WhatsApp Icon
Ramadhan Tangguh: Momentum Emas Berbagi dan Menguatkan Sesama

SIDOARJO – Bulan suci Ramadhan 1447 H kembali menyapa dengan membawa atmosfer spiritual yang kental. Di balik kewajiban menahan lapar dan dahaga, tersimpan sebuah rahasia besar tentang kebahagiaan: yakni kepedulian sosial. BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan bulan ini sebagai waktu terbaik untuk berbagi, selaras dengan kampanye "Ramadhan Tangguh" dan visi "Zakat Menguatkan Indonesia".

Mengasah Empati, Menjemput Keberkahan

Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah madrasah bagi hati untuk merasakan kepedihan mereka yang kekurangan. Rasulullah SAW, teladan terbaik kita, menjadi pribadi yang paling dermawan di bulan ini. Mengikuti jejak beliau, berbagi di bulan puasa bukan hanya soal memberi harta, tapi tentang membersihkan jiwa dari sifat kikir dan egoisme.

Setiap rupiah yang kita sisihkan melalui zakat, infak, dan sedekah adalah instrumen penting yang dapat membantu saudara-saudara kita bangkit. Inilah esensi dari Zakat Menguatkan Indonesia; ketika mustahik (penerima) berdaya, bangsa pun menjadi kuat.

Keutamaan Berbagi di Bulan Seribu Bulan

Mengapa harus di bulan Ramadhan?

  1. Pahala Melimpah: Setiap amal kebaikan dilipatgandakan tanpa batas.
  2. Ketenangan Batin: Memberi terbukti memberikan healing alami bagi hati yang sedang gundah.
  3. Investasi Akhirat: Memberi makan orang yang berpuasa (takjil) memberikan pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tersebut.

Wujudkan Kepedulian dalam Aksi Nyata

Di era digital ini, BAZNAS Sidoarjo memudahkan Anda untuk menebar manfaat. Berbagi kebaikan kini bisa dilakukan semudah menggerakkan ujung jari. Bentuk-bentuk berbagi yang bisa Anda lakukan antara lain:

  • Sedekah Takjil & Pangan: Menjamin tidak ada tetangga kita yang berbuka dengan perut kosong.
  • Zakat Fitrah & Maal: Mensucikan harta sekaligus memberikan senyum bagi kaum dhuafa menjelang Idul Fitri.
  • Donasi Program Kemanusiaan: Mendukung layanan kesehatan gratis, beasiswa pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal di Sidoarjo.

Menanamkan Nilai Dermawan pada Keluarga

Ramadhan adalah momen tepat mengajari si kecil tentang arti syukur. Ajaklah anak-anak untuk menyisihkan uang saku atau ikut serta membagikan paket sembako. Karakter Ramadhan Tangguh yang peduli dan peka terhadap lingkungan harus dipupuk sejak dini agar menjadi gaya hidup, bukan sekadar musiman.


"Kekayaan sejati bukanlah apa yang kita simpan, melainkan apa yang kita berikan dengan ikhlas."

Mari jadikan setiap detik di bulan suci ini berarti. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Sidoarjo. Bersama kita bentuk masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Karena dengan berbagi, zakat benar-benar menguatkan Indonesia.

 

Layanan Zakat & Sedekah BAZNAS Sidoarjo:

Mari tunjukkan bahwa kepedulian warga Sidoarjo tak akan pernah surut. Anda juga dapat menyalurkan kepedulian terbaik melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • BSI: 4488888008
  • BCA: 8292799992
  • Layanan Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id

#RamadhanTangguh #ZakatMenguatkanIndonesia #BAZNASSidoarjo #FilantrophiIslam #SidoarjoBerbagi

25/02/2026 | Kontributor: Humas
Membasuh Dahaga, Menjemput Doa, Menebar Bahagia: Simfoni Kebaikan di Meja Buka Puasa

Ramadan bukan sekadar perpindahan waktu makan; ia adalah sebuah perjalanan spiritual yang memuncak pada detik-detik menjelang matahari terbenam. Di balik segelas air putih dan sebutir kurma, tersimpan tiga dimensi kebaikan yang menyatu: ketaatan hamba, kemustajaban doa, dan ketulusan berbagi.

1. Menghidupkan Sunnah dalam Kesederhanaan

Buka puasa adalah momen "kemenangan" harian bagi mereka yang menundukkan hawa nafsu. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menyegerakan berbuka, sebuah simbol bahwa Islam menghargai keseimbangan antara keteguhan ibadah dan kasih sayang terhadap raga.

Memulai dengan kurma atau air putih bukan sekadar tradisi kesehatan, melainkan pesan tentang kesederhanaan. Di tengah kemeriahan meja makan, kita diingatkan untuk tidak berlebihan, agar esensi syukur tidak tenggelam dalam tumpukan hidangan.

2. Mengetuk Pintu Langit di Waktu Mustajab

Ada rahasia besar di detik-detik saat tenggorokan mulai basah: doa yang tidak tertolak. Inilah waktu di mana langit terbuka lebar bagi rintihan hamba-Nya.

"Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

Lebih dari sekadar lafal, doa ini adalah pengakuan bahwa setiap energi yang kita miliki adalah pinjaman dari Sang Khaliq. Gunakanlah waktu singkat ini untuk melangitkan harapan—untuk keluarga, kesehatan, hingga kedamaian umat—sebelum kesibukan duniawi kembali menyapa.

3. Berbagi: Melipatgandakan Pahala Tanpa Batas

Puncak dari keindahan Ramadan adalah ketika kebahagiaan kita menjadi milik orang lain. Filantropi dalam buka puasa adalah cara paling cerdas untuk meraih keberkahan. Memberi makan orang yang berpuasa berarti menjemput pahala puasa mereka, tanpa mengurangi sedikit pun hak mereka.

Berbagi takjil atau menghidangkan makanan bagi kaum dhuafa bukan sekadar aksi sosial, melainkan:

  • Jembatan Empati: Merasakan pedihnya lapar mereka yang tak tahu harus berbuka dengan apa.
  • Penguat Ukhuwah: Merajut kembali tali persaudaraan yang sempat merenggang.
  • Manifestasi Syukur: Bukti nyata bahwa kita mencintai nikmat Allah dengan cara membagikannya.

 

Menjadikan Setiap Suapan sebagai Ibadah

Agar buka puasa kita memiliki bobot spiritual yang dalam, mari kita jaga adabnya:

  1. Hadirkan Hati: Jangan biarkan waktu mustajab hilang karena sibuk memotret makanan.
  2. Kendalikan Diri: Hindari sifat konsumtif; ingatlah mereka yang masih berpuasa meski waktu maghrib telah lewat karena ketiadaan pangan.
  3. Evaluasi Diri: Jadikan momen berbuka sebagai ruang refleksi atas kualitas puasa kita sepanjang hari.

Mari Hadirkan Senyum di Meja Makan Mereka

Ramadan adalah momentum untuk bermetamorfosis menjadi pribadi yang lebih peduli. Buka puasa kita mungkin sudah terjamin, namun di luar sana, masih banyak saudara kita yang menanti uluran tangan untuk sekadar membasahi kerongkongan.

Mari sempurnakan ibadah Anda. Jangan biarkan meja makan Anda penuh sementara meja saudara kita kosong. Salurkan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS, dan jadikan setiap butir nasi yang mereka makan menjadi saksi pembela Anda di akhirat kelak.

 

25/02/2026 | Kontributor: Humas
Meraih Berkah Ramadan: Dahsyatnya Pahala Memberi Makan Orang Berpuasa

Berbagi hidangan berbuka bukan sekadar tradisi sosial yang melekat di masyarakat kita, melainkan sebuah manifestasi iman dan kepedulian spiritual yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW telah mencontohkan betapa mulianya tangan yang bergerak untuk mengenyangkan saudara yang berpuasa, menjadikannya amalan yang sarat akan keberkahan.

Keutamaan Berbagi: Pahala Berlipat Tanpa Mengurangi

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW menjanjikan ganjaran yang luar biasa:

"Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun."

Bayangkan, hanya dengan menyediakan hidangan berbuka, kita mendapatkan "bonus" pahala puasa orang lain. Ini adalah bentuk investasi akhirat yang sangat cerdas dan penuh kasih sayang.

Sederhana Namun Bermakna

BAZNAS Sidoarjo meyakini bahwa kebaikan tidak melulu soal kemewahan. Islam menitikberatkan pada ketulusan niat. Anda bisa berpartisipasi melalui berbagai cara:

  • Sedekah Takjil: Menyediakan air mineral atau kurma di masjid-masjid terdekat atau bagi pengguna jalan.
  • Jamuan Silaturahmi: Mengundang kerabat dan tetangga untuk berbuka bersama guna mempererat ukhuwah.
  • Santunan Pangan: Menyalurkan makanan bergizi bagi fakir miskin, yatim piatu, dan pekerja jalanan yang sering terlupakan.
  • Zakat & Infak Terpadu: Bergabung dalam program kemanusiaan lembaga resmi untuk jangkauan manfaat yang lebih luas.

Dampak Spiritual bagi Sang Pemberi

Memberi makan orang yang berpuasa tidak hanya menguntungkan penerima, tetapi juga menjadi "obat" bagi jiwa sang pemberi. Amalan ini terbukti mampu:

  1. Mengasah Empati: Melatih rasa syukur dengan merasakan perjuangan mereka yang kekurangan.
  2. Pembersih Dosa: Sedekah adalah penggugur kesalahan dan pengetuk pintu langit untuk datangnya rezeki yang lebih luas.
  3. Memperkuat Solidaritas: Menciptakan harmoni sosial di tengah masyarakat Sidoarjo yang gotong royong.

Siapa yang Paling Utama Dibantu?

Meskipun memberi kepada siapa saja bernilai ibadah, prioritas utama kita adalah mereka yang berada dalam kesulitan: kaum dhuafa, anak yatim, musafir, serta para pejuang nafkah yang masih di jalan saat azan Magrib berkumandang.

Penutup: Jadikan Ramadan Lebih Berarti

Ramadan adalah momentum emas untuk memperbanyak tabungan akhirat. Jangan biarkan bulan suci berlalu tanpa jejak kebaikan. Ingatlah, bahkan sebutir kurma yang diberikan dengan ikhlas bisa menjadi perantara turunnya rahmat Allah SWT.

Mari Sempurnakan Puasa Anda!

Jangan lewatkan peluang meraih pahala berlipat ganda. BAZNAS Sidoarjo siap memfasilitasi niat baik Anda untuk menyalurkan paket berbuka puasa bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di pelosok Sidoarjo.

 

23/02/2026 | Kontributor: admin
Raih Keberkahan Melimpah: Dahsyatnya Sedekah Subuh di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan bukan sekadar momen menahan lapar dan dahaga, melainkan panggung utama untuk melipatgandakan pahala. Di antara sekian banyak pintu kebaikan, ada satu amalan yang memiliki daya pikat spiritual luar biasa: Sedekah Subuh. Melalui BAZNAS Sidoarjo, mari kita selami mengapa sedekah di awal hari ini menjadi kunci pembuka pintu langit.

 

Mengapa Sedekah Subuh Begitu Istimewa?

Di era modern yang serba instan, umat Muslim seringkali mencari amalan sederhana namun berdampak masif bagi dunia dan akhirat. Sedekah subuh adalah jawabannya. Dilakukan saat mayoritas orang masih terlelap, amalan ini menjadi bukti keikhlasan murni hanya demi meraih rida Allah SWT.

Selain sebagai bentuk kepedulian, sedekah di waktu fajar merupakan terapi jiwa untuk mengikis sifat kikir dan keterikatan berlebih pada harta duniawi. Di bulan Ramadan, amalan ini menjadi sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) yang sangat efektif.

1. Magnet Rezeki dan Doa Malaikat

Salah satu keutamaan utama sedekah subuh adalah jaminan keberkahan rezeki. Rasulullah SAW mengabarkan bahwa setiap pagi, dua malaikat turun mendoakan hamba-Nya: satu mendoakan ganti yang berlipat bagi yang berderma, dan satu lagi mendoakan kehancuran bagi yang kikir.

Dengan bersedekah di waktu subuh, Anda sebenarnya sedang melakukan "investasi langit". Harta tidak akan berkurang karena memberi; justru Allah akan membukakan pintu-pintu kecukupan dari arah yang tidak disangka-sangka.

2. Penghapus Dosa dan Penenang Batin

Ramadan adalah bulan ampunan. Sedekah subuh hadir sebagai pelengkap taubat kita. Secara spiritual, sedekah memiliki kekuatan untuk memadamkan murka Allah dan menghapuskan noda dosa. Hati yang rutin berbagi akan terasa lebih lembut, tenang, dan lebih peka terhadap syukur, sehingga cahaya iman lebih mudah masuk ke dalam kalbu.

3. Perisai dari Musibah (Tolak Bala)

Banyak ulama meyakini bahwa sedekah adalah penolak bala. Dengan mengawali hari melalui sedekah subuh, Anda seolah membangun benteng perlindungan ilahi dari berbagai kesulitan hidup. Di tengah bulan Ramadan, sedekah ini menjadi perisai spiritual yang menjaga keselamatan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

 

Tips Konsisten Bersedekah Subuh bagi Warga Sidoarjo

Memulai kebiasaan mulia ini tidak harus dengan nominal yang besar. Kuncinya adalah istiqamah (konsistensi). Berikut beberapa cara mudahnya:

  • Siapkan Celengan Subuh: Sediakan kotak khusus di rumah untuk diisi setiap selesai salat Subuh, lalu salurkan secara berkala.
  • Libatkan Keluarga: Ajak anak-anak bersedekah agar karakter dermawan tumbuh sejak dini.
  • Gunakan Platform Digital: Manfaatkan kemudahan transfer atau QRIS BAZNAS Sidoarjo sesaat setelah salat Subuh agar lebih praktis.

 

Kesimpulan: Jadikan Sedekah sebagai Gaya Hidup

Sedekah subuh di bulan Ramadan adalah momentum emas untuk memperbaiki kualitas iman. Ia bukan sekadar transaksi materi, melainkan wujud empati dan solidaritas sosial (ukhuwah Islamiyah) yang nyata bagi masyarakat Sidoarjo.

Jangan biarkan waktu fajar berlalu tanpa makna. Awali setiap pagi Anda di bulan suci ini dengan berbagi. Salurkan sedekah terbaik Anda untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan.

 

Tunaikan Sedekah Subuh Anda Hari Ini:

Segerakan kebaikan Anda melalui layanan resmi BAZNAS Kabupaten Sidoarjo di tautan berikut:

???? kabsidoarjo.baznas.go.id/sedekah

“Setiap langkah di bulan Ramadan akan terasa lebih ringan, dan setiap rezeki akan menjadi lebih berkah saat kita berani berbagi.”

23/02/2026 | Kontributor: Humas
Panduan Tata Cara dan Ketentuan Fidyah bagi Umat Muslim di Kabupaten Sidoarjo

Bulan Ramadhan merupakan momentum ibadah yang sangat dinanti. Namun, bagi sebagian individu, kondisi fisik atau situasi tertentu menghalangi mereka untuk menjalankan ibadah puasa secara penuh. Sebagai bentuk kemudahan (rukhsah), Islam menetapkan syariat Fidyah sebagai pengganti ibadah puasa bagi kriteria tertentu.

Secara etimologi, Fidyah berasal dari kata "fadaa" yang berarti mengganti atau menebus. Ketentuan ini merupakan wujud kasih sayang Allah SWT agar setiap Muslim tetap dapat meraih pahala ibadah meski raga tidak lagi memungkinkan untuk berpuasa. Melalui semangat Ramadhan Tangguh, kita diajak untuk tetap memiliki jiwa yang kuat dalam beribadah meskipun menghadapi keterbatasan fisik.

Kriteria Muzakki yang Wajib Membayar Fidyah

Merujuk pada firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 184, kewajiban membayar fidyah diperuntukkan bagi mereka yang mengalami hambatan permanen untuk berpuasa dan tidak mampu menggantinya (qadha) di kemudian hari, yaitu:

  • Lansia (Orang Tua Renta): Individu yang kondisi fisiknya tidak lagi memungkinkan untuk menjalankan ibadah puasa secara berkelanjutan.
  • Penderita Sakit Menahun: Seseorang yang mengidap penyakit berat dengan harapan kesembuhan yang sangat kecil menurut pertimbangan medis.
  • Ibu Hamil atau Menyusui: Wanita yang atas pertimbangan medis mengkhawatirkan kesehatan serta keselamatan buah hatinya jika tetap memaksakan berpuasa.

Penetapan Besaran Fidyah Sidoarjo Tahun 2026

Berdasarkan Surat Edaran Bupati Sidoarjo tertanggal 11 Februari 2026 mengenai Penetapan Zakat Fitrah, Infaq, Sedekah, dan Fidyah, nilai fidyah untuk wilayah Kabupaten Sidoarjo telah ditetapkan sebesar:

Rp 45.000,- / jiwa / hari puasa yang ditinggalkan.

Dana fidyah yang terkumpul melalui BAZNAS Sidoarjo akan dikonversi menjadi paket makanan siap saji yang layak dan bergizi. Penyaluran ini sejalan dengan visi Zakat Menguatkan Indonesia, di mana setiap rupiah yang Anda tunaikan menjadi pilar penguat ekonomi dan asupan nutrisi bagi saudara-saudara kita dari kalangan fakir miskin di wilayah Sidoarjo.

Niat Menunaikan Fidyah

Sebelum menyetorkan fidyah, pastikan Anda melafalkan niat sebagai berikut:

 

“Nawaitu an ukhrija ha dzihil fidyah an afthoru shouma romadhon fardhol lilahi taala”

Artinya: "Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa di bulan Ramadan, fardhu karena Allah SWT."

Penyaluran Melalui BAZNAS Sidoarjo

Pembayaran fidyah dapat dilakukan segera setelah hari puasa ditinggalkan, baik secara bertahap setiap hari maupun secara kolektif untuk satu bulan penuh. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen mengelola amanah Anda secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi mewujudkan Ramadhan Tangguh bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sempurnakan ibadah Anda, ringankan beban sesama. Zakat Menguatkan Indonesia.

19/02/2026 | Kontributor: admin

Artikel Terbaru

Ramadhan Tangguh: Momentum Emas Berbagi dan Menguatkan Sesama
Ramadhan Tangguh: Momentum Emas Berbagi dan Menguatkan Sesama
SIDOARJO – Bulan suci Ramadhan 1447 H kembali menyapa dengan membawa atmosfer spiritual yang kental. Di balik kewajiban menahan lapar dan dahaga, tersimpan sebuah rahasia besar tentang kebahagiaan: yakni kepedulian sosial. BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan bulan ini sebagai waktu terbaik untuk berbagi, selaras dengan kampanye "Ramadhan Tangguh" dan visi "Zakat Menguatkan Indonesia". Mengasah Empati, Menjemput Keberkahan Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah madrasah bagi hati untuk merasakan kepedihan mereka yang kekurangan. Rasulullah SAW, teladan terbaik kita, menjadi pribadi yang paling dermawan di bulan ini. Mengikuti jejak beliau, berbagi di bulan puasa bukan hanya soal memberi harta, tapi tentang membersihkan jiwa dari sifat kikir dan egoisme. Setiap rupiah yang kita sisihkan melalui zakat, infak, dan sedekah adalah instrumen penting yang dapat membantu saudara-saudara kita bangkit. Inilah esensi dari Zakat Menguatkan Indonesia; ketika mustahik (penerima) berdaya, bangsa pun menjadi kuat. Keutamaan Berbagi di Bulan Seribu Bulan Mengapa harus di bulan Ramadhan? Pahala Melimpah: Setiap amal kebaikan dilipatgandakan tanpa batas. Ketenangan Batin: Memberi terbukti memberikan healing alami bagi hati yang sedang gundah. Investasi Akhirat: Memberi makan orang yang berpuasa (takjil) memberikan pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tersebut. Wujudkan Kepedulian dalam Aksi Nyata Di era digital ini, BAZNAS Sidoarjo memudahkan Anda untuk menebar manfaat. Berbagi kebaikan kini bisa dilakukan semudah menggerakkan ujung jari. Bentuk-bentuk berbagi yang bisa Anda lakukan antara lain: Sedekah Takjil & Pangan: Menjamin tidak ada tetangga kita yang berbuka dengan perut kosong. Zakat Fitrah & Maal: Mensucikan harta sekaligus memberikan senyum bagi kaum dhuafa menjelang Idul Fitri. Donasi Program Kemanusiaan: Mendukung layanan kesehatan gratis, beasiswa pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal di Sidoarjo. Menanamkan Nilai Dermawan pada Keluarga Ramadhan adalah momen tepat mengajari si kecil tentang arti syukur. Ajaklah anak-anak untuk menyisihkan uang saku atau ikut serta membagikan paket sembako. Karakter Ramadhan Tangguh yang peduli dan peka terhadap lingkungan harus dipupuk sejak dini agar menjadi gaya hidup, bukan sekadar musiman. "Kekayaan sejati bukanlah apa yang kita simpan, melainkan apa yang kita berikan dengan ikhlas." Mari jadikan setiap detik di bulan suci ini berarti. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Sidoarjo. Bersama kita bentuk masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Karena dengan berbagi, zakat benar-benar menguatkan Indonesia. Layanan Zakat & Sedekah BAZNAS Sidoarjo: Mari tunjukkan bahwa kepedulian warga Sidoarjo tak akan pernah surut. Anda juga dapat menyalurkan kepedulian terbaik melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo: BSI: 4488888008 BCA: 8292799992 Layanan Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id #RamadhanTangguh #ZakatMenguatkanIndonesia #BAZNASSidoarjo #FilantrophiIslam #SidoarjoBerbagi
ARTIKEL25/02/2026 | Humas
Membasuh Dahaga, Menjemput Doa, Menebar Bahagia: Simfoni Kebaikan di Meja Buka Puasa
Membasuh Dahaga, Menjemput Doa, Menebar Bahagia: Simfoni Kebaikan di Meja Buka Puasa
Ramadan bukan sekadar perpindahan waktu makan; ia adalah sebuah perjalanan spiritual yang memuncak pada detik-detik menjelang matahari terbenam. Di balik segelas air putih dan sebutir kurma, tersimpan tiga dimensi kebaikan yang menyatu: ketaatan hamba, kemustajaban doa, dan ketulusan berbagi. 1. Menghidupkan Sunnah dalam Kesederhanaan Buka puasa adalah momen "kemenangan" harian bagi mereka yang menundukkan hawa nafsu. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menyegerakan berbuka, sebuah simbol bahwa Islam menghargai keseimbangan antara keteguhan ibadah dan kasih sayang terhadap raga. Memulai dengan kurma atau air putih bukan sekadar tradisi kesehatan, melainkan pesan tentang kesederhanaan. Di tengah kemeriahan meja makan, kita diingatkan untuk tidak berlebihan, agar esensi syukur tidak tenggelam dalam tumpukan hidangan. 2. Mengetuk Pintu Langit di Waktu Mustajab Ada rahasia besar di detik-detik saat tenggorokan mulai basah: doa yang tidak tertolak. Inilah waktu di mana langit terbuka lebar bagi rintihan hamba-Nya. "Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka." Lebih dari sekadar lafal, doa ini adalah pengakuan bahwa setiap energi yang kita miliki adalah pinjaman dari Sang Khaliq. Gunakanlah waktu singkat ini untuk melangitkan harapan—untuk keluarga, kesehatan, hingga kedamaian umat—sebelum kesibukan duniawi kembali menyapa. 3. Berbagi: Melipatgandakan Pahala Tanpa Batas Puncak dari keindahan Ramadan adalah ketika kebahagiaan kita menjadi milik orang lain. Filantropi dalam buka puasa adalah cara paling cerdas untuk meraih keberkahan. Memberi makan orang yang berpuasa berarti menjemput pahala puasa mereka, tanpa mengurangi sedikit pun hak mereka. Berbagi takjil atau menghidangkan makanan bagi kaum dhuafa bukan sekadar aksi sosial, melainkan: Jembatan Empati: Merasakan pedihnya lapar mereka yang tak tahu harus berbuka dengan apa. Penguat Ukhuwah: Merajut kembali tali persaudaraan yang sempat merenggang. Manifestasi Syukur: Bukti nyata bahwa kita mencintai nikmat Allah dengan cara membagikannya. Menjadikan Setiap Suapan sebagai Ibadah Agar buka puasa kita memiliki bobot spiritual yang dalam, mari kita jaga adabnya: Hadirkan Hati: Jangan biarkan waktu mustajab hilang karena sibuk memotret makanan. Kendalikan Diri: Hindari sifat konsumtif; ingatlah mereka yang masih berpuasa meski waktu maghrib telah lewat karena ketiadaan pangan. Evaluasi Diri: Jadikan momen berbuka sebagai ruang refleksi atas kualitas puasa kita sepanjang hari. Mari Hadirkan Senyum di Meja Makan Mereka Ramadan adalah momentum untuk bermetamorfosis menjadi pribadi yang lebih peduli. Buka puasa kita mungkin sudah terjamin, namun di luar sana, masih banyak saudara kita yang menanti uluran tangan untuk sekadar membasahi kerongkongan. Mari sempurnakan ibadah Anda. Jangan biarkan meja makan Anda penuh sementara meja saudara kita kosong. Salurkan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS, dan jadikan setiap butir nasi yang mereka makan menjadi saksi pembela Anda di akhirat kelak.
ARTIKEL25/02/2026 | Humas
Meraih Berkah Ramadan: Dahsyatnya Pahala Memberi Makan Orang Berpuasa
Meraih Berkah Ramadan: Dahsyatnya Pahala Memberi Makan Orang Berpuasa
Berbagi hidangan berbuka bukan sekadar tradisi sosial yang melekat di masyarakat kita, melainkan sebuah manifestasi iman dan kepedulian spiritual yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW telah mencontohkan betapa mulianya tangan yang bergerak untuk mengenyangkan saudara yang berpuasa, menjadikannya amalan yang sarat akan keberkahan. Keutamaan Berbagi: Pahala Berlipat Tanpa Mengurangi Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW menjanjikan ganjaran yang luar biasa: "Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun." Bayangkan, hanya dengan menyediakan hidangan berbuka, kita mendapatkan "bonus" pahala puasa orang lain. Ini adalah bentuk investasi akhirat yang sangat cerdas dan penuh kasih sayang. Sederhana Namun Bermakna BAZNAS Sidoarjo meyakini bahwa kebaikan tidak melulu soal kemewahan. Islam menitikberatkan pada ketulusan niat. Anda bisa berpartisipasi melalui berbagai cara: Sedekah Takjil: Menyediakan air mineral atau kurma di masjid-masjid terdekat atau bagi pengguna jalan. Jamuan Silaturahmi: Mengundang kerabat dan tetangga untuk berbuka bersama guna mempererat ukhuwah. Santunan Pangan: Menyalurkan makanan bergizi bagi fakir miskin, yatim piatu, dan pekerja jalanan yang sering terlupakan. Zakat & Infak Terpadu: Bergabung dalam program kemanusiaan lembaga resmi untuk jangkauan manfaat yang lebih luas. Dampak Spiritual bagi Sang Pemberi Memberi makan orang yang berpuasa tidak hanya menguntungkan penerima, tetapi juga menjadi "obat" bagi jiwa sang pemberi. Amalan ini terbukti mampu: Mengasah Empati: Melatih rasa syukur dengan merasakan perjuangan mereka yang kekurangan. Pembersih Dosa: Sedekah adalah penggugur kesalahan dan pengetuk pintu langit untuk datangnya rezeki yang lebih luas. Memperkuat Solidaritas: Menciptakan harmoni sosial di tengah masyarakat Sidoarjo yang gotong royong. Siapa yang Paling Utama Dibantu? Meskipun memberi kepada siapa saja bernilai ibadah, prioritas utama kita adalah mereka yang berada dalam kesulitan: kaum dhuafa, anak yatim, musafir, serta para pejuang nafkah yang masih di jalan saat azan Magrib berkumandang. Penutup: Jadikan Ramadan Lebih Berarti Ramadan adalah momentum emas untuk memperbanyak tabungan akhirat. Jangan biarkan bulan suci berlalu tanpa jejak kebaikan. Ingatlah, bahkan sebutir kurma yang diberikan dengan ikhlas bisa menjadi perantara turunnya rahmat Allah SWT. Mari Sempurnakan Puasa Anda! Jangan lewatkan peluang meraih pahala berlipat ganda. BAZNAS Sidoarjo siap memfasilitasi niat baik Anda untuk menyalurkan paket berbuka puasa bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di pelosok Sidoarjo.
ARTIKEL23/02/2026 | admin
Raih Keberkahan Melimpah: Dahsyatnya Sedekah Subuh di Bulan Ramadan
Raih Keberkahan Melimpah: Dahsyatnya Sedekah Subuh di Bulan Ramadan
Bulan Ramadan bukan sekadar momen menahan lapar dan dahaga, melainkan panggung utama untuk melipatgandakan pahala. Di antara sekian banyak pintu kebaikan, ada satu amalan yang memiliki daya pikat spiritual luar biasa: Sedekah Subuh. Melalui BAZNAS Sidoarjo, mari kita selami mengapa sedekah di awal hari ini menjadi kunci pembuka pintu langit. Mengapa Sedekah Subuh Begitu Istimewa? Di era modern yang serba instan, umat Muslim seringkali mencari amalan sederhana namun berdampak masif bagi dunia dan akhirat. Sedekah subuh adalah jawabannya. Dilakukan saat mayoritas orang masih terlelap, amalan ini menjadi bukti keikhlasan murni hanya demi meraih rida Allah SWT. Selain sebagai bentuk kepedulian, sedekah di waktu fajar merupakan terapi jiwa untuk mengikis sifat kikir dan keterikatan berlebih pada harta duniawi. Di bulan Ramadan, amalan ini menjadi sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) yang sangat efektif. 1. Magnet Rezeki dan Doa Malaikat Salah satu keutamaan utama sedekah subuh adalah jaminan keberkahan rezeki. Rasulullah SAW mengabarkan bahwa setiap pagi, dua malaikat turun mendoakan hamba-Nya: satu mendoakan ganti yang berlipat bagi yang berderma, dan satu lagi mendoakan kehancuran bagi yang kikir. Dengan bersedekah di waktu subuh, Anda sebenarnya sedang melakukan "investasi langit". Harta tidak akan berkurang karena memberi; justru Allah akan membukakan pintu-pintu kecukupan dari arah yang tidak disangka-sangka. 2. Penghapus Dosa dan Penenang Batin Ramadan adalah bulan ampunan. Sedekah subuh hadir sebagai pelengkap taubat kita. Secara spiritual, sedekah memiliki kekuatan untuk memadamkan murka Allah dan menghapuskan noda dosa. Hati yang rutin berbagi akan terasa lebih lembut, tenang, dan lebih peka terhadap syukur, sehingga cahaya iman lebih mudah masuk ke dalam kalbu. 3. Perisai dari Musibah (Tolak Bala) Banyak ulama meyakini bahwa sedekah adalah penolak bala. Dengan mengawali hari melalui sedekah subuh, Anda seolah membangun benteng perlindungan ilahi dari berbagai kesulitan hidup. Di tengah bulan Ramadan, sedekah ini menjadi perisai spiritual yang menjaga keselamatan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Tips Konsisten Bersedekah Subuh bagi Warga Sidoarjo Memulai kebiasaan mulia ini tidak harus dengan nominal yang besar. Kuncinya adalah istiqamah (konsistensi). Berikut beberapa cara mudahnya: Siapkan Celengan Subuh: Sediakan kotak khusus di rumah untuk diisi setiap selesai salat Subuh, lalu salurkan secara berkala. Libatkan Keluarga: Ajak anak-anak bersedekah agar karakter dermawan tumbuh sejak dini. Gunakan Platform Digital: Manfaatkan kemudahan transfer atau QRIS BAZNAS Sidoarjo sesaat setelah salat Subuh agar lebih praktis. Kesimpulan: Jadikan Sedekah sebagai Gaya Hidup Sedekah subuh di bulan Ramadan adalah momentum emas untuk memperbaiki kualitas iman. Ia bukan sekadar transaksi materi, melainkan wujud empati dan solidaritas sosial (ukhuwah Islamiyah) yang nyata bagi masyarakat Sidoarjo. Jangan biarkan waktu fajar berlalu tanpa makna. Awali setiap pagi Anda di bulan suci ini dengan berbagi. Salurkan sedekah terbaik Anda untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan. Tunaikan Sedekah Subuh Anda Hari Ini: Segerakan kebaikan Anda melalui layanan resmi BAZNAS Kabupaten Sidoarjo di tautan berikut: ???? kabsidoarjo.baznas.go.id/sedekah “Setiap langkah di bulan Ramadan akan terasa lebih ringan, dan setiap rezeki akan menjadi lebih berkah saat kita berani berbagi.”
ARTIKEL23/02/2026 | Humas
Panduan Tata Cara dan Ketentuan Fidyah bagi Umat Muslim di Kabupaten Sidoarjo
Panduan Tata Cara dan Ketentuan Fidyah bagi Umat Muslim di Kabupaten Sidoarjo
Bulan Ramadhan merupakan momentum ibadah yang sangat dinanti. Namun, bagi sebagian individu, kondisi fisik atau situasi tertentu menghalangi mereka untuk menjalankan ibadah puasa secara penuh. Sebagai bentuk kemudahan (rukhsah), Islam menetapkan syariat Fidyah sebagai pengganti ibadah puasa bagi kriteria tertentu. Secara etimologi, Fidyah berasal dari kata "fadaa" yang berarti mengganti atau menebus. Ketentuan ini merupakan wujud kasih sayang Allah SWT agar setiap Muslim tetap dapat meraih pahala ibadah meski raga tidak lagi memungkinkan untuk berpuasa. Melalui semangat Ramadhan Tangguh, kita diajak untuk tetap memiliki jiwa yang kuat dalam beribadah meskipun menghadapi keterbatasan fisik. Kriteria Muzakki yang Wajib Membayar Fidyah Merujuk pada firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 184, kewajiban membayar fidyah diperuntukkan bagi mereka yang mengalami hambatan permanen untuk berpuasa dan tidak mampu menggantinya (qadha) di kemudian hari, yaitu: Lansia (Orang Tua Renta): Individu yang kondisi fisiknya tidak lagi memungkinkan untuk menjalankan ibadah puasa secara berkelanjutan. Penderita Sakit Menahun: Seseorang yang mengidap penyakit berat dengan harapan kesembuhan yang sangat kecil menurut pertimbangan medis. Ibu Hamil atau Menyusui: Wanita yang atas pertimbangan medis mengkhawatirkan kesehatan serta keselamatan buah hatinya jika tetap memaksakan berpuasa. Penetapan Besaran Fidyah Sidoarjo Tahun 2026 Berdasarkan Surat Edaran Bupati Sidoarjo tertanggal 11 Februari 2026 mengenai Penetapan Zakat Fitrah, Infaq, Sedekah, dan Fidyah, nilai fidyah untuk wilayah Kabupaten Sidoarjo telah ditetapkan sebesar: Rp 45.000,- / jiwa / hari puasa yang ditinggalkan. Dana fidyah yang terkumpul melalui BAZNAS Sidoarjo akan dikonversi menjadi paket makanan siap saji yang layak dan bergizi. Penyaluran ini sejalan dengan visi Zakat Menguatkan Indonesia, di mana setiap rupiah yang Anda tunaikan menjadi pilar penguat ekonomi dan asupan nutrisi bagi saudara-saudara kita dari kalangan fakir miskin di wilayah Sidoarjo. Niat Menunaikan Fidyah Sebelum menyetorkan fidyah, pastikan Anda melafalkan niat sebagai berikut: “Nawaitu an ukhrija ha dzihil fidyah an afthoru shouma romadhon fardhol lilahi taala” Artinya: "Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa di bulan Ramadan, fardhu karena Allah SWT." Penyaluran Melalui BAZNAS Sidoarjo Pembayaran fidyah dapat dilakukan segera setelah hari puasa ditinggalkan, baik secara bertahap setiap hari maupun secara kolektif untuk satu bulan penuh. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen mengelola amanah Anda secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi mewujudkan Ramadhan Tangguh bagi seluruh lapisan masyarakat. Sempurnakan ibadah Anda, ringankan beban sesama. Zakat Menguatkan Indonesia.
ARTIKEL19/02/2026 | admin
Zakat: Investasi Langit dan Ketahanan Ekonomi di Gerbang Ramadan
Zakat: Investasi Langit dan Ketahanan Ekonomi di Gerbang Ramadan
SIDOARJO – Dalam dunia bisnis, kita mengenal istilah sustainability atau keberlanjutan. Namun, bagi pelaku usaha di Sidoarjo, keberlanjutan bukan hanya soal grafik laba yang terus naik, melainkan juga tentang bagaimana bisnis tersebut memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya. Enam hari menjelang fajar Ramadan 1447 H, sebuah pertanyaan mendasar muncul: Sudahkah aset bisnis kita "dibersihkan" untuk menyambut keberkahan bulan suci? Melalui gerakan "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Kabupaten Sidoarjo mengajak para pengusaha untuk melihat zakat bukan sebagai beban biaya (cost), melainkan sebagai investasi strategis untuk membangun "Ramadan Tangguh". Menyucikan Aset, Melancarkan Arus Rezeki Bagi seorang pengusaha, harta adalah alat perjuangan. Namun, dalam setiap keuntungan yang diraih, terdapat hak fakir miskin yang harus ditunaikan. Menunaikan zakat mal atau zakat perniagaan adalah cara paling elegan untuk menjaga ekosistem bisnis tetap sehat. Secara esensial, zakat berfungsi layaknya "pembersihan mesin" dalam sebuah industri; ia membuang residu negatif dan memastikan seluruh perangkat keberkahan bekerja dengan optimal. "Harta tidak akan berkurang karena sedekah," demikian janji Rasulullah. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, zakat justru menjadi penyeimbang. Dengan berbagi, kita sedang memperkuat daya beli masyarakat di tingkat akar rumput, yang pada akhirnya akan kembali menggerakkan roda ekonomi tempat bisnis kita tumbuh. Filantropi yang Berdaya: Dampak Nyata di Sidoarjo BAZNAS Sidoarjo memahami bahwa para pelaku usaha menginginkan efektivitas dan dampak yang terukur. Melalui program Ramadan Tangguh, dana zakat yang Anda salurkan tidak hanya bersifat konsumtif. Kami mentransformasikan zakat Anda menjadi program pemberdayaan ekonomi masyarakat, bantuan modal bagi usaha mikro, hingga perbaikan infrastruktur sosial di wilayah Sidoarjo. Dengan berzakat melalui lembaga resmi, Bapak dan Ibu pelaku usaha telah berkontribusi langsung dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di daerah kita. Ini adalah bentuk nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) yang memiliki nilai ukhrawi sekaligus dampak sosial-ekonomi yang masif. Inovasi Digital untuk Akselerasi Kebaikan Kami sangat menghargai waktu Anda yang berharga. Oleh karena itu, BAZNAS Sidoarjo menghadirkan layanan Kantor Digital. Tanpa harus meninggalkan meja kerja atau ruang rapat, Anda dapat menunaikan zakat melalui fitur Scan QR Code. Sistem kami dirancang untuk memastikan setiap transaksi berjalan cepat, aman, dan transparan, sesuai dengan prinsip tata kelola yang profesional. Penutup: Menjadi Pengusaha yang Tangguh dan Peduli Ramadan tinggal enam hari lagi. Ini adalah momentum terbaik bagi para pelaku usaha di Sidoarjo untuk mengambil peran sebagai pahlawan ekonomi umat. Mari kita buktikan bahwa pengusaha Muslim Sidoarjo adalah pengusaha yang tidak hanya tangguh dalam berkompetisi, tetapi juga lembut dalam berbagi. Zakat Anda adalah energi yang menguatkan Indonesia. Mari kita sambut Ramadan dengan aset yang suci dan hati yang tenang. Bersama BAZNAS Sidoarjo, mari kita bangun ekonomi umat yang lebih mandiri dan bermartabat.
ARTIKEL12/02/2026 | sudrab
Ramadhan 2026 Glow Up: Panduan Tangguh Biar Nggak Kaget Saat Bulan Suci
Ramadhan 2026 Glow Up: Panduan Tangguh Biar Nggak Kaget Saat Bulan Suci
Halo, Sobat Milenial Sidoarjo! Nggak terasa ya, hilal Ramadhan 1447 H sudah mulai melambai di kalender 2026 kita. Buat kita yang mobilitasnya tinggi—mulai dari ngejar deadline kantor di lingkar timur sampai hobi ngopi di kawasan Gading Fajar—persiapan matang itu wajib hukumnya. Biar tubuh dan jiwa nggak "terkejut" atau kaget pas masuk bulan suci nanti, BAZNAS Sidoarjo sudah merangkum panduan Glow Up lahir batin. Supaya ibadah kita maksimal dan nggak cuma dapat lapar-haus doang, yuk intip step-by-step menjadi Muslim Tangguh berikut ini! 1. Ruhiyah: Glow Up Spiritual dari Sekarang Jangan nunggu hari pertama puasa buat mulai rajin ibadah. Ibarat lari maraton, kita butuh pemanasan biar nggak kram di tengah jalan. Trial Run Puasa: Coba deh biasakan puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh. Ini cara terbaik biar asam lambung kita nggak "demo" saat transisi nanti. Bayar "Hutang": Cek lagi aplikasi notes atau pengingat kamu. Masih ada hutang puasa tahun lalu? Segera tunaikan qadha sebelum Ramadhan tiba. Hapus "Drama" Hati: Detox hati dari penyakit batin kayak iri atau dendam lewat istighfar. Jangan lupa minta maaf sama keluarga dan sahabat biar puasa makin tenang tanpa beban emosional. 2. Jasadiyah: Tetap Fit dan Terhidrasi Puasa butuh stamina ekstra, apalagi cuaca Sidoarjo yang kadang tak menentu. Jaga Nutrisi: Mulai kurangi gorengan berlebih atau kopi dosis tinggi. Kita nggak mau kan, hari pertama puasa malah tepar karena sakit tenggorokan atau maag? Manajemen Air Putih: Gunakan rumus 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas malam hari, dua gelas saat sahur) agar kulit tetap glowing dan nggak dehidrasi. Tetap Gerak: Olahraga ringan seperti jalan santai di Alun-alun Sidoarjo tetap perlu dilakukan biar metabolisme terjaga. 3. Fikriyah: Knowledge is Power! Ibadah tanpa ilmu itu bagai posting tanpa konten. Refresh lagi ilmu fikih puasa kita. Pahami rukun, syarat sah, hingga hal-hal mikro yang bisa membatalkan pahala puasa. Buatlah target realistis, misalnya One Day One Juz atau konsisten tarawih berjamaah di masjid terdekat. 4. Maliyah: Siapkan Budget Kebaikan Ini nih yang sering terlupa. Pribadi yang Ramadhan Tangguh juga harus siap secara finansial untuk berbagi. Ramadhan bukan soal pengeluaran takjil yang membengkak, tapi soal investasi akhirat. Anggaran Kebaikan: Sisihkan dana khusus untuk zakat, infak, dan sedekah sejak terima gaji bulan ini. Cerdas Berzakat: Pahami cara hitung zakat profesi atau zakat mal. Di era digital ini, BAZNAS Sidoarjo hadir memberikan kemudahan akses agar dana zakatmu tepat sasaran untuk memberdayakan saudara-saudara kita di Sidoarjo. Tips buat Pekerja Kantoran & Content Creator Buat kamu yang sibuk, strategi manajemen waktu adalah kunci! Bangun lebih awal buat sahur supaya nggak terburu-buru. Manfaatkan waktu luang di sela meeting untuk zikir atau dengerin kajian lewat podcast. Jadikan pekerjaanmu sebagai ladang jihad yang bernilai ibadah. Gimana, sudah siap buat Ramadhan 2026 yang lebih bermakna? Dengan persiapan yang oke, kita nggak cuma sekadar menahan haus, tapi benar-benar meraih esensi keberkahannya. Mulai Kebaikanmu Hari Ini! Jangan tunggu Ramadhan tiba untuk berbagi. Yuk, cicil tabungan akhiratmu dan bersihkan harta dengan sedekah harian yang mudah dan berkah melalui BAZNAS Sidoarjo. Klik tautan di bawah ini untuk menebar manfaat: ???? https://kabsidoarjo.baznas.go.id/sedekah Ramadhan Tangguh, Zakat Menguatkan Indonesia!
ARTIKEL12/02/2026 | sudrab
Tips Puasa Ramadan: Biar Nggak Cuma Dapat Lapar dan Haus!
Tips Puasa Ramadan: Biar Nggak Cuma Dapat Lapar dan Haus!
Ramadan bukan sekadar soal menahan lapar dari subuh sampai maghrib. Biar puasa kita berkualitas dan benar-benar mendatangkan pahala, yuk intip panduan praktis yang disarikan dari kitab Irsyâdul 'Ibâd berikut ini. 1. Cek Dulu: Sudah Sah Belum? Agar puasa kita diterima secara aturan agama (fikih), ada beberapa syarat dasar yang harus terpenuhi: Beragama Islam. Sudah Tamyiz: Artinya sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Suci: Khusus bagi perempuan, pastikan sedang tidak dalam masa haid atau nifas. Tahu Waktunya: Sadar dan tahu kalau sekarang memang sudah masuk bulan Ramadan. 2. Dua Kunci Utama (Rukun Puasa) Puasa kita nggak bakal sah kalau melewatkan dua hal ini: Pasang Niat di Malam Hari: Jangan sampai lupa! Niat harus dilakukan setiap malam sebelum fajar tiba. Tekankan di hati bahwa kita puasa karena menjalankan kewajiban dari Allah (Lillâhi Ta'âlâ). Imsak (Menahan Diri): Kita harus disiplin menjaga diri agar tidak ada benda yang masuk ke lubang tubuh secara sengaja, tidak berhubungan intim, dan tidak muntah dengan sengaja. 3. Jaga "Pahala" Jangan Sampai Bocor Pernah dengar hadis Nabi saw. tentang orang yang puasa tapi cuma dapat lapar dan haus saja?. Nah, biar itu nggak terjadi pada kita, ini yang harus dijaga: Puasa Lisan: Rem mulut kita dari ghibah (gosip), bohong, adu domba, atau berkata kasar. Puasa Anggota Tubuh: Jaga mata dari tontonan yang dilarang, telinga dari hal maksiat, serta tangan dan kaki dari perbuatan zalim. Pakai Hati: Jangan puasa cuma karena ikut-ikutan orang atau tradisi. Lakukan dengan penuh iman dan rasa ikhlas mengharap pahala dari Allah. 4. Amalan Biar Puasa Makin "Tangguh" Biar makin berkah, jangan lewatkan hal-hal sunnah ini: Segerakan Berbuka: Begitu azan maghrib berkumandang, langsung batalin puasa. Paling bagus pakai kurma atau air putih. Sahur di Akhir Waktu: Makan sahurlah mendekati waktu subuh karena di sana ada keberkahan, meski cuma minum seteguk air. Banyakin Sedekah & Baca Al-Qur'an: Karena keduanya bakal jadi pembela kita di hari kiamat nanti. Kesimpulannya, puasa yang sukses itu adalah perpaduan antara aturan agama yang benar (syariat) dan menjaga perilaku (akhlak). Selamat menjalankan ibadah puasa!
ARTIKEL11/02/2026 | admin
Ramadhan Tangguh: Menempa Spiritual, Menguatkan Negeri
Ramadhan Tangguh: Menempa Spiritual, Menguatkan Negeri
Bulan Ramadhan bukan sekadar pergeseran pola makan atau siklus tidur. Bagi umat Muslim, ia adalah medan "inkubasi" spiritual untuk membentuk pribadi yang kokoh. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang kian menantang, BAZNAS Sidoarjo mengajak Anda untuk tidak sekadar "lewat" di bulan suci ini, melainkan menjadi sosok yang memiliki Ramadhan Tangguh. Ketangguhan ini bermula dari pemahaman mendalam atas literasi klasik, salah satunya kitab Irsyâdul 'Ibâd. Menjadi tangguh berarti menyatukan disiplin syariat dengan kepekaan sosial. Sebab, puasa yang sempurna adalah yang mampu mengubah rasa lapar pribadi menjadi empati kolektif melalui semangat Zakat Menguatkan Indonesia. 1. Menakar Kesiapan: Syarat Wajib Puasa Langkah pertama menuju ketangguhan adalah mengenali jati diri. Syariat Islam secara presisi menetapkan siapa saja yang memikul beban mulia ini. Identitas sebagai Muslim yang baligh dan berakal sehat adalah fondasi utama. Namun, Islam adalah agama yang moderat (wasathiyah); ketangguhan tidak berarti memaksakan diri di luar batas. Bagi lansia yang fisiknya tak lagi mumpuni atau mereka dengan sakit permanen, ketangguhan mereka manifestasikan melalui pembayaran Fidyah. Inilah bentuk filantropi awal—di mana ketidakmampuan fisik digantikan dengan kontribusi pangan bagi sesama. 2. Pilar Integritas: Memastikan Keabsahan Puasa adalah ibadah yang sunyi, hanya Anda dan Sang Pencipta yang tahu. Untuk menjaga integritas ibadah, empat pilar sah harus dijaga: Niat di Malam Hari: Inilah komitmen batin sebelum fajar. Kesucian & Kesadaran: Khusus bagi wanita, suci dari haid dan nifas, serta bagi setiap pelaku puasa untuk senantiasa dalam keadaan tamyiz (sadar penuh). Disiplin Total: Menahan diri dari segala pembatal puasa dengan disiplin baja. 3. Ihtisaban: Ruh di Balik Lapar dan Dahaga Apa yang membedakan seorang yang berpuasa dengan orang yang sekadar melakukan diet ketat? Jawabannya adalah Niat. Ketangguhan sejati lahir dari dua pilar batin: Iman (keyakinan) dan Ihtisaban (mengharap rida Allah). Kalimat Lillâhi Ta’âlâ adalah deklarasi bahwa setiap detik rasa haus yang kita rasakan adalah investasi akhirat. 4. Ilmu: Benteng dari Kesia-siaan Banyak yang terjebak dalam rutinitas tanpa makna. Tanpa ilmu, puasa hanya menjadi perpindahan jam makan. Berdasarkan panduan para ulama, kesempurnaan puasa harus didukung dengan "puasa anggota tubuh". Mata, lidah, dan telinga harus dijaga dari ghibah dan dusta. Di sinilah relevansi zakat dan sedekah muncul sebagai penyempurna; ia membersihkan harta sebagaimana puasa membersihkan jiwa. 5. Strategi Harian: Perisai Dzikir dan Filantropi Agar ketangguhan ini tidak luntur di tengah hari, perkuatlah batin dengan dzikir, terutama Sayyidul Istighfar. Namun, jangan berhenti pada kesalehan ritual. Ramadhan 1447 H ini adalah momentum emas untuk memperkuat ketahanan nasional melalui zakat. Saat Anda menyalurkan zakat melalui BAZNAS Sidoarjo, Anda sedang membantu membangun jaring pengaman sosial bagi saudara kita yang membutuhkan. Kesimpulan Ramadhan Tangguh adalah perpaduan harmonis antara ketaatan syariat dan kekuatan empati. Dengan bekal ilmu dan keikhlasan, kita tidak hanya kuat menahan lapar, tetapi juga tangguh dalam membangun martabat bangsa. Mari jadikan Ramadhan kali ini sebagai bukti bahwa Zakat Menguatkan Indonesia.
ARTIKEL05/02/2026 | sudrab
Strategi Menuju Ramadan Tangguh: Siapkan Hati dan Aksi Nyata Bersama BAZNAS Sidoarjo
Strategi Menuju Ramadan Tangguh: Siapkan Hati dan Aksi Nyata Bersama BAZNAS Sidoarjo
SIDOARJO – Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga terbenamnya matahari. Ia adalah madrasah tahunan; sebuah kesempatan emas untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta mempererat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta dan hubungan sosial dengan sesama manusia. Menyambut bulan suci tahun ini, BAZNAS Sidoarjo mengusung semangat "Zakat Menguatkan Indonesia". Melalui semangat ini, kita diajak untuk tidak hanya tangguh secara pribadi, tetapi juga menjadi penguat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Bagaimana cara kita mencapai derajat Ramadan Tangguh? Berikut adalah 4 langkah strategis yang bisa Anda terapkan mulai hari ini: 1. Memantapkan Hati dan Meluruskan Niat Segala amal bergantung pada niatnya. Mulailah dengan memperkuat tekad yang tulus hanya mengharap rida Allah SWT. Niat yang ikhlas adalah kompas yang akan menjaga Anda tetap fokus dan khusyuk di tengah hiruk-pikuk aktivitas duniawi. Tips: Tentukan target spesifik. Misalnya, "Tahun ini saya ingin memperbaiki kualitas shalat lima waktu" atau "Saya ingin mengkhatamkan Al-Qur’an dengan memahami maknanya." 2. Pemanasan Ibadah dan Kesiapan Fisik Jangan biarkan tubuh kaget saat memasuki hari pertama Ramadan. Lakukan "pemanasan" agar ritme ibadah Anda tetap terjaga hingga akhir bulan: Pemanasan Spiritual: Mulailah membiasakan shalat Dhuha, shalat malam (qiyamul lail), dan rutin membaca Al-Qur’an di bulan Syakban. Latihan Puasa: Latih ketahanan tubuh dengan puasa sunnah agar metabolisme Anda terbiasa dengan ritme Ramadan. Kesehatan Menyeluruh: Jaga pola makan sehat dan istirahat yang cukup. Secara mental, latihlah kesabaran menghadapi ujian kecil sehari-hari agar hati tetap tenang saat bulan suci tiba. 3. Literasi Agama dan Penyucian Diri Ibadah tanpa ilmu bagaikan berjalan di kegelapan. Luangkan waktu untuk: Mendalami Ilmu: Pelajari kembali fikih puasa, sunnah-sunnahnya, serta pembatal puasa agar ibadah memiliki dasar hukum yang kuat. Taubat dan Maaf: Bersihkan hati dengan taubat nasuha kepada Allah dan mintalah maaf kepada sesama. Hati yang bersih adalah wadah yang paling siap menampung keberkahan Ramadan. 4. Manajemen Kedermawanan: Zakat Menguatkan Indonesia Ramadan adalah momentum puncak kedermawanan. Dalam konsep Ramadan Tangguh, kekuatan seorang muslim diukur dari sejauh mana manfaatnya bagi orang lain. Perencanaan Amal Sosial: Rencanakan alokasi harta untuk zakat mal, infak, sedekah, hingga berbagi paket berbuka puasa. Target Terukur: Buatlah target harian bersedekah. Dengan perencanaan yang matang melalui BAZNAS Sidoarjo, zakat dan infak Anda akan disalurkan secara tepat sasaran untuk memberdayakan mustahik di wilayah Sidoarjo. Penutup: Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan Persiapan yang matang adalah kunci perubahan spiritual yang nyata. Dengan memantapkan diri secara fisik dan mental, serta menyempurnakannya dengan zakat dan sedekah, kita sedang membangun pondasi Indonesia yang lebih kuat dan tangguh. Sambut Ramadan dengan hati yang lapang dan tangan yang terbuka. Karena sejatinya, Zakat Menguatkan Indonesia. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Sidoarjo untuk mendukung program pemberdayaan umat.
ARTIKEL04/02/2026 | admin
Membangun Kembali Peradaban: Misi Kemanusiaan BAZNAS Sidoarjo untuk "Desa yang Hilang" di Aceh
Membangun Kembali Peradaban: Misi Kemanusiaan BAZNAS Sidoarjo untuk "Desa yang Hilang" di Aceh
SIDOARJO – Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh telah meninggalkan duka mendalam, menyapu bersih pemukiman hingga beberapa wilayah dinyatakan sebagai "Desa yang Hilang". Di tengah reruntuhan yang hanya menyisakan pondasi rumah dan fasilitas umum yang hilang total, masyarakat Sidoarjo melalui BAZNAS Kabupaten Sidoarjo bergerak membawa secercah harapan untuk membangun kembali peradaban di sana. Memulihkan Pusat Kehidupan yang Runtuh Melalui dana amanah masyarakat Sidoarjo sebesar Rp744.000.000, program ini berfokus pada pemulihan fisik jangka panjang dan ketahanan pangan. Fokus utama konstruksi menyasar pada tiga titik pusat kehidupan masyarakat: Musholla Pajak (Aceh Tamiang): Pembangunan baru ukuran 8x9 meter di atas sisa pondasi yang hancur. Musholla Desa Gunci (Aceh Utara): Pembangunan di area relokasi (HUNTAP) untuk melayani 86 KK atau sekitar 322 jiwa. Masjid At Taqarub (Aceh Utara): Membangun kembali masjid di Gampong Riseh Teungoh yang sebelumnya hilang terbawa arus. Untuk menjamin keberlangsungan fungsi rumah ibadah tanpa bergantung pada infrastruktur yang masih rusak, tiap lokasi akan dilengkapi dengan fasilitas kemandirian berupa paket Panel Surya dan Sumur Bor. Spesifikasi material pun dipilih dengan standar kualitas tinggi, menggunakan struktur pipa 3 inci, besi siku, dan atap seng galvanum yang tahan cuaca untuk memastikan keamanan jamaah. Pemberdayaan Melalui Dapur Umum Ramadhan Swadaya Selain pembangunan fisik, BAZNAS Sidoarjo mengalokasikan Rp300.000.000 untuk program Dapur Umum Ramadhan Swadaya. Program ini dirancang dengan konsep swadaya, di mana warga lokal secara mandiri mengelola dapur umum untuk menyediakan kebutuhan buka puasa bagi 100 jamaah per hari di setiap lokasi. Selain memastikan warga terdampak dapat beribadah dengan tenang, program ini juga bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan menggerakkan roda ekonomi lokal menjelang bulan suci Ramadhan. Agenda Pelaksanaan Lapangan Misi kemanusiaan ini dijadwalkan secara sistematis agar target operasional penuh dapat tercapai pada 1 Ramadhan 1447 H. Berikut adalah linimasa aksi tim di lapangan: 2 Februari 2026: Finalisasi survei lapangan dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) oleh tim advice BAZNAS RI. 4 Februari 2026: Pemberangkatan resmi tim teknis menuju lokasi terdampak di Aceh. 5 Februari 2026: Pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama di lokasi pembangunan. Tim pelaksana yang terdiri dari staf BAZNAS Sidoarjo dan relawan akan bertugas intensif untuk melakukan verifikasi fisik material konstruksi, instalasi energi mandiri, serta rekrutmen relawan lokal untuk manajemen dapur umum. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen kemanusiaan yang luhur dalam membantu sesama melintasi jarak. Zakat Menguatkan Indonesia
ARTIKEL02/02/2026 | sudrab
Nisfu Syaban 2026: Momentum Penguatan Jiwa Menuju Ramadhan Tangguh
Nisfu Syaban 2026: Momentum Penguatan Jiwa Menuju Ramadhan Tangguh
Nisfu Syaban merupakan istilah untuk menyebut pertengahan bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah, tepatnya pada tanggal 15 Sya’ban 1447 H. Bagi keluarga besar BAZNAS Sidoarjo dan umat Islam pada umumnya, momen ini adalah malam penuh keberkahan di mana Allah SWT memberikan ampunan serta rahmat-Nya kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat dan memperbanyak ibadah. Sebagai bagian dari persiapan menuju bulan suci dalam semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", Nisfu Syaban menjadi titik awal untuk mengevaluasi diri agar kita menjadi pribadi yang lebih tangguh secara spiritual sebelum memasuki gerbang Ramadan. Jadwal Nisfu Syaban 2026 Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia serta metode hisab, berikut adalah jadwal penting yang perlu dicatat: Malam Nisfu Syaban: Dimulai sejak waktu Maghrib pada Senin malam, 2 Februari 2026 hingga terbit fajar keesokan harinya. Hari Nisfu Syaban: Jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Catatan: Tanggal pasti dapat sedikit berbeda tergantung pada hasil pengamatan bulan sabit (rukyatul hilal) di masing-masing wilayah. Mengapa Nisfu Syaban Begitu Istimewa? Ulama menekankan bahwa malam pertengahan Sya’ban adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, memohon ampun, dan bertaubat dari segala dosa. Berikut adalah keutamaan utamanya: Pintu Ampunan Terbuka: Allah SWT membukakan pintu ampunan bagi hamba-Nya yang menanamkan tekad untuk memperbaiki diri. Malam Penurunan Rahmat: Allah SWT menurunkan rahmat-Nya dan mengangkat derajat orang-orang yang mengisi malam tersebut dengan ibadah. Momentum Refleksi: Inilah saat terbaik untuk mengevaluasi amalan selama setahun terakhir dan memperbarui niat menuju Ramadan. Panduan Amalan: Memanaskan "Mesin" Kebaikan Untuk meraih keberkahan maksimal, terdapat sejumlah amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan: Memperbanyak Dzikir dan Shalawat: Sebagai ungkapan syukur dan sarana menenangkan hati di tengah kesibukan dunia. Shalat Sunnah dan Qiyamul Lail: Melaksanakan ibadah malam sebagai bentuk penyerahan diri yang tulus kepada Allah SWT. Membaca Surat Yasin: Membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali telah menjadi tradisi baik untuk memohon berkah, kebaikan hidup, dan ampunan dosa. Puasa Sunnah: Melaksanakan puasa pada hari Nisfu Syaban (3 Februari 2026) atau puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Sya’ban). Istighfar dan Taubat: Membersihkan hati sebagai bekal penting agar kita memiliki jiwa yang bersih saat menyambut Ramadan. Doa yang Dianjurkan Umat Islam dianjurkan memohon segala kebaikan dunia dan akhirat, termasuk kesehatan dan rezeki yang halal. Salah satu doa yang sering dipanjatkan adalah doa Nabi Adam AS yang memohon ampunan serta belas kasih dari Allah SWT. Doa-doa ini menjadi sarana untuk memperkuat tekad dalam menjalankan ibadah Ramadan yang segera datang. Kesimpulan: Titik Awal Perubahan Nisfu Syaban 2026 adalah kesempatan emas bagi kita untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Dengan memahami keutamaan dan mengamalkan ibadah yang dianjurkan, kita diharapkan dapat menyambut malam penuh berkah ini dengan hati yang bersih dan amal yang meningkat. Mari jadikan Nisfu Syaban sebagai bekal untuk meraih pahala berlimpah dan mewujudkan masyarakat yang Ramadhan Tangguh melalui zakat, infak, dan sedekah. Zakat Menguatkan Indonesia. Ramadhan Tangguh, Sidoarjo Berdaya.
ARTIKEL31/01/2026 | sudrab
Zakat Menguatkan Sidoarjo: Menghitung Investasi Sosial dan Modal Manusia di Momentum Harjasda ke-167
Zakat Menguatkan Sidoarjo: Menghitung Investasi Sosial dan Modal Manusia di Momentum Harjasda ke-167
SIDOARJO – Selasa, 27 Januari 2026, menjadi hari yang krusial dalam peta jalan filantropi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Melalui 10 aksi pendistribusian di berbagai titik, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi sedang melakukan intervensi strategis terhadap peningkatan Human Capital Index (HCI) dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tengah perayaan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167. 1. Memperkokoh Human Capital Index melalui Pendidikan Dalam kacamata ekonomi pembangunan, pendidikan adalah modalitas utama bagi pertumbuhan jangka panjang. Pada distribusi kali ini, BAZNAS Sidoarjo menyasar sektor pendidikan di wilayah Balongbendo dan Porong sebagai bentuk investasi pada modal manusia (human capital). MI & SMP Raden Rahmad (Balongbendo): Bantuan biaya pendidikan diberikan kepada 20 siswa guna memastikan kemiskinan tidak menjadi penghalang bagi tunas bangsa untuk meraih cita-cita. Kompleks Sabilil Khoir & Al Fudlola’ (Porong): Intervensi dilakukan kepada 40 siswa yatim dan prasejahtera untuk menghapus beban psikologis tunggakan biaya sekolah yang menghimpit keluarga. Langkah ini secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sebagaimana ditegaskan oleh staf pelaksana, A. Ghoni, bantuan ini dirancang untuk menciptakan dampak berantai (ripple effect) yang menjamin keberlanjutan masa depan anak-anak meskipun mereka berada dalam keterbatasan ekonomi atau telah kehilangan sosok ayah. 2. Perlindungan Sosial: Implementasi SDGs yang Inklusif Distribusi hari ini juga menyentuh aspek SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui program perlindungan sosial bagi warga paling rentan. Kesehatan Mental dan Biaya Hidup: Di Desa Suwaluh, bantuan dialokasikan untuk Ibu Ekowati (ODGJ) dan di Desa Tempel untuk Ibu Jumaiyah (70) yang merawat suaminya yang sakit di usia senja. Martabat di Masa Tua: Kunjungan Wakil Ketua I, EM Luqman, kepada Bapak Marsali (80), seorang pelukis di Gelam yang rumahnya sering banjir, menunjukkan komitmen BAZNAS dalam mengembalikan martabat mustahik. Dalam perspektif Social Return on Investment (SROI), bantuan biaya hidup ini bukan sekadar bantuan karitatif, melainkan jaring pengaman sosial yang mencegah kerentanan yang lebih dalam bagi kelompok lansia dan disabilitas. 3. Refleksi Harjasda 167: Sidoarjo Tangguh dan Inklusif Peringatan Harjasda ke-167 yang bertema “Inklusif Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh” tercermin kuat dalam setiap aksi lapangan BAZNAS. Sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS memposisikan zakat sebagai instrumen kedaulatan sosial masyarakat. Pembangunan musholla di SDN Bakalan, misalnya, merupakan ikhtiar membangun jantung spiritual sekolah agar tercipta lingkungan pendidikan yang luhur budi pekerti. Ini selaras dengan visi Harjasda untuk membentuk generasi yang tidak hanya tangguh secara fisik dan ekonomi, tetapi juga secara mental dan spiritual. Kesimpulan Rangkaian distribusi pada 27 Januari 2026 membuktikan bahwa BAZNAS Sidoarjo adalah mitra strategis dalam mewujudkan agenda pembangunan daerah. Melalui pengelolaan zakat yang amanah, Sidoarjo tidak hanya merayakan usia yang ke-167, tetapi sedang membangun fondasi bangsa yang kuat dimulai dari perlindungan terhadap hak-hak dasar warganya. Zakat Menguatkan Indonesia, Sidoarjo Tangguh.
ARTIKEL27/01/2026 | sudrab
Pemanasan Kebaikan: Maksimalkan Sya’ban 1447 H Bersama BAZNAS
Pemanasan Kebaikan: Maksimalkan Sya’ban 1447 H Bersama BAZNAS
Bulan Sya’ban sering kali dianggap sebagai "gerbang" menuju Ramadan. Pada tahun 2026 (1447 H), bulan ini diperkirakan jatuh mulai Selasa, 20 Januari 2026 hingga pertengahan Februari. Sebagai bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah, Sya’ban memegang posisi strategis bukan hanya secara spiritual, tetapi juga sosial melalui semangat filantropi yang selaras dengan kampanye BAZNAS, "Zakat Menguatkan Indonesia." Berikut adalah poin penting bulan Sya’ban 2026 dan kaitannya dengan penguatan umat: 1. Waktu Diangkatnya Amal: Investasi Sosial yang Tercatat Salah satu keutamaan utama Sya’ban adalah menjadi bulan di mana amal perbuatan manusia diangkat kepada Allah SWT. Rasulullah SAW gemar memperbanyak puasa pada bulan ini agar saat amalnya diangkat, beliau sedang dalam kondisi beribadah. Dalam semangat Zakat Menguatkan Indonesia, pengangkatan amal ini menjadi pengingat bagi kita untuk memastikan "catatan" sosial kita penuh dengan kebermanfaatan. Mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah di bulan Sya’ban adalah bentuk investasi sosial yang tidak hanya berdampak di langit, tetapi juga nyata di bumi melalui program-program pemberdayaan BAZNAS. 2. Nisfu Sya’ban: Momentum Memperbaiki Hubungan Sesama Malam Nisfu Sya’ban tahun 2026 diperkirakan jatuh pada 3 Februari 2026. Selain sebagai malam doa dan istighfar, momen ini dipahami sebagai waktu untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. BAZNAS hadir sebagai jembatan untuk memperbaiki hubungan sosial tersebut. Melalui zakat yang disalurkan, kita membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, memastikan bahwa ketimpangan sosial mengecil, dan solidaritas nasional semakin kokoh. 3. Amalan Sosial sebagai Latihan Menuju Ramadan Para ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan Sya’ban dengan berbagai amalan, termasuk sedekah dan amal sosial. Sya’ban merupakan masa transisi dan persiapan ruhani agar fisik serta iman lebih siap menyambut Ramadan. Pembersihan Harta: Menunaikan zakat di bulan Sya’ban membantu kita memasuki Ramadan dengan hati dan harta yang lebih bersih. Ketahanan Sosial: Dengan bersedekah lebih awal, kita membantu BAZNAS menyiapkan program bantuan pangan atau kesehatan, sehingga saat Ramadan tiba, saudara kita yang prasejahtera sudah memiliki ketahanan fisik untuk menjalankan ibadah wajib. 4. Sinergi Program BAZNAS di Bulan Sya’ban Sejalan dengan kampanye Zakat Menguatkan Indonesia, BAZNAS terus mengoptimalkan penyaluran zakat untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan. Berdasarkan pengalaman kegiatan sebelumnya, zakat yang Anda tunaikan di bulan Sya’ban ini akan bertransformasi menjadi: Kemandirian Ekonomi: Modal bagi UMKM agar mereka berdaya sebelum Idul Fitri. Kepastian Pendidikan: Menjamin anak-anak yatim dan dhuafa tetap bisa belajar tanpa kendala biaya. Hunian Layak: Melanjutkan program Rumah Layak Huni (RLHB) agar para mustahik dapat menyambut Ramadan di bawah atap yang aman dan bermartabat. Kesimpulan Bulan Sya’ban 1447 H yang berlangsung dari Januari hingga Februari 2026 adalah waktu terbaik untuk mulai "memanaskan" mesin kebaikan kita. Dengan berzakat melalui BAZNAS, kita tidak hanya menjalankan anjuran amalan sunnah, tetapi juga secara nyata ikut serta dalam misi besar Zakat Menguatkan Indonesia. Mari kita masuki Ramadan dengan bekal amal sosial yang terbaik. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui kanal resmi BAZNAS Sidoarjo untuk memastikan kemanfaatan yang transparan dan tepat sasaran. Zakat Menguatkan Indonesia, Sedekah Memulihkan, Sidoarjo Tangguh.
ARTIKEL25/01/2026 | admin
Waspada Mitigasi Cuaca Ekstrem: Optimalisasi Zakat dalam Memperkuat Ketahanan Masyarakat Sidoarjo
Waspada Mitigasi Cuaca Ekstrem: Optimalisasi Zakat dalam Memperkuat Ketahanan Masyarakat Sidoarjo
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi telah mengeluarkan himbauan strategis terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam periode waktu dekat. Peringatan dini ini menekankan pada peningkatan intensitas curah hujan yang disertai petir dan angin kencang, yang secara linear meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Bagi pemangku kepentingan dan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo, peringatan ini menuntut kesiapsiagaan sistematis guna meminimalisir dampak kerugian, baik secara materiel maupun imateriel. Ancaman bencana seperti banjir genangan, tanah longsor, dan angin puting beliung bukan lagi sekadar potensi, melainkan tantangan nyata yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan sosial keluarga. Dinamika cuaca yang sulit diprediksi mengharuskan adanya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem mitigasi yang responsif. Kesiapsiagaan kolektif menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa kelompok masyarakat yang paling rentan memiliki akses terhadap perlindungan dan bantuan darurat saat krisis terjadi. Menilik data statistik dari BPBD Kabupaten Sidoarjo sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 1.138 kejadian utama yang menuntut perhatian serius. Dari total tersebut, terdapat 59 kejadian bencana alam yang didominasi oleh fenomena angin kencang sebanyak 37 kasus dan banjir genangan sebanyak 22 kasus. Data ini mencerminkan tingginya indeks kerentanan wilayah terhadap anomali cuaca, di mana satu peristiwa ekstrem mampu mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan menghambat roda produktivitas warga. Dampak fisik yang dihasilkan dari rentetan bencana tersebut sangat masif. Tercatat sedikitnya 358 rumah warga mengalami kerusakan dengan intensitas beragam akibat terjangan angin kencang, termasuk kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan bangunan institusi pendidikan. Selain itu, bencana banjir genangan telah memberikan dampak sosial yang luas terhadap 470 jiwa pengungsi serta merendam permukiman yang dihuni oleh sedikitnya 1.669 kepala keluarga (KK) di berbagai titik strategis wilayah Sidoarjo. Dalam kerangka penanganan pascabencana, peran instrumen filantropi Islam yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menjadi pilar penyokong yang esensial. Melalui manifestasi kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia," BAZNAS memposisikan zakat sebagai instrumen jaring pengaman sosial yang proaktif. Dana zakat, infak, dan sedekah yang terhimpun dikelola secara profesional untuk mengintervensi dampak bencana, memastikan bahwa para penyintas memiliki daya lenting untuk segera bangkit dari masa krisis. Penyaluran dana zakat melalui BAZNAS Sidoarjo memungkinkan terlaksananya operasi respon cepat melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Saat fase darurat, dana tersebut dialokasikan secara instan untuk pemenuhan kebutuhan logistik primer, layanan kesehatan darurat, hingga bantuan evakuasi di titik-titik terdampak. Efektivitas respon ini menjadi bagian krusial dalam prosedur standar operasional lembaga untuk menjamin keselamatan jiwa dan pemenuhan hak-hak dasar para korban bencana. Lebih jauh lagi, zakat berfungsi sebagai sumber pendanaan bagi program pemulihan jangka panjang (recovery) yang berkelanjutan. Hal ini mencakup program perbaikan hunian bagi warga yang terdampak angin kencang hingga skema bantuan stimulan ekonomi bagi pelaku usaha mikro yang kehilangan aset akibat banjir. Integrasi zakat dalam skema penanggulangan bencana ini membuktikan bahwa dana umat memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas sosial dan mencegah peningkatan angka kemiskinan baru pascabencana. Partisipasi aktif masyarakat dalam menunaikan zakat pada periode cuaca ekstrem ini mencerminkan bentuk tanggung jawab sosial yang tinggi. BAZNAS Sidoarjo menjamin bahwa setiap dana yang dikelola dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas berdasarkan basis data yang tervalidasi. Kerja sama yang sinergis dengan pihak BPBD memastikan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara proporsional dan menjangkau sasaran yang paling membutuhkan secara tepat waktu. Himbauan BMKG mengenai cuaca ekstrem ini seyogianya dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Ketahanan sebuah wilayah dalam menghadapi bencana tidak hanya diukur dari kekuatan infrastruktur fisiknya, tetapi juga dari soliditas modal sosial dan efektivitas lembaga pengelola bantuan. Saling membantu dan berbagi beban di tengah situasi sulit adalah manifestasi nyata dari nilai-nilai luhur bangsa yang harus senantiasa dirawat. Sebagai langkah konkret, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo mengundang seluruh lapisan masyarakat, instansi, dan korporasi untuk menyalurkan zakat serta donasi terbaiknya melalui kanal-kanal resmi yang telah disediakan. Melalui zakat yang terorganisir, kita tidak hanya menjalankan mandat syariat, tetapi juga berkontribusi secara nyata dalam memperkokoh ketahanan nasional menghadapi tantangan alam. Mari jadikan zakat sebagai instrumen untuk menjaga Indonesia tetap kuat, tangguh, dan berdaya.
ARTIKEL24/01/2026 | sudrab
Resiliensi dan Restorasi: Jejak Filantropi BAZNAS Sidoarjo dalam Membangun Kembali Harapan di Tahun 2025
Resiliensi dan Restorasi: Jejak Filantropi BAZNAS Sidoarjo dalam Membangun Kembali Harapan di Tahun 2025
Tahun 2025 akan senantiasa dikenang sebagai lembaran refleksi mendalam bagi segenap masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Di tengah dinamika pembangunan, alam memberikan ujian ketangguhan fisik dan sosial yang luar biasa melalui rentetan bencana yang silih berganti. Berdasarkan catatan otoritas terkait, wilayah Kota Delta ini didera oleh 59 kejadian bencana alam yang didominasi oleh fenomena angin kencang sebanyak 37 kejadian serta 22 peristiwa banjir genangan,. Namun, di balik angka-angka statistik tersebut, terselip narasi kemanusiaan tentang bagaimana sebuah daerah bangkit dari puing-puing melalui kekuatan zakat yang dikelola secara inklusif dan berkelanjutan. Dampak dari bencana tersebut nyatanya tidaklah ringan. Terjangan angin kencang telah mengakibatkan 358 rumah warga mengalami kerusakan, sementara banjir genangan yang persisten di berbagai titik memaksa sedikitnya 470 warga untuk meninggalkan hunian mereka dan mengungsi demi keselamatan jiwa. Kehilangan tempat tinggal bukan sekadar kehilangan aset fisik; bagi warga prasejahtera, rumah adalah pelindung utama yang berkaitan erat dengan martabat dan ketenangan jiwa. Kerusakan hunian yang masif, termasuk 33 kasus atap rumah yang ambruk, dikhawatirkan akan memutus rantai masa depan anak-anak karena terganggunya stabilitas ruang belajar mereka,. Di tengah kondisi darurat tersebut, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo hadir sebagai pilar pemulihan melalui program Rumah Layak Huni (RLHB) 2025. Mengusung semangat "Zakat Menguatkan", lembaga ini berhasil merealisasikan pembangunan dan renovasi sebanyak 238 unit rumah yang tersebar di pelosok 18 kecamatan,. Keberhasilan ini bukanlah pencapaian tunggal, melainkan buah dari sinergi antar-pihak yang sangat solid. Dukungan utama mengalir dari para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang secara rutin menyalurkan zakat dan infaknya, serta kolaborasi teknis dengan BPBD dalam memetakan wilayah prioritas berdasarkan tingkat kerusakan,. Salah satu sorotan utama dalam capaian tahun 2025 adalah respons cepat terhadap musibah kebakaran. Tercatat sepanjang tahun tersebut terjadi 285 kejadian kebakaran yang melanda berbagai objek, termasuk 58 rumah tinggal,. Sebagai bentuk nyata restorasi pascabencana, BAZNAS Sidoarjo mengalokasikan bantuan khusus untuk membangun kembali 17 rumah yang telah luluh lantak rata dengan tanah akibat api,. Langkah ini menjadi titik balik bagi para penyintas untuk merajut kembali harapan mereka dari abu sisa kebakaran menuju hunian yang lebih aman dan layak. Lebih dari sekadar renovasi rutin, BAZNAS Sidoarjo juga menunjukkan visi mitigasi bencana yang strategis melalui kebijakan relokasi. Menghadapi ancaman banjir Kedungbanteng yang persisten dan berdampak pada 1.669 kepala keluarga, BAZNAS melakukan relokasi satu unit RLHB di Desa Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin. Keputusan berani ini diambil untuk memastikan bahwa penerima manfaat tidak lagi terjebak dalam siklus bencana tahunan, melainkan mendapatkan rasa aman yang permanen di lokasi yang lebih tinggi dan terlindungi,. Investasi kemanusiaan ini pun menyentuh aspek kesehatan masyarakat secara fundamental. Dari total hunian yang dibangun, sebanyak 96 unit rumah telah dilengkapi dengan sarana sanitasi berkualitas, meliputi jamban sehat dan septic tank yang memenuhi standar kesehatan,. Inisiatif ini merupakan langkah preventif yang krusial untuk menurunkan risiko stunting dan penyebaran penyakit menular, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan keluarga dari sisi ekonomi kesehatan di masa depan. Transformasi hunian ini membuktikan bahwa penanganan pascabencana harus dilakukan dengan visi masa depan yang berkelanjutan. Secara ekonomi, program RLHB 2025 juga menciptakan efek domino bagi kesejahteraan lokal. Dengan melibatkan tukang bangunan dan toko material lokal di setiap kecamatan, dana zakat yang dihimpun kembali berputar dan menggerakkan roda ekonomi arus bawah Sidoarjo. Inilah esensi sejati dari filantropi Islam, di mana bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga menjadi mesin penggerak produktivitas ekonomi bagi masyarakat luas. Menjelang perayaan Hari Jadi Sidoarjo ke-167 di tahun 2026, semangat "Inklusif Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh" semakin nyata dirasakan manfaatnya melalui kinerja BAZNAS. Sinergi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan pemerintah daerah telah membuktikan bahwa keterpaduan langkah adalah kunci dalam menghadapi tantangan zaman,. Ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi dari seberapa kuat tali kepedulian yang mengikat antar-sesama warganya. Setiap rumah yang kembali berdiri tegak dan setiap atap yang diperbaiki adalah bukti nyata bahwa harapan selalu ada bagi mereka yang terdampak bencana. Mari kita lanjutkan estafet kebaikan ini. Zakat, infak, dan sedekah Anda adalah nyawa bagi mereka yang sempat kehilangan arah. Teruslah peduli dan jadilah bagian dari transformasi kemanusiaan melalui BAZNAS Sidoarjo, karena melalui hunian yang layak, kita sedang membangun fondasi Indonesia yang lebih kuat,.
ARTIKEL15/01/2026 | admin
Isra Miraj: Dari Kesalehan Pribadi Menuju Kekuatan Sosial bagi Sidoarjo
Isra Miraj: Dari Kesalehan Pribadi Menuju Kekuatan Sosial bagi Sidoarjo
Peristiwa Isra Miraj bukan sekadar sejarah perjalanan malam Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Lebih dari itu, peristiwa ini adalah pesan cinta dan empati dari Allah SWT. Di tengah masa tersulit Baginda Nabi, Allah memberikan penghiburan melalui perjalanan spiritual yang agung. Pesan ini sangat relevan bagi kita warga Sidoarjo saat ini: bahwa di balik setiap ujian yang menimpa saudara-saudara kita, selalu ada cahaya harapan yang bisa kita nyalakan bersama. Melalui Isra Miraj, kita menerima perintah shalat sebagai sarana komunikasi hamba dengan Penciptanya. Namun, Islam juga mengajarkan bahwa keimanan tidaklah sempurna tanpa kepedulian sosial. Di sinilah Zakat hadir sebagai jembatan yang menghubungkan kesalehan ritual kita dengan aksi nyata membantu sesama. Jika shalat menyucikan jiwa, maka zakat menyucikan harta dan menguatkan sendi-sendi kehidupan bangsa. Mengubah Empati Menjadi Aksi di Kota Delta Sidoarjo, sebagai "Kota Delta" yang dinamis, memiliki potensi luar biasa namun juga tantangan sosial yang nyata. Masih banyak saudara kita di sekitar kita yang berjuang melawan keterbatasan—mulai dari keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok hingga anak-anak yatim yang bermimpi melanjutkan sekolah. Melalui semangat "Zakat Menguatkan Indonesia," BAZNAS Kabupaten Sidoarjo mengajak Anda untuk tidak hanya bersimpati, tetapi bergerak memberikan solusi. Zakat yang Anda tunaikan bukan sekadar pemenuhan kewajiban agama, melainkan sebuah energi besar yang mampu membangkitkan martabat sesama. · Zakat Menguatkan Ekonomi Sidoarjo: Membantu pelaku UMKM lokal di Sidoarjo untuk bangkit dan mandiri.· Zakat Menguatkan Pendidikan: Memastikan putra-putri berprestasi di Sidoarjo tidak terhenti langkahnya karena biaya.· Zakat Menguatkan Ketangguhan Sosial: Memberikan perlindungan bagi lansia dan dhuafa yang membutuhkan uluran tangan kita. Menuju Sidoarjo yang Lebih Berdaya dan Barokah Momentum Isra Miraj mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati lahir dari kedekatan kita kepada Allah dan kepedulian kita kepada manusia. Dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang amanah dan transparan, Anda telah menanam benih kebaikan yang akan tumbuh menjadi kekuatan bagi Indonesia, dimulai dari lingkungan terdekat kita di Sidoarjo. Mari kita jadikan setiap harta yang kita miliki sebagai jalan pembuka pintu-pintu keberkahan bagi orang lain. Karena pada hakikatnya, dalam setiap harta yang kita titipkan melalui zakat, ada doa-doa tulus dari mereka yang terbantu yang akan menjaga keselamatan dan keberkahan hidup kita. Zakat Anda adalah bukti cinta. Zakat Anda Menguatkan Indonesia. Mari beraksi nyata sekarang. Sempurnakan ibadah Anda dengan berbagi kebahagiaan untuk sesama. Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda secara mudah, aman, dan transparan melalui BAZNAS Kabupaten Sidoarjo.
ARTIKEL15/01/2026 | sudrab
Menuju 2026: Mengakselerasi Dampak, Mewujudkan Kesejahteraan Umat melalui Inovasi dan Sinergi
Menuju 2026: Mengakselerasi Dampak, Mewujudkan Kesejahteraan Umat melalui Inovasi dan Sinergi
Memasuki tahun 2026, dunia perzakatan di Indonesia berada pada titik balik yang krusial. Setelah berhasil menjaga momentum pertumbuhan pada tahun 2025 dengan target sejarah Rp50 Triliun, kini saatnya kita melangkah lebih jauh. Outlook Zakat Indonesia 2026 bukan sekadar angka proyeksi, melainkan komitmen untuk mengakselerasi dampak melalui sinergi dan inovasi demi kesejahteraan umat. Ketahanan di Tengah Tantangan Global Meskipun ekonomi global diproyeksikan melambat di level 3,1%, ekonomi domestik Indonesia tetap menunjukkan resiliensi yang kuat dengan pertumbuhan stabil di kisaran 4,9% - 5,2%. Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi potensi penghimpunan zakat. Namun, peran zakat sebagai bantalan sosial menjadi semakin krusial di tengah tantangan kemiskinan (8,47% per Maret 2025) dan pengangguran terdidik yang masih menjadi paradoks di tanah air. Zakat hadir bukan hanya sebagai bantuan, tapi sebagai instrumen komplemen kebijakan pemerintah untuk percepatan pengentasan kemiskinan. Tiga Pilar Strategis Akselerasi 2026 Untuk mencapai target pengumpulan Rp66 Triliun pada tahun 2026, BAZNAS menetapkan tiga pilar utama yang akan menggerakkan ekosistem zakat nasional: Akselerasi Transformasi Digital: Modernisasi sistem melalui SIMBA sebagai backbone data nasional, aktivasi 400 kantor digital BAZNAS daerah, dan digitalisasi 40.000 masjid melalui platform Menara Masjid. Inovasi Program Berdampak: Implementasi Green Zakat Framework yang berfokus pada aksi iklim (seperti energi bersih dan pertanian berkelanjutan) serta penguatan kewirausahaan sosial melalui program unggulan seperti Zmart dan ZChicken. Sinkronisasi Agenda Nasional: Menyelaraskan peran zakat secara formal dengan target RPJMN 2025-2029, guna meningkatkan persentase penduduk miskin penerima manfaat dana sosial keagamaan dari 1% menjadi 6% pada 2029. Transformasi Perilaku Muzaki: Pengalaman adalah Kunci Dunia filantropi kini menyaksikan pergeseran perilaku muzaki. Masyarakat tidak lagi sekadar ingin berdonasi; mereka mendambakan pengalaman berdonasi yang transparan dan dampak langsung yang terlihat. Oleh karena itu, strategi fundraising di tahun 2026 akan semakin mengedepankan event kolaborasi yang menggabungkan emosi, spiritualitas, dan komunitas. Dengan semangat "Impact Maksimal, Budget Minimal," BAZNAS mendorong kolaborasi lintas sektor—mulai dari komunitas olahraga hingga brand komersial—melalui strategi Zero Waste Budgeting. Event seperti Indonesia Run for Palestine atau konser amal bukan sekadar penggalangan dana, melainkan cara agar masyarakat "mengalami" langsung kebaikan yang mereka tebar. Dari Karitatif Menuju Kemandirian Visi 2026 adalah mengubah mustahik menjadi muzaki. Kita telah melihat pergeseran strategis yang luar biasa, di mana program pemberdayaan ekonomi tumbuh paling pesat (+78,45%). Dengan dukungan 740 Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang semakin solid, jangkauan zakat hingga ke level desa melalui 1.423 UPZ Desa akan memastikan bahwa zakat kembali ke desa untuk membangun kemandirian lokal. Kesimpulan Target Indeks Zakat Nasional (IZN) sebesar 0,56 pada tahun 2026 adalah janji kita kepada umat. Dengan literasi zakat masyarakat yang sudah masuk kategori baik (74,83), tugas besar kita selanjutnya adalah mengonversi pemahaman tersebut menjadi aksi nyata melalui lembaga resmi. Sebagai penutup, bayangkan zakat seperti sebuah bendungan raksasa yang tidak hanya menampung air hujan (kebaikan muzaki), tetapi juga mengalirkannya secara terukur melalui parit-parit inovasi untuk mengairi sawah-sawah gersang (mustahik), hingga akhirnya seluruh negeri bisa memanen kemandirian bersama.
ARTIKEL06/01/2026 | sudrab
Perjalanan Amil BAZNAS Sidoarjo: Menyentuh Hati di Balik Senyum yang Tak Pernah Berbicara
Perjalanan Amil BAZNAS Sidoarjo: Menyentuh Hati di Balik Senyum yang Tak Pernah Berbicara
SIDOARJO —Di bawah terik siang yang menggigit, tiga orang amil BAZNAS Kabupaten Sidoarjo—Ahmad Hamdani, M. Haffidz, dan Rita Defani—melangkah bukan hanya untuk menyalurkan bantuan, tapi untuk menyaksikan kehidupan yang sering tak terlihat. Pada Senin, 17 November 2025, mereka menempuh dua perjalanan singkat namun berat secara emosional: dari Balai Desa Kalijaten hingga sebuah rumah kecil di Jalan Bebekan, Kelurahan Bebekan, Taman. Mereka bukan datang sebagai pejabat. Mereka datang sebagai manusia yang ingin tahu: Apa yang kamu rasakan ketika dunia berjalan cepat, tapi kamu terjebak di tempat yang sama? Di Balai Desa Kalijaten, enam perempuan duduk berbaris. Yunita, Kirana, Dessy, Pujiati, Ginah, dan Dewi—nama-nama yang tak pernah jadi headline, tapi menjadi tulang punggung keluarga yang hampir runtuh. Himpitan ekonomi tak kenal kompromi: mereka bertahan, bukan karena kuat, tapi karena tidak punya pilihan. Ketika tim BAZNAS menyerahkan bantuan, tidak ada tepuk tangan. Hanya diam—diam yang berat, diam yang penuh makna. Rita Defani memegang tangan Ibu Ginah, yang tak bisa berkata apa-apa selain menangis pelan. “Kami tidak datang untuk menyelamatkan Anda,” katanya. “Kami datang untuk mengingatkan: Anda masih punya tempat dan teman di dunia ini.” Perjalanan berlanjut ke Jalan Bebekan, sebuah gang sempit yang tak tercantum di peta. Di sana, Ibu Muzaimah tinggal—sendiri, dengan cucu kecilnya sebagai satu-satunya cahaya di rumah yang gelap. Tim BAZNAS tak membawa mic. Tak ada kamera yang merekam. Hanya tiga orang, dua jam, dan tujuh senyum yang tak bisa dibeli. Tapi dalam waktu itu, mereka membangun kembali harga diri yang hampir hilang. Ini bukan sekadar distribusi bantuan. Ini adalah misi kemanusiaan yang paling murni: melihat, mendengar, dan memastikan bahwa tak seorang pun dibiarkan sendiri di pinggiran. BAZNAS Sidoarjo tidak hanya menyalurkan zakat. Ia menyalurkan pengakuan—bahwa setiap nyawa, sekecil apa pun, punya cerita yang layak didengar. Rencana tindak lanjut sudah disusun: pendampingan rutin, koordinasi dengan puskesmas, dan penguatan jaringan sosial. Tapi yang paling penting? Mereka akan kembali. Karena kebaikan yang tulus tak pernah berakhir di satu kunjungan. Ia berakar di hati—dan tumbuh di keberanian untuk peduli. Di Sidoarjo, di balik gedung-gedung modern dan jalan-jalan ramai, ada yang masih menunggu. Dan BAZNAS tetap datang. Karena mereka tahu: keadilan bukan soal angka. Tapi soal siapa yang masih diingat. Bantuan bisa berakhir. Tapi rasa dihargai? Itu abadi.
ARTIKEL18/11/2025 | sudrab
Memaknai Zakat Lebih Dalam: Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Jalan Menuju Berkah
Memaknai Zakat Lebih Dalam: Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Jalan Menuju Berkah
Pernahkah kamu merasa hidupmu tak tenang, rezekimu terasa seret, atau hatimu gundah tanpa alasan yang jelas? Seringkali, kita mencari jawaban di tempat yang jauh, padahal kuncinya mungkin ada di dalam diri kita sendiri, tepatnya dalam pemenuhan kewajiban zakat. Bukan hanya sekadar perintah agama, zakat menyimpan makna yang mendalam dan penuh hikmah. Lebih dari sekadar berbagi, zakat adalah wujud nyata dari kepedulian dan keikhlasan. Mari kita selami lebih dalam empat makna zakat yang mungkin belum pernah kamu sadari. 1. Zakat Bermakna Al-Barakatu (Berkah) Hidup ini adalah tentang keberkahan. Kita semua mendambakan rezeki yang tidak hanya cukup, tapi juga membawa ketenangan. Zakat mengajarkan bahwa keberkahan itu tidak datang dari seberapa banyak yang kita miliki, melainkan dari seberapa suci harta yang kita gunakan. Ketika kita menunaikan zakat, kita membersihkan harta dari hak orang lain yang mungkin ada di dalamnya. Harta yang bersih dan suci itulah yang kemudian menjadi ladang keberkahan, membawa kedamaian dan ketenteraman dalam hidup kita. Ini bukan tentang matematika, melainkan tentang keimanan. Ketika kita melepaskan sebagian, Allah akan melipatgandakan berkahnya dalam bentuk yang tak terduga. 2. Zakat Bermakna An-Numuw (Tumbuh dan Berkembang) Seringkali, kita khawatir berbagi akan mengurangi apa yang kita punya. Padahal, zakat adalah kebalikannya. Zakat justru membuat harta kita tumbuh dan berkembang. Logikanya mungkin terdengar aneh, tapi percayalah, ini adalah janji-Nya. Harta yang kita keluarkan untuk zakat akan kembali dalam bentuk lain yang jauh lebih baik. Ini adalah investasi jangka panjang, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat. Harta yang terus bertumbuh akan membebaskan kita dari jerat kekhawatiran finansial dan membuka pintu rezeki yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. 3. Zakat Bermakna As-Sholahu (Beres atau Keberesan) Pernahkah kamu mendengar kisah seseorang yang rezekinya berantakan karena lupa menunaikan zakat? Ini bukanlah kebetulan. Zakat adalah penjamin keberesan dalam hidup. Harta yang kita bersihkan melalui zakat akan dijauhkan dari berbagai masalah. Zakat berfungsi sebagai perisai, melindungi kita dari berbagai masalah finansial yang mungkin timbul akibat kelalaian kita. Sebaliknya, saat kita menunaikan zakat, kita justru membuka jalan untuk kelancaran rezeki di kemudian hari. Ini adalah pengingat bahwa ketenangan dan kelancaran hidup datang dari ketaatan kita. 4. Zakat Bermakna At-Thohuru (Membersihkan atau Menyucikan) Zakat tidak hanya membersihkan harta, tapi juga menyucikan jiwa. Saat kita memberi, terutama bukan karena ingin dipuji manusia, tapi semata-mata mengharap ridho-Nya, jiwa kita akan terasa ringan dan bersih. Zakat ibarat pembersih yang menghilangkan kotoran keserakahan dan egoisme dari hati kita. Ini adalah bukti bahwa kita tidak terikat pada harta benda, melainkan menganggapnya sebagai titipan yang harus disalurkan dengan benar. Harta yang bersih akan membawa kebaikan, dan jiwa yang suci akan membawa kebahagiaan. Zakat, pada dasarnya, adalah sebuah ritual spiritual yang mengubah sudut pandang kita terhadap kekayaan. Ia mengajarkan kita untuk tidak hanya mengumpulkan, tapi juga memberi. Ia mengingatkan kita bahwa di setiap rezeki yang kita dapat, ada hak orang lain yang harus ditunaikan. Jadi, jangan pernah ragu untuk menunaikan zakat. Karena zakat adalah jalan menuju keberkahan, pertumbuhan, ketenangan, dan kesucian. Sudahkah kamu menunaikan zakat hari ini? Jika kamu ingin menunaikan zakat, kamu bisa melakukannya dengan mudah melalui BAZNAS. Bagaimana menurutmu? Adakah makna zakat lain yang kamu rasakan dalam hidupmu? Sumber : Baznas RI
ARTIKEL22/09/2025 | admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat