Dari Hafalan Yasin hingga Kaus Simbol Perjuangan
02/02/2026 | Penulis: sudrab
Pemberian cindera mata
SIDOARJO – Ada banyak cara untuk merayakan kemanusiaan, dan BAZNAS Sidoarjo memilih cara yang menyentuh hati dalam gelaran CFD di Alun-Alun Sidoarjo, Minggu (1/2). Di balik angka-angka statistik layanan kesehatan, terselip kisah-kisah humanis yang mewarnai setiap sudut booth putih berukuran $3 imes 5$ meter tersebut. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika spiritualitas bertemu dengan apresiasi di tengah keramaian publik.
Seorang ibu bernama Maria Magdalena, pengunjung CFD dengan pakaian kuning mencolok, tiba-tiba menarik perhatian petugas. Dengan penuh ketenangan, ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dari Surat Yasin ayat 1-6. Suaranya yang merdu dan hafalannya yang lancar seolah memberikan jeda sejenak dari hiruk pikuk suara musik senam di sekitarnya. Mas Salman, salah satu petugas BAZNAS, menyambut aksi ini dengan rasa kagum. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan religiusitas Ibu Maria, BAZNAS memberikan sebuah kaus hitam eksklusif bertuliskan "Zakat Menguatkan Indonesia".
Kejadian unik ini menjadi simbol bagaimana BAZNAS membangun hubungan personal dengan masyarakat. "Ini bukan sekadar hadiah kaus, tapi simbol bahwa kami menghargai setiap napas kebaikan yang ada di masyarakat," ungkap salah satu petugas. Ibu Maria pun tampak bangga membentangkan kausnya di hadapan kamera, sebuah gestur sederhana yang menunjukkan kedekatan lembaga filantropi ini dengan warga kecil.
Kegembiraan di booth BAZNAS semakin lengkap saat Staf Ahli Bupati Sidoarjo Bidang Kesra, Bapak M. Khudhori, mampir untuk meninjau kegiatan. Beliau yang juga mantan Kabag Kesra ini memberikan pujian tulus atas inovasi layanan jemput bola ini. "Luar biasa, patut diberikan apresiasi partisipasi BAZNAS pada acara CFD ini, memberikan manfaat langsung melayani masyarakat ini," ungkapnya. Dukungan dari tokoh pemerintah ini memberikan energi tambahan bagi tim BAZNAS untuk terus bergerak melayani umat.
Serba-serbi kegiatan ini ditutup dengan aksi sigap petugas yang mulai membongkar tenda tepat pukul 09.00 WIB. Meski acara telah berakhir, jejak kebaikan telah tertinggal di hati 106 penerima manfaat kesehatan dan warga seperti Ibu Maria. CFD hari itu bukan hanya soal olahraga fisik, tetapi juga tentang olahraga hati—melatih empati dan memperkuat ikatan sosial. Melalui interaksi yang hangat dan penuh senyum, BAZNAS Sidoarjo sukses membuktikan bahwa dengan zakat, Indonesia memang menjadi lebih kuat, lebih sehat, dan lebih bermartabat.
Berita Lainnya
Di Balik Puing Bakungtemenggungan: Merajut Kembali Atap yang Runtuh Melalui Gotong Royong
Zakat Menguatkan Asa di Porong: Saat Sembilan Siswa MTs Ma’arif Pamotan Menjemput Mimpi
Memuliakan Harapan di Kedungsolo: Langkah Awal Menuju Ramadhan Tangguh
HARAPAN BARU DI BALIK DINDING HIJAU MUDA: ZAKAT MENGUATKAN INDONESIA
Menenun Harapan di Atas Lantai Tanah: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Ramadhan Tangguh Melalui Program RLHB
BAZNAS Sidoarjo: Menyambung Asa di Tepian Saluran Irigasi

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
