Berita Terbaru
Investasi Kemanusiaan: BAZNAS Sidoarjo Perkuat Ketahanan Sosial dan Masa Depan Pendidikan
SIDOARJO – Dalam upaya mewujudkan visi "Sidoarjo Tangguh" melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI), BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyalurkan bantuan strategis bagi tiga penerima manfaat , dua penerima manfaat di wilayah Kelurahan Sidokare dan satu penerima manfaat di SMK PGRI 1 Sidoarjo pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini dipandang bukan sekadar penyaluran bantuan materi, melainkan sebuah investasi sosial untuk menjaga stabilitas ekonomi arus bawah dan menjamin keberlanjutan pendidikan generasi muda.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB di Kelurahan Sidokare ini menyasar dua perempuan tangguh, yakni Ibu Irmawati (38) dan Ibu Saropah (45). Ibu Irmawati, yang sehari-hari berjuang menyambung hidup dengan berjualan camilan, mendapatkan dukungan biaya hidup untuk menjaga keberlangsungan usaha kecilnya dan stabilitas ekonomi keluarganya. Dukungan serupa diberikan kepada Ibu Saropah guna memperkuat ketahanan domestiknya di tengah keterbatasan ekonomi.
Camat Sidoarjo, M. Azis Muslim, yang turut hadir dan mendampingi kegiatan di Kelurahan Sidokare, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan dan lembaga zakat. "Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat Sidokare memberikan dampak sosial yang nyata. Ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan langkah preventif agar warga kita, terutama para pelaku usaha kecil seperti Ibu Irmawati, tetap memiliki kemandirian ekonomi. Sinergi ini adalah kunci untuk membangun ketahanan sosial masyarakat yang lebih inklusif," ungkapnya di sela-sela acara kunjungan di Sidokare tersebut.
Investasi sosial ini kemudian berlanjut pada sektor pendidikan bagi Levi Adi Putra, seorang siswa SMK PGRI 1 Sidoarjo. BAZNAS hadir untuk memberikan intervensi atas tunggakan biaya sekolah yang selama ini menjadi beban psikologis bagi siswa dan keluarganya. Dalam perspektif SROI, bantuan pendidikan ini memiliki nilai imbal balik sosial yang tinggi karena mencegah potensi putus sekolah dan memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi demi masa depan yang lebih baik.
Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Shofwan, yang bertugas di lapangan bersama rekan Syukron, menjelaskan bahwa setiap rupiah zakat yang disalurkan memiliki misi strategis. "Kami melihat bantuan ini sebagai modalitas sosial. Bagi Ibu Irmawati, ini adalah penguat mata pencaharian, dan bagi ananda Levi, ini adalah jaminan masa depan. Kami ingin memastikan bahwa dana zakat ini menghasilkan perubahan hidup yang terukur dan memberikan ketenangan jiwa bagi para mustahik agar mereka bisa bangkit," tegas Shofwan usai menyerahkan bantuan di sekolah tersebut.
Melalui aksi nyata ini, BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa zakat tidak hanya membantu individu, tetapi juga memperkuat fondasi sosial dan ekonomi daerah secara berkelanjutan sesuai dengan semangat "Zakat Menguatkan Indonesia".
BERITA21/01/2026 | sudrab
Hari Jadi Ke-28 SMPN 2 Jabon: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Pendidikan dan Paket Pangan bagi Warga Permisan
SIDOARJO – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti halaman SMP Negeri 2 Jabon yang terletak di Desa Permisan, Sidoarjo, pada Rabu (21/1/2026). Momentum puncak peringatan Dies Natalis ke-28 sekolah tersebut menjadi saksi sinergi filantropi antara institusi pendidikan dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo dalam menebar manfaat bagi siswa dan warga sekitar,.
Kehadiran perwakilan BAZNAS Sidoarjo dalam acara ini merupakan bentuk nyata keberpihakan lembaga terhadap dunia pendidikan dan pengentasan kemiskinan di wilayah pinggiran. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis berupa paket sembako bagi wali murid yang membutuhkan serta bantuan pendidikan berupa program beasiswa bagi para siswa kurang mampu,.
Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, Achmad Saleh, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif sekolah yang menggabungkan perayaan hari jadi dengan aksi sosial. Dalam kutipan langsungnya, ia menegaskan bahwa zakat dan infak yang dikelola BAZNAS memiliki peran strategis untuk memastikan keberlanjutan pendidikan anak bangsa.
“Kami hadir di SMPN 2 Jabon ini sebagai bentuk amanah dari para muzaki untuk memastikan bahwa tidak boleh ada anak Sidoarjo yang putus sekolah hanya karena kendala biaya. Zakat bukan sekadar bantuan karitatif, melainkan instrumen pemberdayaan. Melalui bantuan pendidikan ini, kami berharap para siswa di Desa Permisan dapat terus bersemangat mengejar cita-cita, sementara bantuan pangan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga wali murid,” ujar Achmad Saleh di sela-sela acara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang perayaan yang telah dimulai sejak akhir November 2025. Selain pemberian bantuan sosial, puncak acara Dies Natalis ini juga diwarnai dengan peresmian gapura sekolah serta pengajian peringatan Isra Mi’raj 1447 H, yang semakin memperkuat nuansa spiritual dan kebersamaan di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Negeri 2 Jabon, Achmad Haris, S.Pd M.Pd.I, menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan berkelanjutan dari BAZNAS Sidoarjo. Ia menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini tidak hanya bersumber dari anggaran sekolah, tetapi juga buah dari ketulusan para guru.
“Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi anak-anak kami untuk mendapatkan masa depan terbaik. Untuk bantuan sembako hari ini, merupakan hasil swadaya dari bapak dan ibu guru, yang kemudian diperkuat melalui program Bansos kerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Kami sangat berterima kasih karena BAZNAS juga berkomitmen memberikan program beasiswa kepada siswa-siswa kami yang sangat membutuhkan. Ini adalah kado terindah di usia sekolah yang ke-28,” ungkap Achmad Haris.
Sebelumnya, pada hari Selasa (20/1), sekolah juga telah sukses menggelar ‘Spenduja Education Expo 2026’ yang memfasilitasi siswa kelas IX untuk mendapatkan informasi pendidikan lanjutan dari berbagai SMA dan SMK di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya,. Melalui kolaborasi antara pendidikan dan filantropi ini, SMPN 2 Jabon tidak hanya mencetak prestasi akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter peduli dan empati bagi seluruh warga sekolah.
BERITA21/01/2026 | sudrab
Lentera Kebaikan dari SDN Sidodadi: Menanam Empati, Menguatkan Sumatra melalui BAZNAS Sidoarjo
SIDOARJO – Pendidikan karakter sejati tidak hanya tumbuh di dalam ruang kelas melalui deretan teori, melainkan bersemi di dalam sanubari melalui praktik nyata kepedulian. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Keluarga Besar SDN Sidodadi, Kecamatan Candi, dalam merespons duka yang menyelimuti para penyintas bencana di Sumatra.
Pada Selasa pagi (20/1/2026), suasana hangat menyelimuti Kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo di Jalan Pahlawan. Kepala SD Negeri Sidodadi, Anita Wanodiya Kurnia, M.Pd., hadir secara langsung didampingi perwakilan siswanya untuk menunaikan sebuah misi suci. Di genggaman mereka, tertitip amanah kolektif sebesar Rp 3.432.000 yang dikumpulkan dari saku para siswa, guru, dan orang tua untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang berjuang menata hidup di lokasi bencana.
Kurikulum Empati di Luar Kelas
Bagi SDN Sidodadi, bantuan ini lebih dari sekadar angka di atas kertas; ia adalah "dana cinta" dan napas harapan bagi mereka yang sedang terjepit masa sulit. Anita Wanodiya Kurnia menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian integral dari "kurikulum kehidupan" untuk mengasah kepekaan sosial para siswa sejak usia belia. Melalui penggalangan dana ini, sekolah sedang menyemai benih karakter Profil Pelajar Pancasila, mengajarkan bahwa jarak geografis ribuan kilometer bukanlah penghalang bagi jalinan solidaritas nasional.
Amanah yang Berlabuh di Jembatan Kebaikan
Kedatangan rombongan kecil dari Kecamatan Candi ini disambut dengan tangan terbuka oleh staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Abdul Ghoni. Dalam suasana kekeluargaan yang khidmat, bukti donasi diserahkan secara simbolis sebagai tanda beralihnya amanah warga sekolah kepada lembaga zakat resmi untuk disalurkan secara transparan dan tepat sasaran.
Abdul Ghoni menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif mandiri dari institusi pendidikan ini. Ia menekankan bahwa sinergi semacam ini memberikan suntikan energi positif bagi upaya pemulihan pascabencana. "Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih. Amanah ini akan segera kami sinergikan dengan program pemulihan BAZNAS Pusat agar manfaatnya langsung dirasakan oleh saudara kita di Sumatra, baik untuk kebutuhan pangan maupun layanan kesehatan," ungkap Abdul Ghoni dengan nada haru.
Menjadi Bagian dari Solusi Bangsa
Aksi nyata dari SDN Sidodadi adalah pengingat lembut bagi kita semua bahwa beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan jika dipanggul bersama-sama. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik api kebaikan bagi komunitas lain di Sidoarjo untuk turut merapatkan barisan. Karena pada akhirnya, zakat dan sedekah adalah kekuatan yang mampu menguatkan fondasi kemanusiaan bangsa.
Salurkan Kepedulian Anda melalui BAZNAS Sidoarjo: Jadilah jembatan kebaikan bagi sesama melalui kanal resmi kami:
BSI: 4488888008
BCA: 8292799992
Situs Resmi: kabsidoarjo.baznas.go.id
Zakat Menguatkan Indonesia, Sedekah Memulihkan, Indonesia Bangkit Bersama.
BERITA20/01/2026 | sudrab
Sinergi BAZNAS Dan Pemkab Sidoarjo, Harjasda ke 167: Kehadiran Hangat Hj. Mimik Idayana di Tengah Isak Tangis Ksatria Cilik
SIDOARJO – Suasana tegang di area sirkumsisi pendopo belakang Delta Wibawa seketika mencair saat Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, hadir secara tiba-tiba sekitar pukul 09.30 WIB. Di tengah riuhnya tangisan dan teriakan ketakutan anak-anak yang tengah menunggu giliran dikhitan, sosok keibuan Wabup hadir menjadi penawar rasa cemas yang menyejukkan. Dengan penuh empati, beliau menghampiri salah satu peserta yang tengah terisak, mengelus lembut kepalanya, dan membisikkan kalimat penyemangat, “Ayo, kalo berani, tak kasih hadiah,” sebuah dialog tulus yang seketika mengubah suasana mencekam menjadi momentum penuh keberanian bagi para calon pemimpin masa depan Sidoarjo tersebut. Satu persatu peserta yang takut dan gelisah dengan berteriak maupun menangis , mendapatkan uluran hadiah dari Perempuan yang menjabat wakil bupati ini. Kurang lebih 30 menit , Wakil bupati pun meninggalkan lokasi meneruskan agendanya.
Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 tahun 2026 yang diisi dengan Khitan Massal gratis bagi 165 anak dari seluruh pelosok kecamatan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata gotong royong sosial antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan BAZNAS Sidoarjo dalam menghadirkan layanan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Sebanyak 20 anak secara bergantian ditangani oleh puluhan tenaga kesehatan gabungan dari RSUD RT. Notopuro serta berbagai Puskesmas di Kabupaten Sidoarjo untuk memastikan proses sirkumsisi berjalan aman dan sesuai standar kesehatan.
Mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo, Ainun Amalia, menyampaikan bahwa khitan bukan sekadar menjalankan syariat agama dan kesehatan, melainkan ikhtiar membentuk generasi yang bersih dan berakhlak mulia. Sinergi ini memposisikan BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi Inklusif Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah, kedaulatan sosial masyarakat dapat diperkuat, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan uluran tangan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar, menjelaskan bahwa setiap peserta tidak hanya mendapatkan layanan medis cuma-cuma, tetapi juga membawa pulang berbagai bingkisan kebahagiaan. Masing-masing anak menerima uang tunai sebesar Rp250.000, paket busana muslim lengkap dengan sarung dan kopyah, celana khitan, serta tas sekolah. BAZNAS juga berkolaborasi dengan dunia usaha seperti PT Siantar Top dan Bank Jatim untuk memberikan goodie bag tambahan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian mereka.
Rasa syukur mendalam dirasakan oleh para orang tua, salah satunya Ima, warga Desa Keboananom, Gedangan. Ia mengaku gembira karena keinginan mendadak putranya, Adif (kelas 4 SD), untuk dikhitan dapat terwujud berkat informasi program gratis ini yang ditemukan suaminya di internet. Kepercayaan para orang tua ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan masa depan anak-anak Sidoarjo, baik dari sisi kesehatan, mental, maupun spiritual.
Mari Terus Menguatkan! Momentum Harjasda ke-167 ini mengingatkan kita bahwa setiap rupiah zakat yang dititipkan melalui BAZNAS Sidoarjo mampu bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang luar biasa. Mari terus dukung program-program kemaslahatan umat agar semakin banyak senyum yang kembali hadir di wajah anak-anak kita. Salurkan kepedulian Anda sekarang melalui BAZNAS Sidoarjo, karena melalui zakat, kita menguatkan pondasi kedaulatan bangsa.
BERITA20/01/2026 | sudrab
Memulihkan Luka, Menjemput Asa: Sinergi BAZNAS Sidoarjo dan Kecamatan Sukodono untuk Ananda di Jumputrejo
SUKODONO – Senin pagi (19/1/2026) di Dusun Keling, Desa Jumputrejo, suasana terasa lebih khidmat saat rombongan kemanusiaan menyusuri gang RT 14 RW 04. Kehadiran tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Sukodono bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan misi untuk menjemput asa seorang bocah berusia 7 tahun yang tengah berjuang memulihkan luka batin dan fisiknya.
Ananda (nama disamarkan), seorang gadis kecil yang seharusnya sedang ceria menikmati masa bermainnya, kini harus menjalani perawatan medis di RSUD Sidoarjo. Lahir dari keluarga prasejahtera, cobaan hidupnya kian berat setelah ia menjadi korban kekerasan oleh ayah sambungnya saat sang ibu tengah berjuang mencari nafkah di Jombang. Kisah pilu ini memantik respons cepat dari berbagai pihak untuk memastikan Ananda mendapatkan keadilan dan layanan kesehatan yang layak.
Camat Sukodono, Ineke Dwi Setiawati, S.STP, MPA, yang turun langsung mendampingi proses distribusi bantuan bersama Kasikesos Sukodono, Ibu Retno, mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian yang menimpa warganya.
"Kami sangat terpukul dengan apa yang dialami Ananda. Kehadiran kami di sini bersama BAZNAS Sidoarjo adalah bentuk hadirnya negara dan masyarakat untuk memberikan perlindungan serta dukungan moral. Kami ingin memastikan Ananda mendapatkan perawatan terbaik hingga pulih sepenuhnya," ujar Ibu Ineke di sela-sela kunjungan.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Sidoarjo melalui Wakil Ketua Bidang IV, M. Ilhamuddin, menyerahkan bantuan biaya pengobatan serta paket sembako untuk meringankan beban keluarga,. Langkah ini merupakan bagian dari pilar kesehatan BAZNAS yang fokus pada penyelamatan jiwa dan pemulihan martabat mustahik.
"Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi adalah perisai bagi mereka yang lemah dan terluka. Melalui dana zakat yang dititipkan para muzakki, kami hadir untuk memulihkan luka Ananda. Kami ingin ia tahu bahwa masa depannya masih sangat berharga dan banyak tangan yang siap merangkulnya," tegas M. Ilhamuddin.
Selain bantuan biaya pengobatan, keluarga Ananda juga menerima bantuan sembako untuk menunjang pemenuhan gizi selama masa pemulihan. Sinergi antara BAZNAS, jajaran Kecamatan Sukodono, dan perangkat desa Jumputrejo ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi filantropi mampu memberikan perlindungan inklusif bagi kelompok rentan.
Mari Terus Menguatkan Kisah Ananda adalah pengingat bagi kita semua untuk kian peduli terhadap lingkungan sekitar. Zakat, infak, dan sedekah Anda adalah cahaya bagi mereka yang tengah berada dalam kegelapan bencana kemanusiaan. Salurkan kepedulian Anda melalui BAZNAS Sidoarjo, karena melalui setiap rupiah yang Anda titipkan, kita sedang menguatkan pondasi masa depan anak-anak Indonesia yang membutuhkan perlindungan.
BERITA19/01/2026 | sudrab
Sinergi Kemanusiaan di Sepande: BAZNAS dan LAZISMU Bersatu Membangun Kembali Asa Anwar Muhamad
SIDOARJO – Pagi itu, Kamis (15/1/2026), suasana di Perumahan Gading Fajar II, Blok C5/8, Desa Sepande, terasa lebih hangat dari biasanya. Di tengah mendung yang menyelimuti wilayah Kecamatan Candi, sebuah pertemuan lintas lembaga filantropi berlangsung dengan satu misi mulia: menjemput asa seorang warga yang nyaris kehilangan pelindung utamanya,. Tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo hadir melakukan assessment mendalam terhadap kondisi rumah Anwar Muhamad (56), seorang pejuang nafkah yang kini tengah dirundung cobaan berat,.
Anwar Muhamad bukanlah sosok yang asing dengan kerja keras; sehari-hari ia menggantungkan hidup sebagai pengemudi driver mobil online demi menghidupi anaknya,. Namun, beban hidup terasa kian menghimpit saat tiga bulan lalu, rumah yang menjadi satu-satunya tempat bernaung tiba-tiba ambruk,. Keterbatasan ekonomi membuat Anwar tak berdaya untuk memperbaiki puing-puing huniannya, karena penghasilannya setiap hari hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan,. Kondisi memprihatinkan ini memaksanya untuk meninggalkan Desa Sepande dan mengungsi sementara dengan menyewa kamar kos di Desa Sumokali agar sang buah hati tetap memiliki tempat untuk berteduh,.
Kehadiran tim BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin oleh Drs. Ec. Achmad Saleh, MM, dan Achmad Richi, bersama perangkat Desa Sepande serta petugas keamanan RT, menjadi titik terang bagi Anwar,. Namun, yang membuat kegiatan assessment kali ini terasa lebih istimewa adalah hadirnya sinergi kolektif. BAZNAS tidak bergerak sendiri; rencana perbaikan rumah ini akan dilakukan melalui kolaborasi erat dengan LAZISMU (Muhammadiyah) Sidoarjo,. Langkah ini menunjukkan bahwa semangat "Zakat Menguatkan Indonesia" benar-benar mewujud dalam bentuk kerja sama lintas organisasi pengelola zakat demi kepentingan umat,.
Rencana tindak lanjut dari pertemuan tersebut telah ditetapkan, di mana proses rehabilitasi total hunian Anwar dijadwalkan akan dimulai pada bulan Februari 2026 melalui kolaborasi finansial dan teknis dengan LAZISMU,. Sinergi ini sejalan dengan visi BAZNAS untuk membangun kembali martabat dan ketenangan jiwa keluarga prasejahtera melalui program Rumah Layak Huni (RLHB),. Sebagaimana capaian di tahun-tahun sebelumnya, setiap rumah yang dibangun kembali bukan sekadar tumpukan batu bata, melainkan investasi masa depan agar anak-anak seperti anak Pak Anwar dapat belajar dengan tenang tanpa takut atap akan kembali runtuh,.
Program bedah rumah yang inklusif ini dapat terus berjalan berkat dukungan penuh para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang rutin menyalurkan zakatnya,. Melalui kolaborasi strategis antara BAZNAS dan LAZISMU di Desa Sepande, kita diingatkan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas organisasi. Genggaman tangan antar-lembaga filantropi inilah yang akan memastikan bahwa warga seperti Anwar Muhamad tidak berjuang sendirian di tengah badai kehidupan.
Mari Terus Menguatkan! Kisah di Sepande adalah satu dari sekian banyak harapan yang perlu kita jaga bersama. Dukungan Anda melalui zakat, infak, dan sedekah adalah fondasi bagi tegaknya kembali rumah-rumah yang telah ambruk dan kembalinya senyum di wajah para mustahik. Mari menjadi bagian dari sinergi kebaikan ini bersama BAZNAS Sidoarjo, karena dari hunian yang layak, kita sedang membangun Sidoarjo yang lebih tangguh dan Indonesia yang lebih kuat,,.
BERITA15/01/2026 | sudrab
Menjemput Berkah di Sudut Sidoarjo: Langkah Nyata BAZNAS Mengukir Senyum dan Harapan
SIDOARJO – Kamis pagi (15/1/2026), mendung tipis yang menggelayut di langit Sidoarjo tidak menyurutkan langkah tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo untuk bergerak. Mengusung misi besar "Zakat Menguatkan", para petugas menyisir jalanan mulai dari Kecamatan Tarik hingga Tulangan guna memastikan amanah para muzakki sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan,. Hari ini bukan sekadar tentang penyerahan bantuan, melainkan tentang menghadirkan napas harapan bagi jiwa-jiwa yang sedang berjuang dalam keterbatasan.
Pendidikan: Memastikan Lentera Ilmu Tetap Menyala Pendidikan menjadi salah satu pilar utama dalam distribusi kali ini. Tim BAZNAS hadir menyapa ananda Lely Rahmawati, siswi SMP PGRI 10 Candi, yang tengah berjuang menuntaskan studinya di tengah impitan ekonomi. Semangat serupa juga dibawa ke ujung barat Sidoarjo, tepatnya di MI Al Ibrohimiyah, Klantingsari, dan SD Kepuh Kemiri, Tulangan,. Di sana, bantuan biaya pendidikan diserahkan kepada para siswa yang lahir dari keluarga kurang mampu. Bagi mereka, bantuan ini adalah jembatan untuk terus bermimpi, memastikan bahwa kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi tunas bangsa untuk meraih cita-cita.
Membangun Jantung Spiritual di SDN Mergosari 2 Perjalanan berlanjut ke Desa Mergosari, Kecamatan Tarik. Di SDN Mergosari 2, tim BAZNAS menitipkan partisipasi untuk pembangunan musholla sekolah,. Selama ini, para siswa terpaksa menggunakan ruang kelas untuk melaksanakan ibadah seperti sholat dhuha dan dzuhur berjamaah karena ketiadaan fasilitas yang memadai. Dengan pembangunan musholla permanen ini, diharapkan jantung pendidikan karakter spiritual siswa dapat berdetak lebih kuat, menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga luhur secara budi pekerti.
Memulihkan Martabat dan Mobilitas Sentuhan kemanusiaan juga menjangkau aspek kesehatan. Di Kedensari, Tanggulangin, binar bahagia terpancar dari wajah Ibu Asfalah saat menerima bantuan kursi roda. Kursi roda ini bukan sekadar alat bantu fisik, melainkan "kaki" baru yang mengembalikan mobilitas dan martabatnya untuk kembali berinteraksi dengan lingkungan sekitar. BAZNAS memahami bahwa bagi lansia dan warga sakit, kemandirian adalah kunci kebahagiaan di masa senja.
Pelindung Bagi Lansia yang Berjuang Sendiri Menjelang siang, tim bergerak menuju Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, untuk menemui dua sosok ibu tangguh. Pertama adalah Ibu Sulistiswati (64), seorang janda yang hidup sebatang kara dan bertahan hidup dengan menjadi buruh asuh anak. Di rumah yang sunyi itu, kehadiran BAZNAS membawa bantuan biaya hidup untuk meringankan beban kesehariannya. Tak jauh dari sana, tim juga mengunjungi Ibu Siti Munfakilah, seorang mustahik yang tengah berjuang melawan penyakit diabetes. Rutinitas kontrol ke puskesmas setiap minggu kini terasa sedikit lebih ringan berkat dukungan biaya hidup yang diserahkan langsung oleh petugas.
Setiap bantuan yang tersalurkan pada hari Kamis ini adalah bukti bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen cinta yang nyata,. Dari pembangunan musholla hingga bantuan biaya hidup lansia, BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan. Karena pada akhirnya, kekuatan sejati bangsa ini terletak pada seberapa erat kita menggenggam tangan mereka yang hampir terjatuh.
Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan Duka dan kesulitan sesama adalah panggilan bagi kita semua. Mari terus rapatkan barisan untuk menguatkan Sidoarjo. Anda dapat menyalurkan kepedulian melalui kanal resmi BAZNAS Sidoarjo untuk memastikan lebih banyak harapan yang dapat kita bangun bersama,.
Zakat Menguatkan, Sedekah Memulihkan, Indonesia Bangkit Bersama.
BERITA15/01/2026 | sudrab
Membasuh Luka Sumatra dari Bangku Sekolah: Bukti Cinta SDN Sumorame Candi
SIDOARJO – Di balik dinding-dinding kelas SDN Sumorame, Candi, sebuah pelajaran besar sedang diajarkan—bukan tentang rumus matematika yang rumit, melainkan tentang bahasa universal bernama kemanusiaan. Keluarga besar sekolah ini meyakini sepenuhnya bahwa esensi pendidikan sesungguhnya adalah ketika nilai-nilai di dalam rapor mampu mewujud dalam bentuk uluran tangan yang nyata bagi sesama yang sedang dirundung duka.
Pada Rabu (14/1/2026), suasana hangat menyelimuti perjalanan mulia dari pinggiran Candi menuju jantung kota Sidoarjo. Dua orang pendidik, Aprinda Istiqomah, SE dan Elok Rosalia, S.Pd.SD, melangkah pasti didampingi dua siswa-siswi perwakilan sekolah. Tujuan mereka satu: Kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo di Jalan Pahlawan I. Di genggaman mereka, tertitip amanah kolektif sebesar Rp 6.375.000—sebuah "dana cinta" yang dikumpulkan dari saku para siswa, guru, dan orang tua untuk penyintas bencana alam di Sumatra dan Aceh.
