WhatsApp Icon
Keluarga Besar SDN Kramatjegu 2 Tanamkan Empati Lewat Aksi Nyata untuk Sumatra

SIDOARJO – Halaman SDN Kramatjegu 2 pagi itu tampak berbeda dari biasanya. Di tengah keriuhan khas anak sekolah, terselip sebuah semangat kolektif yang menghangatkan hati: sebuah gerakan untuk membantu saudara-saudara di ujung barat Indonesia yang tengah berjuang melawan dampak bencana alam.

Keluarga besar SDN Kramatjegu 2 membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer bukan penghalang untuk berbagi kasih. Melalui aksi penggalangan dana yang melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, staf, hingga para siswa, semangat solidaritas untuk penyintas bencana di Sumatra dan Aceh berkobar dengan tulus.

Edukasi Karakter dalam Kotak Donasi

Bagi para siswa, kegiatan ini bukan sekadar mengumpulkan uang ke dalam kotak. Ini adalah pelajaran kehidupan yang tidak ditemukan di dalam buku teks. Sambil menggenggam uang saku yang mereka sisihkan, anak-anak ini belajar tentang arti empati dan bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Ibu Sunarmi, S.Pd.SD, selaku Kepala Sekolah SDN Kramatjegu 2, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas antusiasme luar biasa dari seluruh warga sekolah. Baginya, melihat anak didiknya peduli terhadap penderitaan sesama adalah prestasi yang tak ternilai harganya.

"Kami mendoakan agar semua saudara kita di Sumatra diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan. Semoga bencana ini tidak terjadi lagi dan semoga Tuhan melindungi kita semua," ungkap Ibu Sunarmi dengan penuh haru.

Amanah yang Tertunaikan

Ketulusan tersebut kemudian dikristalkan dalam bentuk donasi sebesar Rp 2.385.000. Untuk memastikan amanah ini sampai ke tangan yang tepat, SDN Kramatjegu 2 memilih jalur profesional melalui transfer bank ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo pada 24 Desember 2025 lalu.

Langkah ini diambil untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas penyaluran bantuan. Dengan koordinasi yang rapi, bantuan dari warga sekolah di Sidoarjo diharapkan dapat segera menyentuh kebutuhan mendesak para korban di lokasi bencana.

Pihak BAZNAS Sidoarjo pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Inisiatif dari SDN Kramatjegu 2 diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan lainnya untuk turut bergerak. Karena sekecil apa pun uluran tangan kita, bagi mereka yang sedang kehilangan segalanya, itu adalah harapan yang besar.


Duka mereka belum usai. Mari tunjukkan bahwa kepedulian warga Sidoarjo tak akan pernah surut. Salurkan kepedulian terbaik Anda melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • BSI: 4488888008
  • BCA: 8292799992 (Mohon sertakan kode unik 25 di akhir nominal, contoh: Rp 100.025)

Layanan Digital & Konfirmasi: kabsidoarjo.baznas.go.id

Zakat Menguatkan Indonesia.

09/01/2026 | Kontributor: sudrab
Semangat Juang Tak Pernah Padam: LVRI Sidoarjo Titipkan Harapan untuk Penyintas Bencana Sumatra

SIDOARJO – Usia boleh senja, namun semangat pengabdian kepada negeri rupanya tak mengenal batas waktu. Di bawah langit Sidoarjo yang teduh pada Kamis, 8 Januari 2026, Keluarga Besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Sidoarjo membuktikan bahwa jiwa korsa dan rasa kemanusiaan mereka tetap menyala terang melalui aksi nyata bagi sesama.

Keluarga Besar LVRI Sidoarjo menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk penyintas bencana di Sumatra melalui BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Momen istimewa ini diserahkan tepat pada acara Tasyakuran Peringatan HUT LVRI ke-69 yang mengusung tema menggugah: "Dengan Semangat Kebersamaan LVRI Peduli Bencana dan Maju Berjuang Bersama Rakyat Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas".

Kemanusiaan di Atas Segalanya

Di tengah suasana syukur yang khidmat, bantuan sejumlah Rp5.000.000 diserahkan secara simbolis oleh pengurus LVRI Sidoarjo kepada Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, Achmad Saleh. Dana tersebut ditujukan khusus untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Achmad Saleh memberikan apresiasi mendalam atas kepedulian para pejuang bangsa ini. Menurutnya, inisiatif LVRI Sidoarjo menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama yang melintasi generasi.

Jejak Teladan Sang Pejuang

Bagi LVRI Sidoarjo yang dipimpin oleh Mayor Mar (Purn) Priyatno, aksi ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan bentuk manifestasi dari semangat "Veteran Peduli Bencana". Langkah ini mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: bahwa kekuatan sejati bangsa ini terletak pada uluran tangan yang saling menguatkan, bahkan di saat kita sendiri sedang merayakan hari bahagia.

Melalui BAZNAS, donasi ini dipastikan akan disalurkan secara amanah untuk membantu proses pemulihan dan pemenuhan kebutuhan dasar para korban di tanah Sumatra.


Melalui semangat “Zakat Menguatkan Indonesia”, kita belajar bahwa duka mereka adalah duka kita bersama, dan kekuatan sejati bangsa ini terletak pada uluran tangan yang saling menguatkan.

Mari Mengulur Tangan: Menjadi Solusi Bersama

Bagi Anda yang tergerak mengikuti jejak inspiratif ini, donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • Bank Syariah Indonesia (BSI): 4488888008 a.n. BAZNAS SIDOARJO
  • Bank Central Asia (BCA): 8292799992 a.n. BAZNAS SIDOARJO
  • Layanan Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id

Setiap kepedulian Anda adalah harapan bagi mereka. Mari rapatkan barisan, karena setiap kontribusi Anda adalah bagian dari pemulihan bangsa.

08/01/2026 | Kontributor: sudrab
Membasuh Luka Sumatra: Ikhtiar Kemanusiaan dari Gerbang SMPN 2 Taman

SIDOARJO – Keluarga besar SMPN 2 Taman membuktikan bahwa pendidikan sejati tidak hanya tumbuh di dalam ruang kelas melalui deretan rumus dan teori, melainkan bersemi di dalam sanubari melalui empati. Di tengah duka yang menyelimuti Pulau Sumatra akibat bencana alam, sekolah yang terletak di jantung Kabupaten Sidoarjo ini bergerak serentak, mengubah rasa prihatin menjadi aksi nyata yang menyentuh.

Bagi SMPN 2 Taman, sekolah adalah kawah candradimuka—sebuah tempat di mana karakter ditempa agar sekuat baja namun tetap memiliki kelembutan hati untuk menolong sesama. Melalui aksi penggalangan dana spontan namun terorganisir, seluruh elemen sekolah mulai dari siswa, guru, hingga staf karyawan, menyatukan tekad untuk meringankan beban saudara-saudara di seberang pulau.

Cahaya Empati di Balik Angka

Pada Rabu (07/01/2026), sebuah momen haru sekaligus membanggakan tercatat dalam sejarah filantropi sekolah. Sebuah notifikasi digital diterima oleh staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, menandai masuknya dana kolektif sebesar Rp12.600.000,-. Angka ini bukan sekadar nominal di atas kertas, melainkan akumulasi dari uang saku para siswa yang disisihkan dan ketulusan para pengajar yang merelakan sebagian rezekinya.

Setiap lembaran rupiah yang terkumpul adalah simbol persaudaraan lintas pulau. Dana tersebut menjadi bukti bahwa jarak ribuan kilometer antara Sidoarjo dan Sumatra bukanlah penghalang bagi jalinan solidaritas nasional. Di SMPN 2 Taman, filantropi telah menjadi nafas harian, sebuah praktik nyata dari nilai-nilai luhur bangsa.

Menanam Karakter, Menuai Perubahan

Kepala SMPN 2 Taman, Bapak Sujono, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat melihat antusiasme anak didiknya. Baginya, melihat siswa berebut memberi adalah prestasi yang jauh lebih tinggi daripada sekadar memenangkan olimpiade sains.

"Gerakan ini lahir dari kemurnian niat. Respons anak-anak sangat luar biasa, dan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter yang kami tanamkan telah membuahkan hasil. Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi memiliki kecerdasan emosional dan empati sosial yang tinggi," ujar Sujono dengan nada optimis.

Ia menambahkan bahwa bantuan ini diharapkan dapat menjadi "napas baru" bagi para korban di Sumatra. Sebuah harapan agar mereka yang terdampak segera bangkit dan pulih dari masa-masa sulit pascabencana.

Zakat Menguatkan Indonesia

Melalui kerja sama dengan BAZNAS Sidoarjo, dana yang terhimpun akan dikelola secara transparan dan amanah. Penyaluran bantuan akan difokuskan pada pemenuhan logistik dasar dan pemulihan infrastruktur sosial di titik-titik paling terdampak. Transparansi ini menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan para donatur cilik yang telah belajar menjadi pahlawan bagi sesama.

Aksi yang ditunjukkan oleh SMPN 2 Taman adalah pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian adalah fondasi utama yang menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh. Ketika kita bergerak berjamaah, bantuan sekecil apa pun akan bertransformasi menjadi kekuatan besar yang mampu mengubah duka menjadi secercah harapan.

Melalui semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", kita belajar bahwa duka mereka adalah duka kita bersama, dan kekuatan sejati bangsa ini terletak pada uluran tangan yang saling menguatkan.


Mari Mengulur Tangan: Menjadi Solusi Bersama

Bagi Anda yang tergerak mengikuti jejak inspiratif ini, donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • Bank Syariah Indonesia (BSI): 4488888008 a.n. BAZNAS SIDOARJO
  • Bank Central Asia (BCA): 8292799992 a.n. BAZNAS SIDOARJO
  • Layanan Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id

Setiap kepedulian Anda adalah harapan bagi mereka. Mari rapatkan barisan, karena setiap kontribusi Anda adalah bagian dari pemulihan bangsa.

08/01/2026 | Kontributor: sudrab
Ketulusan dari Ujung Jari Santri: Doa dan Infak untuk Sumatra dari Sidoarjo

SIDOARJO – Sore itu, langit di Desa Kepatihan, Tulangan, tampak teduh. Namun, suasana di dalam Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Ulya terasa jauh lebih hangat. Bukan hanya karena riuh rendah suara santri yang mengaji, melainkan karena sebuah gerakan cinta yang sedang dipintal oleh tangan-tangan mungil.

Meski bencana yang melanda Sumatra—meliputi Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat—telah berlalu lebih dari sebulan, bara solidaritas di Kota Delta justru kian menyala. Kali ini, denting koin dan lembaran rupiah tidak datang dari para pengusaha besar, melainkan dari saku baju koko dan mukena para santriwan serta santriwati.

Praktik Nyata Ilmu Agama

Rabu (7/1) petang menjadi momentum bersejarah bagi para santri di bawah asuhan KH Abdullah Faqih. Seolah tak ingin hanya pandai melafalkan ayat di atas kertas, para santri ini mempraktikkan langsung esensi dari ajaran Islam: kepedulian.

Dengan tertib, mereka membentuk barisan panjang. Wajah-wajah polos itu tampak berseri saat satu per satu memasukkan uang saku mereka ke dalam kotak bening bertuliskan "Peduli Bencana Alam". Tak ada gurat keberatan, yang ada hanya senyum bangga karena bisa menjadi bagian dari solusi untuk saudara di tanah seberang.

"Alhamdulillah, ini adalah praktik nyata dari pengajaran kami di kelas. Kami ingin anak-anak memahami bahwa membantu sesama yang tertimpa musibah adalah bagian dari iman," ungkap KH Abdullah Faqih saat menyerahkan hasil donasi secara simbolis.

