Berita Terbaru
Air Mata Haru di Balongbendo: Kursi Roda BAZNAS Sidoarjo Menjadi Jembatan Harapan Bagi Penyintas Cerebral Palsy Kecil
Sidoarjo, 4 Desember 2025 – Sebuah kisah tentang ketangguhan, perjuangan, dan harapan baru terukir di kediaman sederhana keluarga Rustiah di Desa Suwaloh, Kecamatan Balongbendo. Dalam sebuah aksi kemanusiaan yang mendalam, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo telah mengulurkan tangan, menghadirkan sebuah kursi roda yang sangat dinantikan oleh Adik Neima Safa Alnayra (5 tahun), seorang penyintas Cerebral Palsy (CP) yang selama ini terkungkung dalam keterbatasan gerak. Kehadiran tim BAZNAS bukan hanya membawa bantuan, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa mustahik di Sidoarjo tidak pernah sendiri.
Rustiah adalah potret seorang ibu tunggal yang tangguh. Dengan tiga anak di bawah asuhannya, ia harus memikul beban ganda: menjadi tulang punggung keluarga sekaligus perawat utama Neima, putrinya yang lahir dengan CP—gangguan saraf yang memengaruhi otot, gerak, dan koordinasi tubuh. Sehari-hari, Rustiah mendapatkan penghasilan dari berjualan di warung kecil, yang untungnya baru-baru ini mendapatkan sentuhan perbaikan melalui Program Bedah Warung dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2025, yang menjangkau usaha mikro seperti miliknya.
Namun, rezeki warung yang baru direnovasi tidak serta merta menyelesaikan semua masalah. Dalam rekaman video yang menyentuh, Rustiah dengan suara lirih menceritakan bagaimana terapi motorik Neima terpaksa terhenti sejak suaminya meninggal dunia. "Tidak ada yang nganter, tidak ada biaya," ungkapnya. Keterbatasan ini adalah dinding tinggi yang menghalangi Neima—yang cerdas dan tanggap—untuk merasakan mobilitas layaknya anak seusianya. Neima, yang tetap semangat bersekolah di TK Karomah Madinah, sangat membutuhkan alat bantu untuk mengakses dunia luar.
Merespons kondisi krusial ini, BAZNAS Sidoarjo segera bertindak cepat. Ahmad Hamdani, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, hadir untuk menyerahkan kursi roda khusus yang akan menjadi kaki baru bagi Neima. Momen ketika Neima dengan bantuan digendong dan didudukkan di kursi roda barunya, memancarkan senyum polos yang seketika menghapus awan mendung di hati sang ibu. Kursi roda itu memberikan Neima kemandirian yang telah lama hilang.
Bagi BAZNAS Sidoarjo, penyaluran bantuan ini adalah manifestasi konkret dari amanah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan umat. Ini adalah bagian dari program BAZNAS yang fokus pada penyehatan dan dukungan disabilitas, memastikan setiap individu, terlepas dari kondisi fisiknya, memiliki kualitas hidup yang layak. "Ini bukan sekadar bantuan fisik, ini adalah investasi kemanusiaan. Kami ingin kursi roda ini menjadi jembatan harapan, yang membawa Neima kembali ke sekolah dan mempermudah Ibu Rustiah merawat serta fokus mengembangkan usaha warungnya," tegas Ahmad Hamdani.
Kisah penyintas Neima Safa Alnayra dan ibunya menjadi pengingat bagi kita semua akan kekuatan solidaritas. Ketika dana zakat dikelola dengan profesional dan disalurkan secara tepat sasaran, ia mampu mengubah sebuah keputusasaan menjadi peluang, mengubah keterbatasan menjadi potensi. Mari terus dukung program-program BAZNAS Sidoarjo. Setiap rupiah ZIS Anda adalah energi pendorong bagi penyintas dan mustahik lainnya untuk bangkit dan meraih kehidupan yang lebih sejahtera.
Anda dapat menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) terbaik Anda melalui BAZNAS Sidoarjo. Mari bersama-sama hadirkan senyuman dan ubah kehidupan mustahik di Kota Delta!
BERITA04/12/2025 | sudrab
BAZNAS: Menghadirkan Harapan di Tengah Bencana Banjir Longsor Sumatra
Ketika bencana menerjang, ketika air bersih menjadi barang langka, ketika dapur umum menjadi satu-satunya sumber makanan hangat—di situlah BAZNAS hadir sebagai cahaya harapan bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.
Lebih dari Sekadar Bantuan
BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) bukan hanya lembaga yang menyalurkan dana zakat. Kami adalah jembatan kemanusiaan yang menghubungkan kepedulian masyarakat Indonesia dengan mereka yang membutuhkan. Setiap rupiah yang diamanahkan kepada kami adalah doa, adalah harapan, adalah wujud persaudaraan yang melampaui batas geografis.
Dalam menghadapi berbagai bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, BAZNAS membuktikan komitmen nyata dalam tanggap bencana. Dengan 530 tim respon yang terdiri dari personel terlatih dan 38 tim medis lengkap, kami bergerak cepat ke lokasi-lokasi terdampak yang bahkan sulit dijangkau.
Respons Cepat, Dampak Nyata
10.000 Paket Logistik Keluarga telah disiapkan dan disalurkan melalui pesawat Hercules TNI AU. Bayangkan, 10.000 keluarga yang kehilangan segalanya kini memiliki harapan baru untuk bertahan. Setiap paket berisi kebutuhan dasar yang dirancang khusus untuk membantu mereka melewati masa-masa tersulit.
Di tengah krisis air bersih, dapur air BAZNAS berdiri tegak di tiga lokasi strategis, menyediakan akses vital bagi masyarakat. Sementara 6.000 liter air bersih didistribusikan ke Cupak Tangah, memastikan tidak ada yang kehausan di tengah puing-puing kehancuran.
Dapur umum BAZNAS telah menghangatkan perut ribuan korban bencana di 86 titik, dari Aceh hingga Sumatera Barat. Makanan siap saji yang kami distribusikan bukan hanya mengenyangkan, tapi juga membawa pesan: "Kalian tidak sendiri."
Layanan Kesehatan yang Menjangkau
Trauma fisik dan psikologis pasca-bencana memerlukan penanganan khusus. BAZNAS mendirikan layanan kesehatan di berbagai lokasi terdampak—dari Nagari Batu Taba di Sumatera Barat hingga Kota Padang. Tim medis kami yang terdiri dari 15 dokter, 12 perawat, 8 apoteker, dan 3 bidan bekerja tanpa henti memberikan perawatan kepada korban yang membutuhkan.
Di Pondok Pesantren Putri Ummahatul Mukminin, di SDN 02 Cupak Tangah, di setiap sudut yang memerlukan bantuan—BAZNAS hadir dengan fasilitas kesehatan yang layak dan penuh empati.
Infrastruktur yang Mendukung
Dengan 5 unit mobil rescue,1 unit mobil dapur umum,30 unit mobil operasional, dan 1 perahu karet, BAZNAS memastikan tidak ada wilayah yang terisolir dari bantuan. Armada kami adalah simbol mobilitas kemanusiaan yang tidak kenal lelah.
Evaluasi dan Komitmen Berkelanjutan
BAZNAS tidak berhenti pada respons darurat. Tim kami melakukan evaluasi dan asesmen di berbagai kabupaten/kota terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kami memahami bahwa setiap wilayah memiliki kebutuhan unik, dan pendekatan kami disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
Akses menuju wilayah terdampak yang masih terbatas, sejumlah titik terisolir yang menjadi prioritas pencarian jalur aman, kondisi sinyal selular dan listrik yang belum stabil—semua tantangan ini tidak menyurutkan semangat tim BAZNAS. Bahkan ketika BBM di beberapa titik langka hingga memperlambat distribusi, kami tetap mencari solusi kreatif untuk memastikan bantuan sampai kepada yang berhak.
Amanah yang Terjaga
Setiap donasi yang masuk ke BAZNAS dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas tertinggi. Anda dapat memantau perkembangan program kami melalui website www.baznas.go.id atau media sosial resmi kami. Karena kepercayaan Anda adalah amanah yang kami jaga dengan penuh tanggung jawab.
Mari Bersama Membangun Kembali
Bencana memang tidak bisa kita hindari, tapi dampaknya bisa kita ringankan bersama. Setiap kontribusi Anda—sekecil apapun—adalah bagian dari pemulihan yang lebih besar. Adalah bagian dari harapan baru yang tumbuh di antara reruntuhan.
BAZNAS KABUPATEN SIDOARJO siap menjadi perpanjangan tangan kebaikan Anda.
SALURKAN BANTUAN ANDA
Transfer Rekening Donasi
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Rekening: 4488888008
A.N: BAZNAS SIDOARJO
Bank Central Asia (BCA)
Rekening: 8292799992
A.N: BAZNAS SIDOARJO
Hubungi Kami:
???? 085-943-638-999
???? www.baznassidoarjo.id
???? Saluran Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id
Follow Media Sosial Kami:
???? Facebook | Instagram | TikTok: **Baznas Sidoarjo**
Semoga setiap doa dan bantuan untuk saudara kita di Sumatera bisa sampai dengan selamat. Mari kita doakan agar mereka selalu dalam lindungan Allah SWT dan keadaan bisa lekas pulih sehingga semua dapat berkumpul lagi dengan selamat dan aman.
#BantuKorbanBencana #BAZNASSidoarjo #PeduliSumatera #ZakatUntukKemanusiaan
BERITA04/12/2025 | sudrab
SENYUM BAHAGIA DI BALIK BANTUAN: BAZNAS SIDOARJO WUJUDKAN KEHANGATAN UNTUK WARGA GEMURUNG
Pagi itu, Balai Desa Gemurung dipenuhi kehangatan yang berbeda. Bukan sekadar acara seremonial, tetapi momen penuh makna ketika harapan diberikan kepada mereka yang selama ini berjuang dalam keterbatasan. Rabu, 3 Desember 2025, menjadi hari istimewa bagi warga Desa Gemurung, Sidoarjo, ketika Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menyalurkan bantuan kepada para mustahik yang sangat membutuhkan.
Bantuan yang disalurkan kali ini sangat beragam dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dua unit kursi roda diserahkan kepada penyandang disabilitas yang selama ini kesulitan untuk mobilitas. Satu unit alat bantu dengar diberikan kepada warga yang mengalami gangguan pendengaran, serta enam paket santunan uang tunai untuk warga dhuafa yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Acara penyerahan bantuan berlangsung sederhana namun sarat makna. Wajah-wajah penerima bantuan tampak cerah, senyum bahagia terpancar jelas di raut mereka. Bagi sebagian orang, kursi roda mungkin hanya sebuah alat bantu mobilitas. Namun bagi mereka yang menerimanya, kursi roda adalah kebebasan untuk bergerak, kesempatan untuk kembali beraktivitas, dan pintu untuk menjalani hidup dengan lebih bermartabat.
Komitmen BAZNAS yang Tak Pernah Padam
Achmad Saleh, Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, dalam sambutannya menegaskan bahwa program bantuan ini merupakan wujud nyata dari komitmen BAZNAS dalam meringankan beban masyarakat kurang mampu di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.
"Ini bukan hanya soal memberikan bantuan fisik, tetapi tentang memastikan setiap warga, termasuk penyandang disabilitas dan keluarga dhuafa, merasakan perhatian dan kasih sayang. BAZNAS hadir untuk menjadi jembatan kebaikan antara muzaki yang berhati mulia dengan mustahik yang membutuhkan uluran tangan," ujar Achmad Saleh dengan penuh keyakinan.
Ia menambahkan, BAZNAS Sidoarjo akan terus berkomitmen menjangkau pelosok-pelosok desa untuk memastikan tidak ada satupun warga yang terlupakan. Setiap rupiah zakat yang diamanahkan oleh para muzaki akan disalurkan dengan penuh tanggung jawab dan tepat sasaran.
Apresiasi Kepala Desa: Kolaborasi Adalah Kunci
Kepala Desa Gemurung, Buwono Basyuni, tak menyembunyikan rasa syukur dan kebahagiaannya. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS Sidoarjo atas kepedulian yang konsisten terhadap warga desanya.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kami. Kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah desa adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan di tingkat desa. Dengan sinergi seperti ini, kami yakin Desa Gemurung akan semakin maju dan warganya semakin sejahtera," ungkap Buwono dengan penuh harap.
Lebih dari Sekadar Bantuan
Penyaluran bantuan ini diakhiri dengan penyerahan simbolis kepada para penerima manfaat. Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan rasa syukur mereka—senyum tulus, air mata haru, dan doa-doa yang dipanjatkan menjadi saksi bahwa bantuan ini benar-benar bermakna.
Bagi seorang ibu yang menerima kursi roda untuk anaknya, bantuan ini adalah jawaban atas doa panjangnya. Bagi seorang kakek yang menerima alat bantu dengar, ini adalah kesempatan untuk kembali mendengar suara cucunya dengan jelas. Dan bagi keluarga-keluarga dhuafa yang menerima santunan tunai, bantuan ini adalah secercah harapan untuk bertahan di tengah kesulitan ekonomi.
Komitmen Berkelanjutan
BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara muzaki dan mustahik demi mewujudkan Sidoarjo yang lebih sejahtera. Karena sejatinya, zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga jalan untuk menyebarkan kasih sayang dan keadilan sosial.
Mari bersama-sama menjadi bagian dari kebaikan ini. Setiap rupiah zakat Anda adalah harapan baru bagi saudara kita yang membutuhkan.
#ZakatMemberkahi #BAZNASSidoarjo #PeduliDisabilitas #SidoarjoSejahtera #DesaGemurung
BERITA03/12/2025 | sudrab
BANJIR LONGSOR SUMATRA: KETIKA ZAKAT MENJADI CAHAYA HARAPAN
Ketika air bah menerjang Cupak Tangah di Kecamatan Pauh, Kota Padang, ribuan warga kehilangan tempat berlindung. Rumah-rumah terendam, jalan-jalan tertutup lumpur, dan 312 jiwa terpaksa mengungsi dengan hanya membawa pakaian yang melekat di tubuh. Di tengah kepanikan dan ketidakpastian, hadir secercah cahaya harapan—BAZNAS RI dengan segala kepeduliannya.
Bukan sekadar bantuan biasa. BAZNAS RI menghadirkan layanan kesehatan gratis dan dapur umum yang beroperasi langsung di lokasi pengungsian. Ini bukan hanya soal memberi, tetapi tentang memastikan setiap jiwa yang terdampak merasakan kehangatan kemanusiaan di saat mereka paling membutuhkan.
"BAZNAS RI berupaya memastikan kebutuhan kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi dengan baik, terutama bagi warga yang sulit mengakses layanan selama masa pemulihan," ujar Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.
Kesehatan Bukan Kemewahan
Di posko kesehatan yang didirikan BAZNAS, tim medis Rumah Sehat BAZNAS (RSB) bekerja tanpa henti. Mereka tidak hanya memberikan penanganan medis dasar—mengobati luka, memeriksa kondisi balita dan lansia—tetapi juga memberikan edukasi kesehatan. Bagaimana menjaga kebersihan di tengah banjir? Apa yang harus dilakukan agar tidak terserang penyakit kulit dan diare? Semua pengetahuan ini dibagikan dengan sabar dan penuh empati.
"Lewat layanan kesehatan RSB, kami ingin masyarakat di berbagai wilayah, termasuk pelosok, bisa menikmati layanan kesehatan yang layak dan mudah diakses," kata Saidah dengan penuh keyakinan.
Dapur Umum: Kehangatan dalam Setiap Suapan
Sementara itu, di sudut lain pengungsian, aroma nasi hangat menguar dari dapur umum BAZNAS Tanggap Bencana. Tim BTB dengan penuh dedikasi menyiapkan 325 porsi nasi lengkap dengan lauk pauk bergizi setiap harinya. Bukan sekadar mengenyangkan perut, tetapi memastikan setiap penyintas mendapat asupan gizi yang layak untuk mempertahankan stamina di tengah situasi darurat.
Ibu-ibu yang kehilangan dapurnya, anak-anak yang merindukan makanan hangat, dan para lansia yang kesulitan mengakses bahan makanan—semuanya dilayani dengan penuh kasih sayang. Setiap porsi makanan adalah wujud nyata dari doa dan kepedulian para muzakki yang telah mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS.
Komitmen Tanpa Batas Waktu
"BAZNAS RI memastikan seluruh layanan akan berlanjut selama masa tanggap darurat, sebagai bentuk komitmen agar manfaat zakat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia," tegas Saidah.
Inilah kekuatan zakat. Ketika dikelola dengan profesional dan didistribusikan dengan tepat, zakat menjadi penyelamat di saat-saat kritis. BAZNAS RI membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat tidak sia-sia—setiap rupiah zakat bekerja maksimal untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.
Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan
Banjir di Padang hanyalah satu dari sekian bencana yang melanda negeri ini. Masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Mari kita langitkan doa untuk mereka, dan wujudkan kepedulian nyata melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS.
Karena di balik setiap bencana, selalu ada harapan. Dan harapan itu akan terus menyala, selama kita tidak berhenti berbagi.
#ZakatUntukKemanusiaan #BAZNASBergerakCepat #Sumatra
(sumber:Baznas RI)
BERITA03/12/2025 | sudrab
Sentuhan Kasih untuk Kelompok Rentan: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan di Dua Desa
Sidoarjo– Di tengah udara pagi yang sejuk, Selasa (2/12/2025), tim BAZNAS Sidoarjo melakukan kunjungan penuh makna ke dua desa di Kabupaten Sidoarjo. Mereka datang membawa harapan bagi mereka yang tengah berjuang melawan keterbatasan—kelompok rentan yang membutuhkan uluran tangan sesama.
Kunjungan pertama menuju Desa Temu, Kecamatan Prambon. Di sebuah rumah sederhana, terbaring Ibu Alimah, seorang perempuan berusia 70 tahun yang kondisinya mengkhawatirkan. Sudah berbulan-bulan ia hanya bisa berbaring di tempat tidur, tubuhnya tak lagi sanggup menopang aktivitas sehari-hari. Kehidupannya kini bergantung pada bantuan keluarga dan kebaikan hati orang-orang di sekitarnya.
BAZNAS Sidoarjo menyalurkan bantuan biaya hidup untuk Ibu Alimah, sebuah wujud kepedulian terhadap lansia yang tengah berjuang melawan penyakitnya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sang ibu.
Perjalanan berlanjut ke Desa Tanjegwagir, Kecamatan Krembung. Di sini, keluarga Afif Al Fanuari menanti dengan penuh harap. Putra mereka tengah menderita hidrosefalus, sebuah kondisi medis serius yang membutuhkan penanganan dan biaya perawatan yang tidak sedikit. Setiap hari, keluarga ini berjuang mencari cara agar sang anak mendapatkan perawatan yang layak.
"Kami hadir untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang dalam kesulitan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai umat untuk saling tolong-menolong, terutama kepada kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus," ujar M. Ilhamuddin, Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, saat menyerahkan bantuan biaya berobat kepada keluarga Afif.
Penyaluran bantuan ini tidak hanya sekadar memberikan dana, tetapi juga membawa pesan solidaritas dan kepedulian. Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa Tanjegwagir dan Kapolsek Krembung turut memberikan dukungan moral kepada para penerima bantuan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pemerintah desa dan aparat keamanan juga peduli terhadap kesejahteraan warganya.
M. Naim, Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, yang mendampingi kunjungan ini menjelaskan bahwa program bantuan untuk kelompok rentan merupakan prioritas lembaga. "Kami terus berupaya menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan. Data penerima manfaat kami peroleh melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat," jelasnya.
Raut wajah keluarga penerima bantuan tampak lega. Meski jumlah bantuan mungkin tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah mereka, setidaknya ini menjadi angin segar di tengah beratnya beban hidup yang mereka pikul. Doa dan harapan mengalir deras dari bibir mereka untuk BAZNAS Sidoarjo dan para muzaki yang telah menyisihkan hartanya.
Program seperti ini menjadi bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan baik dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen menjalankan amanah untuk mendistribusikan dana umat kepada yang berhak menerimanya, khususnya kelompok mustahik yang berada dalam kondisi rentan.
Dengan semangat berbagi dan solidaritas, BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka melalui lembaga yang terpercaya, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan.
BERITA02/12/2025 | sudrab
Rumah Hijau untuk Mbah Paini: Ketika Zakat Mengembalikan Martabat di Usia Senja
SIDOARJO — Di bawah atap yang ambruk, seorang nenek 88 tahun hidup dalam ketakutan. Setiap tetes hujan bukan sekadar basah, tapi ancaman. Setiap angin malam bukan sekadar dingin, tapi pengingat betapa rentannya ia di hadapan alam. Ibu Paini, warga Desa Kedungsugo, Prambon, Sidoarjo, adalah wajah nyata dari mereka yang terlupakan—lansia tanpa penghasilan, tanpa sanitasi layak, tanpa harapan.
Namun hari Senin, 1 Desember 2025, segalanya berubah.
Rumahnya yang dulu? Atapnya ambruk sejak lima bulan lalu, meninggalkan lubang menganga yang mengundang hujan dan ancaman runtuh kapan saja.
Ketika tim BAZNAS Sidoarjo, dipimpin Wakil Ketua III Ach. Saleh dan Staf Pelaksana Achmad Richie, melakukan asesmen di awal November, mereka menemukan kondisi yang memilukan. Bukan hanya atap rusak—Mbah Paini sama sekali tidak memiliki fasilitas sanitasi. Di usianya yang renta, ia harus berjuang untuk kebutuhan paling mendasar: buang air dengan aman dan bermartabat.
"Bayangkan, di usia senja, beliau harus menghadapi risiko infeksi dan ketidaknyamanan hanya untuk kebutuhan dasar," kata Achmad Richie, suaranya penuh empati. "Ini bukan soal kenyamanan lagi—ini soal martabat dan kesehatan."
Namun tim BAZNAS tidak datang hanya untuk mencatat. Mereka datang untuk bertindak.
Transformasi Total: Lebih dari Sekadar Dinding Baru
BAZNAS Sidoarjo bertindak cepat. Rumah Mbah Paini dikategorikan sebagai Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) prioritas utama dan layak menerima program Bedah Rumah Total—bukan tambal sulam, tapi renovasi menyeluruh yang didanai dari zakat umat.
Dan kini, berdiri kokoh: rumah bercat hijau terang dengan lantai keramik, kamar sederhana tapi layak, dan—yang paling krusial—fasilitas sanitasi yang memadai. Di dindingnya terpasang plakat BAZNAS, simbol bahwa zakat bukan sekadar angka, tapi solusi nyata.
Saat perwakilan BAZNAS menyerahkan berkas serah terima, tawa lepas Mbah Paini dan anaknya memenuhi teras rumah baru itu. Raut wajah mereka berbicara lebih keras dari kata-kata: ini adalah kebahagiaan yang telah lama dinanti.
"Dipanggheni nggih, niki omahe nggih," ujar Achmad Richie lembut, memintanya menempati rumah baru dengan tenang.
Mbah Paini tersenyum lebar. "Lah niki kula tinggale suwung," candanya—rumah ini memang sederhana, hanya satu kamar utama. Tapi baginya, ini adalah istana. Ini adalah *rumah*.
Zakat yang Hidup
Kisah Mbah Paini adalah bukti bahwa filantropi bukan tentang angka besar atau proyek megah. Filantropi adalah tentang melihat—benar-benar *melihat*—sesama yang jatuh, lalu mengulurkan tangan.
Lima bulan lalu, Mbah Paini tidur di bawah atap bolong, tanpa harapan. Hari ini, ia memiliki rumah layak, sanitasi memadai, dan yang terpenting: martabat yang dikembalikan.
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering lupa pada yang kecil, BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa zakat yang dikelola dengan amanah bisa menjadi kekuatan transformatif. Bukan charity yang menyisakan ketergantungan, tapi *empowerment* yang mengembalikan hak hidup layak.
Dan di balik senyum lebar Mbah Paini di teras rumah hijaunya, tersimpan pesan sederhana tapi kuat: kebaikan, sekecil apa pun, selalu punya tempat. Selalu punya arti.
Terutama bagi mereka yang nyaris tak terlihat—sampai seseorang memilih untuk benar-benar melihat.
BERITA02/12/2025 | sudrab
Ivan Gunawan Salurkan Donasi Rp150 Juta untuk Korban Bencana Sumatera Melalui BAZNAS
Sidoarjo - Ivan Gunawan (Igun), melalui brand modest fashion terkemuka miliknya, Mandjha Hijab, kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan donasi kemanusiaan. Bantuan sebesar Rp150.000.000 ini diserahkan untuk membantu korban bencana banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Aksi nyata ini dilakukan bertepatan dengan acara peluncuran koleksi hijab eksklusif “My First Love in Yokohama” yang digelar di Margocity Depok pada tanggal 30 November 2025. Donasi diserahkan secara simbolis oleh Ivan Gunawan kepada H H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., selaku Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan. Kegiatan kemanusiaan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Mandjha Ivan Gunawan di bawah payung besar bernama “Hand Over Mandjha”.
Bencana banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera telah menimbulkan dampak serius; ribuan warga harus mengungsi, rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan parah, dan aktivitas masyarakat lumpuh total. Curah hujan ekstrem dan meluapnya sungai di beberapa daerah telah menyebabkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan sangat membutuhkan bantuan segera. Kondisi inilah yang menggugah hati Ivan Gunawan dan tim Mandjha Hijab untuk segera bertindak.
Igun menyatakan rasa prihatinnya melihat kondisi dan dampak bencana alam tersebut yang melumpuhkan aktivitas dan menyebabkan kerusakan rumah secara masif. "Yang jelas hari ini saya akan memberikan secara langsung bantuannya, saya berharap dari teman-teman BAZNAS bisa bekerja lebih ekstra, memang sahabat-sahabat kita yang ada di Sumatera dalam keadaan darurat," tegas desainer berusia 43 tahun tersebut.
Ivan Gunawan memiliki alasan kuat memilih BAZNAS sebagai mitra penyaluran donasi. Menurutnya, tim BAZNAS memiliki pergerakan yang cepat dan dia berharap bantuan ini dapat segera sampai kepada para korban yang terdampak. "Jadi kenapa saya sumbangkannya lewat BAZNAS karena gerak dari mereka cukup cepat, saya berharap bantuannya juga cepat," jelas Igun.
Sementara itu, Deputi I BAZNAS RI, Arifin Purwakananta, menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kecepatan respons Ivan Gunawan dalam menyalurkan bantuan. Arifin menjelaskan bahwa musibah kali ini bukan hanya merenggut nyawa sebagian masyarakat, tetapi juga melenyapkan sumber kehidupan, menutup akses jalan, memutus alat komunikasi, serta menghilangkan akses pangan dan air bersih.
"Kita berharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi mereka dan meringankan beban mereka serta membuat mereka terlayani selama menjadi pengungsi sampai nanti masa recovery,” ujar Arifin. Arifin juga mengingatkan bahwa BAZNAS memiliki tugas dan fungsi vital dalam menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di tingkat nasional. Bantuan dari Mandjha Ivan Gunawan ini diharapkan dapat meringankan beban berat yang ditanggung oleh korban bencana di Sumatera.
BERITA02/12/2025 | sudrab
BAZNAS SIDOARJO Sapa Dua Desa di Waru, Tebar Bantuan Biaya Hidup dan Kursi Roda
SIDOARJO – Nuansa filantropi kental mewarnai Kecamatan Waru, Sidoarjo, pada Senin, 24 November 2025. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menggelar aksi kemanusiaan di dua titik, Desa Janti dan Desa Wadungasri. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam mengelola dan mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk meringankan beban para mustahik.
Distribusi kali ini berfokus pada Bantuan Biaya Hidup dan Kursi Roda, menyasar warga kurang mampu yang telah melewati proses asesmen ketat. Tim pelaksana BAZNAS, yang terdiri dari Hamdani, Sofwan, Rita, dan Minan, bergerak cepat dan terorganisir untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Desa Janti: Harapan Baru Lewat Bantuan Biaya Hidup dan Kursi Roda
Tepat pukul 11.30 WIB, rombongan BAZNAS mengawali langkah mulia di Desa Janti. Di tengah sambutan hangat warga, tim menyalurkan bantuan kepada enam penerima manfaat. Lima di antaranya menerima Bantuan Biaya Hidup, sementara satu warga menerima bantuan khusus berupa Kursi Roda.
Dalam suasana yang penuh keakraban (seperti terlihat pada salah satu dokumentasi saat proses verifikasi), kursi roda diserahkan kepada Bapak Gatot Marsudi, yang kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan mobilitas beliau sehari-hari. Lima penerima manfaat bantuan biaya hidup di Desa Janti adalah Ibu Maya Susanti, Ibu Napsiyah, Ibu Asmah, Ibu Ida Kumala, dan Ibu Hindun.
Desa Wadungasri: Senyum Bahagia di Pelayanan Terpadu
Setelah menuntaskan penyaluran di Desa Janti, tim BAZNAS bergeser ke Balai Desa Wadungasri. Di lokasi kedua ini, suasana haru dan syukur terlihat jelas di depan kantor "Pelayanan Terpadu" desa.
Sebanyak 11 warga Desa Wadungasri menerima Bantuan Biaya Hidup. Penyaluran ini melibatkan para penerima manfaat seperti Bapak M. Ali Badri, Bapak Muhammad Badrus Salam, Ibu Siti Fadilah, Ibu Yuyun Indarwati, Ibu Sutarti, Ibu Erwin Muzamro'ah, Ibu Asiyah, Ibu Susi Herawati, Ibu Samiatun Sukarti, Bapak Budiharto, dan Ibu Mariya Ulfah. Senyum dan gestur penuh terima kasih terpancar dari wajah mereka, menandakan bahwa uluran tangan BAZNAS benar-benar dinantikan.
Hamdani, salah satu Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang terlibat langsung dalam kegiatan ini, menyampaikan semangat di balik aksi filantropi ini.
“Penyaluran hari ini adalah representasi dari amanah para muzakki. Kami berusaha sekuat tenaga untuk menjadikan zakat ini sebagai solusi nyata bagi persoalan kemiskinan dan kesehatan di Sidoarjo. Kami ingin kehadiran BAZNAS Sidoarjo selalu bisa membawa harapan dan meringankan langkah saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah tugas mulia yang harus kami jaga dengan integritas,” tegas Hamdani, penuh semangat.
Kegiatan penyaluran bantuan BAZNAS ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang berkesinambungan. Dengan menyentuh langsung kehidupan masyarakat di tingkat desa, BAZNAS Sidoarjo membuktikan diri sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan kepedulian para dermawan dengan tangan-tangan yang membutuhkan. Inilah wajah sejati filantropi Islam: hadir, dekat, dan membawa dampak nyata.
BERITA02/12/2025 | sudrab
Daging DAM BAZNAS Hingga Daerah Terluar Sidoarjo: Sentuhan Berkah di Dusun Kepetingan
SIDOARJO – Dalam sebuah misi pendistribusian yang menantang, Bersama KEMENAG RI, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, bersinergi dengan BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, menyalurkan amanah Daging Dam pada Jum'at, 21 November lalu. Kegiatan yang berfokus pada pemerataan gizi ini menembus wilayah terpencil Sidoarjo, dengan tujuan utama Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, sebuah daerah yang aksesnya hanya bisa dicapai melalui jalur air.
Perjalanan menuju dusun ini bukanlah hal mudah. Tim harus menempuh kurang lebih 45 menit menyusuri sungai dari pelabuhan Pasar Ikan di Kota Sidoarjo. Meskipun terpencil dan terisolir, 100 lebih Kartu Keluarga (KK) yang mendiami Dusun Kepetingan Sawohan mendapatkan paket Daging Dam BAZNAS 2025.
Penyaluran Ekstrem ke Daerah Minim Akses
Kedatangan rombongan yang istimewa, termasuk Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Bapak Hilman Latief, serta perwakilan BAZNAS Pusat dan Provinsi di Kepetingan, disambut antusias oleh warga. Kegiatan penyaluran di Dusun Kepetingan ini menjadi contoh nyata implementasi prinsip keadilan sosial yang diemban BAZNAS. Daging Dam, yang berasal dari denda (Dam) jamaah haji, telah diolah menjadi berbagai menu siap konsumsi, menjamin kemudahan dan asupan protein bagi warga.
Perwakilan BAZNAS Jawa Timur, Kyai Masnuh, menegaskan bahwa bantuan ini adalah bagian dari upaya jangka panjang. "Protein hewani untuk ibu hamil adalah investasi untuk mencegah stunting pada anak-anak Indonesia di masa depan," ujarnya, menggarisbawahi pentingnya nutrisi di daerah terluar.
Kegiatan ini diperkuat oleh sinergi solid lintas lembaga. Dari BAZNAS RI hadir langsung Bapak Agus Siswanto (Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional) dan Bapak Muhammad Wanto (Senior Officer Direktorat Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional), didampingi oleh tim Markom. BAZNAS Jatim diwakili oleh Kyai Masnuh (Waka I) dan tim distribusi. Sementara BAZNAS Sidoarjo dipimpin oleh Gus Mahbub (Waka II) dan Bapak Hamdani (Kabid Distribusi). Turut hadir pula Bapak Sunidja, Pimpinan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU), sebagai bentuk dukungan dari stakeholder haji.
Perwakilan BAZNAS Jawa Timur menjelaskan kepada warga bahwa setiap KK menerima satu paket daging, yang di dalamnya berisi lima pouch dengan varian rasa siap santap. Momen ini diselimuti rasa syukur dan harapan. "Alhamdulillah, kulo kebetulan BAZNAS Jawa Timur. Jadi kulo ngeteraken tok mawon [saya kebetulan BAZNAS Jawa Timur, jadi saya mengantarkan saja]," ujar salah satu perwakilan, yang kemudian diaminkan oleh tawa warga yang gembira atas bantuan tersebut, sekaligus menegaskan bahwa bantuan ini adalah amanah dari BAZNAS Pusat untuk masyarakat di daerah.
Penguatan Ibadah di Lokasi Terpencil
Di kesempatan yang sama, BAZNAS Sidoarjo turut menunjukkan komitmennya tidak hanya pada aspek ekonomi dan gizi, tetapi juga spiritual. BAZNAS Sidoarjo menyerahkan bantuan partisipasi pembangunan Masjid Nurul Huda Kepetingan Sawohan sebesar Rp 8.000.000,00 (Delapan Juta Rupiah).
Bantuan pembangunan masjid di daerah terisolir seperti Kepetingan ini merupakan bukti nyata dari "Zakat BAZNAS yang tumbuh dan bermanfaat", memastikan dana umat dapat menjangkau daerah paling terpencil di Sidoarjo, memberikan manfaat gizi sekaligus memperkuat sarana ibadah umat.
BERITA02/12/2025 | sudrab
FOKUS CEGAH STUNTING: BAZNAS Sidoarjo Tuntas Salurkan 225 Paket Daging DAM, Prioritaskan Ibu Hamil dan Keluarga Gizi Buruk
SIDOARJO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menunjukkan komitmen kuatnya dalam peningkatan gizi masyarakat dengan menyalurkan 225 paket Daging Dam BAZNAS RI . Program filantropi ini menargetkan puluhan penerima manfaat di beberapa kelurahan, dengan fokus utama pada kelompok rentan gizi, terutama Ibu Hamil sebagai langkah pencegahan stunting.
Penyaluran serentak ini menyentuh kelurahan-kelurahan seperti Lemahputro, Gajah Magersari, Bulu Sidokare, dan Desa Rangkah Kidul. Daging Dam yang dialokasikan BAZNAS Sidoarjo merupakan daging berkualitas dalam kemasan pouch higienis yang siap konsumsi.
Prinsip Keadilan Sosial dalam Distribusi
“Keistimewaan program ini terletak pada cakupan distribusinya yang tidak hanya menyasar santri. BAZNAS Sidoarjo merancang penyaluran dengan prinsip keadilan sosial, menjangkau berbagai kelompok rentan,” jelas M. Shofwan, salah satu staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo.
Prioritas penerima manfaat program ini meliputi:
Ibu Hamil: Penyaluran ini merupakan langkah strategis pencegahan stunting, memastikan ibu hamil mendapat asupan protein hewani yang memadai.
Keluarga Gizi Buruk: Beberapa keluarga yang terindikasi gizi buruk di sekitar lingkungan Sidoarjo kota, yang datanya diperoleh berkat kolaborasi erat dengan Puskesmas Sidoarjo (kota) dan Puskesmas Sekardangan.
ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa): Kelompok rentan ini juga menjadi target untuk memastikan asupan gizi mereka terpenuhi.
Santri Pondok Pesantren: Lima pondok dalam program SAJADAH (Santri Jatim Sehat dan Berkah) menjadi prioritas utama.
Keluarga Ekonomi Ekstrem: Diberi prioritas untuk meningkatkan kualitas konsumsi harian mereka.
Pekerja Ojek Online: Kelompok pekerja informal yang terdampak kondisi ekonomi.
Investasi Gizi untuk Generasi Mendatang
Shofwan menekankan bahwa penyaluran ini adalah upaya jangka panjang untuk membangun masa depan yang sehat.
“Protein hewani untuk ibu hamil adalah investasi untuk mencegah stunting pada anak-anak Indonesia di masa depan. Sementara untuk santri, nutrisi berkualitas adalah fondasi kekuatan fisik dan mental dalam menempuh pendidikan,” jelasnya, merangkum filosofi di balik distribusi yang inklusif ini.Rabu(18/10)yang lalu.
Melalui sinergi dengan Puskesmas, BAZNAS Sidoarjo memastikan bahwa bantuan nutrisi ini tepat sasaran, mencapai mereka yang secara klinis paling membutuhkan. Total 225 paket Daging Dam yang dialokasikan dari BAZNAS RI ini menjadi simbol komitmen BAZNAS Sidoarjo untuk mentransformasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menjadi solusi nyata bagi persoalan gizi dan kesehatan umat.
BERITA01/12/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan di Krian dan Prambon, Sentuh Anak Sekolah hingga Lansia Tak Mampu
SIDOARJO — Dalam satu hari penuh kepedulian, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menyalurkan bantuan sosial di dua lokasi berbeda: SDN Ponokawan, Kecamatan Krian, dan Desa Bendotretek, Kecamatan Prambon. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 17 November 2025, menjadi bukti nyata komitmen lembaga amil zakat dalam menjangkau kelompok rentan—mulai dari anak-anak usia sekolah hingga lansia yang hidup dalam keterbatasan.
Di SDN Ponokawan, tim BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin oleh Ahmad Hamdani, M. Haffidz, dan Rita Defani, bersama kepala sekolah, menyerahkan bantuan pendidikan kepada sepuluh siswa yang berprestasi namun berasal dari keluarga kurang mampu. Para siswa tampak antusias menerima bantuan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan belajar mereka. Kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran BAZNAS, mengingat banyak siswa di sekolah tersebut yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, baik untuk dirinya maupun keluarganya yang terbatas. “Ini bukan sekadar bantuan materi, tapi juga dorongan semangat agar anak-anak terus percaya pada pendidikan sebagai jalan keluar,” ujar kepala sekolah.
Sementara itu, di Desa Bendotretek, Wakil Ketua II BAZNAS Sidoarjo, M. Mahbub—yang akrab disapa Gus Mahbub—bersama staf pelaksana Sofwan dan Syukron, menyalurkan bantuan biaya hidup kepada sembilan warga lanjut usia dan keluarga tidak mampu. Salah satu penerima adalah Pak Kasban, seorang lansia berusia 87 tahun yang tinggal sendirian dan sangat bergantung pada bantuan anaknya. Kunjungan tim BAZNAS tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga mendengarkan cerita hidup mereka dan memberikan dukungan moral. “Kami ingin memastikan bahwa lansia yang hidup sebatang kara tetap merasa dihargai, bukan hanya diperhatikan secara fisik, tapi juga secara emosional,” kata Gus Mahbub.
Kedua kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin BAZNAS Sidoarjo dalam optimalisasi penyaluran zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil asesmen lapangan yang cermat, serta koordinasi erat dengan pihak sekolah dan perangkat desa untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi.
Dari dua lokasi ini, terlihat jelas bahwa kebutuhan masyarakat sangat beragam—mulai dari akses pendidikan hingga pemenuhan kebutuhan pokok bagi lansia. Namun, benang merahnya sama: kepedulian yang tulus. Di Ponokawan, senyum anak-anak berbaris rapi dengan seragam putih-merah menjadi simbol harapan masa depan. Di Bendotretek, tatapan tenang para lansia yang memegang bantuan menjadi pengingat bahwa martabat manusia tak pernah pudar, bahkan di usia senja.
BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan programnya, tidak hanya melalui penyaluran langsung, tetapi juga dengan pendampingan dan pemberdayaan berkelanjutan. Rencana tindak lanjut mencakup monitoring dampak bantuan, serta pengembangan program seperti beasiswa berkelanjutan untuk siswa berprestasi dan layanan kesehatan dasar untuk lansia.
Dengan langkah-langkah konkret ini, BAZNAS Sidoarjo menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam mewujudkan kesejahteraan sosial di kabupaten yang dikenal sebagai pusat industri dan pertanian. Karena di balik setiap bantuan yang diserahkan, ada cerita, ada harapan—dan ada janji: bahwa tidak ada yang ditinggalkan. Setiap nyawa, sekecil apa pun, berhak atas kehidupan yang layak.
BERITA18/11/2025 | sudrab
Afizah dan Harapan yang Tak Pernah Padam
Kisah Keluarga Hariadi dan Intervensi BAZNAS Sidoarjo di Balik Perjuangan Melawan Penyakit
SIDOARJO – Di balik tembok rumah sederhana di Desa Pejangkungan, Kecamatan Prambon, tersimpan kisah perjuangan yang melelahkan sekaligus mengharukan. Afizah Al Maira Putri, bocah mungil yang belum genap tiga tahun, harus menanggung beban yang terlalu berat untuk usianya: kelainan jantung, gangguan paru-paru, kelainan kulit, dan penumpukan cairan di kepala. Setiap dua minggu sekali, keluarga Hariadi harus menempuh perjalanan ke RS Dr. Soetomo Surabaya—perjalanan yang menguras fisik, mental, dan kantong mereka yang sudah tipis.
"Kami tidak pernah menyangka cobaan ini akan datang," ujar Hariadi, sang ayah, dengan suara yang hampir berbisik. Sebagai kepala keluarga dengan tiga anak, ia bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilannya yang tak menentu kini harus berbagi dengan kebutuhan medis Afizah yang terus membengkak. Istrinya, yang seharusnya bisa membantu mencari nafkah, kini harus stay di rumah untuk merawat putri bungsunya yang membutuhkan perhatian 24 jam.
Kondisi inilah yang menarik perhatian BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Senin pagi, 17 November 2025, pukul 10.00 WIB, tim yang dipimpin langsung oleh M. Mahbub (Gus Mahbub), Wakil Ketua II BAZNAS Sidoarjo, bersama Sofwan dan Syukron, staf pelaksana, datang membawa bantuan kesehatan. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial penyerahan bantuan, melainkan hasil dari asesmen mendalam yang telah dilakukan sebelumnya.
"Kami melihat keluarga Pak Hariadi bukan hanya butuh bantuan finansial, tapi juga dukungan moral bahwa mereka tidak berjuang sendirian," jelas Gus Mahbub. Dalam asesmen yang dilakukan, tim BAZNAS menemukan bahwa keluarga ini tergolong sangat rentan. Dengan tiga anak dan kondisi Afizah yang memerlukan perawatan intensif berkelanjutan, keluarga Hariadi berada di ujung tanduk kemiskinan struktural yang kronis.
Data dari BAZNAS Sidoarjo mencatat bahwa kasus seperti Afizah bukanlah fenomena tunggal. Di Kabupaten Sidoarjo, masih banyak keluarga yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan akibat biaya kesehatan katastropik. Program bantuan kesehatan BAZNAS hadir sebagai safety net, jaring pengaman sosial yang menangkap mereka yang jatuh dari sistem kesehatan formal.
Yang membuat program ini berbeda adalah pendekatan humanistiknya. Bukan sekadar menyerahkan amplop bantuan, tim BAZNAS memastikan keluarga penerima memahami bahwa ini adalah hak mereka sebagai mustahik, bukan belas kasihan. "Zakat adalah sistem redistribusi kekayaan yang telah Allah atur. Afizah dan keluarganya berhak mendapat bagian dari harta orang-orang yang berkecukupan," tegas Gus Mahbub.
Saat bantuan diserahkan, air mata Ibu Afizah menetes. Bukan karena jumlah nominalnya, tapi karena pengakuan bahwa perjuangan mereka dilihat dan dihargai. Di tengah sistem yang kerap mengabaikan wong cilik, kehadiran BAZNAS menjadi oase di padang tandus.
Program seperti ini membuktikan bahwa filantropi Islam, khususnya melalui lembaga zakat, bukan hanya tentang charity, melainkan tentang restorasi martabat manusia. Afizah mungkin masih harus bergulat dengan penyakitnya, tapi setidaknya kini keluarganya tak lagi berjuang sendirian. Dan itu, dalam banyak hal, adalah kemenangan terbesar.
BERITA17/11/2025 | sudrab
Puluhan Keluarga Gizi Buruk Terima Daging DAM Baznas 2025: Satu Paket, Satu Harapan
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang semakin berat, di balik dinding-dinding rumah sederhana di Sidoarjo, ada kisah-kisah kecil yang menyimpan beban besar. Beban gizi buruk. Beban kelaparan tersembunyi. Dan di sinilah, BAZNAS RI, melalui Program Daging Kambing DAM Haji 2025, hadir bukan hanya sebagai pemberi, tapi sebagai penjaga harapan.
Dalam dua hari pelacakan intensif (5-6 November 2025), Tim Pembina dan Pengawasan Program Kesehatan Keluarga dan Gizi (TP3 Kesga & Gizi) Kabupaten Sidoarjo, Dinas kesehatan , dinas sosial, tim Penggerak PKK dan BAZNAS Sidoarjo, menjumpai puluhan anak yang tumbuh kembangnya terindikasi kekurangan nutrisi. Mereka bukan sekadar angka statistik.
Seperti, mereka adalah Ananda Dewi Sekar Arum, usia 24 bulan, berat badannya hanya 6,8 kg—jauh di bawah standar. Bayangkan, seorang bayi yang setiap hari rewel karena perutnya yang lapar, ibunya yang lelah, dan ayahnya yang mencari nafkah dengan tangan yang gemetar, sambil menghisap rokok yang justru memperparah kondisi keluarga.
Atau Ananda Muhammad Syahrul, 4 tahun 2 bulan, berat badannya 10,1 kg. Ia tinggal bersama lima saudara kandung di rumah yang statusnya sudah dijual. Ayahnya bekerja di warung soto, ibunya mengupas bawang—dua pekerjaan yang berat untuk memenuhi kebutuhan dasar, apalagi nutrisi berkualitas. Di Prambon, Ananda Mohamad Rasya Alfarizqi dan Azfer Rafeyfa Endaru juga menanti. Azfer, putra pertama, berat badannya hanya 9 kg—padahal idealnya harus 13,5 kg. Ibu Yeny Dwi Lestari, sang ibu, hanya bisa menatap anaknya dengan mata berkaca-kaca, sementara suaminya, seorang supir pengiriman, berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, di tengah keprihatinan itu, datanglah cahaya. BAZNAS RI, melalui 225 paket siap saji berkualitas yang dialokasikan khusus untuk BAZNAS Sidoarjo, membawa solusi nyata. Setiap paket daging kambing DAM, diproses secara higienis dalam kemasan pouch, bukan sekadar makanan. Ini adalah obat. Ini adalah investasi masa depan. Ini adalah bentuk zakat yang hidup, yang bernafas, yang menyentuh kulit dan jiwa.
Staf pelaksana BAZNAS, Ahmad Hamdani dengan wajah serius namun penuh empati, mendatangi rumah-rumah tersebut bersama Tim. Mereka tidak hanya menyerahkan paket Dam dan sembako serta nutrisi lainnya, tapi juga berdialog, memberi edukasi, dan menenangkan hati para ibu. Di Balongdowo, di Kedungsolo, di Prambon—senyum mulai terbit. Bukan senyum biasa. Senyum yang lahir dari rasa lega, dari harapan yang kembali menyala.
Zakat bukan lagi soal ritual. Ini adalah instrumen pemberdayaan. Satu paket daging, satu senyum, satu harapan. Untuk Ananda Dewi, untuk Syahrul, untuk Rasya, untuk Azfer—dan untuk puluhan anak lainnya di Sidoarjo. Karena di balik setiap kilogram daging, ada mimpi yang sedang dibangun. Mimpi untuk tumbuh lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih cerdas. Mimpi untuk masa depan yang lebih baik.
Dan inilah esensi filantropi: bukan hanya memberi, tapi mengubah. Satu paket, satu kehidupan. Satu harapan, satu masa depan.
BERITA17/11/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Turun Tangan Renovasi Rumah Modin yang Tak Layak Huni
Kepedulian terhadap kondisi tokoh agama yang mengabdi puluhan tahun kini berbuah nyata melalui aksi cepat lembaga filantropi
SIDOARJO – Air mata haru mengalir di pipi Siti Sholimah (75) saat kediamannya di Dusun Alang-Alang, Desa Kureksari, Kecamatan Waru, dikunjungi Bupati Sidoarjo Subandi bersama jajaran BAZNAS Sidoarjo, Sabtu (15/11/2025). Nenek yang selama ini mendampingi suaminya, Imam Ghozali, seorang modin desa, tak henti melantunkan doa syukur. Harapan untuk memiliki rumah yang layak akhirnya tampak nyata di depan mata.
Kondisi hunian keluarga modin ini sungguh memprihatinkan. Rumah yang telah mereka tempati berpuluh tahun bersama seorang anak itu rusak parah. Bagaikan bangunan terbengkalai, siapa pun yang melintas pasti menyangka rumah itu telah lama kosong. Atap bocor di mana-mana, dinding mengelupas, bahkan tidak ada kamar mandi yang layak. Inilah kenyataan pahit seorang pelayan agama yang selama ini mengabdikan diri untuk masyarakat.
"Setiap kali hujan turun, kami harus bersiap dengan ember dan wadah untuk menampung air yang bocor dari atap. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun," ungkap Imam Ghozali dengan nada pasrah namun penuh ketabahan.
Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar yang akrab disapa Gus Jazuk, langsung mengambil inisiatif. Lembaga amil zakat yang dipimpinnya segera menyusun rencana renovasi komprehensif. Bukan sekadar tambal sulam, tetapi perbaikan menyeluruh yang menyentuh aspek kenyamanan dan keamanan penghuni.
"Kami tidak bisa membiarkan seorang pelayan umat tinggal dalam kondisi seperti ini. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen penuh untuk merenovasi rumah Pak Modin hingga layak huni," tegas Gus Jazuk .
Program renovasi yang dirancang BAZNAS mencakup penggantian total atap rumah, pembangunan kamar mandi baru, pengecatan dinding, pemasangan keramik lantai, hingga perbaikan ruang kamar tidur. Target penyelesaian ditetapkan dalam waktu dua minggu, menunjukkan keseriusan lembaga filantropi ini dalam menghadirkan solusi nyata.
Bupati Subandi yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menyatakan apresiasinya terhadap respons cepat BAZNAS. Ia meminta seluruh perangkat desa untuk bergotong royong membersihkan rumah sebagai tahap awal renovasi. Selama proses perbaikan, keluarga Imam Ghozali akan ditempatkan di tempat tinggal sementara yang layak.
"Ini adalah bentuk penghargaan kita kepada tokoh agama yang telah mengabdi. Mari bersama-sama mewujudkan kehidupan yang bermartabat bagi mereka," ujar Bupati Subandi.
Imam Ghozali mengaku sebelumnya sempat mendapat bantuan material galvalum dari Pemerintah Desa Kureksari. Namun, material tersebut hanya cukup untuk sebagian kecil atap, sementara biaya pemasangan harus ditanggung sendiri dengan bantuan anak-anaknya yang kini juga sudah kehabisan kemampuan.
Kehadiran BAZNAS Sidoarjo dalam kasus ini menjadi bukti nyata peran strategis lembaga filantropi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan amanah, organisasi ini mampu menghadirkan perubahan konkret bagi kehidupan kaum dhuafa dan tokoh masyarakat yang membutuhkan.
Tim BAZNAS dijadwalkan turun langsung setelah proses kerja bakti pembersihan rumah selesai. Renovasi menyeluruh akan segera dimulai, membawa harapan baru bagi keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan namun tetap tegar dalam pengabdian.
BERITA16/11/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Turun Langsung Asesmen RTLH: Dua Keluarga di Ambang Harapan
SIDOARJO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam program pengentasan kemiskinan melalui asesmen Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan pada Kamis (13/11/2025). Tim yang terdiri dari Ach Richie dan M. Sofwan, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, melakukan survei langsung ke dua lokasi berbeda untuk memetakan kondisi riil keluarga penerima manfaat.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kediaman Ibu Memet di Desa Sigogalih, Kecamatan Tarik. Seorang janda tangguh yang harus menghidupi tiga generasi sekaligus—dirinya sendiri, sang anak, dan ibunya yang mengalami gangguan jiwa. Kondisi ekonomi keluarga ini sangat memprihatinkan. Ibu Memet bekerja sebagai buruh pabrik kerupuk dengan penghasilan Rp50.000 per hari, itupun tidak menentu. "Kadang ada kerja, kadang tidak, Pak," ungkap Ibu Memet dengan wajah lelah namun tetap tegar.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah kondisi fisik bangunan tempat tinggal mereka. Dari hasil observasi tim BAZNAS, kerusakan paling parah terjadi pada struktur atap. Kayu-kayu penyangga atap sudah rapuh dan lapuk dimakan usia, sebagian genteng bahkan sudah jebol dan bolong. Ketika hujan turun, air tidak hanya membasahi halaman, tetapi juga masuk ke dalam rumah, memaksa keluarga ini berjibaku dengan genangan air di malam hari.
Perjalanan asesmen dilanjutkan ke Kelurahan Juwet Kenongo, Kecamatan Porong, menuju rumah Saudara Muchamat Andi Pranoto. Pria yang berprofesi sebagai penyanyi jalanan ini menggantungkan hidup dari satu panggung ke panggung lainnya, mengamen dari kafe ke kafe. "Kalau ada job baru ada penghasilan, kalau tidak ya puasa," tutur Andi dengan jujur. Dia tinggal bersama istri dan seorang anak dalam kondisi rumah yang tidak jauh berbeda dengan rumah Ibu Memet—atap yang ditopang oleh kayu-kayu lapuk yang sewaktu-waktu bisa runtuh.
Ach Richie, salah satu petugas asesmen, menjelaskan bahwa kedatangan mereka bukan sekadar mengumpulkan data administratif. "Kami tidak hanya mencatat kerusakan fisik bangunan, tapi juga mendengarkan langsung kisah perjuangan mereka. Ini penting agar program RTLH BAZNAS tepat sasaran dan benar-benar menyentuh akar permasalahan," ujarnya.
M. Sofwan menambahkan bahwa hasil asesmen ini akan segera diproses lebih lanjut oleh tim teknis BAZNAS Sidoarjo. "Kami berharap dalam waktu dekat, kedua keluarga ini bisa mendapatkan bantuan renovasi yang mereka butuhkan. Prioritas utama adalah perbaikan struktur atap agar mereka tidak lagi khawatir ketika musim hujan tiba," jelasnya.
Program RTLH merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Sidoarjo dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa renovasi rumah, tetapi juga memberikan dampak psikologis berupa rasa aman dan martabat bagi keluarga penerima manfaat.
"Rumah adalah tempat berlindung. Ketika rumah sudah tidak layak, maka martabat kemanusiaan juga terancam. Inilah mengapa BAZNAS Sidoarjo sangat serius menangani program RTLH," tegas Ach Richie menutup keterangan.
BAZNAS Sidoarjo mengajak masyarakat yang mampu untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya tepat sasaran. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kantor BAZNAS Sidoarjo atau media sosial resmi.
BERITA14/11/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Intensifkan Optimalisasi Penghimpunan Zakat Melalui Penguatan UPZ Desa
Sidoarjo – Dalam upaya mengakselerasi pencapaian target pengumpulan zakat nasional sebesar 20 miliar rupiah sekaligus memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat dhuafa, BAZNAS Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan dan Desa di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo. Acara yang dihadiri sekitar 60 peserta dari perwakilan kecamatan dan desa se-Kabupaten Sidoarjo ini menjadi momentum strategis dalam menyinergikan seluruh potensi pengelolaan zakat di tingkat grassroot.
M. Chasbil Azis Salju Sodar, akrab disapa Gus Jazuk, Ketua BAZNAS Sidoarjo, membuka rapat dengan menyoroti kondisi kemiskinan yang masih melilit sebagian warga Sidoarjo. "Kondisi masyarakat yang berada dalam garis kemiskinan dan kesulitan ekonomi masih banyak dan harus lebih diperhatikan untuk dibantu," tegas Gus Jazuk. Ia menegaskan bahwa tugas BAZNAS adalah memastikan dana dari para muzakki tersalurkan tepat sasaran. "Jangan sampai dari tingkat desa justru mempersulit mustahik dalam menerima bantuan," lanjutnya dengan penuh penekanan.
Target ambisius pengumpulan zakat senilai 20 miliar rupiah dari BAZNAS RI menjadi fokus utama diskusi. Untuk mencapai angka tersebut, BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh kecamatan dan desa untuk lebih maksimal dalam menambah jumlah UPZ. "Semakin banyak UPZ terbentuk, semakin banyak masyarakat di sekitar kita yang terbantu," ujar Gus Jazuk dengan optimisme tinggi.
Dalam kesempatan yang sama, EM Luqman Hakiem (Gus Luqman), Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, memberikan pencerahan penting terkait legalitas pemungutan zakat. "Dari pihak desa, ketika memungut zakat dan infak masyarakat harus sesuai syariat. Tanpa SK UPZ, belum bisa disebut amil, sehingga tanggung jawab muzakki belum selesai sampai tersalurkan ke mustahik," jelasnya tegas. Gus Luqman menekankan urgensi pembentukan UPZ Desa, terutama menjelang bulan Ramadan yang menjadi puncak penghimpunan zakat.
M. Mahbub (Gus Mahbub), Wakil Ketua II, mengingatkan pentingnya verifikasi calon penerima bantuan. "Masyarakat yang ingin mengajukan bantuan tolong dari pihak desa difilter dahulu kelayakannya, meskipun nanti dari BAZNAS tetap akan disurvei," ungkapnya. Sementara itu, Ach. Saleh, Wakil Ketua III, menekankan kewajiban pelaporan bagi UPZ desa, baik yang bersifat off balance sheet maupun on balance sheet, demi transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana.
M. Ilhamuddin, Wakil Ketua IV, memberikan solusi praktis terkait struktur kepengurusan UPZ. "Susunan kepengurusan UPZ Desa sebaiknya dibuat dalam bentuk ex officio saja karena lebih memudahkan ketika ada pergantian struktural," sarannya bijak.
Yang menarik, acara ini juga menghadirkan Bank Jatim Syariah Cabang Sidoarjo yang memperkenalkan produk perbankan syariahnya sebagai alternatif pengelolaan dana zakat yang lebih modern dan efisien.
Rapat berlangsung dalam suasana formal namun hangat, dengan para peserta yang mengenakan batik dan seragam dinas duduk bersila di atas karpet, menyimak dengan saksama paparan dari para pimpinan BAZNAS. Diskusi interaktif pun mencuat, mempertanyakan tugas, hak, dan tanggung jawab petugas UPZ. Merespons hal ini, BAZNAS berkomitmen akan menggelar pertemuan dan pelatihan khusus di masing-masing kecamatan.
Satu hal yang jelas: BAZNAS Sidoarjo serius menggarap optimalisasi penghimpunan zakat dari hulu hingga hilir. Program pendayagunaan di tahun 2026 akan mendapat porsi lebih besar dibanding pendistribusian, dengan harapan ekonomi masyarakat semakin meningkat secara berkelanjutan. Inilah wujud nyata filantropi Islam yang transformatif—dari sekadar memberi ikan, menjadi mengajari cara memancing.
BERITA13/11/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Tiga Keluarga di Kecamatan Sukodono
SIDOARJO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan kesulitan ekonomi masyarakat kurang mampu. Pada hari ini, BAZNAS Sidoarjo menyalurkan bantuan biaya hidup kepada tiga kepala keluarga di wilayah Kecamatan Sukodono yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi.
Program distribusi bantuan ini dipimpin langsung oleh M Ilhamuddin, Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, yang didampingi oleh Staf Pelaksana Dani Prabowo dan H.M Naim, serta Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Sukodono. Kehadiran tim terpadu ini memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan.
Tiga penerima bantuan yang menjadi sasaran program kali ini adalah Ibu Supiyah dari Dusun Semambung RT 18 RW 7 Desa Sambungrejo, Bapak Supriadi dari Dusun Semambung RT 17 RW 7 Desa Sambungrejo, dan Ibu Emi Jumiati dari Dusun Dungus RT 19 RW 5 Desa Sukodono. Ketiga keluarga ini telah melalui proses verifikasi dan validasi data oleh TKSK Sukodono untuk memastikan mereka layak menerima bantuan.
"Ini adalah amanah yang harus kita jalankan dengan penuh tanggung jawab. Bantuan biaya hidup yang kami salurkan hari ini bukan sekadar angka, tetapi harapan bagi keluarga-keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka," ujar M Ilhamuddin saat menyerahkan bantuan kepada para penerima.
M Ilhamuddin juga menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS dengan pemerintah daerah dalam mengidentifikasi dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. "Kolaborasi dengan TKSK Sukodono sangat membantu kami dalam memastikan data penerima akurat dan bantuan tepat sasaran. Ini adalah kerja gotong-royong untuk kesejahteraan bersama," tambahnya.
Program bantuan biaya hidup ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sidoarjo dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah yang telah diamanahkan oleh masyarakat. Dana tersebut disalurkan melalui berbagai program, termasuk bantuan ekonomi produktif, pendidikan, kesehatan, dan bantuan darurat.
Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga membawa energi positif dan harapan baru. Para penerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Mereka berharap bantuan ini dapat meringankan beban hidup dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen untuk memperluas jangkauan program filantropi dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan bantuan. Dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme, lembaga ini terus berupaya menjadi jembatan antara para muzakki (pemberi zakat) dan mustahik (penerima zakat) demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan sosial.
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan zakat, infak, atau sedekah, dapat menghubungi kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo atau melalui kanal digital yang telah disediakan untuk mempermudah proses penyaluran amal.
BERITA13/11/2025 | sudrab
Transformasi Rumah Warga Desa Gampingrowo
Dari Tembok Terbengkalai Menuju Kehidupan Baru: Kisah Ibu Lina dan Kepedulian BAZNAS Sidoarjo
SIDOARJO — Senyum sumringah Lina Agustiningsih (35) tak bisa disembunyikan saat menyambut kedatangan M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa, 12 November 2025. Di depan rumah berdinding hijau cerah dengan tiga pintu putih bersih, ibu tiga anak ini berdiri bangga—sebuah pemandangan yang kontras tajam dengan kondisi tiga bulan lalu ketika hanya tumpukan batu bata dan tembok setengah jadi yang menyambut.
Kunjungan Gus Jazuk kali ini bukan untuk survei, melainkan untuk memastikan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah rampung sempurna. "Alhamdulillah, Gus. Sampun dados. Niki rumah impian kulo lan anak-anak," ujar Ibu Lina, matanya berkaca-kaca menunjuk setiap sudut rumah barunya yang kini layak huni.
Perjalanan panjang menuju transformasi ini dimulai sejak 2018, ketika Ibu Lina dan suaminya, seorang tukang bangunan, mulai merintis pembangunan rumah di atas lahan milik sendiri. Namun, keterbatasan ekonomi membuat mimpi itu kandas di tengah jalan. Penghasilan harian yang hanya cukup untuk makan membuat pembangunan terhenti, meninggalkan tembok-tembok berdiri tanpa atap dan kepastian.
Beban Ibu Lina semakin berat karena dua dari tiga anaknya adalah penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian dan biaya ekstra. Keluarga kecil ini terpaksa menumpang di rumah kakeknya, sementara bangunan setengah jadi di Desa Gampingrowo hanya menjadi pengingat akan impian yang tertunda.
Titik balik terjadi pada 25 September 2025, ketika tim BAZNAS Sidoarjo turun langsung melakukan survei RTLH. Gus Jazuk yang saat itu mengenakan kemeja batik dan peci hitam, mendengarkan dengan saksama setiap detail perjuangan Ibu Lina. Di tengah rumput liar dan tumpukan batu bata ringan yang berserakan, ia melihat lebih dari sekadar bangunan terbengkalai—ia melihat keluarga yang membutuhkan uluran tangan nyata.
"Kondisi seperti inilah yang harus kita prioritaskan. Zakat, infaq, dan sedekah dari masyarakat Sidoarjo wajib hukumnya kita salurkan untuk meringankan beban saudara kita, terutama mereka yang memiliki tanggungan anak-anak disabilitas," tegasnya saat itu.
Kini, janji itu telah terwujud. Rumah yang dulunya hanya berupa rangka tembok kini berdiri kokoh dengan cat hijau menyegarkan, atap Spandek,rangka galvalum yang kuat, dan lantai yang rata. Tiga pintu dengan jendela kaca bening membiarkan cahaya masuk, menandai kehidupan baru yang penuh harapan. Sebuah plakat resmi terpasang di dinding, menandakan rumah ini adalah hasil kepedulian kolektif masyarakat Sidoarjo melalui BAZNAS.
"Ini bukan sekadar rumah, tapi simbol kepedulian dan solidaritas," ujar Gus Jazuk sambil berfoto bersama keluarga Ibu Lina di depan rumah baru mereka. Anak-anak Ibu Lina, termasuk yang berkebutuhan khusus, kini memiliki tempat yang aman dan layak untuk tumbuh berkembang.
Program RTLH BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa dana zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola dengan amanah mampu mengubah kehidupan secara nyata. Dari tembok terbengkalai menjadi rumah impian—transformasi yang tidak hanya mengubah bangunan fisik, tetapi juga mengembalikan martabat dan harapan sebuah keluarga.
Bagi Ibu Lina, rumah hijau cerah ini adalah awal baru. Mimpi yang sempat tertunda tujuh tahun akhirnya menjadi kenyataan, berkat kepedulian yang datang tepat waktu.
BERITA12/11/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Pendidikan dan Sosial untuk Warga Kurang Mampu
Sidoarjo – Komitmen BAZNAS Kabupaten Sidoarjo dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kembali terwujud. Pada Selasa (11/11/2025), lembaga amil zakat milik pemerintah ini menyalurkan berbagai program bantuan kepada puluhan penerima manfaat di beberapa kecamatan.
Ach Saleh, Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, menyampaikan bahwa penyaluran kali ini mencakup renovasi tempat ibadah, bantuan pendidikan, hingga biaya hidup untuk warga yang membutuhkan. "Kami berkomitmen mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat tepat sasaran. Ini adalah amanah yang harus kita tunaikan dengan penuh tanggung jawab," ujarnya saat ditemui di Kantor BAZNAS Sidoarjo.
Program unggulan hari itu adalah bantuan renovasi Musholah SDN Ketajen 1, Kecamatan Gedangan. Perwakilan sekolah mengambil langsung bantuan tersebut di kantor BAZNAS. Renovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan siswa dalam beribadah dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, M Sofwan, petugas lapangan BAZNAS Sidoarjo, memiliki jadwal padat mendistribusikan berbagai bantuan ke beberapa lokasi. Di SDN Klanting Sari, Kecamatan Tarik, puluhan siswa dari keluarga kurang mampu menerima bantuan pendidikan berupa perlengkapan sekolah dan uang tunai. Senyum lebar terpancar dari wajah anak-anak yang menerima bantuan tersebut.
Tidak jauh dari sana, dua bocah di Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, juga merasakan kebahagiaan. Nur Salim dan Ibrahim Wakid menerima bantuan biaya khitan dari BAZNAS Sidoarjo. Bagi keluarga mereka, bantuan ini sangat berarti karena meringankan beban ekonomi dalam menyelenggarakan sunah yang penting bagi anak laki-laki muslim.
Program bantuan pendidikan juga menyasar SDN Watesari, Balongbendo. Sekolah yang berlokasi di wilayah pedesaan ini menjadi perhatian BAZNAS mengingat banyaknya siswa dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar dan mengurangi angka putus sekolah.
Yang paling menyentuh adalah distribusi bantuan biaya hidup untuk lima warga Desa Bakungtemengungan, Balongbendo. Mereka adalah Ngadiman, Siti Achladah, Maeni, Muchlisotin, dan keluarga almarhum Abdul Jaelani yang diwakili anaknya. Kelima penerima manfaat ini tergolong fakir miskin yang membutuhkan uluran tangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Alhamdulillah, dengan bantuan ini kami bisa sedikit bernapas lega. Terima kasih BAZNAS Sidoarjo yang tidak pernah melupakan kami," ungkap salah satu penerima bantuan dengan mata berkaca-kaca.
BAZNAS Sidoarjo terus mengoptimalkan peran strategisnya sebagai lembaga pengelola zakat dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui program-program yang tepat sasaran, lembaga ini tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga berupaya mengangkat harkat dan martabat mustahik menuju kehidupan yang lebih baik.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Sidoarjo untuk terus berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui BAZNAS. Insya Allah, setiap rupiah yang diamanahkan akan tersalurkan kepada yang berhak," pungkas Ach Saleh penuh harap.
Dengan semangat berbagi dan kepedulian bersama, BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa solidaritas sosial masih menjadi kekuatan utama dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.
BERITA12/11/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Ulurkan Tangan, Beri Kekuatan Keluarga Santri Korban Tenggelam
SIDOARJO – Duka mendalam yang menyelimuti keluarga almarhum Ahmad Daffa Anil Haq, santri berusia 17 tahun yang meninggal dunia akibat tenggelam di aliran Sungai Kapasan, mendapatkan respons cepat dan penuh kepedulian dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Dalam balutan semangat filantropi, BAZNAS Sidoarjo hadir memberikan bantuan tunai sebagai bentuk dukungan moril dan materiil bagi keluarga korban.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Badruz Zaman, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, didampingi Ahmad Hamdani, pada Senin, 10 November 2025. Penyerahan dilakukan secara sederhana dan penuh kehangatan di kediaman korban di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun umat Islam benar-benar berfungsi sebagai jaring pengaman sosial saat musibah melanda.
Musibah Tak Terduga di Tengah Hujan
Peristiwa tragis yang merenggut nyawa Daffa, santri kelas XI Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ikhlas, Sepande, terjadi pada Jumat (7 November 2025). Kala itu, Daffa sedang berenang di Sungai Kapasan saat hujan lebat mengguyur. Arus sungai yang tiba-tiba membesar dan deras tak mampu diatasi, menjadikannya korban keganasan alam.
Upaya pencarian yang melibatkan berbagai pihak membuahkan hasil kurang dari 24 jam. Jasad Daffa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, berjarak sekitar 500 meter dari lokasi tenggelam. Evakuasi segera dilakukan ke rumah sakit terdekat, sebelum akhirnya jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Tambakrejo untuk disemayamkan.
Zakat Memberi Kehangatan di Tengah Kesedihan
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami dari BAZNAS Sidoarjo turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa ananda Ahmad Daffa Anil Haq," ujar Badruz Zaman saat menyerahkan bantuan. "Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan iman. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun ini adalah amanah dari para muzaki (pemberi zakat) di Sidoarjo untuk meringankan beban dan menjadi penguat hati keluarga."
Dalam suasana haru, keluarga korban menyambut baik uluran tangan BAZNAS. Ekspresi syukur dan haru tampak jelas pada wajah ayah dan kerabat Daffa, seolah bantuan ini menjadi secercah kehangatan yang menguatkan mereka menghadapi kenyataan pahit.
Kisah almarhum Daffa, yang kini disemayamkan berdampingan dengan makam ibunya yang telah berpulang lebih dahulu, menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kepedulian. Aksi cepat tanggap BAZNAS Sidoarjo dalam menyalurkan bantuan kepada keluarga yang sedang berduka ini menegaskan peran strategis lembaga zakat dalam penanggulangan bencana dan kemanusiaan.
BAZNAS Sidoarjo bertekad untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan bahwa dana ZIS tersalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal, terutama bagi mereka yang tertimpa musibah. Kepedulian adalah panglima, dan zakat adalah wujud nyata kasih sayang sesama.
BERITA11/11/2025 | sudrab

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
