Berita Terbaru
Akhir Penantian di Banjarpanji, Relokasi Rumah Sebagai Solusi Permanen Mitigasi Banjir
BAZNAS Sidoarjo melalui brand campaign "Zakat Menguatkan Indonesia" tidak hanya memberikan bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi juga solusi permanen atas permasalahan hunian dan lingkungan. Pada Rabu, 28 Januari 2026, tepat pukul 11.09 WIB, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melaksanakan monitoring sekaligus serah terima Rumah Relokasi di Desa Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Sidoarjo, A. Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), didampingi staf pelaksana Minan dan Achmad Richi.
Penerima manfaat dalam program relokasi ini adalah dua warga Desa Banjarpanji, yaitu Bapak Moh. Rozin dan Bapak Subari. Sejarah hunian mereka sebelumnya menyimpan kepiluan sekaligus tantangan lingkungan yang besar; dulu, rumah mereka berdiri di atas bantaran sungai Gedang Rowo. Keberadaan bangunan tersebut mengakibatkan menyempitnya aliran sungai dan menjadi salah satu sumber banjir yang meresahkan warga desa serta desa-desa tetangga. Oleh karena itu, relokasi ini merupakan langkah strategis sebagai bagian dari upaya mitigasi banjir yang menyeluruh di wilayah tersebut.
Kondisi sebelum relokasi sangat memprihatinkan. Selama dua tahun terakhir, Bapak Moh. Rozin dan Bapak Subari terpaksa tinggal sementara di ruko Toko BUMDES karena tidak memiliki tempat tinggal yang layak dan aman. Penantian panjang selama 24 bulan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis berkat intervensi dana zakat. Kini, mereka berdua telah memiliki rumah baru yang berdiri tegak di atas Tanah Kas Desa (TKD) Banjarpanji. Transformasi ini bukan hanya soal pindah bangunan, tetapi soal mengembalikan hak warga untuk hidup di lingkungan yang sehat dan legal.
Keberhasilan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) dalam bentuk relokasi ini menunjukkan bahwa zakat mampu menjadi solusi atas masalah kompleks di tingkat desa. Dukungan penuh dari Lurah dan perangkat desa Banjarpanji sangat krusial dalam menyediakan lahan TKD bagi para penerima manfaat. Kolaborasi ini membuktikan bahwa ketika zakat dikelola dengan manajemen yang visioner, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh ekosistem lingkungan sekitar yang kini terbebas dari salah satu penyebab banjir.
Kegiatan monitoring yang sekaligus penyerahan BAST (berita acara serah terima barang kegiatan RLHB ini menjadi puncak dari perjuangan panjang memindahkan warga dari bantaran sungai ke hunian yang lebih manusiawi. Melalui penyerahan dokumen resmi ini, BAZNAS Sidoarjo memastikan bahwa aset tersebut kini sepenuhnya menjadi hak dan tanggung jawab penerima manfaat untuk dirawat sebaik-baiknya. Di bawah atap baru yang kokoh, Bapak Moh. Rozin dan Bapak Subari kini dapat merajut mimpi baru tanpa harus was-was akan banjir atau penggusuran. Inilah bukti nyata bahwa zakat benar-benar hadir untuk menguatkan Indonesia, satu keluarga dalam satu waktu.
BERITA28/01/2026 | sudrab
Sinergi Legislatif di Jabon, Menjamin Hak Finansial Pak Oye Melalui Digitalisasi Filantropi
BAZNAS Sidoarjo kembali menyusuri pelosok wilayah untuk memastikan misi "Zakat Menguatkan Indonesia" menyentuh mereka yang berada di garis kerentanan. Bertempat di Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, pada Rabu (28/1/2026), BAZNAS Sidoarjo resmi mendistribusikan bantuan biaya fakir berupa Buku Tabungan dan Kartu ATM kepada penerima manfaat baru bernama Pak Oye. Penyaluran di wilayah Jabon ini menjadi sangat strategis karena menunjukkan bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang bagi digitalisasi penyaluran zakat.
Kegiatan distribusi bantuan ini terasa istimewa dengan hadirnya dukungan dari pihak legislatif. Ibu Kasipah, Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, turut mendampingi staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Sofwan dan Hamdani, dalam prosesi penyerahan bantuan tersebut. Kehadiran perwakilan rakyat ini sekaligus bertujuan untuk memantau efektivitas program bantuan yang saat ini cakupannya terus meluas hingga ke desa-desa pesisir. Sinergi antara lembaga filantropi dan legislatif ini memastikan bahwa setiap program yang dicanangkan selaras dengan kebutuhan masyarakat bawah.
Langkah penggunaan fasilitas perbankan dari Bank Jatim Syariah ini bukan tanpa alasan. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan akses finansial yang lebih mudah, terutama bagi warga lanjut usia agar bantuan bulanan mereka dapat dikelola dengan lebih praktis. Bagi lansia seperti Pak Oye, memiliki kendali langsung atas dana bantuan melalui kartu ATM memberikan rasa aman dan mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga. Hal ini sejalan dengan prinsip keadilan sosial yang diusung dalam setiap kampanye BAZNAS.
Secara teknis, penggunaan sistem kartu ATM ini memastikan bantuan diterima secara langsung, aman, dan tepat sasaran. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk menghilangkan hambatan-hambatan birokrasi tunai yang seringkali menyulitkan warga di pelosok. Melalui cara ini, akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat luas tetap terjaga dalam sistem yang terintegrasi dan terpantau secara digital. Pak Oye kini tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh hanya untuk menerima bantuan, karena dana tersebut telah tersimpan aman di rekening pribadinya.
Melalui program ini, BAZNAS Sidoarjo menegaskan bahwa zakat adalah instrumen yang kuat untuk menjaga martabat rakyat kecil. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan kepercayaan dari para muzakki, gerakan "Zakat Menguatkan Indonesia" akan terus bergerak untuk memerdekakan kaum dhuafa dari jerat kesulitan ekonomi. Penyerahan kartu ATM di Jabon hari ini adalah simbol dari harapan baru bahwa kesejahteraan sosial dapat dicapai melalui kemudahan akses dan transparansi yang nyata.
BERITA28/01/2026 | sudrab
Modernisasi Kemanusiaan di Taman, Memuliakan Ibu Paijah dengan Akses Perbankan Syariah
BAZNAS Sidoarjo terus membuktikan komitmennya dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui program unggulan "Zakat Menguatkan Indonesia". Pada Rabu, 28 Januari 2026, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo bersama Bank Jatim Syariah menyambangi kediaman Ibu Paijah, seorang warga Desa Krembangan, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Kunjungan ini merupakan langkah nyata dalam melakukan modernisasi penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat kategori fakir, di mana bantuan tidak lagi diberikan secara tunai konvensional, melainkan melalui fasilitas perbankan berupa Buku Tabungan dan Kartu ATM.
Inisiatif ini diambil sebagai bentuk transformasi tata kelola zakat yang lebih akuntabel dan transparan. Petugas yang terlibat langsung dalam distribusi ini, yaitu M. Sofwan dan Hamdani selaku staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, memastikan bahwa Ibu Paijah mendapatkan edukasi yang cukup mengenai penggunaan kartu ATM tersebut. Dengan adanya fasilitas ini, Ibu Paijah kini memiliki akses finansial yang lebih mandiri dan aman, tanpa harus merasa khawatir akan risiko kehilangan dana tunai atau kesulitan dalam pengambilan bantuan bulanan.
Penggunaan teknologi perbankan dalam penyaluran zakat adalah wujud dari upaya BAZNAS untuk memuliakan mustahik. Melalui distribusi kartu ATM ini, BAZNAS Sidoarjo berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih bermartabat bagi para fakir. Secara sistemik, langkah ini juga mempermudah pengawasan internal agar setiap dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat tetap terjaga akuntabilitasnya dan tersalurkan tepat sasaran sesuai dengan prinsip syariat.
Sebagai informasi, program bantuan biaya fakir ini merupakan bagian dari sinergi yang harmonis antara BAZNAS tingkat provinsi dan daerah. Saat ini, terdapat total 60 penerima manfaat biaya fakir di seluruh penjuru Sidoarjo. Rinciannya, sebanyak 12 penerima manfaat dibiayai melalui sumber dana BAZNAS Provinsi Jawa Timur, sementara 48 penerima manfaat lainnya sepenuhnya didanai oleh dana zakat yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Sidoarjo.
Semangat "Zakat Menguatkan Indonesia" di Kecamatan Taman ini menjadi bukti bahwa filantropi Islam mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. BAZNAS tidak hanya hadir sebagai penyalur bantuan, tetapi sebagai pelindung martabat kemanusiaan. Dengan dukungan para muzakki, BAZNAS Sidoarjo memastikan bahwa Ibu Paijah dan puluhan penerima manfaat lainnya mendapatkan hak mereka dengan cara yang paling terhormat dan modern. Hal ini menjadi fondasi kuat dalam membangun kemandirian umat di masa depan.