Keluarga besar TPQ Al-Ulya berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1,29 juta lebih. Sebuah angka yang lahir dari ketulusan hati para santri yang mungkin harus merelakan jajan sore mereka demi melihat anak-anak di pengungsian Sumatra kembali tersenyum.

Estafet Kebaikan yang Tak Terputus

Donasi tersebut diterima langsung oleh Abdul Ghoni, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo. Baginya, pemandangan para santri yang mengantre untuk berinfak adalah oase di tengah hiruk-pikuk dunia.

"Ini membuktikan bahwa semangat filantropi di Sidoarjo sudah mendarah daging, bahkan sejak usia dini. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih. Amanah ini akan segera kami salurkan agar manfaatnya langsung dirasakan oleh saudara kita di Sumatra," ujar Ghoni dengan nada haru.

Gelombang kebaikan ini rupanya menular. Di tempat lain, tepatnya di Majelis Taklim Barokatul Qur'an Tulangan, semangat serupa berkobar. Mereka turut mengumpulkan dana sebesar Rp525 ribu yang juga disalurkan melalui BAZNAS Sidoarjo.

Zakat Menguatkan Indonesia

Melalui gerakan "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Sidoarjo memposisikan diri bukan sekadar pengumpul dana, melainkan jembatan doa dan harapan. Di balik setiap lembar rupiah yang terkumpul, ada pesan kuat bahwa duka di Sumatra adalah luka bagi warga Sidoarjo.

Setiap keping koin dari para santri ini adalah investasi langit. Mereka sedang membangun jembatan persaudaraan yang melintasi pulau dan samudra. Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah bangsa bukan diukur dari seberapa kaya ia berdiri, melainkan dari seberapa erat tangan warganya saling menggenggam saat salah satu di antaranya terjatuh.


Mari Rapatkan Barisan untuk Sumatra!

Duka mereka belum usai. Mari tunjukkan bahwa kepedulian warga Sidoarjo tak akan pernah surut. Salurkan kepedulian terbaik Anda melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • BSI: 4488888008
  • BCA: 8292799992

(Mohon sertakan kode unik 25 di akhir nominal, contoh: Rp 100.025)

Layanan Digital & Konfirmasi:

kabsidoarjo.baznas.go.id

Zakat Menguatkan Indonesia.

08/01/2026 | Kontributor: sudrab
Satu Kayuhan, Berjuta Harapan: Semangat Pantang Menyerah Herdin di Balik Dinginnya Es Wawan

SIDOARJO – Terik matahari di kawasan Taman Pinang, Sidoarjo, siang itu seolah tak menyurutkan senyum di wajah Herdin Hermawan Utomo (28). Di atas motor modifikasinya yang merangkap sebagai gerobak "Es Wawan", pemuda penyandang disabilitas ini terus berjuang menjemput rezeki. Bagi Herdin, setiap batang es yang terjual bukan sekadar rupiah, melainkan napas kehidupan bagi ibu tercintanya yang menjanda dan seorang adik asuh yatim di rumahnya, Desa Cemengbakalan.

 

Melihat dedikasi luar biasa tersebut, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo hadir memberikan suntikan semangat melalui program Sidoarjo Makmur. Tepat pada Rabu (07/01), realisasi bantuan pendayagunaan ekonomi diserahkan langsung kepada Herdin untuk mendukung keberlanjutan usahanya.

 

Investasi Sosial: Lebih dari Sekadar Angka

Bantuan yang diberikan BAZNAS Sidoarjo ini bukan sekadar biaya operasional, melainkan investasi sosial yang memiliki efek domino. Dengan dana tersebut, Herdin melakukan perbaikan pada motor tunggangannya yang mulai sering mengalami kendala teknis.

 

Output dari bantuan ini sangat nyata: mobilitas yang terjamin. Ketika motor Herdin kembali prima, hambatan logistik hilang, dan jangkauan wilayah jualannya pun tetap stabil. Secara jangka panjang, investasi ini mencegah Herdin jatuh ke jurang ketergantungan bantuan sosial (bansos) konsumtif dan justru memperkuat kemandirian ekonominya sebagai kepala keluarga.

 

Senyum di Balik Keterbatasan

Bantuan diserahkan langsung oleh Mulyono, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo. Baginya, sosok Herdin adalah inspirasi bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menjadi tangan di atas.

 

Sambil memegang dokumen bantuan, Herdin tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Suaranya bergetar namun penuh optimisme saat menceritakan rencana perbaikan motornya.

 

"Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Sidoarjo. Motor ini adalah kaki saya. Kalau motor ini rusak, saya tidak bisa keliling jualan es, dan dapur di rumah tidak bisa ngepul. Bantuan ini benar-benar meringankan beban saya untuk memperbaiki motor agar bisa mencari nafkah lagi dengan tenang demi Ibu dan adik asuh saya," ujar Herdin dengan mata berbinar.

 

Mengubah Dampak Menjadi Berkah

Program Sidoarjo Makmur memang dirancang untuk menyasar pelaku usaha mikro yang memiliki etos kerja tinggi namun terkendala modal atau sarana. Dengan membantu Herdin, BAZNAS Sidoarjo sebenarnya sedang menjaga sebuah ekosistem kesejahteraan kecil di Desa Cemengbakalan. Ibu Herdin yang janda dan anak yatim yang mereka asuh kini memiliki jaminan masa depan yang lebih stabil berkat usaha es keliling yang kembali lancar.

 

Inilah esensi dari filantropi modern: mengubah zakat, infak, dan sedekah menjadi alat pendayagunaan yang martabatnya terasa hingga ke akar rumput. Kisah Herdin adalah bukti bahwa dukungan yang tepat sasaran mampu mengubah tantangan menjadi peluang, dan keterbatasan menjadi kekuatan.

