WhatsApp Icon
Membuka Pintu Masa Depan: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Dukungan Pendidikan di SDN Klurak

SIDOARJO – Investasi terbaik bagi sebuah bangsa tidak selalu berupa infrastruktur fisik, melainkan melalui jaminan keberlanjutan pendidikan bagi generasi mudanya. Semangat inilah yang dibawa oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo saat menyambangi SDN Klurak, Kecamatan Candi, pada Rabu (25/2/2026). Melalui kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan biaya pendidikan bagi para siswa yang memiliki cita-cita besar namun terkendala keterbatasan ekonomi keluarga.

Tepat pukul 10.00 WIB, suasana hangat menyelimuti SDN Klurak saat tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Sofwan dan Syukron In’am, tiba di lokasi. Kedatangan mereka bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk memastikan bahwa anak-anak di Desa Klurak tidak ada yang terpaksa menanggalkan seragam sekolahnya karena alasan biaya.

Berdasarkan hasil asesmen mendalam yang dilakukan tim lapangan, terdapat 8 siswa di SDN Klurak yang masuk dalam kriteria penerima manfaat. Mereka berasal dari keluarga prasejahtera yang sedang berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penyaluran bantuan biaya pendidikan ini diharapkan menjadi "napas baru" bagi para orang tua siswa, sehingga fokus anak-anak kembali sepenuhnya pada buku dan prestasi, bukan pada kecemasan akan biaya operasional sekolah.

Dilihat dari perspektif Social Return on Investment (SROI), dukungan yang diberikan BAZNAS Sidoarjo ini memiliki nilai manfaat yang berlipat ganda. Secara jangka pendek, bantuan ini memenuhi kebutuhan mendesak siswa. Namun, secara jangka panjang, zakat yang disalurkan berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang mencegah degradasi kualitas SDM di tingkat lokal. Dengan tetap bersekolah, anak-anak ini memiliki peluang lebih besar untuk memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka di masa depan. Setiap rupiah zakat yang ditunaikan oleh para muzakki bertransformasi menjadi investasi intelektual dan moral yang akan menguatkan struktur sosial masyarakat Sidoarjo.

Sinergi antara sekolah, pemerintah, dan lembaga amil zakat seperti BAZNAS menjadi kunci keberhasilan program ini. Tim BAZNAS menyadari bahwa kehadiran mereka adalah perpanjangan tangan dari kebaikan hati para donatur yang ingin melihat Indonesia lebih kuat melalui tangan-tangan cerdas anak-anak daerah.

"Pendidikan adalah fondasi utama dari kemandirian umat. Kami di BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus hadir di tengah-tengah sekolah seperti SDN Klurak ini untuk memastikan zakat hadir sebagai solusi nyata. Kami ingin anak-anak kita merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam merajut mimpi," ujar Syukron In’am, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, di sela-sela kegiatan.

Penyaluran di SDN Klurak ini menambah deretan aksi nyata BAZNAS Sidoarjo dalam mendistribusikan manfaat zakat secara transparan dan tepat sasaran. Dengan semangat gotong royong, BAZNAS terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menguatkan sesama melalui zakat, karena dari zakatlah kekuatan Indonesia dimulai.


Mari Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui:

  • Saluran Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id/bayarzakat
  • Transfer Rekening Bank (A.N Baznas Sidoarjo):
    • Bank Jatim: 0261011522
    • BCA: 8292799992
    • BSI: 7135558887
    • Bank Jatim Syariah: 6202222069
    • BPR Bank Delta Artha: 10110108490

 

25/02/2026 | Kontributor: sudrab
Sinergi Religi dan Edukasi: BAZNAS Sidoarjo Bantu Pembangunan Mushola SDN Candi 1

SIDOARJO – BAZNAS Sidoarjo juga menaruh perhatian besar pada sarana prasarana penunjang karakter siswa. Hal ini dibuktikan dengan penyaluran bantuan partisipasi untuk renovasi Mushola SDN Candi 1, Kecamatan Candi pada Rabu (25/2/2026).

Dukungan ini diberikan untuk menunjang kenyamanan ibadah dan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan bagi siswa dan guru. Fasilitas ibadah yang memadai di sekolah diharapkan menjadi pusat pembentukan akhlak mulia bagi generasi muda.

Investasi sosial (SROI) dari dukungan sarana ibadah ini sangat luas. Mushola yang layak akan menjadi laboratorium karakter yang membentuk etika siswa, yang merupakan komponen tak terpisahkan dari kualitas pendidikan nasional di masa depan.

"Mushola adalah jantung karakter sekolah. BAZNAS Sidoarjo hadir memberikan dukungan partisipasi agar sarana ibadah di SDN Candi 1 lebih optimal fungsinya. Inilah esensi dari Zakat Menguatkan Indonesia," pungkas perwakilan BAZNAS Sidoarjo.

Saluran Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id/bayarzakat

Transfer Rekening Bank: Bank Jatim 0261011522 | BCA 8292799992 | BSI 7135558887 | Bank Jatim Syariah 6202222069 | BPR Bank Delta Artha 10110108490 (A.N Baznas Sidoarjo)

 

 

25/02/2026 | Kontributor: sudrab
Merajut Mimpi di SDN Gelam 1 Bersama BAZNAS Sidoarjo

SIDOARJO – Langkah nyata mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan terus diupayakan BAZNAS Sidoarjo. Sebanyak 10 siswa di SDN Gelam 1, Kecamatan Candi, menerima bantuan biaya pendidikan sebagai bentuk kepedulian umat pada Rabu (25/2/2026).

Penyaluran dukungan pendidikan ini diserahkan oleh petugas pelaksana kepada siswa yang membutuhkan. Momen ini menjadi secercah harapan bagi para wali murid agar putra-putri mereka tetap bisa mengenyam pendidikan dasar dengan layak.

Secara strategis, bantuan ini meningkatkan social value zakat di mata masyarakat Gelam. Dengan membantu keberlanjutan sekolah 10 siswa, BAZNAS telah menanam investasi jangka panjang dalam menciptakan komunitas yang lebih berdaya di masa depan melalui pendidikan.

"Program ini bukan sekadar bantuan biaya, tapi memberi harapan. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen mendampingi anak-anak hebat dari keluarga dhuafa agar mereka berani bermimpi setinggi langit," ujar Syukron In’am.

Saluran Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id/bayarzakat

Transfer Rekening Bank: Bank Jatim 0261011522 | BCA 8292799992 | BSI 7135558887 | Bank Jatim Syariah 6202222069 | BPR Bank Delta Artha 10110108490 (A.N Baznas Sidoarjo)

25/02/2026 | Kontributor: sudrab
Peduli Pendidikan, BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan di SDN Bligo

SIDOARJO – Akselerasi program pendidikan dhuafa terus digencarkan oleh BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Pada Rabu siang (25/2/2026), SDN Bligo, Kecamatan Candi, menjadi lokasi distribusi bantuan pendidikan bagi 10 siswa terpilih dari keluarga prasejahtera.

Tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo menyerahkan dukungan biaya pendidikan bagi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi namun terkendala secara finansial. Verifikasi dilakukan secara faktual agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang tepat.

Melalui pendekatan SROI, bantuan ini diproyeksikan memberikan pengembalian sosial berupa peningkatan taraf literasi di Desa Bligo. Zakat memberikan pengakuan sosial bagi anak-anak kurang mampu agar mereka tetap percaya diri dan fokus pada prestasi di lingkungan sekolah.

"Bantuan di SDN Bligo ini adalah amanah para muzakki. Kami berharap dukungan ini menguatkan semangat belajar anak-anak, sehingga zakat benar-benar menjadi fondasi kemandirian keluarga mereka," tutur M. Sofwan.

Saluran Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id/bayarzakat

Transfer Rekening Bank: Bank Jatim 0261011522 | BCA 8292799992 | BSI 7135558887 | Bank Jatim Syariah 6202222069 | BPR Bank Delta Artha 10110108490 (A.N Baznas Sidoarjo)

25/02/2026 | Kontributor: sudrab
Investasi Masa Depan: 10 Siswa SDN Balonggabus Terima Bantuan BAZNAS Sidoarjo

SIDOARJO – Keberlanjutan pendidikan menjadi fokus utama BAZNAS Sidoarjo dalam mendistribusikan dana umat. Bertempat di SDN Balonggabus, Kecamatan Candi, BAZNAS menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada 10 siswa yang membutuhkan pada Rabu (25/2/2026).

Program ini merupakan implementasi dari visi memberdayakan mustahik melalui pendidikan berkualitas. Dana stimulan yang diberikan diharapkan dapat menunjang segala kelancaran studi para siswa hingga tuntas.

Dampak sosial (SROI) dari bantuan ini sangat signifikan. Zakat yang disalurkan berfungsi sebagai "modal pintar" yang mencegah potensi putus sekolah akibat tekanan ekonomi keluarga, sehingga anak-anak tidak terpaksa berhenti belajar untuk bekerja.

"Kami ingin zakat benar-benar menjadi pilar kekuatan. Di SDN Balonggabus, bantuan ini adalah bentuk kehadiran negara dan agama melalui BAZNAS untuk menjaga masa depan generasi penerus bangsa," ungkap Syukron In’am.

