Berita Terbaru
Bareng PLT Bupati , Baznas Sidoarjo Hadirkan Harapan Baru Program Bedah Rumah Firia Setianingsih
Sidoarjo, 1 Desember 2024 – Program Bedah Rumah Baznas Sidoarjo memberikan kabar gembira bagi warga kurang mampu di Kabupaten Sidoarjo. Pada Minggu pagi (1/12), Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, mengunjungi rumah Firia Setianingsih di Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, untuk menyampaikan bahwa rumahnya akan diperbaiki oleh Baznas Sidoarjo. Firia, yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan, akan mendapatkan renovasi besar-besaran melalui program sosial ini.
Firia Setianingsih merupakan salah satu dari banyak warga Sidoarjo yang masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH). Rumahnya yang berusia tua memiliki atap yang bocor, tembok yang kusam, dan sebagian tembok rumahnya bahkan menempel dengan tembok perusahaan farmasi di sekitarnya. Selain itu, ruang depan dan kamar mandi rumahnya juga tidak layak. Namun, berkat bantuan Baznas Sidoarjo, rumah Firia akan direnovasi total. Atap rumah akan diganti dan ditinggikan hingga memenuhi syarat rumah layak huni, dengan ketinggian minimal 3,2 meter. Tembok yang sebelumnya menempel dengan tembok perusahaan juga akan dibangun ulang untuk memberikan privasi yang lebih baik.
Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, yang hadir dalam penyerahan bingkisan sembako dari Baznas dan Dinas Sosial Sidoarjo, mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap warga kurang mampu tidak akan pernah berhenti. “Ini adalah bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada warga yang membutuhkan. Kami ingin memastikan bahwa warga Sidoarjo yang kurang mampu merasakan kehadiran pemerintah. Program Bedah Rumah ini adalah salah satu wujud komitmen kami untuk membantu mereka yang kesulitan,” ujar H. Subandi.
Firia Setianingsih, yang tak dapat menyembunyikan rasa harunya, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan. “Saya sangat bersyukur, rumah saya akan diperbaiki. Ini sangat membantu kami sebagai keluarga yang kurang mampu,” ucap Firia, dengan suara bergetar.
H. Subandi juga menambahkan, bahwa program ini akan terus diperluas untuk membantu lebih banyak warga yang membutuhkan. “Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk terus membantu warga yang hidup dalam kondisi serba kekurangan. Dengan program seperti ini, kami berharap dapat mengurangi beban hidup mereka,” tuturnya. Ia juga berharap, kehadiran pemerintah dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin di Sidoarjo.
Program Bedah Rumah ini adalah salah satu dari serangkaian upaya Baznas Sidoarjo untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Ketua Baznas Sidoarjo, M Chasbil Aziz Salju Sodar ( gus jazuk), menjelaskan bahwa selain perbaikan fisik rumah, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga. “Kami tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga berharap dapat memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Ini adalah wujud kepedulian Baznas untuk meringankan beban masyarakat,” kata Gus Jazuk..
Renovasi rumah Firia merupakan contoh nyata dari sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak warga Sidoarjo yang dapat merasakan manfaatnya dan memiliki rumah yang layak huni.
BERITA01/12/2024 | admin
Baznas - JNE Sidoarjo :Membangun Harapan, Menghadirkan Kesejahteraan Rumah Layak Huni untuk Bapak Khoirudin
Di sebuah desa kecil di Kecamatan Taman, Sidoarjo, hidup Bapak Khoirudin bersama istrinya dan tiga anaknya dalam kondisi yang jauh dari kata layak. Rumah yang mereka tinggali adalah sebuah bangunan sederhana dengan dinding kayu dan banner yang tak lagi bisa menahan hujan dan angin. Sehari-harinya, Bapak Khoirudin bekerja sebagai penjual mainan anak-anak, keliling dari satu tempat sekolah ke tempat lainnya, serta area mengaji di sekitar Desa Bringinbendo. Pekerjaannya yang serba terbatas itu tidaklah cukup untuk memperbaiki kondisi rumahnya yang memprihatinkan.
Namun, kehidupan Bapak Khoirudin dan keluarganya mulai berubah berkat bantuan dari BAZNAS Sidoarjo. Pada 28 November 2024, proses rehabilitasi rumah yang sudah dilakukan sejak Oktober lalu akhirnya tuntas. Rumah yang dulu tampak rapuh kini bertransformasi menjadi lebih aman dan layak huni. Penyerahan hasil rehabilitasi rumah tersebut dilakukan dengan kunjungan tim dari Baznas Sidoarjo yang ditemui istri bapak khoirudin dan anak bungsunya.
"Proses rehabilitasi rumah Bapak Khoirudin ini adalah salah satu bentuk komitmen kami untuk membantu warga yang membutuhkan, terutama yang tinggal di kondisi yang kurang layak," ujar Achmad Richie, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo. "Kami berharap dengan rumah yang lebih baik, keluarga Bapak Khoirudin bisa merasakan kehidupan yang lebih nyaman dan penuh harapan."
Kondisi rumah Bapak Khoirudin sebelumnya sangat memprihatinkan. Dinding kayu yang sudah lapuk dan banner yang menjadi pengganti tembok, membuatnya rentan terhadap perubahan cuaca. Kehidupan sehari-hari keluarga ini jauh dari kata cukup. Sering kali, anak-anak harus tidur dalam kondisi yang tidak nyaman, dan Bapak Khoirudin harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dengan adanya bantuan rehabilitasi dari BAZNAS, rumah tersebut kini memiliki dinding yang lebih kokoh, atap yang lebih aman, serta ruang yang lebih layak untuk berteduh. Hal ini tentu saja memberikan dampak positif tidak hanya bagi keluarga Khoirudin, tetapi juga bagi warga sekitar yang melihat bahwa kebaikan bisa datang dari mana saja.
Kerja sama antara BAZNAS Sidoarjo dan JNE Sidoarjo dalam proyek ini menjadi contoh nyata dari sinergi antara lembaga sosial dan perusahaan dalam membangun kesejahteraan masyarakat. "Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS dan JNE," ungkap Istri Khoirudin dengan mata berkaca-kaca. "Rumah kami sekarang jauh lebih baik, anak-anak bisa tidur dengan nyaman, dan saya bisa bekerja dengan lebih tenang."
Bagi keluarga Khoirudin, rehabilitasi rumah ini bukan sekadar pemberian fisik semata. Ini adalah simbol harapan baru, sebuah dorongan agar mereka bisa bangkit dan meraih kehidupan yang lebih baik. Keluarga ini kini merasa lebih aman, dan itu adalah hadiah yang tak ternilai bagi mereka. Harapan untuk masa depan pun semakin cerah, berkat uluran tangan dari sesama yang peduli.
Dengan tuntasnya rehabilitasi rumah ini, BAZNAS Sidoarjo kembali membuktikan komitmennya dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga berharap bisa memberikan inspirasi bagi orang lain untuk terus berbagi dan membantu sesama yang membutuhkan," tambah Achmad Richie, menutup perbincangan.
BERITA30/11/2024 | admin
Jumat Berkah: Sebar Kebaikan untuk Masyarakat Sidoarjo
Sidoarjo, 29 November 2024 – Hari Jumat, yang penuh berkah, kembali dimanfaatkan oleh Baznas Sidoarjo untuk berbagi kebaikan. Dalam suasana yang penuh harapan, berbagai bantuan disalurkan ke sejumlah titik di Kabupaten Sidoarjo. Dari bantuan untuk masjid hingga pendidikan anak-anak, setiap kegiatan yang dijalankan bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kegiatan Jumat Berkah kali ini dimulai dengan penyerahan bantuan untuk Masjid Al-Ikhlas di Desa Jatikalang, Kecamatan Krian. Sebuah masjid yang menjadi pusat kegiatan keagamaan warga setempat, namun membutuhkan perhatian khusus agar bisa berfungsi maksimal. Achmad Saleh SE, Wakil Ketua III Baznas Sidoarjo, mengatakan, "Kami berharap bantuan ini bisa memperbaiki fasilitas masjid agar jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman."