07/01/2026 | Kontributor: sudrab

Berita Terbaru

Update Operasi SAR BAZNAS Tanggap Bencana: Pencarian Korban Runtuhnya Bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
Update Operasi SAR BAZNAS Tanggap Bencana: Pencarian Korban Runtuhnya Bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
SIDOARJO – Tim BAZNAS Tanggap Bencana Jawa Timur bersama tim SAR gabungan, utamanya BASARNAS, terus berupaya maksimal dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pasca-runtuhnya bangunan Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Musibah yang terjadi pada Senin, 29 September 2025 ini, menyisakan duka mendalam bagi seluruh keluarga besar pesantren dan masyarakat se-Nusantara. Hingga Rabu (1/10) malam pukul 21.00 WIB, operasi SAR yang melibatkan BAZNAS Tanggap Bencana dan tim lainnya , utamanya BASARNAS telah membuahkan hasil signifikan. Berkat kerja keras dan kolaborasi yang solid, tim berhasil mengevakuasi total tujuh korban dari reruntuhan di hari ini. Evakuasi yang dilakukan secara bertahap berhasil mengidentifikasi korban berdasarkan kondisi saat ditemukan. Empat korban ditemukan dalam kondisi selamat (korban hijau) dan tiga korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (korban hitam). Berikut adalah kronologi evakuasi korban yang berhasil diidentifikasi: * Pukul 14.47 WIB: Korban pertama, yang berstatus korban hitam, berhasil dievakuasi dari bawah puing. * Pukul 15.20 WIB: Tim berhasil mengevakuasi korban hijau atas nama Haikal. * Pukul 18.00 WIB: Korban hijau lainnya, Wahyu, berhasil diselamatkan. * Pukul 18.40 WIB: Fatih, seorang korban hijau, ditemukan dan dievakuasi. * Pukul 19.00 WIB: Korban hitam kedua berhasil dievakuasi. * Pukul 19.16 WIB: Korban hijau atas nama Putra berhasil dikeluarkan dari reruntuhan. * Pukul 20.29 WIB: Korban terakhir yang berhasil dievakuasi pada malam itu adalah Rosi, yang juga berstatus korban hijau. Operasi SAR ini berjalan dengan penuh tantangan, namun cuaca yang cerah pada hari itu cukup mendukung kelancaran proses evakuasi. Para personel bekerja dengan hati-hati untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat, sambil tetap menjaga keselamatan tim di tengah tumpukan material bangunan yang rapuh. Mengingat kondisi di lapangan dan untuk memastikan keselamatan seluruh tim serta efektivitas pencarian, operasi SAR dihentikan sementara pada malam hari. Lokasi reruntuhan telah disterilkan. Tim BAZNAS dan tim SAR gabungan akan melakukan asesmen ulang sebelum melanjutkan kembali operasi pencarian pada hari berikutnya. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya korban lain yang masih tertimbun. BAZNAS Tanggap Bencana Jawa Timur menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu dalam operasi SAR. Kami mengimbau masyarakat untuk terus mendoakan agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Bantuan dan dukungan kemanusiaan akan terus disalurkan untuk membantu pemulihan para korban dan santri terdampak. Mari bersama-sama ulurkan tangan untuk para santri dan korban terdampak musibah ini. Bantuan Anda sangat berarti bagi pemulihan mereka. Donasi bisa disalurkan melalui BAZNAS Jawa Timur.
BERITA02/10/2025 | sudrab
BAZNAS Tanggap Bencana Terus Bergerak Bantu Korban Musibah Ponpes Al Khoziny
BAZNAS Tanggap Bencana Terus Bergerak Bantu Korban Musibah Ponpes Al Khoziny
Sidoarjo - Aksi kemanusiaan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Jawa Timur memasuki fase krusial dalam penanganan musibah runtuhnya atap musala Pondok Pesantren Al Khoziny. Hari ketiga operasi penyelamatan, Selasa (1/10/2025), tim BTB tak sekadar mengevakuasi korban, tetapi juga memastikan seluruh pihak terdampak mendapat dukungan penuh—dari pangan hingga layanan kesehatan. Di tengah kesedihan yang menyelimuti kompleks pesantren, posko BTB Jatim menjadi pusat harapan. Ratusan paket logistik terus berdatangan dari berbagai kalangan masyarakat. Yang mencuri perhatian, bantuan tak hanya datang dari komunitas Muslim, namun juga lintas agama—GKJW, GKI, hingga masjid-masjid setempat turut mengulurkan tangan. Solidaritas kemanusiaan ini membuktikan bahwa bencana mampu menyatukan perbedaan. "Bantuan terus mengalir. Ada beras 100 kilogram, air mineral dalam berbagai ukuran kemasan, ratusan porsi nasi, minuman teh, sampai biskuit. Semua tercatat transparan dan langsung kami salurkan," ungkap Solaeman, Koordinator Lapangan BTB Jatim, saat ditemui di posko darurat. Berdasarkan penilaian kebutuhan lapangan, BTB telah memproduksi dan mendistribusikan sekitar 200 paket makanan bergizi. Sasarannya: relawan yang berjibaku di lokasi reruntuhan, keluarga korban yang menanti kabar, santri yang kehilangan tempat ibadah, hingga warga sekitar yang ikut terdampak secara psikologis. Dapur umum BTB beroperasi tanpa henti, bergantian menyiapkan makanan hangat untuk memastikan tak seorang pun kelaparan. Namun, BTB memahami bahwa perut kenyang saja tidak cukup. Trauma dan kelelahan fisik juga mengintai para penyintas dan relawan. Maka, tim Rumah Sehat BAZNAS (RSB) dari Sidoarjo dan Sragen mendirikan pos layanan kesehatan tepat di area bencana. Layanan gratis ini mencakup pemeriksaan tekanan darah, distribusi obat-obatan, hingga pendampingan trauma untuk keluarga korban yang tengah berduka. "Kesehatan fisik dan mental sama krusialnya dalam situasi seperti ini. Tim medis kami standby 24 jam," tegas salah satu tenaga kesehatan RSB Sidoarjo yang enggan disebutkan namanya. Musibah Senin (29/9) silam ini telah menyulut api solidaritas di seluruh Jawa Timur. Tak hanya BTB Provinsi dan BTB Sidoarjo sebagai tuan rumah, personel dari Jombang, Kabupaten Madiun, Trenggalek, Probolinggo, hingga Tulungagung berbondong-bondong datang membawa bantuan dan keahlian. Kekompakan ini menciptakan sinergi luar biasa dalam operasi penyelamatan. Yang menjadi kekuatan tambahan signifikan adalah kehadiran tim Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR) BAZNAS—unit SAR khusus bangunan runtuh. Mereka bergabung dengan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan ratusan relawan lain dalam upaya mencari dan mengevakuasi korban yang masih terperangkap reruntuhan. Hingga berita ini diturunkan, operasi kemanusiaan masih berlangsung intensif. BAZNAS menegaskan tak akan meninggalkan Ponpes Al Khoziny begitu saja. Komitmen mereka: mendampingi hingga fase pemulihan tuntas. Bahkan, lembaga filantropi Islam ini tengah mengkaji kemungkinan bantuan jangka panjang—termasuk renovasi atau pembangunan ulang musala yang hancur. "Ini bukan sekadar operasi darurat. Kami akan terus ada hingga pesantren ini bangkit kembali. Itulah komitmen BAZNAS sebagai lembaga filantropi yang responsif dan terukur," tegas Solaeman dengan penuh keyakinan. BAZNAS mengajak masyarakat luas untuk terus mendoakan para korban dan mendukung upaya kemanusiaan ini. Dalam tragedi, kemanusiaan sejati terbukti tak mengenal sekat. Dan BAZNAS membuktikan, tanggap bencana bukan sekadar slogan—melainkan aksi nyata yang terus bergerak.
BERITA01/10/2025 | sudrab
BAZNAS RI Tinjau Langsung Lokasi Tragedi dan Salurkan Bantuan di Ponpes Al Khoziny
BAZNAS RI Tinjau Langsung Lokasi Tragedi dan Salurkan Bantuan di Ponpes Al Khoziny
SIDOARJO – Kepedulian datang dari puncak. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., turun langsung meninjau lokasi tragedi runtuhnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Selasa (30/9/2025). Kunjungan ini bukan sekadar formalitas—ini adalah bukti nyata komitmen lembaga filantropi Islam terbesar di Indonesia untuk hadir di tengah duka umat. Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dan jajaran pimpinan BAZNAS RI, kunjungan berlangsung penuh haru. Prof. Noor Achmad langsung menemui pengasuh Ponpes Al Khoziny, KH. R. Abdus Salam Mujib, menyampaikan duka mendalam sekaligus bantuan konkret senilai Rp300 juta untuk mendukung penanganan pascabencana dan pemulihan kondisi pesantren. "Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Musibah ini sangat menyedihkan, namun kami datang untuk memastikan para santri, keluarga korban, dan seluruh civitas pesantren tidak sendirian," ujar Prof. Noor Achmad dengan nada penuh empati. Di lokasi, gambaran kepedihan masih begitu terasa. Puing-puing material bangunan berserakan, sementara tim SAR gabungan terus berupaya mengevakuasi korban yang masih tertimbun. Ratusan santri dan keluarga korban menanti dengan penuh harap dan doa. Di tengah situasi mencekam itu, kehadiran BAZNAS RI memberikan secercah harapan bahwa bantuan nyata telah tiba. BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) se-Jawa Timur telah bergerak cepat sejak pagi hari. Di bawah koordinasi Wakil Ketua I BAZNAS Jatim Drs. KH. Masnuh, MA., dan didampingi tim medis, logistik, serta relawan dari berbagai daerah—Jombang, Madiun, Trenggalek, Tulungagung, hingga Surabaya—posko darurat dibangun dengan sigap. Sulaeman, koordinator lapangan BTB Jawa Timur, memimpin pengoperasian dapur umum darurat yang terus menyiapkan 200 paket makanan untuk tim SAR, relawan, dan keluarga korban. "Kami beroperasi tanpa henti. Setiap paket makanan adalah bentuk solidaritas dan doa kami," katanya sembari mengawasi tungku improvisasi dari drum besar yang mengepulkan asap. Tak hanya logistik, Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Sidoarjo dan Sragen turut menghadirkan layanan kesehatan gratis. Puluhan santri yang mengalami luka ringan hingga trauma psikologis mendapat pendampingan medis dan psikososial. Petugas medis berseragam putih berkeliling memastikan tidak ada yang terabaikan. Mokhamad Mahdum, Wakil Ketua BAZNAS RI, menegaskan bahwa bantuan tidak berhenti di tahap tanggap darurat. "Kami akan terus mendampingi proses pemulihan, termasuk rehabilitasi sarana ibadah dan fasilitas pembelajaran agar para santri dapat kembali beraktivitas dengan aman," tegasnya. Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum sekaligus Pembina Wilayah Jawa Timur, menambahkan bahwa koordinasi dengan BPBD Jatim melalui Kalaksa Gatot Soebroto berjalan solid. Sinergi antarlembaga ini memastikan penanganan bencana berlangsung cepat, tepat, dan terukur. Di tengah puing dan duka, solidaritas filantropi Islam bersinar terang. BAZNAS RI membuktikan bahwa zakat bukan hanya ibadah ritual, tetapi kekuatan nyata yang menghadirkan kebaikan di saat paling dibutuhkan. Setiap paket makanan, setiap pelukan, setiap doa—adalah bentuk kasih sayang umat yang tak pernah padam, bahkan di tengah tragedi.
BERITA01/10/2025 | sudrab
Bantuan Mengalir ke Posko BAZNAS Tanggap Bencana di Lokasi Tragedi Ponpes Al Khoziny
Bantuan Mengalir ke Posko BAZNAS Tanggap Bencana di Lokasi Tragedi Ponpes Al Khoziny
Sidoarjo – Solidaritas tak kenal lelah. Sejak Selasa pagi (30/9/2025), bantuan terus mengalir ke posko BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang berdiri tepat di depan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Lokasi yang masih menyimpan duka mendalam akibat runtuhnya mushala kini menjadi titik koordinasi kemanusiaan, tempat ribuan harapan berkumpul dalam bentuk makanan, pakaian, dan dukungan moral bagi keluarga korban dan tim SAR gabungan. Di bawah tenda darurat dengan tulisan "BAZNAS" yang mencolok, para relawan berseragam oranye tampak tak henti bergerak. Mereka bukan sekadar memasak, tetapi mengirimkan pesan bahwa tidak ada yang ditinggalkan sendirian dalam kesedihan ini. Dapur umum darurat yang diaktifkan BTB se-Jawa Timur menargetkan 200 paket makanan siap saji untuk memastikan tidak ada satu pun orang yang kelaparan di tengah suasana penuh kepedihan. "Kami menargetkan sekitar 200 paket makanan akan segera tersedia. Proses masih berlanjut dikerjakan teman-teman relawan BTB dari berbagai daerah," ujar Sulaeman, koordinator lapangan dari BAZNAS Jawa Timur, dengan suara penuh keyakinan. Di belakangnya, tungku improvisasi dari beton dan drum besar berasap, menandakan aktivitas memasak yang tak pernah berhenti. Sejak pagi hingga sore, posko BTB menjadi saksi bisu betapa kuatnya ikatan kemanusiaan. Bantuan berdatangan silih berganti. Rohmatul Ummah menyumbang 30 dus Indomie, sementara Gus Balya, mengirimkan 1 ton beras—jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan ratusan orang dalam beberapa hari ke depan. Siantar Top turut berkontribusi besar dengan 10 dus snack, 2 dus bumbu masak, 250 kg beras, dan bahkan 50 kaos untuk para relawan yang bekerja tanpa henti. BAZNAS Jawa Timur sendiri menambah stok dengan 344 pcs Pop Mie, sementara 5 kg telur dari donatur anonim melengkapi kebutuhan dapur umum. Tidak hanya itu, bantuan juga mengalir dari BAZNAS Surabaya, YBM Peduli PLN, hingga Dinas Kominfo Jawa Timur yang turut memberikan dukungan logistik dan koordinasi informasi. Ahmad Hamdani dari BAZNAS Sidoarjo menyampaikan rasa syukur atas respons cepat masyarakat. "Bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak. Ini menunjukkan bahwa dalam kesulitan, kita tidak pernah sendirian," katanya dengan mata berkaca-kaca. Posko kesehatan yang bekerja sama dengan RSB Sidoarjo juga telah beroperasi, memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi keluarga korban dan relawan yang kelelahan. Kehadiran BTB dari berbagai wilayah Jawa Timur menjadi bukti nyata solidaritas lintas daerah. Tim dari Jombang, Madiun, Trenggalek, dan koordinator BAZNAS Provinsi Jawa Timur telah bergabung sejak hari pertama. Beberapa BTB dari kabupaten lain masih dalam perjalanan, siap memperkuat barisan relawan yang sudah ada. "Ini tanggung jawab kita bersama sebagai saudara se-Jawa Timur," tegas Sulaeman. Para relawan tidak hanya fokus pada keluarga korban, tetapi juga memastikan tim SAR yang bekerja tanpa henti mendapatkan asupan energi yang cukup. Setiap paket makanan yang dibagikan bukan sekadar nasi dan lauk, tetapi wujud kepedulian yang hangat di tengah dinginnya tragedi. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas posko, terlihat beberapa keluarga korban duduk di kursi plastik biru, menunggu dengan harapan tipis. Para relawan menghampiri mereka dengan senyum tulus dan nampan berisi makanan hangat. Tidak ada kata-kata yang sempurna untuk menghibur, tetapi kehadiran dan pelayanan tulus menjadi obat bagi hati yang terluka. Posko BAZNAS Tanggap Bencana di Ponpes Al Khoziny bukan sekadar dapur umum atau titik distribusi bantuan. Tempat ini telah menjadi simbol harapan, tempat di mana kemanusiaan berbicara lebih keras daripada kesedihan. Di sini, setiap tangan yang mengulurkan bantuan, setiap piring yang disajikan, dan setiap doa yang dipanjatkan menjadi bukti bahwa dalam tragedi terbesar sekalipun, manusia tidak pernah berhenti saling menguatkan. Bantuan akan terus diterima di posko BTB yang beroperasi 24 jam. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dapat langsung datang ke lokasi atau menghubungi koordinator lapangan BAZNAS Jawa Timur. Karena di balik setiap bantuan yang diberikan, ada harapan bahwa esok akan lebih baik dari hari ini.
BERITA30/09/2025 | sudrab
Dapur Umum BAZNAS Tanggap Bencana Diaktifkan, 200 Paket Makanan Siap Disalurkan
Dapur Umum BAZNAS Tanggap Bencana Diaktifkan, 200 Paket Makanan Siap Disalurkan
Sidoarjo - BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) se-Jawa Timur mengaktifkan dapur umum darurat di lokasi tragedi runtuhnya mushala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Sekitar 200 paket makanan terus disiapkan para relawan untuk mendukung tim SAR gabungan dan keluarga korban yang masih menanti kabar di lokasi kejadian. Sulaeman, koordinator lapangan dari BAZNAS Jawa Timur, menyatakan bahwa dapur umum beroperasi tanpa henti sejak Selasa (30/9/2025) pagi. "Kami menargetkan sekitar 200 paket makanan akan segera tersedia. Proses masih berlanjut dikerjakan teman-teman relawan BTB dari berbagai daerah," ujarnya di lokasi posko darurat. Di bawah tenda yang berdiri tepat di depan Ponpes Al Khoziny, para relawan BTB tampak sibuk memasak dengan peralatan seadanya. Tungku improvisasi dari beton dan drum besar menjadi andalan untuk memasak dalam jumlah besar. Para relawan berseragam oranye dan topi merah terus berpindah memastikan tidak ada yang kelaparan di tengah suasana duka. Kehadiran tim BTB dari berbagai wilayah menunjukkan solidaritas luar biasa. BTB Jombang, BTB Madiun, BTB Trenggalek, dan tim koordinator BAZNAS Provinsi Jawa Timur telah bergabung. Beberapa BTB dari kabupaten lain masih dalam perjalanan menuju Sidoarjo. "Ini tanggung jawab kita bersama sebagai saudara se-Jawa Timur," tegas Sulaeman. Para relawan tidak hanya menyiapkan makanan untuk keluarga korban, tetapi juga memastikan tim SAR yang bekerja tanpa henti mendapatkan asupan energi yang cukup. Sementara itu, Wagub Jawa Timur Emil Dardak turun langsung memberikan penjelasan kepada wali santri tentang lambatnya proses evakuasi. Duduk bersila berhadapan dengan Bapak Hasan (sebut saja Namanya,Hasan), salah seorang wali santri, Wagub Emil menjelaskan dengan penuh empati. "Bayangan kita semua ingin segera membuka reruntuhan dengan beko. Tapi kondisi di dalam tidak memungkinkan. Balok beton sudah melengkung dan sangat rentan. Goyangan sedikit saja bisa membahayakan korban," jelas Emil. Wagub menyampaikan bahwa tanda-tanda kehidupan masih dirasakan tim SAR. Tim gabungan kini berfokus pada titik A setelah sebelumnya bekerja paralel di tiga titik untuk memaksimalkan upaya. "Personel di dalam sudah berjuang keras sejak kemarin malam. Mereka pastikan makanan masih bisa diterima korban yang terjebak, dan penerangan sudah dipasang agar mereka bisa melihat secercah harapan," ungkap Wagub. Bapak Hasan menyatakan rasa tidak teganya melihat tugas berat tim SAR. Emil Dardak mengangguk memahami. "Saya pun merasa sama. Bahkan saya merasa menjadi pihak yang ditolong oleh luar biasanya semangat tim SAR. Mereka tidak akan berhenti sebelum semua saudara kita berhasil dievakuasi dengan selamat." Wagub Emil meminta doa dan kesabaran dari para wali santri. "Mari kita terus berdoa. Tim tidak akan berhenti bekerja. Kita semua di sini untuk mereka," pungkasnya dengan tangan menyentuh dada. Ahmad Hamdani dari BAZNAS Sidoarjo menyampaikan bantuan terus berdatangan dari masyarakat. Posko kesehatan bekerja sama dengan RSB Sidoarjo juga telah beroperasi memberikan pemeriksaan kesehatan bagi keluarga korban dan relawan.
BERITA30/09/2025 | sudrab
UPDATE: 102 Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny, BAZNAS Tanggap Bencana Dirikan Posko Darurat
UPDATE: 102 Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny, BAZNAS Tanggap Bencana Dirikan Posko Darurat
Sidoarjo - Jumlah korban runtuhnya bangunan mushala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, bertambah menjadi 102 orang hingga Selasa (30/9/2025) pukul 07.00 WIB. BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dari berbagai kota di Jawa Timur bergerak cepat mendirikan posko darurat di lokasi kejadian. Ahmad Hamdani, perwakilan BAZNAS Sidoarjo, mengungkapkan bahwa posko telah berdiri di depan Pondok Pesantren Al Khoziny sejak Senin (29/9/2025) malam. "Sejak semalam, bantuan berupa makanan dan minuman terus berdatangan. Pagi ini insya Allah kami akan mendirikan posko kesehatan bekerja sama dengan RSB Sidoarjo di lokasi yang sama," ujarnya di lokasi kejadian, Selasa pagi. Bangunan yang difungsikan sebagai mushala tersebut ambruk dan menimpa puluhan santri saat sedang menunaikan shalat Ashar sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (29/9/2025). Akibatnya, sejumlah santri terjebak di dalam reruntuhan bangunan beton yang massif. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, melaporkan bahwa dari total 100 santri yang tercatat sebagai korban, sebanyak 99 orang berhasil diselamatkan. "Delapan orang dievakuasi tim SAR gabungan, dan 91 orang melakukan evakuasi mandiri," kata Nanang, Selasa pagi. Satu korban dinyatakan meninggal dunia, yakni Maulana Affan Ibrahimafic (15), warga Kalianyar Kulon, Gang 9, Nomor 5, Kelurahan Pabean, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Seluruh korban yang selamat telah dirujuk ke tiga rumah sakit terdekat yaitu RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, RS Siti Hajar, dan RS Delta Surya untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Solidaritas BTB seJatim Merespons tragedi ini, tim BAZNAS Tanggap Bencana dari berbagai wilayah Jawa Timur bergerak cepat menuju Sidoarjo. BTB Jombang, BTB Jawa Timur, BTB Madiun, dan BTB Trenggalek telah tiba di lokasi untuk memperkuat upaya bantuan kemanusiaan. Beberapa BTB dari kabupaten lain dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat. Kehadiran posko BAZNAS di lokasi menjadi koordinator penyaluran bantuan yang terus berdatangan dari masyarakat. Bantuan yang terkumpul meliputi makanan siap saji, minuman, kebutuhan medis, hingga dukungan psikososial bagi keluarga korban yang masih menunggu informasi di lokasi. Kendala Evakuasi Nanang Sigit menjelaskan bahwa proses evakuasi menghadapi tantangan serius karena struktur bangunan yang rapuh dan tertimbun material beton dalam jumlah besar. "Meski menghadapi kondisi reruntuhan bangunan yang tidak stabil dan banyaknya material di lokasi, tim SAR tetap berupaya mengevakuasi korban dengan mengutamakan keselamatan," katanya. Operasi pencarian dan evakuasi berlangsung sejak Senin sore hingga Selasa dini hari pukul 01.58 WIB. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 7 korban pada hari pertama, kemudian menemukan satu korban pada operasi lanjutan di hari kedua. Risiko runtuhan susulan masih mengancam, sehingga penggunaan alat berat seperti ekskavator dilakukan dengan sangat hati-hati. BAZNAS Sidoarjo menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dan berkomitmen memberikan bantuan berkelanjutan. "Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tim SAR, dan berbagai pihak terkait dalam memberikan bantuan kemanusiaan," ujar Ahmad Hamdani. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dapat menghubungi posko BAZNAS Sidoarjo di lokasi Ponpes Al Khoziny atau melalui kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Proses pendataan korban dan penyaluran bantuan terus dilakukan hingga saat berita ini diturunkan.
BERITA30/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Tragedi Ambruknya Gedung Ponpes Al Khoziny
BAZNAS Sidoarjo Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Tragedi Ambruknya Gedung Ponpes Al Khoziny