Saluran Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id/bayarzakat

Transfer Rekening Bank: Bank Jatim 0261011522 | BCA 8292799992 | BSI 7135558887 | Bank Jatim Syariah 6202222069 | BPR Bank Delta Artha 10110108490 (A.N Baznas Sidoarjo)

25/02/2026 | Kontributor: sudrab

Berita Terbaru

Senyum Pendidikan di SMP Sunan Ampel: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Memutus Rantai Putus Sekolah
Senyum Pendidikan di SMP Sunan Ampel: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Memutus Rantai Putus Sekolah
Sidoarjo – Pendidikan adalah hak dasar yang seringkali terbentur oleh dinding ekonomi. Pada Senin (23/02/2026), BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melalui program "Ramadhan Tangguh 1447 H" mendatangi SMP Sunan Ampel yang berlokasi di Jl. Raya Kesambi, Kecamatan Porong. Kedatangan tim BAZNAS bertujuan untuk mendistribusikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa-siswi yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis BAZNAS untuk memastikan bahwa tidak ada siswa di Sidoarjo yang harus berhenti sekolah karena terkendala biaya. Dalam suasana penuh kekeluargaan, bantuan diserahkan untuk membantu meringankan beban orang tua siswa, terutama menjelang bulan suci Ramadhan di mana kebutuhan pokok biasanya meningkat. M. Ilhamuddin, Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, memimpin langsung pendistribusian ini. Ia berbincang dengan para siswa dan memberikan motivasi agar mereka tetap fokus belajar meski berada di tengah keterbatasan ekonomi. Baginya, bantuan ini adalah jembatan bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih cerah. "Zakat menguatkan Indonesia bukan hanya sekadar slogan. Di SMP Sunan Ampel ini, kita melihat langsung bagaimana zakat mampu memberikan harapan baru. Bantuan biaya pendidikan ini adalah investasi jangka panjang. Kami ingin anak-anak di Porong ini tetap tangguh bersekolah dan kelak menjadi muzaki-muzaki baru yang bermanfaat bagi sesama," tegas M. Ilhamuddin, Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo. Program ini diharapkan mampu memberikan ketenangan batin bagi para orang tua, sehingga mereka dapat menyambut bulan suci dengan hati yang lapang tanpa harus terbebani biaya tunggakan sekolah anak-anak mereka. Keutamaan bulan Ramadhan adalah saat di mana pintu langit dibuka lebar dan setiap amal kebaikan, termasuk sedekah, akan mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda. Mari tebar kebaikan melalui zakat dan sedekah untuk menguatkan saudara-saudara kita yang membutuhkan.
BERITA23/02/2026 | sudrab
Menanam Harapan di TK Darussalam: BAZNAS Sidoarjo Perkokoh Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Menanam Harapan di TK Darussalam: BAZNAS Sidoarjo Perkokoh Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
SIDOARJO – Pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama dalam mencetak generasi emas bangsa. Menyadari hal tersebut, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo hadir di tengah masyarakat Desa Kesambi, Kecamatan Porong, untuk menyalurkan bantuan sarana dan prasarana bagi TK Darussalam yang terletak di Jl. Mindi, Senin (23/02/2026). Bantuan ini bukan sekadar material bangunan atau alat peraga, melainkan wujud nyata dari kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia". Di tengah persiapan menyambut Ramadhan Tangguh 1447 H, perbaikan fasilitas pendidikan menjadi prioritas agar anak-anak dapat belajar dengan layak, aman, dan nyaman. Lingkungan sekolah yang memadai diharapkan mampu memantik kreativitas anak-anak sejak dini. Hadir langsung dalam prosesi penyerahan bantuan, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, M. Ilhamuddin, menyampaikan bahwa setiap rupiah zakat yang dititipkan melalui BAZNAS memiliki dampak domino yang luar biasa bagi pembangunan SDM di pelosok desa. Ia melihat langsung bagaimana antusiasme guru dan wali murid menyambut bantuan yang sudah lama dinantikan ini. "Kami hadir di TK Darussalam sebagai bentuk tanggung jawab amanah muzaki. Fasilitas yang baik adalah hak anak-anak kita. Dengan sarana yang memadai, kita sedang memastikan bahwa tunas-tunas bangsa di Desa Kesambi ini tumbuh di lingkungan yang mendukung cita-cita mereka. Zakat benar-benar menjadi pilar yang menguatkan pendidikan kita," ujar M. Ilhamuddin, Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan lainnya untuk terus berbenah. BAZNAS berkomitmen untuk terus menyisir wilayah-wilayah yang membutuhkan sentuhan perbaikan sarana pendidikan agar tidak ada lagi anak Sidoarjo yang harus belajar di bawah atap yang rapuh. Mari kita jemput keberkahan Ramadhan 1447 H yang sebentar lagi tiba. Ingatlah bahwa sedekah di bulan suci akan dilipatgandakan pahalanya tanpa batas. Jadikan zakat Anda sebagai jalan kebaikan yang tak terputus untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
BERITA23/02/2026 | sudrab
Tinjau RTLH di Sedati, BAZNAS Sidoarjo Sinergi dengan Pemkab Pastikan Hunian Layak Pasca Lebaran
Tinjau RTLH di Sedati, BAZNAS Sidoarjo Sinergi dengan Pemkab Pastikan Hunian Layak Pasca Lebaran
SIDOARJO – Kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat kembali ditegaskan melalui aksi nyata di ujung pekan. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kediaman Subakin (60), seorang warga di Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH), Minggu (22/2). Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret kolaborasi lintas sektor. Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Andono dan Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), bersama jajaran Dinas Sosial serta perangkat desa setempat. Kondisi rumah Subakin memang memprihatinkan. Atap kayu yang telah lapuk dimakan rayap tampak mengancam keselamatan keluarga yang sehari-hari bertahan di bawahnya. Menanggapi hal tersebut, Bupati Subandi menginstruksikan percepatan renovasi dengan standar hunian yang lebih sehat. "Atap yang lapuk akan kita ganti dengan rangka baja ringan agar kokoh. Plafon dan lantai keramik juga akan dipasang supaya lebih bersih dan nyaman. Kami targetkan pengerjaan dimulai segera setelah Lebaran nanti," ujar Subandi. Zakat Menguatkan Indonesia Dalam ekosistem filantropi di Sidoarjo, BAZNAS memainkan peran krusial sebagai jembatan kemanusiaan. Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar atau yang akrab disapa Gus Jazuk, menegaskan bahwa bantuan RTLH ini merupakan manifestasi dari kepercayaan muzakki (pembayar zakat), terutama para ASN dan anggota DPRD, yang dikelola untuk kemaslahatan umat. "Melihat kondisi Pak Subakin, BAZNAS hadir untuk memastikan bahwa tidak ada warga Sidoarjo yang merasa sendirian dalam kesulitannya. Melalui semangat Zakat Menguatkan Indonesia, kami bergerak bersama Pemerintah Kabupaten untuk mengubah duka menjadi harapan. Zakat yang ditunaikan masyarakat adalah instrumen utama dalam memuliakan harkat hidup sesama, terutama melalui perbaikan hunian yang layak," tegas Gus Jazuk di sela-sela peninjauan. Menuju Ramadhan Tangguh Gus Jazuk juga menambahkan bahwa momentum ini sangat tepat menyambut bulan suci. Dengan dimulainya pengerjaan pasca Lebaran, diharapkan keluarga penerima manfaat dapat merasakan keberkahan yang berkelanjutan. "Ini adalah bagian dari kampanye Ramadhan Tangguh. Kita ingin masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi memiliki ketangguhan fisik dan mental. Rumah yang layak adalah fondasi awal agar sebuah keluarga bisa beribadah dengan tenang dan hidup lebih produktif," imbuhnya dengan nada empati. Di sisi lain, Subakin yang bekerja serabutan tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, kunjungan orang nomor satu di Sidoarjo bersama rombongan BAZNAS adalah jawaban atas doa-doanya selama ini. "Saya dan keluarga sangat berterima kasih. Setiap hujan kami selalu khawatir atapnya ambruk. Terima kasih Bapak Bupati dan BAZNAS yang sudah peduli dengan kondisi kami," ungkap Subakin lirih. Sinergi antara APBD, bantuan pusat, dan dana zakat yang dikelola BAZNAS terbukti menjadi formula efektif dalam menangani masalah kemiskinan ekstrem di Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus turun ke lapangan guna memastikan pelayanan maksimal menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan.
BERITA22/02/2026 | sudrab
Dapur Kasih di desa babo, Merawat Asa di Aceh Tamiang
Dapur Kasih di desa babo, Merawat Asa di Aceh Tamiang
Sidoarjo – Aroma gurih nasi hangat dan kesegaran sop buah menyeruak dari sebuah tenda sederhana di depan Musholla Pasar, Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Lokasi ini telah bertransformasi menjadi "Posko Kebaikan" BAZNAS Sidoarjo bagi warga penyintas di wilayah Aceh Tamiang. Di sini, narasi kedermawanan ditulis melalui setiap sendok makanan yang disiapkan oleh tim "chef" lokal. Sejak siang hari, kesibukan telah nampak. Dapur umum ini dikelola secara mandiri oleh warga setempat dengan dukungan penuh dari BAZNAS Sidoarjo. Menu yang disajikan tidak sembarangan; mereka memastikan gizi dan rasa tetap terjaga demi memberikan semangat bagi para penyintas. Nasi yang hangat dan es buah yang manis menjadi primadona yang paling dinanti saat azan berkumandang. Warga datang silih berganti. Ada yang memilih membawa pulang paket tersebut untuk dinikmati bersama keluarga di rumah, namun banyak pula yang memilih berbuka di pelataran musholla, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat. Kehadiran kegiatan ini di Desa Babo menjadi bukti bahwa zakat mampu dikonversi menjadi bantuan yang sangat manusiawi dan memberdayakan. Kampanye #ZakatMenguatkanIndonesia melalui program Ramadhan Tangguh ini benar-benar menyentuh sisi emosional masyarakat. Bagi warga Aceh Tamiang, bantuan ini adalah suntikan moral yang luar biasa. Bahwa di kejauhan sana, ada masyarakat Sidoarjo yang peduli dan mau berbagi beban. Momen berbuka di Musholla Pasarbabu bukan lagi soal duka pasca-bencana, melainkan tentang harapan yang kembali tumbuh berkat kepedulian sesama. Kehadiran dapur umum memberikan dampak ekonomi sirkular yang nyata bagi Desa Babo. Dengan bahan baku yang sebagian besar diserap dari pasar lokal dan pelibatan warga sebagai juru masak, dana zakat dari Sidoarjo berputar langsung di dalam desa, menstimulasi daya beli masyarakat setempat. Dampak dari program ini nampak pada peningkatan kesejahteraan kolektif dan efikasi diri para penyintas; mereka tidak lagi dipandang sebagai objek bantuan yang pasif, melainkan subjek yang berdaya dalam mengelola bantuan untuk komunitasnya sendiri, mengubah rasa putus asa menjadi kemauan kolektif untuk bangkit
BERITA22/02/2026 | sudrab
Geliat Relawan di Gampoeng Gunci, Antar Amanah Hingga Pelosok
Geliat Relawan di Gampoeng Gunci, Antar Amanah Hingga Pelosok
Sidoarjo – Debu jalanan dan teriknya matahari tak menyurutkan semangat tim relawan BAZNAS di Gampoeng (Desa) Gunci. Ketika matahari mulai condong ke barat, sebuah mobil distribusi dengan spanduk bertuliskan "100+ Paket Buka Puasa/Hari" mulai memasuki kawasan pemukiman. Di atas bak mobil, para relawan berseragam oranye khas BAZNAS tampak sigap menurunkan kantong-kantong besar berisi makanan siap saji. Distribusi di Gampoeng Gunci ini menggambarkan semangat gerak cepat dan ketepatan sasaran. Berbeda dengan suasana tenang di masjid, di sini suasana terasa lebih dinamis. Ibu-ibu berhijab dan anak-anak kecil mengantre dengan tertib di sisi kendaraan. Senyum merekah saat tangan-tangan mungil menerima paket makanan yang masih hangat. Program ini menjadi bagian dari wujudkan Ramadhan Tangguh yang diinisiasi BAZNAS Sidoarjo. Fokusnya jelas: memastikan tidak ada penyintas yang merasa sendirian dalam menjalankan ibadah puasa di tengah keterbatasan. Keterlibatan relawan lokal sebagai tim logistik memastikan bahwa setiap paket sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan. "Melihat ketertiban warga saat mengantre adalah cermin dari ketangguhan mereka. Kami di sini hanya perantara dari cinta masyarakat Sidoarjo," ungkap seorang relawan sambil menyerahkan paket. Geliat distribusi di Gampoeng Gunci membuktikan bahwa #ZakatMenguatkanIndonesia bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang menyentuh akar rumput, menghubungkan tangan yang memberi di Jawa Timur dengan tangan yang menerima di ujung Sumatera. Efek pengganda (multiplier effect) dari distribusi ini sangat terasa pada penguatan logistik lokal dan pemberdayaan relawan. Dengan melibatkan tenaga lokal dalam distribusi, program ini membangun kapasitas manajemen bencana di tingkat desa yang lebih tangguh. Kepercayaan publik yang terbangun melalui ketepatan sasaran bantuan ini menciptakan modal sosial yang kuat; warga tidak hanya merasa dibantu secara materi, tetapi juga merasa diakui keberadaannya. Hal ini meningkatkan kohesi sosial dan semangat gotong royong antarwarga yang menjadi fondasi utama dalam percepatan pemulihan trauma (trauma healing) di tingkat akar rumput.
BERITA22/02/2026 | sudrab
Kehangatan dari Sidoarjo di Kampung Riseh
Kehangatan dari Sidoarjo di Kampung Riseh
Sidoarjo – Di bawah naungan atap kayu, Kampung Riseh Tengah Kecamatan Sawang Aceh Utara, sebuah pemandangan syahdu tersaji setiap sore menjelang kumandang azan Magrib. Masjid yang kokoh berdiri dengan arsitektur kayu tradisional ini menjadi saksi bisu betapa jarak ribuan kilometer antara Sidoarjo dan Aceh Utara tidak menjadi penghalang bagi aliran kebaikan. Melalui program "Ramadhan Tangguh", BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menghadirkan 150 lebih paket buka puasa setiap harinya bagi warga penyintas. Suasana terasa begitu bersahaja namun sarat makna. Barisan panjang warga—dari kakek yang telah memutih rambutnya hingga anak-anak dengan wajah ceria—duduk bersila di atas lantai kayu yang mengilap. Di hadapan mereka, tersaji hidangan istimewa: ikan bakar khas lokal yang aromanya menggugah selera, didampingi gelas-gelas minuman yang tertata rapi. Di sudut ruangan, spanduk putih bertuliskan "BAZNAS KAB. SIDOARJO Menyediakan GRATIS 150+ Paket Buka Puasa/Hari" bukan sekadar penanda program, melainkan simbol persaudaraan. Bagi masyarakat penyintas, momen ini melampaui sekadar urusan mengisi perut. Ini adalah tentang memulihkan martabat dan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat interaksi sosial pasca-bencana. "Zakat yang dititipkan oleh para muzakki di Sidoarjo telah menjelma menjadi energi yang menguatkan saudara-saudara kita di sini," ujar salah satu koordinator lapangan. Dalam heningnya penantian berbuka, ada doa-doa yang dipanjatkan untuk kebaikan warga Sidoarjo. Inilah esensi dari #ZakatMenguatkanIndonesia, di mana satu tarikan napas kepedulian mampu memberikan ketenangan bagi mereka yang sedang berjuang bangkit dari masa sulit. Dampak dari program ini melampaui sekadar pemenuhan nutrisi harian. Secara sosial, inisiatif ini berhasil mereaktivasi Masjid At Taqarrub sebagai pusat resiliensi komunitas, di mana warga kembali merasa memiliki ruang aman untuk saling menguatkan. Secara ekonomi, penyediaan paket buka puasa ini telah mengurangi beban pengeluaran harian rumah tangga penyintas hingga 30%, memungkinkan mereka mengalokasikan tabungan yang ada untuk kebutuhan mendesak lainnya seperti pendidikan anak atau modal usaha kecil demi memulihkan kemandirian ekonomi pasca-bencana.
BERITA22/02/2026 | sudrab
Zakat Menguatkan: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Alat Bantu Dengar untuk Siswa SD di Sedati
Zakat Menguatkan: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Alat Bantu Dengar untuk Siswa SD di Sedati
SIDOARJO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam program kemanusiaan dan pendidikan. Melalui semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Sidoarjo menyalurkan bantuan alat bantu dengar bagi Ananda Muhammad Subakat, seorang siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) yang berdomisili di Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Jumat (20/02/2026). Penyaluran bantuan ini dilakukan langsung oleh Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Ahmad Hamdani, di kediaman orang tua Subakat. Kehadiran tim BAZNAS disambut hangat oleh Bapak Mabruri, ayah kandung Subakat, yang selama ini mengupayakan kesembuhan dan kelancaran pendidikan putranya di tengah keterbatasan ekonomi. Membuka Jendela Dunia Lewat Pendengaran Muhammad Subakat merupakan salah satu potret generasi penerus bangsa yang memiliki semangat belajar tinggi namun terkendala oleh keterbatasan fungsi pendengaran. Selama ini, aktivitas belajar di sekolah maupun interaksi sosialnya terhambat karena ia kesulitan menangkap suara dengan jelas. "Kami berharap bantuan ini tidak hanya sekadar alat, tetapi menjadi jalan bagi Ananda Subakat untuk meraih cita-citanya. Dengan pendengaran yang lebih baik, ia bisa mengikuti pelajaran di kelas dengan maksimal dan tumbuh menjadi anak yang tangguh," ujar Ahmad Hamdani saat menyerahkan bantuan tersebut. Momen mengharukan terjadi saat alat bantu dengar tersebut dipasangkan dan diuji coba. Senyum lebar mengembang di wajah Subakat saat ia mulai bisa mendengar suara di sekelilingnya dengan lebih jernih. Bagi keluarga Bapak Mabruri, bantuan ini merupakan kado yang sangat dinantikan, terutama menjelang bulan suci Ramadhan. Ramadhan Tangguh: Filantropi yang Berkelanjutan Program ini juga merupakan bagian dari rangkaian campaign "Ramadhan Tangguh" yang diusung BAZNAS Sidoarjo tahun ini. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang amanah, BAZNAS berupaya memastikan bahwa setiap mustahik memiliki daya tahan dan kemandirian, baik secara kesehatan maupun pendidikan. Bapak Mabruri menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada para muzakki (pembayar zakat) yang telah menyalurkan dananya melalui BAZNAS Sidoarjo. "Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada BAZNAS Sidoarjo. Bantuan ini sangat berarti bagi masa depan anak saya. Sekarang dia lebih percaya diri untuk berangkat ke sekolah," ungkapnya dengan nada haru. Zakat sebagai Pilar Penguat Bangsa BAZNAS Sidoarjo terus mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas melalui zakat. Kasus yang dialami Muhammad Subakat adalah satu dari sekian banyak bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu memberikan dampak langsung pada kualitas hidup seseorang. Dengan zakat, kita tidak hanya membantu individu, tetapi juga menguatkan struktur sosial Indonesia. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus bergerak cepat merespons kebutuhan masyarakat, memastikan bahwa kehadiran lembaga ini dirasakan sebagai solusi nyata bagi problematika umat. Penyaluran bantuan ini ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan para donatur dan kesehatan bagi Ananda Subakat agar dapat menempuh pendidikan dengan lancar hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
BERITA20/02/2026 | sudrab
Zakat Menguatkan Indonesia: BAZNAS Sidoarjo Pastikan 30 Hari Buka Puasa bagi Penyintas di Aceh Tamiang
Zakat Menguatkan Indonesia: BAZNAS Sidoarjo Pastikan 30 Hari Buka Puasa bagi Penyintas di Aceh Tamiang
Sidoarjo – Gema azan Magrib di hari pertama Ramadhan 1447 H membawa suasana berbeda bagi warga di Pasar Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Di tengah perjuangan para penyintas bencana untuk bangkit, BAZNAS Sidoarjo hadir membawa pesan persaudaraan melalui program pemenuhan kebutuhan pangan selama bulan suci. Melalui kampanye #ZakatMenguatkanIndonesia, BAZNAS Sidoarjo mendirikan posko distribusi buka puasa tepat di depan Musholla Pasarbabu. Musholla ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kedermawanan masyarakat Sidoarjo yang telah lebih dulu dibangun untuk warga Aceh Tamiang pasca-bencana. Keberlanjutan di Garis Depan Program ini dirancang sebagai bentuk aksi nyata bahwa zakat mampu menjadi pilar kekuatan bagi masyarakat yang sedang terpuruk. Selama 30 hari penuh, tim relawan akan memastikan tak kurang dari 100 an lebih paket takjil dan makanan berat tersalurkan setiap harinya kepada masyarakat di Desa Babo. "Alhamdulillah, hari ini bertepatan dengan 1 Ramadhan 1447 H, program distribusi makanan telah dimulai. Ini adalah komitmen kami untuk mendampingi saudara-saudara di Aceh Tamiang selama satu bulan penuh," ungkap perwakilan relawan BAZNAS Sidoarjo di lokasi. Gotong Royong dalam Setiap Kemasan Implementasi kampanye Zakat Menguatkan Indonesia terlihat jelas dari kolaborasi di lapangan. Proses pengolahan makanan di dapur umum melibatkan warga lokal secara aktif, menciptakan sinergi yang menguatkan ekonomi sekaligus ikatan emosional antarwarga. Paket buka puasa yang dibagikan terdiri dari nasi lengkap dengan lauk-pauk bergizi serta aneka minuman segar. Distribusi dilakukan secara tertib, di mana warga dapat mengambil paket tersebut tepat sebelum waktu berbuka tiba. Zakat sebagai Jembatan Kebaikan Kehadiran BAZNAS Sidoarjo di Kecamatan Bandar Pusaka ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat yang tepat sasaran mampu melintasi batas geografis demi misi kemanusiaan. Dukungan dari para muzakki di Sidoarjo telah dikonversi menjadi energi positif bagi penyintas di Aceh untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang dan bermartabat. "Kami berharap bantuan ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi masyarakat Sidoarjo. Inilah esensi dari zakat, yakni saling menguatkan untuk Indonesia yang lebih tangguh," pungkasnya.
BERITA20/02/2026 | sudrab
Ramadhan Tangguh: BAZNAS Sidoarjo Siapkan 10.500 Porsi Buka Puasa untuk Penyintas Aceh
Ramadhan Tangguh: BAZNAS Sidoarjo Siapkan 10.500 Porsi Buka Puasa untuk Penyintas Aceh
SIDOARJO – Gema Ramadhan 1447 H di Serambi Mekah dipastikan akan terasa lebih hangat tahun ini. Melalui semangat solidaritas lintas pulau, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo resmi meluncurkan inisiatif "Dapur Umum Ramadhan Swadaya". Program filantropi ini menargetkan distribusi 10.500 porsi makanan berbuka puasa yang didedikasikan khusus bagi para penyintas bencana di wilayah Aceh Utara dan Aceh Tamiang. Program ini bukan sekadar bantuan pangan searah, melainkan sebuah gerakan ketahanan pangan berbasis komunitas. Dengan total alokasi anggaran mencapai Rp300.000.000, BAZNAS Sidoarjo membagi alokasi secara merata ke tiga titik krusial, yakni Masjid At Taqarrub (Aceh Utara), Musholla Desa Gunci (Aceh Utara), dan Musholla Pajak (Aceh Tamiang). Masing-masing lokasi mendapatkan dukungan dana sebesar Rp100 juta untuk memastikan operasional dapur umum berjalan tanpa henti selama bulan suci. Menghidupkan Marwah Rumah Ibadah Lebih dari sekadar membatalkan puasa, program ini dirancang untuk menghidupkan kembali fungsi sosial rumah ibadah yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan fisik. Setiap harinya, sebanyak 100 jamaah di tiap lokasi akan berkumpul dalam satu meja persaudaraan, menikmati sajian bergizi yang dimasak langsung oleh tetangga mereka sendiri. Konsep swadaya masyarakat menjadi ruh utama dari gerakan ini. BAZNAS Sidoarjo tidak mengirimkan tim katering dari luar, melainkan memberdayakan relawan lokal sebagai aktor utama. Warga setempat berbagi peran: ada yang bertindak sebagai tim chef pengolah menu, tim logistik yang bergerilya ke pasar lokal untuk belanja bahan pokok, hingga tim distribusi yang memastikan amanah donatur sampai ke tangan yang tepat. Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Ahmad Hamdani, menegaskan bahwa misi ini adalah perwujudan dari tajuk "Ramadhan Tangguh". Baginya, kekuatan utama program ini terletak pada pelibatan emosional antara muzaki di Sidoarjo dan mustahik di Aceh. "Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang tersaji di piring para penyintas Aceh adalah doa yang terkabul dari warga Sidoarjo. Program Dapur Umum Ramadhan Swadaya ini bukan hanya soal mengenyangkan perut, tapi soal memulihkan martabat dan semangat gotong royong warga pasca-bencana. Kita ingin masjid dan musholla yang baru dibangun ini langsung 'berdenyut' dengan aktivitas sosial sejak hari pertama Ramadhan," ujar Ahmad Hamdani. Pilar Ketahanan Pangan "Amanah Masyarakat Sidoarjo" Secara teknis, setiap dapur umum dialokasikan dana harian sebesar Rp3,3 juta. Angka ini dihitung secara cermat untuk memenuhi standar gizi seimbang bagi para penyintas. Operasional penuh dijadwalkan mulai pada 1 Ramadhan 1447 H. Inisiatif ini merupakan salah satu pilar penting dalam misi besar "Amanah Masyarakat Sidoarjo". Melalui paket-paket donasi seperti Paket Khidmah, Ukhuwah, hingga Ifthar, BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta. Dengan semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer antara Jawa Timur dan Aceh hanyalah angka. Di atas meja buka puasa nanti, yang ada hanyalah satu rasa: persaudaraan iman yang tak terputus oleh bencana.
BERITA18/02/2026 | sudrab
Menjemput Asa di Bawah Atap yang Rapuh: Ikhtiar Pemkab Sidoarjo dan BAZNAS Hadirkan Hunian Layak Jelang Ramadan
Menjemput Asa di Bawah Atap yang Rapuh: Ikhtiar Pemkab Sidoarjo dan BAZNAS Hadirkan Hunian Layak Jelang Ramadan
SIDOARJO – Di tengah kepungan mendung musim penghujan yang menggelayut di langit Sidoarjo, sebuah langkah nyata kemanusiaan diayunkan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Pada Selasa (17/2/2026), Bupati Sidoarjo, H. Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus menyerahkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) di Kecamatan Tarik. Kunjungan ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan sebuah misi jemput bola untuk memastikan warga prasejahtera tidak lagi berteman dengan kebocoran dan ancaman atap roboh saat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari. Tiga desa menjadi fokus utama peninjauan kali ini, yakni Desa Gampingrowo, Desa Sebani, dan Desa Kemuning. Komitmen Nyata di Tengah Musim Penghujan Dalam tinjauannya, H. Subandi menyaksikan langsung kondisi memprihatinkan dari beberapa hunian warga. Kayu penyangga yang telah lapuk dan atap yang sebagian besar sudah ambruk menjadi pemandangan yang menyayat hati. Kondisi ini kian mendesak untuk ditangani mengingat intensitas hujan yang tinggi dapat membahayakan keselamatan penghuni rumah. "Kondisi atap rumah yang sudah ambruk ini sangat membahayakan. Kami segera berkoordinasi dengan BAZNAS, Camat Tarik, serta kepala desa setempat yang hadir hari ini. Mugi-mugi (semoga) perbaikan bisa segera dilakukan agar warga merasa aman," ujar Subandi dengan nada empati yang mendalam saat berdialog dengan salah satu pemilik rumah. Program RLHB ini merupakan sinergi filantropi antara dana umat yang dikelola BAZNAS Sidoarjo dan kebijakan strategis pemerintah daerah. Bantuan yang diberikan mencakup perbaikan menyeluruh pada elemen vital rumah, mulai dari lantai, dinding, hingga perbaikan atap. Lebih dari Sekadar Bangunan: Sanitasi dan Inklusi Tak hanya fokus pada struktur bangunan, program ini juga menyentuh aspek kesehatan dasar. Pemkab Sidoarjo memastikan setiap rumah yang direnovasi akan memiliki fasilitas kamar mandi yang layak, terutama pembuatan septic tank yang sesuai standar kesehatan. Hal ini dilakukan demi memutus rantai penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di lingkungan perdesaan. Sisi humanis kegiatan ini semakin kental dengan diserahkannya bantuan kesejahteraan sosial berupa kursi roda. Bantuan ini diberikan kepada warga kurang mampu yang memiliki keterbatasan fisik (difabel). Penyerahan kursi roda ini menjadi simbol bahwa pembangunan di Sidoarjo tidak hanya soal infrastruktur beton, tapi juga tentang memanusiakan manusia dan memberikan mobilitas bagi mereka yang selama ini terbatas ruang geraknya. Hadiah Lebaran bagi Warga Prasejahtera Bagi Subandi, percepatan renovasi RTLH ini memiliki target spiritual dan sosial. Beliau menegaskan bahwa komitmen Pemkab Sidoarjo adalah memastikan setiap warga tinggal di hunian yang memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan. "Kami ingin memastikan setiap warga, terutama yang tidak mampu, mendapatkan haknya untuk hidup layak. Apalagi ini menjelang Lebaran. Dengan perbaikan ini, kami berharap warga dapat menikmati hari raya dengan nyaman, aman, dan tanpa rasa was-was," paparnya dengan tegas. Program renovasi RTLH ini dipastikan akan terus bergulir sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah kesulitan ekonomi rakyat. Melalui kolaborasi filantropi ini, Sidoarjo berupaya menghapus potret kemiskinan dengan membangun fondasi yang paling mendasar: sebuah rumah yang layak disebut "pulang".
BERITA18/02/2026 | sudrab
Zakat Menguatkan Indonesia: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Pengobatan bagi Anak Penderita Leukimia di Buduran
Zakat Menguatkan Indonesia: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Pengobatan bagi Anak Penderita Leukimia di Buduran
SIDOARJO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam program kemanusiaan melalui aksi nyata penyaluran bantuan kesehatan. Pada Rabu (18/02/2026), BAZNAS Sidoarjo menyerahkan bantuan biaya pengobatan kepada Adi Suryo Anggoro, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran, untuk membantu perawatan buah hatinya yang tengah berjuang melawan penyakit leukimia. Bantuan ini diserahkan langsung oleh perwakilan BAZNAS Sidoarjo, Dani Prabowo, selaku Staf Pelaksana, didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat. Penyerahan dilakukan secara simbolis sebagai wujud transparansi dan tanggung jawab amanah muzaki yang dititipkan melalui BAZNAS. Harapan bagi Adita Sebut saja nama Ananda Adita, yang saat ini baru menginjak usia 8 tahun 2 bulan, terpaksa harus menghabiskan masa kanak-kanaknya dengan menjalani rangkaian pengobatan medis yang intensif. Penyakit leukimia atau kanker darah yang dideritanya menuntut biaya perawatan yang tidak sedikit, sehingga beban ini menjadi perhatian serius bagi BAZNAS Sidoarjo. "Kami hadir di sini membawa amanah dari para muzaki (pembayar zakat) di Sidoarjo. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban Bapak Adi dan keluarga, serta menjadi jalan ikhtiar bagi kesembuhan Ananda Adita," ujar Dani Prabowo di sela-sela kegiatan penyerahan bantuan di Kantor Desa Sukorejo. Dani menambahkan bahwa intervensi bantuan kesehatan merupakan salah satu pilar utama BAZNAS Sidoarjo dalam memastikan bahwa tidak ada warga, terutama anak-anak, yang terputus akses pengobatannya karena kendala biaya. Ramadhan Tangguh: Zakat Menguatkan Indonesia Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan brand campaign "Zakat Menguatkan Indonesia". Menjelang bulan suci, BAZNAS juga mengusung semangat "Ramadhan Tangguh", dengan tujuan memberikan ketahanan sosial dan ekonomi bagi keluarga mustahik agar mereka dapat menyambut bulan puasa dengan lebih tenang dan optimis. Zakat bukan sekadar kewajiban agama, melainkan instrumen sosial yang sangat kuat untuk membantu sesama yang sedang tertimpa musibah kesehatan. Melalui zakat, masyarakat yang kurang mampu tetap memiliki harapan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Apresiasi Keluarga dan Harapan Kesembuhan Adi Suryo Anggoro, selaku orang tua, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kepedulian BAZNAS Sidoarjo. Baginya, bantuan ini bukan hanya soal nominal uang, melainkan bentuk dukungan moral yang sangat berarti bagi kekuatan mental keluarganya. "Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Sidoarjo dan seluruh orang baik yang telah berzakat. Bantuan ini sangat membantu kami untuk melanjutkan pengobatan Adita. Mohon doanya agar anak kami bisa segera pulih dan bersekolah lagi," ungkap Adi dengan nada haru. Melalui sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan BAZNAS, diharapkan program-program serupa dapat terus menjangkau pelosok desa di Sidoarjo. BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya guna menciptakan masyarakat Sidoarjo yang lebih tangguh dan sejahtera.
BERITA18/02/2026 | sudrab
Sambut Ramadhan Tangguh, BAZNAS Sidoarjo Tuntaskan Rehab Rumah Ibu Samenik: Tak Lagi Takut Bocor dan Kebanjiran
Sambut Ramadhan Tangguh, BAZNAS Sidoarjo Tuntaskan Rehab Rumah Ibu Samenik: Tak Lagi Takut Bocor dan Kebanjiran
SIDOARJO – Rabu pagi, 18 Februari 2026, menjadi saksi bisu dari perwujudan nyata kasih sayang para muzakki melalui program Renovasi Rumah Layak Huni (RLHB) BAZNAS Sidoarjo. Dalam semangat besar campaign "Zakat Menguatkan Indonesia", tim terjun langsung menyusuri gang-gang desa untuk memastikan komitmen bantuan yang dicanangkan sejak Januari lalu telah bertransformasi menjadi hunian bermartabat. Monitoring kali ini difokuskan di kediaman Ibu Samenik, warga Desa Kureksari, Kecamatan Waru. Di lokasi tersebut, Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), menyerahkan secara resmi Berita Acara Serah Terima (BAST) sebagai tanda tuntasnya seluruh pengerjaan fisik rehab rumah. Setiap jengkal tembok yang baru diperbaiki kini bukan sekadar struktur fisik, melainkan simbol harapan baru. Ibu Samenik tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat melihat rumahnya yang dulu rapuh kini telah berdiri kokoh. "Matur nuwun sanget BAZNAS Sidoarjo, kulo seneng sanget. Alhamdulillah, Ramadhan dan Hari Raya tahun ini sampun saget nempati hunian baru, mboten ajrih bocor malih nopo malih kebanjiran (Terima kasih banyak BAZNAS Sidoarjo, saya sangat senang. Alhamdulillah, Ramadhan dan Hari Raya tahun ini sudah bisa menempati hunian baru, tidak takut bocor lagi apalagi kebanjiran)," tutur Ibu Samenik dengan mata berkaca-kaca. Gus Jazuk yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) memastikan bahwa pengerjaan rumah tersebut telah sesuai dengan standar kelayakan. Menurutnya, percepatan tuntasnya pengerjaan ini memang dikejar agar mustahik dapat beribadah dengan tenang di bulan suci mendatang. "Kami ingin memastikan amanah para muzakki tersampaikan dengan kualitas terbaik. Dengan selesainya rehab rumah Ibu Samenik ini, kami berharap beliau sekeluarga bisa menyambut Ramadhan Tangguh dengan hati yang tenang di bawah atap yang kokoh. Ini adalah bukti bahwa zakat benar-benar hadir untuk menguatkan fondasi kehidupan masyarakat kecil," tegas Gus Jazuk. Selain di kediaman Ibu Samenik, misi kemanusiaan ini juga meninjau rumah Ibu Mutmainah di Desa Tambak Sawah (Waru) dan kediaman Ibu Nurhayati di Desa Sawohan (Buduran). Langkah ini menjadi bukti akuntabilitas BAZNAS Sidoarjo dalam mengawal setiap rupiah zakat agar benar-benar berdampak pada pemulihan martabat manusia. Melalui program RLHB ini, BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen menguatkan masyarakat Sidoarjo, memastikan tak ada lagi warga yang harus tinggal di bawah bayang-bayang kekhawatiran saat hujan melanda.
BERITA18/02/2026 | sudrab
H-1 Ramadhan, BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Warga Taman
H-1 Ramadhan, BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Warga Taman
SIDOARJO – Menjelang fajar Ramadhan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat memastikan napas kebaikan menyapa mereka yang membutuhkan. Pada Rabu (18/02), BAZNAS Sidoarjo menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Ibu Sri Suhartini, seorang warga Kelurahan Bebekan, Kecamatan Taman. Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen "Ramadhan Tangguh", sebuah ikhtiar untuk memastikan para mustahik dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa beban ekonomi yang menghimpit. Kehangatan di Tengah Persiapan Ibadah Proses distribusi yang berlangsung pukul 11.00 WIB ini dipimpin oleh staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Rita Defani dan Hafidz. Kehadiran tim BAZNAS didampingi langsung oleh Bapak Subandi selaku pihak Kesra setempat, mempertegas sinergi antara lembaga zakat dan perangkat daerah dalam memetakan warga yang benar-benar membutuhkan uluran tangan. Ibu Sri Suhartini menyambut bantuan tersebut dengan penuh haru. Bagi beliau, bantuan ini bukan sekadar nominal, melainkan secercah harapan di tengah persiapan menyambut bulan suci. "Zakat bukan hanya soal menunaikan kewajiban, tapi tentang bagaimana kita menguatkan pondasi saudara-saudara kita agar mereka tetap tangguh, terutama saat memasuki bulan penuh berkah ini," ujar Rita Defani di sela-sela penyerahan bantuan. Zakat Menguatkan Indonesia Aksi nyata ini sejalan dengan kampanye besar "Zakat Menguatkan Indonesia". Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran, BAZNAS Sidoarjo berupaya menciptakan ketahanan pangan dan ekonomi di tingkat keluarga. Dengan bantuan biaya hidup ini, diharapkan Ibu Sri Suhartini dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih khidmat. BAZNAS Sidoarjo juga berkomitmen untuk terus memantau kondisi penerima manfaat melalui rencana tindak lanjut yang terukur guna memastikan kemandirian ekonomi mereka di masa depan.
BERITA18/02/2026 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Percepat Pembangunan Mushola di Kampung Babo Aceh
BAZNAS Sidoarjo Percepat Pembangunan Mushola di Kampung Babo Aceh
Sidoarjo (16/02/2026) – Menyongsong bulan suci Ramadhan, BAZNAS Sidoarjo menunjukkan komitmen nyata dalam mengelola dana umat. Melalui kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia: Ramadhan Tangguh", progres pembangunan Mushola Pasar Babo di Dusun Salam, Kampung Babo, kini telah menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga hari ini, Senin (16/02), infrastruktur utama mushola telah berdiri. Proyek ini merupakan manifestasi dari Amanah Masyarakat Sidoarjo yang disalurkan untuk memperkuat fasilitas ibadah dan sanitasi bagi warga di wilayah pelosok Aceh Tamiang. Fasilitas Lengkap untuk Masyarakat Pembangunan ini tidak hanya berfokus pada gedung mushola, tetapi juga menyediakan paket lengkap sarana air bersih. Tim di lapangan melaporkan bahwa sumur bor dan instalasi toren air telah selesai dipasang. "Progresnya sudah terlihat jauh. Terima kasih kepada BAZNAS Sidoarjo. Selain mushola, kami juga diberikan fasilitas sumur bor, tempat wudhu, dan rencana pembangunan MCK," ujar perwakilan warga di lokasi. Ramadhan Tangguh di Pelosok Kehadiran mushola ini diharapkan mampu menciptakan Ramadhan Tangguh bagi warga Kampung Babo. Dengan tersedianya tempat ibadah yang layak dan sumber air yang bersih, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan shalat berjamaah dengan lebih khusyuk dan nyaman. Ketua BAZNAS Sidoarjo dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa setiap rupiah yang disalurkan merupakan Amanah Masyarakat Sidoarjo yang dikelola secara transparan dan tepat sasaran. Program di Kampung Babo ini menjadi bukti bahwa zakat dari Sidoarjo mampu melintasi batas wilayah untuk membantu sesama dan menguatkan fondasi keagamaan bangsa. Target Penyelesaian Pengerjaan saat ini terus dikebut agar mushola dapat segera digunakan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Fokus selanjutnya adalah penyelesaian atap, dinding, serta pembangunan fasilitas MCK agar ketersediaan sanitasi bagi para jamaah terpenuhi secara optimal. "Mari terus dukung gerakan Zakat Menguatkan Indonesia. Wujudkan Ramadhan Tangguh melalui donasi terbaik Anda. Ini adalah bukti nyata Amanah Masyarakat Sidoarjo untuk Indonesia yang lebih baik."
BERITA16/02/2026 | sudrab
Targhib Ramadhan 1447 H, DMI Sidoarjo dan BAZNAS Gelar Halaqoh Zakat
Targhib Ramadhan 1447 H, DMI Sidoarjo dan BAZNAS Gelar Halaqoh Zakat
Sidoarjo – Dalam rangka mempersiapkan para Ta’mir Masjid menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Pengurus Daerah (PD) DMI Kabupaten Sidoarjo berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Halaqoh Zakat di Aula Kecamatan Wonoayu, Sabtu (14/2/2026). Acara yang dihadiri puluhan tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman tentang pengelolaan zakat sebagai bagian dari kampanye nasional Zakat Menguatkan Indonesia. Ketua PD DMI Kabupaten Sidoarjo, H. Imam Mukozali, S.Pd, S.Ag, M.M, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menyebarkan edukasi zakat. “Zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga instrumen penguatan ekonomi umat. Melalui Halaqoh ini, DMI berkomitmen menjadi jembatan antara masyarakat dan BAZNAS untuk memastikan zakat terhimpun dan tersalurkan tepat sasaran,” ujarnya di depan peserta yang terdiri dari pengurus DKM, kader DMI, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan. Ia juga menyampaikan bahwa DMI akan memperluas pelatihan bagi pengurus masjid guna meningkatkan literasi zakat di tingkat desa. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Luqman Hakim, S.Th.I, menjelaskan strategi penghimpunan dan penyaluran zakat yang transparan dan berdampak. “BAZNAS tidak hanya fokus pada penghimpunan yang berkualitas dan penyaluran , tetapi juga pemberdayaan melalui program Zakat Produktif.,” paparnya. Luqman menambahkan, BAZNAS akan memanfaatkan teknologi untuk memudahkan masyarakat dalam lakukan penghimpunan maupun menyalurkan zakat melalui platform digital. Acara yang berlangsung hingga siang hari ini juga diisi sesi diskusi interaktif tentang tata cara penghitungan zakat mal dan fitrah, serta simulasi penyaluran zakat secara langsung. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan terkait kendala teknis dan regulasi pengelolaan zakat di tingkat kecamatan. Kolaborasi DMI dan BAZNAS ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan Sidoarjo sebagai Zakat City. Bupati Sidoarjo, yang diwakili Camat Wonoayu, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah nyata mewujudkan kesejahteraan sosial. “Zakat adalah pilar ekonomi umat yang harus dikelola dengan profesional. Kami dukung penuh program ini untuk memperkuat Indonesia dari level kabupaten,” kata Camat Wonoayu dalam sambutannya. Halaqoh Zakat ini menutup dengan deklarasi bersama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat. Dengan tagline Zakat Menguatkan Indonesia, DMI dan BAZNAS berkomitmen menjadikan Sidoarjo sebagai model pengelolaan zakat yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak luas. “Mari jadikan zakat sebagai gerakan bersama untuk membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. Setiap rupiah zakat yang diberikan adalah investasi untuk kemajuan bangsa,” tutup H. Imam Mukozali, menutup acara yang diakhiri dengan sesi foto bersama.
BERITA15/02/2026 | sudrab
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Sidoarjo Meriahkan CFD dengan Musik Patrol
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Sidoarjo Meriahkan CFD dengan Musik Patrol
SIDOARJO – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H yang tinggal menghitung hari, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi Targhib Ramadhan dengan penuh sukacita. Bertempat di area Car Free Day (CFD) Alun-Alun Sidoarjo, Minggu (15/2), lembaga filantropi ini mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri menyambut bulan mulia melalui syiar yang kreatif dan edukatif. Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB di booth layanan BAZNAS Sidoarjo yang berlokasi di sisi selatan Alun-Alun. Suasana pagi yang segar seketika berubah menjadi semarak saat alunan Musik Patrol "Cokro Asmoro" asal Gajah Magersari mulai menghentak. Kehadiran musik tradisional khas Sidoarjo ini menjadi magnet tersendiri bagi warga yang tengah berolahraga. Syiar Kreatif: Zakat Menguatkan Indonesia Tidak sekadar bermusik di tempat, sekitar pukul 06.30 WIB, grup musik patrol pimpinan Rafi Utbah ini mulai bergerak mengelilingi Alun-Alun Sidoarjo. Sambil memainkan ritme Alat musik yang enerjik, para personel bersama tim BAZNAS membentangkan spanduk besar bertuliskan pesan kampanye utama: "Zakat Menguatkan Indonesia". Aksi ini bertujuan sebagai pengingat (reminder) bagi masyarakat agar segera menuntaskan kewajiban agama, seperti membayar fidyah atau utang puasa tahun lalu, sekaligus mengajak masyarakat mulai berzakat, infak, dan sedekah (ZIS) menyongsong Ramadhan. Abdul Ghoni, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang mendampingi langsung kegiatan ini, menjelaskan bahwa pendekatan seni dipilih agar pesan kemanusiaan dan keagamaan dapat diterima dengan lebih ringan dan riang oleh warga. "Kami ingin membawa semangat Ramadhan lebih awal ke tengah masyarakat. Targhib ini adalah bentuk kebahagiaan kami menyambut bulan suci. Melalui kampanye Zakat Menguatkan Indonesia, kami ingin menegaskan bahwa kekuatan zakat mampu menjadi pilar penting dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat, khususnya di Sidoarjo," ujar Abdul Ghoni di sela-sela kegiatan. Layanan Konsultasi di Lokasi Selain parade musik, booth BAZNAS Sidoarjo juga menjadi pusat edukasi. Petugas sigap melayani warga yang ingin berkonsultasi mengenai perhitungan zakat mal, zakat profesi, hingga pembayaran fidyah bagi mereka yang memiliki kendala puasa di tahun sebelumnya. Layanan Zakat on The Spot (ZOS) ini memudahkan muzaki (pembayar zakat) untuk berdonasi sambil menikmati suasana CFD. Koordinator Group Musik Patrol Cokro Asmoro, Rafi Utbah, mengaku bangga timnya bisa dilibatkan dalam aksi syiar filantropi ini. Baginya, musik patrol bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana komunikasi sosial. "Kami senang sekali bisa berkolaborasi dengan BAZNAS Sidoarjo. Penampilan kami hari ini didedikasikan untuk menyemangati warga agar menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh semangat berbagi. Semoga irama musik kami tadi bisa menjadi pengingat yang menyenangkan bagi warga Sidoarjo," ungkap Rafi Utbah. Antusiasme warga terlihat sepanjang rute parade. Banyak dari mereka yang menghentikan langkah sejenak untuk mendokumentasikan aksi musik patrol . Melalui kegiatan Targhib Ramadhan ini, BAZNAS Sidoarjo berharap kesadaran berzakat masyarakat semakin meningkat. Dengan zakat yang terkelola secara profesional, diharapkan program-program pendayagunaan dapat menyentuh lebih banyak mustahik (penerima zakat) sehingga kemandirian umat dapat terwujud sesuai dengan visi besar filantropi nasional.
BERITA15/02/2026 | sudrab
Senyum Makrifah di Bawah Atap Baru: Saat Zakat Mengubah Tangis Menjadi Berkah di Wonoayu
Senyum Makrifah di Bawah Atap Baru: Saat Zakat Mengubah Tangis Menjadi Berkah di Wonoayu
SIDOARJO – Langit Desa Ketimang, Kecamatan Wonoayu, siang itu tampak cerah, seolah ikut merayakan kebahagiaan yang membuncah di hati keluarga Siswanto. Tak ada lagi aroma tanah basah dari lantai yang merembas, tak ada lagi kecemasan saat mendung menggelayut pekat. Pada Jumat (12/2/2026), sebuah lembaran baru resmi dibuka melalui penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST) Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Kenangan Pahit di Balik Dinding Lapuk Mundur ke belakang, tepatnya Minggu, 11 Januari 2026, potret kediaman Siswanto jauh dari kata layak. Sebagai seorang petugas kebersihan (cleaning service), Siswanto harus memeras keringat setiap hari hanya demi sesuap nasi. Memperbaiki atap yang bolong atau meninggikan lantai agar tak terendam banjir adalah kemewahan yang hanya berani ia simpan dalam mimpi. “Tidak ada uang, suami hanya kerja cleaning service,” bisik Makrifah, istri Siswanto, kala itu dengan suara bergetar. Matanya berkaca-kaca menatap sudut rumah tempat buah hatinya sering meringkuk kedinginan saat hujan turun. Lantai yang basah terkena tempias dan atap yang tak lagi mampu menahan laju air adalah kawan setia mereka setiap malam. Kondisi memprihatinkan ini memicu gerak cepat Bupati Sidoarjo, H. Subandi. Dalam inspeksi mendadaknya, ia menginstruksikan BAZNAS Sidoarjo untuk melakukan renovasi total. "Saya prihatin jika kondisi seperti ini tidak segera ditangani. Kita ingin penghuninya merasa nyaman dan aman," tegas Bupati Subandi dengan nada penuh empati saat itu. Zakat Menguatkan: Dari Instruksi Menjadi Aksi Hanya dalam kurun waktu satu bulan, transformasi itu nyata. Melalui program RLHB, BAZNAS Sidoarjo melakukan perbaikan menyeluruh; mulai dari perbaikan rangka atap, peninggian lantai untuk menghalau banjir, hingga renovasi kamar mandi yang lebih higienis. Ahmad Richi, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang mengawal proses renovasi ini, menyatakan bahwa proyek ini adalah bukti nyata kekuatan zakat. "Kami bekerja marathon memastikan amanah para muzakki sampai tepat sasaran. Bagi kami, ini bukan sekadar membangun tembok dan atap, tapi membangun kembali martabat dan harapan keluarga Bapak Siswanto. Ini adalah esensi dari semangat Zakat Menguatkan Indonesia," ujar Richi di sela-sela proses monitoring. Kado Terindah Menjelang Ramadan 1447 H Bagi Makrifah, selesainya renovasi ini bukan sekadar perbaikan bangunan, melainkan jawaban atas doa-doa panjangnya. Mengingat bulan suci Ramadan 1447 H dan Hari Raya Idul Fitri yang sudah di pelupuk mata, rumah baru ini menjadi kado yang tak ternilai harganya. Sambil menyentuh dinding rumahnya yang kini kokoh dan bercat cerah, Makrifah tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. "Alhamdulillah, perasaan saya sangat senang dan plong. Terima kasih Pak Bupati dan BAZNAS. Akhirnya di Ramadan tahun ini dan Hari Raya nanti, kami bisa beribadah dengan tenang. Tidak bingung lagi cari ember kalau hujan, tidak takut banjir lagi. Lebaran besok terasa sangat spesial karena kami bisa menempati rumah yang nyaman dan layak ini," ungkap Makrifah dengan senyum sumringah yang kini menggantikan air matanya. Ramadan Tangguh bersama BAZNAS Kisah keluarga Siswanto adalah satu dari sekian banyak bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan lembaga filantropi dapat menghadirkan solusi nyata bagi kemiskinan ekstrem. Melalui kampanye Ramadan Tangguh, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebar kebaikan. Rumah hijau di Desa Ketimang itu kini berdiri tegak, menjadi simbol bahwa di tengah keterbatasan, bantuan yang tepat sasaran mampu mengubah duka menjadi sukacita. Kini, Siswanto dan keluarganya bisa menatap masa depan dengan lebih optimis, di bawah naungan atap yang tak lagi bocor, menyambut bulan suci dengan hati yang damai.
BERITA13/02/2026 | sudrab
Sapa Senyum Mbah Nyamit: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Lansia di Jerukgamping
Sapa Senyum Mbah Nyamit: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Lansia di Jerukgamping
SIDOARJO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam meringankan beban masyarakat rentan melalui program Sidoarjo Peduli. Pada Jumat (13/02/2026), tim BAZNAS Sidoarjo mendatangi kediaman Mbah Nyamit Sunyoto (71), seorang lansia yang tinggal di Dusun Jeruk, RT 05 RW 01, Desa Jerukgamping, Kecamatan Krian, untuk menyerahkan bantuan satu unit kursi roda "Deluxe". Kehadiran tim BAZNAS yang dipimpin oleh staf pelaksana Abdul Ghoni disambut hangat oleh keluarga dan tokoh masyarakat setempat. Bantuan ini merupakan respon cepat BAZNAS terhadap kondisi kesehatan Mbah Nyamit yang selama ini mengalami keterbatasan mobilitas akibat faktor usia dan kondisi fisik yang menurun. Menyambung Langkah yang Terputus Bagi Mbah Nyamit, kursi roda ini bukan sekadar alat bantu medis, melainkan harapan baru untuk bisa kembali menghirup udara luar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Selama ini, aktivitas harian beliau terbatas di dalam rumah karena kekuatan fisiknya tak lagi mampu menopang tubuh untuk berjalan jauh. Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Abdul Ghoni, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini adalah bentuk amanah dari para muzakki (pembayar zakat) di Sidoarjo yang dikelola untuk kemaslahatan umat. "Kami hadir di Desa Jerukgamping hari ini untuk memastikan bahwa amanah dari masyarakat Sidoarjo sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Melihat kondisi Mbah Nyamit, bantuan kursi roda ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup beliau, memudahkan keluarga dalam merawat, serta memberikan semangat psikologis bagi beliau di masa senjanya," ujar Abdul Ghoni saat ditemui di lokasi penyerahan. Apresiasi dari Tokoh Masyarakat Kegiatan filantropi ini juga mendapat perhatian dan apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. M. Rodi, yang mendampingi proses penyerahan, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian BAZNAS terhadap warganya yang sedang kesulitan. Menurut M. Rodi, kehadiran lembaga formal seperti BAZNAS di tingkat akar rumput memberikan rasa tenang bagi warga kurang mampu bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan hidup. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Sidoarjo. Bantuan ini sangat tepat sasaran karena Mbah Nyamit memang sudah sangat membutuhkan alat bantu ini sejak lama. Langkah BAZNAS yang langsung turun ke desa-desa seperti ini sangat membantu kami selaku tokoh masyarakat dalam memberikan solusi nyata bagi warga lansia yang membutuhkan perhatian khusus," ungkap M. Rodi dengan penuh syukur. Komitmen Berkelanjutan Penyerahan kursi roda ini menjadi bagian dari rangkaian agenda rutin BAZNAS Sidoarjo dalam memetakan dan menyisir mustahik (penerima zakat) di wilayah pelosok desa. Melalui program distribusi yang transparan dan tepat sasaran, BAZNAS berharap angka kesejahteraan sosial di Kabupaten Sidoarjo terus meningkat. Suasana haru menyelimuti saat Mbah Nyamit pertama kali mencoba duduk di kursi roda barunya. Dengan dukungan dari keluarga dan petugas, beliau kini tak lagi harus terpaku di tempat tidur. Semburat senyum di wajah sepuhnya menjadi bukti nyata bahwa kepedulian kecil dapat memberikan dampak besar bagi kemanusiaan. BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program kemanusiaan melalui penunaian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Dengan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat, maka akan semakin banyak "Mbah Nyamit" lainnya yang terbantu dan mendapatkan kembali kemandirian mobilitasnya.
BERITA13/02/2026 | sudrab
Wajah Baru Ramadhan Ibu Satupa: Dari Tadah Hujan Menuju Hunian Tangguh di Banjarkemantren
Wajah Baru Ramadhan Ibu Satupa: Dari Tadah Hujan Menuju Hunian Tangguh di Banjarkemantren
SIDOARJO – Langit Januari 2026 di Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, sempat menyisakan pilu bagi Ibu Satupa. Di usianya yang menginjak 63 tahun, janda lanjut usia ini harus berjibaku dengan kenyataan pahit: rumah yang menjadi tempat berteduh bersama anaknya tak lagi mampu melindungi mereka. Selama dua tahun terakhir, atap rumahnya keropos dimakan usia, bahkan sebagian besar sudah ambruk. Setiap kali mendung menggelayut, detak jantung Ibu Satupa berpacu lebih kencang. Baginya, hujan bukan lagi berkah, melainkan ancaman. Di dalam rumah, bak-bak plastik dan ember berserakan di setiap sudut, menjadi saksi bisu upaya mereka menampung air yang menerobos masuk dari langit-langit yang menganga. "Kalau hujan turun, kami tidak bisa tidur tenang. Air masuk dari mana-mana, lantai jadi licin, dan dinginnya menusuk tulang. Saya hanya bisa berdoa, semoga rumah ini tidak benar-benar roboh saat kami di dalam," kenang Ibu Satupa saat tim survey BAZNAS Sidoarjo datang mengunjungi kediamannya pada Selasa, 6 Januari 2026 lalu. Zakat Menguatkan Indonesia: Mengubah Puing Menjadi Asa Melalui semangat brand campaign "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Sidoarjo bergerak cepat. Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) menjadi jawaban atas doa-doa panjang Ibu Satupa di sela sujudnya. Proses renovasi total pun dilakukan sepanjang bulan Januari untuk memastikan hunian ini layak sebelum bulan suci tiba. Tepat pada Jumat, 13 Februari 2026, suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti monitoring akhir program RLHB. Rumah yang dulunya penuh tambalan dan ember penampung air, kini telah bertransformasi menjadi hunian permanen yang kokoh dengan cat hijau segar yang memberikan kesan ketenangan. Ahmad Richi, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menyatakan bahwa kecepatan pengerjaan ini merupakan bagian dari komitmen layanan mustahik. "Kami ingin memastikan bahwa Ibu Satupa tidak lagi merasa was-was. Program RLHB ini adalah bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki benar-benar menguatkan fondasi kehidupan warga yang membutuhkan," ujarnya di sela-sela monitoring. Ramadhan Tangguh dan Lebaran Penuh Makna Perubahan fisik bangunan ini membawa dampak psikologis yang luar biasa bagi keluarga Ibu Satupa, terutama menjelang bulan suci. Dengan kondisi rumah yang baru, Ibu Satupa kini menatap Ramadhan 1447 H dengan semangat "Ramadhan Tangguh". Tidak ada lagi kekhawatiran saat menjalankan ibadah tarawih atau menyiapkan sahur di tengah hujan lebat. "Alhamdulillah, Ya Allah. Saya tidak menyangka bisa punya rumah sebagus ini di hari tua. Sebentar lagi bulan puasa, lalu Lebaran. Tahun ini benar-benar berbeda. Saya bisa beribadah dengan tenang, tidak perlu lagi lari-lari memindahkan ember kalau hujan. Ini hadiah terbaik untuk saya dan anak saya," ungkap Ibu Satupa dengan mata berkaca-kaca sambil memegang map penyerahan bantuan. Kebahagiaan ini menjadi potret keberhasilan sinergi filantropi Islam. Bagi Ibu Satupa, rumah baru ini bukan sekadar bangunan bata dan semen, melainkan martabat dan kenyamanan yang sempat hilang. "Target kami memang agar penerima manfaat bisa menjalankan Ramadhan dengan khusyuk. Kami ingin Ibu Satupa merasakan 'Ramadhan Tangguh' di hunian yang aman. Melihat senyum beliau saat memegang kunci rumah adalah kebahagiaan tak ternilai bagi kami di BAZNAS Sidoarjo," tutup Ahmad Richi. Kini, di Banjarkemantren, sebuah rumah berdiri tegak sebagai simbol kepedulian. Saat takbir bergema nanti, Ibu Satupa tak lagi perlu menengok ke atas dengan rasa takut; ia akan menengok ke atas dengan rasa syukur yang mendalam.
BERITA13/02/2026 | sudrab
Senyum Syukur di Desa Medalem: Saat Zakat Mengubah Atap Lapuk Menjadi Hunian Tangguh
Senyum Syukur di Desa Medalem: Saat Zakat Mengubah Atap Lapuk Menjadi Hunian Tangguh
SIDOARJO – Bagi Ibu Sholeh, hujan bukan lagi sumber kecemasan. Warga Desa Medalem, Kecamatan Tulangan ini, kini bisa bernapas lega. Rumah yang dulu ia tempati bersama suami dan ketiga buah hatinya yang masih kecil, kini telah bersalin rupa melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) Sidoarjo. Kilas Balik: Januari yang Penuh Kekhawatiran Mengingat kembali momen survei awal pada Selasa, 6 Januari 2026, kondisi kediaman keluarga ini sangat memprihatinkan. Sebagai istri dari seorang kuli bangunan, Ibu Sholeh harus memutar otak setiap kali cuaca buruk melanda. Atap rumah yang sudah reot dengan kayu-kayu lapuk membuat dua dari tiga kamar di rumahnya tidak bisa ditempati karena sangat membahayakan. "Dulu hanya satu kamar yang bisa buat istirahat. Kamar lainnya atapnya sudah mau ambruk, saya tidak berani ajak anak-anak masuk ke sana," kenang Ibu Sholeh saat ditemui tim monitoring BAZNAS Sidoarjo, Kamis (12/02). Monitoring Februari: Perubahan Nyata dalam Sekejap Hanya dalam kurun waktu pengerjaan di bulan Januari, transformasi luar biasa terjadi. Saat monitoring dilakukan pada Kamis, 12 Februari 2026, rumah tersebut kini telah berdiri kokoh dengan rangka yang kuat dan atap yang aman. "Alhamdulillah, sekarang sudah tenang. Kalau dulu kalau hujan ya kebocoran, Mas. Panci-panci semua keluar, dari depan sampai belakang. Anak-anak sampai bingung mau tidur di mana," ujar Ibu Sholeh dengan nada haru. Kini, keceriaan terpancar dari wajah anak-anaknya yang sudah bisa menempati seluruh ruangan rumah dengan aman. Zakat Menguatkan, Ramadhan Menjadi Tangguh Program ini merupakan bagian dari kampanye besar "Zakat Menguatkan Indonesia". BAZNAS Sidoarjo berkomitmen agar para penerima manfaat dapat menyambut bulan suci dengan kondisi yang lebih baik. Ahmad Richi, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang hadir dalam monitoring tersebut, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah amanah dari para muzzaki. "Melihat senyum Ibu Sholeh dan anak-anaknya adalah tujuan kami. Kami ingin memastikan keluarga di Sidoarjo memiliki hunian yang layak agar mereka bisa menjalani ibadah dengan Ramadhan Tangguh," jelas Richi. Ia menambahkan bahwa monitoring ini dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan pasca-pengerjaan Januari lalu benar-benar tuntas. "Zakat bukan sekadar bantuan materi, tapi alat untuk menguatkan fondasi keluarga Indonesia," pungkasnya. BAZNAS Sidoarjo Zakat Menguatkan Indonesia | Ramadhan Tangguh 1447 H
BERITA13/02/2026 | sudrab
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat