WhatsApp Icon
Keluarga Besar SDN Kramatjegu 2 Tanamkan Empati Lewat Aksi Nyata untuk Sumatra

SIDOARJO – Halaman SDN Kramatjegu 2 pagi itu tampak berbeda dari biasanya. Di tengah keriuhan khas anak sekolah, terselip sebuah semangat kolektif yang menghangatkan hati: sebuah gerakan untuk membantu saudara-saudara di ujung barat Indonesia yang tengah berjuang melawan dampak bencana alam.

Keluarga besar SDN Kramatjegu 2 membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer bukan penghalang untuk berbagi kasih. Melalui aksi penggalangan dana yang melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, staf, hingga para siswa, semangat solidaritas untuk penyintas bencana di Sumatra dan Aceh berkobar dengan tulus.

Edukasi Karakter dalam Kotak Donasi

Bagi para siswa, kegiatan ini bukan sekadar mengumpulkan uang ke dalam kotak. Ini adalah pelajaran kehidupan yang tidak ditemukan di dalam buku teks. Sambil menggenggam uang saku yang mereka sisihkan, anak-anak ini belajar tentang arti empati dan bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Ibu Sunarmi, S.Pd.SD, selaku Kepala Sekolah SDN Kramatjegu 2, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas antusiasme luar biasa dari seluruh warga sekolah. Baginya, melihat anak didiknya peduli terhadap penderitaan sesama adalah prestasi yang tak ternilai harganya.

"Kami mendoakan agar semua saudara kita di Sumatra diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan. Semoga bencana ini tidak terjadi lagi dan semoga Tuhan melindungi kita semua," ungkap Ibu Sunarmi dengan penuh haru.

Amanah yang Tertunaikan

Ketulusan tersebut kemudian dikristalkan dalam bentuk donasi sebesar Rp 2.385.000. Untuk memastikan amanah ini sampai ke tangan yang tepat, SDN Kramatjegu 2 memilih jalur profesional melalui transfer bank ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo pada 24 Desember 2025 lalu.

Langkah ini diambil untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas penyaluran bantuan. Dengan koordinasi yang rapi, bantuan dari warga sekolah di Sidoarjo diharapkan dapat segera menyentuh kebutuhan mendesak para korban di lokasi bencana.

Pihak BAZNAS Sidoarjo pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Inisiatif dari SDN Kramatjegu 2 diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan lainnya untuk turut bergerak. Karena sekecil apa pun uluran tangan kita, bagi mereka yang sedang kehilangan segalanya, itu adalah harapan yang besar.


Duka mereka belum usai. Mari tunjukkan bahwa kepedulian warga Sidoarjo tak akan pernah surut. Salurkan kepedulian terbaik Anda melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • BSI: 4488888008
  • BCA: 8292799992 (Mohon sertakan kode unik 25 di akhir nominal, contoh: Rp 100.025)

Layanan Digital & Konfirmasi: kabsidoarjo.baznas.go.id

Zakat Menguatkan Indonesia.

09/01/2026 | Kontributor: sudrab
Semangat Juang Tak Pernah Padam: LVRI Sidoarjo Titipkan Harapan untuk Penyintas Bencana Sumatra

SIDOARJO – Usia boleh senja, namun semangat pengabdian kepada negeri rupanya tak mengenal batas waktu. Di bawah langit Sidoarjo yang teduh pada Kamis, 8 Januari 2026, Keluarga Besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Sidoarjo membuktikan bahwa jiwa korsa dan rasa kemanusiaan mereka tetap menyala terang melalui aksi nyata bagi sesama.

Keluarga Besar LVRI Sidoarjo menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk penyintas bencana di Sumatra melalui BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Momen istimewa ini diserahkan tepat pada acara Tasyakuran Peringatan HUT LVRI ke-69 yang mengusung tema menggugah: "Dengan Semangat Kebersamaan LVRI Peduli Bencana dan Maju Berjuang Bersama Rakyat Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas".

Kemanusiaan di Atas Segalanya

Di tengah suasana syukur yang khidmat, bantuan sejumlah Rp5.000.000 diserahkan secara simbolis oleh pengurus LVRI Sidoarjo kepada Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, Achmad Saleh. Dana tersebut ditujukan khusus untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Achmad Saleh memberikan apresiasi mendalam atas kepedulian para pejuang bangsa ini. Menurutnya, inisiatif LVRI Sidoarjo menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama yang melintasi generasi.

Jejak Teladan Sang Pejuang

Bagi LVRI Sidoarjo yang dipimpin oleh Mayor Mar (Purn) Priyatno, aksi ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan bentuk manifestasi dari semangat "Veteran Peduli Bencana". Langkah ini mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: bahwa kekuatan sejati bangsa ini terletak pada uluran tangan yang saling menguatkan, bahkan di saat kita sendiri sedang merayakan hari bahagia.

Melalui BAZNAS, donasi ini dipastikan akan disalurkan secara amanah untuk membantu proses pemulihan dan pemenuhan kebutuhan dasar para korban di tanah Sumatra.


Melalui semangat “Zakat Menguatkan Indonesia”, kita belajar bahwa duka mereka adalah duka kita bersama, dan kekuatan sejati bangsa ini terletak pada uluran tangan yang saling menguatkan.

Mari Mengulur Tangan: Menjadi Solusi Bersama

Bagi Anda yang tergerak mengikuti jejak inspiratif ini, donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • Bank Syariah Indonesia (BSI): 4488888008 a.n. BAZNAS SIDOARJO
  • Bank Central Asia (BCA): 8292799992 a.n. BAZNAS SIDOARJO
  • Layanan Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id

Setiap kepedulian Anda adalah harapan bagi mereka. Mari rapatkan barisan, karena setiap kontribusi Anda adalah bagian dari pemulihan bangsa.

08/01/2026 | Kontributor: sudrab
Membasuh Luka Sumatra: Ikhtiar Kemanusiaan dari Gerbang SMPN 2 Taman

SIDOARJO – Keluarga besar SMPN 2 Taman membuktikan bahwa pendidikan sejati tidak hanya tumbuh di dalam ruang kelas melalui deretan rumus dan teori, melainkan bersemi di dalam sanubari melalui empati. Di tengah duka yang menyelimuti Pulau Sumatra akibat bencana alam, sekolah yang terletak di jantung Kabupaten Sidoarjo ini bergerak serentak, mengubah rasa prihatin menjadi aksi nyata yang menyentuh.

Bagi SMPN 2 Taman, sekolah adalah kawah candradimuka—sebuah tempat di mana karakter ditempa agar sekuat baja namun tetap memiliki kelembutan hati untuk menolong sesama. Melalui aksi penggalangan dana spontan namun terorganisir, seluruh elemen sekolah mulai dari siswa, guru, hingga staf karyawan, menyatukan tekad untuk meringankan beban saudara-saudara di seberang pulau.

Cahaya Empati di Balik Angka

Pada Rabu (07/01/2026), sebuah momen haru sekaligus membanggakan tercatat dalam sejarah filantropi sekolah. Sebuah notifikasi digital diterima oleh staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, menandai masuknya dana kolektif sebesar Rp12.600.000,-. Angka ini bukan sekadar nominal di atas kertas, melainkan akumulasi dari uang saku para siswa yang disisihkan dan ketulusan para pengajar yang merelakan sebagian rezekinya.

Setiap lembaran rupiah yang terkumpul adalah simbol persaudaraan lintas pulau. Dana tersebut menjadi bukti bahwa jarak ribuan kilometer antara Sidoarjo dan Sumatra bukanlah penghalang bagi jalinan solidaritas nasional. Di SMPN 2 Taman, filantropi telah menjadi nafas harian, sebuah praktik nyata dari nilai-nilai luhur bangsa.

Menanam Karakter, Menuai Perubahan

Kepala SMPN 2 Taman, Bapak Sujono, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat melihat antusiasme anak didiknya. Baginya, melihat siswa berebut memberi adalah prestasi yang jauh lebih tinggi daripada sekadar memenangkan olimpiade sains.

"Gerakan ini lahir dari kemurnian niat. Respons anak-anak sangat luar biasa, dan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter yang kami tanamkan telah membuahkan hasil. Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi memiliki kecerdasan emosional dan empati sosial yang tinggi," ujar Sujono dengan nada optimis.

Ia menambahkan bahwa bantuan ini diharapkan dapat menjadi "napas baru" bagi para korban di Sumatra. Sebuah harapan agar mereka yang terdampak segera bangkit dan pulih dari masa-masa sulit pascabencana.

Zakat Menguatkan Indonesia

Melalui kerja sama dengan BAZNAS Sidoarjo, dana yang terhimpun akan dikelola secara transparan dan amanah. Penyaluran bantuan akan difokuskan pada pemenuhan logistik dasar dan pemulihan infrastruktur sosial di titik-titik paling terdampak. Transparansi ini menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan para donatur cilik yang telah belajar menjadi pahlawan bagi sesama.

Aksi yang ditunjukkan oleh SMPN 2 Taman adalah pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian adalah fondasi utama yang menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh. Ketika kita bergerak berjamaah, bantuan sekecil apa pun akan bertransformasi menjadi kekuatan besar yang mampu mengubah duka menjadi secercah harapan.

Melalui semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", kita belajar bahwa duka mereka adalah duka kita bersama, dan kekuatan sejati bangsa ini terletak pada uluran tangan yang saling menguatkan.


Mari Mengulur Tangan: Menjadi Solusi Bersama

Bagi Anda yang tergerak mengikuti jejak inspiratif ini, donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • Bank Syariah Indonesia (BSI): 4488888008 a.n. BAZNAS SIDOARJO
  • Bank Central Asia (BCA): 8292799992 a.n. BAZNAS SIDOARJO
  • Layanan Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id

Setiap kepedulian Anda adalah harapan bagi mereka. Mari rapatkan barisan, karena setiap kontribusi Anda adalah bagian dari pemulihan bangsa.

08/01/2026 | Kontributor: sudrab
Ketulusan dari Ujung Jari Santri: Doa dan Infak untuk Sumatra dari Sidoarjo

SIDOARJO – Sore itu, langit di Desa Kepatihan, Tulangan, tampak teduh. Namun, suasana di dalam Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Ulya terasa jauh lebih hangat. Bukan hanya karena riuh rendah suara santri yang mengaji, melainkan karena sebuah gerakan cinta yang sedang dipintal oleh tangan-tangan mungil.

Meski bencana yang melanda Sumatra—meliputi Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat—telah berlalu lebih dari sebulan, bara solidaritas di Kota Delta justru kian menyala. Kali ini, denting koin dan lembaran rupiah tidak datang dari para pengusaha besar, melainkan dari saku baju koko dan mukena para santriwan serta santriwati.

Praktik Nyata Ilmu Agama

Rabu (7/1) petang menjadi momentum bersejarah bagi para santri di bawah asuhan KH Abdullah Faqih. Seolah tak ingin hanya pandai melafalkan ayat di atas kertas, para santri ini mempraktikkan langsung esensi dari ajaran Islam: kepedulian.

Dengan tertib, mereka membentuk barisan panjang. Wajah-wajah polos itu tampak berseri saat satu per satu memasukkan uang saku mereka ke dalam kotak bening bertuliskan "Peduli Bencana Alam". Tak ada gurat keberatan, yang ada hanya senyum bangga karena bisa menjadi bagian dari solusi untuk saudara di tanah seberang.

"Alhamdulillah, ini adalah praktik nyata dari pengajaran kami di kelas. Kami ingin anak-anak memahami bahwa membantu sesama yang tertimpa musibah adalah bagian dari iman," ungkap KH Abdullah Faqih saat menyerahkan hasil donasi secara simbolis.