BERITA28/01/2026 | sudrab
Martabat Sang Pelukis di Gelam: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Membasuh Luka di Hari Tua melalui Zakat yang Menguatkan
SIDOARJO – Di balik goresan kuas yang mulai gemetar dan tumpukan kanvas tua yang berdebu, tersimpan sebuah kisah keteguhan dari sudut Desa Gelam, Kecamatan Candi. Pada Selasa (27/1/2026), tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menyusuri gang-gang desa untuk menemui sosok seniman sepuh, Bapak Marsali (80). Kunjungan ini bukan sekadar penyerahan bantuan rutin, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk mengembalikan martabat seorang pejuang seni yang kini tengah dirundung kesulitan di masa senjanya.
Bapak Marsali adalah potret nyata dari "pejuang pulih" yang hidup dalam keterbatasan. Di usianya yang sudah berkepala delapan, sang pelukis harus berdamai dengan kondisi hunian yang memprihatinkan. Banyak sudut rumahnya yang mengalami kerusakan parah, bahkan jika hujan mengguyur, kediamannya seringkali terendam banjir. Dalam kacamata jurnalisme filantropi, kondisi ini menempatkan beliau pada titik kerentanan sosial yang membutuhkan perlindungan segera agar kualitas hidup dan kesehatannya tetap terjaga.
Zakat sebagai Instrumen Pemulihan Martabat
Tim monitoring yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, EM Luqman, didampingi staf pelaksana M. Kholid Musyadad, M. Haffidz, dan Rita Defani, melakukan asesmen mendalam untuk menentukan langkah intervensi terbaik bagi Bapak Marsali. Dalam kunjungannya, EM Luqman menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS di lapangan adalah wujud tanggung jawab moral lembaga terhadap para muzaki dan mustahik.
"Monitoring ini adalah bentuk amanah kami kepada para muzaki. Kami tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi kami ingin mengembalikan martabat mustahik melalui zakat yang menguatkan," jelas EM Luqman saat meninjau langsung kondisi rumah Bapak Marsali yang kerap terdampak banjir.
Menembus Tembok Kendala Administratif
Sejatinya, BAZNAS Sidoarjo memiliki niatan besar untuk segera memberikan intervensi melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) bagi Bapak Marsali. Namun, tim menemukan sebuah kendala pelik di lapangan: sertifikat rumah beliau hilang karena dipinjam oleh orang lain dan tidak dikembalikan. Hal ini menjadi tantangan administratif yang signifikan untuk mewujudkan hunian yang aman dan bermartabat bagi beliau.
Meski demikian, BAZNAS Sidoarjo tidak tinggal diam. Sebagai langkah awal, bantuan biaya hidup untuk kategori fakir miskin segera dialokasikan untuk meringankan beban keseharian beliau. Langkah ini merupakan bentuk investasi sosial untuk memulihkan produktivitas jiwa dan memberikan ketenangan bagi lansia yang tengah berjuang sendirian.
Menuju Ramadhan Tangguh
Aksi nyata di Desa Gelam ini selaras dengan semangat kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia" dan menyongsong momentum "Ramadhan Tangguh". BAZNAS Sidoarjo berkomitmen bahwa zakat harus hadir sebagai perisai bagi mereka yang lemah dan terluka. Melalui pengelolaan dana umat yang amanah, kedaulatan sosial masyarakat dapat diperkuat, terutama bagi kelompok rentan seperti Bapak Marsali.
Kisah Bapak Marsali adalah pengingat bahwa martabat manusia tidak boleh luntur dimakan usia maupun impitan ekonomi. BAZNAS Sidoarjo akan terus mengawal proses bantuan ini, memastikan bahwa setiap rupiah zakat bertransformasi menjadi manfaat nyata yang memanusiakan manusia.
Mari Terus Menguatkan
Langkah di Gelam adalah satu dari sekian banyak lampion harapan yang perlu kita nyalakan bersama. Anda dapat menjadi bagian dari solusi untuk memulihkan martabat sesama melalui kanal resmi BAZNAS Sidoarjo:
BSI: 4488888008
BCA: 8292799992
Layanan Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id
Zakat Menguatkan Indonesia, Ramadhan Tangguh.
BERITA27/01/2026 | sudrab
Jaminan Masa Depan di MTs Al Fudlola’: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Pastikan Generasi Tangguh Lewat Zakat
SIDOARJO – Langkah kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo terus berlanjut menyisir wilayah selatan Kota Delta guna memastikan hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap terjaga. Pada Selasa siang (27/1/2026), tim distribusi BAZNAS Sidoarjo mengunjungi MTs Al Fudlola’ yang berlokasi di Jl. Raya Jenggala, Kecamatan Porong, untuk menyalurkan bantuan pendidikan bagi para siswa yang tengah berjuang menapaki jenjang pendidikan menengah.
Kehadiran tim yang dipimpin oleh staf pelaksana A. Ghoni dan Hendro sekitar pukul 11.15 WIB ini disambut hangat oleh pihak sekolah dan para siswa. Berdasarkan hasil asesmen lapangan, terdapat sepuluh siswa di madrasah tersebut yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, sehingga membutuhkan intervensi nyata agar proses belajar mereka tidak terhenti di tengah jalan.
Investasi Modal Manusia (Human Capital)
Dalam perspektif jurnalisme filantropi, dukungan pendidikan ini dipandang bukan sekadar pemberian santunan materi, melainkan sebuah investasi sosial yang memiliki nilai imbal balik (Social Return on Investment) yang sangat tinggi. BAZNAS Sidoarjo memahami bahwa pendidikan adalah modalitas utama untuk memutus rantai kerentanan sosial di masa depan. Dengan menjamin keberlanjutan sekolah bagi para siswa di MTs Al Fudlola’, BAZNAS sejatinya sedang menanam benih ketangguhan bagi masa depan Sidoarjo.
Setiap rupiah zakat yang disalurkan melalui program pendidikan ini bertujuan untuk menghapus beban psikologis yang sering kali menghimpit siswa dan keluarga akibat kendala biaya sekolah. Ketika beban tersebut terangkat, para siswa diharapkan dapat kembali fokus merajut mimpi dengan penuh martabat dan kepercayaan diri.
Dampak Berantai bagi Masa Depan
Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, A. Ghoni, menekankan bahwa efektivitas pengelolaan zakat diukur dari perubahan hidup yang dihasilkan bagi para penerima manfaat. Baginya, dukungan kepada sepuluh siswa MTs Al Fudlola’ ini adalah jembatan penting yang menghubungkan keterbatasan saat ini dengan peluang di masa depan.
“Kami hadir di MTs Al Fudlola’ untuk memastikan amanah muzaki bertransformasi menjadi perlindungan nyata bagi pendidikan anak-anak kita. Setiap rupiah zakat dirancang untuk menciptakan dampak berantai bagi masa depan mereka,” tegas A. Ghoni saat memberikan motivasi di hadapan para siswa di Porong.
Zakat Menguatkan, Menuju Ramadhan Tangguh
Aksi nyata ini merupakan bagian integral dari kampanye nasional "Zakat Menguatkan Indonesia". Menjelang datangnya bulan suci, BAZNAS Sidoarjo melalui semangat "Ramadhan Tangguh" berikhtiar memperkuat ketahanan sosial masyarakat sejak dini, dimulai dari lingkungan pendidikan. BAZNAS berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan, memastikan bahwa dana umat dikelola secara transparan dan tepat sasaran guna membangun kedaulatan sosial masyarakat.
Melalui sinergi antara lembaga zakat dan institusi pendidikan, diharapkan tidak ada lagi anak di Sidoarjo yang terpaksa putus sekolah karena faktor ekonomi. Karena pada akhirnya, zakat dan sedekah adalah kekuatan yang mampu mengokohkan fondasi kemanusiaan bangsa, memastikan setiap tunas bangsa dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan berdaya.
Mari Terus Menguatkan! Jadilah bagian dari solusi untuk masa depan mereka. Salurkan kepedulian terbaik Anda melalui kanal resmi BAZNAS Sidoarjo:
BSI: 4488888008
BCA: 8292799992
Situs Resmi: kabsidoarjo.baznas.go.id
Zakat Menguatkan Indonesia, Sedekah Memulihkan, Ramadhan Tangguh.
BERITA27/01/2026 | sudrab
Senyum Madrasah di Porong: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Pastikan Lentera Ilmu Tetap Menyala di MI Al Fudlola’
SIDOARJO – Mentari siang di kawasan Porong pada Selasa (27/1/2026) menyinari sebuah langkah mulia yang sedang dirajut oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Di tengah riuh rendah aktivitas belajar mengajar di MI Al Fudlola’, Jl. Raya Jenggala, terselip sebuah komitmen besar untuk menjaga agar tidak ada satu pun lentera ilmu yang padam hanya karena himpitan ekonomi,.