Kurikulum Empati di Luar Kelas
Bagi SDN Sumorame, bantuan ini lebih dari sekadar tumpukan rupiah. Ia adalah pesan cinta yang dikirimkan dari ruang-ruang kelas di Sidoarjo untuk saudara-saudara yang sedang berjuang menata hidup di ujung barat Indonesia. PLT Kepala Sekolah SDN Sumorame, Ibu Fithriyah Mulyasari, S.Pd, M.Pd, menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian integral dari "kurikulum kehidupan" yang mereka tanamkan.
"Gerakan ini murni lahir dari rasa solidaritas. Kami ingin anak-anak memahami bahwa sekecil apa pun yang kita berikan, bisa menjadi harapan besar bagi mereka yang sedang terjepit masa sulit," tutur sosok yang akrab disapa Ibu Fithriyah ini.
Melalui penggalangan dana ini, sekolah sedang menyemai benih karakter Profil Pelajar Pancasila. Siswa diajak untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan rasa. Mereka belajar bahwa jarak geografis ribuan kilometer antara Sidoarjo dan Sumatra bukanlah penghalang untuk saling menguatkan.
Menyambung Napas Pemulihan
Kedatangan rombongan kecil ini disambut dengan tangan terbuka oleh staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Abdul Ghoni. Dalam suasana kekeluargaan yang khidmat, bukti donasi diserahkan secara simbolis. Momen ini menandai beralihnya amanah warga sekolah kepada lembaga zakat resmi untuk disalurkan secara transparan dan tepat sasaran.
Abdul Ghoni menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif SDN Sumorame. Menurutnya, gerakan dari institusi pendidikan seperti ini memberikan suntikan energi positif bagi upaya pemulihan pascabencana. "Dana ini akan segera disinergikan dengan program pemulihan BAZNAS Pusat untuk memenuhi kebutuhan dasar yang mendesak, mulai dari pangan hingga perbaikan sarana pendukung lainnya di lokasi bencana," jelas Ghoni.
Menjadi Bagian dari Solusi Bangsa
Aksi yang dilakukan SDN Sumorame adalah pengingat lembut bagi kita semua: bahwa beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan jika dipanggul bersama-sama. Di saat saudara-saudara kita di Sumatra dan Aceh sedang berjuang di tengah puing-puing sisa bencana, kepedulian dari sebuah sekolah dasar di Sidoarjo ini hadir sebagai napas baru.
Langkah SDN Sumorame diharapkan menjadi pemantik api kebaikan bagi komunitas lain di Sidoarjo. Karena pada akhirnya, zakat dan sedekah bukan sekadar transaksi materi, melainkan upaya kita bersama dalam memperkokoh fondasi kemanusiaan bangsa. Di SDN Sumorame, kita belajar bahwa peduli tidak harus menunggu mapan, dan membantu tidak harus menunggu besar. Semua dimulai dari ketulusan hati untuk melihat Indonesia bangkit kembali.
Salurkan Kepedulian Anda Melalui BAZNAS Sidoarjo:
Jadilah jembatan kebaikan bagi sesama melalui kanal resmi kami:
BSI: 4488888008
BCA: 8292799992
Situs Resmi: kabsidoarjo.baznas.go.id
Zakat Menguatkan Indonesia, Sedekah Memulihkan, Indonesia Bangkit Bersama.
BERITA14/01/2026 | sudrab
Zakat Menguatkan Indonesia: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Membasuh Luka Katarak di Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167
SIDOARJO – Zakat Menguatkan Indonesia. Kalimat ini bukan sekadar narasi kampanye nasional, melainkan ruh yang menggerakkan setiap langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo untuk hadir di tengah kesulitan warga. Semangat inilah yang terpancar kuat di Pendopo Delta Wibawa pada Rabu (14/1/2026), saat BAZNAS Sidoarjo menyelenggarakan program screening kesehatan mata dan operasi katarak gratis dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167.
Bagi mereka yang berada dalam keterbatasan ekonomi, gangguan penglihatan seperti katarak bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan tembok besar yang memutus produktivitas dan harapan. Melalui dana zakat yang dikelola secara amanah, BAZNAS Sidoarjo berupaya meruntuhkan tembok tersebut, mengembalikan cahaya yang sempat meredup di mata para lansia dan kaum dhuafa.
Sinergi untuk Kemanusiaan
Dalam pelaksanaan program ini, BAZNAS Sidoarjo menggandeng RS Siti Hajar Sidoarjo sebagai mitra medis profesional. Sinergi ini memastikan bahwa setiap penerima manfaat mendapatkan layanan kesehatan terbaik dengan standar medis yang mumpuni. Sebanyak 105 warga yang telah terdaftar memenuhi pendopo dengan secercah harapan. Mereka menjalani tahapan pemeriksaan awal atau screening secara teliti sebelum nantinya dijadwalkan untuk tindakan operasi di RS Siti Hajar.
Wakil Ketua BAZNAS Sidoarjo, Drs. H. Ilhamuddin, mengungkapkan bahwa program ini adalah wujud nyata dari kehadiran dana zakat sebagai solusi problematika sosial.
"Kesehatan adalah hak setiap individu, namun bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu, akses terhadap operasi katarak seringkali menjadi impian yang sulit terjangkau. Melalui momentum Harjasda ke-167 ini, BAZNAS ingin memberikan kado terindah berupa penglihatan yang jernih. Inilah esensi dari Zakat Menguatkan Indonesia; ia menguatkan fisik yang lemah dan menguatkan asa yang mulai pudar," tuturnya dengan penuh empati.
Membangun Martabat, Memulihkan Harapan
Operasi katarak ini diharapkan membawa dampak signifikan bagi kehidupan para mustahik. Dengan pulihnya penglihatan, mereka tidak hanya mampu kembali melakukan ibadah dengan lebih khusyuk, tetapi juga dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari secara mandiri tanpa harus terus-menerus bergantung pada bantuan orang lain. Inilah jurnalisme filantropi yang diusung BAZNAS: sebuah upaya mengangkat martabat manusia melalui bantuan yang tepat sasaran.
Rangkaian Kepedulian untuk Generasi Mendatang
Kepedulian BAZNAS Sidoarjo tidak berhenti pada kesehatan mata. Menutup rangkaian bakti sosial bulan Januari, BAZNAS juga mempersiapkan program Khitanan Massal yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Januari 2026. Program ini menargetkan 300 anak dari keluarga kurang mampu, yang akan dilaksanakan di dua titik pusat: Pendopo Delta Wibawa dan RS Sidoarjo Barat.
Hingga saat ini, sebanyak 150 anak telah terdata sebagai calon peserta. BAZNAS tidak hanya memfasilitasi tindakan medis khitan, namun juga memberikan bingkisan "tali asih" yang meliputi baju koko, sarung, songkok, tas sekolah, serta uang saku senilai Rp250.000.
"Kami ingin anak-anak dhuafa di Sidoarjo merasa dicintai dan diperhatikan. Zakat yang dititipkan oleh para muzakki kepada kami, kami kembalikan dalam bentuk kebahagiaan bagi mereka," tambah Ilhamuddin.
Melalui semangat gotong royong dan transparansi pengelolaan dana umat, BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mendukung program-program kemanusiaan. Sebab, setiap rupiah zakat yang disalurkan bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi pilar yang menguatkan bangsa dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Sidoarjo.
BERITA14/01/2026 | sudrab
Memupuk Empati dari Bangku Sekolah: Aksi Nyata SDN Pucang Anom untuk Sumatra
SIDOARJO – Pendidikan sejati tidak hanya berhenti pada angka-angka di atas kertas rapor, namun mewujud dalam ketulusan uluran tangan saat sesama tertimpa musibah. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh keluarga besar SDN Pucang Anom, Sidoarjo. Di tengah hiruk-pikuk kegiatan belajar mengajar, mereka membuktikan bahwa sekolah adalah persemaian utama nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
Pada Senin pagi (12/1/2026), hangatnya sinar matahari di Kecamatan Sidoarjo mengiringi sebuah langkah mulia. Perwakilan dari SDN Pucang Anom, Ibu Lailatul Zurroh dan Ibu Haifah, melangkah pasti menuju Kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo di Jalan Pahlawan I. Kehadiran mereka membawa amanah kolektif berupa donasi sebesar Rp 2.365.000 yang diperuntukkan bagi para penyintas bencana alam di Sumatra dan Aceh.
Pesan Cinta dari Ruang Kelas
Bantuan yang diserahkan bukan sekadar nominal angka, melainkan simbol doa dan dukungan moral dari para siswa, guru, dan orang tua. Ibu Diah Endah Wiarsih, Kepala Sekolah SDN Pucang Anom, melalui perwakilannya menyampaikan bahwa gerakan ini adalah bagian dari kurikulum kehidupan.
"Gerakan ini murni lahir dari rasa solidaritas terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Kami ingin anak-anak belajar bahwa sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang di masa sulit," ungkap Ibu Diah dengan penuh haru.
Beliau meyakini bahwa dengan melibatkan siswa dalam penggalangan dana ini, sekolah sedang menanam benih karakter "Profil Pelajar Pancasila" yang sesungguhnya—yakni pribadi yang memiliki empati tinggi dan ringan tangan dalam membantu sesama tanpa memandang jarak geografis.
Jembatan Kebaikan melalui BAZNAS
Kedatangan rombongan SDN Pucang Anom disambut hangat oleh staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Kholid Musyadad. Dalam suasana kekeluargaan, prosesi penyerahan bantuan berlangsung khidmat. Penyerahan bukti donasi menjadi momen simbolis beralihnya amanah dari warga sekolah kepada lembaga zakat resmi untuk disalurkan tepat sasaran.
Kholid menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini. Menurutnya, kepedulian dari institusi pendidikan seperti SDN Pucang Anom memberikan energi positif bagi upaya pemulihan pascabencana. "Dana yang terkumpul akan segera disinergikan dengan program pemulihan BAZNAS Pusat untuk memenuhi kebutuhan dasar yang mendesak di lokasi bencana, mulai dari pangan hingga sarana pendukung lainnya," jelasnya.
Menjadi Bagian dari Solusi
Aksi SDN Pucang Anom adalah sebuah pengingat lembut bagi kita semua: bahwa beban berat akan terasa ringan jika dipanggul bersama. Di saat saudara-saudara kita di Sumatra dan Aceh sedang berjuang menata kembali hidup mereka di tengah puing bencana, kepedulian kita adalah napas baru bagi mereka.
Langkah SDN Pucang Anom diharapkan menjadi pemantik bagi komunitas lain di Sidoarjo untuk turut merapatkan barisan. Karena pada akhirnya, zakat dan sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menguatkan fondasi bangsa.
Mari Salurkan Kepedulian Anda:
Bagi masyarakat yang ingin turut serta menjadi jembatan kebaikan, BAZNAS Sidoarjo membuka pintu melalui kanal resmi:
BSI: 4488888008
BCA: 8292799992
Situs Resmi: kabsidoarjo.baznas.go.id
Zakat Menguatkan, Sedekah Memulihkan, Indonesia Bangkit Bersama.
BERITA13/01/2026 | sudrab
Pendekar Kemanusiaan: IKSPI Kera Sakti Sidoarjo Basuh Luka Korban Bencana Sumatera
SIDOARJO – Dalam filosofi bela diri, kekuatan bukan hanya tentang ketangkasan fisik, melainkan tentang sejauh mana tangan mampu terulur untuk merangkul mereka yang terjatuh. Prinsip ini diwujudkan secara nyata oleh keluarga besar Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti Cabang Sidoarjo. Di tengah hiruk-pikuk kesibukan kota, para pendekar ini membuktikan bahwa semangat solidaritas mereka melampaui batas-batas wilayah dan perbedaan geografis.
Melalui sebuah gerakan kolektif yang digerakkan oleh rasa persaudaraan, IKSPI Kera Sakti Sidoarjo berhasil menghimpun donasi sebesar Rp 8.250.000. Dana ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan manifestasi kasih sayang dan kepedulian yang dikumpulkan dari saku-saku para anggota demi membantu proses pemulihan saudara-saudara penyintas bencana di Sumatera.
Amanah yang Berlabuh di Rumah Kebaikan
Suasana haru menyelimuti Kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo pada Senin pagi (12/1/2026). Kehadiran perwakilan IKSPI Kera Sakti memberikan warna tersendiri pada rutinitas kantor hari itu. Hadir sebagai jembatan kebaikan, Sang Pembina, Pak Agung—yang juga merupakan anggota aktif Kodim Sidoarjo—didampingi oleh Iin Nur Kamila dan Aulia Padna.
Mereka melangkah masuk tidak hanya membawa amplop titipan, tetapi juga membawa harapan besar dari ratusan rekan sejawat mereka di lapangan. Penyerahan bantuan ini menjadi momen reflektif betapa nilai-nilai kemanusiaan masih sangat kental mengakar di hati masyarakat Sidoarjo.
"Kami sangat merasakan duka mendalam yang dialami saudara-saudara kita di Sumatera. Jarak memang jauh, tapi hati kami dekat," ungkap Pak Agung dengan nada bicara yang teduh namun penuh ketegasan.
Ia menambahkan bahwa donasi ini adalah bentuk dukungan moral dan materiil yang tulus. "Kami sadar mungkin nilainya tidak sebanding dengan beratnya cobaan yang mereka hadapi di sana. Namun, kami berharap bantuan ini bisa menjadi pemantik semangat bagi para korban untuk segera bangkit dan percaya bahwa mereka tidak sendirian," lanjutnya.
Sinergi untuk Pemulihan yang Lebih Cepat
Kedatangan para rombongan pendekar ini disambut hangat oleh Pak Kholid, perwakilan dari tim BAZNAS Sidoarjo. Prosesi penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis, menandai peralihan amanah dari tangan para donatur di Sidoarjo menuju masyarakat yang membutuhkan di Sumatera.
BAZNAS Sidoarjo memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif mandiri yang dilakukan oleh komunitas IKSPI Kera Sakti. Langkah ini menjadi teladan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran krusial dalam mitigasi dampak pascabencana melalui filantropi yang terorganisir.
"Inisiatif seperti ini sangat berarti bagi kami. Donasi ini akan segera kami sinergikan dengan program pemulihan BAZNAS Pusat agar bantuan dapat menyentuh kebutuhan dasar yang paling mendesak di lokasi bencana, baik itu kebutuhan pangan, layanan kesehatan, maupun perbaikan infrastruktur darurat," jelas Pak Kholid.
Yuk, Menjadi Bagian dari Solusi!
Kisah inspiratif dari IKSPI Kera Sakti Sidoarjo mengingatkan kita bahwa kepedulian sekecil apa pun adalah secercah cahaya bagi mereka yang sedang berada dalam kegelapan karena kehilangan. Kebaikan adalah energi yang menular, dan kini giliran Anda untuk meneruskan estafet kepedulian ini.
Anda dapat mengikuti langkah mulia Keluarga Besar IKSPI Kera Sakti dengan menyalurkan bantuan terbaik melalui kanal resmi BAZNAS Sidoarjo. Setiap rupiah yang Anda berikan adalah napas baru bagi mereka yang berjuang untuk pulih.
Salurkan Kepedulian Anda Melalui:
BSI: 4488888008
BCA: 8292799992
Layanan Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id
Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA13/01/2026 | sudrab
Semaian Empati dari SDN Cemengkalang: Bukti Nyata Pendidikan Karakter Melampaui Lembar Buku
SIDOARJO – Ada sebuah kebijaksanaan lama yang mengatakan bahwa pendidikan karakter terbaik tidak ditemukan di dalam deretan kalimat buku teks, melainkan melalui praktik nyata kepedulian di lapangan. Prinsip inilah yang dihidupkan dengan penuh ketulusan oleh Keluarga Besar SDN Cemengkalang, Sidoarjo.
Pada Senin pagi (12/1/2026), suasana di Kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo yang terletak di Jalan Pahlawan terasa sedikit berbeda. Kehangatan menyeruak saat dua perwakilan sekolah, Bu Manda dan Bu Lisa, melangkah masuk dengan senyum tulus. Kehadiran mereka bukan sekadar urusan administratif, melainkan membawa misi suci: menitipkan amanah donasi sebesar Rp 7.768.500 untuk saudara-saudara penyintas bencana di Sumatra dan Aceh.
Menanam Benih Kemanusiaan Sejak Dini
Momen penyerahan donasi ini menjadi simbol persaudaraan yang melintasi jarak ribuan kilometer. Di balik angka tersebut, terselip pesan mendalam dari Kepala Sekolah SDN Cemengkalang, Ibu Umu Nafiah, S.Pd. Beliau menekankan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk mengasah kepekaan sosial para siswa sejak usia belia.
"Gerakan ini murni lahir dari panggilan kemanusiaan. Kami ingin anak-anak memahami bahwa sekecil apa pun uluran tangan kita, itu adalah napas harapan bagi mereka yang sedang berjuang di masa sulit," tutur Ibu Umu melalui pesan yang disampaikan perwakilannya.
Bagi SDN Cemengkalang, membantu sesama bukan sekadar aksi spontan, melainkan bagian dari kurikulum kehidupan. Dengan melibatkan seluruh elemen sekolah—mulai dari guru, staf, hingga para siswa—gerakan ini mengajarkan bahwa gotong royong adalah identitas bangsa yang tidak boleh luntur dimakan zaman.
Sinergi untuk Pulihkan Senyum Sesama
Kedatangan tim SDN Cemengkalang disambut langsung oleh staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Kholid Musyadad. Dalam pertemuan singkat yang penuh kekeluargaan tersebut, Kholid menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif mulia tersebut.
"Kami sangat terharu dengan konsistensi dunia pendidikan di Sidoarjo dalam merespons isu-isu kemanusiaan. Dana ini adalah amanah besar," ujar Kholid. Ia memastikan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan segera disalurkan melalui koordinasi dengan BAZNAS Pusat untuk memenuhi kebutuhan dasar yang mendesak di lokasi bencana, mulai dari pangan hingga layanan kesehatan.
Momen ini menjadi bukti nyata bahwa ketika dunia pendidikan bersinergi dengan lembaga sosial seperti BAZNAS, dampak yang dihasilkan bukan hanya berupa bantuan materi, tetapi juga penguatan nilai-nilai filantropi di tengah masyarakat.
Mari Menjadi Bagian dari Solusi
Aksi nyata dari Keluarga Besar SDN Cemengkalang adalah pengingat sekaligus undangan terbuka bagi kita semua. Bencana mungkin memporak-porandakan bangunan, namun kepedulian kita adalah fondasi untuk membangunnya kembali.
Mari rapatkan barisan dan bantu ringankan beban saudara kita di Sumatra dan Aceh. Setiap rupiah yang Anda titipkan adalah lentera bagi mereka yang sedang dalam kegelapan. Anda dapat menyalurkan donasi melalui kanal resmi BAZNAS Sidoarjo:
BSI: 4488888008
BCA: 8292799992
Situs Resmi: kabsidoarjo.baznas.go.id
Bersama BAZNAS, mari kita buktikan bahwa zakat, infak, dan sedekah adalah kekuatan yang mampu menguatkan Indonesia.
BERITA13/01/2026 | sudrab
Menyemai Harapan di Ujung Barat Sidoarjo: Langkah Nyata Baznas di Kecamatan Tarik
Sidoarjo – Senin pagi (12/1) di awal tahun 2026 disambut dengan langit cerah yang seolah menjadi saksi bisu bagi derap langkah kebaikan di Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo bergerak menyisir kawasan paling barat ini, membawa misi bukan sekadar membagikan bantuan, melainkan menanam investasi sosial bagi masa depan umat.
Penyaluran bantuan kali ini menyasar dua sektor vital: prasarana ibadah dan pendidikan. Mengawali kegiatan, tim mengunjungi SDN Kramatemenggung 2 untuk mendistribusikan bantuan renovasi musholla. Di sekolah ini, musholla bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jantung pendidikan karakter bagi para siswa.
Investasi Pendidikan: Mencetak Generasi Tangguh
Perjalanan berlanjut dengan misi utama mendukung keberlanjutan pendidikan bagi 40 anak dari empat Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Tarik. Secara bergantian, tim menemui wajah-wajah ceria di:
MI Al Fatah Sebani (10 siswa)
MI Unggulan Miftakhul Hikmah, Desa Mindugading (10 siswa)
MI Roudlotun Nasi’in, Desa Singogalih (10 siswa)
MI Miftahul Ulum, Desa Balongmacekan (10 siswa)
Setiap paket bantuan pendidikan yang diberikan merupakan manifestasi dari kepedulian muzakki yang dikelola secara profesional untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur edukasi.
Investasi Pendidikan: Lebih dari Sekadar Angka
Dalam kegiatan ini, meyakini setiap rupiah yang disalurkan tidak hanya dilihat sebagai biaya keluar, tetapi sebagai modal sosial yang akan menghasilkan dampak jangka panjang.
Bantuan untuk musholla sekolah diharapkan meningkatkan kenyamanan ibadah yang berkolerasi pada penguatan moral siswa. Sementara bantuan pendidikan bagi 40 siswa MI bertujuan untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.
Wakil Ketua III Baznas Sidoarjo, Achmad Saleh, yang turun langsung ke lapangan bersama staf pelaksana Dani Prabowo dan Minan Abdul Haq, menegaskan komitmen ini. Di sela-sela penyerahan bantuan, ia menyampaikan pesan menyentuh:
"Kami hadir di sini bukan hanya untuk menyerahkan titipan para muzakki, tetapi untuk memastikan bahwa setiap anak di pelosok Tarik memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi. Dengan memperbaiki tempat ibadah dan menyokong biaya pendidikan, kita sedang membangun fondasi ekonomi dan spiritual masyarakat. Satu rupiah yang kita tanam hari ini, dampaknya harus terasa pada perubahan taraf hidup mereka sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan," ujar Achmad Saleh.
Visi Besar: Mengubah Mustahik Menjadi Muzakki
Kehadiran petugas Baznas di tengah masyarakat desa memberikan semangat baru bagi pihak sekolah dan orang tua murid. Melalui program yang terukur, Baznas Sidoarjo berharap penerima manfaat (mustahik) hari ini dapat menjadi pemberi zakat (muzakki) di masa depan berkat bekal pendidikan dan akhlak yang mumpuni.
Aksi filantropi di hari Senin ini menjadi pengingat bahwa kebaikan yang dikelola dengan hati dan manajemen yang tepat akan melahirkan perubahan yang berkelanjutan. Dari Balongmacekan hingga Sebani, senyum anak-anak hari ini adalah tabungan kemuliaan bagi Sidoarjo di masa depan.
BERITA12/01/2026 | sudrab
Tawa yang Menyembuhkan: Relawan BTB Baznas Sidoarjo Bersama Mahasiswa Syiah Kuala di "Ruang Harapan" Aceh Tamiang
Sidoarjo, 12 Januari 2026 – Di balik sisa lumpur dan duka yang menyelimuti Kabupaten Aceh Tamiang, sebuah tempat sederhana berdiri sebagai titik balik keceriaan. Tempat komunal itu dinamakan "Ruang Harapan". Di sinilah, tawa anak-anak yang sempat redup akibat trauma bencana kembali membuncah, memecah keheningan posko pengungsian melalui aksi trauma healing yang menyentuh hati.
Relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dari BAZNAS Sidoarjo melintasi batas geografis untuk hadir langsung di tanah Rencong. Bersinergi dengan energi muda dari mahasiswa-mahasiswi Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan pendampingan psikososial. Kehadiran mereka bukan sekadar seremoni bantuan, melainkan upaya nyata untuk memastikan bahwa dampak dari setiap rupiah zakat yang disalurkan mampu menyentuh aspek terdalam manusia: pemulihan jiwa.
Tampak suasana hangat saat para relawan membaur bersama puluhan anak-anak dalam permainan tebak-tebakan. "Ayo, siapa yang tahu hewan apa yang punya belalai panjang?" tanya seorang relawan disambut acungan jari berebut. "Gajah!" teriak anak-anak serempak, disusul gelak tawa yang memenuhi seisi ruangan sederhana itu. Permainan sederhana ini menjadi katarsis penting bagi mereka untuk sejenak melupakan trauma bencana yang baru saja lewat.
Ahmad Hamdani, menekankan bahwa keberhasilan sebuah misi kemanusiaan tidak hanya diukur dari banyaknya paket bantuan yang dibagikan, tetapi dari seberapa besar perubahan positif pada kondisi mental para penyintas.
"Kami percaya bahwa zakat bukan hanya soal membangun kembali dinding rumah yang runtuh, tapi juga membangun kembali harapan yang sempat patah. Dampak yang kami kejar adalah pulihnya senyum anak-anak ini. Sebab, memulihkan mental generasi masa depan adalah investasi kemanusiaan yang nilainya tak terhingga," ujar Ahmad Hamdani di sela-sela kegiatannya.
Bagi BAZNAS Sidoarjo, keterlibatan bersama mahasiswa USK memberikan nilai tambah yang luar biasa. Kedekatan budaya dan emosional mahasiswa lokal membuat proses pendampingan berjalan lebih natural, sehingga pesan-pesan penguatan mental lebih mudah diterima oleh anak-anak di Aceh Tamiang.
Aksi ini merupakan manifestasi nyata dari visi besar BAZNAS dalam mengelola dana umat. Bahwa setiap bantuan dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan masyarakat. Sebagaimana misi yang selalu diemban, setiap langkah kecil di "Ruang Harapan" ini adalah bagian dari upaya besar kolektif kita semua. Karena pada akhirnya, melalui dukungan para muzaki, Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA12/01/2026 | sudrab
Menenun Harapan di Rumah Kasih: Kisah Pak Abdul dan Hangatnya Rumah Singgah BAZNAS Sidoarjo
SIDOARJO, 12 Januari 2026 – Di balik riuh rendah suara kendaraan yang melintas di kawasan Candi, Sidoarjo, terdapat sebuah bangunan yang bukan sekadar dinding dan atap. Rumah Singgah Mustahik BAZNAS Sidoarjo, yang terletak di Jl. Candi Besar, kini menjadi saksi bisu perjuangan para penyintas penyakit kronis dalam menjemput kesembuhan.
Salah satunya Adalah, sebut saja namanya Pak Abdul (59), seorang pria paruh baya asal Panceng, Lamongan. Garis-garis di wajahnya menyimpan ketabahan yang luar biasa. Pak Abdul didiagnosa menderita kanker dan harus menjalani tindakan medis kemoterapi secara berkelanjutan di RSUD Notopuro Sidoarjo—rumah sakit Tipe A yang menjadi rujukan utama di wilayah tersebut.
Jembatan Menuju Kesembuhan
Bagi warga dari luar kota seperti Pak Abdul, tantangan terbesar bukanlah sekadar melawan penyakit, melainkan logistik perjalanan. Jarak Lamongan ke Sidoarjo yang cukup jauh menjadi kendala fisik dan finansial jika harus dilakukan setiap hari secara "riwa-riwi" atau pulang-pergi.
Di sinilah peran Rumah Singgah Mustahik menjadi krusial. Selama 10 hari ke depan, Pak Abdul akan menetap di fasilitas ini untuk menjalani rawat jalan intensif. Kehadiran rumah singgah ini menghapus beban biaya penginapan yang biasanya memberatkan para mustahik.
"Rumah ini adalah bentuk nyata zakat yang berdampak langsung pada masyarakat. Ini bukan sekadar rumah singgah, tapi rumah kasih," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, mengenang kembali semangat peresmian fasilitas ini pada Oktober 2025 lalu. Beliau menegaskan bahwa setiap kamar di sini adalah aliran rahmat Allah melalui tangan para muzakki.
Pelayanan dari Hati
Bukan hanya tempat tidur yang nyaman, pelayanan di Rumah Singgah ini dirancang untuk memastikan pasien bisa fokus sepenuhnya pada pemulihan. BAZNAS Sidoarjo memahami bahwa nutrisi dan kenyamanan psikologis adalah kunci pendamping pengobatan medis.
Hariyanto, salah satu petugas layanan di Rumah Singgah BAZNAS Sidoarjo, dengan sigap memastikan setiap kebutuhan penghuni terpenuhi. Dengan senyum ramah, ia menjelaskan komitmen timnya dalam melayani para tamu istimewa ini.
"Kami berupaya memastikan pelayanan rumah singgah terbaik diberikan kepada para mustahik. Tidak hanya tempat istirahat, setiap hari kami juga memberikan layanan sarapan untuk 3 orang bagi setiap keluarga pasien yang menginap," jelas Hariyanto dengan tulus.
Fasilitas ini menjadi oase bagi keluarga pasien, peserta pelatihan, maupun masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat sosial. Di sini, zakat berubah wujud menjadi nasi hangat di pagi hari, tempat berteduh yang bersih, dan dukungan moral yang menguatkan.
Zakat: Solusi Konkret Penderitaan
Kisah Pak Abdul adalah satu dari sekian banyak potret betapa pentingnya pengelolaan zakat yang tepat sasaran. Melalui kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, rumah singgah ini menjadi bukti bahwa zakat tidak berhenti pada amalan ritual semata, melainkan menjadi solusi konkret atas penderitaan manusia.
Kini, Pak Abdul bisa beristirahat dengan tenang tanpa perlu memikirkan jauhnya jarak Lamongan-Sidoarjo di sela-sela jadwal kemoterapinya. Di Rumah Singgah Mustahik ini, ia tidak sendirian. Ada doa dari para muzakki dan tangan-tangan petugas yang siap melayani dengan penuh empati.
BERITA12/01/2026 | sudrab
Sentuhan Kasih di Awal Tahun: Bupati Subandi dan Baznas Sidoarjo Bedah Harapan Rumah Tak Layak Huni
SIDOARJO – Gurat lelah di wajah Makrifa seketika luruh berganti binar syukur saat rombongan Bupati Sidoarjo, H. Subandi, melangkah masuk ke pelataran rumahnya di Desa Ketimang, Kecamatan Wonoayu, Minggu (11/1). Di bawah atap ruang tamu yang telah jebol dan lantai yang seringkali terendam air saat hujan mengguyur, sebuah harapan baru akhirnya datang mengetuk pintu.
Pagi itu, bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Bupati Subandi, yang didampingi oleh Wakil Ketua 4 Baznas Sidoarjo, Ilhamuddin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) tepat sasaran. Komitmen ini nyata: dalam bulan Januari saja, sudah sepuluh rumah yang masuk daftar renovasi, termasuk empat rumah di tiga kecamatan yang dikunjungi hari ini.
Menambal Luka di Langit-Langit Rumah
Kisah pilu datang dari keluarga Siswanto di Wonoayu. Sebagai seorang petugas kebersihan (cleaning service), upahnya hanya cukup untuk menyambung hidup sehari-hari. Memperbaiki atap yang bolong atau meninggikan lantai agar tak kebanjiran adalah mimpi yang harus mereka kubur dalam-dalam karena keterbatasan ekonomi.
"Tidak ada uang, suami kerja cleaning service," bisik Makrifa lirih. Matanya berkaca-kaca saat menceritakan kesedihannya melihat sang buah hati harus berteduh di bawah lantai yang basah terkena tempias hujan. "Ingin segera diperbaiki agar putra saya tidak kehujanan lagi," harapnya.
Melihat kondisi tersebut, Bupati Subandi langsung menginstruksikan Baznas Sidoarjo untuk bergerak cepat. Perbaikan menyeluruh mulai dari atap, peninggian lantai, hingga renovasi kamar mandi harus tuntas dalam bulan ini.
"Saya prihatin jika kondisi seperti ini tidak segera ditangani, apalagi sekarang musim penghujan. Kita ingin penghuninya merasa nyaman dan aman," tegas Bupati Subandi dengan nada penuh empati.
Merajut Asa yang Rapuh
Perjalanan kemanusiaan ini berlanjut ke Dusun Klagen, Desa Tropodo, Krian. Di sana, Nurcholis (58) tinggal di sebuah rumah yang berdiri sejak 1977 tanpa pernah tersentuh renovasi. Struktur bangunannya sudah sangat rapuh dimakan usia. Begitu parahnya kerusakan di bagian tengah hingga belakang, hingga Nurcholis terpaksa tidur di ruang tamu—satu-satunya sudut yang dianggapnya masih cukup aman untuk berteduh.
Kehadiran pemerintah daerah dan Baznas menjadi jawaban atas doa-doa panjang pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini. Baginya, bantuan ini bukan sekadar semen dan bata, melainkan martabat dan kenyamanan di masa tua.
Selain menyasar rumah di Wonoayu dan Krian, bantuan serupa juga segera mengalir untuk rumah Ibu Tetty di Kelurahan Krian dan Ibu Nurhayati di Desa Sawohan, Buduran.
Filantropi yang Membumi
Tidak hanya fokus pada infrastruktur bangunan, dalam setiap kunjungannya, Bupati Subandi juga menyalurkan paket sembako berupa beras kepada warga sekitar yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang komprehensif; memperbaiki tempat tinggal sekaligus memastikan kebutuhan pokok warga terpenuhi.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Baznas ini menunjukkan bahwa filantropi bukan sekadar memberi, tapi hadir dan merasakan langsung denyut penderitaan rakyat. Melalui program bedah rumah ini, Sidoarjo sedang membangun fondasi kesejahteraan yang lebih kokoh—satu atap, satu keluarga, satu harapan pada satu waktu.
BERITA12/01/2026 | sudrab
Gema Wahyu di Pesisir: Menjemput Keberkahan di Desa Ketingan
SIDOARJO – Jumat, 9 Januari 2026, menjadi hari yang penuh kedamaian di Desa Ketingan, Kecamatan Buduran. Di saat sebagian besar warga perkotaan sibuk dengan rutinitas modern, tim BAZNAS Sidoarjo memilih untuk bergerak menuju ujung desa. Fokus utama mereka adalah memberikan pembinaan keagamaan melalui khutbah Jumat yang mencerahkan, sekaligus menyalurkan dukungan moral bagi warga yang membutuhkan.
Perjalanan menuju Ketingan selalu memberikan kesan emosional. Dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk mencapai desa ini, namun keikhlasan menjadi bahan bakar utama bagi tim. Sesampainya di lokasi, sambutan hangat dari warga desa menjadi obat penawar lelah yang paling mujarab. Kedekatan yang terjalin selama ini membuat tim BAZNAS sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh penduduk setempat.
Kegiatan ini bertujuan lebih dari sekadar pelaksanaan ibadah rutin. Melalui mimbar Jumat, BAZNAS berupaya mengenalkan wawasan keagamaan yang moderat dan aplikatif. Selain itu, kunjungan ini menjadi momen bagi tim untuk merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat desa yang jauh dari pusat keramaian, memastikan bahwa keadilan sosial melalui zakat benar-benar dirasakan hingga ke akar rumput.
Ustadz M. Sufyan, yang bertugas sebagai khatib pada Jumat tersebut, menekankan pentingnya persatuan umat dalam pesan khutbahnya. Ia mengaitkan peran zakat dengan ketahanan sebuah bangsa.
"Berada di sini, di tengah-tengah saudara kita di Ketingan, adalah pengingat bahwa kekuatan bangsa dimulai dari kepedulian kita terhadap mereka yang di pelosok. Melalui semangat Zakat Menguatkan Indonesia, kita tidak hanya memberi bantuan fisik, tapi juga dukungan moral dan penguatan akidah. Zakat adalah tali pengikat yang menyatukan hati warga kota dan warga desa dalam satu bingkai kekuatan nasional," tuturnya.
Interaksi pasca-salat Jumat menjadi ruang diskusi yang hangat. Warga merasa dihargai karena ada lembaga yang secara konsisten mau mendatangi mereka ke ujung desa. BAZNAS Sidoarjo berharap, melalui kegiatan rutin ini, kualitas kehidupan beragama dan ekonomi di Desa Ketingan terus meningkat, membuktikan bahwa zakat adalah kunci kemajuan bangsa yang inklusif.
penulis (Zdn/BZ)
BERITA10/01/2026 | admin
Menembus Arus Sungai: Perjuangan Dakwah BAZNAS ke Desa Kepetingan
SIDOARJO – Terik matahari dan semilir angin sungai mengiringi perjalanan perahu mesin yang membelah air menuju Desa Kepetingan. Desa ini unik sekaligus menantang; hanya bisa dijangkau melalui jalur perairan dengan menyusuri sungai selama kurang lebih 30 menit. Di atas perahu tersebut, tim BAZNAS Sidoarjo membawa misi mulia: memastikan syiar Islam dan pelayanan umat tetap tegak merata hingga ke pelosok pesisir.
Desa Kepetingan dikenal memiliki keterbatasan akses darat, yang berdampak pada terbatasnya tenaga khatib untuk pelaksanaan salat Jumat. Menyadari kebutuhan spiritual warga yang tetap tinggi meski jumlah penduduknya relatif sedikit, BAZNAS Sidoarjo meluncurkan program rutin pengiriman khatib Jumat setiap dua minggu sekali. Ini adalah bentuk pengabdian yang menjangkau mereka yang seringkali terabaikan karena faktor geografis.
Perjalanan ini bukan hanya soal jarak, tapi soal komitmen untuk hadir secara utuh bagi masyarakat. Setiap kunjungan menjadi momen silaturahmi yang sangat berharga. Tim BAZNAS tidak hanya datang untuk menjalankan tugas formal keagamaan, tetapi juga untuk mendengarkan denyut kehidupan masyarakat pesisir. Dakwah disampaikan dengan cara yang sejuk, merangkul, dan menguatkan.
M. Sofwan, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang mengawal program ini, menjelaskan bahwa pemerataan layanan keagamaan adalah fondasi karakter bangsa.
"Masyarakat di Desa Kepetingan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan bimbingan keagamaan yang berkualitas. Kehadiran kami di sini adalah wujud nyata bahwa Zakat Menguatkan Indonesia bukan hanya jargon. Dengan zakat, kita menguatkan iman mereka, menguatkan persaudaraan, dan memastikan bahwa tidak ada warga Sidoarjo yang merasa sendirian di daerah terpencil," ujar Sofwan dengan penuh semangat.
Kehadiran BAZNAS di Kepetingan juga menjadi sarana untuk melakukan pemetaan sosial. Dengan rutin berkunjung, BAZNAS dapat mengetahui kebutuhan mendesak warga, baik dari segi ekonomi maupun fasilitas umum. Program pengiriman khatib ini diharapkan dapat memperkuat spiritualitas masyarakat sekaligus menjadi pintu masuk bagi bantuan sosial lainnya.
Penulis(ry/bz)
BERITA10/01/2026 | admin
Jejak Kasih di SDN Kramatjegu 2: Jaminan Masa Depan bagi Tunas Bangsa
SIDOARJO – Sinergi antara lembaga filantropi dan institusi pendidikan kembali terjalin manis di SDN Kramatjegu 2, Kecamatan Taman. Pada Kamis, 8 Januari 2026, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melaksanakan distribusi bantuan biaya pendidikan kepada 10 siswa yang membutuhkan. Total dana sebesar Rp3.500.000 disalurkan dengan penuh rasa kekeluargaan, di mana setiap siswa menerima Rp350.000 guna menunjang kebutuhan belajar mereka.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan wujud nyata dari pengelolaan dana umat yang transparan dan tepat sasaran. Lokasi sekolah menjadi saksi bagaimana nilai-nilai kepedulian sosial diajarkan secara langsung kepada para siswa. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis, disaksikan oleh para guru yang selama ini melihat langsung perjuangan siswa-siswi mereka di sekolah.
Dalam proses asesmen yang dilakukan, tim BAZNAS memastikan bahwa penerima manfaat adalah mereka yang benar-benar membutuhkan dukungan agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Kepala SDN Kramatjegu 2 menyambut positif langkah ini, mengingat motivasi siswa seringkali turun ketika kebutuhan sekolah tidak terpenuhi. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan siswa kembali fokus pada buku dan pelajaran, bukan pada beban pikiran orang tua mereka.
Rita Defani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menegaskan bahwa peran BAZNAS melampaui sekadar penyalur dana. Ia menekankan bahwa misi ini adalah bagian dari kampanye besar untuk kemandirian bangsa.
"Kami di BAZNAS ingin menjadi bagian dari solusi peningkatan kualitas SDM di Sidoarjo. Bantuan pendidikan ini adalah cara kita membuktikan bahwa Zakat Menguatkan Indonesia. Saat kita menjamin pendidikan anak-anak kurang mampu, kita sebenarnya sedang memutus rantai kemiskinan dan memperkuat struktur sosial negara kita," tuturnya dengan penuh ketulusan.
Interaksi yang terjadi antara tim BAZNAS, siswa, dan guru menciptakan suasana yang sangat positif. Melalui program ini, BAZNAS berharap bantuan tersebut dapat memotivasi siswa untuk berprestasi lebih tinggi lagi, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan selama ada kepedulian dari sesama melalui zakat.
penulis(Zd/Bz)
BERITA10/01/2026 | admin
Senyum di SDN Trosobo 2: Membasuh Dahaga Pendidikan dengan Kepedulian
SIDOARJO – Pagi itu, Kamis (8/1), suasana di SDN Trosobo 2, Kecamatan Taman, tampak berbeda. Matahari yang mulai meninggi seolah ikut menyinari harapan baru bagi sepuluh siswa-siswi terpilih. Di balik dinding kelas yang sederhana, langkah kaki tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo hadir membawa misi besar: memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang terkumpul benar-benar menjadi energi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan seringkali disebut sebagai "jembatan emas" menuju masa depan. Namun bagi sebagian keluarga, jembatan itu terkadang sulit dilintasi karena beban biaya yang menghimpit. Menyadari hal tersebut, BAZNAS Sidoarjo kembali turun ke lapangan guna menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Kehadiran tim yang terdiri dari Herex, Rita, dan rekan-rekan mahasiswa penelitian dari Umsida ini membawa pesan kuat bahwa pendidikan tidak boleh terhenti oleh keterbatasan ekonomi.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara langsung, menyentuh sisi emosional siapa saja yang menyaksikannya. Ada rasa haru yang menggelayut saat satu per satu nama siswa dipanggil. Mereka bukan sekadar angka dalam data kemiskinan, melainkan anak-anak dengan cita-cita besar yang kebetulan lahir dalam kondisi ekonomi sulit. Bantuan uang tunai yang diberikan memang terlihat sederhana bagi sebagian orang, namun bagi mereka yang sedang berjuang, ini adalah bukti nyata keberpihakan umat.
Rita Defani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menjelaskan bahwa bantuan ini adalah manifestasi dari semangat besar lembaga untuk menjaga ketahanan nasional melalui sektor pendidikan.
"Melihat binar mata anak-anak ini, kami semakin yakin bahwa setiap keping zakat yang disalurkan adalah investasi masa depan. Semangat kami adalah Zakat Menguatkan Indonesia. Dengan membantu pendidikan mereka hari ini, kita sedang memperkuat fondasi bangsa untuk masa depan yang lebih baik," ungkap Rita dengan nada empati yang dalam.
Pihak sekolah dan guru-guru mengakui bahwa beban wali murid sangat terbantu dengan adanya intervensi dari BAZNAS. Melalui program ini, BAZNAS ingin menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen sosial yang ampuh untuk mengangkat martabat manusia.
penulis(Ry/Bz)
BERITA10/01/2026 | admin

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