Keluarga besar TPQ Al-Ulya berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1,29 juta lebih. Sebuah angka yang lahir dari ketulusan hati para santri yang mungkin harus merelakan jajan sore mereka demi melihat anak-anak di pengungsian Sumatra kembali tersenyum.

Estafet Kebaikan yang Tak Terputus

Donasi tersebut diterima langsung oleh Abdul Ghoni, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo. Baginya, pemandangan para santri yang mengantre untuk berinfak adalah oase di tengah hiruk-pikuk dunia.

"Ini membuktikan bahwa semangat filantropi di Sidoarjo sudah mendarah daging, bahkan sejak usia dini. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih. Amanah ini akan segera kami salurkan agar manfaatnya langsung dirasakan oleh saudara kita di Sumatra," ujar Ghoni dengan nada haru.

Gelombang kebaikan ini rupanya menular. Di tempat lain, tepatnya di Majelis Taklim Barokatul Qur'an Tulangan, semangat serupa berkobar. Mereka turut mengumpulkan dana sebesar Rp525 ribu yang juga disalurkan melalui BAZNAS Sidoarjo.

Zakat Menguatkan Indonesia

Melalui gerakan "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Sidoarjo memposisikan diri bukan sekadar pengumpul dana, melainkan jembatan doa dan harapan. Di balik setiap lembar rupiah yang terkumpul, ada pesan kuat bahwa duka di Sumatra adalah luka bagi warga Sidoarjo.

Setiap keping koin dari para santri ini adalah investasi langit. Mereka sedang membangun jembatan persaudaraan yang melintasi pulau dan samudra. Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah bangsa bukan diukur dari seberapa kaya ia berdiri, melainkan dari seberapa erat tangan warganya saling menggenggam saat salah satu di antaranya terjatuh.


Mari Rapatkan Barisan untuk Sumatra!

Duka mereka belum usai. Mari tunjukkan bahwa kepedulian warga Sidoarjo tak akan pernah surut. Salurkan kepedulian terbaik Anda melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • BSI: 4488888008
  • BCA: 8292799992

(Mohon sertakan kode unik 25 di akhir nominal, contoh: Rp 100.025)

Layanan Digital & Konfirmasi:

kabsidoarjo.baznas.go.id

Zakat Menguatkan Indonesia.

08/01/2026 | Kontributor: sudrab
Satu Kayuhan, Berjuta Harapan: Semangat Pantang Menyerah Herdin di Balik Dinginnya Es Wawan

SIDOARJO – Terik matahari di kawasan Taman Pinang, Sidoarjo, siang itu seolah tak menyurutkan senyum di wajah Herdin Hermawan Utomo (28). Di atas motor modifikasinya yang merangkap sebagai gerobak "Es Wawan", pemuda penyandang disabilitas ini terus berjuang menjemput rezeki. Bagi Herdin, setiap batang es yang terjual bukan sekadar rupiah, melainkan napas kehidupan bagi ibu tercintanya yang menjanda dan seorang adik asuh yatim di rumahnya, Desa Cemengbakalan.

 

Melihat dedikasi luar biasa tersebut, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo hadir memberikan suntikan semangat melalui program Sidoarjo Makmur. Tepat pada Rabu (07/01), realisasi bantuan pendayagunaan ekonomi diserahkan langsung kepada Herdin untuk mendukung keberlanjutan usahanya.

 

Investasi Sosial: Lebih dari Sekadar Angka

Bantuan yang diberikan BAZNAS Sidoarjo ini bukan sekadar biaya operasional, melainkan investasi sosial yang memiliki efek domino. Dengan dana tersebut, Herdin melakukan perbaikan pada motor tunggangannya yang mulai sering mengalami kendala teknis.

 

Output dari bantuan ini sangat nyata: mobilitas yang terjamin. Ketika motor Herdin kembali prima, hambatan logistik hilang, dan jangkauan wilayah jualannya pun tetap stabil. Secara jangka panjang, investasi ini mencegah Herdin jatuh ke jurang ketergantungan bantuan sosial (bansos) konsumtif dan justru memperkuat kemandirian ekonominya sebagai kepala keluarga.

 

Senyum di Balik Keterbatasan

Bantuan diserahkan langsung oleh Mulyono, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo. Baginya, sosok Herdin adalah inspirasi bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menjadi tangan di atas.

 

Sambil memegang dokumen bantuan, Herdin tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Suaranya bergetar namun penuh optimisme saat menceritakan rencana perbaikan motornya.

 

"Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Sidoarjo. Motor ini adalah kaki saya. Kalau motor ini rusak, saya tidak bisa keliling jualan es, dan dapur di rumah tidak bisa ngepul. Bantuan ini benar-benar meringankan beban saya untuk memperbaiki motor agar bisa mencari nafkah lagi dengan tenang demi Ibu dan adik asuh saya," ujar Herdin dengan mata berbinar.

 

Mengubah Dampak Menjadi Berkah

Program Sidoarjo Makmur memang dirancang untuk menyasar pelaku usaha mikro yang memiliki etos kerja tinggi namun terkendala modal atau sarana. Dengan membantu Herdin, BAZNAS Sidoarjo sebenarnya sedang menjaga sebuah ekosistem kesejahteraan kecil di Desa Cemengbakalan. Ibu Herdin yang janda dan anak yatim yang mereka asuh kini memiliki jaminan masa depan yang lebih stabil berkat usaha es keliling yang kembali lancar.

 

Inilah esensi dari filantropi modern: mengubah zakat, infak, dan sedekah menjadi alat pendayagunaan yang martabatnya terasa hingga ke akar rumput. Kisah Herdin adalah bukti bahwa dukungan yang tepat sasaran mampu mengubah tantangan menjadi peluang, dan keterbatasan menjadi kekuatan.

07/01/2026 | Kontributor: sudrab

Berita Terbaru

Tembus Rp300 Juta, Solidaritas Ayo Pulihkan Al-Khoziny Terus Mengalir Deras Melalui BAZNAS Sidoarjo
Tembus Rp300 Juta, Solidaritas Ayo Pulihkan Al-Khoziny Terus Mengalir Deras Melalui BAZNAS Sidoarjo
SIDOARJO – Gelombang kepedulian yang luar biasa untuk pemulihan Pondok Pesantren Al-Khoziiny Buduran Sidoarjo terus mengalir deras. Solidaritas dari berbagai elemen masyarakat yang dikoordinasikan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo telah mencapai angka yang menembus batas psikologis: sekitar Rp300 juta dalam bentuk bantuan tunai. Angka fantastis ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan sosial dan semangat gotong royong warga Sidoarjo dalam membantu lembaga pendidikan yang sedang diuji. Dua penyerahan donasi terbaru menjadi bukti nyata gelora kepedulian tersebut, tercatat hanya berselang beberapa hari. Yang terbaru, pada tanggal 21 Oktober 2025, Keluarga Besar Yayasan Khazanah Ilmu Desa Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo, menunjukkan komitmennya. Mereka hadir di Kantor BAZNAS Sidoarjo yang berlokasi di Jalan Pahlawan I No. 10 dengan membawa bantuan tunai sebesar Rp14.785.000. Bantuan ini diserahkan langsung oleh perwakilan dari Yayasan Khazanah Ilmu, Bapak Anang Fauzi—salah satu guru SD di yayasan tersebut—kepada Wakil Ketua II BAZNAS Sidoarjo, Bapak M. Mahbub atau yang akrab disapa Gus Mahbub. Momen penyerahan ini terasa semakin mengharukan dengan didampingi oleh dua perwakilan siswa SD dari Yayasan Khazanah Ilmu, yang membawahi unit sekolah TK, RA, dan SD. Kehadiran mereka menegaskan bahwa semangat berbagi telah tertanam kuat sejak usia dini. Gus Mahbub menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi aktif dari Yayasan Khazanah Ilmu. "Ini adalah wujud nyata kepedulian ekosistem pendidikan di Sidoarjo. Kami melihat semangat 'Ayo Pulihkan Al-Khoziny' ini menjadi gerakan kolektif. Setiap rupiah yang terkumpul adalah kepercayaan yang harus kami jaga dan salurkan secepatnya untuk proses rekonstruksi dan pemulihan kegiatan di pondok pesantren," tegas Gus Mahbub. Tak hanya itu, beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Jumat, 17 Oktober 2025, BAZNAS Sidoarjo juga telah menerima donasi signifikan dari perwakilan Keluarga Besar Yayasan Pendidikan dan Pengajaran (YPP) Darul Fikri. Melalui Bapak Andy Setyawan, YPP Darul Fikri menyerahkan bantuan tunai senilai Rp14.184.020. Donasi ini diterima langsung oleh Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Dyah Ayu Rahmawati. Dyah Ayu Rahmawati menambahkan bahwa antusiasme penyaluran donasi untuk Ponpes Al-Khoziny sangat tinggi, baik dari lembaga pendidikan, perusahaan, hingga komunitas perorangan. "Alhamdulillah, kami mencatat bahwa bantuan tunai untuk Ponpes Al-Khoziny yang terkumpul melalui BAZNAS Sidoarjo ini sudah menembus angka sekitar Rp300 juta. Nantinya, Dana ini akan kami salurkan secara bertahap dan transparan, berkoordinasi dengan pihak pondok pesantren untuk memenuhi kebutuhan rehabilitasi yang paling mendesak," jelasnya. Total dana yang terkumpul ini akan difokuskan untuk membantu percepatan pembangunan kembali sarana dan prasarana pondok yang mengalami kerusakan parah. Kampanye "Ayo Pulihkan Al-Khoziiny" yang digaungkan BAZNAS Sidoarjo bersama berbagai mitra terbukti berhasil menjadi wadah yang dipercaya masyarakat untuk menyalurkan shadaqah dan infak kemanusiaan mereka. Capaian Rp300 juta ini diharapkan menjadi pemicu bagi pihak-pihak lain untuk terus berkontribusi, memastikan proses pemulihan Pondok Pesantren Al-Khoziiny dapat segera tuntas, agar aktivitas belajar mengajar para santri kembali normal.
BERITA21/10/2025 | sudrab
Menembus Batas, Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid At-Taubah Waru
Menembus Batas, Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid At-Taubah Waru
Sidoarjo – Ketika malam mulai menyelimuti Desa Kepuhkiriman, Waru, sebuah misi kemanusiaan tengah berlangsung. Tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyalurkan bantuan pembangunan untuk Masjid At-Taubah yang terletak tepat di depan Balai Desa, Senin (20/10/2025) malam. Dua staf pelaksana, A. Hamdani dan Minan Abdul Haq, hadir membawa harapan baru bagi jamaah setempat yang tengah berjuang menyelesaikan rumah ibadah mereka. Masjid At-Taubah saat ini masih dalam tahap pembangunan. Tiang-tiang beton kokoh berdiri, rangka atap mulai terbentuk, namun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Lantai keramik telah terpasang sebagian, sementara dinding-dinding menanti sentuhan akhir. Kondisi fisik bangunan menunjukkan keseriusan panitia pembangunan, namun keterbatasan dana menjadi tantangan utama untuk melanjutkan ke tahap finishing. "Kami sangat bersyukur bisa hadir malam ini untuk menyaksikan langsung perjuangan masyarakat Kepuhkiriman dalam membangun masjid," ujar Minan Abdul Haq saat ditemui di lokasi. "Ini bukan sekadar bantuan material, tetapi wujud kepedulian umat melalui zakat yang telah diamanahkan kepada BAZNAS. Semoga bantuan ini bisa mempercepat penyelesaian pembangunan." Proses serah terima bantuan berlangsung khidmat di tengah-tengah bangunan masjid yang masih terbuka. Takmir masjid dan beberapa tokoh masyarakat setempat menyambut kedatangan tim BAZNAS dengan penuh kehangatan. Mereka mengenakan pakaian muslim tradisional, mencerminkan identitas keagamaan yang kuat di wilayah ini. Suasana malam yang tenang dipenuhi dengan rasa syukur dan harapan akan terwujudnya masjid yang layak sebagai pusat ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat. Dalam perbincangan dengan panitia pembangunan, terungkap bahwa konstruksi masjid telah dimulai sejak beberapa bulan lalu dengan mengandalkan dana swadaya masyarakat. Namun, biaya untuk pengadaan material atap, pengecatan, dan instalasi listrik menjadi kendala yang cukup serius. Bantuan dari BAZNAS diharapkan menjadi dorongan penting untuk melanjutkan tahapan konstruksi berikutnya. "Pembangunan masjid ini adalah bukti gotong royong masyarakat, dan kehadiran BAZNAS malam ini memberikan energi baru bagi kami," ungkap salah satu anggota takmir yang menerima bantuan dengan penuh haru. "Kami berharap masjid ini segera berdiri sempurna dan menjadi pusat kegiatan umat di Kepuhkiriman." Tim BAZNAS juga melakukan assessment mendalam terhadap kondisi pembangunan dan mendokumentasikan setiap detail melalui foto-foto sebagai bukti pelaksanaan program. Data ini akan digunakan untuk evaluasi internal dan perencanaan tindak lanjut jika diperlukan bantuan tambahan atau pendampingan teknis di masa mendatang. Minan menambahkan, "BAZNAS Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pembangunan masjid ini. Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang diamanahkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat." Kegiatan malam itu ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran pembangunan masjid dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. Saat tim BAZNAS berpamitan, rasa syukur dan optimisme terpancar dari wajah-wajah jamaah Masjid At-Taubah. Bantuan ini bukan sekadar angka, tetapi simbol solidaritas umat dan bukti bahwa zakat adalah instrumen pemberdayaan sosial yang nyata. Program distribusi bantuan pembangunan masjid merupakan salah satu fokus BAZNAS Kabupaten Sidoarjo dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat untuk infrastruktur keagamaan. Dengan pendekatan yang terencana dan berbasis data lapangan, BAZNAS terus berupaya menjangkau berbagai wilayah di Sidoarjo untuk mendukung pembangunan rumah ibadah yang layak dan fungsional bagi masyarakat.
BERITA21/10/2025 | sudrab
Menyusuri Pelosok: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Fakir ke Enam Keluarga
Menyusuri Pelosok: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Fakir ke Enam Keluarga
SIDOARJO - BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyalurkan bantuan fakir kepada enam keluarga kurang mampu di dua kecamatan pada Senin (20/10/2025). Program yang merupakan kerjasama dengan BAZNAS Jawa Timur ini menyasar wilayah Tulangan dan Wonoayu, dua kecamatan dengan kantong kemiskinan yang membutuhkan perhatian serius. Distribusi bantuan periode September-Oktober 2025 ini menjangkau Ibu Miatin dan Ibu Rupiati di Desa Grabakan, Tulangan, serta Ibu Rudaiyah di Desa Popoh dan tiga mustahik di Desa Molyodadi, Wonoayu—yakni Ibu Tiami, Bapak Parsa, dan Mbah Gemi. Keenam penerima merupakan warga yang telah terverifikasi memenuhi kriteria fakir menurut ketentuan syariat Islam. "Kami tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga menyaksikan langsung kondisi mereka," ujar M. Sofwan, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang memimpin distribusi. "Setiap rumah yang kami kunjungi adalah sekolah kehidupan. Di sana kami belajar tentang ketangguhan dan kesabaran menghadapi ujian hidup." Perjalanan dimulai dari Desa Grabakan yang terletak jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Ibu Miatin, seorang lansia yang hidup sendiri, menyambut tim BAZNAS dengan penuh syukur. Kondisi rumahnya yang sederhana dengan tungku dapur yang jarang menyala menjadi saksi bisu perjuangan hidup sehari-hari. Tidak jauh dari sana, Ibu Rupiati—juga seorang janda—menunjukkan ekspresi serupa saat menerima bantuan. "Saat Ibu Miatin berkata 'Alhamdulillah, ini sangat membantu kami' dengan suara bergetar, kami menyadari betapa berharganya setiap rupiah yang kami salurkan," kenang Sofwan dengan nada empatik. "Itu bukan sekadar uang, tetapi harapan untuk bertahan hidup." Distribusi berlanjut ke Kecamatan Wonoayu. Di Desa Popoh, tim bertemu Ibu Rudaiyah, seorang ibu yang berjuang sendirian mengurus anak-anaknya setelah suaminya sakit keras. Meski wajahnya menampakkan kelelahan, semangatnya tetap membara untuk memastikan anak-anaknya tetap bersekolah. Di Desa Molyodadi, tim mengunjungi tiga keluarga dengan kondisi yang berbeda-beda. Ibu Tiami yang menjadi tulang punggung keluarga, Bapak Parsa dengan tubuh renta yang masih memaksakan diri bekerja serabutan, dan Mbah Gemi—sosok sepuh berusia lebih dari tujuh dekade yang hidup dalam kesederhanaan luar biasa. "Mbah Gemi mengajarkan kami tentang makna syukur yang sesungguhnya," ungkap Sofwan. "Beliau menerima bantuan dengan senyum tulus, tanpa keluhan meski hidupnya jauh dari kata layak. Inilah wajah kemiskinan yang sesungguhnya—bukan angka statistik, tetapi manusia dengan martabat yang harus kita jaga." Program Bantuan Fakir merupakan salah satu penyaluran zakat yang fokus pada kelompok mustahik yang paling membutuhkan. BAZNAS Sidoarjo bertanggung jawab memastikan setiap bantuan sampai tepat sasaran melalui survei mendalam dan verifikasi ketat sesuai kriteria syar'i. M. Sofwan menutup keterangannya dengan ajakan kepada masyarakat Sidoarjo. "Masih banyak Ibu Miatin, Pak Parsa, dan Mbah Gemi lainnya yang membutuhkan bantuan. Program ini berjalan berkat kepercayaan para muzakki yang menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi. Setiap zakat yang dibayarkan adalah investasi kemanusiaan yang mengubah takdir." BAZNAS Sidoarjo mengajak masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program filantropi untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi guna memastikan penyaluran yang akuntabel dan tepat sasaran kepada delapan golongan mustahik.
BERITA20/10/2025 | sudrab
Tebus Ijazah: BAZNAS Sidoarjo Bebaskan Masa Depan Anak Pekerja Serabutan
Tebus Ijazah: BAZNAS Sidoarjo Bebaskan Masa Depan Anak Pekerja Serabutan
SIDOARJO - BAZNAS Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap pendidikan masyarakat kurang mampu melalui program Tebus Ijazah. Senin (20/10/2025), lembaga filantropi Islam ini menyalurkan bantuan kepada Ananda Fikri Ari, lulusan SMK Muhammadiyah 1 Taman tahun ajaran 2023/2024, yang ijazahnya tertahan karena keterbatasan ekonomi keluarga. Penyerahan bantuan berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Taman dan diterima langsung oleh Ibu Fauriyah, Kepala Tata Usaha sekolah tersebut. Turut hadir mendampingi adalah Bapak Andik, orang tua Fikri yang bekerja serabutan untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya di Desa Medaeng, Waru. "Kami melihat program Tebus Ijazah ini bukan sekadar membebaskan dokumen yang tertahan, tetapi membebaskan masa depan anak-anak dari belenggu kemiskinan," ujar Ahmad Hamdani, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang memimpin distribusi bantuan hari itu. "Setiap ijazah yang kami tebus adalah pintu gerbang menuju peluang kerja, pendidikan lanjut, dan kehidupan yang lebih bermartabat." Bagi Pak Andik, bantuan ini datang bagaikan jawaban doa panjang keluarganya. Pria asal Medaeng ini menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan tanpa kepastian penghasilan tetap. Hari ini mengangkut barang, esok membantu di pasar, lusa entah di mana—rutinitas yang telah dijalani bertahun-tahun demi memastikan anak-anaknya tetap bersekolah. "Pak Andik mewakili ribuan orang tua di negeri ini yang berjuang habis-habisan untuk pendidikan anak-anaknya," tambah Ahmad Hamdani dengan nada penuh empati. "Saat ijazah Fikri tertahan, bukan hanya selembar kertas yang terkunci, tetapi juga mimpi-mimpi besar keluarga ini yang terpenjara. Hari ini, Alhamdulillah, kami bisa menjadi bagian dari pembebasan itu." Program Tebus Ijazah merupakan salah satu bentuk penyaluran zakat produktif BAZNAS Sidoarjo yang fokus pada sektor pendidikan. Program ini menyasar siswa-siswi kurang mampu yang telah menyelesaikan pendidikan namun ijazahnya tertahan karena keterbatasan biaya administrasi sekolah. Dokumen ijazah yang tertahan seringkali menjadi penghalang utama bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau melamar pekerjaan. "Setiap nama yang kami catat, setiap bantuan yang kami salurkan, adalah benang-benang harapan yang kami rajut menjadi jaring pengaman sosial," jelas Ahmad Hamdani. "Masih banyak Fikri-Fikri lainnya yang menunggu, masih banyak Pak Andik yang berjuang sendirian di luar sana." Ibu Fauriyah yang menerima bantuan menyampaikan apresiasi tinggi atas program ini. Sebagai Kepala TU yang setiap hari berhadapan dengan deretan nama siswa yang ijazahnya tertahan, ia memahami betul dampak sosial dari program Tebus Ijazah. Ahmad Hamdani menutup keterangannya dengan pesan kepada masyarakat Sidoarjo. "Program ini berjalan berkat kepercayaan para muzakki yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang menggerakkan roda keadilan sosial. Dengan terus berzakat melalui lembaga resmi, kita bersama-sama bisa membebaskan lebih banyak masa depan anak-anak Indonesia." BAZNAS Sidoarjo mengajak masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program filantropi serupa untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi guna memastikan penyaluran yang tepat sasaran dan akuntabel.
BERITA20/10/2025 | sudrab
Solidaritas Bantu Pemulihan: SMAN 3 Serahkan Bantuan untuk Korban Tragedi Ponpes Al-Khoziny
Solidaritas Bantu Pemulihan: SMAN 3 Serahkan Bantuan untuk Korban Tragedi Ponpes Al-Khoziny
Sidoarjo – Duka mendalam masih menyelimuti Kabupaten Sidoarjo. Tragedi ambruknya musholla Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran pada 29 September lalu menewaskan 63 santri, meninggalkan luka yang sulit terlupakan. Namun di tengah kesedihan itu, secercah cahaya harapan datang dari uluran tangan sesama. Perwakilan keluarga besar SMAN 3 menyerahkan bantuan senilai Rp3.205.000 kepada BAZNAS Sidoarjo, Jumat (17/10), sebagai bentuk solidaritas untuk pemulihan pasca-tragedi. Rombongan yang dipimpin Ibu Sefinda AR, salah satu pengajar SMAN 3, bersama rekan sejawatnya dan tiga peserta didik diterima langsung oleh M. Naim, M.Pd.I, Amil Pelaksana BAZNAS Sidoarjo di kantornya yang beralamat di Jalan Pahlawan I Nomor 10. Penyerahan bantuan berlangsung penuh kehangatan, mencerminkan kepedulian lintas institusi pendidikan di Sidoarjo. "Ini adalah wujud kepedulian kami sebagai bagian dari masyarakat Sidoarjo. Kami tidak bisa tinggal diam melihat saudara-saudara kami mengalami musibah sebesar ini," ujar Ibu Sefinda dengan suara bergetar. "Dana ini dikumpulkan dari seluruh civitas akademika SMAN 3, dari guru, karyawan, hingga siswa-siswi kami yang rela menyisihkan uang saku mereka." Tragedi yang menimpa Ponpes Al-Khoziny tercatat sebagai salah satu bencana paling memilukan dalam sejarah Sidoarjo. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur, Kombes Pol. dr. Mohammad Khusnan Marzuki, mengonfirmasi bahwa seluruh 63 jenazah korban telah teridentifikasi pada Rabu, 15 Oktober 2025. Tim DVI Polda Jatim menyelesaikan identifikasi lima jenazah terakhir yang cocok dengan data ante mortem. "Data ante mortem yang melaporkan orang hilang yaitu 63 korban dan sudah teridentifikasi seluruhnya sebanyak 63 orang," kata Khusnan. Operasi tim DVI pun resmi ditutup setelah seluruh jenazah diserahkan kepada keluarga santri untuk dimakamkan. M. Naim menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diterima. "Ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi bukti bahwa solidaritas tidak mengenal sekat. Dari sekolah umum untuk pesantren, dari generasi muda untuk sesama. Dana ini akan kami salurkan untuk membantu proses pemulihan, baik untuk renovasi musholla maupun dukungan bagi keluarga korban yang membutuhkan," jelasnya. Ketiga peserta didik SMAN 3 yang hadir tampak khidmat. Salah satu di antara mereka, seorang siswa berbusana pramuka, mengungkapkan perasaannya. "Kami sedih mendengar kabar ini. Mereka adalah teman-teman sebaya kami yang seharusnya masih bisa mengejar cita-cita. Kami ingin berbuat sesuatu, sekecil apa pun, untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan." Bantuan senilai Rp3.205.000 ini menjadi simbol persaudaraan di tengah duka. Angka tersebut bukan hanya representasi nilai nominal, tetapi cerminan dari ratusan tangan yang terulur, ratusan hati yang berdenyut penuh empati. Di ruang kantor BAZNAS yang dihiasi logo Garuda Pancasila bercahaya, foto bersama diabadikan. Senyum tipis menghiasi wajah mereka—senyum yang lahir bukan dari kegembiraan, tetapi dari kesadaran bahwa mereka telah berbuat sesuatu yang bermakna. Tragedi Ponpes Al-Khoziny meninggalkan luka, namun juga melahirkan kesadaran kolektif tentang pentingnya saling menopang. Bantuan dari SMAN 3 adalah salah satu dari sekian banyak bentuk solidaritas yang terus mengalir, membuktikan bahwa dalam setiap musibah, kemanusiaan selalu menemukan jalannya.
BERITA17/10/2025 | sudrab
Jeda Perang, Harapan Datang: 37 Ribu Paket Bantuan BAZNAS RI Tembus Gaza!
Jeda Perang, Harapan Datang: 37 Ribu Paket Bantuan BAZNAS RI Tembus Gaza!
SIDOARJO - Akhirnya, harapan itu kembali datang! Setelah sekian lama tertahan di perbatasan, konvoi kemanusiaan dari Indonesia berhasil menembus blokade. Momen dimulainya gencatan senjata resmi pada 11 Oktober 2025 menjadi celah emas bagi Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) untuk mengirimkan bantuan esensial kepada saudara-saudara kita di Gaza. Alhamdulillah! Ribuan paket bantuan dari rakyat Indonesia kini telah berhasil memasuki wilayah Gaza, membawa serta pesan solidaritas yang menghangatkan di tengah dinginnya konflik. Bantuan ini bukan hanya soal logistik dan tumpukan karung; ini tentang rasa kemanusiaan yang mendalam. Ini tentang pesan bahwa mereka tak sendiri. Bahwa dari jauh, bentangan kasih Indonesia tetap ada, mendampingi perjuangan masyarakat Palestina. Dalam momen krusial gencatan senjata ini, BAZNAS RI bergerak cepat. Sebanyak 37.000 paket bantuan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang terisolasi. Dalam foto-foto yang dirilis BAZNAS, terlihat antrean truk-truk besar berjejer rapi di perbatasan Rafah, dipenuhi muatan yang dibungkus plastik bening, memperlihatkan label BAZNAS Indonesia, berkolaborasi dengan Bulan Sabit Merah Mesir (Egyptian Red Crescent) yang logonya tampak jelas di badan truk. Muatan ini terdiri dari ribuan ton bantuan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok yang paling dibutuhkan oleh mereka yang berjuang di tengah ujian berat. Langkah ini merupakan implementasi nyata dari komitmen BAZNAS untuk "MEMBASUH LUKA PALESTINA." Bantuan ini adalah hasil konkret dari doa dan dukungan masyarakat Indonesia yang terus mengalir tanpa henti. Setiap karung beras, setiap kotak obat, dan setiap selimut yang diangkut oleh truk-truk tersebut membawa serta keikhlasan dan harapan dari jutaan donatur di Tanah Air. Namun, perjuangan ini belum selesai. Gencatan senjata ini adalah kesempatan, bukan akhir. Ini adalah jendela waktu yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kembali peduli, untuk kembali membantu, dan untuk memastikan bahwa bantuan terus mengalir. Kondisi di Gaza masih sangat rentan, dan kebutuhan akan uluran tangan terus meningkat setiap harinya. Keberhasilan penyaluran 37.000 paket ini adalah permulaan. BAZNAS RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak mengendurkan semangat filantropi. Teruslah hadir, teruslah berdonasi, dan teruslah menjadi mercusuar harapan bagi Palestina. Melalui BAZNAS, mari kita pastikan bahwa cinta, doa, dan dukungan Indonesia akan menjadi energi tak terbatas untuk meringankan beban mereka. Perjuangan kemanusiaan masih berlanjut, dan kita harus memastikan bahwa tidak ada satu pun saudara kita di Palestina yang merasa ditinggalkan.
BERITA14/10/2025 | sudrab
PULIHKAN PONPES AL-KHOZINY: DARI DONASI SISWA KEBERKAHAN YANG BERGERAK BERSAMA
PULIHKAN PONPES AL-KHOZINY: DARI DONASI SISWA KEBERKAHAN YANG BERGERAK BERSAMA
SIDOARJO — Di tengah reruntuhan yang masih menyisakan luka, harapan mulai terbangun kembali. Donasi senilai Rp 3.627.900 dari siswa dan civitas akademika SMP Al Falah As Salam, Ds. Tropodo, Kec. Waru, menjadi simbol kepedulian nyata yang mengalir dari generasi muda untuk saudara-saudara mereka di Pondok Pesantren Al-Khoziny yang tertimpa musibah runtuhnya musholla. Penyerahan donasi ini dilakukan secara simbolis oleh Ustad Farkhan, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, bersama perwakilan siswa, langsung kepada staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Abdulghoni, di kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Senin (13/10/2025). “Ini bukan sekadar uang. Ini adalah doa, empati, dan komitmen moral dari anak-anak muda yang sudah diajarkan untuk peduli sejak dini,” tegas Ustad Farkhan, menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari kurikulum karakter sekolahnya. “Kami ingin mereka tumbuh bukan hanya pintar, tapi juga berhati lembut.” Abdulghoni, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menerima donasi tersebut dengan penuh apresiasi. “Setiap rupiah yang masuk adalah amanah. Kami akan salurkan dengan transparan dan tepat sasaran untuk pulihnya ponpes Alkhoziny,” ujarnya. Selain Donasi dari SMP Al Falah As Salam,Melalui transfer merupakan bagian dari gelombang solidaritas lebih luas digerakkan oleh Keluarga Besar Perguruan Islam (PI) Al-Wahyu Rewwin, Sidoarjo. Sebesar 3.050.000 ditransfer ke Rekening BAZNAS Sidoarjo. Hingga Senin siang, total dana yang telah terkumpul mencapai Rp 270 juta lebih — sebuah angka yang membanggakan, namun tetap dianggap sebagai awal, bukan akhir. “Ini bukan akhir, tapi awal,” kata Abdulghoni dengan nada penuh semangat. “Rekonstruksi fisik butuh waktu. Penyembuhan trauma butuh lebih banyak lagi. Tapi dengan sinergi seperti ini, tidak ada yang mustahil.” BAZNAS Sidoarjo membuka seluas-luasnya pintu bagi siapa pun yang ingin berkontribusi. Baik melalui transfer ke rekening resmi, maupun kunjungan langsung ke kantor di Jl. Pahlawan I No. 10. Informasi lebih lanjut dapat diakses via telepon 085-943-638-999 atau website www.kabsidoarjo.baznas.go.id . Di balik setiap rupiah yang terkumpul, ada doa. Doa untuk para korban, untuk keluarga yang kehilangan, dan untuk Ponpes Al-Khoziny yang akan bangkit lebih kuat. Seperti kata Ustad Farkhan, “Berbagi bukan soal besar kecilnya nominal, tapi seberapa tulus hati kita memberi.” Bagi para donatur, baik individu maupun lembaga, terima kasih tak terhingga. Semoga setiap tetes kebaikan Anda menjadi amal jariyah yang mengalir tanpa henti, dan Allah SWT membalasnya dengan kebaikan berlipat ganda. Karena dalam kemanusiaan, tidak ada donasi yang terlalu kecil. Yang terpenting adalah niat tulus untuk berbagi — dan itulah yang sedang terjadi di Sidoarjo. Bersama, kita pulihkan Ponpes Al-Khoziny. Bersama, kita bangun kembali harapan.
BERITA13/10/2025 | sudrab
Terima Kasih Orang Baik: Ribuan Porsi Nasi dan Donasi Natura Tersalurkan Pasca Runtuhnya Musholla Ponpes AL-Khoziny
Terima Kasih Orang Baik: Ribuan Porsi Nasi dan Donasi Natura Tersalurkan Pasca Runtuhnya Musholla Ponpes AL-Khoziny
SIDOARJO — “Terima kasih, orang-orang baik,” ucap Abdul Ghoni, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, dengan suara bergetar saat menyampaikan data pemanfaatan logistik Posko BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Jawa timur di Pondok Pesantren Al-Khoziny. Hal itu merupakan ungkapan tulus atas gelombang solidaritas yang mengalir deras selama sembilan hari masa tanggap darurat pasca-runtuhnya musholla ponpes pada 29 September lalu,Senin (13 /10) di kantor BAZNAS Sidoarjo Dalam tempo kurang dari 24 jam sejak insiden, ratusan donasi natura—mulai dari beras, mie instan, nasi bungkus, hingga alat kesehatan—mengalir dari berbagai penjuru. Total tercatat 255 item donasi dengan nilai taksiran mencapai Rp159 juta. “Yang paling mengharukan, ada donatur yang datang sendiri membawa satu kresek roti dan es teh. Tak peduli jumlahnya, niat tulus itulah yang menyelamatkan hari-hari sulit kami,” kata Ghoni. Sejak hari pertama, BAZNAS Tanggap Bencana Jawa Timur mendirikan Pos Dapur Air dan Dapur Umum di lokasi. Selama periode 29 September–7 Oktober, dapur umum berhasil memproduksi 6.000–7.000 porsi nasi bungkus yang disalurkan kepada santri, relawan, keluarga korban, serta warga sekitar. “Kami tak pernah kehabisan stok karena setiap pagi selalu ada saja truk atau motor yang datang membawa beras, telur, sayur, atau gas LPG,” tambahnya. Donasi tidak hanya berupa makanan. Sebanyak 21 kursi roda, 10 soft cervical collar, 12 head immobilizer, dan ratusan obat-obatan juga diterima. Namun, sesuai protokol medis, seluruh alat kesehatan kini disimpan di gudang Rumah Sehat BAZNAS (RSB). “Tiga kursi roda sudah kami salurkan kepada mereka yang membutuhkan selama evakuasi. Sisanya siap digunakan jika ada kebutuhanpemanfaatan sesuai arahan dan ketentuan berlaku,” jelas Ghoni. Pada 7 Oktober, seluruh sisa logistik non-medis diserahkan langsung kepada pengurus Ponpes Al-Khoziny dan sebagian kecil diberikan kepada relawan santri dari Pondok Pesantren Panji. “Mereka yang membantu tanpa pamrih juga layak mendapat apresiasi,” ujarnya. Ghoni menekankan, keberhasilan respons kemanusiaan ini adalah bukti nyata bahwa krisis justru mempertemukan hati-hati yang peduli**. “Dari TNI, Bhayangkari, alumni, masjid, hingga ‘Hamba Allah’ yang tak ingin disebut namanya—semua punya andil. Inilah Indonesia yang sesungguhnya: gotong royong dalam laku nyata.” Di tengah reruntuhan musholla yang masih menunggu rekonstruksi, semangat kebersamaan justru bangkit lebih kokoh. Dan di balik setiap porsi nasi, setiap dus air mineral, dan setiap doa yang menyertainya, ada ribuan “orang baik” yang menjadi pahlawan tanpa jubah.
BERITA13/10/2025 | sudrab
Solidaritas Berlanjut: Donasi Pemulihan Ponpes Al-Khoziny Tembus Rp250 Juta
Solidaritas Berlanjut: Donasi Pemulihan Ponpes Al-Khoziny Tembus Rp250 Juta
Gelombang Kepedulian Tak Kunjung Surut, BAZNAS Sidoarjo Catat Ratusan Juta Rupiah untuk Korban Runtuhnya Musholla SIDOARJO – Sepuluh hari berlalu sejak tragedi runtuhnya musholla Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, pada 29 September 2025. Namun, arus solidaritas justru mengalir semakin deras. Kamis, 9 Oktober 2025, BAZNAS Sidoarjo kembali mencatat lonjakan donasi untuk pemulihan ponpes yang menelan korban jiwa tersebut. Pagi itu, di kantor BAZNAS Sidoarjo Jalan Pahlawan I No. 10, hadir sejumlah donatur dengan hati yang sama: ingin meringankan beban keluarga korban dan membantu pemulihan ponpes yang rata dengan tanah itu. Doa dari Balik Donasi Ibu Khodijah, seorang ibu yang berdonasi dan diwakilkan oleh anak dan menantunya. Anak beliau, pasangan suami-istri Muhammad Muhtashor dan sang istri yang juga owner produsen tas dengan brand MOONZAYA, menyerahkan donasi sebesar Rp5.000.000.di kantor BAZNAS Sidoarjo "Ini bagian dari kirim doa untuk para ahli kubur kami. Semoga bisa bermanfaat untuk pemulihan ponpes dan keluarga korban," ujar sang anak dengan suara bergetar. Donasi itu bukan sekadar angka. Ia adalah doa yang dikirim dari alam baka, melalui tangan-tangan yang masih hidup. Kepedulian yang melintasi batas kematian. Pelajaran Empati dari Sekolah Tak lama berselang, delegasi dari SMPN 1 Sukodono tiba. Dipimpin oleh Ibu Dra. Nunuk Sriasih dan Ika Oktana Amelia, S.Ak, mereka membawa donasi sebesar Rp11.307.000—hasil penggalangan dari seluruh warga sekolah. Yang menarik, dua perwakilan peserta didik turut hadir: Aqila Nafis Aisy Salsabia dan Reyhan Syahmi Fazzagaidha. Dua remaja yang belajar arti empati bukan dari buku, melainkan dari aksi nyata. "Kami ikut merasakan kesedihan teman-teman santri yang kehilangan teman dan tempat belajarnya. Ini sedikit bantuan dari kami," ucap Aqila dengan mata berbinar. Pendidikan sejati bukan hanya soal matematika atau bahasa. Ia juga tentang bagaimana menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Dan SMPN 1 Sukodono membuktikannya. Angka yang Terus Bergerak Per Kamis siang, 9 Oktober 2025, total donasi dalam bentuk uang yang masuk ke BAZNAS Sidoarjo telah menembus angka Rp250 juta lebih—dan terus bertambah. Angka dinamis yang mencerminkan kepedulian kolektif masyarakat Sidoarjo. Donasi datang melalui dua jalur: penyerahan langsung di kantor BAZNAS Jalan Pahlawan I No. 10, dan transfer perbankan ke rekening atas nama BAZNAS Sidoarjo. "Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan masyarakat. Dana ini akan kami salurkan secara transparan dan akuntabel untuk pemulihan ponpes serta bantuan bagi keluarga korban," ujar Khamdani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo. Refleksi di Tengah Duka Tragedi Al-Khoziny mengingatkan kita pada kerapuhan hidup. Dalam sekejap, bangunan runtuh, nyawa melayang, dan masa depan berubah. Namun, di tengah duka yang mencekam, solidaritas justru tumbuh subur. Dari ibu hingga anak-anak sekolah yang baru belajar arti empati, semuanya bersatu dalam satu misi: meringankan beban sesama. Rp250 juta bukan angka kecil. Tapi lebih dari itu, ia adalah bukti bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat kita. Bahwa kemanusiaan masih menjadi nilai yang dijunjung tinggi. Bukan Akhir, Tapi Awal Upaya pemulihan ponpes Al-Khoziny masih panjang. Bangunan perlu direkonstruksi, trauma perlu disembuhkan, dan harapan perlu ditumbuhkan kembali. Namun dengan solidaritas seperti ini, tidak ada yang mustahil. BAZNAS Sidoarjo terus membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berkontribusi. Karena dalam kemanusiaan, tidak ada donasi yang terlalu kecil. Yang terpenting adalah niat tulus untuk berbagi. Dan di balik setiap rupiah yang terkumpul, ada doa. Doa untuk para korban, untuk keluarga yang ditinggalkan, dan untuk ponpes yang bangkit kembali lebih kuat. Bagi yang ingin menyalurkan donasi: Langsung: Kantor BAZNAS Sidoarjo, Jl. Pahlawan I No. 10 Transfer: Rekening a/n BAZNAS Sidoarjo (nomor rekening dapat dilihat di website resmi) - Informasi: 085-943-638-999 | www.kabsidoarjo.baznas.go.id | Kantor digital Baznas Sidoarjo Karena kebaikan, seperti harapan, tidak pernah mengenal kata terlambat.
BERITA09/10/2025 | sudrab
Anniversary Warung Mimi: Ajak Relawan Tanggap Bencana BAZNAS Sidoarjo Makan Gratis
Anniversary Warung Mimi: Ajak Relawan Tanggap Bencana BAZNAS Sidoarjo Makan Gratis
Ketika Kepedulian Dirayakan dengan Keberkahan Bersama SIDOARJO – Di tengah hiruk-pikuk Jalan Gajah Magersari No. 5, Kelurahan Magersari, sebuah warung sederhana menjadi saksi bisu pertemuan hati-hati yang ikhlas. Kamis, 9 Oktober, Warung Mimi merayakan hari jadinya yang ketiga dengan cara berbeda: mengundang puluhan relawan BAZNAS Sidoarjo untuk makan bersama, tanpa dipungut biaya sepeser pun. Ini bukan sekadar perayaan ulang tahun biasa. Ini adalah ungkapan syukur dan terima kasih atas kolaborasi kemanusiaan yang terjalin selama penanganan bencana runtuhnya musholla Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Bagi para relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Jawa Timur, Warung Mimi bukan nama asing. Sejak 29 September hingga 7 Oktober lalu. Setiap hari, 150 paket makan beserta es teh segar mengalir dari dapur mungil ini menuju lokasi bencana. Empat hari berturut-turut, tanpa henti, tanpa keluh. "Luar biasa kontribusi Warung Mimi. Semoga partisipasi dan keikhlasannya ini mendapatkan balasan dari Allah SWT, keberkahan selalu berlimpah. Apalagi ini ditambah makan gratis bareng relawan," ujar Khamdani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, dengan senyum penuh makna. Apresiasi itu bukan bualan. Di tengah kepanikan pasca-runtuhnya musholla yang menewaskan sejumlah santri, kehadiran makanan fresh menjadi penenang. Warung Mimi hadir sebagai perpanjangan tangan dari kepedulian yang lebih besar. Ibu Wiwik, pemilik Warung Mimi, menerima ucapan terima kasih itu dengan rendah hati. Perempuan asli madura ini mengaku hanya menjalankan amanah. "Kami hanya menyalurkan saja dari adik kami yang kebetulan jadi istri Kapolres di salah satu kabupaten Jawa Timur ini," ungkapnya sambil tersenyum. Namun, kesederhanaan pengakuan itu tak mengurangi besarnya peran. Dalam situasi darurat, logistik adalah nyawa. Dan Warung Mimi memastikan para relawan dan korban bencana tak kelaparan di tengah duka. Perayaan ulang tahun ketiga ini menjadi momen refleksi. Bagaimana sebuah warung kecil bisa menjadi bagian dari ekosistem kemanusiaan yang lebih besar. Bagaimana kepedulian tak selalu butuh modal besar, tapi ketulusan yang teguh. Di meja-meja yang penuh tawa dan cerita, para relawan berbagi pengalaman. Ada yang menceritakan malam-malam tanpa tidur di lokasi bencana, ada yang mengenang tangis keluarga korban, ada pula yang bersyukur masih diberi kesempatan berbagi. Warung Mimi berdiri sebagai pengingat: filantropi tak melulu soal angka donasi yang fantastis. Kadang, ia hadir dalam wujud nasi bungkus hangat, es teh manis, dan pelukan tulus dari sesama manusia yang peduli. Saat pelita-pelita kecil seperti Warung Mimi terus menyala, harapan untuk Indonesia yang lebih peduli pun semakin nyata. Dan di ulang tahunnya yang ketiga ini, Warung Mimi membuktikan: berbagi itu tak butuh panggung besar, cukup hati yang lapang dan tangan yang terulur.
BERITA09/10/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Raih Penghargaan Program Kesehatan dan Donasi Palestina Terbaik
BAZNAS Sidoarjo Raih Penghargaan Program Kesehatan dan Donasi Palestina Terbaik
Sidoarjo — Di tengah gelaran Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Jawa Timur 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menorehkan prestasi membanggakan. Lembaga pengelola zakat ini berhasil meraih BAZNAS Award sebagai institusi terbaik dalam Program Peduli Kesehatan dan Donasi Palestina. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Jawa Timur, KH M. Masnuh, kepada Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar—atau akrab disapa Gus Jazuk—dalam acara yang berlangsung di Surabaya, Rabu (8/10/2025). Momen tersebut menjadi salah satu puncak dari rangkaian Rakorda yang mengusung tema "Menguatkan Baznas dengan Mendukung Asta Cita." Gus Jazuk, yang menerima penghargaan bersama seluruh pimpinan BAZNAS Sidoarjo, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa capaian ini bukan semata-mata hasil kerja keras pengurus, melainkan buah dari keikhlasan para muzaki—orang-orang yang mempercayakan sebagian hartanya untuk disalurkan melalui lembaga ini. "Ini adalah buah keikhlasan segenap muzaki yang merelakan untuk menitipkan kewajiban dan kebaikannya melalui BAZNAS Sidoarjo," ungkap Gus Jazuk dengan nada penuh apresiasi. "Penghargaan ini milik mereka, para donatur yang terus percaya kepada kami." Penghargaan ganda yang diraih BAZNAS Sidoarjo mencerminkan komitmen kuat lembaga dalam menjalankan misi kemanusiaan. Program Peduli Kesehatan yang mereka kelola telah menyentuh ribuan mustahik di wilayah Sidoarjo, mulai dari bantuan pengobatan, operasi, hingga penyediaan alat kesehatan bagi keluarga kurang mampu. Sementara itu, program donasi untuk Palestina menunjukkan kepedulian lintas batas terhadap saudara sebangsa yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan. Rakorda BAZNAS Jawa Timur tahun ini digelar dengan fokus pada penguatan tata kelola zakat yang lebih profesional dan berbasis digital. Ketua BAZNAS Jawa Timur, KH Ali Maschan Moesa, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dalam segala aspek—mulai dari pengumpulan, distribusi, pelaporan, hingga transparansi keuangan. "Semua data kami merupakan data provinsi karena kami lembaga pemerintah non-struktural. Maka, kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah," jelasnya. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, turut memberikan apresiasi. Menurutnya, tata kelola yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Baznas menghimpun zakat dan infak dari masyarakat dengan pelayanan terbaik dan ikhtiar terbaik untuk umat," ujar Emil. Prestasi BAZNAS Sidoarjo kali ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga filantropi Islam dapat berkontribusi signifikan dalam menjawab tantangan sosial. Di tengah kompleksitas persoalan kemanusiaan—baik di dalam negeri maupun di luar—kehadiran lembaga seperti BAZNAS menjadi jembatan penting antara potensi dermawan umat dan kebutuhan riil di lapangan. Dengan penghargaan ini, BAZNAS Sidoarjo diharapkan semakin termotivasi untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan program-program kemanusiaannya. Sebab, di balik setiap rupiah yang terkumpul, ada harapan dan doa dari para muzaki yang ingin kebaikannya sampai kepada mereka yang membutuhkan.
BERITA09/10/2025 | sudrab
KETUA BAZNAS RI APRESIASI KIPRAH BTB JATIM: “BAZNAS HADIR DI SETIAP DETIK DARURAT”
KETUA BAZNAS RI APRESIASI KIPRAH BTB JATIM: “BAZNAS HADIR DI SETIAP DETIK DARURAT”
Sidoarjo, 8 Oktober 2025 — Dalam suasana yang penuh empati dan tekad membangun kembali harapan, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, secara tegas mengapresiasi kiprah luar biasa Baznas Tanggap Bencana (BTB) Jawa Timur dalam menangani tragedi runtuhnya mushola Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo. Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Prof. Noor Achmad saat meresmikan Rumah Singgah Mustahik BAZNAS di Jalan Balai Desa Candi No. 5, Sidoarjo, Kamis (8/10/2025). “BAZNAS hadir di setiap detik darurat. Tidak hanya sebagai penyalur bantuan, tapi sebagai garda terdepan yang berdiri bersama korban, relawan, dan tim penyelamat sejak detik pertama bencana,” tegas Prof. Noor Achmad dengan nada penuh kebanggaan. Tragedi yang mengguncang hati bangsa itu terjadi pada Senin (29/9/2025), ketika bangunan mushola tiga lantai di asrama putra Ponpes Al-Khoziny ambruk saat para santri tengah melaksanakan salat Ashar. Dari total 172 korban, 61 jiwa dinyatakan meninggal dunia, sementara 104 lainnya selamat—sebagian besar mengalami luka ringan hingga berat. Proses evakuasi yang berlangsung selama delapan hari penuh akhirnya ditutup resmi oleh Basarnas pada Selasa (7/10/2025). Di tengah duka yang mendalam, BTB Jatim—dengan dukungan penuh dari BAZNAS RI—langsung bergerak cepat. Tim SAR BTB bergabung erat dengan Basarnas dalam operasi penyelamatan, menembus reruntuhan demi menyelamatkan nyawa. Tak hanya itu, BTB juga mengaktifkan layanan dapur umum yang melayani ribuan porsi makanan bagi wali santri, petugas, dan relawan yang berjibaku di lokasi. Layanan kesehatan pun tidak luput dari perhatian, dengan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) AlChusnaini-Sidoarjo menjadi pusat pelayanan medis, termasuk layanan mobile di pos-pos pengungsian seperti Masjid Al-Karomah. “Ini bukan sekadar respons cepat. Ini adalah komitmen moral dan institusional BAZNAS untuk menjadi pelindung bagi yang rentan, penolong bagi yang terluka, dan penenang bagi yang berduka,” lanjut Prof. Noor Achmad. Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS RI menyerahkan bantuan langsung senilai Rp300 juta kepada pengasuh Ponpes Al-Khoziny, yang diserahkan bersamaan dengan kunjungan Menteri Agama. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan bahwa dampak trauma dan ekonomi pasca-bencana dapat segera diminimalisir. Prof. Noor Achmad menekankan, kiprah BTB Jatim dalam tragedi ini adalah contoh konkret dari filantropi modern yang responsif, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan nyata. “Kita tidak hanya memberi uang. Kita memberi waktu, tenaga, empati, dan solusi nyata. Itulah esensi zakat dan filantropi nasional,” katanya. Dengan apresiasi ini, BAZNAS RI berharap seluruh unit BTB di Indonesia dapat mencontoh sinergi, kecepatan, dan kepekaan yang ditunjukkan BTB Jatim. Sebab, dalam setiap gempa, ambruk, atau musibah, BAZNAS tidak boleh telat. Harus hadir. Harus bergerak. Harus menyelamatkan. Dan di Sidoarjo, mereka telah membuktikannya.
BERITA08/10/2025 | sudrab
Rumah Singgah Mustahik BAZNAS Sidoarjo, Tempat Istirahat yang Penuh Harapan
Rumah Singgah Mustahik BAZNAS Sidoarjo, Tempat Istirahat yang Penuh Harapan
Sidoarjo, 8 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia meresmikan Rumah Singgah Mustahik di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Fasilitas seluas 200 meter persegi ini dirancang untuk memberikan tempat tinggal sementara bagi keluarga pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit mitra, peserta program pemberdayaan, serta warga yang mengalami krisis sosial. Peresmian berlangsung sederhana namun khidmat di Jalan Candi Besar, Kecamatan Candi, dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, perwakilan BAZNAS Jawa Timur, serta pejabat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan diakhiri dengan santunan kepada anak yatim dan keluarga dhuafa. Rumah singgah ini memiliki delapan kamar tidur berukuran 4x4 meter, masing-masing dilengkapi kamar mandi dalam. Fasilitasnya dirancang agar penghuni merasa nyaman, aman, dan terlindungi—terutama bagi mereka yang sedang dalam kondisi rentan. Layanan diberikan gratis, dengan prosedur check-in yang mudah: cukup menunjukkan identitas dan keperluan singgah. Pembiayaan pembangunan senilai lebih dari Rp700 juta berasal dari BAZNAS RI, sementara operasional harian dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Kolaborasi vertikal ini menjadi bagian dari upaya memastikan tata kelola zakat yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. “Ini bukan sekadar rumah singgah, tapi rumah kasih,” kata Prof. Noor Achmad. “Zakat bukan hanya ibadah, tapi solusi nyata atas kesulitan sesama.” Kehadiran rumah singgah ini mendapat dukungan luas dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan rumah sakit mitra. Mereka melihat fasilitas ini sebagai wujud konkret transformasi zakat menjadi kekuatan pemulihan sosial. Bagi BAZNAS, peresmian ini merupakan langkah awal dalam membangun kepercayaan publik melalui aksi nyata. Di tengah kompleksitas persoalan sosial, rumah singgah ini hadir sebagai ruang istirahat sekaligus ruang harapan—tempat di mana zakat benar-benar mengalir dan mengubah hidup.
BERITA08/10/2025 | sudrab
DAPUR AIR BTB JATIM: OASE DI TENGAH PANAS, HUB KESEHATAN DAN KONSUMSI UNTUK RELAWAN Dan KORBAN RUNTUHNYA MUSHOLLA PONPES ALKHOZINY
DAPUR AIR BTB JATIM: OASE DI TENGAH PANAS, HUB KESEHATAN DAN KONSUMSI UNTUK RELAWAN Dan KORBAN RUNTUHNYA MUSHOLLA PONPES ALKHOZINY
SIDOARJO,(06/10)- Di tengah teriknya udara dan debu yang masih menggantung, sebuah titik kehidupan kecil namun vital terus berdenyut di lokasi tanggap bencana runtuhnya Musholla Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Ia tak bernama megah, tak punya tenda besar atau spanduk mencolok — tapi bagi ratusan relawan, petugas evakuasi, dan keluarga korban, Pos Dapur Air BTB (BAZNAS Tanggap Bencana) Jawa Timur adalah oase nyata. Tempat istirahat, tempat minum air hangat, tempat makan siang panas, dan kini, juga menjadi hub layanan kesehatan yang efektif dan responsif. Sejak hari pertama bencana Senin (29/9/2025), saat bangunan musholla ambruk menimpa puluhan santri dan warga sekitar, BTB Jatim tidak hanya turun dengan logistik dan personel. Mereka membangun sistem tanggap darurat yang holistik — dan Pos Dapur Air menjadi jantungnya. Di sini, bukan sekadar makanan dan minuman disediakan. Di sini, setiap gelas air hangat, setiap porsi nasi panas, dan setiap sesi pengobatan ringan menjadi simbol solidaritas yang tak terhenti. Data resmi BASARNAS per 6 Oktober 2025 pukul 03.38 menunjukkan total 159 korban telah dievakuasi. Dari jumlah itu, 76 orang mengalami luka ringan, 27 luka berat, 50 meninggal dunia, dan 5 lainnya dalam kondisi body part. Ratusan korban ini tersebar di berbagai rumah sakit di Jawa Timur, dengan RS Siti Hajar Surabaya menerima pasien terbanyak (53 orang), diikuti Bhayangkara Surabaya (50 orang) dan RSUD RT Notopuro (44 orang). Namun, di balik angka-angka statistik itu, ada manusia-manusia yang lelah, lapar, dan butuh dukungan fisik maupun emosional. Dan di sinilah Pos Dapur Air BTB Jatim berperan strategis. Sebagaimana terpantau Minggu malam (5/10/2025), layanan kesehatan di pos ini telah menjangkau 30 penerima manfaat — 28 laki-laki dan 2 perempuan — dengan keluhan dominan: pegal, lelah, dan kelelahan fisik akibat kerja berjam-jam di lokasi bencana. “Ini bukan hanya dapur, tapi pusat pemulihan,” ujar Yogyis, petugas Rumah Sehat Baznas (RSB), yang selain melayani di Pos Dapur Air, juga melakukan jemput bola ke lokasi-lokasi seperti Masjid Al Karomah — tempat banyak keluarga wali santri berkumpul. “Kami datang ke mereka, karena mereka tak bisa datang ke kami. Ini bagian dari prinsip BTB: cepat, tepat, dan dekat.” Keberadaan Pos Dapur Air juga menjadi magnet bagi relawan ambulance, tim evakuasi, dan aparat keamanan. Mereka tak hanya beristirahat, tapi juga mendapat asupan energi dan pengecekan kesehatan cepat. Dalam operasi bencana, kelelahan fisik bisa jadi musuh terbesar — dan BTB Jatim tahu betul cara mengatasinya. Solidaritas ini bukan hanya lokal. Personel BTB dari Jombang, Kabupaten Madiun, Trenggalek, Probolinggo, hingga Tulungagung berdatangan membawa bantuan dan keahlian. Sinergi lintas wilayah ini menciptakan operasi penyelamatan yang luar biasa efektif — dan Pos Dapur Air menjadi salah satu simbol dari kekuatan kolaborasi tersebut. Di tengah duka, di tengah debu, di tengah panas terik — Dapur Air BTB Jatim terus menyala. Bukan hanya sebagai sumber konsumsi, tapi sebagai pusat harapan. Karena di situlah, setetes air hangat bisa jadi obat, sepiring nasi bisa jadi kekuatan, dan satu senyum dari petugas bisa jadi penyemangat untuk terus maju. Bersama kita tanggap. Bersama kita pulih.
BERITA06/10/2025 | sudrab
UPDATE Runtuhnya Musholla Ponpes Al-Khoziny: Tim SAR Terus Berjuang di Hari Ketujuh Evakuasi Ponpes Al-Khoziny
UPDATE Runtuhnya Musholla Ponpes Al-Khoziny: Tim SAR Terus Berjuang di Hari Ketujuh Evakuasi Ponpes Al-Khoziny
SIDOARJO – Operasi pencarian dan penyelamatan korban reruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny memasuki fase krusial di hari ketujuh. Hingga Minggu pagi, 5 Oktober 2025 pukul 05.00 WIB, jumlah korban jiwa bertambah menjadi 37 santri yang dipastikan meninggal dunia, termasuk satu bagian tubuh yang belum teridentifikasi. Dalam laporannya, Direktur Operasi BNPB Laksamana TNI Yudhi Bramantyo menyampaikan bahwa tim gabungan berhasil mengevakuasi 11 korban dalam rentang waktu kurang dari empat jam di dini hari tadi. Kesebelas korban tersebut ditemukan di sektor A3 dan A4, area yang menjadi pusat runtuhan mushala pesantren. Evakuasi pertama dimulai pukul 00.15 WIB dan terus berlanjut hingga pukul 03.24 WIB. Korban terakhir yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh—hanya kaki kanan dari batas panggul hingga telapak kaki—menambah duka mendalam bagi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini. Yudhi menjelaskan bahwa kondisi tubuh korban yang tidak utuh kemungkinan besar disebabkan oleh tekanan material bangunan yang sangat berat, bukan akibat penggunaan alat berat selama proses evakuasi. Tim SAR terus bekerja dengan kehati-hatian maksimal untuk menghormati setiap korban yang ditemukan. Fokus Pencarian Bergeser ke Pusat Mushala Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit melaporkan bahwa progres pembersihan puing telah mencapai 60 persen. Hampir seluruh material runtuhan di sektor A4 telah berhasil disingkirkan, dan kini fokus pencarian bergeser ke bagian tengah bangunan di sektor A3 dan A2. Nanang menegaskan bahwa tim memperkirakan sebagian besar korban tertimbun di sektor A4, titik di mana mushala berdiri. Lokasi ini menjadi pusat tragedi karena puluhan santri tengah melaksanakan salat Ashar ketika bangunan tiba-tiba ambruk. Harapan besar tertumpu pada area tengah mushala yang diprediksi masih menyimpan korban. Proses evakuasi difokuskan pada sisi utara bangunan, khususnya bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama. Langkah ini diambil untuk mempercepat akses menuju titik-titik kritis tanpa membahayakan stabilitas puing yang tersisa. Identifikasi Korban Masih Berlangsung Dari total 141 orang yang terdampak tragedi ini, sebanyak 104 santri berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup. Namun sayangnya, 37 lainnya harus direlakan dalam keadaan meninggal dunia. Hingga saat ini, baru lima korban yang berhasil teridentifikasi secara resmi. Sisanya masih menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Surabaya, tempat tim forensik bekerja tanpa henti untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BNPB, TNI, Polri, BAZNAS Tanggap Bencana, serta ratusan relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan terus bekerja optimal hingga dini hari. Mereka berkomitmen tidak akan menghentikan operasi sampai seluruh korban berhasil dievakuasi dan setiap keluarga mendapatkan kepastian. Yudhi menegaskan bahwa meski operasi telah memasuki hari ketujuh dengan segala tantangan fisik dan mental, semangat tim tidak pernah surut. Setiap korban yang ditemukan diperlakukan dengan penuh hormat dan kehati-hatian, seolah mereka adalah keluarga sendiri. Tragedi Ponpes Al-Khoziny menjadi pengingat tentang pentingnya standar keselamatan bangunan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, sekaligus menunjukkan solidaritas luar biasa dari seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi musibah kemanusiaan.
BERITA05/10/2025 | sudrab
KURSI RODA UNTUK NABILUL: DARI RERUNTUHAN MUSHOLLA HINGGA HARAPAN BARU SANTRI
KURSI RODA UNTUK NABILUL: DARI RERUNTUHAN MUSHOLLA HINGGA HARAPAN BARU SANTRI
SIDOARJO- Di senjayang sepi, , harapan baru mulai menyala. Ananda Nabilul Khoir, santri Ponpes Al Khoziny yang harus kehilangan kakinya akibat runtuhan musholla pada 4 Oktober lalu, akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Bertepatan kembali ke rumah, ia menerima satu hadiah tak ternilai: kursi roda baru, hasil donasi seorang hamba Allah dari Jakarta, yang disalurkan melalui Baznas Tanggap Bencana Jawatimur. Ini bukan sekadar alat bantu medis — ini adalah simbol bahwa dunia masih peduli, bahwa setiap langkah penderitaan bisa diubah menjadi langkah harapan.(4/10) Di balik kehadiran kursi roda itu, ada proses logistik yang luar biasa rapi dan penuh empati. Sejak pagi hari, tim relawan Baznas dengan seragam oranye mencolok dan topi merah bergerak cepat di bawah tenda darurat, mengelola tumpukan kotak-kotak bertuliskan “GEA medical”, “LOVIE WHEELCHAIR”, dan “OXYCAN”. Setiap kotak dikategorikan, diverifikasi, dicatat, dan dikemas ulang dalam tas merah yang siap dikirim — bukan hanya untuk Nabilul, tapi juga untuk korban lain yang membutuhkan. Salah satu petugas bahkan membuka kotak OXYCAN, memastikan tabung oksigen portabel dalam kondisi prima. Semua dilakukan tanpa kegaduhan, tapi dengan ketelitian tinggi — karena bagi mereka, setiap detail adalah nyawa, setiap kotak adalah janji. Bertempat di posko BTB Jawatimur, “BAZNAS”. Di sana, administrasi berjalan lancar, koordinasi terus berlangsung dua sosok saling berjabat tangan di depan kotak besar GEA FS 874 — satu relawan Baznas dan satu perwakilan penerima manfaat — bukan sebagai transaksi, tapi sebagai ikatan kemanusiaan. “Ini bukan sumbangan,” kata salah satu relawan, “ini adalah komitmen kita bersama untuk tidak biarkan siapa pun terjatuh sendirian.” Untuk Nabilul, kursi roda ini bukan akhir dari perjuangannya — tapi awal dari hidup baru. Dan untuk kita semua, ini adalah pengingat: filantropi bukan hanya soal uang, tapi soal hati yang bergerak, tepat waktu, dan tepat sasaran. Alhamdulillah, harapan telah sampai. Dan ia akan terus bergerak — bersama Nabilul.
BERITA04/10/2025 | sudrab
UPDATE: BTB Jawa Timur dalam Respons Bencana Runtuhnya Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
UPDATE: BTB Jawa Timur dalam Respons Bencana Runtuhnya Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
SIDOARJO – BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Jawa Timur mengerahkan kekuatan penuh dalam merespons tragedi runtuhnya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, yang terjadi pada Senin (29/9/2025). Mobilisasi tim dari berbagai BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur menunjukkan solidaritas dan kesiapan lembaga filantropi Islam dalam menghadapi situasi darurat bencana. BAZNAS Tanggap Bencana RI telah mengerahkan dua tim inti, didukung oleh tim BAZNAS Jawa Timur dan pasukan tanggap bencana dari BAZNAS Sidoarjo, BAZNAS Jombang, BAZNAS Madiun, BAZNAS Trenggalek, BAZNAS Tulungagung, BAZNAS Kota Probolinggo, BAZNAS Kabupaten Mojokerto, dan BAZNAS Gresik. Kehadiran mereka di titik nol bencana menjadi benteng pertahanan bagi para korban dan keluarga yang membutuhkan pertolongan segera. "Sekitar pukul 15.00 WIB Senin (29/9), ketika para santri Pondok Pesantren Al-Khoziny sedang menunaikan shalat Ashar di rakaat kedua, lantai musala tiba-tiba roboh. Puluhan santri berada di dalam musala terjepit di balik reruntuhan," ungkap Ahmad Hamdani Dari BAZNAS Sidoarjo. Pos layanan BAZNAS didirikan di Jalan KH. R. Moh Abbas 1/18, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi pusat koordinasi dan distribusi bantuan. Dari pos ini, tim medis yang terdiri dari dokter Rumah Sehat BAZNAS Sidoarjo, dokter Rumah Sehat BAZNAS Sragen, dan perawat Rumah Sehat BAZNAS Sragen memberikan layanan kesehatan. Satu unit ambulans juga disiagakan untuk keperluan evakuasi medis darurat. Kepedulian masyarakat mengalir deras melalui dapur umum yang menyediakan 1000 porsi makanan per hari, memastikan kebutuhan pangan relawan, santri, dan keluarga korban terpenuhi. Kebutuhan dasar lainnya seperti pasokan air bersih juga menjadi prioritas dalam operasi tanggap darurat ini. "Tim BTB Jawa Timur terus menghimpun dan menyalurkan bantuan dari masyarakat, perusahaan, lembaga, instansi, hingga komunitas untuk memenuhi kebutuhan keluarga korban, santri, masyarakat sekitar, dan relawan pasca-runtuhnya musala," jelas Helmi dari BTB Jawatimur di lapangan. Laporan dari TIM OPSAR BTB Jawa Timur , 8 evakuasi santri dievakuasi pukul 07.30.,pukul 07.36,pukul 10.19, pukul 11.34, pukul 14.00, pukul 17.15, pukul 17.17,pukul 17.30. Bantuan yang dihimpun berupa makanan, minuman, dan logistik pendukung lainnya diserahterimakan di Pos BAZNAS Tanggap Bencana Jawa Timur, kemudian dikelola dan disalurkan langsung kepada penerima manfaat di lokasi terdampak. Hingga Jumat (3/10/2025), bantuan telah tersalurkan ke 29 titik distribusi di sekitar pesantren dan wilayah terdampak. Proses distribusi dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan prioritas agar bantuan tepat sasaran dan merata. Dokumentasi foto aksi menunjukkan intensitas kerja tim di lapangan—mulai dari evakuasi korban, pelayanan medis, hingga distribusi bantuan kepada masyarakat. Setiap momen tertangkam menjadi bukti nyata kerja keras dan kepedulian yang tak kenal lelah. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dapat menghubungi BAZNAS Sidoarjo atau mengunjungi situs resmi Kabsidoarjo.baznas.go.id , Setiap bantuan, sekecil apa pun, akan sangat berarti bagi pemulihan kehidupan santri dan masyarakat terdampak di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.
BERITA04/10/2025 | sudrab
Gus Kautsar Kunjungi Posko BTB Jatim: “Kalian Ada di Sini, Mencoba yang Terbaik untuk Para Syuhada”
Gus Kautsar Kunjungi Posko BTB Jatim: “Kalian Ada di Sini, Mencoba yang Terbaik untuk Para Syuhada”
Sidoarjo, 3 Oktober 2025 —Dini hari Jumat, suasana posko darurat BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Jawa Timur di lokasi reruntuhan Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dipenuhi kehangatan spiritual. Kedatangan Gus Kautsar — Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar dari Pondok Pesantren Al Falah, Kediri — menjadi momen penuh makna bagi para relawan yang tengah berjuang tanpa lelah dalam operasi SAR dan layanan kemanusiaan. Gus Kautsar tiba di posko didampingi oleh M. Mahbub, Wakil Bidang Distribusi BAZNAS Sidoarjo, atau lebih akrab disapa Gus Mahbub. Kehadirannya bukan sekadar silaturahmi, tapi sebuah bentuk apresiasi mendalam terhadap kerja keras para relawan BTB Jatim yang telah bekerja siang-malam sejak tragedi menimpa ratusan santri dan pengurus pesantren pada Senin (29/9) lalu. Dengan pakaian khas santri — kemeja hitam dan sarung batik — Gus Kautsar tampak tenang namun penuh empati. Ia menyapa satu per satu relawan, memegang masker hijau muda di tangannya sambil mengangkat dua jari sebagai isyarat salam dan doa. Di tengah hening malam yang hanya diterangi lampu sorot, ia berbicara dengan suara pelan namun penuh kekuatan: “Yang paling penting, diniati yang baik. Semoga kalian semua mendapat doa dari Mbah Yai Khozin, amin. Kalian ada di sini, kalian mencoba yang terbaik untuk para syuhada. Amin.” Ucapan Gus Kautsar dalam Bahasa Jawa itu menggema di hati para relawan. Kata-kata sederhana namun sarat makna ini bukan hanya pujian, tapi juga suntikan semangat spiritual. Bagi para relawan yang telah berhari-hari berhadapan dengan debu, puing, dan kepedihan, ucapan ini adalah bentuk pengakuan bahwa setiap tetes keringat mereka tidak sia-sia. Di belakangnya, para relawan BTB Jatim—mengenakan seragam oranye—berdiri dengan wajah penuh hormat. Mereka adalah tim gabungan dari BAZNAS Jawa Timur, Sidoarjo, Jombang, Trenggalek, Madiun, dan Probolinggo, serta didukung Rumah Sehat BAZNAS Al-Chusnaini dan relawan lokal seperti Santri Al Hamdaniyah dan Fatayat NU. Mereka bekerja 24 jam nonstop: membersihkan puing, menyediakan dapur umum, layanan medis, hingga pendampingan psikologis. Gus Kautsar, yang sebelumnya juga bersilaturahmi dengan pengasuh Ponpes Al Khoziny, tampak sangat menghargai koordinasi dan solidaritas yang terbangun. Ia menekankan bahwa niat yang lurus adalah fondasi utama dalam amal kemanusiaan. “Jangan lihat besar kecilnya usaha, tapi lihat kemurnian niatnya,” ujarnya. Kunjungan singkat namun berarti ini meninggalkan kesan mendalam. Relawan BTB Jatim menyambutnya dengan senyum lelah namun bangga. Bagi mereka, kehadiran tokoh agama seperti Gus Kautsar bukan hanya simbol dukungan moral, tapi juga pengingat bahwa mereka tidak sendiri — mereka adalah bagian dari jaringan kebaikan yang lebih luas. Hingga kini, operasi pencarian korban masih berlangsung. Namun, di tengah kesedihan, semangat gotong royong dan keikhlasan terus menyala. Dan seperti kata Gus Kautsar: “Kalian mencoba yang terbaik untuk para syuhada.” Itulah esensi sejati dari kemanusiaan yang tak pernah padam.
BERITA03/10/2025 | sudrab
UPDATE BTB SOLIDARITAS: Tim Gabungan BAZNAS Tanggap Bencana Perkuat Operasi SAR dan Layanan Kemanusiaan Pasca-Runtuhan Musala Al Khoziny
UPDATE BTB SOLIDARITAS: Tim Gabungan BAZNAS Tanggap Bencana Perkuat Operasi SAR dan Layanan Kemanusiaan Pasca-Runtuhan Musala Al Khoziny
Sidoarjo— Solidaritas kemanusiaan terus mengalir di lokasi reruntuhan Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Tim Gabungan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Jawa Timur memperkuat respons darurat dengan mengerahkan sumber daya manusia, logistik, dan layanan medis secara terpadu pasca-tragedi yang menewaskan dan melukai sejumlah santri serta pengurus pesantren pada Senin (29/9) lalu. Dipimpin oleh BAZNAS Jawa Timur dan melibatkan BAZNAS tingkat kabupaten—Sidoarjo, Jombang, Trenggalek, Madiun, dan Probolinggo—serta didukung Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Al-Chusnaini Sidoarjo, operasi kemanusiaan kini berjalan 24 jam. Kolaborasi ini diperkuat oleh relawan dari Santri Pondok Pesantren Al Hamdaniyah (Konco Konco Santri), Fatayat NU Sidoarjo, Yatim Mandiri, dan berbagai elemen masyarakat lainnya yang bahu-membahu dalam misi kemanusiaan ini. Sejak Selasa (2/10) sore, Tim SAR gabungan di bawah koordinasi BASARNAS resmi mengerahkan alat berat untuk mempercepat pencarian korban yang masih tertimbun. Langkah krusial ini diawali dengan pemasangan *shoring*—struktur penyangga dari plat besi—di area reruntuhan beton guna mencegah pergerakan struktur yang berpotensi membahayakan tim penyelamat maupun korban. Excavator dan crane mulai mengangkat material berat, sementara truk dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo mengangkut puing ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan. “Kami tidak hanya membersihkan puing, tapi membuka ruang harapan,” tegas M. Lutfan Efendi, Koordinator BTB Jawa Timur, usai rapat evaluasi malam hari. “Setiap langkah dihitung, setiap detik berharga.” Di tengah operasi SAR yang intensif, dapur umum BTB menjadi jantung logistik kemanusiaan. Sebanyak 550 porsi makan siang dan 600 porsi makan malam berhasil didistribusikan kepada relawan, petugas SAR, dan warga terdampak. Bahkan di dini hari, tim dapur umum menyediakan kopi panas bagi para operator alat berat dan personel rescue yang bekerja tanpa henti di bawah sorot lampu darurat. Layanan kesehatan juga berjalan optimal. RSB Al-Chusnaini mencatat 27 pasien telah ditangani hingga Selasa malam, terdiri dari 17 laki-laki dan 10 perempuan, dengan berbagai keluhan mulai dari luka ringan hingga trauma psikologis. Tim medis tetap siaga penuh, siap merespons kebutuhan darurat kapan pun. Kehadiran BTB bukan hanya soal logistik atau teknis—ini adalah wujud nyata solidaritas umat. Di tengah debu, doa, dan deru mesin, setiap relawan menjadi bagian dari jaring kepedulian yang tak terputus. “Kami di sini bukan sebagai pahlawan,” kata salah satu santri relawan, “tapi sebagai saudara yang tak tega melihat saudaranya menderita.” Hingga kini, operasi pencarian korban masih berlangsung. Namun satu hal pasti: semangat gotong royong dan keikhlasan terus menyala—menjadi cahaya di balik reruntuhan yang kelam.
BERITA03/10/2025 | sudrab
Solidaritas Tanpa Henti BTB Jatim di Tengah Musibah Ponpes Al Khoziny
Solidaritas Tanpa Henti BTB Jatim di Tengah Musibah Ponpes Al Khoziny
Sidoarjo – Hari keempat operasi tanggap darurat di lokasi runtuhnya atap musala Pondok Pesantren Al Khoziny menampilkan pemandangan yang mengharukan sekaligus membangkitkan semangat. Di bawah terik matahari pagi 2 Oktober 2025, puluhan relawan terus berdatangan, membawa harapan baru di tengah duka yang masih menyelimuti kompleks pesantren. Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) Jawa Timur kembali membuktikan komitmennya dalam kemanusiaan. Sejak musibah terjadi pada Senin (29/9/2025), mereka tak pernah absen hadir di garis terdepan, bahu-membahu dengan BTB Baznas RI, BTB Kabupaten Sidoarjo, Jombang, Madiun, Trenggalek, Tulungagung, serta Rumah Sehat Baznas (RSB) Sidoarjo. Yang istimewa di hari ini, gelombang solidaritas semakin menguat. Fatayat NU dan komunitas Konco-Konco Santri dari Pondok Pesantren Siwalan Panji asuhan Gus Hasim turut bergabung, mengirimkan puluhan relawan yang siap mengabdi. Kehadiran mereka bukan sekadar menambah jumlah, tetapi memperkuat spirit gotong-royong yang menjadi ruh bangsa ini. Dapur umum BTB bekerja tanpa lelah. Pagi ini saja, 500 paket makanan siap saji telah disiapkan hasil assessment cepat yang dilakukan tim lapangan. Setiap paket dikemas dengan penuh perhatian, memastikan para santri, keluarga korban, dan relawan mendapat asupan nutrisi yang layak di tengah situasi penuh tekanan. "Kami terus bergerak dinamis mengikuti kebutuhan di lapangan," ujar Solaeman, Koordinator Lapangan BTB Jawa Timur. Pernyataannya terbukti dari keputusan strategis memindahkan posko kesehatan dan dapur air ke arah barat, memberikan ruang bagi Basarnas dan tim SAR untuk melakukan sterilisasi area evakuasi dengan lebih leluasa. Rumah Sehat Baznas Sidoarjo tak kalah aktif. Di tengah distribusi paket makanan dan air minum, layanan kesehatan tetap berjalan. Para tenaga medis sigap memeriksa kondisi para santri dan warga yang membutuhkan pertolongan, memastikan tidak ada yang terabaikan dalam situasi darurat ini. Pagi ini, pukul 08.00 WIB, Basarnas memberikan arahan operasional yang lebih terstruktur. Beberapa alat berat mulai masuk ke titik runtuhan, menandai fase baru dalam upaya evakuasi. Dentuman mesin excavator berpadu dengan doa-doa yang terus mengalir dari bibir para relawan dan keluarga korban. Di balik setiap aktivitas, terlihat jelas bagaimana kemanusiaan mengalahkan segala perbedaan. Para relawan bergerak dengan tujuan yang sama: menyelamatkan, menolong, dan meringankan beban sesama. Tidak ada sekat organisasi, tidak ada batas wilayah. Yang ada hanya satu tekad: bersama kita kuat. "Terima kasih atas partisipasi semua pihak. Ini bukan hanya tanggung jawab kami, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai umat," ucap Solaeman dengan suara bergetar, mencerminkan beban empati yang dipikul setiap relawan di sana. Sementara matahari terus bergerak ke barat, operasi penanganan terus berlanjut. BTB Jawa Timur dan seluruh elemen masyarakat yang terlibat bertekad, tidak akan berhenti sebelum setiap korban tertangani maksimal, setiap keluarga mendapat kepastian, dan setiap doa terjawab. Musibah memang datang tanpa izin, tetapi solidaritas datang dengan kekuatan yang tak terbatas. Di Buduran, Sidoarjo, hari ini kami menyaksikan Indonesia yang sesungguhnya: bangsa yang tak pernah meninggalkan saudaranya dalam kesulitan.
BERITA02/10/2025 | sudrab
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat