BAZNAS Sidoarjo: Menyambung Asa di Tepian Saluran Irigasi
02/02/2026 | Penulis: sudrab
Penyaluran Bantuan
SIDOARJO – Di bawah naungan atap yang kian rapuh di kawasan Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, seorang lansia bernama Ibu Sainem (66) terus berjuang melawan sunyi dan keterbatasan. Di usianya yang sudah senja, ia harus bertahan hidup sebatang kara di sebuah gubuk yang berdiri di atas tanah irigasi. Kesehariannya dihabiskan dengan memetik kembang turi, sebuah ikhtiar sederhana demi menyambung nyawa dari hari ke hari.
Merespons kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat melakukan aksi kemanusiaan. Pada Senin (2/2), tim BAZNAS bersama Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Kasipah, meninjau langsung kediaman Ibu Sainem untuk menyalurkan bantuan biaya hidup sekaligus memberikan dukungan moral bagi warga yang tinggal di wilayah terpencil tersebut.
Penyaluran bantuan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan wujud nyata dari kehadiran negara dan lembaga filantropi bagi masyarakat rentan. Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi hunian Ibu Sainem sangat memprihatinkan dengan struktur bangunan yang tak lagi kokoh, mencerminkan beratnya beban hidup yang ia pikul sendiri tanpa sanak saudara.
Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Kasipah, yang hadir di lokasi, mengungkapkan rasa empati yang mendalam saat berdialog langsung dengan Ibu Sainem. Menurutnya, sinergi antara legislatif dan lembaga zakat sangat krusial untuk menjangkau warga yang berada di garis kemiskinan ekstrem.
"Melihat kondisi Ibu Sainem yang hidup dalam keterbatasan di tepian saluran irigasi ini, hati kita tentu tergetar. Beliau adalah potret warga yang harus menjadi prioritas perhatian kita. Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa beliau tidak berjuang sendirian dan hak-hak dasarnya sebagai lansia dapat sedikit terbantu melalui sinergi kemanusiaan ini," ungkap Kasipah dengan nada penuh haru.
Langkah ini merupakan bagian dari program distribusi berkelanjutan yang dikelola oleh BAZNAS Sidoarjo. Lembaga ini terus berkomitmen untuk mentransformasikan dana zakat, infak, dan sedekah menjadi solusi nyata bagi permasalahan sosial di akar rumput.
M. Shofwan, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal dari proses pendampingan terhadap Ibu Sainem. Pihaknya melakukan asesmen menyeluruh untuk menentukan langkah terbaik bagi keberlangsungan hidup sang lansia ke depan.
"Tugas kami adalah memastikan amanah masyarakat sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti Ibu Sainem. Beliau tidak lagi memiliki kekuatan fisik yang prima untuk bekerja keras, sehingga bantuan biaya hidup ini diharapkan dapat meringankan beban harian beliau. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi beliau bersama perangkat desa setempat," jelas M. Shofwan.
Kegiatan distribusi ini turut dihadiri oleh perangkat desa, serta ketua RT dan RW setempat yang membantu proses validasi data di lapangan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian kolektif menjadi kunci utama dalam merajut kembali harapan bagi warga yang selama ini luput dari perhatian.
Melalui bantuan ini, Ibu Sainem kini tidak lagi memandang hari esok dengan rasa cemas yang sama. Secercah harapan kini hadir di tepian saluran irigasi Tambak Kalisogo, membuktikan bahwa hangatnya kedermawanan masyarakat Sidoarjo masih mengalir kuat bagi mereka yang membutuhkan.
Berita Lainnya
Satu Atap Dua Duka: BAZNAS Sidoarjo Gerak Cepat Survei Rumah Kakak-Beradik yang Nyaris Roboh di Sebani
Kolaborasi Layanan Kesehatan Bareng RSB: Membasuh Luka, Menebar Senyum di CFD
Dari Hafalan Yasin hingga Kaus Simbol Perjuangan
Lansia di Lemujut Bertahan di Bawah Atap Lapuk, BAZNAS Sidoarjo Agendakan untuk di Rehab
HARAPAN BARU KELUARGA: DARI RUMAH SEDERHANA KE RUMAH LAYAK HUNI BERKAT ZAKAT BAZNAS
Di Balik Puing Bakungtemenggungan: Merajut Kembali Atap yang Runtuh Melalui Gotong Royong

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