Tak hanya masjid, Baznas Sidoarjo juga memberikan perhatian pada tempat ibadah lainnya yang membutuhkan renovasi. Di Desa Bakungtemengungan, Kecamatan Balongbendo, mushollah Al-Hidayah menerima bantuan untuk renovasi. Bangunan yang sudah mulai usang tersebut diharapkan bisa diperbaiki dengan bantuan yang diterima. “Perbaikan mushollah ini penting agar warga bisa melaksanakan ibadah dengan baik, sekaligus untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di daerah ini,” tambah Achmad.
Selain fasilitas ibadah, pendidikan anak-anak juga menjadi prioritas Baznas dalam kegiatan Jumat Berkah. Sebanyak 10 siswa-siswi TK Khairinah Desa Tarik menerima bantuan berupa perlengkapan sekolah. Dengan bantuan ini, diharapkan mereka dapat belajar dengan lebih semangat dan fokus. Achmad Saleh SE menjelaskan, "Pendidikan adalah kunci masa depan. Kami ingin memberikan dukungan kepada anak-anak agar mereka dapat berkembang dengan baik."
Tak hanya di tingkat TK, kegiatan Jumat Berkah juga menyentuh dunia pendidikan di tingkat dasar. Sebanyak 10 siswa-siswi SD Al Munawir Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, turut menerima bantuan. Dengan paket bantuan yang diberikan, diharapkan mereka bisa memperoleh fasilitas belajar yang lebih baik, serta memotivasi mereka untuk lebih giat dalam menuntut ilmu.
"Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kami, Baznas Sidoarjo berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bidang keagamaan maupun pendidikan," ungkap Achmad. Setiap bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata dari upaya Baznas untuk menciptakan kesejahteraan dan kemajuan di Sidoarjo, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, Baznas Sidoarjo berharap dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk merasakan manfaat dari kebersamaan. Sebuah langkah kecil yang memiliki dampak besar, bagi masjid, mushollah, dan anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa. Inilah esensi dari Jumat Berkah: berbagi kebaikan untuk memperkuat ikatan sosial dan menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi semua.
BERITA29/11/2024 | admin
Menyulam Asa, Merajut Masa Depan: Baznas Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Pendidikan Bagi Siswa Yatim-Dhuafa
Di tengah hiruk-pikuk kesibukan kota Sidoarjo, sebuah oase kebahagiaan tumbuh di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Jihad, Gilang. Hari itu, 28 November 2024, 10 siswa/i yatim-dhuafa di sekolah tersebut menerima kabar gembira. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo telah menyalurkan bantuan biaya pendidikan bagi mereka, melalui program "Sidoarjo Cerdas".
Kepala Sekolah MI Al Jihad, Ainul Yaqin, SH, menyambut baik kedatangan tim Baznas Sidoarjo. Beliau mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. "Kami amat berterima kasih kepada Baznas Sidoarjo yang telah memberikan alokasi bantuan biaya pendidikan bagi siswa-siswi kami. Ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di MI Al Jihad," ujarnya dengan senyum lebar.
Staf pelaksana Baznas Sidoarjo, M. Shofwan, dengan teliti memanggil satu per satu nama penerima bantuan. Raut wajah para siswa/i berseri-seri, seolah matahari pagi menyinari rona kebahagiaan mereka. Fatima, salah satu penerima, tak kuasa menahan haru. "Saya sangat berterima kasih kepada Baznas Sidoarjo. Bantuan ini akan sangat membantu saya dalam melanjutkan pendidikan," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ainul Yaqin berharap, Baznas Sidoarjo akan terus dapat menyalurkan bantuan biaya pendidikan bagi siswa/i MI Al Jihad. "Kami berharap Baznas Sidoarjo bisa selalu mentasarrufkan atau mendistribusikan bantuan-bantuan mereka ke MI Al Jihad. Ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga kami," ujarnya penuh antusiasme.
M. Shofwan, mewakili Baznas Sidoarjo, menyambut baik antusiasme pihak sekolah. "Kami senang bisa memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa-siswi di MI Al Jihad. Ini merupakan wujud komitmen Baznas Sidoarjo dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah," ungkapnya penuh semangat.
Selain memberikan bantuan biaya pendidikan, Baznas Sidoarjo juga berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program lain yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sidoarjo. "Kami akan terus berupaya mencari cara-cara terbaik untuk mendistribusikan bantuan zakat, infak, dan sedekah kepada yang berhak," pungkas M. Shofwan dengan keyakinan.
Senyum dan tawa riang menghiasi wajah para siswa/i penerima bantuan. Mereka menerima bantuan dengan penuh rasa syukur, seolah-olah mimpi terindah mereka menjadi nyata. Baznas Sidoarjo telah menjadi malaikat penolong bagi masa depan mereka, memberi harapan dan semangat untuk terus melangkah.
Dengan bantuan Baznas Sidoarjo, MI Al Jihad kini menjadi saksi bisu betapa zakat, infak, dan sedekah dapat mengubah hidup. Bagi para siswa/i yatim-dhuafa, Baznas Sidoarjo telah menjadi sinar harapan di tengah kegelapan. Kini, mereka dapat menyulam asa dan merajut masa depan yang lebih cerah, dengan dukungan dari pihak-pihak yang peduli.
Selain ke MI Al Jihad , Baznas hari ini juga salurkan bantuan biaya pendidikan ke MI Nur Rohman desa Sambibulu kecamatan Taman.
BERITA28/11/2024 | admin
Berbagi Kebahagiaan di Hari Guru: SDN Gemurung dan Baznas Bantu 35 Siswa Yatim dan Dhuafa
Senin pagi, 25 November 2024 yang cerah, halaman SDN Gemurung Gedangan penuh dengan keceriaan. Para siswa berseragam rapi, duduk dengan tertib setelah upacara Hari Guru Nasional. Di hadapan mereka, terhampar momen istimewa yang tak hanya memperingati jasa para guru, tetapi juga menguatkan nilai kepedulian. Dalam kolaborasi dengan Baznas Sidoarjo, sekolah ini menyerahkan bantuan kepada 35 siswa yatim dan dhuafa, sebuah perayaan Hari Guru yang penuh makna.
Deretan siswa penerima bantuan berdiri di depan, memegang sertifikat dan paket bantuan dengan wajah ceria. Guru-guru dan staf sekolah berdiri mendampingi, menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu hangat. “Kami ingin peringatan Hari Guru ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang peran guru, tetapi juga momen berbagi kepada siswa yang membutuhkan,” ujar salah satu guru yang turut menyaksikan acara ini.
Baznas Sidoarjo, melalui perwakilannya, mengungkapkan komitmennya untuk terus mendukung pendidikan. “Kami bangga bisa bersinergi dengan SDN Gemurung dalam kegiatan ini. Semoga bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim dan dhuafa untuk terus berprestasi,” ungkap M Sofwan, staf Baznas dengan penuh harapan.
Suasana haru menyelimuti saat para siswa yatim dan dhuafa dipanggil satu per satu untuk menerima bantuan. Beberapa di antaranya tampak malu-malu, namun senyum tak mampu mereka sembunyikan. Rekan-rekan mereka memberikan tepuk tangan, menambah semangat solidaritas yang terasa di udara. "Kegiatan seperti ini membuat kami, para guru, semakin bangga melihat anak-anak saling mendukung," kata kepala sekolah, menggambarkan perasaan komunitas yang solid.
Acara ini membuktikan bahwa Hari Guru bukan hanya tentang penghormatan kepada pendidik, tetapi juga menjadi sarana membangun nilai-nilai luhur di sekolah. SDN Gemurung Gedangan dan Baznas Sidoarjo telah memberi teladan bahwa pendidikan sejati adalah tentang mencerdaskan, mendidik hati, dan memperkuat solidaritas sosial.
BERITA25/11/2024 | admin
Santri Sehat : Jejak Langkah Pesantren Menuju PHBS Mandiri
Dalam sinergi membangun Provinsi yang sehat dan penuh berkah, program unggulan “Sajadah” (Santri Jatim Sehat dan Berkah) terus mencetak hasil nyata di berbagai pelosok kabupaten, salah satunya di Sidoarjo. Hari ini, di aula Puskesmas Buduran, Kabupaten Sidoarjo, suasana terasa hangat ketika pertemuan evaluasi program Pesantren Sehat dibuka oleh Kabid Kesmas Dinkes Sidoarjo, dr. Inensa Khoirul Harap. Sebuah langkah nyata yang tidak hanya menggugah tetapi juga menguatkan pondasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan pesantren, Senin 25 November 2024.
“Saya mengapresiasi peran semua pihak, terutama santri dan pesantren, yang telah menjaga spirit kesehatan sebagai bagian dari ibadah,” ungkap dr. Inensa dalam sambutan pembukaannya. Hadir pula Achmad Muzayyin, S.Sos.I., anggota DPRD Sidoarjo, yang memberikan dukungan moral dan politik terhadap keberlanjutan program ini. "Pesantren memiliki potensi luar biasa untuk menyebarkan pesan PHBS secara masif," katanya.
Salah satu momen puncak dari acara ini adalah paparan perwakilan Pondok Pesantren Al-Amanah Junwangi, Kecamatan Krian. Pesantren ini, yang telah menjadi juara pertama dalam lomba Pesantren Sehat tingkat Jawa Timur, berbagi perjalanan mereka dalam mengimplementasikan “IKI PESAT JATIM” (Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovasi Pesantren Sehat). “Komitmen kami adalah menjadikan kesehatan sebagai bagian dari tradisi pesantren, bukan sekadar program sesaat,” ujar perwakilan Al-Amanah penuh keyakinan.
Sesi berikutnya menampilkan evaluasi dari tiga pesantren yang menjadi sasaran program Sajadah tahun 2024, yakni PP Al-Adliyah Candi, PP Al-Muayyad Tanggulangin, dan PP An-Nafi'iyah Tulangan. Perwakilan Baznas Sidoarjo, Badrus Zaman, turut hadir memberikan jaminan pendampingan berkelanjutan. “Kami akan terus mendukung program ini, agar pesantren tidak hanya mandiri secara spiritual tetapi juga kesehatan,” tegas Badrus.
Keberhasilan program Sajadah bukan hanya soal angka dan penghargaan, tetapi perubahan nyata yang dirasakan oleh masyarakat pesantren. Nurhidayati Ningsih, S.KM., penanggung jawab program Promosi Kesehatan Dinkes Sidoarjo, menyampaikan rasa syukurnya atas progres ini. “Saya percaya semakin banyak pesantren yang menjadikan PHBS sebagai budaya, akan semakin besar dampak kesehatan di masyarakat. Kita ingin Poskestren dan Santri Husada benar-benar menjadi ikon kemandirian kesehatan pesantren,” ucapnya penuh optimisme.
Dalam acara ini, semangat kolaborasi begitu terasa. Mulai dari pemerintah, pesantren, hingga organisasi seperti Baznas dan lainnya, semua bergerak dalam visi yang sama. Hal ini menjadi cerminan dari filosofi gotong royong yang terus mengakar di Jawa Timur. Evaluasi ini bukan sekadar menilai, tetapi juga merumuskan langkah yang lebih strategis untuk masa depan.
Saat acara mendekati akhir, pesan optimis dari Nurhidayati Ningsih, S.KM .menjadi penutup yang kuat. “Santri sehat adalah Sidoarjo yang kuat. Jika pesantren bisa menjadi pelopor PHBS, maka masyarakat di sekitarnya akan ikut sehat. Ini bukan hanya mimpi, tetapi misi kita bersama.” Tepuk tangan riuh dari para peserta mengiringi akhir acara, menyiratkan semangat yang kian menyala untuk melanjutkan perjuangan menuju pesantren sehat yang mandiri.
BERITA25/11/2024 | admin
Dari Kratak-Kratak ke Syukur: Rumah Baru, Harapan Baru di Ploso Wonoayu
Kamis, 21 November 2024, pagi yang cerah di Desa Ploso Wonoayu menjadi saksi sebuah momen penuh syukur. Ibu Juma’iyah, perempuan sederhana yang dikenal masyarakat setempat, kini tak lagi cemas menghadapi musim hujan. Rumah yang dulunya penuh cerita genting ambruk dan suara “kratak-kratak” kini berdiri kokoh berkat program rehab rumah dari Baznas Sidoarjo.
Achmad Richie, staf Baznas, bersama Wakil Ketua III Baznas Sidoarjo, Achmad Saleh, hadir untuk memonitoring sekaligus menyerahkan secara simbolis hasil perbaikan rumah periode Oktober lalu. Disambut senyum lebar oleh ibu Juma’iyah, mereka diajak berkeliling rumah. “Alhamdulillah, sekarang saya tak perlu khawatir lagi kalau hujan. Lampu di kamar ini pun sudah terang, kamar bersih, rapi,” ujarnya sembari menyalakan lampu dengan penuh kebanggaan.
Tak hanya ruang tamu, Baznas juga memastikan dapur hingga kamar mandi rumah ibu Juma’iyah mendapat perhatian. Dulu, dapur itu kumuh dan nyaris tak layak pakai. Kini, dapur itu telah menjadi tempat yang nyaman untuk beraktivitas. Bahkan, jamban dan kamar mandinya pun dibangun lebih kokoh, memberikan rasa aman bagi penghuni rumah. Ibu Juma’iyah berulang kali mengucap syukur, "Alhamdulillah, sekarang saya bisa tinggal dengan tenang," katanya sambil menyeka mata.
Namun, tak mudah melupakan peristiwa beberapa bulan lalu. “Kratak-kratak itu, mas, suaranya bikin saya lari sekencang-kencangnya,” kenang ibu Juma’iyah. Saat itu, pukul sebelas siang, dia sedang berbaring di ruang tamu. Genting rumah mendadak roboh, suaranya memecah kesunyian. "Untungnya cuma ruang tamu yang kena, Alhamdulillah tidak ada yang terluka,” katanya dengan sorot mata yang menyiratkan ketakutan yang masih tersisa.
Peristiwa itu menjadi titik balik hidupnya. Dalam sekejap, rumah yang menjadi tempat berlindung berubah menjadi ancaman. Tapi ibu Juma’iyah tidak menyerah. Ia menghubungi perangkat desa dan tak lama kemudian Baznas Sidoarjo melakukan asesmen ke rumahnya. Proses panjang perbaikan rumah akhirnya membuahkan hasil manis di penghujung tahun ini.
Achmad Saleh, Wakil Ketua III Baznas Sidoarjo, mengungkapkan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen Baznas untuk menghadirkan hunian layak bagi warga yang membutuhkan. “Ini bukan sekadar membangun rumah, tapi membangun harapan. Kami ingin setiap keluarga dapat hidup dengan rasa aman dan nyaman,” katanya. Rumah ibu Juma’iyah kini bukan hanya berdiri kokoh, tapi juga menjadi simbol harapan baru bagi keluarganya.
Dari suara “kratak-kratak” yang membuat ibu Juma’iyah ketakutan, kini rumahnya berdiri tegak menjadi tempat yang penuh rasa syukur. Program rehab rumah Baznas Sidoarjo tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri dan kebahagiaan warga yang membutuhkan. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur,” ujar ibu Juma’iyah dengan mata berkaca-kaca. Rumah ini bukan lagi sekadar tempat tinggal, tetapi tempat memulai lembaran hidup yang baru.
BERITA21/11/2024 | admin
Bersama Atasi Kerawanan Gizi: Gotong Royong untuk Masa Depan Anak Negeri
"Dari hari pertama hingga hari terakhir, upaya pelacakan kerawanan gizi menunjukkan pentingnya mengeliminasi kerawanan ini di luar problem kesehatan semata, seperti permasalahan status kesejahteraan secara holistik. Tentunya memerlukan kerja semua pihak, hexahelix bergotong royong mengatasi masalah ini," ujar Badrus Zaman dari Baznas Sidoarjo, menutup hari terakhir kegiatan TP3 Kesga & Gizi pada 21 November 2024.
Selama empat hari penuh, Tim Pembina dan Pengawasan Program Kesehatan Keluarga dan Gizi (TP3 Kesga & Gizi) Kabupaten Sidoarjo menyisir wilayah-wilayah rawan gizi di bawah koordinasi Puskesmas. Desa-desa yang tersebar di berbagai kecamatan menjadi saksi dari upaya kolaboratif lintas sektor, menghadirkan bantuan bagi anak-anak yang menghadapi tantangan kesehatan dan gizi. Bukan hanya soal kesehatan, pendekatan holistik menjadi kunci.
Di Desa Sumput, Kecamatan Kota, Hasan, balita berusia 2 tahun yang berat badannya terus menurun sejak usia 13 bulan, menjadi salah satu fokus kunjungan. Menurut ahli gizi Lury Novita, S.Gz., penurunan berat badan Hasan perlu ditangani dengan pemeriksaan lanjutan. Diskusi intensif dengan ibunda Hasan mengungkap berbagai tantangan yang harus diatasi.