Melalui semangat kampanye nasional "Zakat Menguatkan Indonesia", tim BAZNAS Sidoarjo hadir untuk memastikan hak-hak dasar pendidikan bagi generasi penerus bangsa tetap terpenuhi,. Kehadiran tim yang dipimpin oleh staf pelaksana A. Ghoni dan Hendro pada pukul 11.00 WIB ini menjadi bukti nyata bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen cinta yang mampu memberikan perlindungan sosial bagi kelompok yang paling rentan,.
Menjaga Hak Pendidikan, Membasuh Kekhawatiran
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, sepuluh siswa-siswi di MI Al Fudlola’ lahir dan tumbuh di tengah keluarga prasejahtera yang sedang berjuang melawan keterbatasan. Dalam kacamata jurnalisme filantropi, kondisi ini menempatkan mereka pada risiko kerentanan pendidikan yang tinggi. Intervensi berupa santunan pendidikan yang diberikan BAZNAS Sidoarjo dirancang untuk membasuh kekhawatiran para orang tua dan mengembalikan senyum di wajah anak-anak madrasah tersebut,.
Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, A. Ghoni, yang terjun langsung menyapa para siswa, menegaskan bahwa pendidikan adalah modalitas sosial yang paling berharga untuk memutus rantai kemiskinan di masa depan,. Baginya, setiap anak di Porong berhak memiliki mimpi yang besar tanpa perlu merasa kecil hati karena kondisi finansial keluarga.
"Kami hadir di MI Al Fudlola’ Porong sebagai jembatan kebaikan dari para muzaki. Komitmen kami jelas: kami ingin memastikan lentera ilmu tetap menyala di wilayah ini. Zakat hadir sebagai perisai bagi anak-anak kita agar mereka tetap bersemangat mengejar cita-cita meskipun sedang dalam masa sulit," ungkap A. Ghoni dengan penuh empati saat menyerahkan dukungan pendidikan tersebut,.
Menuju Ramadhan Tangguh
Aksi nyata ini juga merupakan bagian dari langkah akselerasi menyambut bulan suci melalui semangat "Ramadhan Tangguh". BAZNAS Sidoarjo berikhtiar menyiapkan ketahanan ekonomi dan mental masyarakat, dimulai dari bangku sekolah. Dalam perspektif Social Return on Investment (SROI), bantuan pendidikan ini dipandang sebagai investasi pada modal manusia (human capital) yang akan memberikan dampak jangka panjang bagi produktivitas dan kemandirian umat di masa depan,,.
Sinergi yang terjalin antara pihak MI Al Fudlola’ dan BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa kolaborasi filantropi mampu memberikan perlindungan inklusif bagi tunas-tunas bangsa,. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus menjadi "pelukan" kemanusiaan bagi mereka yang sedang berjuang, memastikan bahwa amanah zakat ditransformasikan menjadi manfaat yang memanusiakan dan memberdayakan,.
Mari Terus Menguatkan
Kisah senyum di MI Al Fudlola’ adalah pengingat bagi kita semua bahwa beban seberat apa pun akan terasa ringan jika dipanggul bersama-sama,. Setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang Anda titipkan adalah napas baru bagi masa depan anak-anak Sidoarjo,.
Salurkan kepedulian terbaik Anda melalui kanal resmi BAZNAS Sidoarjo, karena melalui zakat, kita sedang menguatkan fondasi kedaulatan bangsa dan menjemput berkah di setiap sudut Kota Delta,.
Zakat Menguatkan Indonesia, Sedekah Memulihkan, Ramadhan Tangguh.
BERITA27/01/2026 | sudrab
Memutus Rantai Kerentanan: BAZNAS Sidoarjo Hapus Beban Psikologis Siswa MTs Bilingual Sabilil Khoir
SIDOARJO – Langkah kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo terus berlanjut menyisir wilayah selatan Kota Delta. Pada Selasa pagi (27/1/2026), tim BAZNAS Sidoarjo mengunjungi MTs Bilingual Sabilil Khoir yang berlokasi di Jl. KH. Syafi’i, Desa Glagaharum, Kecamatan Porong. Kehadiran tim ini bukan sekadar menjalankan agenda rutin, melainkan membawa misi strategis untuk memutus rantai kerentanan sosial melalui sektor pendidikan.
Dalam kunjungan yang berlangsung pukul 10.00 WIB tersebut, tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin oleh A. Ghoni dan Hendro, menyapa sepuluh siswa yatim dan prasejahtera yang tengah berjuang menuntaskan pendidikan menengah mereka. Intervensi ini dirancang untuk memberikan napas baru bagi para siswa dan orang tua yang selama ini dihimpit oleh kekhawatiran akan keberlanjutan sekolah.
Menghapus Beban Psikologis di Bangku Sekolah
Bagi keluarga prasejahtera, tunggakan biaya pendidikan seringkali menjadi tembok besar yang menghalangi semangat belajar anak. Beban ini bukan sekadar urusan angka, melainkan tekanan psikologis yang menghimpit jiwa siswa dan orang tua. Ketidakpastian akan masa depan pendidikan seringkali memicu stres keluarga dan menurunkan kepercayaan diri anak di lingkungan sekolah.
Melalui program ini, BAZNAS Sidoarjo hadir untuk meruntuhkan tembok kekhawatiran tersebut. Dengan melunasi beban biaya yang ada, lembaga ini memberikan jaminan bahwa hak pendidikan setiap anak tetap terpenuhi. Langkah ini merupakan perwujudan nyata dari kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia", di mana zakat hadir sebagai perisai bagi mereka yang paling rentan.
Investasi pada Modal Manusia
Dalam perspektif Social Return on Investment (SROI), bantuan pendidikan bagi siswa MTs Bilingual Sabilil Khoir dipandang sebagai investasi sosial yang memiliki nilai imbal balik tinggi. BAZNAS memahami bahwa memastikan anak-anak tetap bersekolah adalah cara paling efektif untuk mencegah potensi putus sekolah dan memutus siklus kemiskinan antar-generasi.
Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, A. Ghoni, yang terjun langsung ke lokasi, menegaskan bahwa dukungan ini adalah jembatan bagi masa depan siswa yang sempat terhambat kendala ekonomi. Ia menekankan bahwa setiap tunas bangsa harus memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh tanpa beban yang melampaui usia mereka.
“Kami hadir di MTs Bilingual Sabilil Khoir ini untuk memastikan bahwa beban psikologis akibat kendala biaya pendidikan tidak lagi menghimpit keluarga para siswa. Kami ingin mereka kembali fokus belajar dengan tenang. Inilah esensi dari investasi pada modal manusia (human capital); memastikan semangat mereka untuk meraih masa depan tetap berkobar,” ungkap A. Ghoni saat memberikan dukungan tersebut di hadapan kepala sekolah dan para siswa.
Menuju Ramadhan Tangguh
Aksi kemanusiaan ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut bulan suci melalui semangat "Ramadhan Tangguh". BAZNAS Sidoarjo berikhtiar menguatkan ketahanan sosial masyarakat sejak dini agar setiap keluarga mampu menyongsong Ramadan dengan kondisi mental dan ekonomi yang lebih stabil.
Melalui sinergi antara pihak sekolah dan BAZNAS, distribusi di Porong ini membuktikan bahwa zakat adalah kekuatan yang memanusiakan dan memberdayakan. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan bagi para muzaki untuk menitipkan amanahnya, yang kemudian ditransformasikan menjadi harapan nyata bagi ribuan mustahik di pelosok Sidoarjo.
Karena pada akhirnya, pendidikan adalah lampion masa depan. Dan melalui zakat, kita memastikan lampion tersebut tidak akan padam oleh badai kesulitan ekonomi.
Zakat Menguatkan Indonesia, Sedekah Memulihkan, Ramadhan Tangguh.
BERITA27/01/2026 | sudrab
Investasi Masa Depan: BAZNAS Sidoarjo Pastikan Pendidikan Anak Yatim di MI Sabilil Khoir Tetap Terjaga
SIDOARJO – Mentari Selasa pagi (27/1/2026) menyinari langkah kaki tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo saat memasuki gerbang MI Sabilil Khoir yang terletak di Jl. KH. Syafi’i, Desa Glagaharum, Kecamatan Porong. Kedatangan tim ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan membawa misi besar bertajuk "Investasi Sosial" untuk memastikan nyala lentera ilmu bagi anak-anak yatim tetap berkobar di tengah impitan ekonomi.
