan.
Agenda Pelaksanaan Lapangan
Misi kemanusiaan ini dijadwalkan secara sistematis agar target operasional penuh dapat tercapai pada 1 Ramadhan 1447 H. Berikut adalah linimasa aksi tim di lapangan:
- 2 Februari 2026: Finalisasi survei lapangan dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) oleh tim advice BAZNAS RI.
- 4 Februari 2026: Pemberangkatan resmi tim teknis menuju lokasi terdampak di Aceh.
- 5 Februari 2026: Pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama di lokasi pembangunan.
Tim pelaksana yang terdiri dari staf BAZNAS Sidoarjo dan relawan akan bertugas intensif untuk melakukan verifikasi fisik material konstruksi, instalasi energi mandiri, serta rekrutmen relawan lokal untuk manajemen dapur umum. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen kemanusiaan yang luhur dalam membantu sesama melintasi jarak.
Zakat Menguatkan Indonesia
Artikel Lainnya
Nisfu Syaban 2026: Momentum Penguatan Jiwa Menuju Ramadhan Tangguh
Perjalanan Amil BAZNAS Sidoarjo: Menyentuh Hati di Balik Senyum yang Tak Pernah Berbicara
Resiliensi dan Restorasi: Jejak Filantropi BAZNAS Sidoarjo dalam Membangun Kembali Harapan di Tahun 2025
Memaknai Zakat Lebih Dalam: Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Jalan Menuju Berkah
Maulid Nabi: Manifestasi Cinta dalam Sedekah dan Kebajikan
Merdekakan Hartamu Dengan Berzakat

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