Lain halnya di Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, tempat Nur Indahwati yang berusia 32 bulan menjadi perhatian tim. Balita perempuan ini lahir kembar dan pernah dirawat di NICU, namun kini mengalami kurang asupan gizi, berbeda dari kembarannya yang diasuh oleh saudara mereka. Orang tua Nur, yang bekerja sebagai kuli bangunan, mengakui keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan gizi kedua anak.
Di Geluran, Kecamatan Taman, cerita berbeda hadir dari Syafiq Alfaqih, balita 39 bulan yang menderita Cerebral Palsy. Tinggal di kos sempit bersama tiga anak lain, Syafiq mengandalkan ayahnya, seorang satpam perusahaan, untuk mencukupi kebutuhan mereka. Tim melihat langsung betapa kompleks tantangan yang harus dihadapi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus seperti Syafiq.
Masalah yang hampir serupa ditemukan di Desa Wedoro, Kecamatan Waru, di mana satu rumah dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan dua balita, Aura dan Nova, yang kekurangan asupan gizi. Kendala administrasi kependudukan membuat mereka tidak terdata dalam program bantuan sosial yang sangat dibutuhkan. Pendekatan terpadu dari Dinas Sosial, TP PKK, dan Baznas menjadi langkah awal untuk membantu keluarga ini.
Badrus Zaman menegaskan bahwa kegiatan TP3 Kesga & Gizi ini bukan hanya soal pemberian bantuan, melainkan membangun sinergi untuk menciptakan perubahan berkelanjutan. Pendekatan hexahelix, melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, sektor swasta, media, dan masyarakat umum, menjadi jalan terbaik untuk menuntaskan persoalan gizi dan kesehatan di Sidoarjo.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong masih menjadi kunci untuk menuntaskan masalah-masalah pelik. Dengan mengedepankan pendekatan holistik, TP3 Kesga & Gizi bersama Baznas Sidoarjo telah menyalakan harapan untuk generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.
BERITA21/11/2024 | admin
Komitmen eliminasi TBC , Baznas Sidoarjo Hadir untuk Keluarga Penderita TBC
Pagi yang cerah di Puskesmas Urang Agung II, Desa Cemeng Bakalan, Sidoarjo, Kamis (21/11/2024), terasa berbeda. Ruangan dipenuhi oleh semangat para kader, pasien, dan penyintas tuberkulosis (TBC) yang berkumpul untuk satu tujuan mulia: memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2024. Di tengah acara, Wakil Ketua III Baznas Sidoarjo, Achmad Saleh, SE, dengan penuh kehangatan menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga pasien TBC.
“Kami di Baznas Sidoarjo berkomitmen untuk selalu hadir memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Terutama bagi saudara-saudara kita yang berjuang melawan TBC,” ucap Achmad Saleh di sela-sela sambutannya. Tidak hanya berupa donasi, acara ini adalah kolaborasi erat antara Baznas dan Komunitas Peduli TBC Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (YABHYSA).
YABHYSA, yang diwakili oleh ketuanya, Siti Setiyani, menggarisbawahi pentingnya sinergitas dalam upaya menekan angka TBC di Kabupaten Sidoarjo. “Kami berharap, dengan koordinasi dan validasi data yang solid, langkah kita untuk eliminasi TBC semakin dekat. Terlebih Pemkab Sidoarjo sudah menjadikan TBC sebagai salah satu program prioritas,” ujarnya penuh optimisme.
Tidak berhenti di situ, perwakilan Dinas Kesehatan Sidoarjo, Dr. Yanto Lipou, mengungkapkan bahwa kerjasama ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman TBC. “Kami sudah memprioritaskan TBC dan stunting untuk 2025. Tapi tantangannya berat, angka kematian TBC justru naik hingga 5 persen di tahun ini. Ini menunjukkan pasien yang ditemukan seringkali sudah dalam kondisi berat,” jelasnya dengan nada serius.
Baznas Sidoarjo hadir bukan hanya dengan bantuan sembako. Kolaborasi ini membuktikan pentingnya nutrisi sebagai bagian dari proses pemulihan penderita TBC. “Bukan hanya soal donasi, tapi memberikan harapan lewat aksi nyata. Ini langkah kecil untuk tujuan besar, yaitu eliminasi TBC di 2028,” tambah Achmad Saleh.
Di balik layar, para kader YABHYSA juga terus bergerak. Mereka tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga melakukan validasi data demi akurasi langkah penanganan. Harapan besar digantungkan pada sinergitas semua pihak—mulai dari pemerintah, komunitas, hingga masyarakat.
Hari itu, ruangan sederhana di Puskesmas Urang Agung II menjadi saksi nyata bagaimana kepedulian kolektif bisa membawa perubahan. Bagi Baznas Sidoarjo, ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah bagian dari janji untuk terus hadir, menjadikan setiap aksi bermakna, dan menyentuh kehidupan mereka yang membutuhkan.
BERITA21/11/2024 | admin
Dimulai dari Wonoayu: Baznas Sidoarjo Salurkan Bantuan Pendidikan
Pagi itu, aula MWCNU Wonoayu dipenuhi senyuman anak-anak dan orang tua. Mereka datang dari berbagai desa dan madrasah untuk menerima bantuan biaya pendidikan dari Baznas Sidoarjo. Suasana penuh harap memenuhi ruangan ketika para penerima menyerahkan dokumen kepada petugas yang ramah menyapa. Bantuan ini menjadi bagian dari program Baznas Sidoarjo yang didistribusikan mulai Rabu, 20 November 2024, hingga Jumat, 22 November 2024, untuk meringankan beban pendidikan ratusan siswa kurang mampu.
“Pendidikan adalah hak setiap anak. Kami berkomitmen untuk mendukung mereka agar dapat menggapai mimpi,” ujar Gus Mahbub, Wakil Ketua II Baznas Sidoarjo, saat membuka acara. 3 Hari ini, Baznas Sidoarjo menyalurkan total bantuan pendidikan senilai 215,35 juta kepada 571 siswa dari MI dan MTs .Bukan sekedar Angka ini mencerminkan semangat solidaritas umat untuk membangun generasi penerus yang lebih baik.
Seorang penerima, Seorang ibu , tampak tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Kami sangat terbantu dengan bantuan ini. Uang sekolah anak-anak bisa lebih ringan, dan kami bisa mengalokasikan untuk kebutuhan lainnya. Terima kasih Baznas Sidoarjo,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca sambil menggandeng putrinya yang tersenyum malu.
Proses distribusi bantuan berjalan lancar. Para penerima yang telah diverifikasi sebelumnya membawa dokumen lengkap sesuai panduan undangan. Petugas dengan telaten melayani mereka satu per satu. Tidak hanya bantuan finansial, Baznas juga memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus berprestasi. “Kami ingin anak-anak ini tidak sekadar bersekolah, tetapi juga menjadi pemimpin masa depan,” tambah Gus Mahbub dengan optimisme.
Dalam tiga hari ke depan, distribusi bantuan akan berlanjut ke beberapa titik lainnya di Sidoarjo. Baznas memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat sasaran, mengutamakan transparansi dan akuntabilitas. Program ini menjadi wujud nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan baik mampu memberi dampak besar bagi masyarakat.
Di penghujung acara, Gus Mahbub memberikan pesan inspiratif kepada masyarakat. “Kami mengajak semua pihak untuk terus mendukung program-program Baznas. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun generasi yang lebih baik dan masa depan yang lebih cerah untuk Sidoarjo.” Pesan itu menguatkan komitmen Baznas untuk terus berada di garis depan membantu mereka yang membutuhkan.
Hari pertama distribusi bantuan di Wonoayu ditutup dengan penuh kehangatan. Senyum anak-anak penerima bantuan adalah gambaran dari harapan yang kini mulai tumbuh. Di balik angka-angka dan data, tersimpan cerita perjuangan yang kini menemukan jalannya menuju masa depan yang lebih baik.
BERITA20/11/2024 | admin
WBS Baznas Sidoarjo: Hati yang Memberi, Hati yang Menyembuhkan
Di halaman Masjid Al-Husain, Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, aroma sedekah mekar seperti bunga yang meranum. Selasa, 19 November 2024, hari di mana tangan-tangan penuh kasih dari Baznas Sidoarjo dan Rumah Sehat Baznas menyajikan hidangan bukan hanya untuk perut, tapi untuk jiwa. Senyum polos siswa MI Miftahul Huda, yang berbaris rapi dengan mata berbinar, menjadi saksi betapa makan gratis bisa menyejukkan hati.
Anak-anak itu, dengan kerudung yang sedikit miring dan seragam yang berdebu karena bermain, mengajarkan kita arti kesyukuran. Bagi mereka, sepiring nasi dan lauk pauk adalah lebih dari sekadar makanan. Itu adalah tanda bahwa mereka diingat, disayangi, dirangkul dalam lingkaran besar kepedulian. Dan itulah yang dihadirkan Warung Berkah Sedekah (WBS) Baznas Sidoarjo—sebuah tangan yang tak terlihat tetapi menghangatkan.
Di sisi lain, ibu-ibu dan para perempuan dewasa sabar duduk di kursi antrean, menanti panggilan dari petugas medis Rumah Sehat Baznas. Bukan hanya tubuh mereka yang memerlukan pemeriksaan, tapi juga jiwa mereka yang rindu sentuhan perhatian. Layanan pemeriksaan ini bukan hanya soal kesehatan fisik, melainkan juga jembatan menuju rasa aman dan tenteram.
“Program ini bukan sekadar agenda. Ini adalah wujud kasih sayang,” ujar Em Luqman, Wakil Ketua I Baznas Sidoarjo, dengan senyum lelah tapi penuh rasa puas. Ketulusan yang tergores di raut wajahnya mengisyaratkan bahwa kerja ini bukanlah beban, melainkan panggilan. Panggilan untuk berdiri di sisi yang lemah dan membutuhkan.
Bunyi tawa dan canda anak-anak bersahutan dengan suara petugas yang sibuk melayani, membentuk simfoni sederhana yang menggetarkan hati. Di sela-sela itu, terlihat beberapa warga yang memejamkan mata, merapal doa penuh harap. Dalam antrean yang panjang, mereka bukan hanya menunggu giliran, tetapi juga keajaiban kecil di hari itu.
Ketika hari merambat siang, nasi kotak sudah habis dibagikan dan pemeriksaan mulai mencapai penghujung, suasana masih penuh semangat. Warung Berkah Sedekah dan layanan kesehatan gratis ini mungkin hanya berlangsung beberapa jam, tetapi jejaknya akan terus melekat dalam ingatan para penerima manfaat. Sebab, di balik setiap kegiatan ini, ada cinta yang bekerja keras tanpa perlu diketahui.
Dan di sinilah kita belajar, bahwa sedekah bukan hanya memberi sesuatu, melainkan menjadi sesuatu—sumber kebahagiaan bagi sesama. Dan siapa pun yang hadir, baik sebagai penerima atau pelayan, pulang dengan hati yang lebih kaya dari sebelumnya.
BERITA19/11/2024 | admin
Menyelamatkan Mereka yang Terlupa
Tangis pilu Luthfi Afandi (2th 9 bln) pecah saat tim gabungan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial mengunjungi rumahnya di Bulusidokare, Sidoarjo. Tubuh kecilnya yang hanya 7 kilogram itu bergetar dalam dekapan sang ibu. Dia salah satu dari sekian banyak anak Indonesia yang masih berjuang melawan kerentanan dan kerawanan kurang gizi.
"Kami tidak bisa membiarkan anak-anak ini terus terperangkap dalam lingkaran kemiskinan dan masalah kesehatan," ujar M. Faiz, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, sembari mencatat kondisi keluarga yang dikunjungi. Matanya berkaca-kaca menyaksikan Agam (10 bulan) yang hanya 5,3 kilogram, putra seorang pembuat kerupuk yang penghasilannya tak menentu.
Di sudut lain Sidoarjo, Nur Hidayat (5) terbatuk keras. Ayahnya, seorang pengamen jalanan, masih membawanya mengamen hingga larut malam. "Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan. Kami harus bertindak cepat untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih serius," tegas Nur Habibah Fajr'ina salah satu petugas dari Dinas Kesehatan Sidoarjo.
Drama kehidupan berlanjut di rumah Asyifa Rahmawati (22 bulan). Dengan berat hanya 5,25 kg dan indikasi jantung bocor, ia harus rutin kontrol ke rumah sakit. Ibunya yang sedang mengandung 7 bulan hanya bisa pasrah, sementara ayahnya bekerja serabutan demi membiayai pengobatan.
"Kemiskinan dan kesehatan adalah dua hal yang saling terkait. Tanpa intervensi yang tepat, siklus ini akan terus berulang," ungkap Youli dari Dinas Sosial Sidoarjo, sambil memeriksa kondisi Innarotul Hasna (13 bulan) yang beratnya hanya 5,5 kg.
Tim gabungan yang terbagi menjadi dua kelompok ini bergerak cepat menyisir wilayah Sidoarjo, Jabon, Tanggulangin, hingga Porong. Mereka tidak hanya membawa bantuan sembako, tetapi juga harapan baru bagi keluarga-keluarga yang terlupa.
Ini adalah hari kedua dari program surveilans Tim Pembina dan Pengawasan Program Kesehatan Keluarga dan Gizi (TP3 Kesga & Gizi) Kabupaten Sidoarjo. Sebuah upaya nyata menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman stunting dan malnutrisi yang masih membayangi negeri ini.
BERITA19/11/2024 | admin
Mengabdi Tanpa Henti
Yang satu ini berbeda. Di tengah deretan nama-nama perusahaan besar penerima penghargaan Mitra Sidoarjo Sehat Sejahtera dan Inspiratif (Misi Sejati), lembaga pemerintah non struktural pengelola zakat infaq sedekah dan dana keagaamaan sosial lainnya ( Zis-DSKL) Baznas Sidoarjo, berdiri sejajar dengan PT Tjiwi Kimia, PT Ecco Indonesia, dan institusi mapan lainnya.
Moment penganugerahan itu berlangsung khidmat di Alun-alun Sidoarjo, Selasa (19/11). Tepat di hari yang cerah, saat Hari Kesehatan Nasional ke-60 dirayakan. Baznas Sidoarjo membuktikan: dana zakat bisa jadi instrumen dahsyat untuk membangun kesehatan masyarakat.
Sebenarnya, penghargaan ini tak mengejutkan. Selama ini Baznas Sidoarjo konsisten mengucurkan bantuan kesehatan untuk kaum dhuafa. Dari bantuan biaya berobat hingga program-program preventif lainnya yang ternaungi dalam program Sidoarjo Sehat.
Pjs Bupati Sidoarjo Muhammad Isa Ansori tampak bangga. Matanya berbinar saat menyerahkan penghargaan kepada sejumlah penerima. Di podium upacara yang dihadiri TNI, Polri, ASN, dan berbagai elemen masyarakat itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun kesehatan.
"Ini bukti nyata bahwa pembangunan kesehatan bukan hanya tugas pemerintah," bisik salah seorang pejabat di lokasi. Benar. Baznas Sidoarjo telah membuktikan: lembaga zakat bisa menjadi ujung tombak pembangunan kesehatan masyarakat. Mereka hadir tepat di saat sistem kesehatan formal memiliki keterbatasan menjangkau semua lapisan.
Menariknya, Baznas Sidoarjo tak berhenti pada bantuan kuratif. Mereka punya mimpi besar: menciptakan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan untuk kaum dhuafa. Program-program preventif dan edukatif jadi prioritas. "Lebih baik mencegah daripada mengobati," begitu prinsip mereka.
Di tengah hiruk-pikuk transformasi kesehatan nasional, Baznas Sidoarjo membuktikan: tak perlu menunggu jadi besar untuk berbuat besar. Yang dibutuhkan hanya kesungguhan mengabdi dan kejelian melihat kebutuhan masyarakat. Seperti kata Menteri Kesehatan dalam sambutan yang dibacakan: perjuangan belum selesai. Dan Baznas Sidoarjo siap terus berlari, mengabdi tanpa henti.
BERITA19/11/2024 | admin
Bersama, Kita Perangi Gizi Buruk
Di bawah sinar matahari pagi yang hangat, Tim Pembina dan Pengawasan Program Kesehatan Keluarga dan Gizi (TP3 Kesga & Gizi) Kabupaten Sidoarjo memulai langkah besar di Desa Sido Kepung, pada 18 November 2024. Hari pertama pelacakan rawan gizi ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan anak-anak bangsa, khususnya di daerah yang rawan gizi. Baznas Sidoarjo pun mengambil peran penting, menjadi bagian dari solusi dengan memberikan paket sembako bagi keluarga terdampak.
Di salah satu sudut rumah kecil itu, tim bertemu Qonita, balita berusia 14 bulan, anak ketiga dari pasangan Pak Catur dan Ibu Suyatni. Ayahnya seorang pengemudi ojek online, sedang ibu penuh perhatian, menatap lirih tim yang datang membawa harapan. “Kami tahu tantangannya berat. Tapi, Baznas tidak hanya hadir dengan paket sembako, kami juga hadir dengan harapan dan solusi,” ujar Ahmad Hamdani, staf pelaksana Baznas Sidoarjo, dengan suara mantap.
Berlanjut ke Jambe Banjar Kemantren, Rayhan, seorang anak empat tahun, duduk di pangkuan ayahnya, Pak Sugianto. Sebagai seorang office boy di perusahaan peti kemas, Pak Sugianto berusaha keras mencukupi kebutuhan keluarganya. “Setiap anak adalah aset bangsa. Mereka harus sehat dan kuat,” kata seorang petugas puskesmas yang turut hadir, memastikan Rayhan mendapat perhatian medis yang layak.
Kemudian, di Mantren, Banjar Kemantren, Altar Alfa Rizqi, balita 19 bulan, menyambut tim dengan senyum kecilnya. Anak dari pasangan Agus Susanto, seorang kernet bus, dan Juwariyah, terlihat ceria meski kondisi gizinya memprihatinkan. “Kami mengerti bahwa keterbatasan ekonomi adalah tantangan besar. Tapi kami ingin hadir sebagai pendamping, bukan sekadar pemberi bantuan,” tambah Hamdani.
Tim juga beranjak ke Tebel, Gedangan, bertemu dengan Arsyila Qiana Ramadhani, bayi delapan bulan yang sempat mengalami kesulitan kesehatan karena ibunya, Sumiarsih, menderita asma saat hamil. Lalu ke Ganting, Gedangan, ada Aghniya Bilqis Nur Salsabila, bayi ceria lainnya, anak dari seorang buruh pabrik kayu di Mojokerto, yang kini tengah berjuang mengejar kondisi kesehatan ideal.
“Kerja bersama seperti ini menunjukkan bahwa kita mampu melawan gizi buruk. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas semua pihak, termasuk masyarakat,” Ahmad Hamdani menegaskan, semangat terpancar dari raut wajahnya. Di tengah-tengah pendataan dan pemeriksaan, ia menambahkan bahwa Baznas tak hanya hadir sekali. “Kami akan memastikan pendampingan berkelanjutan, karena perubahan besar memerlukan langkah kecil yang konsisten.”
Hari itu bukan sekadar tentang pemberian sembako atau pemeriksaan kesehatan. Ini adalah awal dari perjuangan bersama. Di setiap desa yang dikunjungi, ada cerita perjuangan, ada harapan, dan ada tangan-tangan yang berusaha saling menguatkan. Di bawah payung sinergi pemerintah, Baznas, dan masyarakat, langkah-langkah kecil ini mungkin akan menjadi awal untuk perubahan besar. Bersama, kita perangi gizi buruk!
BERITA18/11/2024 | admin
Jumat Berkah Desa Mulyodadi Wonoayu
Di bawah bayangan pepohonan Desa Mulyodadi, Jumat pagi itu , 15 November 2024 terasa berbeda. Tim dari Baznas Sidoarjo datang membawa harapan bagi lima warga desa yang hidup dalam keterbatasan. Ahmad Hamdani, Kepala Bidang Distribusi Baznas Sidoarjo, menyapa mereka satu per satu, mengetuk pintu rumah-rumah sederhana yang berderet di sepanjang tepian sungai. Hari itu, Hamdani tidak sekadar membawa amplop bantuan; ia membawa kehangatan dan perhatian yang tulus.
Salah satu penerima bantuan hari itu adalah Ibu Gemi, seorang nenek berusia 90 tahun. Usia yang senja tak mengurangi semangatnya menjalani kehidupan di desa kecil ini. Dengan tubuh yang ringkih namun penuh kebijaksanaan, Ibu Gemi menerima bantuan dari Hamdani dengan senyum yang menenangkan hati. Saat Hamdani menyerahkan amplop bantuan, ia dengan lembut mencium tangan Ibu Gemi, sebuah tanda hormat kepada wanita yang telah melalui sembilan dekade hidup dalam berbagai suka dan duka. “Ini sedikit bantuan dari kami, Bu. Semoga bisa meringankan,” ucap Hamdani dengan suara penuh empati.
Momen itu terasa begitu dalam. Bagi Ibu Gemi, bantuan dari Baznas bukan sekadar materi, melainkan bukti bahwa masih ada yang peduli. Di usianya yang hampir seabad, perhatian dan penghormatan dari orang-orang seperti Hamdani adalah hadiah yang tak ternilai. "Alhamdulillah, Mas. Terima kasih sudah jauh-jauh ke sini," katanya lirih, sambil menguatkan genggaman tangannya pada amplop yang diterimanya.
Selain Ibu Gemi, Bapak Parsan dan Ibu Bunah juga menjadi penerima bantuan pada hari itu. Mereka, yang sudah lama berjuang dalam keterbatasan, terlihat terharu menerima perhatian dan dukungan. Hamdani mengatakan bahwa Baznas Jawa Timur selalu berkomitmen untuk menyalurkan bantuan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. “Kami berharap ini bisa sedikit meringankan beban Bapak dan Ibu,” kata Hamdani dengan nada tulus.
Namun, tidak semua warga dapat ditemui. Ibu Tiami, salah satu penerima manfaat yang juga membutuhkan bantuan, sedang tidak berada di rumah saat tim datang. Meski demikian, Hamdani mencatat dan berjanji akan kembali lagi di lain waktu. "Kami akan pastikan bantuan ini sampai ke tangan Ibu Tiami, tak perlu khawatir," ujarnya meyakinkan warga yang menyaksikan dari kejauhan.
Dalam momen yang singkat namun penuh makna itu, Hamdani merasakan beratnya perjuangan hidup warga Desa Mulyodadi. Di wajah mereka, ia melihat keteguhan hati meskipun hidup dalam kekurangan. “Setiap Jumat Berkah ini adalah pengingat bagi kami, bahwa masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Ini bukan sekadar rutinitas, tapi amanah yang harus kami jaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya dalam hati.
Kisah ini mungkin hanya sepenggal dari ribuan cerita serupa yang terjadi di berbagai sudut negeri. Bantuan ini mungkin tak mampu menyelesaikan seluruh masalah mereka, namun kehadiran Baznas setidaknya menghadirkan harapan. Jumat Berkah ini menjadi bukti bahwa di balik setiap amplop yang disalurkan, ada kepedulian dan ketulusan yang menyala, menguatkan semangat mereka untuk terus melangkah.
BERITA15/11/2024 | admin
Langkah Bersama Mengatasi TBC: Merangkul yang Sakit, Menguatkan yang Lemah
Siang itu,14 November 2024 di sudut sebuah balai kecil PKM Krian, Abdul Ghoni, staf pelaksana Baznas Sidoarjo, duduk bersama dalam lingkaran yang sederhana tapi penuh makna. Bersamanya ada , sebut saja Bapak “Budi”, seorang warga Desa Sedangan, Mijen, Krian, yang sedang berjuang melawan TBC. Turut hadir pula istri Bapak Budi, dr. Ratna dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Krian, dan salah satu kader kesehatan Krian yang setia mendampingi. Hari ini, mereka datang bukan sekadar untuk berbincang, tetapi untuk memahami lebih dalam dan memberi harapan.
Pagi itu, udara terasa sedikit lebih segar, seakan alam pun ikut merangkul mereka dalam semangat kebersamaan. Abdul Ghoni membuka percakapan dengan nada lembut tapi penuh ketegasan. Dalam pembicaraan itu, ia menjelaskan kepada Bapak “budi” dan keluarga tentang tantangan besar dari proses penyembuhan TBC. Penyakit ini, katanya, bukan hanya menuntut keteguhan hati, tetapi juga "ke istiqomahan"—sebuah konsistensi untuk terus menjalani pengobatan, tanpa patah semangat, dan tanpa putus asa.
Bapak “Budi” mendengarkan dengan penuh perhatian, sesekali menatap istrinya yang duduk di sampingnya. Ini bukan perjalanan yang mudah bagi mereka. Sebagai keluarga dengan sumber daya terbatas, mereka membutuhkan dukungan yang lebih dari sekadar nasihat medis. Di sinilah Baznas Sidoarjo hadir, mengulurkan tangan dengan memberikan bantuan non-medis yang diharapkan bisa meringankan beban keluarga Bapak Budi selama proses penyembuhan ini.
Baznas Sidoarjo, yang juga bagian dari TP2TBC (Tim Percepatan Penanggulangan TBC) Kabupaten Sidoarjo, berkomitmen untuk ikut berperan aktif dalam program ambisius pemerintah, yaitu eliminasi TBC pada tahun 2028. Ini bukan sekadar target angka, tapi cita-cita besar untuk melihat warga Sidoarjo terbebas dari penyakit yang merenggut banyak harapan. Abdul Ghoni dan tim di lapangan bekerja keras memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi yang membutuhkan.
Hari itu, dengan duduk bersila di lantai kayu, mereka berdiskusi panjang lebar. Abdul Ghoni menjelaskan rencana bantuan dari Baznas yang akan disinergikan dengan pengobatan medis dari PKM. Bantuan non-medis ini, dan dukungan lainnya, diharapkan dapat memperkuat tubuh Bapak Budi, agar ia lebih tahan dalam menjalani pengobatan yang tak sebentar.
Kehadiran dr. Ratna dan kader kesehatan Krian menjadi bukti bahwa upaya ini adalah kolaborasi. Tak hanya pemerintah, masyarakat, dan Baznas yang berperan, tapi setiap individu di lingkaran kecil itu memiliki tugas yang saling melengkapi. Dalam kesederhanaan percakapan mereka, terlihat harapan dan keyakinan bahwa dengan kerja sama yang baik, impian untuk menghapuskan TBC dari bumi Sidoarjo akan terwujud.
Di akhir pertemuan, Bapak Budi dan keluarganya tampak lebih tenang. Mungkin bukan hanya karena bantuan yang akan mereka terima, tetapi juga karena mereka merasa ditemani dalam perjuangan yang berat ini. Bagi mereka, bantuan Baznas bukan sekadar materi; ini adalah dukungan moral, sebuah pengingat bahwa di tengah segala keterbatasan, selalu ada yang peduli dan merangkul.
BERITA14/11/2024 | admin
Kacamata untuk Santri: Menebar Jernih di Dunia Pesantren
Siang tadi, sinar matahari mengiringi langkah-langkah kecil para santri yang berbaris rapi di halaman Pondok Pesantren Al-Muayyad, An-Nafi'iyah, dan Al-Adliyah. Suasana berbeda terasa di antara canda dan tawa mereka, hari ini, mata mereka bersiap menatap dunia dengan pandangan yang lebih jernih. Melalui program "Kacamata untuk Santri," Baznas Sidoarjo membawa hadiah berharga untuk kesehatan mereka, melanjutkan ikhtiar menjaga kesehatan mata santri di bawah naungan program Sajadah (Santri Jatim Sehat dan Berkah).
Program ini bermula dari sebuah musyawarah panjang di bulan Agustus lalu, ketika Baznas Sidoarjo bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat pondok pesantren. Dalam pertemuan itu, mereka berdiskusi tentang betapa pentingnya kesehatan mata bagi para santri yang setiap harinya berkutat dengan kitab-kitab suci dan ilmu pengetahuan. Keluhan mata yang buram dan mata yang sering terasa gatal mulai menjadi perhatian, hingga akhirnya terumuskanlah program pemeriksaan mata yang melibatkan 14 santri di tiga pesantren.
Di awal program, para santri telah menjalani pemeriksaan awal untuk mendeteksi adanya trachoma—infeksi mata yang kerap menyerang anak-anak dan berpotensi menyebabkan kebutaan. Setelah hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya alat bantu baca, Baznas Sidoarjo pun tak tinggal diam. Mereka berkomitmen memberikan bantuan kacamata agar para santri dapat belajar dengan optimal tanpa terhalang masalah penglihatan.
Hari ini, 14 November 2024, tim dari Baznas Sidoarjo kembali hadir di ketiga pondok tersebut. Masing-masing santri yang membutuhkan menerima kacamata sesuai dengan resep mata mereka. Suasana haru dan kebahagiaan terlihat jelas di wajah para santri saat mencoba kacamata baru mereka. Bagi mereka, ini bukan hanya sekadar alat bantu, melainkan jalan baru untuk melihat dunia ilmu yang lebih luas dan terang.
Kepedulian Baznas Sidoarjo dalam program Sajadah ini bukan hanya soal memberikan kacamata. Ini adalah bentuk keberlanjutan dari upaya mereka dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan santri, yang kelak akan menjadi penerus bangsa dan penyebar nilai-nilai kebaikan. Di antara tangan-tangan yang menjulurkan kacamata, terdapat harapan besar bahwa dengan penglihatan yang lebih baik, semangat belajar mereka pun akan semakin membara.
Pengurus pondok pesantren turut menyampaikan rasa terima kasih mereka. Mereka sadar bahwa kesehatan mata adalah fondasi penting dalam menuntut ilmu. “Kacamata ini adalah amanah dari masyarakat yang harus kami manfaatkan dengan baik,” ujar salah satu pengasuh pondok. Dengan pandangan yang lebih jernih, para santri pun siap melangkah lebih jauh dalam mengukir prestasi.
Program “Kacamata untuk Santri” adalah sebuah refleksi dari semangat gotong royong dan kepedulian bersama. Melalui dukungan dari Baznas Sidoarjo dan partisipasi aktif masyarakat, para santri kini memiliki pandangan yang lebih baik, tak hanya secara fisik tetapi juga dalam memandang masa depan.
BERITA14/11/2024 | admin
Rumah Baru Harapan Baru di Tarik
Rabu, 13 November 2024, matahari belum terlalu tinggi ketika Camat Tarik, Hary Subagio, menjejakkan langkah pertama menuju peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni di Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Berbalut kaus Hijau tua dan topi , beliau tak sendiri. Dalam kegembiraan yang sederhana, berdiri di sampingnya adalah Bapak Sampeyono, seorang penjual bunga tabur di makam. Rumah barunya segera akan berdiri kokoh, bukan hanya sebagai tempat berteduh, tetapi juga sebagai simbol kepedulian pemerintah terhadap mereka yang gigih berjuang.
Program Rumah Layak Huni BAZNAS RI ini tak hanya sekadar membangun tembok dan atap baru, tetapi juga membangun harapan. Di bawah naungan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, inisiatif ini menyapa Bapak Sampeyono yang tinggal di Desa Klantingsari. Bagi seorang penjual bunga tabur, hidup memang tak selalu harum, tetapi dengan adanya rumah baru ini, hidup menjadi sedikit lebih mudah dan penuh harapan.
Tak jauh dari Desa Klantingsari, di Desa Segodobancang, kehadiran yang dinanti juga datang. M Ilhaminuddin, WAKA IV BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, melakukan peletakan batu pertama bagi rumah Bapak Rohmad Khoiri, pria 46 tahun yang sehari-hari hidup bersama ibunya, seorang buruh tani. Kehadiran Ilhaminuddin, bersama kepala desa dan camat, menjadi pertanda bahwa kehadiran pemerintah bukan hanya ada di kantor, tetapi juga di sudut-sudut desa yang mungkin luput dari perhatian.
Ada suasana syahdu di antara deretan batu bata, campuran semen, dan tangan-tangan yang bekerja. Rohmad Khoiri mungkin tak pernah menyangka, rumah yang akan ia tinggali bersama ibunya bukanlah sekadar bangunan, tetapi juga bukti bahwa hidup mereka tak terlewatkan dari radar kebaikan. Desa Segodobancang, tempat tinggal mereka, kini menjadi saksi bahwa bantuan bisa menyusup masuk ke setiap lapisan masyarakat.
Program ini dilanjutkan dengan peletakan batu pertama untuk Bapak Buari, warga Desa Segodobancang lainnya. Kali ini, Ach Saleh, WAKA III BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, mengambil peran. Buari, yang selama ini hidup dengan segala keterbatasan, kini memiliki kesempatan untuk memulai hidup yang lebih baik. Dalam diam, mungkin beliau merenung, merasakan ketulusan dari semua yang hadir untuk membantunya membangun tempat tinggal yang lebih layak.
Semua yang hadir di sana – camat, kepala desa, dan tim dari BAZNAS – seakan memberikan dukungan moral yang tak bisa diukur hanya dari materi. Setiap batu yang diletakkan, setiap adukan semen yang dituang, menjadi lambang bahwa pemerintah dan BAZNAS sungguh-sungguh hadir untuk mereka yang membutuhkan. Dalam kegiatan ini, bukan hanya rumah yang dibangun, tetapi juga rasa percaya bahwa setiap warga layak untuk hidup layak.
Dengan tuntasnya peletakan batu pertama ini, harapan besar menanti mereka yang selama ini berjuang di dalam keterbatasan. Tak ada yang lebih membahagiakan selain melihat senyum yang merekah di wajah-wajah yang selama ini berjuang. Program Rumah Layak Huni BAZNAS ini, bukan hanya memberi rumah, tetapi juga menghadirkan kembali arti kata “rumah” yang sesungguhnya – tempat yang memberi perlindungan, kehangatan, dan harapan yang selalu menyala.
BERITA13/11/2024 | admin
Langkah Kecil, Harapan Besar: BAZNAS Sidoarjo Beri Harapan Baru untuk Pak Ismail
Rabu 13 November 2024, di Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, menjadi saksi pertemuan penuh haru antara BAZNAS Kabupaten Sidoarjo dan Pak Ismail, seorang bapak yang tak kenal lelah berjuang. Di dalam rumah sederhana, Pak Ismail berdiri dengan dukungan kaki palsu yang baru saja diserahterimakan oleh tim BAZNAS. Senyum tipis menghiasi wajahnya, penuh syukur dan harapan.
Pak Ismail bukanlah sosok yang asing di lingkungannya. Sejak 2002, ia menanggung cobaan hidup yang tak mudah. Kecelakaan kerja sebagai sopir truk di daerah Porong membuatnya kehilangan telapak kaki. Sejak saat itu, ia harus menyesuaikan diri dengan kehidupan baru, menjalani keseharian tanpa telapak kaki kiri. Tak lama berselang, pandemi Covid-19 datang, dan musibah lain menghampiri: istrinya meninggal, meninggalkan Pak Ismail dengan beban kesepian yang bertambah.
"Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa berjalan dengan lebih nyaman lagi," ucap Pak Ismail terbata-bata sambil menahan air mata. Baginya, kaki palsu dari BAZNAS ini bukan hanya sebuah alat bantu, tetapi juga pemberian yang menumbuhkan semangat baru. Tak perlu lagi terpincang-pincang saat bekerja atau bergerak. Kini, ia bisa melanjutkan hari-harinya dengan langkah yang lebih percaya diri.
BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, melalui program bantuan sosialnya, terus hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Wakil Ketua IV, M. Ilhaminuddin, menyampaikan bahwa bantuan kaki palsu ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendampingi masyarakat yang rentan. “Kami di BAZNAS merasa berkewajiban untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik akibat kecelakaan atau penyakit,” ujarnya.
Penyerahan kaki palsu ini pun dihadiri oleh Achmad Saleh, Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, yang secara langsung turut menyerahkan kaki palsu tersebut kepada Pak Ismail. "Ini adalah bukti bahwa BAZNAS selalu berusaha mendampingi masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. Kami berharap bantuan ini bisa mempermudah Pak Ismail dalam beraktivitas," ujar Achmad, penuh semangat.
Bantuan kaki palsu ini tak hanya sekadar pemberian fisik, tetapi juga lambang kepedulian sosial dari BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Ilhaminuddin dan Achmad Saleh, dengan senyuman penuh harapan, tampak meyakinkan bahwa BAZNAS akan selalu menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial. Mereka berharap, langkah kecil ini dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan Pak Ismail.
Pak Ismail kini tak lagi merasa sendiri. Dengan langkah baru, ia siap menjalani hari-hari ke depan dengan penuh semangat. Baginya, bantuan kaki palsu ini adalah simbol kehidupan baru, simbol bahwa meski badai telah menghantam, harapan selalu hadir di akhir. BAZNAS Sidoarjo hadir sebagai pengingat bahwa tak ada yang sendiri dalam kesulitan, selalu ada uluran tangan yang siap membantu.
BERITA13/11/2024 | admin
Harapan Baru di Tengah Keterbatasan untuk Ibu Anik dan Keluarga
Hari ini, Selasa, 12 November 2024, Baznas Sidoarjo menyalurkan bantuan biaya hidup untuk Ibu Anik Farida (50), warga Tawangsari RT 01/RW 02 Kecamatan Taman. Ibu Anik adalah seorang kepala rumah tangga yang menjalani kehidupan penuh perjuangan sebagai ibu tunggal dari lima anak setelah suaminya meninggal beberapa waktu lalu. Di usia senja, ia menghidupi keluarganya dengan pekerjaan serabutan, berjuang sendirian di tengah himpitan ekonomi.
Selama ini, Ibu Anik tinggal di sebuah rumah yang berdiri di atas tanah milik PT KAI, tepat di desa Tawangsari. Secara fisik, rumah tersebut sangat jauh dari layak huni, namun di situlah ia berteduh bersama anak-anaknya. Sayangnya, karena status tanah yang ditempati bukan miliknya, Baznas Sidoarjo tidak bisa memberikan bantuan bedah rumah kepada beliau, meskipun pengajuan sudah diajukan beberapa waktu lalu. "Kondisi rumah beliau memang memprihatinkan, tapi aturan dan keterbatasan administrasi membuat kami tidak bisa melakukan bedah rumah,” kata M. Shofwan, salah satu staf Baznas Sidoarjo yang menangani langsung kasus ini.
Namun, Baznas Sidoarjo tidak tinggal diam. Menyadari kondisi Ibu Anik yang semakin sulit, pimpinan Baznas memutuskan untuk memberikan bantuan biaya hidup sebagai bentuk dukungan dan keprihatinan. Bantuan ini diserahkan langsung oleh M. Shofwan pada hari ini. Dalam penyerahan bantuan, tampak wajah Ibu Anik yang penuh syukur. Bagi Baznas, ini adalah langkah kecil namun penuh makna bagi mereka yang membutuhkan.
“Kadang, keputusan seperti ini berat juga,” ujar Shofwan, “Kita dihadapkan dengan realitas bahwa bantuan bedah rumah tidak bisa diberikan. Jadi, kami ambil jalan tengah dengan memberikan bantuan biaya hidup. Harapannya, ini bisa meringankan beban hidup Ibu Anik dan anak-anaknya, walaupun hanya sementara.”
Anak pertama Ibu Anik memang sudah bekerja, namun dengan tanggungan empat adik yang masih membutuhkan perhatian, bantuan dari Baznas menjadi berkah yang tak ternilai. Anak-anak lainnya masih mengenyam pendidikan, dan di tengah keterbatasan ekonomi, Ibu Anik tetap berharap bisa memberikan masa depan yang lebih baik bagi mereka. "Saya sangat berterima kasih, ini benar-benar membantu kami," ujar Ibu Anik dengan mata yang berkaca-kaca.
Kehidupan keras yang dijalani oleh Ibu Anik adalah potret realita sebagian masyarakat yang tinggal di lahan bukan milik mereka. Situasi ini menghambat akses terhadap bantuan fasilitas yang mereka butuhkan. Baznas memahami betul kondisi ini, sehingga di tengah keterbatasan tersebut, mereka mencari solusi lain agar tetap bisa membantu Ibu Anik dan keluarga.
Baznas Sidoarjo berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban hidup Ibu Anik, meskipun tidak dalam bentuk yang diinginkannya. "Semoga bantuan ini bisa menjadi penyemangat buat beliau," tambah Shofwan. Sebuah harapan kecil dari sebuah lembaga, agar hari-hari Ibu Anik dan keluarganya bisa sedikit lebih ringan di tengah hidup yang penuh perjuangan.
BERITA12/11/2024 | admin

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
