Berita Terbaru
Misi Kemanusiaan Amanah Masyarakat Sidoarjo: Membangun Kembali Harapan di Tanah Aceh
SIDOARJO – Sebuah ikhtiar kemanusiaan besar kembali digulirkan dari jantung Kabupaten Sidoarjo. Melalui program bertajuk "Amanah Masyarakat Sidoarjo", BAZNAS Kabupaten Sidoarjo resmi mengutus tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Sidoarjo untuk menempuh perjalanan ribuan kilometer menuju Aceh. Misi ini bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan upaya memulihkan martabat dan kemandirian warga yang kehilangan segalanya akibat amukan banjir bandang.
Bertempat di Rumah Dinas Bupati Sidoarjo pada Rabu (4/2/2026), suasana khidmat menyelimuti pertemuan antara jajaran pimpinan BAZNAS Sidoarjo dengan Bupati Sidoarjo, Subandi, SH. M.Kn. Dalam koordinasi tersebut, tim memaparkan rencana strategis pemanfaatan dana sebesar 700 juta lebih yang merupakan donasi murni dari masyarakat Sidoarjo.
Menghidupkan Kembali "Desa yang Hilang"
Fokus utama misi ini adalah pemulihan fisik jangka panjang dan ketahanan pangan menjelang bulan suci. Tim pelaksana yang digawangi oleh Ahmad Hamdani dan Mahendrotristiono akan mengawal pembangunan tiga pusat kehidupan: Musholla Pajak di Aceh Tamiang, Musholla Desa Gunci, serta Masjid At Taqarub di Aceh Utara yang sempat raib terseret arus.
Agar bantuan ini berdaya guna dalam jangka panjang, seluruh bangunan akan dilengkapi dengan spesifikasi material tahan cuaca serta sumber energi mandiri berupa panel surya dan sumur bor. Ini adalah bentuk nyata dari kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia", di mana setiap rupiah zakat dikonversi menjadi infrastruktur yang memerdekakan warga dari keterbatasan pascabencana.
Bupati Sidoarjo, Subandi, memberikan pesan mendalam bagi tim yang akan bertolak pada Kamis, 5 Februari 2026 tersebut. Beliau menekankan pentingnya keselamatan dan integritas dalam menjaga amanah warga Sidoarjo.
"Saya berpesan kepada tim untuk tetap berhati-hati dalam menjalankan misi kemanusiaan ini. Medan yang dihadapi tentu tidak mudah, namun niat tulus kita untuk membantu sesama harus dibarengi dengan kewaspadaan dan koordinasi yang baik di lapangan," ujar Subandi.
Ramadhan Tangguh: Berdaya di Atas Kaki Sendiri
Menyongsong bulan suci, BAZNAS Sidoarjo juga menggagas program Dapur Umum Ramadhan Swadaya di tiga titik dengan total anggaran Rp300 juta. Berbeda dengan dapur umum konvensional, program ini mengedepankan konsep pemberdayaan lokal.
Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), menegaskan bahwa semangat "Ramadhan Tangguh" adalah pilar utama dalam aksi ini.
"Kita tidak ingin hanya memberi ikan, tapi juga kailnya. Melalui dapur umum swadaya, warga lokal sendiri yang mengelola dan melayani jamaah. Kita ingin mereka kembali beribadah dengan tenang di masjid yang baru, merasakan kembali hangatnya kebersamaan Ramadhan meski di tengah keterbatasan," ungkap Gus Jazuk.
Target Operasional Penuh
Sebagaimana dilaporkan oleh team advance di lokasi lapangan ,titik lokasi dan Pasca peletakan batu pertama pada 5 Februari, tim akan bekerja maraton dengan target operasional penuh pada 1 Ramadhan mendatang. Misi ini menjadi bukti otentik bahwa solidaritas masyarakat Sidoarjo menembus batas geografis, merajut kembali harapan di tanah Serambi Mekkah yang sempat terkoyak bencana.
BERITA04/02/2026 | sudrab
Menjemput Takdir Teduh di Segodobancang: Kisah Pak Andik dan Rumah Harapan BAZNAS
Di sebuah sudut Desa Segodobancang, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, waktu seolah berjalan lebih lambat bagi Pak Andik Dwi Purnomo. Bagi pria yang hidup sebatangkara ini, setiap hari adalah perjuangan antara keterbatasan fisik sebagai penyandang disabilitas dan keinginan kuat untuk tetap berdikari. Setiap Kamis dan Jumat, saat peziarah mulai ramai mendatangi makam, Pak Andik telah bersiap dengan bakul bunganya. Menjual kembang untuk kebutuhan ziarah adalah satu-satunya tumpuan hidupnya demi menyambung napas dari hari ke hari.
Namun, selama bertahun-tahun, ada beban yang lebih berat dari sekadar mencari sesuap nasi: kondisi rumahnya. Hunian yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi Pak Andik, justru menjadi sumber kecemasan. Atap yang lapuk dan dinding yang retak membuat tidurnya tak pernah nyenyak, terutama saat musim penghujan tiba. Air yang merembes dari langit-langit seringkali memaksanya untuk berpindah-pindah mencari sudut lantai yang kering. Bagi seorang penyandang disabilitas yang hidup sendiri, memperbaiki rumah bukan sekadar persoalan biaya, tapi sebuah kemewahan yang mustahil digapai tanpa uluran tangan.
Titik Balik di Bulan Desember
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Sidoarjo hadir membawa secercah harapan. Melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), rumah Pak Andik ditetapkan sebagai sasaran renovasi pada periode pengerjaan Desember 2025. Proses transformasi pun dimulai. Bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan, pengerjaan ini adalah upaya mengembalikan martabat dan keamanan hidup bagi warga yang rentan.
Selasa, 3 Februari 2026, tepat pukul 13:37 WIB, suasana haru menyelimuti kediaman Pak Andik. Tim pelaksana dari BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin oleh Achmad Richi bersama tim teknis, hadir untuk melakukan monitoring akhir. Kunjungan ini bukan sekadar urusan administratif penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST), melainkan sebuah momen penyaksian atas perubahan hidup yang nyata.
Wajah Baru, Semangat Baru
Perbedaan antara "Sebelum" dan "Sesudah" terlihat begitu kontras. Rumah yang dulunya kusam dan rapuh kini telah berganti rupa. Dinding rumah Pak Andik sekarang berdiri kokoh dengan balutan cat hijau cerah, warna yang melambangkan kesegaran dan kehidupan baru. Tidak ada lagi bocor yang menghantui saat hujan deras. Atap yang kini rapat dan kokoh menjamin Pak Andik bisa beristirahat dengan tenang setelah seharian bekerja di area pemakaman.
Monitoring akhir ini membuktikan bahwa program RLHB tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi jangka panjang bagi kesejahteraan penerima manfaat. Dengan rumah yang layak, Pak Andik kini bisa lebih fokus menjalani aktivitas ekonominya dan menjaga kesehatannya tanpa perlu khawatir akan ancaman rumah roboh atau banjir di dalam ruangan.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS Sidoarjo telah bertransformasi menjadi perlindungan fisik bagi kaum dhuafa. Kisah Pak Andik adalah pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap keping uang yang kita zakatkan, ada doa-doa yang terkabul, ada air mata syukur yang mengalir, dan ada kehidupan yang terselamatkan. Kini, di bawah atap yang teduh, Pak Andik tidak lagi merasa sendiri dalam perjuangannya.
BERITA04/02/2026 | sudrab
Menenun Harapan di Atas Lantai Tanah: Ikhtiar BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Ramadhan Tangguh Melalui Program RLHB
SIDOARJO – Selasa siang (3/2/2026), jarum jam menunjukkan pukul 11:44 WIB saat debu jalanan Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik, menyambut kedatangan tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Di sebuah sudut desa yang tenang, berdiri sebuah bangunan yang lebih tepat disebut peneduh darurat. Di sinilah, di balik dinding kayu yang mulai lapuk, tersimpan kisah ketegaran seorang kuli bangunan bernama Ripin (63).
Pak Ripin adalah potret nyata dari cinta yang melampaui keterbatasan. Rumah induknya yang mungil telah ia relakan untuk ditempati oleh putrinya yang berstatus janda bersama tiga orang cucunya. Demi memastikan darah dagingnya memiliki atap yang lebih kokoh, Pak Ripin dan istrinya memilih menepi ke bagian belakang rumah—area yang sejatinya adalah dapur.
Kondisinya memprihatinkan. Langit-langitnya begitu rendah, memaksa siapa pun yang masuk untuk menunduk, seolah mencerminkan beban hidup yang dipikul penghuninya. Dindingnya hanya susunan kayu seadanya dengan celah yang membiarkan angin malam menusuk tulang, sementara kakinya setiap hari harus bersentuhan langsung dengan lantai tanah yang lembap.
Zakat Menguatkan Indonesia dari Akar Rumput
Perjalanan assesment ini merupakan bagian dari manifestasi semangat "Zakat Menguatkan Indonesia". BAZNAS meyakini bahwa kedaulatan bangsa dimulai dari ketangguhan keluarga-keluarga di desa melalui hunian yang manusiawi. Achmad Richi, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang turun langsung melakukan kunjungan lapangan, tampak tertegun saat melihat kondisi dapur yang kini menjadi ruang utama kehidupan Pak Ripin.
"Tugas kami bukan sekadar menghitung kerusakan fisik, tapi merasakan denyut kesulitan mustahik. Melalui semangat Zakat Menguatkan Indonesia, kami hadir membawa program RLHB (Rumah Layak Huni BAZNAS). Kami bertekad melakukan percepatan pembangunan ini agar pada momentum Hari Raya nanti, Pak Ripin sudah bisa menempati rumah barunya dengan layak, nyaman, dan khidmat," ujar Achmad Richi tegas.
Menuju Ramadhan Tangguh
Memasuki bulan suci yang kian dekat, BAZNAS Sidoarjo mengusung misi "Ramadhan Tangguh". Program RLHB ini diharapkan menjadi kado indah yang menguatkan spiritualitas dan fisik para mustahik dalam menjalankan ibadah, tanpa perlu khawatir lagi akan bocornya atap atau dinginnya lantai tanah.
Bagi Pak Ripin, kehadiran tim survei yang didampingi oleh pihak Kecamatan Tarik, Kepala Desa, dan tim ahli teknis ini adalah jawaban dari doa-doa yang ia panjatkan di sela lelahnya bekerja sebagai kuli bangunan. Pekerjaannya yang tidak menentu membuat renovasi mandiri hanyalah mimpi di siang bolong.
"Sampun dangu sanget kulo kepingin niki diperbaiki. Kulo namung kuli, asile mboten tentu. Matur nuwun BAZNAS atas program RLHB niki. Kulo kepingin sanget saged Lebaran teng griya ingkang pantes, mboten teng dapur malih (Sudah lama sekali saya ingin ini diperbaiki. Terima kasih BAZNAS atas program RLHB ini. Saya ingin sekali bisa Lebaran di rumah yang pantas, tidak di dapur lagi)," ungkap Pak Ripin dengan mata berkaca-kaca.
Sinergi Menjaga Martabat
Pemerintah desa setempat pun menyambut baik langkah cepat ini. Kepala Desa Gampingrowo yang turut mendampingi proses assessment menegaskan betapa krusialnya kolaborasi filantrophi ini dalam mengubah wajah desa.
"Pak Ripin adalah warga kami yang sangat sabar. Kami berterima kasih kepada para muzakki melalui BAZNAS Sidoarjo. Kehadiran program RLHB ini benar-benar mewujudkan Ramadhan Tangguh bagi warga kami. Kami sangat mendukung target tim agar sebelum Hari Raya rumah ini sudah selesai, sehingga Pak Ripin bisa merayakan kemenangan di rumah yang baru," tuturnya.
Survei ini bukan sekadar tentang semen dan batu bata, melainkan tentang merestorasi martabat manusia. Di atas lantai tanah Gampingrowo hari ini, sebuah harapan baru mulai ditenun: sebuah Hari Raya di bawah atap RLHB yang kokoh, di atas lantai yang bersih, dan di dalam hati yang kembali teguh.
BERITA03/02/2026 | sudrab
Di Balik Puing Bakungtemenggungan: Merajut Kembali Atap yang Runtuh Melalui Gotong Royong
SIDOARJO – Langit Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, mendadak berubah kelam pada Minggu sore (1/2). Bukan sekadar gerimis yang turun, namun sebuah beban sejarah dan usia bangunan yang akhirnya menyerah pada gravitasi. Di tengah rintik hujan dan hembusan angin, rumah milik Priya Imam Suganda (44) ambruk. Kayu-kayu penyangga yang telah lapuk dimakan usia tak lagi mampu menopang asa keluarga kecil ini.
Kini, yang tersisa hanyalah puing-puing genting yang berserakan di lantai tanah. Bapak Priya, seorang pekerja serabutan, hanya bisa terpaku melihat tempat berteduh istri dan anaknya kini terbuka langsung menatap langit. Namun, di tengah reruntuhan itu, secercah harapan datang melalui kolaborasi kemanusiaan yang cepat dan tanggap.
Ketukan Empati di Tengah Reruntuhan
Selasa pagi (3/2), sekitar pukul 10.25 WIB, langkah-langkah kaki petugas melintasi tumpukan bata dan kayu yang patah. Tim gabungan yang dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, Drs. H. Ilhamuddin, bersama staf pelaksana M. Naim dan Achmad Richi, tiba di lokasi untuk melakukan asesmen mendalam. Tidak sendirian, mereka bersinergi dengan Wahyu dan tim BPBD Kabupaten Sidoarjo, serta dikawal ketat oleh pengabdian Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa setempat.
Kondisi lapangan menunjukkan betapa gentingnya situasi tersebut. Seluruh atap rumah utama telah jatuh, menyisakan dinding-dinding yang tampak rapuh. Beruntung, pihak desa bergerak cepat dengan menyewakan tempat kos sementara agar keluarga Priya tidak terlantar di bawah ancaman cuaca yang tidak menentu.
Sinergi Tanpa Batas: Kolaborasi BAZNAS dan BPBD
Dalam tinjauan lapangan tersebut, sebuah kesepakatan mulia lahir. Menyadari bahwa beban ini terlalu berat jika dipikul sendirian, BAZNAS dan BPBD memutuskan untuk menyatukan kekuatan guna membangun kembali rumah Bapak Priya secepat mungkin.
"Kami tidak ingin membiarkan keluarga Bapak Priya terlalu lama berada di pengungsian atau tempat kos. Sinergi ini adalah bentuk kehadiran negara dan umat. BPBD akan menyiapkan kerangka atap baja ringan (Kanal C) dan spandek, sementara BAZNAS akan melengkapinya dengan kebutuhan material lain beserta ongkos tukangnya," ujar Drs. H. Ilhamuddin di sela-sela peninjauan.
Pernyataan senada juga ditegaskan oleh pihak BPBD yang menekankan pentingnya material yang lebih tahan lama untuk menghadapi cuaca ekstrem ke depan.
"Fokus kami adalah keamanan struktur. Dengan mengganti kayu yang lapuk menggunakan kanal C dari BPBD, kami ingin memastikan rumah ini lebih kokoh. Kolaborasi dengan BAZNAS membuat pengerjaan ini bisa dilakukan jauh lebih cepat daripada prosedur reguler," jelas Wahyu, perwakilan dari BPBD Sidoarjo.
Merajut Asa, Menjemput Pulang
Bagi Bapak Priya, kehadiran para petugas di halaman rumahnya yang rusak bukan sekadar kunjungan formal. Ini adalah janji bahwa ia dan keluarganya akan segera "pulang". Rencana tindak lanjut telah diputuskan: pengerjaan akan dimulai dalam waktu sedekat mungkin.
Jurnalisme filantropi hari ini mencatat sebuah narasi penting di Balongbendo; bahwa saat sebuah rumah roboh karena kerapuhan, fondasi gotong royong antarlembaga justru semakin menguat. BAZNAS Sidoarjo kembali membuktikan bahwa dana zakat dan infak masyarakat mampu menjadi solusi konkret di saat-saat paling gelap bagi warga yang membutuhkan.
Matahari siang itu mulai meninggi di Bakungtemenggungan, menyinari tumpukan puing yang segera akan dibersihkan, berganti dengan kerangka baja baru yang membawa mimpi baru bagi keluarga Bapak Priya.
BERITA03/02/2026 | sudrab
Membuka Belenggu Masa Depan: BAZNAS Sidoarjo Hadir Tuntaskan Persoalan Ijazah di Tulangan
SIDOARJO – Pendidikan adalah paspor menuju masa depan, namun terkadang perjalanannya terhambat oleh jeratan ekonomi yang tak terduga. Menanggapi realita tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan gerak cepat dalam program kemanusiaan dan pendidikan. Pada Selasa (3/2), tim pelaksana BAZNAS terjun langsung ke Desa Telasih, Kecamatan Tulangan, untuk mengurai benang kusut yang menghalangi seorang siswi dalam meraih lembar pembuktian kelulusannya.
Titik Terang di Tengah Keterbatasan
Bertempat di lingkungan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ulum, suasana haru sekaligus penuh harapan menyelimuti pertemuan siang itu. Pukul 11.00 WIB, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Sofwan, didampingi oleh Syukron, tiba di lokasi untuk menindaklanjuti laporan terkait adanya tunggakan biaya pendidikan yang dialami oleh salah satu siswi berprestasi di sekolah tersebut.
Penerima manfaat, seorang siswi yang kini tengah berupaya melanjutkan jenjang pendidikannya, terpaksa harus menelan pil pahit lantaran ijazah aslinya masih tertahan di sekolah. Hal ini disebabkan oleh akumulasi tunggakan biaya administrasi yang belum mampu dilunasi oleh pihak keluarga akibat kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil.
Empati yang Mewujud Aksi
Dalam kacamata filantropi, ijazah bukan sekadar selembar kertas, melainkan martabat dan hak dasar setiap anak bangsa untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. BAZNAS Sidoarjo menyadari bahwa penundaan penyerahan ijazah karena faktor ekonomi dapat memutus mata rantai cita-cita seorang anak.
"Kami hadir bukan hanya untuk menyerahkan bantuan secara administratif, tetapi untuk memberikan pesan bahwa mereka tidak sendirian. Zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat Sidoarjo adalah instrumen nyata untuk memerdekakan pendidikan anak-anak kita," ujar M. Sofwan di sela-sela kegiatannya.
Berdasarkan hasil asesmen mendalam yang dilakukan di lapangan, keluarga siswi tersebut memang tengah berada dalam posisi sulit secara finansial. Menanggapi temuan tersebut, BAZNAS Sidoarjo segera menyalurkan pendistribusian bantuan tebus ijazah guna meringankan beban tunggakan sekolah. Langkah ini merupakan bentuk intervensi konkret agar sang siswi dapat segera memegang dokumen kelulusannya dan melanjutkan sekolah tanpa beban psikologis maupun administrasi.
Komitmen Berkelanjutan
Aksi di Desa Telasih ini hanyalah satu dari sekian banyak potret kebermanfaatan dana umat yang dikelola secara amanah oleh BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Dengan menyamarkan identitas penerima manfaat untuk menjaga muruah dan privasi keluarga, BAZNAS menegaskan bahwa fokus utama gerakan ini adalah pada solusi jangka panjang.
Melalui program-program seperti ini, Sidoarjo terus bertransformasi menjadi kabupaten yang inklusif, di mana setiap warganya saling menopang melalui semangat gotong royong dan kedermawanan yang terorganisir.
BERITA03/02/2026 | sudrab
Zakat Menguatkan Indonesia: Pilar Ketangguhan Bangsa di Ramadan 2026
Sidoarjo – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI secara resmi meluncurkan kampanye bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia”. Tagline ini diangkat bukan sekadar sebagai slogan musiman, melainkan sebagai manifestasi zakat sebagai instrumen strategis dalam memperkokoh ketahanan sosial dan ekonomi nasional.
Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta (2/2), Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa zakat adalah energi besar yang mampu menjawab tantangan kemiskinan, ketertinggalan, hingga mitigasi bencana yang saat ini tengah membayangi beberapa wilayah di tanah air.
Zakat sebagai Jaring Pengaman Nasional
Kiai Noor menyoroti peran krusial dana syariah dalam penanganan darurat di wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Menurutnya, zakat hadir sebagai "jaring pengaman sosial" yang mempercepat pemulihan masyarakat untuk bangkit kembali.
“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional. Kita menyelaraskan kewajiban agama menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa,” ujar Kiai Noor di hadapan jajaran pimpinan BAZNAS RI dan awak media.
Fokus Strategis 2026: Respons Kebencanaan dan Pemberdayaan
Memasuki tahun 2026, BAZNAS memfokuskan arah kebijakannya pada penguatan respons kebencanaan yang komprehensif, mulai dari tanggap darurat hingga rekonstruksi. Beberapa program unggulan yang disiapkan meliputi:
Kembali ke Sekolah & Kembali ke Masjid: Pemulihan fasilitas publik dan pendidikan.
Kembali ke Kerja & Kembali ke Rumah: Pendampingan ekonomi dan hunian pascabencana.
Selain aspek kebencanaan, BAZNAS tetap konsisten memperkuat pilar pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi mustahik di akar rumput demi terciptanya kemandirian bangsa.
Ramadan sebagai Mesin Kesejahteraan
Momentum Ramadan 2026 diprediksi akan menjadi puncak kedermawanan masyarakat. BAZNAS mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyatukan barisan, mengubah donasi menjadi aksi nyata yang memberdayakan.
Dengan kehadiran lengkap jajaran pimpinan BAZNAS RI dalam peluncuran ini, lembaga ini berkomitmen memastikan tata kelola zakat yang transparan dan akuntabel, sehingga setiap rupiah yang disalurkan benar-benar menjadi fondasi kokoh bagi Indonesia yang lebih sejahtera.
BERITA03/02/2026 | admin
Sambung Langkah Lansia, BAZNAS Sidoarjo dan Pemdes Grogol Salurkan Kursi Roda serta Kruk
SIDOARJO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menunjukkan komitmen nyata dalam misi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan alat kesehatan (alkes) bagi warga lanjut usia di wilayah Kecamatan Tulangan. Aksi filantropi yang menyasar Desa Grogol ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini mengalami keterbatasan mobilitas akibat faktor usia dan kesehatan.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung ke rumah-rumah warga (door-to-door) untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Lokasi pertama bertempat di Perum Harmoni Kota, Desa Grogol, kediaman Ibu Semi. Di usianya yang telah menyentuh 86 tahun, Ibu Semi harus berjuang melawan kelumpuhan kaki yang membuatnya tak lagi mampu menopang tubuh sendiri. Guna menunjang aktivitasnya, tim menyerahkan satu unit kursi roda.
Prosesi penyerahan ini dihadiri oleh tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Abdul Ghani dan Dani Prabowo, serta didampingi langsung oleh Sekretaris Desa (Carik) Grogol, Feni Anggraini. Sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah desa ini diharapkan mampu mempercepat penanganan masalah sosial di akar rumput.
Sekretaris Desa Grogol, Feni Anggraini, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas respon cepat BAZNAS terhadap kondisi warganya. Menurutnya, pendataan warga rentan merupakan prioritas desa agar bantuan dari berbagai pihak dapat tersalurkan dengan efektif.
"Kami dari pihak Pemerintah Desa Grogol sangat berterima kasih atas bantuan kursi roda dan kruk ini. Bagi warga kami yang sudah lansia seperti Bu Semi dan Bu Mudai’ah, bantuan ini adalah bentuk kemerdekaan fisik. Mereka kini tidak lagi hanya terbaring, tapi bisa kembali melihat suasana luar rumah. Kami akan terus berkoordinasi dengan BAZNAS agar warga yang membutuhkan bisa segera tertangani," ujar Feni Anggraini di sela-sela penyerahan bantuan.
Setelah mengunjungi kediaman Ibu Semi, tim bergerak menuju Dusun Grogol untuk menemui Ibu Mudai’ah. Tim memberikan bantuan berupa alat kesehatan kruk untuk membantu beliau menyangga tubuh saat berjalan. Kedua penerima manfaat tersebut tampak terharu saat menerima bantuan yang sangat krusial bagi keseharian mereka.
Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Dani Prabowo, menegaskan bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS dikembalikan untuk kemaslahatan umat, salah satunya melalui program Sidoarjo Sehat.
"Kondisi Bu Semi yang kakinya sudah lumpuh di usia 86 tahun memang memerlukan bantuan kursi roda segera. Begitu pula dengan Bu Mudai’ah yang membutuhkan kruk. Kami bertugas sebagai jembatan kebaikan dari para muzakki. Harapannya, alat kesehatan ini tidak hanya meringankan beban fisik mereka, tapi juga memberikan semangat baru bagi pihak keluarga yang merawat," ungkap Dani Prabowo.
Aksi distribusi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS Sidoarjo untuk memastikan tidak ada warga lansia yang terabaikan. Melalui kolaborasi aktif dengan perangkat desa seperti Ibu Carik Feni Anggraini, diharapkan layanan sosial dan kesehatan bagi kelompok rentan di Kabupaten Sidoarjo dapat menjangkau seluruh pelosok dusun.
Dengan adanya bantuan ini, kedua lansia tersebut kini memiliki alat penopang yang lebih layak, memberikan mereka martabat dan kemandirian di masa tua.
BERITA02/02/2026 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo: Menyambung Asa di Tepian Saluran Irigasi
SIDOARJO – Di bawah naungan atap yang kian rapuh di kawasan Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, seorang lansia bernama Ibu Sainem (66) terus berjuang melawan sunyi dan keterbatasan. Di usianya yang sudah senja, ia harus bertahan hidup sebatang kara di sebuah gubuk yang berdiri di atas tanah irigasi. Kesehariannya dihabiskan dengan memetik kembang turi, sebuah ikhtiar sederhana demi menyambung nyawa dari hari ke hari.
Merespons kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat melakukan aksi kemanusiaan. Pada Senin (2/2), tim BAZNAS bersama Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Kasipah, meninjau langsung kediaman Ibu Sainem untuk menyalurkan bantuan biaya hidup sekaligus memberikan dukungan moral bagi warga yang tinggal di wilayah terpencil tersebut.
Penyaluran bantuan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan wujud nyata dari kehadiran negara dan lembaga filantropi bagi masyarakat rentan. Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi hunian Ibu Sainem sangat memprihatinkan dengan struktur bangunan yang tak lagi kokoh, mencerminkan beratnya beban hidup yang ia pikul sendiri tanpa sanak saudara.
Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Kasipah, yang hadir di lokasi, mengungkapkan rasa empati yang mendalam saat berdialog langsung dengan Ibu Sainem. Menurutnya, sinergi antara legislatif dan lembaga zakat sangat krusial untuk menjangkau warga yang berada di garis kemiskinan ekstrem.
"Melihat kondisi Ibu Sainem yang hidup dalam keterbatasan di tepian saluran irigasi ini, hati kita tentu tergetar. Beliau adalah potret warga yang harus menjadi prioritas perhatian kita. Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa beliau tidak berjuang sendirian dan hak-hak dasarnya sebagai lansia dapat sedikit terbantu melalui sinergi kemanusiaan ini," ungkap Kasipah dengan nada penuh haru.
Langkah ini merupakan bagian dari program distribusi berkelanjutan yang dikelola oleh BAZNAS Sidoarjo. Lembaga ini terus berkomitmen untuk mentransformasikan dana zakat, infak, dan sedekah menjadi solusi nyata bagi permasalahan sosial di akar rumput.
M. Shofwan, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal dari proses pendampingan terhadap Ibu Sainem. Pihaknya melakukan asesmen menyeluruh untuk menentukan langkah terbaik bagi keberlangsungan hidup sang lansia ke depan.
"Tugas kami adalah memastikan amanah masyarakat sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti Ibu Sainem. Beliau tidak lagi memiliki kekuatan fisik yang prima untuk bekerja keras, sehingga bantuan biaya hidup ini diharapkan dapat meringankan beban harian beliau. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi beliau bersama perangkat desa setempat," jelas M. Shofwan.
Kegiatan distribusi ini turut dihadiri oleh perangkat desa, serta ketua RT dan RW setempat yang membantu proses validasi data di lapangan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian kolektif menjadi kunci utama dalam merajut kembali harapan bagi warga yang selama ini luput dari perhatian.
Melalui bantuan ini, Ibu Sainem kini tidak lagi memandang hari esok dengan rasa cemas yang sama. Secercah harapan kini hadir di tepian saluran irigasi Tambak Kalisogo, membuktikan bahwa hangatnya kedermawanan masyarakat Sidoarjo masih mengalir kuat bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA02/02/2026 | sudrab
Dari Hafalan Yasin hingga Kaus Simbol Perjuangan
SIDOARJO – Ada banyak cara untuk merayakan kemanusiaan, dan BAZNAS Sidoarjo memilih cara yang menyentuh hati dalam gelaran CFD di Alun-Alun Sidoarjo, Minggu (1/2). Di balik angka-angka statistik layanan kesehatan, terselip kisah-kisah humanis yang mewarnai setiap sudut booth putih berukuran $3 imes 5$ meter tersebut. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika spiritualitas bertemu dengan apresiasi di tengah keramaian publik.
Seorang ibu bernama Maria Magdalena, pengunjung CFD dengan pakaian kuning mencolok, tiba-tiba menarik perhatian petugas. Dengan penuh ketenangan, ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dari Surat Yasin ayat 1-6. Suaranya yang merdu dan hafalannya yang lancar seolah memberikan jeda sejenak dari hiruk pikuk suara musik senam di sekitarnya. Mas Salman, salah satu petugas BAZNAS, menyambut aksi ini dengan rasa kagum. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan religiusitas Ibu Maria, BAZNAS memberikan sebuah kaus hitam eksklusif bertuliskan "Zakat Menguatkan Indonesia".
Kejadian unik ini menjadi simbol bagaimana BAZNAS membangun hubungan personal dengan masyarakat. "Ini bukan sekadar hadiah kaus, tapi simbol bahwa kami menghargai setiap napas kebaikan yang ada di masyarakat," ungkap salah satu petugas. Ibu Maria pun tampak bangga membentangkan kausnya di hadapan kamera, sebuah gestur sederhana yang menunjukkan kedekatan lembaga filantropi ini dengan warga kecil.
Kegembiraan di booth BAZNAS semakin lengkap saat Staf Ahli Bupati Sidoarjo Bidang Kesra, Bapak M. Khudhori, mampir untuk meninjau kegiatan. Beliau yang juga mantan Kabag Kesra ini memberikan pujian tulus atas inovasi layanan jemput bola ini. "Luar biasa, patut diberikan apresiasi partisipasi BAZNAS pada acara CFD ini, memberikan manfaat langsung melayani masyarakat ini," ungkapnya. Dukungan dari tokoh pemerintah ini memberikan energi tambahan bagi tim BAZNAS untuk terus bergerak melayani umat.
Serba-serbi kegiatan ini ditutup dengan aksi sigap petugas yang mulai membongkar tenda tepat pukul 09.00 WIB. Meski acara telah berakhir, jejak kebaikan telah tertinggal di hati 106 penerima manfaat kesehatan dan warga seperti Ibu Maria. CFD hari itu bukan hanya soal olahraga fisik, tetapi juga tentang olahraga hati—melatih empati dan memperkuat ikatan sosial. Melalui interaksi yang hangat dan penuh senyum, BAZNAS Sidoarjo sukses membuktikan bahwa dengan zakat, Indonesia memang menjadi lebih kuat, lebih sehat, dan lebih bermartabat.
BERITA02/02/2026 | sudrab
Kolaborasi Layanan Kesehatan Bareng RSB: Membasuh Luka, Menebar Senyum di CFD
SIDOARJO – Filantropi yang paling murni seringkali mewujud dalam bentuk pengabdian tanpa pamrih. Hal inilah yang tersaji di booth BAZNAS Sidoarjo saat gelaran CFD, Minggu (1/2). Menggandeng Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Sidoarjo, lembaga amil zakat ini menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung. Layanan ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat yang dikelola secara profesional mampu menjelma menjadi jaring pengaman sosial di bidang kesehatan.
Sebanyak lima orang tenaga medis profesional dari RSB Sidoarjo diterjunkan ke lokasi. Dengan peralatan medis yang lengkap, mereka melayani pengecekan tensi darah, pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, hingga konsultasi kesehatan umum. Perwakilan Rumah Sehat BAZNAS Sidoarjo, Ilmiyah Faidah, melaporkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan melampaui ekspektasi awal. "Hingga usai acara, tercatat ada 106 peserta CFD sebagai penerima manfaat layanan kesehatan gratis kami, yang terdiri dari 26 laki-laki dan 80 perempuan," jelasnya.
Dominasi kaum perempuan dalam daftar penerima manfaat menunjukkan betapa pentingnya akses kesehatan yang mudah dan gratis bagi para ibu dan lansia. Di tengah kenaikan biaya hidup, layanan kesehatan di tengah CFD ini terasa seperti oase. Seorang ibu lansia yang baru saja melakukan cek kesehatan tampak tersenyum lega setelah mengetahui tekanan darahnya normal. Baginya, kehadiran RSB di Alun-Alun adalah bentuk perhatian nyata dari para muzaki (pembayar zakat) di Sidoarjo yang disalurkan melalui BAZNAS.
Layanan ini bukan sekadar pemeriksaan fisik, tetapi juga bentuk kampanye kesehatan preventif. Tim medis RSB tidak hanya memberikan hasil cek darah, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat. Ini sejalan dengan visi "Zakat Menguatkan Indonesia", di mana kekuatan bangsa bermula dari ketahanan fisik rakyatnya. Jika masyarakat sehat, maka produktivitas meningkat, dan beban ekonomi akibat sakit dapat diminimalisir.
Filantropi kesehatan yang diusung BAZNAS ini juga menjadi pembeda di antara sekian banyak layanan publik yang hadir di CFD. Di tengah deretan layanan pajak dan administrasi kependudukan, RSB hadir dengan sentuhan kemanusiaan yang hangat. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Sidoarjo menunjukkan bahwa setiap rupiah zakat yang ditunaikan warga Sidoarjo telah bertransformasi menjadi kesembuhan bagi sesama dan kebahagiaan bagi mereka yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan berkualitas.
BERITA02/02/2026 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo di CFD: Mengetuk Pintu Langit di Tengah Hiruk Pikuk Kota
SIDOARJO – Minggu pagi, 1 Februari 2026, kawasan Alun-Alun Sidoarjo dan sepanjang Jalan A. Yani berubah menjadi lautan manusia. Di bawah langit cerah yang memayungi Kota Udang, ribuan warga berkumpul untuk menyambut kembali digelarnya Car Free Day (CFD). Di antara deretan UMKM dan hiruk pikuk komunitas olahraga, berdiri sebuah tenda putih kokoh berukuran $3 imes 5$ meter. Tulisan besar "BAZNAS" di atas tenda itu seolah menjadi mercusuar keteduhan di tengah semangat warga yang sedang berolahraga.
Kehadiran BAZNAS Sidoarjo dalam gelaran CFD kali ini bukan sekadar partisipasi formal. Ini adalah langkah strategis "jemput bola" untuk menyuarakan pesan kemanusiaan. Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, Em Luqman Hakiem, menyampaikan bahwa momen ini merupakan peluang emas untuk mengedukasi publik secara langsung mengenai pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). "CFD menjadi peluang besar untuk melakukan edukasi ke publik tentang Zakat dan Aktivitas BAZNAS Sidoarjo. Ini bagian dari targhib Ramadhan 1447 H," ungkapnya di sela-sela kesibukan melayani warga.
Menurut Luqman, kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia" harus dirasakan kehadirannya di ruang-ruang publik. Zakat bukan lagi soal kewajiban yang ditunaikan di balik meja kantor, melainkan energi yang harus mengalir di tengah dinamika masyarakat. Menjelang Ramadhan yang tinggal menghitung hari, BAZNAS ingin memastikan bahwa masyarakat Sidoarjo memiliki kesadaran spiritual yang selaras dengan gaya hidup sehat mereka. Melalui booth ini, warga bisa berkonsultasi mengenai zakat mal, zakat profesi, hingga program-program pemberdayaan yang telah dijalankan.
Kehadiran BAZNAS di CFD juga mendapatkan restu dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Sekretaris Daerah, Fenny Apridawati, yang membuka acara di depan Monumen Jayandaru, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. BAZNAS mengambil peran tersebut melalui pendekatan filantropi yang inklusif. Dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk bertanya dan memahami zakat, BAZNAS tengah membangun fondasi ekonomi umat yang lebih kuat.
Hingga pukul 09.00 WIB, saat matahari mulai terik dan petugas mulai merapikan tenda, semangat "Zakat Menguatkan Indonesia" telah tertanam di benak banyak pengunjung. Partisipasi ini membuktikan bahwa filantropi Islam mampu beradaptasi dengan tren modern tanpa kehilangan esensi spiritualitasnya. BAZNAS Sidoarjo berhasil mengubah hiruk pikuk CFD menjadi momentum untuk mengetuk pintu langit melalui kepedulian sosial yang nyata.
BERITA02/02/2026 | sudrab
Zakat Menguatkan Asa di Porong: Saat Sembilan Siswa MTs Ma’arif Pamotan Menjemput Mimpi
SIDOARJO – Pagi itu, Jumat (30/1/2026), rona bahagia terpancar di ruang kelas MTs Ma’arif Pamotan, Kecamatan Porong. Di tengah persiapan menyambut milad kota yang ke-167, sebuah aksi nyata kemanusiaan hadir menyapa para pencari ilmu. BAZNAS Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan perannya sebagai jembatan kebaikan melalui pendistribusian bantuan pendidikan bagi sembilan siswa yang membutuhkan.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari kampanye besar "Zakat Menguatkan Indonesia". Di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, BAZNAS hadir memastikan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan biaya. Semangat ini sejalan dengan tema Hari Jadi Sidoarjo ke-167: "Inklusif Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh", di mana ketangguhan sebuah kota diukur dari kepeduliannya terhadap elemen masyarakat yang paling rentan, termasuk anak-anak sekolah.
Kehangatan di Hari Jumat
Abdul Ghoni, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang hadir langsung di lokasi, disambut dengan jabat tangan hangat dari para guru dan tatapan penuh harap dari para siswa. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada sembilan siswa yang selama ini menjadi perhatian sekolah karena semangat belajarnya yang tinggi meski dalam keterbatasan.
"Kami hadir di sini membawa amanah dari para muzakki (pembayar zakat) Sidoarjo. Melalui bantuan ini, kami ingin adik-adik di MTs Ma'arif Pamotan tahu bahwa mereka tidak sendirian dalam berjuang menempuh pendidikan," ujar Abdul Ghoni saat memberikan sambutan singkat yang menyentuh hati.
Gaya jurnalistik filantropi yang diusung BAZNAS kali ini memang menitikberatkan pada aspek pemberdayaan. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus agar para siswa tetap Tangguh dalam menyongsong Ramadhan 1447 H yang akan datang, sehingga mereka dapat beribadah dan belajar dengan tenang tanpa beban tunggakan biaya sekolah.
Mengetuk Pintu Langit melalui Zakat
Bagi BAZNAS Sidoarjo, setiap rupiah yang disalurkan adalah investasi masa depan. Sembilan siswa di Porong ini adalah representasi dari ribuan anak Sidoarjo yang membutuhkan uluran tangan untuk tetap berdiri tegak.
Dalam kutipan resminya, pihak BAZNAS Sidoarjo menekankan pentingnya sinergi masyarakat:
"Zakat bukan sekadar kewajiban agama, tapi merupakan pilar kekuatan bangsa. Melalui bantuan pendidikan ini, BAZNAS Sidoarjo berkomitmen mewujudkan Sidoarjo yang inklusif, di mana setiap anak memiliki hak yang sama untuk cerdas dan sukses. Kami ingin memastikan bahwa menyambut Ramadhan 1447 H nanti, anak-anak kita sudah memiliki fondasi pendidikan yang lebih tangguh melalui dukungan zakat yang dikelola secara profesional." — Humas BAZNAS Sidoarjo.
Sidoarjo yang Lebih Inklusif
Langkah BAZNAS di MTs Ma’arif Pamotan ini menjadi salah satu kado terindah bagi hari jadi kabupaten. Dengan memastikan akses pendidikan yang berkelanjutan, Sidoarjo sedang membangun benteng ketangguhan dari unit terkecil, yaitu keluarga dan sekolah.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan doa singkat. Sembilan siswa tersebut kini pulang membawa secarik amplop dan map BAZNAS, namun yang lebih penting, mereka membawa pulang keyakinan bahwa mimpi mereka untuk terus bersekolah masih sangat mungkin untuk diwujudkan.
Inilah esensi dari Zakat Menguatkan Indonesia: mengubah air mata kekhawatiran menjadi senyum optimisme, dari Sidoarjo untuk Indonesia yang lebih bermartabat.
BERITA31/01/2026 | sudrab
Satu Atap Dua Duka: BAZNAS Sidoarjo Gerak Cepat Survei Rumah Kakak-Beradik yang Nyaris Roboh di Sebani
SIDOARJO – Gurat lelah terpancar jelas di wajah Kusno (53) dan Ngatmani (56). Dua bersaudara kandung ini tinggal berdampingan di Desa Sebani, Kecamatan Tarik, dalam kondisi yang jauh dari kata layak. Menanggapi laporan warga, tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melakukan survei lapangan langsung (Asesmen) guna memastikan bantuan perbaikan hunian segera terealisasi, Kamis (29/01/2026).
Kegiatan survei ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Sidoarjo, H. Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), didampingi oleh Wakil Ketua II M. Mahbub (Gus Mahbub), serta staf pelaksana Minan Abd Haq dan Achmad Richi. Kehadiran pimpinan BAZNAS di tengah terik siang pukul 13.07 WIB tersebut disambut hangat oleh perangkat desa setempat dan keluarga pemohon.
Kondisi yang Memprihatinkan
Saat tim memasuki area rumah, pemandangan memilukan tersaji. Rumah yang dihuni Kusno beserta istri dan kedua anaknya, serta rumah Ngatmani—seorang janda yang tinggal bersama anaknya—tampak sangat rapuh. Dinding rumah mereka masih berbahan gedek (anyaman bambu) yang telah berlubang di sana-sini.
Lebih mengkhawatirkan lagi, kerangka atap yang menyangga genting hanya terbuat dari bambu yang sudah lapuk dimakan usia. Jika musim hujan tiba dengan angin kencang, keselamatan kedua keluarga ini benar-benar terancam. Tidak hanya soal struktur bangunan, fasilitas sanitasi pun sangat terbatas; mereka hanya memiliki satu jamban hasil bantuan desa yang harus digunakan bersama-sama oleh kedua keluarga tersebut.
"Kami melihat sendiri betapa mendesaknya kondisi rumah Pak Kusno dan Ibu Ngatmani. Sebagai buruh cetak paving dan buruh tani, penghasilan mereka tentu hanya cukup untuk makan sehari-hari. Memperbaiki rumah adalah mimpi yang sulit digapai tanpa uluran tangan kita bersama," ujar Gus Jazuk di sela-sela asesmen.
Zakat Menguatkan Indonesia
Program Bedah Rumah atau Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) ini merupakan wujud nyata dari kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia". Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat Sidoarjo, BAZNAS hadir sebagai jembatan kemanusiaan untuk memuliakan kaum dhuafa.
Asesmen ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan langkah awal untuk memberikan hunian yang lebih sehat dan aman. Gus Mahbub menambahkan bahwa rencana tindak lanjut pembangunan akan segera dieksekusi pada bulan Februari mendatang.
"Target kami, sebelum memasuki bulan suci, proses pembangunan sudah berjalan atau bahkan selesai. Kami ingin memberikan kado terbaik agar mereka bisa menyambut Ramadhan Tangguh dengan hati yang tenang di bawah atap yang tidak lagi bocor," tambah Gus Mahbub.
Mengetuk Pintu Langit
Kepedulian BAZNAS Sidoarjo terhadap warga Desa Sebani ini menjadi pengingat bahwa di pelosok kabupaten, masih banyak saudara kita yang berjuang melawan kemiskinan struktural. Kolaborasi antara pemerintah desa dan BAZNAS diharapkan terus diperkuat demi mengentaskan angka kemiskinan di Sidoarjo.
Dengan perbaikan rumah ini, diharapkan Pak Kusno dan Ibu Ngatmani tidak lagi merasa was-was saat hujan turun. Zakat yang Anda tunaikan bukan sekadar kewajiban agama, melainkan pilar kokoh yang mampu membangun kembali harapan-harapan yang hampir pupus.
Mari kuatkan mereka. Mari jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum kemanusiaan yang nyata.
BERITA30/01/2026 | sudrab
HARAPAN BARU DI BALIK DINDING HIJAU MUDA: ZAKAT MENGUATKAN INDONESIA
Sidoarjo, 29 Januari 2026 — Di sudut Kelurahan Krian, Sidoarjo, sebuah rumah berdinding hijau muda kini berdiri tegak di bawah sinar matahari pagi. Tapi di balik warna cerah itu tersimpan kisah luka yang pernah menghantui Ibu Yuliani selama puluhan tahun: dinding retak selebar telapak tangan, atap genteng yang runtuh menampakkan langit-langit bolong, dan lantai semen yang penuh lubang tempat air hujan menggenang setiap malam. "Dulu saya takut tidur saat hujan deras. harus berdesakan di sudut yang tidak bocor, selimut mereka basah kuyup," ujar Ibu Yuliani dengan suara bergetar, matanya berkaca-kaca mengenang masa lalu. Kini, setelah direhab total oleh BAZNAS Kabupaten Sidoarjo periode Desember lalu , rumah itu berubah menjadi ruang penuh kehangatan—tempat cucu-cucunya belajar dengan tenang dan keluarga ini kembali menemukan martabatnya.
Transformasi ini lahir dari komitmen BAZNAS mewujudkan program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB).Ketua BAZNAS Sidoarjo, Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), yang memantau langsung progres rehab pada Kamis (29/1), menegaskan: "Zakat bukan sekadar angka di buku kas. Ini adalah janji suci untuk mengangkat harkat manusia. Setiap dinding yang kami bangun, setiap atap yang kami perbaiki, adalah bukti bahwa Indonesia bisa kuat jika kita saling menguatkan." Dalam 30 hari, tim BAZNAS mengganti genteng keropos dengan Atap baru, menutup dinding berlumut dengan cat hijau muda yang cerah, dan memasang sistem kelistrikan aman—bukan hanya memperbaiki bangunan, tapi mengembalikan kepercayaan diri keluarga Yuliani.
Saat menerima Berita acara serah terima(BAST) di depan rumahnya yang kini bercahaya, Ibu Yuliani tak kuasa menahan air mata. "Terima kasih, Gus Jazuk. Saya tak pernah menyangka zakat bisa mengubah hidup kami begini. Sekarang bisa tidur nyenyak tanpa takut hujan. Ini bukan cuma rumah—ini harapan baru," katanya sambil menyalami staf BAZNAS.
Kisah Ibu Yuliani adalah wajah nyata dari gerakan "Zakat Menguatkan Indonesia" yang diusung BAZNAS. Di tengah persiapan menyambut Ramadhan, program ini menjadi fondasi kampanye "Ramadhan Tangguh"—mengajak masyarakat berzakat tidak hanya sebagai kewajiban, tapi sebagai kekuatan kolektif untuk membangun ketangguhan sosial. "Ramadhan adalah momentum untuk berbagi, tapi dampak zakat harus abadi," tegas Gus Jazuk. "Setiap rupiah zakat yang Anda salurkan hari ini adalah batu bata untuk Indonesia yang lebih adil."
Perbandingan before-after yang diabadikan tim BAZNAS menjadi saksi bisu keajaiban filantropi: dari rumah yang nyaris roboh menjadi hunian layak yang penuh tawa. Di balik setiap transformasi itu, ada doa para mustahik yang terjawab dan keyakinan bahwa zakat adalah jembatan antara kekurangan dan keberkahanRumah Ibu Yuliani adalah obor harapan—bukti bahwa di negeri ini, tak ada manusia yang layak hidup dalam kehancuran. Karena zakat, sesederhana apapun nilainya, mampu mengubah kegelapan menjadi cahaya. Dan di bulan penuh berkah nanti, setiap tetes zakat yang mengalir akan menjadi kekuatan untuk Indonesia yang lebih tangguh.
BAZNAS Kabupaten Sidoarjo: Salurkan zakat Anda. Kuatkan Indonesia. #RamadhanTangguh #ZakatMenguatkanIndonesia
BERITA29/01/2026 | sudrab
HARAPAN BARU KELUARGA: DARI RUMAH SEDERHANA KE RUMAH LAYAK HUNI BERKAT ZAKAT BAZNAS
BAZNAS Sidoarjo Wujudkan "Zakat Menguatkan Indonesia" Jelang Ramadhan Tangguh
SIDOARJO, 29 Januari 2026 — Di balik dinding hijau muda yang rapi di Kelurahan Krian, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, tersimpan kisah transformasi yang mengharukan. Rumah Ibu Syafiah kini menjadi bukti nyata kekuatan zakat yang mengalir dari hati ke hati. Monitoring Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) pada Kamis (29/1) menegaskan komitmen BAZNAS Kabupaten Sidoarjo mewujudkan *“Zakat Menguatkan Indonesia” melalui rehabilitasi fisik sekaligus pemulihan martabat keluarga prasejahtera.
Tim BAZNAS yang dipimpin Ketua Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk) dan Wakil Ketua II M. Mahbub (Gus Mahbub), didampingi staf pelaksana Minan dan Achmad Richi, menyaksikan langsung progres rehabilitasi rumah Ibu Syafiah—penerima manfaat program RLHB periode Desember 2025. Dinding yang dulu retak kini berkilau cat hijau muda, lantai keramik putih bersih terawat, dan dua kamar tidur dengan seprei biru langit menjadi saksi kebangkitan harapan keluarga ini.
"Alhamdulillah, sekarang tidur saya tenang. Anak-anak bisa belajar di ruang yang terang. Terima kasih BAZNAS—zakat ini benar-benar sampai ke hati kami," ujar Ibu Syafiah dengan mata berkaca-kaca, berdiri di depan plang "Penerima Manfaat Bedah Rumah BAZNAS" yang kokoh menempel di dinding rumahnya.
Gus Jazuk menegaskan, program RLHB adalah "ikatan kemanusiaan yang mengalir dari zakat". "Zakat bukan hanya transaksi, tapi komitmen untuk mengangkat martabat sesama. Setiap rupiah yang disalurkan harus menjadi nyata di pelukan keluarga yang berhak. Inilah esensi Ramadhan Tangguh—persiapan kita menyambut bulan suci dengan empati yang berkelanjutan," tegasnya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari Targhib Ramadhan: Ramadhan Tangguh, inisiatif BAZNAS Sidoarjo memperkuat program sosial jelang Ramadhan 2026. Tak hanya memperbaiki rumah, BAZNAS juga membangun fondasi kemandirian melalui pendampingan UMKM dan perlindungan sosial
Di sudut ruang tamu yang kini terang, Ibu Syafiah berbagi kisah haru: "Dulu, hujan berarti kepanikan. Sekarang, anak-anak bisa tidur nyenyak tanpa takut banjir. Ini adalah hadiah terindah dari Allah."
Sebagai penutup kunjungan, Gus Jazuk menyerahkan Berita Acara Serah Terima (BAST) kepada Ibu Syafiah. "Mari jadikan zakat sebagai jembatan menguatkan Indonesia—satu rumah, satu keluarga, satu langkah penuh makna," pungkasnya di hadapan penerima manfaat yang menyaksikan dengan penuh haru.
Kehadiran BAZNAS di Krian bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan penanaman benih kepercayaan: bahwa zakat adalah kekuatan kolektif yang mampu mengubah derita menjadi harapan, dan keterbatasan menjadi kekuatan. Di bulan penuh berkah yang segera tiba, kisah Ibu Syafiah menjadi pengingat bahwa Ramadhan Tangguh lahir dari zakat yang mengalir dengan tepat, cepat, dan penuh cinta.
BERITA29/01/2026 | sudrab
Menutup Misi di Lajuk: Mengukuhkan Martabat Menuju Bulan Penuh Berkah
PORONG, SIDOARJO – Rangkaian maraton distribusi bantuan pendidikan BAZNAS Sidoarjo di Kecamatan Porong berakhir di MI Darul Ulum Lajuk pada pukul 09.30 WIB. Bertempat di Jl. Melati, Desa Lajuk, tim menutup aksi lapangan dengan menyapa sepuluh siswa berprestasi yang berasal dari keluarga prasejahtera. Di titik terakhir ini, pesan Zakat Menguatkan Indonesia semakin kuat terasa sebagai penutup misi kemanusiaan pagi itu.
Petugas pelaksana memastikan bahwa seluruh administrasi dan proses penyaluran berjalan transparan sesuai standar akuntabilitas lembaga. Hasil asesmen di Lajuk mengonfirmasi bahwa para penerima manfaat adalah siswa yang memiliki kegigihan tinggi dalam belajar namun membutuhkan uluran tangan untuk memenuhi kebutuhan operasional pendidikan mereka .
Keberhasilan penyaluran di empat sekolah dalam waktu singkat ini merupakan bukti efisiensi tata kelola amil BAZNAS Sidoarjo. Dengan tuntasnya distribusi di Lajuk, BAZNAS telah menanamkan investasi sosial bagi 40 siswa di Kecamatan Porong sebagai bekal mereka menyongsong bulan suci dengan lebih bermartabat. Ini adalah kado terindah menjelang bulan suci, di mana setiap anak dapat merayakan Ramadhan Tangguh tanpa beban berat di pundak mereka terkait urusan sekolah.
Dalam pernyataan penutupnya, Mahendro Trestiono, S.E.I., menegaskan komitmen lembaga:
"Misi kami di Lajuk hari ini menutup rangkaian penyaluran di Porong dengan pesan penuh harapan. Menjelang Ramadhan, kita harus memastikan tidak ada siswa yang terhambat mimpinya karena alasan biaya. Melalui program Ramadhan Tangguh, BAZNAS berkomitmen untuk terus menjadi pelayan umat yang memastikan zakat benar-benar hadir menguatkan martabat pendidikan bagi anak-anak Sidoarjo.".
BERITA29/01/2026 | sudrab
Sinergi Kedungboto: Membangun Resiliensi Siswa Melalui Filantropi Terukur
PORONG, SIDOARJO – Pada pukul 09.00 WIB, tim BAZNAS Sidoarjo tiba di Desa Kedungboto untuk melanjutkan distribusi di MI Ma’arif Kedungboto. Aksi ini kembali mengukuhkan pesan Zakat Menguatkan Indonesia sebagai pilar utama ketahanan masyarakat desa. Fokus utama di lokasi ketiga ini adalah memberikan penguatan bagi sepuluh siswa terpilih yang memiliki potensi akademik namun terkendala oleh situasi ekonomi keluarga.
Tim pelaksana, yang terdiri dari Mahendro Trestiono dan Dani Prabowo, berkolaborasi erat dengan Dewan Guru dan Kepala Sekolah setempat. Berdasarkan asesmen lapangan, dukungan pendidikan ini sangat krusial agar para siswa tetap dapat melanjutkan sekolah dengan perlengkapan yang memadai. BAZNAS memandang intervensi ini sebagai strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan formal.
Semangat Ramadhan Tangguh yang dibawa ke Kedungboto bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kemandirian. BAZNAS ingin menunjukkan bahwa setiap dukungan yang diberikan merupakan investasi pada masa depan Sidoarjo. Dengan kondisi pendidikan yang stabil, anak-anak di desa ini diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berdaya dan mampu berkontribusi kembali kepada masyarakat di masa depan.
Dalam sela-sela penyerahan, Mahendro Trestiono, S.E.I., menjelaskan tujuan kehadirannya:
"Kolaborasi kami dengan dewan guru di Kedungboto bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang tangguh. Melalui kampanye Zakat Menguatkan Indonesia, kami ingin setiap anak di sini merasa memiliki hak yang sama untuk sukses. Kita sedang menyiapkan mereka agar memasuki bulan Ramadhan dengan penuh syukur dan semangat baru untuk terus belajar di tengah segala keterbatasan.".
BERITA29/01/2026 | sudrab
Menjaga Nyala Prestasi di Kesambi: Zakat sebagai Energi Pendidikan Bangsa
PORONG, SIDOARJO – Estafet kebaikan berlanjut ke titik kedua di MI Sunan Ampel Kesambi pada pukul 08.30 WIB. Dalam bingkai Zakat Menguatkan Indonesia, BAZNAS Sidoarjo memfokuskan intervensinya pada apresiasi bagi siswa-siswi yang tetap menunjukkan prestasi gemilang meski berada di bawah garis kerentanan ekonomi keluarga. Langkah ini berlokasi di Jl. Diponegoro No. 6, Kesambi, Kecamatan Porong.
Verifikasi lapangan menunjukkan bahwa para penerima manfaat adalah siswa yang memiliki dedikasi belajar tinggi namun berasal dari keluarga tidak mampu. Kehadiran BAZNAS di sekolah ini didampingi langsung oleh Kepala Sekolah untuk memastikan akuntabilitas penyaluran. Bantuan ini dipandang sebagai energi baru yang menguatkan resiliensi siswa dalam menghadapi tantangan hidup.
Menjelang bulan suci, BAZNAS mengusung semangat Ramadhan Tangguh untuk menginspirasi mustahik agar tetap produktif dan optimis. Melalui zakat yang dikelola secara profesional, hambatan finansial yang selama ini membayangi prestasi siswa perlahan dihilangkan. Hal ini menciptakan dampak berantai bagi kesejahteraan keluarga, di mana orang tua dapat bernapas lebih lega dan fokus pada persiapan ibadah puasa yang akan datang.
Mahendro Trestiono, S.E.I., Staf Pelaksana BAZNAS, menyampaikan pandangannya mengenai prestasi siswa Kesambi:
"Siswa di MI Sunan Ampel ini membuktikan bahwa prestasi tidak mengenal status sosial. Melalui program Ramadhan Tangguh, kami hadir untuk memastikan prestasi mereka tetap terjaga. Zakat yang ditunaikan para muzakki menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat Sidoarjo sangat besar dalam menguatkan pendidikan anak-anak berprestasi dari keluarga prasejahtera agar tetap tangguh menatap masa depan."
BERITA29/01/2026 | sudrab
Memuliakan Harapan di Kedungsolo: Langkah Awal Menuju Ramadhan Tangguh
PORONG, SIDOARJO – Menjelang bulan suci, BAZNAS Sidoarjo mengawali langkah kemanusiaannya melalui kampanye Zakat Menguatkan Indonesia. Pada Kamis (29/01/2026) tepat pukul 08.00 WIB, tim menyambangi MI Ma’arif Kedungsolo yang berlokasi di Jl. Raden Wijaya No. 67, Kecamatan Porong. Kegiatan ini bukan sekadar bantuan rutin, melainkan upaya membangun ketangguhan mental bagi anak-anak yang paling membutuhkan perhatian di tengah masyarakat.
Berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan, sebagian besar siswa penerima bantuan di sekolah ini berasal dari keluarga prasejahtera dan menyandang status anak yatim. Keterlibatan aktif Kepala Sekolah dan Pengurus Yayasan dalam proses distribusi ini memastikan bahwa dukungan pendidikan sampai kepada mereka yang benar-benar berjuang melawan keterbatasan ekonomi.
Secara filosofis, dukungan ini merupakan bagian dari targhib Ramadhan. BAZNAS meyakini bahwa Ramadhan Tangguh dimulai dengan memastikan kebutuhan dasar pendidikan anak-anak yatim terpenuhi. Dengan beban biaya yang diringankan, para siswa dapat memasuki bulan suci dengan perasaan tenang dan fokus beribadah serta belajar. Program ini merupakan bentuk nyata investasi sosial pada martabat generasi masa depan agar mereka tidak merasa berjalan sendirian di tengah kesulitan.
Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Mahendro Trestiono, S.E.I., menegaskan pentingnya kehadiran lembaga di tengah mereka:
"Melalui pendistribusian di Kedungsolo hari ini, kami berupaya memastikan bahwa dukungan pendidikan bagi para siswa, terutama anak-anak yatim, benar-benar menjadi jembatan bagi masa depan mereka yang sempat terhambat kendala biaya. Semangat Ramadhan Tangguh adalah tentang memberikan perlindungan sosial agar anak-anak kita tetap memiliki semangat untuk meraih cita-cita tanpa rasa was-was."
BERITA29/01/2026 | sudrab
Lansia di Lemujut Bertahan di Bawah Atap Lapuk, BAZNAS Sidoarjo Agendakan untuk di Rehab
SIDOARJO – Derit kayu yang sudah lapuk dimakan usia menjadi musik latar sehari-hari bagi Mbah Suwadi (74). Warga Desa Lemujut, Kecamatan Krembung ini harus menghabiskan masa tuanya di sebuah rumah yang kondisinya kian memprihatinkan. Bukan sekadar soal kenyamanan, tapi tentang keselamatan keluarga yang ia cintai.
Pada Rabu (28/01), tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Sidoarjo, Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), bersama tim teknis Minan dan Achmad Richi, terjun ke lokasi didampingi oleh Lurah serta perangkat desa setempat. Kedatangan tim bertujuan untuk melakukan survei dan asesmen mendalam guna penyaluran bantuan Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB).
Bertahan di Tengah Keterbatasan
Kondisi kediaman Mbah Suwadi memang mengkhawatirkan. Atapnya sudah bocor di banyak titik, sementara struktur kayu penyangganya mulai rapuh termakan usia. "Bocor kabeh, niku nduwur kwatel me niku (Bocor semua, itu bagian atasnya sudah parah)," ungkap Mbah Suwadi saat menunjukkan kondisi atapnya yang hanya ditadahi ember saat hujan turun.
Di dalam rumah sederhana itu, Mbah Suwadi tinggal bersama istri tercinta yang kini hanya bisa terbaring lemas akibat penyakit diabetes yang dideritanya selama dua tahun terakhir. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia hanya mengandalkan anaknya yang bekerja sebagai juru parkir dengan penghasilan tidak menentu. Memperbaiki rumah secara mandiri pun terasa seperti mimpi yang sulit digapai di tengah himpitan ekonomi.
Zakat Menguatkan: Harapan Baru Warga Lemujut
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Sidoarjo bergerak cepat. Berdasarkan hasil asesmen lapangan, kediaman Mbah Suwadi akan segera diintervensi melalui Program RLHB. Program ini merupakan komitmen BAZNAS untuk menyediakan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi para mustahik.
"Kami melihat langsung kondisi fisiknya memang sudah tidak layak, terutama bagian atap yang membahayakan penghuni. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat Sidoarjo, kami ingin memastikan Mbah Suwadi dan istrinya bisa beristirahat dengan tenang melalui program RLHB ini," ujar Chasbil Azis Salju Sodar, Ketua BAZNAS Sidoarjo.
Rencananya, proses pengerjaan renovasi akan mulai dilaksanakan pada bulan Februari mendatang. Langkah ini merupakan wujud nyata dari semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", di mana zakat hadir sebagai solusi nyata untuk mengangkat martabat dan memperkuat ketahanan hidup masyarakat yang membutuhkan.
BERITA29/01/2026 | sudrab

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