Pukul 10.30 WIB, suasana haru dan khidmat menyelimuti pertemuan antara perwakilan sekolah, para siswa, dan staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo. Di sana, sepuluh anak yatim dari keluarga prasejahtera berkumpul untuk menerima dukungan pendidikan yang dirancang khusus guna melindungi hak-hak belajar mereka.
Investasi Strategis pada Modal Manusia
Dalam kacamata Social Return on Investment (SROI), bantuan pendidikan bagi anak yatim dipandang sebagai bentuk investasi sosial dengan nilai imbal balik yang sangat tinggi. BAZNAS memahami bahwa kehilangan sosok ayah sebagai tulang punggung keluarga seringkali menempatkan anak-anak pada risiko putus sekolah yang besar. Oleh karena itu, kehadiran program ini memiliki dimensi keberlanjutan yang kuat untuk menjaga martabat dan masa depan tunas bangsa agar tidak layu sebelum berkembang.
Dukungan pendidikan ini bertindak sebagai jembatan bagi masa depan mereka yang sempat terhambat kendala biaya. Dengan memastikan keberlanjutan sekolah, BAZNAS tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga memberikan perlindungan psikologis bagi para siswa agar tetap memiliki kepercayaan diri untuk merajut mimpi di tengah keterbatasan.
Menyalakan Semangat "Ramadhan Tangguh"
Penyaluran bantuan di Porong ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut bulan suci melalui kampanye "Ramadhan Tangguh". BAZNAS Sidoarjo berikhtiar memulihkan produktivitas dan semangat para mustahik, terutama generasi muda, agar mereka siap menyongsong masa depan dengan lebih mandiri dan berdaya.
Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, A. Ghoni, yang terjun langsung ke lokasi bersama tim, menegaskan komitmen lembaga dalam memuliakan anak yatim. Ia menjelaskan bahwa zakat yang dikelola secara amanah merupakan instrumen cinta yang nyata bagi mereka yang paling membutuhkan perlindungan sosial.
“Kami berupaya memastikan bahwa bantuan pendidikan bagi anak yatim di MI Sabilil Khoir Porong benar-benar menjadi jembatan bagi masa depan mereka. Investasi ini sangat krusial agar meskipun mereka telah kehilangan sosok ayah, akses terhadap pendidikan berkualitas tetap terjaga dan semangat mereka untuk meraih masa depan tidak pernah surut,” ungkap A. Ghoni saat memberikan dukungan tersebut di Glagaharum.
Zakat Menguatkan Indonesia
Aksi nyata ini membuktikan bahwa gerakan "Zakat Menguatkan Indonesia" dapat diwujudkan melalui perhatian kecil namun berdampak besar pada sektor pendidikan. Sinergi antara pihak MI Sabilil Khoir dan BAZNAS memperlihatkan bahwa kolaborasi filantropi mampu membangun ketahanan masyarakat dari akar rumput.
Melalui setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh para muzaki, BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen untuk mentransformasi amanah tersebut menjadi manfaat nyata yang memanusiakan dan memberdayakan. Langkah di Porong ini adalah bukti bahwa di Sidoarjo, tidak ada anak yang dibiarkan berjuang sendirian di tengah badai kehidupan.
Mari Terus Menguatkan! Dukungan Anda adalah napas baru bagi mereka. Salurkan kepedulian terbaik Anda melalui kanal resmi BAZNAS Sidoarjo untuk memastikan lebih banyak harapan yang dapat kita bangun bersama bagi anak-anak yatim di pelosok Kota Delta.
Zakat Menguatkan Indonesia, Sedekah Memulihkan, Ramadhan Tangguh.
BERITA27/01/2026 | sudrab
Keteguhan di Masa Senja: Saat Zakat Menjadi Perisai bagi Ibu Jumaiyah di Desa Tempel
SIDOARJO – Di balik riuhnya deru industri di wilayah Krian, terselip sebuah kisah keteguhan hati yang luar biasa dari sudut Desa Tempel. Pada Selasa (27/1/2026), tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menyusuri gang-gang desa untuk menemui Ibu Jumaiyah, seorang lansia berusia 70 tahun yang kini menjadi tulang punggung kasih sayang di rumahnya yang sederhana.
Perjalanan kemanusiaan ini bukan sekadar menjalankan rutinitas distribusi bantuan biaya hidup, melainkan bagian dari misi besar "Zakat Menguatkan Indonesia" dan menyongsong semangat "Ramadhan Tangguh". BAZNAS hadir untuk memastikan bahwa warga yang berada di usia senja tidak berjuang sendirian melawan impitan ekonomi dan ujian kesehatan.
Cinta yang Tak Menua Berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan, Ibu Jumaiyah hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Di usianya yang sudah berkepala tujuh, beliau memikul tanggung jawab besar merawat suaminya yang telah menginjak usia 80 tahun. Sang suami kini hanya bisa terbaring karena sakit, bergantung sepenuhnya pada pengabdian dan ketulusan Ibu Jumaiyah.
Dalam perspektif jurnalisme filantropi, kondisi Ibu Jumaiyah adalah potret nyata dari kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial yang inklusif. Kehadiran BAZNAS di Desa Tempel bertujuan untuk memberikan napas baru bagi jiwa-jiwa yang sedang berjuang dalam keterbatasan, memastikan martabat mereka tetap terjaga meski di masa-masa sulit.
Zakat sebagai Perisai Kemanusiaan Staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Shofwan dan Syukron In’am, hadir langsung mengantarkan amanah dari para muzaki. Penyaluran bantuan biaya hidup ini merupakan bentuk investasi sosial untuk menjaga ketahanan domestik warga lansia prasejahtera agar mereka tetap memiliki harapan di masa senja.
Misi kesehatan dan kemanusiaan ini dipertegas oleh pimpinan BAZNAS Sidoarjo yang menekankan peran krusial dana umat dalam memitigasi penderitaan warga. “Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi adalah perisai bagi mereka yang lemah dan terluka,” tegas pimpinan BAZNAS dalam misi tersebut. Kehadiran bantuan ini diharapkan menjadi penyangga bagi Ibu Jumaiyah agar beban kesehariannya sedikit terangkat, memberikan ketenangan jiwa di tengah perjuangannya merawat sang suami.
Menuju Ramadhan Tangguh Aksi nyata di Desa Tempel ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati bangsa ini terletak pada seberapa erat kita menggenggam tangan mereka yang hampir terjatuh. Menjelang bulan suci, BAZNAS Sidoarjo melalui kampanye "Ramadhan Tangguh" berkomitmen untuk terus menyisir titik-titik kerentanan sosial, memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah bertransformasi menjadi manfaat nyata yang memanusiakan dan memberdayakan.
Melalui sinergi antara pemerintah desa dan BAZNAS, kisah Ibu Jumaiyah di Krian membuktikan bahwa zakat adalah kekuatan yang mampu membangun ketahanan masyarakat. Setiap rupiah yang dititipkan oleh para muzaki menjadi cahaya bagi mereka yang tengah berada dalam kegelapan kesulitan.
Mari Terus Menguatkan Kisah keteguhan Ibu Jumaiyah adalah panggilan bagi kita semua untuk kian peduli terhadap lingkungan sekitar. Anda dapat menjadi bagian dari solusi dengan menyalurkan kepedulian terbaik melalui kanal resmi BAZNAS Sidoarjo. Karena melalui setiap titipan Anda, kita sedang membangun fondasi bangsa yang lebih kuat dan Sidoarjo yang lebih tangguh.
Zakat Menguatkan Indonesia, Sedekah Memulihkan, Ramadhan Tangguh.
BERITA27/01/2026 | sudrab
Pelukan Kemanusiaan di Suwaluh: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Memuliakan Ibu Ekowati Melalui Zakat yang Menguatkan
SIDOARJO – Di bawah langit Kecamatan Balongbendo yang menaungi Desa Suwaluh pada Selasa pagi (27/1/2026), sebuah perjalanan kemanusiaan kembali menorehkan jejaknya. Langkah kaki tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menyusuri gang-gang desa bukan sekadar untuk menjalankan rutinitas distribusi, melainkan untuk mengantarkan "pelukan" nyata bagi mereka yang sering terlupakan oleh riuhnya dunia. Hari itu, misi utama tertuju pada satu nama yang tengah berjuang dalam kesunyian: Ibu Ekowati.
Ibu Ekowati adalah potret nyata dari kelompok masyarakat yang paling rentan. Beliau tidak hanya dihimpit oleh keterbatasan ekonomi sebagai keluarga prasejahtera, tetapi juga harus berjuang melawan tantangan mental sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Dalam kacamata jurnalisme filantropi, kondisi ini menempatkan beliau pada titik kerentanan ganda yang membutuhkan intervensi perlindungan sosial segera agar martabat kemanusiaannya tetap terjaga,.
Zakat sebagai Perisai bagi yang Terluka Kehadiran staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, A. Shofwan dan B. Syukron In’am, di kediaman Ibu Ekowati sekitar pukul 10.00 WIB menjadi bukti bahwa zakat hadir sebagai instrumen cinta yang inklusif,. Penyaluran bantuan biaya hidup ini dirancang sebagai bentuk perlindungan sosial untuk memastikan kebutuhan dasar mustahik tetap terpenuhi meskipun dalam kondisi keterbatasan yang mendalam.
Bagi BAZNAS Sidoarjo, bantuan ini bukan sekadar bantuan karitatif sesaat. Sejalan dengan kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia", setiap bantuan yang diberikan adalah upaya untuk memulihkan martabat jiwa yang sedang lara dan memberikan ketenangan bagi mereka yang sedang terjepit masa sulit,. Zakat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi telah bertransformasi menjadi perisai bagi mereka yang lemah dan terluka.
Memutus Rantai Kerentanan Staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, A. Shofwan, yang terjun langsung melakukan asesmen dan pendistribusian di Desa Suwaluh, menegaskan pentingnya kehadiran lembaga di tengah kelompok rentan. Baginya, memastikan keselamatan warga seperti Ibu Ekowati adalah prioritas utama dalam membangun ketahanan masyarakat,.
“Kami hadir menemui Ibu Ekowati di Desa Suwaluh ini untuk memberikan dukungan nyata. Beliau adalah bagian dari warga kita yang paling rentan, yang membutuhkan uluran tangan secara kontinu. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran BAZNAS di sini adalah bentuk perlindungan sosial yang memuliakan, agar beliau tidak berjuang sendirian di tengah keterbatasannya,” ungkap A. Shofwan dengan nada penuh empati saat mengunjungi lokasi.
Membangun Sidoarjo yang Inklusif Melalui sinergi antara dana zakat dari para muzakki dan gerak cepat tim di lapangan, kisah Ibu Ekowati menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kekuatan sejati sebuah bangsa terletak pada seberapa erat kita menggenggam tangan mereka yang hampir terjatuh. Intervensi kesehatan dan biaya hidup bagi warga ODGJ adalah langkah strategis untuk memutus rantai kerentanan sosial dan memastikan tidak ada warga Sidoarjo yang tertinggal dalam mendapatkan akses kesejahteraan,.
Langkah nyata di Desa Suwaluh ini diharapkan mampu menyulut api kepedulian di hati masyarakat luas. Bahwa di balik setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS Sidoarjo, terdapat napas baru dan harapan yang kembali bersemi bagi jiwa-jiwa yang sedang merindukan pelukan kemanusiaan,.
Karena pada akhirnya, melalui zakat, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi kita sedang menguatkan fondasi kemanusiaan dan kedaulatan bangsa dimulai dari kepedulian terhadap tetangga terdekat kita,.
Zakat Menguatkan Indonesia
BERITA27/01/2026 | sudrab
Membangun Jantung Spiritual: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Karakter Luhur di SDN Bakalan
SIDOARJO – Pendidikan sejati tidak hanya tumbuh di dalam ruang kelas melalui deretan teori akademik, melainkan bersemi melalui penguatan fondasi spiritual dan karakter sejak usia dini. Menyadari hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo hadir memberikan dukungan nyata bagi pembangunan infrastruktur ibadah di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari kampanye besar "Zakat Menguatkan Indonesia".
Pada Selasa pagi (27/1/2026), tim BAZNAS Sidoarjo melakukan perjalanan kemanusiaan menuju wilayah barat Kota Delta, tepatnya di SDN Bakalan, Kecamatan Balongbendo. Kehadiran tim yang dipimpin oleh staf pelaksana A. Shofwan dan B. Syukron In’am ini membawa misi untuk menitipkan bantuan partisipasi pembangunan musholla sekolah.
Musholla sebagai Jantung Pendidikan Karakter Dalam perspektif jurnalisme filantropi, pembangunan musholla di lingkungan sekolah dasar bukan sekadar proyek fisik berupa dinding dan atap. Langkah ini dipandang sebagai sebuah investasi sosial jangka panjang untuk menjaga stabilitas mental dan spiritual generasi mendatang. Musholla akan menjadi "jantung" sekolah, tempat di mana siswa tidak hanya belajar sholat secara ritual, tetapi juga mengasah empati, kedisiplinan, dan budi pekerti luhur.
Selama ini, ketiadaan fasilitas ibadah yang memadai seringkali memaksa aktivitas keagamaan dilakukan di ruang-ruang kelas yang terbatas fungsinya. Dengan adanya musholla permanen, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang kondusif bagi pertumbuhan anak-anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan moral.
Memperkuat Fondasi Spiritual Sejak Dini Staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, A. Shofwan, menekankan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata amanah dari para muzakki untuk membangun kedaulatan sosial masyarakat melalui pendidikan. Baginya, karakter luhur harus dipupuk melalui penyediaan sarana yang memanusiakan dan memuliakan proses belajar siswa.
"Tim memberikan bantuan partisipasi pembangunan musholla di SDN Bakalan ini sebagai ikhtiar bersama. Langkah ini bertujuan memperkuat karakter spiritual siswa sejak dini agar tercipta lingkungan sekolah yang luhur budi pekerti," ungkap A. Shofwan saat meninjau lokasi kegiatan di Balongbendo.
Zakat Menguatkan Indonesia Sinergi antara BAZNAS Sidoarjo dan dunia pendidikan ini menjadi bukti bahwa zakat adalah kekuatan yang mampu membangun fondasi bangsa dimulai dari lingkungan sekolah dasar. Langkah SDN Bakalan untuk memprioritaskan sarana spiritual adalah teladan dalam filantropi pendidikan, di mana kepedulian terhadap fasilitas umum sekolah dapat melahirkan Profil Pelajar Pancasila yang sigap membantu sesama dan rendah hati.
BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen untuk menjadi jembatan kebaikan, memastikan setiap rupiah zakat bertransformasi menjadi manfaat yang memanusiakan dan memberdayakan. Karena pada akhirnya, rumah ibadah yang kokoh di sekolah adalah benteng bagi masa depan anak-anak Sidoarjo agar tetap teguh dalam nilai-nilai kebaikan.
Mari Terus Menguatkan Dukungan Anda adalah cahaya bagi masa depan mereka. Anda dapat menyalurkan kepedulian terbaik melalui kanal resmi BAZNAS Sidoarjo untuk memastikan lebih banyak lampion harapan yang dapat kita bangun bersama.
Zakat Menguatkan Indonesia, Sedekah Memulihkan, Sidoarjo Tangguh.
BERITA27/01/2026 | sudrab
Investasi Modal Manusia di Balongbendo: BAZNAS Sidoarjo Semai Harapan Baru bagi Siswa SMP Raden Rahmad
SIDOARJO – Langkah kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo terus berlanjut menyisir wilayah barat Kota Delta. Pada Selasa pagi (27/1/2026), setelah menyapa tunas-tunas muda di tingkat dasar, tim BAZNAS Sidoarjo melangkah menuju kompleks yang sama untuk menemui para siswa di SMP Raden Rahmad, Kecamatan Balongbendo,. Kunjungan ini bukan sekadar distribusi bantuan rutin, melainkan sebuah misi investasi sosial yang terukur untuk menjaga nyala api cita-cita di jenjang pendidikan menengah,.
Suasana di SMP Raden Rahmad seketika berubah khidmat saat tim pelaksana yang terdiri dari A. Shofwan dan B. Syukron In’am hadir di tengah-tengah para siswa. Dalam kacamata jurnalisme filantropi, kehadiran lembaga zakat di sekolah ini merupakan perwujudan dari semangat "Zakat Menguatkan Indonesia," di mana setiap rupiah yang dititipkan muzaki dirancang untuk menciptakan dampak berantai bagi masa depan bangsa,.
Menanam Investasi pada Modal Manusia Intervensi yang diberikan kepada 10 siswa SMP Raden Rahmad ini dipandang sebagai bentuk investasi pada modal manusia (human capital). BAZNAS memahami bahwa masa remaja di tingkat SMP adalah fase krusial di mana kegelisahan ekonomi keluarga seringkali mulai mengganggu fokus belajar siswa. Dengan memberikan dukungan pendidikan, BAZNAS tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga memberikan perlindungan psikologis agar anak-anak tersebut tetap memiliki semangat meraih masa depan tanpa harus merasa kecil hati karena keterbatasan,.
Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, A. Shofwan, menegaskan bahwa bantuan pendidikan ini adalah jembatan bagi masa depan yang sempat terhambat kendala biaya. Baginya, memastikan keberlanjutan pendidikan siswa adalah cara paling efektif untuk memutus rantai kerentanan sosial di masyarakat,.
“Kami memandang bantuan ini sebagai investasi jangka panjang. Dengan memberikan dukungan kepada para siswa di SMP Raden Rahmad ini, kami sedang berupaya memperkuat modal manusia agar mereka tetap memiliki ketangguhan dan semangat untuk menjemput masa depan yang lebih baik,” ungkap A. Shofwan di sela-sela kegiatannya di Balongbendo,.
Memulihkan Martabat melalui Pendidikan Pemberian bantuan ini selaras dengan visi BAZNAS Sidoarjo dalam membangun "Sidoarjo Tangguh" melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI). Setiap bantuan pendidikan yang tersalurkan memiliki dimensi keberlanjutan yang tinggi, memastikan bahwa hak pendidikan berkualitas tetap terjaga meskipun keluarga siswa sedang dalam masa sulit,.
Melalui sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan BAZNAS, aksi kemanusiaan di Balongbendo ini membuktikan bahwa zakat adalah kekuatan yang mampu mengembalikan martabat dan memberikan ketenangan jiwa bagi para mustahik,. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus menjadi pelindung bagi generasi muda, memastikan bahwa tidak boleh ada anak di Sidoarjo yang kehilangan harapan untuk bersekolah,.
Langkah nyata di SMP Raden Rahmad ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama. Karena pada akhirnya, zakat dan sedekah bukan hanya tentang transaksi materi, melainkan upaya kolektif dalam memperkokoh fondasi kemanusiaan dan mencetak generasi emas Sidoarjo yang mandiri dan berdaya,
BERITA27/01/2026 | sudrab
Menyalakan Pelita Ilmu di Balongbendo: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Pastikan Masa Depan Siswa MI Raden Rahmad
SIDOARJO – Mentari pagi pada Selasa (27/1/2026) di Kecamatan Balongbendo terasa lebih hangat saat langkah kaki para pejuang kemanusiaan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo memasuki gerbang MI Raden Rahmad. Kehadiran mereka bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan membawa misi besar untuk menjaga agar nyala pelita ilmu di hati anak-anak bangsa tetap berkobar, meskipun di tengah impitan keterbatasan ekonomi.
Perjalanan kemanusiaan yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian distribusi bantuan pendidikan yang dilakukan secara serentak di wilayah Sidoarjo. Di MI Raden Rahmad, tim BAZNAS yang dipimpin oleh staf pelaksana A. Shofwan bersama B. Syukron In’am, hadir untuk menyapa sepuluh siswa-siswi pilihan yang tengah berjuang menuntaskan pendidikan dasar mereka.
Investasi Sosial pada Tunas Bangsa Dalam perspektif filantropi modern, bantuan pendidikan ini dipandang sebagai bentuk investasi sosial yang memiliki nilai imbal balik (Social Return on Investment) yang sangat tinggi. Dengan memastikan biaya pendidikan para siswa terpenuhi, BAZNAS Sidoarjo sejatinya sedang menanam benih ketahanan bangsa. Setiap rupiah zakat yang disalurkan bukan hanya sekadar membantu melunasi kebutuhan sekolah, tetapi juga menjaga martabat serta memulihkan psikologis anak-anak agar tetap percaya diri di antara teman-temannya.
Kesepuluh siswa penerima manfaat di MI Raden Rahmad ini adalah representasi dari "tunas bangsa" yang tidak boleh layu sebelum berkembang. BAZNAS memahami bahwa tanpa intervensi yang tepat, rantai kemiskinan seringkali memutus akses pendidikan, yang pada akhirnya akan memperdalam kerentanan sosial di masa depan.
Menghapus Penghalang Cita-Cita Staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, A. Shofwan, menekankan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk bermimpi setinggi langit. Baginya, tugas lembaga zakat adalah menjadi jembatan yang menghubungkan antara ketulusan muzaki dengan kebutuhan nyata para mustahik di lapangan.
“Kami hadir di MI Raden Rahmad ini untuk memastikan bahwa amanah dari para muzaki benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Kami ingin memastikan kemiskinan tidak menjadi penghalang bagi tunas bangsa untuk meraih cita-cita,” tegas A. Shofwan dengan nada penuh empati saat menyerahkan bantuan tersebut di hadapan para siswa.
Zakat Menguatkan, Sidoarjo Tangguh Aksi nyata di Balongbendo ini sekaligus membuktikan bahwa gerakan "Zakat Menguatkan Indonesia" dapat dimulai dari langkah-langkah kecil di ruang kelas. BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen untuk tidak hanya hadir dalam urusan logistik, tetapi juga sebagai pendamping moral bagi generasi muda. Pendidikan karakter melalui empati dan kepedulian inilah yang akan membentuk profil pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur secara budi pekerti.
Melalui sinergi antara pihak sekolah dan BAZNAS, distribusi di MI Raden Rahmad menjadi bukti bahwa zakat adalah instrumen cinta yang nyata untuk memuliakan manusia. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Sidoarjo untuk terus mendukung program-program kemaslahatan umat, agar semakin banyak senyum yang kembali hadir di wajah anak-anak kita.
Karena pada akhirnya, kekuatan sejati bangsa ini terletak pada seberapa erat kita menggenggam tangan mereka yang hampir terjatuh, memastikan bahwa lampion harapan mereka tetap menyala hingga masa depan yang cerah benar-benar terwujud.
BERITA27/01/2026 | sudrab
Sentuhan Kasih SDN Ketajen 2: Menanam Empati, Mengirim Doa untuk Sumatra dan Aceh
SIDOARJO – Keluarga besar SDN KETAJEN 2 GEDANGAN membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer bukan penghalang untuk berbagi kasih kepada sesama. Di tengah keriuhan khas aktivitas sekolah, terselip sebuah semangat kolektif yang menghangatkan hati melalui gerakan membantu saudara-saudara di ujung barat Indonesia yang tengah berjuang melawan dampak bencana alam. Semangat solidaritas untuk penyintas bencana di Sumatra dan Aceh ini berkobar dengan tulus dari seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, staf, hingga para siswa.
Edukasi Karakter dalam Kotak Donasi
Bagi para siswa SDN Ketajen 2, kegiatan ini bukan sekadar mengumpulkan uang ke dalam kotak, melainkan sebuah pelajaran kehidupan yang tidak ditemukan di dalam buku teks. Sambil menggenggam uang saku yang mereka sisihkan, anak-anak ini belajar tentang arti empati dan bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Kepala Sekolah SDN Ketajen 2, Ibu Mamik Arifah, S.Pd.SD, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas antusiasme luar biasa dari seluruh warga sekolah. Baginya, melihat anak didiknya peduli terhadap penderitaan sesama adalah prestasi yang tak ternilai harganya.
"Kami mendoakan agar semua saudara kita di Sumatra diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan. Semoga bencana ini tidak terjadi lagi dan semoga Tuhan melindungi kita semua," ungkap Ibu Mamik Arifah dengan penuh haru.
Amanah yang Tertunaikan melalui BAZNAS
Ketulusan tersebut kemudian dikristalkan dalam bentuk donasi sebesar Rp 1.900.000. Untuk memastikan amanah ini sampai ke tangan yang tepat, SDN Ketajen 2 memilih jalur profesional melalui transfer bank ke rekening Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo pada hari Jumat, 23 Januari 2026.
Langkah transfer ini diambil untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas penyaluran bantuan. Dengan koordinasi yang rapi melalui BAZNAS, bantuan dari warga sekolah di Gedangan ini diharapkan dapat segera menyentuh kebutuhan mendesak para korban di lokasi bencana. Pihak BAZNAS Sidoarjo pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif ini, yang diharapkan dapat menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan lainnya untuk turut bergerak. Karena sekecil apa pun uluran tangan kita, bagi mereka yang sedang kehilangan segalanya, itu adalah harapan yang besar.
Mari Terus Berbagi
Duka saudara kita belum usai. Mari tunjukkan bahwa kepedulian warga Sidoarjo tak akan pernah surut. Anda juga dapat menyalurkan kepedulian terbaik melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:
BSI: 4488888008
BCA: 8292799992
Layanan Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id
Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA24/01/2026 | sudrab
Sinergi BAZNAS dan NPS: Investasi Sosial di Balik Kokohnya Atap Baru Warga Tebel dan Cemandi
SIDOARJO – Kolaborasi kemanusiaan antara BAZNAS Kabupaten Sidoarjo dengan Nusantara Power Services (NPS) PLN Jawa Timur terbukti menjadi motor penggerak transformasi sosial yang nyata bagi masyarakat prasejahtera di Kota Delta. Sinergi ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan sebuah bentuk investasi jangka panjang untuk memulihkan martabat dan kesehatan keluarga melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB).
Pada Kamis pagi (22/1/2026), tim monitoring yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, EM Luqman, didampingi staf pelaksana Achmad Richi dan pihak vendor, turun ke lapangan untuk memastikan setiap rupiah dana zakat dan lainnya telah menjelma menjadi hunian yang aman dan bermartabat.
Perjalanan monitoring diawali pukul 09.54 WIB di Desa Tebel, Gedangan, tepatnya di kediaman Ibu Lilik Rahayu. Rumah yang dulunya rentan kini telah berubah total; dindingnya telah ditinggikan, atapnya diganti secara keseluruhan, lengkap dengan plafon ruang tamu dan kamar tidur yang rapi, serta kusen pintu dan jendela yang baru.
Melihat transformasi tempat tinggalnya, Ibu Lilik Rahayu tak mampu membendung rasa harunya.
"Dulu kalau hujan saya selalu was-was atap ambruk. Sekarang, berkat bantuan BAZNAS, saya bisa tidur tenang. Terima kasih sudah memperbaiki hidup kami menjadi lebih layak," ungkap Ibu Lilik dengan suara bergetar penuh syukur.
Tim kemudian bergeser menuju Desa Cemandi, Sedati, pada pukul 10.54 WIB untuk meninjau rumah Bapak Duladi. Di sini, sinergi dengan NPS PLN Jawa Timur sangat terasa dampaknya. Rumah Bapak Duladi kini memiliki lantai yang telah ditinggikan dan dipasang keramik, dinding yang kokoh, serta atap dan plafon baru yang memberikan perlindungan maksimal.
Dalam perspektif Social Return on Investment (SROI), program RLHB ini dipandang sebagai investasi sosial dengan nilai imbal balik yang tinggi. Rumah yang layak secara langsung berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan penghuninya, menurunkan tingkat stres keluarga, dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan anak-anak di masa depan.
Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, EM Luqman, menegaskan bahwa rumah yang kokoh adalah fondasi ketahanan sosial masyarakat.
"Monitoring ini adalah bentuk amanah kami kepada para muzakki dan mitra strategis seperti NPS. Kami tidak hanya membangun dinding dan atap, tapi kami sedang menanam investasi sosial. Dengan rumah yang layak, kita sedang memutus rantai kerentanan dan memberikan kesempatan bagi mustahik untuk bangkit menjadi lebih mandiri dan berdaya," jelas EM Luqman di sela-sela peninjauan di Cemandi.
Kegiatan monitoring ini memastikan bahwa setiap pengerjaan, baik yang dimulai sejak November maupun Januari, telah rampung sesuai standar kualitas yang diharapkan. BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen memperluas kolaborasi filantropi agar semakin banyak keluarga di Sidoarjo yang bisa tersenyum di bawah atap hunian yang layak.
Zakat Menguatkan, Sidoarjo Tangguh.
BERITA23/01/2026 | sudrab
Siswa SDN Candi Sidoarjo Kirim ‘Pelukan’ Kemanusiaan untuk Penyintas Bencana Sumatera Melalui BAZNAS
SIDOARJO – Wajah-wajah ceria namun penuh empati tampak menghiasi kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo siang ini. Perwakilan siswa dari SD Negeri Candi, didampingi oleh Pak Subhan, datang membawa amanah mulia: sebuah donasi tunai sebesar Rp3.802.000 yang dikumpulkan dari saku-saku kecil para siswa dan guru untuk saudara-saudara mereka, penyintas bencana di Sumatera.
Aksi penggalangan dana yang berlangsung di lingkungan sekolah ini bukan sekadar rutinitas sosial, melainkan inisiatif langsung dari Kepala Sekolah SDN Candi, Ibu Khilmi Nasfah, S.Pd.SD. Beliau meyakini bahwa empati tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas melalui teori, tapi harus dipraktikkan secara nyata.
Menanam Karakter Lewat Memberi
Ibu Khilmi Nasfah menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari kurikulum kehidupan untuk mencetak generasi yang peduli.
"Kami ingin anak-anak merasakan bahwa duka di Sumatera adalah duka kita juga. Penggalangan dana ini adalah praktik langsung filantropi sejak dini untuk membentuk karakter siswa agar memiliki jiwa sosial yang tinggi, rendah hati, dan sigap membantu sesama yang sedang kesulitan," ungkap Ibu Khilmi.
Apresiasi dari BAZNAS Sidoarjo
Kedatangan rombongan SDN Candi disambut hangat oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sidoarjo, M. Mahbub. Beliau menyampaikan rasa bangganya terhadap sekolah-sekolah yang aktif melibatkan siswanya dalam gerakan kemanusiaan.
"Kami sangat mengapresiasi langkah SDN Candi. Ini adalah bukti bahwa pendidikan karakter di sekolah berjalan dengan sangat baik. Donasi ini akan segera kami salurkan kepada para penyintas bencana di Sumatera. Semoga menjadi amal jariyah bagi keluarga besar SDN Candi dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Sidoarjo," tutur M. Mahbub saat menerima donasi tersebut.
Melalui sinergi ini, BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen untuk menjadi jembatan kebaikan, membuktikan bahwa gerakan Zakat Menguatkan Indonesia dapat dimulai dari langkah kecil para siswa sekolah dasar.
Langkah ini diharapkan menjadi pemantik api kebaikan bagi komunitas lain di Sidoarjo untuk turut merapatkan barisan. Karena pada akhirnya, zakat dan sedekah adalah kekuatan yang mampu menguatkan fondasi kemanusiaan bangsa.
Salurkan Kepedulian Anda melalui BAZNAS Sidoarjo: Jadilah jembatan kebaikan bagi sesama melalui kanal resmi kami:
BSI: 4488888008
BCA: 8292799992
Situs Resmi: kabsidoarjo.baznas.go.id
BERITA22/01/2026 | sudrab
Menabur Benih Harapan, Menuai Masa Depan: Jejak Investasi Sosial BAZNAS Sidoarjo di Buduran dan Porong
SIDOARJO – Mentari Kamis pagi (22/1/2026) menjadi saksi bisu dimulainya sebuah perjalanan kemanusiaan yang digawangi oleh tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Perjalanan hari itu bukan sekadar distribusi bantuan rutin, melainkan sebuah misi investasi sosial yang terukur. Dalam kacamata Social Return on Investment (SROI), setiap rupiah zakat yang disalurkan dirancang untuk menciptakan dampak berantai: menyelamatkan masa depan pendidikan dan memulihkan produktivitas jiwa yang sedang lara.
Melunasi Kegelisahan di Siwalanpanji Langkah awal dimulai tepat pukul 10.00 WIB di MTs Faqih Hasyim, Desa Siwalanpanji, Buduran. Di sana, tujuh siswa tengah berjuang melawan beban psikologis akibat tunggakan biaya sekolah yang menghimpit keluarga prasejahtera mereka. BAZNAS hadir memberikan intervensi untuk melunasi beban tersebut, sebuah langkah yang secara SROI merupakan investasi pada modal manusia (human capital). Dengan menghapus tunggakan ini, BAZNAS tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga memastikan anak-anak tersebut tidak putus sekolah dan tetap memiliki semangat untuk meraih masa depan.
Napas Baru bagi Sang Pejuang Pulih Tim kemudian bergeser menuju Desa Prasung, Buduran, untuk menemui seorang pemuda berusia 23 tahun bernama Al Chamdani. Sudah tiga bulan ia berjuang melawan TBC, dan masih ada tiga bulan sisa pengobatan intensif yang harus ia jalani. Statusnya yang saat ini tidak bekerja membuat akses terhadap kebutuhan tambahan pengobatan menjadi tantangan besar. Intervensi kesehatan yang diberikan BAZNAS adalah bentuk investasi untuk mengembalikan kesehatan Al Chamdani agar kelak ia dapat kembali produktif dan menjadi penggerak ekonomi keluarga.
Memuliakan Yatim di Gempol Sampurno Menjelang siang, perjalanan berlanjut ke Kecamatan Porong, tepatnya di SD Hafizh Al Qur’an, Desa Gempol Sampurno. Pukul 11.20 WIB, suasana khidmat menyelimuti saat 10 anak yatim dari keluarga prasejahtera dikumpulkan untuk menerima dukungan pendidikan. Investasi pada pendidikan anak yatim ini memiliki dimensi keberlanjutan yang tinggi, memastikan bahwa meski kehilangan sosok ayah, akses mereka terhadap pendidikan berkualitas sebagai penghafal Al-Qur'an tetap terjaga.
Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Mahendro Tristiono, yang terjun langsung ke lapangan, menegaskan makna di balik aksi ini:
"Kami berupaya memastikan bahwa bantuan pendidikan bagi para siswa di Buduran dan anak yatim di Porong benar-benar menjadi jembatan bagi masa depan mereka yang sempat terhambat kendala biaya. Selain itu, dukungan kesehatan bagi warga di Desa Prasung adalah bentuk perlindungan sosial agar mereka yang sedang dalam masa pengobatan tetap memiliki semangat untuk pulih dan kembali produktif.".
Melalui sinergi antara pihak sekolah, perangkat desa, dan BAZNAS, aksi kemanusiaan di dua kecamatan ini membuktikan bahwa zakat adalah kekuatan yang mampu membangun ketahanan masyarakat. BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen memastikan setiap amanah muzakki bertransformasi menjadi manfaat nyata yang memanusiakan dan memberdayakan.
Zakat Menguatkan, Sidoarjo Tangguh.
BERITA22/01/2026 | sudrab
Wujud Kepedulian, PERIP Sidoarjo Salurkan Bantuan Dana untuk Korban Bencana Sumatra Melalui BAZNAS
SIDOARJO – Semangat solidaritas ditunjukkan oleh keluarga besar Persatuan Istri Purnawirawan (PERIP) Cabang Sidoarjo. Pada Kamis (22/1/2026), jajaran pengurus PERIP mengunjungi kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo untuk menyerahkan bantuan dana kemanusiaan bagi para penyintas bencana alam di wilayah Sumatra dan Aceh.
Bantuan sebesar Rp 4.500.000,- tersebut merupakan hasil penghimpunan sukarela dari para anggota PERIP yang tersebar di berbagai anak cabang (Ancab) kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo, termasuk sumbangan dari Warakawuri dan kas sosial organisasi.
Ketua PERIP Cabang Sidoarjo, Ny. Dra. Hj. Liliek Soeparmanto, menyampaikan bahwa aksi ini didasari oleh rasa empati yang mendalam terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Beliau berharap bantuan yang dikumpulkan dari hati ini dapat sedikit meringankan beban para korban.
"Kami merasa terpanggil untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra dan Aceh. Meskipun jumlahnya mungkin tidak seberapa, ini adalah bentuk ketulusan dan kepedulian dari seluruh keluarga besar PERIP Sidoarjo. Kami memercayakan penyalurannya melalui BAZNAS agar dapat sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," ujar Ny. Liliek Soeparmanto saat prosesi penyerahan.
Kedatangan rombongan ibu-ibu PERIP yang mengenakan seragam ungu khas organisasi tersebut disambut hangat oleh pimpinan BAZNAS Sidoarjo. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima (BAST) resmi.
Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, H. Ilhamuddin, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan gerak cepat yang dilakukan oleh PERIP Sidoarjo. Menurutnya, sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga filantropi seperti BAZNAS sangat krusial dalam mempercepat penanganan pascabencana.
"Kami sangat mengapresiasi langkah mulia dari ibu-ibu PERIP Sidoarjo. Ini adalah keteladanan dalam ber-filantropi, di mana kepedulian tumbuh dari akar rumput di tingkat kecamatan. BAZNAS berkomitmen untuk segera menyalurkan amanah ini kepada para penyintas di Sumatra agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pemulihan mereka," ungkap H. Ilhamuddin.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, berharap agar para penyintas bencana diberikan kekuatan dan kondisi di wilayah terdampak segera pulih kembali. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk nyata pengabdian kepada kemanusiaan.
Zakat Menguatkan Indonesia
BERITA22/01/2026 | sudrab
Senyum Bapak Juari di Balongbendo: Transformasi Hunian Tak Layak Menjadi Istana Bermartabat
SIDOARJO – Menjelang siang pada Rabu (21/1/2026), langkah kaki tim monitoring BAZNAS Kabupaten Sidoarjo bergeser ke arah barat menuju Kecamatan Balongbendo. Di Desa Penambangan, sebuah transformasi nyata dari kekuatan zakat mewujud pada hunian milik Bapak Juari, yang kini tidak lagi menyisakan jejak kerapuhan masa lalu.
Kondisi rumah Bapak Juari sebelum mendapatkan intervensi program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) sungguh memprihatinkan. Potret lawas menunjukkan ruangan yang gelap dengan dinding semen kasar yang lembap. Langit-langitnya hanya ditutup lembaran plastik seadanya untuk menghalau tirai hujan, sementara struktur atap kayu yang lapuk mengancam keselamatan penghuninya setiap saat. Ketidakpastian merundung keluarga ini di bawah atap yang hampir roboh tersebut.
Namun, suasana berubah drastis saat monitoring terakhir dilakukan untuk penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST). Bapak Juari menyambut tim dengan senyum lebar saat melihat rumahnya kini berdiri kokoh dengan dinding hijau cerah yang telah ditinggikan. Hunian tersebut kini memiliki tiga kamar tidur baru dengan plafon yang tertutup rapat, lantai keramik yang bersih, serta struktur atap galvalum yang menjamin keamanan jangka panjang.
Salah satu aspek krusial dalam renovasi ini adalah penyediaan jamban sehat dan sanitasi yang layak. Hal ini sejalan dengan misi BAZNAS untuk melindungi kesehatan generasi masa depan dan menurunkan risiko penyakit menular melalui investasi sanitasi yang bermartabat.
Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Achmad Richi, yang memimpin langsung pemeriksaan kualitas bangunan tersebut, menyampaikan rasa syukurnya atas rampungnya pengerjaan bulan Januari ini.
"Melihat transformasi rumah Bapak Juari dari yang dulunya hanya beratapkan plastik hingga kini memiliki tiga kamar yang nyaman dan plafon rapi adalah kebahagiaan bagi kami. Program RLHB ini bertujuan untuk memberikan ketenangan jiwa bagi mustahik; memastikan mereka memiliki fondasi yang kuat untuk kembali merajut mimpi dengan penuh martabat," ungkap Achmad Richi di lokasi monitoring Desa Penambangan.
Keberhasilan program ini merupakan bukti nyata kekuatan solidaritas dan gotong royong melalui zakat para ASN dan muzakki di Sidoarjo. Bagi BAZNAS Sidoarjo, rumah yang layak bukan sekadar tempat berteduh dari hujan dan panas, melainkan investasi sosial untuk membangun bangsa yang kuat dimulai dari fondasi keluarga yang sehat dan aman.
Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA22/01/2026 | sudrab
Wajah Baru Harapan di Candinegoro: BAZNAS Sidoarjo Pastikan Kelayakan Hunian di Wonoayu
SIDOARJO – Langkah kaki tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyusuri jalanan Desa Candinegoro pada Rabu pagi (21/1/2026) membawa sebuah misi kemanusiaan yang mendalam. Tepat pukul 09.39 WIB, perjalanan monitoring program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) dimulai dengan meninjau sebuah rumah yang pengerjaannya telah diinisiasi sejak Desember tahun lalu. Hunian yang dulunya mungkin dipenuhi kekhawatiran, kini telah berdiri tegak dengan dinding yang ditinggikan dan struktur atap baru yang kokoh.
Meskipun pemilik rumah sedang menjalankan aktivitas bekerja, perwakilan dari pihak keluarga dengan hangat mendampingi tim untuk memeriksa setiap sudut hasil pengerjaan. Transformasi hunian ini terlihat sangat signifikan, mulai dari pemasangan keramik teras dan ruang tamu yang bersih, plafon yang rapi, peninggian lantai, hingga pemasangan kusen jendela dan pintu baru. Salah satu aspek yang paling ditekankan adalah penyediaan jamban baru, yang kini menghadirkan standar sanitasi yang lebih bermartabat bagi penghuninya.
Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Achmad Richi, yang memimpin langsung monitoring, mengungkapkan bahwa pemeriksaan mendalam ini adalah bentuk pertanggungjawaban lembaga kepada para muzakki.
"Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa setiap material yang terpasang memberikan rasa aman bagi penghuninya. Melihat rumah yang dulu lapuk kini memiliki atap kokoh dan sanitasi yang layak adalah inti dari misi kami—mengembalikan martabat mustahik melalui zakat yang menguatkan," ujar Achmad Richi di sela-sela kegiatannya di Candinegoro.
Kegiatan di Desa Candinegoro ini merupakan titik awal dari rangkaian monitoring luas yang dilakukan BAZNAS Sidoarjo di hari yang sama, mencakup wilayah Kecamatan Balongbendo, Prambon, Krembung, hingga Sidoarjo kota.Di setiap titik, tim memastikan bahwa pengerjaan, seperti penggantian atap total dan peninggian dinding, telah selesai dengan standar kualitas yang diharapkan agar para penerima manfaat dapat berteduh dengan tenang di bawah atap yang baru,,.
Aksi nyata ini menegaskan komitmen BAZNAS Sidoarjo dalam mengubah dana zakat menjadi aset perlindungan yang konkret bagi masyarakat prasejahtera. Melalui program RLHB, setiap rumah yang direnovasi diharapkan menjadi fondasi bagi keluarga untuk memulai kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.
Zakat Menguatkan, Sidoarjo Tangguh.
BERITA21/01/2026 | sudrab

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