Sidoarjo- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menyatakan duka cita yang mendalam atas musibah ambruknya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, pada Minggu (29/9/2025) yang menewaskan satu santri dan melukai puluhan lainnya. M. Ilhamuddin, salah satu pimpinan BAZNAS Sidoarjo yang hadir langsung di lokasi kejadian mendampingi Bupati Sidoarjo, memastikan lembaganya akan melakukan koordinasi terus-menerus terkait situasi di lapangan. "Kami akan terus memantau perkembangan dan siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan," ujarnya di lokasi kejadian, Selasa (30/9/2025) dini hari. Tragedi ini mengakibatkan 87 orang menjadi korban dan dirawat di sejumlah rumah sakit. Sebanyak 38 korban luka dirawat di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, empat korban di RS Delta Surya, dan 45 korban dilarikan ke RS Islam Siti Hajar dengan satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Salah satu korban, Nur Ahmad, harus menjalani amputasi karena lengan kirinya hancur tertimpa reruntuhan bangunan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meninjau lokasi pada Selasa dini hari, memastikan proses pencarian dan evakuasi korban yang masih tertimpa reruntuhan terus dilakukan oleh Basarnas dan tim gabungan. "Ekskavator tidak bisa bergerak sembarangan karena dikhawatirkan menyebabkan reruntuhan tambahan. Tim kami terus berupaya menjangkau korban yang masih terjebak dengan menyuplai oksigen dan air," jelas Khofifah. BAZNAS Sidoarjo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dan berempati pada penderitaan para korban yang masih berjuang melawan luka-lukanya. "Innalillahi wa innailaihi raji'un. Kami memanjatkan doa agar korban yang meninggal diterima di sisi Allah SWT dan para korban yang terluka diberikan kesembuhan segera," ujar perwakilan BAZNAS dalam pernyataan resminya. Lembaga filantropi Islam ini mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang bekerja tanpa henti dalam upaya pencarian dan evakuasi korban di tengah kondisi penuh risiko. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen memberikan bantuan kemanusiaan sesuai kapasitas, termasuk bantuan kesehatan bagi korban, dukungan psikososial bagi keluarga, bantuan kebutuhan darurat, serta bentuk bantuan lainnya yang diperlukan. Hingga Selasa tengah malam, halaman IGD RSUD R.T. Notopuro masih ramai dengan keluarga pasien yang menunggu kabar kondisi korban maupun keluarga yang baru datang untuk mengecek papan informasi pasien yang tengah dirawat. BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban, memberikan dukungan moral kepada keluarga besar Ponpes Al Khoziny, menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi yang terpercaya, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dapat menghubungi kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo atau melalui koordinator di lokasi kejadian. Proses evakuasi dan pencarian korban yang masih terjebak terus dilakukan hingga saat berita ini diturunkan.
BERITA30/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Mimpi Andra: Kado Kursi Roda untuk Sang Pejuang Cilik
BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Mimpi Andra: Kado Kursi Roda untuk Sang Pejuang Cilik
SIDOARJO – Senyum tulus dan air mata haru menjadi saksi bisu kebaikan yang mengalir dari hati umat. Di sebuah rumah sederhana di Desa Candipari, Porong, pada hari Senin, 29 September 2025, kebahagiaan itu akhirnya tiba. BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin olehM. Chasbil Aziz Salju Sodar, atau akrab disapa Gus Jazuk, kembali datang membawa amanah. Kali ini, mereka tidak hanya sekadar berkunjung, melainkan mengantarkan kado istimewa: sebuah kursi roda khusus untuk Muhammad Andra Ramadhan, pejuang cilik berusia 6 tahun yang terlahir dengan kondisi khusus. Kisah Andra adalah cerminan ketabahan. Terlahir secara prematur, ia didiagnosis memiliki kelainan pada kaki sejak lahir, sebuah kondisi yang membuatnya kesulitan untuk berjalan. Keterbatasan ini membatasi dunianya yang seharusnya penuh dengan petualangan anak-anak. Saat teman-teman sebayanya berlari dan bermain, Andra hanya bisa bergerak dengan merangkak atau menjejakkan kaki sebentar dengan posisi jinjit. Ayahnya, Muchamad Saifudin, seorang tukang, dan ibunya, Padmaida, seorang ibu rumah tangga, berjuang sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik bagi putra mereka. Namun, keterbatasan ekonomi seringkali menjadi penghalang untuk mendapatkan alat bantu yang memadai. Empati datang dari berbagai pihak, termasuk dari Ibu Wakil Bupati Sidoarjo yang mengusulkan agar BAZNAS turun tangan. Tanpa menunggu lama, pada Kamis, 25 September 2025, tim BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin langsung oleh Gus Jazuk melakukan asesmen di kediaman Andra. Mereka tidak hanya melihat kondisi fisik sang anak, tetapi juga mendengarkan cerita dan harapan keluarganya. Proses asesmen ini sangat krusial, memastikan jenis kursi roda yang akan diberikan benar-benar tepat, baik dari segi ukuran, ergonomi, maupun fitur keselamatan, mengingat kebutuhan khusus Andra. Gus Jazuk menegaskan bahwa bantuan ini adalah wujud nyata dari amanah yang diemban BAZNAS. "Ini adalah amanah dari Ibu Wakil Bupati dan juga amanah umat. Kami akan segera proses bantuan kursi roda yang paling sesuai untuk Ananda Andra agar ia bisa beraktivitas dengan lebih baik," tuturnya saat itu. Kata-kata tersebut bukanlah janji kosong. Dalam hitungan hari, janji itu menjelma menjadi sebuah kotak besar yang diangkut dengan penuh kehati-hatian. Momen penyerahan bantuan berlangsung penuh haru. Gus Jazuk dan tim dengan sigap merakit kursi roda tersebut di teras rumah Andra. Raut wajah Andra, yang awalnya terlihat pasif dalam gendongan sang ibu, perlahan berubah menjadi penuh rasa ingin tahu. Senyum malu-malu mulai menghiasi wajahnya ketika ia didudukkan di kursi roda barunya. Ayah dan ibunya, yang menyaksikan momen itu, tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan mereka. Air mata mengalir, bukan karena kesedihan, melainkan karena rasa syukur yang meluap. Kursi roda itu lebih dari sekadar alat bantu. Ia adalah harapan, mobilitas, dan kemandirian yang baru bagi Andra. Ini adalah investasi kecil dari dana zakat umat yang diharap dapat memberikan dampak besar pada masa depan sang anak. Kisah Andra dan keluarga Saifudin menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa di balik setiap donasi dan kebaikan yang disalurkan, ada kehidupan yang berubah, ada senyum yang kembali merekah, dan ada mimpi yang kembali terwujud. Aksi nyata BAZNAS Sidoarjo ini menjadi bukti bahwa kekuatan kolaborasi dan empati dapat meringankan beban dan membawa secercah cahaya bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA29/09/2025 | sudrab
Gelombang Kebaikan BAZNAS Sidoarjo: Menyentuh Hati dan Membangun Harapan
Gelombang Kebaikan BAZNAS Sidoarjo: Menyentuh Hati dan Membangun Harapan
SIDOARJO – Pekan terakhir September menjadi saksi bisu atas gelombang aksi kemanusiaan yang digulirkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Dengan semangat Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang kuat, BAZNAS Sidoarjo menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat, mulai dari restorasi rumah reyot hingga layanan kesehatan gratis. Asesmen dan Uluran Tangan Kemanusiaan Pekan dimulai dengan respons cepat BAZNAS Sidoarjo terhadap dua kisah pilu, yang diawali dengan semangat tulus, bukan sekadar janji pejabat. 1. Asesmen Ibu Sianah: Tim BAZNAS, yang dipimpin oleh Ketua M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), bergerak cepat ke Desa Medalem, Tulangan. Mereka menjemput asa bagi Ibu Sianah (61), seorang janda tangguh yang berjuang mencari nafkah serabutan sambil merawat anaknya yang menderita gangguan mental (ODGJ). Kunjungan ini adalah jawaban atas doa-doa yang terpanjat dalam diam, menunjukkan bahwa uluran tangan kemanusiaan datang langsung dari hati nurani masyarakat. 2. Kisah Bapak Roy Firdaus: Misi kemanusiaan berlanjut ke Desa Modong, Tulangan, menemui Bapak Roy Firdaus (47). Sebagai pekerja serabutan, ia hidup dalam kondisi serba terbatas, dengan rumah yang rentan dan lapuk, yang menjadi cerminan beratnya perjuangan hidup. Ketidakmampuan untuk memperbaiki rumah akibat penghasilan yang tidak menentu menyiratkan kepasrahan mendalam, yang kini dijawab dengan rencana perbaikan dari BAZNAS Sidoarjo. Kebahagiaan di Balik Renovasi dan Layanan Publik Hari kedua dipenuhi dengan kisah transformasi haru melalui program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (BRTLH): * Senyum Ibu Darpi'ah Kembali Mekar (Desa Kebaron Tulangan). * Kisah Kedamaian Bapak Sundusin (Desa Simogirang Prambon). * Fondasi Harapan Pak Mufid (Desa Simogirang). Pada hari yang sama, BAZNAS Sidoarjo juga menggelar dua kegiatan sosial masif di Masjid Al-Hikmah, Desa Tebel Tengah: 1. Warung Berkah Sedekah (WBS): Berlangsung selama empat setengah jam, WBS berhasil menjangkau ratusan warga dari berbagai latar belakang ekonomi, menegaskan fungsi zakat sebagai instrumen kesejahteraan. 2. Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Al Chusnaini Sidoarjo melayani 90 pasien (43 laki-laki dan 47 perempuan) dengan layanan komprehensif, dari pemeriksaan fisik, konsultasi medis, hingga pemeriksaan laboratorium dasar. Semangat Zakat, Rumah Baru, dan Distribusi Merata Hari Kamis menjadi puncak berbagai penyaluran bantuan, menegaskan komitmen BAZNAS Sidoarjo. 1. Air Mata Syukur di Candipari: Program BRTLH menorehkan kebahagiaan bagi Bapak Nur Hadi, seorang juru parkir di Desa Candipari Porong. Rumahnya, yang dulunya hanya sekat sempit tanpa privasi, kini berdiri kokoh dengan dinding bata, lantai keramik, dan kamar mandi bersih. Ini bukan sekadar bangunan, tapi simbol kebangkitan martabat keluarga. 2. Indonesia Tetap Dermawan: Laporan World Giving Report (WGR) 2025 yang dirilis Charities Aid Foundation (CAF) menegaskan bahwa Indonesia Tetap Dermawan. Meskipun peringkatnya bergeser, semangat berbagi dan berzakat di Indonesia tetap kuat, memacu BAZNAS Sidoarjo untuk terus mengoptimalkan potensi ZIS. 3. Jangkauan Empat Lokasi: Tim Distribusi lapangan berhasil mendistribusikan bantuan, mencakup program bantuan pendidikan, pembangunan sarana ibadah, dan pemberdayaan ekonomi di empat lokasi, termasuk MI Raden Rahmad Balongbendo. 4. Bantuan Multi Program Sekretariat: BAZNAS menyalurkan bantuan komprehensif di kantor sekretariat, mencakup empat kategori utama dan bantuan partisipasi kegiatan untuk dua organisasi Islam terkemuka di Sidoarjo, PD Nasiyatul Aisyiyah dan JMQH. Harapan untuk Kaum Dhuafa dan Disabilitas Pekan ditutup dengan penjangkauan langsung ke mustahik yang membutuhkan perhatian khusus. 1. Kursi Roda untuk Andra: Tim BAZNAS Sidoarjo melakukan Asesmen non-seremonial untuk memastikan bantuan kursi roda bagi Andra di Desa Candipari Porong benar-benar tepat guna. Gus Jazuk hadir langsung, berdialog hangat dengan keluarga, menunjukkan peran BAZNAS sebagai jembatan kebaikan yang mendekatkan hati muzaki dengan mustahik. 2. Perjuangan Ibu Lina: Asesmen terakhir dilakukan untuk Ibu Lina di Gamping Rowo, seorang pejuang disabilitas yang bersama suaminya (tukang bangunan) merintis pembangunan rumah sejak 2018, namun terhambat keterbatasan dana. Saat ini, mereka terpaksa menempati rumah kakeknya sebagai tempat tinggal sementara, menunggu solusi permanen dari BAZNAS. Keberhasilan rangkaian program ini adalah refleksi nyata dari fungsi Zakat sebagai instrumen penguatan sosial-ekonomi umat. Setiap uluran tangan yang disalurkan BAZNAS Sidoarjo telah menjelma menjadi rumah, kesehatan, pendidikan, dan terutama, harapan baru bagi masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara Muzaki dan Mustahik.
BERITA29/09/2025 | sudrab
Seberkas Asa di Gamping Rowo: Perjuangan Ibu Lina Membangun Rumah Impian di Tengah Ujian Disabilitas
Seberkas Asa di Gamping Rowo: Perjuangan Ibu Lina Membangun Rumah Impian di Tengah Ujian Disabilitas
Sidoarjo—Di balik terik matahari desa Gamping Rowo, Tarik, tersembunyi sebuah kisah ketangguhan seorang ibu. Lina Agustiningsih (35) bukan hanya berjuang untuk menafkahi tiga anaknya, namun juga menghadapi realitas bahwa dua di antaranya adalah penyandang disabilitas. Selama bertahun-tahun, mimpi sederhana untuk memiliki rumah yang layak dan aman terasa jauh, terhalang oleh keterbatasan ekonomi yang tak berujung. Namun, di tengah kepungan rumput liar dan tumpukan batu bata yang terbengkalai, seberkas asa kini datang, dibawa oleh uluran tangan kepedulian dari BAZNAS Sidoarjo , 25 September 2025 Senyapnya Cita-Cita Sejak 2018 Kisah perjuangan Ibu Lina bermula dari tahun 2018. Saat itu, ia dan suaminya, yang bekerja sebagai tukang bangunan, mulai merintis pembangunan rumah di atas lahan mereka. Mereka berangan-angan tentang dinding yang kokoh dan atap yang menaungi, sebuah tempat yang hangat untuk membesarkan anak-anak. Namun, impian itu harus tertunda. Penghasilan harian suami, meskipun bekerja keras, hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. “Niki damel pun sak enten-entene... mboten saged, nggih,” (*Ini dibangun seadanya, tapi tidak bisa, ya*), ujar Ibu Lina dalam bahasa Jawa, menggambarkan usaha mereka yang terputus-putus. Keterbatasan dana membuat pembangunan macet. Akhirnya, keluarga kecil ini terpaksa menempati rumah kakeknya sebagai tempat tinggal sementara. Tentu, tinggal menumpang bukanlah solusi permanen. Mereka membutuhkan kemandirian, apalagi dengan kondisi anak-anak yang memerlukan perhatian dan lingkungan yang sangat stabil. Ujian Berat Sang Ibu Beban Ibu Lina kian berat karena ia adalahanak satu satunya dan lebih mengharukan lagi, dua dari tiga anaknya didiagnosis memiliki keterbatasan, salah satunya disebut-sebut mengalami disabilitas (disleksia atau Down Syndrome). Kondisi ini menuntut biaya pengobatan, terapi, dan perhatian ekstra yang jauh melampaui kemampuan finansial keluarga. Sementara suaminya sibuk mencari nafkah, Ibu Lina harus menjadi benteng pelindung dan perawat utama bagi anak-anaknya yang berkebutuhan khusus. Dalam rekaman video dokumentasi, terekam momen emosional ketika Ibu Lina menjelaskan kondisi putrinya. Raut wajahnya memancarkan kelelahan, tetapi matanya tetap menunjukkan tekad seorang ibu yang gigih. Ia berdiri di depan dinding bata yang belum diplester, di tengah lahan berumput, menunjukkan sisa-sisa bangunan yang terbengkalai. Tempat itulah yang ia harap akan menjadi istana kecil bagi keluarganya. Respons Cepat BAZNAS Sidoarjo Kesulitan keluarga Ibu Lina menarik perhatian BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Pada Kamis, 25 September 2025, Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar, langsung turun ke lapangan memimpin tim untuk melakukan Survey Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Mereka tak hanya mengecek kondisi fisik bangunan, tetapi juga memverifikasi langsung kondisi keluarga. “Dulu rumahnya di sini, Gus,” kata salah seorang pendamping, menunjukkan letak bangunan awal yang sudah tidak ada lagi, digantikan lahan kosong. Tim BAZNAS melihat langsung tumpukan batu bata ringan yang berserakan, menjadi saksi bisu terhentinya pembangunan selama bertahun-tahun. M. Chasbil Aziz Salju Sodar, yang saat itu mengenakan kemeja batik dan peci, mendengarkan dengan saksama setiap detail cerita Ibu Lina. "Kondisi seperti inilah yang harus kita prioritaskan. Zakat, infaq, dan sedekah dari masyarakat Sidoarjo wajib hukumnya kita salurkan untuk meringankan beban saudara kita, terutama mereka yang memiliki tanggungan anak-anak disabilitas," tegas salah satu anggota tim BAZNAS. Mengubah Batu Bata Menjadi Harapan Kunjungan BAZNAS ini bukan sekadar formalitas, melainkan pembawa janji. Tim langsung melakukan pengukuran dan pencatatan, menjadi langkah awal dimulainya program RTLH. Harapannya, dalam waktu dekat, lahan berumput itu akan segera diganti dengan rumah yang kokoh, sehat, dan layak huni, sebuah lingkungan yang suportif bagi pertumbuhan dan perawatan anak-anak Ibu Lina yang berkebutuhan khusus. Program RTLH BAZNAS Sidoarjo adalah wujud nyata dari dana ZIS umat yang kembali kepada yang membutuhkan, mengubah cerita kesulitan menjadi narasi harapan. Bagi Ibu Lina, ini bukan hanya tentang mendapatkan tembok dan atap baru, tetapi tentang pengakuan bahwa perjuangannya tidak sendirian. Kini, ia bisa menatap masa depan dengan optimisme, menanti hari ketika ia bisa memboyong anak-anaknya ke rumah baru yang dibangun dengan kasih sayang dan kepedulian seluruh warga Sidoarjo. Di Gamping Rowo, mimpi yang tertunda selama 7 tahun akan segera terwujud, membuktikan bahwa semangat gotong royong dan zakat mampu membangun kembali tidak hanya rumah, tetapi juga kehidupan.
BERITA27/09/2025 | sudrab
Senandung Kursi Roda untuk Andra: Harapan dari Desa Candipari Porong
Senandung Kursi Roda untuk Andra: Harapan dari Desa Candipari Porong
Betapa seringnya sebuah harapan kecil tersemat pada benda sederhana. Bagi ananda Muhammad Andra Ramadhan di Desa Candipari, Porong, harapan itu kini berbentuk sebuah kursi roda—alat bantu gerak yang akan menopang mimpinya yang terhalang kelainan kaki sejak lahir. Inisiasi mulia ini berawal dari usulan Ibu Wakil Bupati Sidoarjo. Langkah Cepat Menuju Candipari Siang itu, Kamis (25/09/25), tim BAZNAS Sidoarjo bergerak cepat menuju kediaman Bapak Muchamad Saifudin, ayah dari Andra. Kegiatan ini bukanlah sekadar kunjungan seremonial, melainkan sebuah misi asesmen langsung untuk memastikan bahwa bantuan yang akan disalurkan benar-benar sesuai dan tepat guna. Lokasi asesmen yang sederhana, bahkan berdampingan dengan kandang sapi, tak menyurutkan langkah Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), untuk turun langsung ke lapangan. Gus Jazuk, didampingi beberapa orang, berdialog hangat dengan keluarga Andra. Ini adalah potret nyata bagaimana BAZNAS menjalankan perannya sebagai jembatan kebaikan, mendekatkan hati para muzaki dengan mustahik yang membutuhkan. Kehadiran beliau secara pribadi menunjukkan komitmen lembaga dalam melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat penerima manfaat. Andra, Pejuang Cilik yang Terlahir Prematur Ananda Andra Ramadhan adalah pejuang cilik. Lahir secara prematur, ia harus menghadapi tantangan besar karena didiagnosis memiliki kelainan di kaki sejak lahir, yang membuat Andra kesulitan untuk berjalan. Tampak seorang anggota keluarga menggendong Andra, dan saat diletakkan, ia bergerak dengan merangkak atau berusaha menjejakkan kaki sebentar dengan posisi jinjit. Keterbatasan gerak ini tentu membatasi dunianya, yang seharusnya diisi dengan lari, lompat, dan tawa anak-anak seusianya. Bapak Muchamad Saifudin dan keluarganya tentu berharap Andra bisa bergerak lebih leluasa. Kursi roda, dalam konteks ini, bukan sekadar alat medis, melainkan sebuah kunci untuk membuka pintu mobilitas dan kemandirian bagi Andra. Ini adalah investasi kecil dari dana zakat umat yang diharap dapat memberikan dampak besar pada masa depan sang anak. Menyesuaikan Kebaikan dengan Kebutuhan Proses asesmen yang dilakukan Gus Jazuk sangat penting. Ia tidak hanya melihat kondisi fisik Andra, tetapi juga memastikan jenis kursi roda yang paling tepat. Mengingat Andra adalah anak-anak dengan kebutuhan khusus, kursi roda yang dibutuhkan tentu harus disesuaikan, baik dari segi ukuran, ergonomi, maupun fitur pendukung lainnya agar nyaman dan aman digunakan. Bantuan ini harus didesain untuk menjadi 'kaki' yang baru bagi Andra. Gus Jazuk menyatakan bahwa usulan dari Ibu Wakil Bupati ini akan segera ditindaklanjuti. "Ini adalah amanah dari Ibu Wakil Bupati dan juga amanah umat. Kami akan segera proses bantuan kursi roda yang paling sesuai untuk Ananda Andra agar ia bisa beraktivitas dengan lebih baik," tuturnya. Senandung Harapan Kisah Andra di Candipari ini menjadi pengingat yang menyentuh. Di tengah hiruk pikuk kota dan pembangunan, masih ada sudut-sudut kecil yang menanti uluran tangan. Melalui BAZNAS Sidoarjo, setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang Anda titipkan bertransformasi menjadi senandung harapan, menjadi sebuah kursi roda yang akan membawa Ananda Muhammad Andra Ramadhan menjelajahi dunia kecilnya dengan lebih mudah. Kita semua berharap, setelah kursi roda itu diserahkan, Andra tidak lagi kesulitan untuk berkeliling, dan kelak, ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bersemangat, melampaui keterbatasan yang dimilikinya. Sebuah kursi roda kecil yang membawa harapan besar.
BERITA26/09/2025 | sudrab
Air Mata Syukur di Candipari: Rumah Rapuh yang Menjadi Harapan Baru
Air Mata Syukur di Candipari: Rumah Rapuh yang Menjadi Harapan Baru
SIDOARJO — Di tengah debu dan dinginnya malam, rumah Bapak Nur Hadi di Desa Candipari, Porong, dulu hanya sebatas ruang sempit tanpa sekat, tanpa jamban layak, dan tanpa privasi. Kini, ia berdiri kokoh dengan dinding bata, lantai keramik, dan kamar mandi bersih—bukan sekadar bangunan, tapi simbol kebangkitan martabat keluarga. Ketika Rumah Tak Lagi Jadi Tempat Berlindung Bapak Nur Hadi, juru parkir di desa Wunut, hidup bersama lima anggota keluarga—termasuk ibu lansia—dalam satu ruangan persegi yang tak memadai. Tidak ada partisi. Tidak ada WC. Mereka tidur berdesakan, berbagi udara dengan area basah yang berisiko kesehatan tinggi. Privasi? Kemewahan yang tak terjangkau. Rasa aman? Hanya mimpi. “Dulu kami takut hujan datang. Atap bocor, lantai becek, anak-anak sering sakit,” kenang Ibu Hadi, suaranya bergetar mengenang masa lalu. Kondisi ini bukan hanya soal kemiskinan—tapi soal kehilangan martabat manusia. Rumah mereka bukan tempat tinggal, melainkan tempat bertahan hidup. BAZNAS Turun Tangan, Bangun Ulang Harapan Melalui Program Rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), BAZNAS Kabupaten Sidoarjo turun langsung. Dipimpin oleh M. Chasbil Aziz Salju Sodar, tim melakukan assessment menyeluruh, lalu merombak total rumah tersebut—dari fondasi hingga atap. Dinding rapuh diganti bata, lantai tanah jadi keramik, dan yang paling penting: dibangun WC layak serta sekat ruang untuk privasi. Proses ini tidak instan. Butuh waktu, perencanaan, dan verifikasi ketat. Setiap rupiah dari zakat, infaq, dan sedekah masyarakat dipertanggungjawabkan. BAZNAS tidak hanya membangun rumah—mereka membangun kepercayaan dan harapan. “Ini bukan proyek biasa. Ini adalah investasi dalam martabat manusia,” tegas Achmad Richie, Staf Pelaksana BAZNAS yang ikut monitoring penyerahan BAST. Air Mata Syukur yang Menggugah Jiwa Saat pintu rumah baru dibuka, ibu lansia duduk di teras, menangis pelan sambil menangkupkan tangan. “Alhamdulillah ya Allah… Ya Allah…” bisiknya, air mata mengalir di pipi yang berkerut. Anak-anak kini bisa tertawa di dalam ruangan yang kering, nyaman, dan aman. Tidak lagi khawatir akan banjir atau penyakit. Bapak Hadi, yang selama ini hanya bisa pasrah, kini tersenyum lebar. “Saya tidak punya apa-apa, tapi BAZNAS memberi kami segalanya.” Momen ini bukan hanya tentang atap dan dinding. Ini tentang restorasi kehidupan. Tentang hak dasar setiap manusia untuk hidup layak, aman, dan bermartabat. Jadilah Bagian dari Perubahan Setiap zakat yang Anda salurkan melalui BAZNAS Sidoarjo berpotensi mengubah hidup keluarga seperti Bapak Nur Hadi. Bukan hanya membantu—tapi mengembalikan kehormatan, keamanan, dan senyum di wajah mereka. Ingin jadi bagian dari cerita haru ini? Salurkan zakat Anda sekarang. Klik bio untuk donasi atau informasi lebih lanjut. Karena kebaikan yang nyata dimulai dari langkah kecil—yang berdampak besar. #BAZNAS #RTLH #RehabRumah #SidoarjoPeduli #ZakatUntukKemanusiaan #BerzakatBerkah #CandipariBaru #MartabatKeluarKemiskinan #KlikBio
BERITA25/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Jangkau Empat Lokasi dalam Distribusi Bantuan Lapangan
BAZNAS Sidoarjo Jangkau Empat Lokasi dalam Distribusi Bantuan Lapangan
SIDOARJO - Tim Distribusi lapangan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo yang terdiri dari M. Sofwan dan M. Syukron berhasil mendistribusikan bantuan ke empat lokasi berbeda pada Kamis (25/9). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.45 WIB ini mencakup program bantuan pendidikan, pembangunan sarana ibadah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah MI Raden Rahmad Balongbendo, sebuah madrasah yang melayani anak-anak dari keluarga kurang mampu. Berdasarkan hasil assessment mendalam, tim mengidentifikasi sembilan siswa yang membutuhkan bantuan pendidikan untuk melanjutkan studi mereka. "Kondisi ekonomi orang tua siswa di MI Raden Rahmad memang memprihatinkan. Hampir seluruhnya tergolong keluarga prasejahtera," ungkap M. Sofwan, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang memimpin tim lapangan. "Bantuan pendidikan ini diharapkan dapat mencegah anak-anak putus sekolah dan memberikan mereka kesempatan meraih masa depan yang lebih baik." Program selanjutnya adalah bantuan pembangunan mushola di SDN Jabaran Balongbendo. Sekolah ini telah lama membutuhkan fasilitas ibadah yang memadai untuk mendukung kegiatan keagamaan siswa. Bantuan pembangunan mushola menjadi solusi konkret untuk kebutuhan tersebut. Perjalanan dilanjutkan ke Desa Gading Krembung untuk memberikan bantuan pembangunan kanopi Mushola Al-Khoiriyah. Fasilitas ibadah yang aktif digunakan masyarakat setempat ini memerlukan perlindungan dari cuaca untuk kenyamanan jamaah. "Mushola Al-Khoiriyah adalah pusat kegiatan keagamaan warga setempat. Kanopi yang akan dibangun tidak hanya memberikan perlindungan fisik, tetapi juga meningkatkan semangat masyarakat untuk beribadah berjamaah," jelas M. Syukron, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang turut dalam tim lapangan. Kunjungan terakhir dilakukan ke Desa Janti Tarik untuk program bantuan UMKM kepada Bapak Didik Molyono. Sebagai pelaku usaha perdagangan, Bapak Didik membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya yang sempat mengalami penurunan. Tim BAZNAS melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jenis usaha, prospek pengembangan, dan kemampuan pengelolaan sebelum memutuskan pemberian bantuan. Bantuan modal usaha ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan jangkauan pasar usaha penerima. "Program bantuan UMKM adalah salah satu yang paling strategis karena berdampak jangka panjang. Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga melakukan pendampingan untuk memastikan usaha berkembang secara berkelanjutan," tambah M. Sofwan. Seluruh kegiatan lapangan berlangsung dengan koordinasi yang baik antara tim BAZNAS dan masyarakat setempat. Penerimaan yang positif dari masyarakat menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap program-program BAZNAS. "Respons masyarakat sangat menggembirakan. Mereka tidak hanya berterima kasih, tetapi juga berkomitmen memanfaatkan bantuan secara optimal. Ini adalah modal sosial yang sangat berharga bagi keberhasilan program," ujar M. Syukron. Kegiatan distribusi lapangan ini membuktikan komitmen BAZNAS Sidoarjo untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa. Dengan pendekatan langsung ke lokasi, BAZNAS dapat memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Tim lapangan juga melakukan dokumentasi lengkap dan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk memastikan sustainability program. Setiap bantuan yang disalurkan akan dipantau perkembangannya sebagai bagian dari evaluasi program. "Ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi investasi jangka panjang untuk pemberdayaan masyarakat. Kami berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat," tutup M. Sofwan.
BERITA25/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Multi Program di Kantor Sekretariat
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Multi Program di Kantor Sekretariat
SIDOARJO - BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melaksanakan distribusi bantuan komprehensif pada Kamis (25/9) di kantor sekretariat Jalan Pahlawan I No. 10. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ahmad Hamdani dan Multono, keduanya Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, berhasil menyalurkan berbagai jenis bantuan kepada organisasi keagamaan, individu, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan. Program distribusi hari ini mencakup empat kategori utama bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing penerima. Bantuan partisipasi kegiatan diberikan kepada dua organisasi Islam terkemuka di Sidoarjo, yaitu PD Nasiyatul Aisiyah untuk mendukung program pemberdayaan perempuan dan JMQH (Jam'iyyah Mudarasatil Qur'an lil Hafizhat) Sidoarjo dalam rangka Harlah ke-IV yang akan diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Sidoarjo pada 28 September mendatang. "Kami sangat fokus memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi penerima," ungkap Ahmad Hamdani, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang memimpin kegiatan distribusi. "Setiap proposal yang masuk telah melalui proses verifikasi ketat untuk memastikan kesesuaian dengan program kerja BAZNAS." Salah satu momen mengharukan terjadi ketika Bapak Nur Hadi menerima bantuan kesehatan untuk putrinya, Ananda Melinda Nur Alfarizka, bayi berusia empat bulan yang menderita penyakit Hisprung. Ananda saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo setelah menjalankan operasi ketiga. Meski biaya medis telah ditanggung BPJS dan Pemerintah Daerah, kebutuhan nutrisi dan susu khusus masih menjadi beban finansial keluarga. Ahmad Hamdani, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang menangani distribusi bantuan kesehatan, menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung kesehatan masyarakat. "Bantuan kesehatan ini khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan yang diperlukan dalam proses penyembuhan. Kami berharap dapat membantu meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi cobaan ini," jelasnya. Program alat bantu kesehatan juga menjadi perhatian khusus dalam kegiatan hari ini. Sebuah kursi roda diserahkan melalui Bapak Anang, Sekretaris Desa Jati Alun-Alun, untuk Ibu Marpu'ah, seorang lansia yang mengalami keterbatasan mobilitas. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan memfasilitasi aktivitas sehari-hari penerima. "Alat bantu seperti kursi roda mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya sangat besar bagi penerima. Ini adalah bentuk kepedulian konkret BAZNAS terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas," tambah Ahmad Hamdani. Seluruh kegiatan distribusi berlangsung dalam suasana tertib dan penuh khidmat. Para penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan berkomitmen menggunakan bantuan sesuai peruntukannya. Pihak BAZNAS juga melakukan dokumentasi lengkap sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana zakat, infaq, dan sedekah. Kegiatan distribusi di kantor sekretariat ini merupakan bagian Metode Penyaluran Bantuan, BAZNAS Sidoarjo dalam menyalurkan amanah masyarakat. Dengan pendekatan sistematis dan profesional, BAZNAS terus berupaya mengoptimalkan dampak setiap bantuan yang disalurkan. "Kami akan terus konsisten menjalankan program distribusi dengan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga melalui kinerja yang optimal," tutup Ahmad Hamdani.
BERITA25/09/2025 | sudrab
Indonesia Tetap Dermawan di Tengah Pergeseran Global: Mengapa Peringkat Kita Turun, Namun Semangat Zakat dan Infak Tetap Kuat?
Indonesia Tetap Dermawan di Tengah Pergeseran Global: Mengapa Peringkat Kita Turun, Namun Semangat Zakat dan Infak Tetap Kuat?
SIDOARJO– Laporan terbaru World Giving Report (WGR) 2025 yang dirilis oleh Charities Aid Foundation (CAF) menunjukkan perubahan signifikan pada posisi filantropi Indonesia. Setelah bertahun-tahun menempati peringkat teratas sebagai negara paling dermawan di dunia, Indonesia kini berada di posisi ke-21 dari 101 negara yang disurvei. Namun, penurunan peringkat ini tidak lantas berarti masyarakat Indonesia menjadi kurang dermawan. Sebaliknya, data menunjukkan bahwa semangat berbagi dan berzakat di Indonesia tetap kuat, bahkan memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Mengenal Laporan WGR 2025: Metodologi yang Berubah, Wawasan yang Lebih Dalam WGR 2025 mengadopsi metodologi baru yang lebih komprehensif dibandingkan World Giving Index (WGI) sebelumnya. Laporan ini secara spesifik mengukur tiga jalur utama donasi: 1. Donasi langsung kepada individu atau keluarga yang membutuhkan. 2. Donasi kepada lembaga amal atau filantropi. 3. Donasi untuk keperluan agama. Perbedaan ini penting karena mencerminkan preferensi masyarakat dalam menyalurkan bantuan. Data menunjukkan bahwa salah satu ciri khas kedermawanan Indonesia adalah kecenderungan untuk memberikan bantuan secara langsung. Posisi Indonesia: Kuantitas di Bawah, Kualitas Tetap Unggul Meskipun secara peringkat global Indonesia turun, data WGR 2025 menunjukkan bahwa rata-rata donasi yang diberikan masyarakat Indonesia setara dengan 1,55% dari pendapatan per kapita. Angka ini masih jauh di atas rata-rata global yang hanya 1,04% dan mengungguli negara-negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Hal ini membuktikan bahwa semangat kedermawanan masyarakat Indonesia tetap berada di level tertinggi. Lebih dari itu, laporan ini memberikan wawasan mendalam tentang karakter filantropi di Indonesia, di mana **motivasi keagamaan** memainkan peran sentral. BAZNAS Sidoarjo: Mengoptimalkan Potensi Zakat untuk Kesejahteraan Umat Sebagai lembaga amil zakat yang mengemban amanah umat, BAZNAS Sidoarjo melihat data ini sebagai dorongan untuk terus berinovasi. Temuan dalam WGR 2025 menegaskan pentingnya peran lembaga filantropi formal, seperti BAZNAS, dalam mengelola dan menyalurkan donasi dengan efektif. Untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk: Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penyaluran dana. Mengembangkan program-program inovatif yang tidak hanya menyentuh aspek konsumtif, tetapi juga produktif untuk memberdayakan mustahik. Menggunakan teknologi untuk mempermudah masyarakat Sidoarjo menunaikan kewajibannya, baik melalui platform digital maupun layanan jemput zakat. Dengan sinergi antara semangat kedermawanan masyarakat dan manajemen profesional dari BAZNAS, kita dapat memastikan bahwa setiap rupiah yang disumbangkan menjadi berkah yang maksimal. Mari terus bersama-sama memajukan filantropi Islam untuk mewujudkan Sidoarjo yang lebih sejahtera dan berkah.
BERITA25/09/2025 | sudrab
Penjual Seblak Dan Bakso Tambak Sumur Dapat Bantuan UMKM BAZNAS Sidoarjo
Penjual Seblak Dan Bakso Tambak Sumur Dapat Bantuan UMKM BAZNAS Sidoarjo
SIDOARJO - Di tengah hiruk pikuk aktivitas malam hari di Desa Tambak Sumur, Kecamatan Waru, sosok Abd Munis tampak tegar melayani pembeli di warung sederhanayang menjadi tumpuan hidupnya. Pria paruh baya ini tak pernah menyangka bahwa perjuangannya mempertahankan warung seblak dan bakso akan mendapat perhatian dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Rabu malam, 24 September 2025, tepat setelah jamaah menunaikan shalat Isya pukul 19.30 WIB, Ahmad Hamdani dan Minan Abdul Haq selaku staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo tiba di warung sederhana milik Pak Munis. Kedatangan mereka membawa kabar gembira berupa bantuan program Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang akan menjadi angin segar bagi keluarga kecil ini. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Bantuan ini datang di saat yang tepat ketika usaha sedang lesu," ungkap Abd Munis dengan mata berkaca-kaca, sementara tangannya masih sibuk menyiapkan pesanan pelanggan. Kehidupan Pak Munis memang tidak mudah. Bersama istri dan seorang putri yang kini duduk di kelas 4 SD, ia harus menopang ekonomi keluarga sendirian. Istri yang dulu bekerja sebagai penjaga kantin di SDN Tambak Sumur kini harus beristirahat total setelah menjalani operasi pengangkatan tumor beberapa waktu lalu. "Istri saya sedang dalam masa pemulihan. Dia yang dulu membantu di warung, sekarang harus fokus untuk kesembuhan," jelasnya dengan nada tegar namun penuh keprihatinan. Kondisi ini membuat Pak Munis harus berjuang ekstra keras. Setiap hari, mulai sore hingga larut malam, ia melayani pembeli yang datang mencari seblak pedas dan bakso hangat buatannya. Warung kecil di pinggir jalan itu menjadi satu-satunya sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah anak, dan pengobatan istri. Ahmad Hamdani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menyampaikan bahwa bantuan UMKM ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Kami berharap bantuan ini dapat membantu Pak Munis mengembangkan usahanya dan meringankan beban keluarga," ujarnya. Program bantuan UMKM BAZNAS Sidoarjo memang ditargetkan untuk pedagang kecil dan keluarga prasejahtera yang memiliki potensi usaha. Pak Munis dinilai layak menerima bantuan karena ketekunannya mempertahankan usaha di tengah cobaan hidup yang berat. Distribusi bantuan yang berlangsung hingga pukul 19.45 WIB itu diakhiri dengan doa bersama agar usaha Pak Munis semakin berkembang dan keluarganya diberikan kesehatan. Yang terpenting, agar putri kecilnya dapat melanjutkan pendidikan hingga meraih cita-cita. "Semoga dengan bantuan ini, saya bisa memperbaiki warung dan menambah variasi menu. Yang paling penting, anak saya bisa terus sekolah dan meraih masa depan yang lebih baik," harap Pak Munis penuh optimisme. Kehadiran BAZNAS Sidoarjo di tengah masyarakat sekali lagi membuktikan bahwa zakat, infaq, dan shadaqah dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan ekonomi umat.
BERITA25/09/2025 | sudrab
RUMAH SEHAT BAZNAS AL CHUSNAINI SIDOARJO LAKSANAKAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS BARENG ACARA WBS BAZNAS SIDOARJO
RUMAH SEHAT BAZNAS AL CHUSNAINI SIDOARJO LAKSANAKAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS BARENG ACARA WBS BAZNAS SIDOARJO
Tim Medis Berhasil Melayani 90 Pasien dengan Temuan Dominasi Myalgia, Hipertensi, dan Diabetes Mellitus SIDOARJO - Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Al Chusnaini Sidoarjo menggelar program pemeriksaan kesehatan gratis di Masjid Al-Hikmah Raya, Desa Tebel Tengah, Kecamatan Gedangan, pada Selasa (23/9/2025). Kegiatan yang berlangsung Dua setengah jam ini berhasil melayani 90 pasien dengan komposisi 43 laki-laki dan 47 perempuan dari berbagai kelompok usia. Tim medis yang dipimpin oleh dr. Bertha Cahyapuri didukung oleh dua tenaga bidan profesional dan satu tenaga pendukung non-medis. Pelayanan kesehatan komprehensif yang diberikan mencakup pemeriksaan fisik umum, konsultasi medis, dan pemeriksaan laboratorium dasar untuk pasien yang memerlukan. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, ditemukan tiga kategori penyakit yang mendominasi kondisi kesehatan masyarakat Desa Tebel Tengah. Myalgia atau nyeri otot menempati posisi teratas, diikuti oleh hipertensi dan diabetes mellitus. Temuan ini memberikan gambaran epidemiologis yang penting untuk perencanaan program kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. "Data hasil pemeriksaan menunjukkan prevalensi tinggi gangguan muskuloskeletal, yang kemungkinan berkorelasi dengan pola aktivitas fisik dan okupasi masyarakat setempat. Temuan hipertensi dan diabetes mellitus juga mengindikasikan perlunya intervensi preventif terkait penyakit tidak menular," ungkap dr. Bertha Cahyapuri. Program pemeriksaan kesehatan ini juga melakukan layanan laboratorium sederhana dengan pemeriksaan Gula Darah Acak (GDA) untuk empat pasien laki-laki dan pemeriksaan kolesterol untuk satu pasien perempuan. Meskipun jumlahnya terbatas, pemeriksaan laboratorium ini memberikan data objektif tambahan untuk diagnosis dan penatalaksanaan yang lebih akurat. Ilmiyatul Faidah, Salah satu petugas RSB Al Chusnaini Sidoarjo, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi dari misi institusi dalam meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan geografis dan ekonomi. "RSB Al Chusnaini berkomitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas langsung ke tengah-tengah masyarakat yang memerlukan," jelasnya. Pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis ini menerapkan standar pelayanan medis yang komprehensif. Setiap pasien tidak hanya mendapat pemeriksaan dan diagnosis, tetapi juga edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi individual. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan mendorong adopsi perilaku hidup sehat. Kolaborasi strategis antara RSB Al Chusnaini dengan BAZNAS Sidoarjo dalam kegiatan ini menciptakan model pelayanan terintegrasi yang menggabungkan aspek kesehatan dan sosial kemasyarakatan. Sinergi ini memungkinkan masyarakat mendapat layanan holistik yang mencakup pemenuhan kebutuhan kesehatan dan pangan secara bersamaan. Respons positif masyarakat terhadap program ini tercermin dari tingkat partisipasi yang tinggi dan antusiasme dalam mengikuti konsultasi kesehatan. Beberapa pasien menyampaikan apresiasi terhadap kualitas pelayanan dan aksesibilitas program yang memudahkan mereka dalam mendapat layanan kesehatan berkualitas. Program pemeriksaan kesehatan gratis ini menandai komitmen RSB Al Chusnaini untuk terus mengembangkan jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat. Institusi berencana melanjutkan program serupa ke wilayah-wilayah lain untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA23/09/2025 | sudrab
BAZNAS SIDOARJO GELAR  WARUNG BERKAH SEDEKAH DI MASJID AL-HIKMAH
BAZNAS SIDOARJO GELAR WARUNG BERKAH SEDEKAH DI MASJID AL-HIKMAH
SIDOARJO - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo melaksanakan Kegiatan Warung Berkah Sedekah (WBS) di Masjid Al-Hikmah Raya, Desa Tebel Tengah, Kecamatan Gedangan, pada Selasa (23/9/2025). Program yang berlangsung selama empat setengah jam ini berhasil menjangkau ratusan warga dari berbagai kalangan usia dan latar belakang ekonomi. Pelaksanaan WBS dimulai pukul 09.00 WIB dengan sistem distribusi terorganisir yang melibatkan warga, tokoh masyarakat, serta tenaga pendidik dan siswa MI Hasanuddin. Em Luqman Hakiem, Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, yang hadir langsung dalam kegiatan ini menegaskan bahwa program WBS merupakan implementasi konkret dari fungsi distribusi zakat untuk kesejahteraan masyarakat. "Program Warung Berkah Sedekah merupakan salah satu instrumen strategis BAZNAS dalam mendistribusikan dana zakat, infaq, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga penguatan ikatan sosial kemasyarakatan," jelasnya dalam keterangan resminya. Dalam kesempatan tersebut, Ibu MunawrohSalah satu warga Desa Tebel Tengah, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi program yang telah dijalankan BAZNAS Sidoarjo. "Masyarakat Tebel Tengah mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Sidoarjo atas program Warung Berkah Sedekah ini. Kami berharap program ini dapat berkelanjutan karena memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat," ujarnya dalam Kesempatan Menerima Paket Makan Gratis. Kegiatan WBS kali ini juga menunjukkan partisipasi aktif dari sektor pendidikan, dengan keterlibatan guru dan siswa MI Hasanuddin. Salah satu Ustadzah h, , menjelaskan bahwa partisipasi siswa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bagian integral dari pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. "Keterlibatan siswa dalam program seperti ini memberikan pembelajaran praktis tentang implementasi nilai-nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat," ungkapnya. Kegiatan yang berakhir pukul 12.00 WIB ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap program pemberdayaan yang diselenggarakan BAZNAS. Hal ini tercermin dari partisipasi aktif warga dan respons positif yang diberikan sepanjang pelaksanaan program. BAZNAS Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melanjutkan program WBS ke wilayah-wilayah lain dalam rangka memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini akan terus dikembangkan dengan pendekatan inovatif untuk memaksimalkan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA23/09/2025 | sudrab
Fondasi Harapan: Dari Rumah Rapuh, Pak Mufid Membangun Masa Depan
Fondasi Harapan: Dari Rumah Rapuh, Pak Mufid Membangun Masa Depan
Program RTLH BAZNAS Sidoarjo, Rumah Tak Layak Huni menjadi Rumah Tinggal Layak Huni Di sudut lain Desa Simogirang, terdapat cerita perjuangan seorang Bapak,Pak Mufid. Hidupnya sederhana, tetapi impiannya untuk memiliki tempat tinggal yang layak bagi keluarga kecilnya tak pernah padam. Rumahnya yang dulu merupakan bangunan rapuh dengan dinding seadanya, kini telah berubah menjadi bangunan kokoh yang siap menjadi saksi bisu pertumbuhan keluarganya. Pada Senin (22/9/2025), Pak Mufid menyambut tim BAZNAS Sidoarjo dengan wajah cerah. Rasa bangga terpancar jelas dari matanya saat tim memasuki rumah barunya. Dinding yang sebelumnya hanya dilapisi tripleks, kini telah diganti dengan tembok bata yang kuat dan dicat dengan rapi. Lantai yang dulu hanya tanah, kini dilapisi keramik yang bersih. Perubahan ini membawa angin segar bagi kehidupan Pak Mufid dan istrinya. Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar**, berbincang hangat dengan Pak Mufid. "Rumah ini adalah fondasi. Dari fondasi yang kuat, semoga Pak Mufid dan keluarga bisa membangun masa depan yang lebih baik lagi," tuturnya. Pak Mufid mengangguk setuju, matanya berkaca-kaca menahan haru. Ia tidak pernah membayangkan akan memiliki rumah yang begitu layak. "Saya hanya pekerja serabutan, tidak pernah terpikir bisa punya rumah seperti ini," tutur Pak Mufid. "Ini semua berkat BAZNAS Sidoarjo dan orang-orang baik yang telah membantu." Setiap kata yang terucap dari bibirnya dipenuhi rasa syukur. Dengan rumah baru ini, Pak Mufid dan istrinya kini bisa lebih fokus menata kehidupan, tanpa perlu lagi khawatir dengan kondisi tempat tinggal. Proses renovasi yang berjalan lancar sejak Agustus lalu, menjadi bukti komitmen BAZNAS dalam menyalurkan amanah umat. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim di lapangan, termasuk tenaga ahli teknik dan staf pelaksana yang memastikan setiap pembangunan berjalan sesuai rencana. Di tangan mereka, zakat yang terkumpul tidak hanya menjadi uang, tetapi menjelma menjadi tembok, atap, dan fondasi harapan bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan.
BERITA23/09/2025 | sudrab
Dari Kekhawatiran Jadi Kedamaian: Kisah Bapak Sundusin dan Rumah Barunya
Dari Kekhawatiran Jadi Kedamaian: Kisah Bapak Sundusin dan Rumah Barunya
Program RTLH BAZNAS Sidoarjo, Rumah Tak Layak Huni menjadi Rumah Tinggal Layak Huni Di Desa Simogirang Prambon, cerita haru tentang sebuah rumah kembali terukir. Kali ini, kisah datang dari Bapak Sundusin, seorang warga yang hari-harinya diisi dengan perjuangan,penjual es tebu. Rumahnya yang sudah tua dan rapuh, menjadi beban pikiran yang tak pernah lepas. Hujan dan angin kencang adalah musuh yang membuat beliau tak bisa tidur nyenyak. Namun, kini, rasa cemas itu telah lenyap, digantikan dengan kedamaian yang sejati. Pada Senin (22/9/2025), wajah Bapak Sundusin tampak begitu sumringah. Ia tak henti-hentinya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada tim BAZNAS Sidoarjo yang datang untuk memonitor dan menyerahkan BAST rumahnya. Proses renovasi yang dimulai sejak Agustus lalu telah mengubah total kondisinya. Dinding yang dulu retak dan usang kini telah diperbarui, dicat dengan warna hijau cerah yang menyejukkan mata. Atapnya yang bocor kini telah diganti, kokoh melindungi seluruh isi rumah. Saat berbincang dengan tim BAZNAS, Bapak Sundusin menceritakan pengalamannya. "Dulu kalau subuh mau salat itu rasanya dingin sekali. Lantainya dingin, rasanya seperti di luar rumah," ucapnya sambil tersenyum. Kini, beliau bisa salat dengan khusyuk di dalam rumah barunya, di atas lantai keramik yang bersih. Momen sederhana ini, bagi beliau, adalah anugerah terbesar. M. Mahbub, Wakil Ketua II BAZNAS Sidoarjo, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan rasa syukurnya. "Kami hanya perantara, ini semua berkat kepercayaan para donatur yang menitipkan zakatnya kepada BAZNAS Sidoarjo. Kisah Bapak Sundusin ini adalah bukti nyata keberkahan zakat," ujarnya penuh haru. Rumah baru ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga mengembalikan martabat dan ketenangan jiwa bagi Bapak Sundusin. Ia tidak perlu lagi khawatir atapnya bocor atau dindingnya ambruk. Doa-doa tulus yang terus dipanjatkan Bapak Sundusin, memohon kebaikan bagi para donatur, menjadi balasan terindah dari program ini. Sebuah rumah, yang dulunya hanya sekadar bangunan, kini menjadi istana harapan yang dipenuhi kedamaian.
BERITA23/09/2025 | sudrab
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat