WhatsApp Icon
Keluarga Besar SDN Kramatjegu 2 Tanamkan Empati Lewat Aksi Nyata untuk Sumatra

SIDOARJO – Halaman SDN Kramatjegu 2 pagi itu tampak berbeda dari biasanya. Di tengah keriuhan khas anak sekolah, terselip sebuah semangat kolektif yang menghangatkan hati: sebuah gerakan untuk membantu saudara-saudara di ujung barat Indonesia yang tengah berjuang melawan dampak bencana alam.

Keluarga besar SDN Kramatjegu 2 membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer bukan penghalang untuk berbagi kasih. Melalui aksi penggalangan dana yang melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, staf, hingga para siswa, semangat solidaritas untuk penyintas bencana di Sumatra dan Aceh berkobar dengan tulus.

Edukasi Karakter dalam Kotak Donasi

Bagi para siswa, kegiatan ini bukan sekadar mengumpulkan uang ke dalam kotak. Ini adalah pelajaran kehidupan yang tidak ditemukan di dalam buku teks. Sambil menggenggam uang saku yang mereka sisihkan, anak-anak ini belajar tentang arti empati dan bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Ibu Sunarmi, S.Pd.SD, selaku Kepala Sekolah SDN Kramatjegu 2, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas antusiasme luar biasa dari seluruh warga sekolah. Baginya, melihat anak didiknya peduli terhadap penderitaan sesama adalah prestasi yang tak ternilai harganya.

"Kami mendoakan agar semua saudara kita di Sumatra diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan. Semoga bencana ini tidak terjadi lagi dan semoga Tuhan melindungi kita semua," ungkap Ibu Sunarmi dengan penuh haru.

Amanah yang Tertunaikan

Ketulusan tersebut kemudian dikristalkan dalam bentuk donasi sebesar Rp 2.385.000. Untuk memastikan amanah ini sampai ke tangan yang tepat, SDN Kramatjegu 2 memilih jalur profesional melalui transfer bank ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo pada 24 Desember 2025 lalu.

Langkah ini diambil untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas penyaluran bantuan. Dengan koordinasi yang rapi, bantuan dari warga sekolah di Sidoarjo diharapkan dapat segera menyentuh kebutuhan mendesak para korban di lokasi bencana.

Pihak BAZNAS Sidoarjo pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Inisiatif dari SDN Kramatjegu 2 diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan lainnya untuk turut bergerak. Karena sekecil apa pun uluran tangan kita, bagi mereka yang sedang kehilangan segalanya, itu adalah harapan yang besar.


Duka mereka belum usai. Mari tunjukkan bahwa kepedulian warga Sidoarjo tak akan pernah surut. Salurkan kepedulian terbaik Anda melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • BSI: 4488888008
  • BCA: 8292799992 (Mohon sertakan kode unik 25 di akhir nominal, contoh: Rp 100.025)

Layanan Digital & Konfirmasi: kabsidoarjo.baznas.go.id

Zakat Menguatkan Indonesia.

09/01/2026 | Kontributor: sudrab
Semangat Juang Tak Pernah Padam: LVRI Sidoarjo Titipkan Harapan untuk Penyintas Bencana Sumatra

SIDOARJO – Usia boleh senja, namun semangat pengabdian kepada negeri rupanya tak mengenal batas waktu. Di bawah langit Sidoarjo yang teduh pada Kamis, 8 Januari 2026, Keluarga Besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Sidoarjo membuktikan bahwa jiwa korsa dan rasa kemanusiaan mereka tetap menyala terang melalui aksi nyata bagi sesama.

Keluarga Besar LVRI Sidoarjo menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk penyintas bencana di Sumatra melalui BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Momen istimewa ini diserahkan tepat pada acara Tasyakuran Peringatan HUT LVRI ke-69 yang mengusung tema menggugah: "Dengan Semangat Kebersamaan LVRI Peduli Bencana dan Maju Berjuang Bersama Rakyat Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas".

Kemanusiaan di Atas Segalanya

Di tengah suasana syukur yang khidmat, bantuan sejumlah Rp5.000.000 diserahkan secara simbolis oleh pengurus LVRI Sidoarjo kepada Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, Achmad Saleh. Dana tersebut ditujukan khusus untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Achmad Saleh memberikan apresiasi mendalam atas kepedulian para pejuang bangsa ini. Menurutnya, inisiatif LVRI Sidoarjo menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama yang melintasi generasi.

Jejak Teladan Sang Pejuang

Bagi LVRI Sidoarjo yang dipimpin oleh Mayor Mar (Purn) Priyatno, aksi ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan bentuk manifestasi dari semangat "Veteran Peduli Bencana". Langkah ini mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: bahwa kekuatan sejati bangsa ini terletak pada uluran tangan yang saling menguatkan, bahkan di saat kita sendiri sedang merayakan hari bahagia.

Melalui BAZNAS, donasi ini dipastikan akan disalurkan secara amanah untuk membantu proses pemulihan dan pemenuhan kebutuhan dasar para korban di tanah Sumatra.


Melalui semangat “Zakat Menguatkan Indonesia”, kita belajar bahwa duka mereka adalah duka kita bersama, dan kekuatan sejati bangsa ini terletak pada uluran tangan yang saling menguatkan.

Mari Mengulur Tangan: Menjadi Solusi Bersama

Bagi Anda yang tergerak mengikuti jejak inspiratif ini, donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • Bank Syariah Indonesia (BSI): 4488888008 a.n. BAZNAS SIDOARJO
  • Bank Central Asia (BCA): 8292799992 a.n. BAZNAS SIDOARJO
  • Layanan Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id

Setiap kepedulian Anda adalah harapan bagi mereka. Mari rapatkan barisan, karena setiap kontribusi Anda adalah bagian dari pemulihan bangsa.

08/01/2026 | Kontributor: sudrab
Membasuh Luka Sumatra: Ikhtiar Kemanusiaan dari Gerbang SMPN 2 Taman

SIDOARJO – Keluarga besar SMPN 2 Taman membuktikan bahwa pendidikan sejati tidak hanya tumbuh di dalam ruang kelas melalui deretan rumus dan teori, melainkan bersemi di dalam sanubari melalui empati. Di tengah duka yang menyelimuti Pulau Sumatra akibat bencana alam, sekolah yang terletak di jantung Kabupaten Sidoarjo ini bergerak serentak, mengubah rasa prihatin menjadi aksi nyata yang menyentuh.

Bagi SMPN 2 Taman, sekolah adalah kawah candradimuka—sebuah tempat di mana karakter ditempa agar sekuat baja namun tetap memiliki kelembutan hati untuk menolong sesama. Melalui aksi penggalangan dana spontan namun terorganisir, seluruh elemen sekolah mulai dari siswa, guru, hingga staf karyawan, menyatukan tekad untuk meringankan beban saudara-saudara di seberang pulau.

Cahaya Empati di Balik Angka

Pada Rabu (07/01/2026), sebuah momen haru sekaligus membanggakan tercatat dalam sejarah filantropi sekolah. Sebuah notifikasi digital diterima oleh staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, menandai masuknya dana kolektif sebesar Rp12.600.000,-. Angka ini bukan sekadar nominal di atas kertas, melainkan akumulasi dari uang saku para siswa yang disisihkan dan ketulusan para pengajar yang merelakan sebagian rezekinya.

Setiap lembaran rupiah yang terkumpul adalah simbol persaudaraan lintas pulau. Dana tersebut menjadi bukti bahwa jarak ribuan kilometer antara Sidoarjo dan Sumatra bukanlah penghalang bagi jalinan solidaritas nasional. Di SMPN 2 Taman, filantropi telah menjadi nafas harian, sebuah praktik nyata dari nilai-nilai luhur bangsa.

Menanam Karakter, Menuai Perubahan

Kepala SMPN 2 Taman, Bapak Sujono, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat melihat antusiasme anak didiknya. Baginya, melihat siswa berebut memberi adalah prestasi yang jauh lebih tinggi daripada sekadar memenangkan olimpiade sains.

"Gerakan ini lahir dari kemurnian niat. Respons anak-anak sangat luar biasa, dan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter yang kami tanamkan telah membuahkan hasil. Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi memiliki kecerdasan emosional dan empati sosial yang tinggi," ujar Sujono dengan nada optimis.

Ia menambahkan bahwa bantuan ini diharapkan dapat menjadi "napas baru" bagi para korban di Sumatra. Sebuah harapan agar mereka yang terdampak segera bangkit dan pulih dari masa-masa sulit pascabencana.

Zakat Menguatkan Indonesia

Melalui kerja sama dengan BAZNAS Sidoarjo, dana yang terhimpun akan dikelola secara transparan dan amanah. Penyaluran bantuan akan difokuskan pada pemenuhan logistik dasar dan pemulihan infrastruktur sosial di titik-titik paling terdampak. Transparansi ini menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan para donatur cilik yang telah belajar menjadi pahlawan bagi sesama.

Aksi yang ditunjukkan oleh SMPN 2 Taman adalah pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian adalah fondasi utama yang menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh. Ketika kita bergerak berjamaah, bantuan sekecil apa pun akan bertransformasi menjadi kekuatan besar yang mampu mengubah duka menjadi secercah harapan.

Melalui semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", kita belajar bahwa duka mereka adalah duka kita bersama, dan kekuatan sejati bangsa ini terletak pada uluran tangan yang saling menguatkan.


Mari Mengulur Tangan: Menjadi Solusi Bersama

Bagi Anda yang tergerak mengikuti jejak inspiratif ini, donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • Bank Syariah Indonesia (BSI): 4488888008 a.n. BAZNAS SIDOARJO
  • Bank Central Asia (BCA): 8292799992 a.n. BAZNAS SIDOARJO
  • Layanan Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id

Setiap kepedulian Anda adalah harapan bagi mereka. Mari rapatkan barisan, karena setiap kontribusi Anda adalah bagian dari pemulihan bangsa.

08/01/2026 | Kontributor: sudrab
Ketulusan dari Ujung Jari Santri: Doa dan Infak untuk Sumatra dari Sidoarjo

SIDOARJO – Sore itu, langit di Desa Kepatihan, Tulangan, tampak teduh. Namun, suasana di dalam Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Ulya terasa jauh lebih hangat. Bukan hanya karena riuh rendah suara santri yang mengaji, melainkan karena sebuah gerakan cinta yang sedang dipintal oleh tangan-tangan mungil.

Meski bencana yang melanda Sumatra—meliputi Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat—telah berlalu lebih dari sebulan, bara solidaritas di Kota Delta justru kian menyala. Kali ini, denting koin dan lembaran rupiah tidak datang dari para pengusaha besar, melainkan dari saku baju koko dan mukena para santriwan serta santriwati.

Praktik Nyata Ilmu Agama

Rabu (7/1) petang menjadi momentum bersejarah bagi para santri di bawah asuhan KH Abdullah Faqih. Seolah tak ingin hanya pandai melafalkan ayat di atas kertas, para santri ini mempraktikkan langsung esensi dari ajaran Islam: kepedulian.

Dengan tertib, mereka membentuk barisan panjang. Wajah-wajah polos itu tampak berseri saat satu per satu memasukkan uang saku mereka ke dalam kotak bening bertuliskan "Peduli Bencana Alam". Tak ada gurat keberatan, yang ada hanya senyum bangga karena bisa menjadi bagian dari solusi untuk saudara di tanah seberang.

"Alhamdulillah, ini adalah praktik nyata dari pengajaran kami di kelas. Kami ingin anak-anak memahami bahwa membantu sesama yang tertimpa musibah adalah bagian dari iman," ungkap KH Abdullah Faqih saat menyerahkan hasil donasi secara simbolis.

Keluarga besar TPQ Al-Ulya berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1,29 juta lebih. Sebuah angka yang lahir dari ketulusan hati para santri yang mungkin harus merelakan jajan sore mereka demi melihat anak-anak di pengungsian Sumatra kembali tersenyum.

Estafet Kebaikan yang Tak Terputus

Donasi tersebut diterima langsung oleh Abdul Ghoni, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo. Baginya, pemandangan para santri yang mengantre untuk berinfak adalah oase di tengah hiruk-pikuk dunia.

"Ini membuktikan bahwa semangat filantropi di Sidoarjo sudah mendarah daging, bahkan sejak usia dini. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih. Amanah ini akan segera kami salurkan agar manfaatnya langsung dirasakan oleh saudara kita di Sumatra," ujar Ghoni dengan nada haru.

Gelombang kebaikan ini rupanya menular. Di tempat lain, tepatnya di Majelis Taklim Barokatul Qur'an Tulangan, semangat serupa berkobar. Mereka turut mengumpulkan dana sebesar Rp525 ribu yang juga disalurkan melalui BAZNAS Sidoarjo.

Zakat Menguatkan Indonesia

Melalui gerakan "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Sidoarjo memposisikan diri bukan sekadar pengumpul dana, melainkan jembatan doa dan harapan. Di balik setiap lembar rupiah yang terkumpul, ada pesan kuat bahwa duka di Sumatra adalah luka bagi warga Sidoarjo.

Setiap keping koin dari para santri ini adalah investasi langit. Mereka sedang membangun jembatan persaudaraan yang melintasi pulau dan samudra. Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah bangsa bukan diukur dari seberapa kaya ia berdiri, melainkan dari seberapa erat tangan warganya saling menggenggam saat salah satu di antaranya terjatuh.


Mari Rapatkan Barisan untuk Sumatra!

Duka mereka belum usai. Mari tunjukkan bahwa kepedulian warga Sidoarjo tak akan pernah surut. Salurkan kepedulian terbaik Anda melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • BSI: 4488888008
  • BCA: 8292799992

(Mohon sertakan kode unik 25 di akhir nominal, contoh: Rp 100.025)

Layanan Digital & Konfirmasi:

kabsidoarjo.baznas.go.id

Zakat Menguatkan Indonesia.

08/01/2026 | Kontributor: sudrab
Satu Kayuhan, Berjuta Harapan: Semangat Pantang Menyerah Herdin di Balik Dinginnya Es Wawan

SIDOARJO – Terik matahari di kawasan Taman Pinang, Sidoarjo, siang itu seolah tak menyurutkan senyum di wajah Herdin Hermawan Utomo (28). Di atas motor modifikasinya yang merangkap sebagai gerobak "Es Wawan", pemuda penyandang disabilitas ini terus berjuang menjemput rezeki. Bagi Herdin, setiap batang es yang terjual bukan sekadar rupiah, melainkan napas kehidupan bagi ibu tercintanya yang menjanda dan seorang adik asuh yatim di rumahnya, Desa Cemengbakalan.

 

Melihat dedikasi luar biasa tersebut, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo hadir memberikan suntikan semangat melalui program Sidoarjo Makmur. Tepat pada Rabu (07/01), realisasi bantuan pendayagunaan ekonomi diserahkan langsung kepada Herdin untuk mendukung keberlanjutan usahanya.

 

Investasi Sosial: Lebih dari Sekadar Angka

Bantuan yang diberikan BAZNAS Sidoarjo ini bukan sekadar biaya operasional, melainkan investasi sosial yang memiliki efek domino. Dengan dana tersebut, Herdin melakukan perbaikan pada motor tunggangannya yang mulai sering mengalami kendala teknis.

 

Output dari bantuan ini sangat nyata: mobilitas yang terjamin. Ketika motor Herdin kembali prima, hambatan logistik hilang, dan jangkauan wilayah jualannya pun tetap stabil. Secara jangka panjang, investasi ini mencegah Herdin jatuh ke jurang ketergantungan bantuan sosial (bansos) konsumtif dan justru memperkuat kemandirian ekonominya sebagai kepala keluarga.

 

Senyum di Balik Keterbatasan

Bantuan diserahkan langsung oleh Mulyono, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo. Baginya, sosok Herdin adalah inspirasi bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menjadi tangan di atas.

 

Sambil memegang dokumen bantuan, Herdin tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Suaranya bergetar namun penuh optimisme saat menceritakan rencana perbaikan motornya.

 

"Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Sidoarjo. Motor ini adalah kaki saya. Kalau motor ini rusak, saya tidak bisa keliling jualan es, dan dapur di rumah tidak bisa ngepul. Bantuan ini benar-benar meringankan beban saya untuk memperbaiki motor agar bisa mencari nafkah lagi dengan tenang demi Ibu dan adik asuh saya," ujar Herdin dengan mata berbinar.

 

Mengubah Dampak Menjadi Berkah

Program Sidoarjo Makmur memang dirancang untuk menyasar pelaku usaha mikro yang memiliki etos kerja tinggi namun terkendala modal atau sarana. Dengan membantu Herdin, BAZNAS Sidoarjo sebenarnya sedang menjaga sebuah ekosistem kesejahteraan kecil di Desa Cemengbakalan. Ibu Herdin yang janda dan anak yatim yang mereka asuh kini memiliki jaminan masa depan yang lebih stabil berkat usaha es keliling yang kembali lancar.

 

Inilah esensi dari filantropi modern: mengubah zakat, infak, dan sedekah menjadi alat pendayagunaan yang martabatnya terasa hingga ke akar rumput. Kisah Herdin adalah bukti bahwa dukungan yang tepat sasaran mampu mengubah tantangan menjadi peluang, dan keterbatasan menjadi kekuatan.

07/01/2026 | Kontributor: sudrab

Berita Terbaru

Baznas Sidoarjo Berpartisipasi acara Pesantren Kilat Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia
Baznas Sidoarjo Berpartisipasi acara Pesantren Kilat Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia
Sidoarjo – Bertempat di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ ( PCNU ) Sidoarjo , Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas) Sidoarjo berpartisipasi pada acara pesantren kilat ikatan tuna netra muslim Indonesia ( ITMI) yang rencananya di gelar selama dua hari di aula PCNU Sidoarjo, sabtu (01/4/2023). Ketua PCNU, KH. Zainal Abidin menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama Sidoarjo bukan hanya fokus pada kegiatan keagamaan umum saja, tetapi juga menyasar gerakan sosial berbasis agama yang inklusif. “PCNU Sidoarjo tidak hanya ngurusi persoalan-persoalan keagamaan yang biasanya, tapi kepingin juga berkontribusi pada kelompok disabilitas, sehingga PCNU Sidoarjo lebih inklusif,” tuturnya. Ia juga menyanggupi, bahwa PCNU Sidoarjo akan memfasilitasi kelompok disabilitas baik dalam hal pemikiran maupun sarana dan prasarana. “Di kegiatan tersebut, kami menyampaikan materi Fikih Disabilitas, yang sudah kami persiapkan kurikulumnya, dan kami juga mengupayakan penginapan, konsumsi, dan lainnya sebagai bentuk kepedulian sosial di Sidoarjo,” tambahnya. “Harapannya, masyarakat disabilitas juga mendapat pemahanan dan pengetahuan Islam. PCNU juga bisa berperan aktif akan kebutuhan teman-teman disabilitas,” tandas KH Zainal Abidin. Ditempat yang sama, wakil ketua baznas Sidoarjo em Luqman Hakim menambahkan bahwa baznas sidoarjo memberikan atensi khusus pada penyandang disabilitas khususnya disabilitas tuna netra yang tergabung pada ITMI ini. “ Kita juga support untuk kegiatan ITMI , ada program fasilitasi al qur’an braile di tahun 2023 ini ,” ungkap pimpinan Baznas yang juga ketua Aswaja Nu center ini. Kamaludin Iqrom , sekertaris ITMI Sidoarjo yang juga ketua panitia pesantren kilat ini menyampaikan terima kasihnya kepada berbagai fihak yang turut serta membantu berlangsungnya pesantren kilat bagi penyandang disabilitas ,salah satunya Baznas Sidoarjo. (humas)
BERITA01/04/2023 | humas
Kolaborasi Rumah Sehat Baznas dengan Baznas Sidoarjo di Ponpes Al Hidayah
Kolaborasi Rumah Sehat Baznas dengan Baznas Sidoarjo di Ponpes Al Hidayah
Sidoarjo – Bertempat di pondok pessantren (ponpes) al-Hidayah ketegan kecamatan Tanggulangin, Badan Amil zakat nasional (baznas) Sidoarjo berkolaborasi dengan rumah sehat baznas semarakkan bulan suci Ramadhan 1444 H / 2023 M dengan berbagi pengetahuan kesehatan , pemeriksaan kesehatan dan ifthar bareng santri, kamis (30/3/2023). Program ramadhan yang bertajuk zakat untuk kesehatan santri - program teras sehat pesantren dari rumah sehat baznas dan ifthar -berbagi ta’jil oleh baznas Sidoarjo adalah kegiatan yang ke dua kalinya, setelah pada senin (27/03) sebelumnya kegiatan serupa di gelar di pondok pesantren al-khoziny Buduran. Pada kesempatan tersebut, KH. M. Syafi' Misbah (gus syafi’) pengasuh ponpes al Hidayah ketegan tanggulangin menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas acara yang diselenggarakan oleh baznas ini. “ Dibulan Ramadhan ini , alhamdulillah bisa diisi dengan ilmu yang bermanfaat.ada edukasi tentang kesehatan, pemeriksaan kesehatan santri dan jadi puncaknya ifthar Bersama santri,” ungkap pengasuh yang akrab di panggil gus syafi’ ini. Lebih jauh, pengasuh ponpes al Hidayah ini menyampaikan bahwa tradisi meramaikan ramadhan dengan nuansa dan interaksi keilmuan di kalangan santri menjadi tradisi keagamaan yang baik,mendatangkan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi semuanya. Ratusan santri nampak antusias mengikuti edukasi pengetahuan kesehatan terkait prilaku hidup bersih dan sehat yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan penunjang , bila diperlukan. Bahkan treatment dilakukan dengan cek gula darah,kolesterol dan asam urat. Ditemui ditempat yang sama, M.Mahbub, S.Ag, M.Pd wakil ketua 2 baznas sidoarjo, menyampaikan selain berbagi ta’jil dalam bulan ramadhan ini juga telah membagikan perlengkapan kebersihan dan peralatan lainnya kepada 50 masjid / mushollah yang ada di Sidoarjo ini. Pria yang akrab di panggil gus Mahbub ini, lebih jauh menyampaikan terima kasihnya untuk para muzaki , munfiq yang telah berkontribusi menyalurkan zakat infak shodaqohnya melalui baznas Sidoarjo. (humas)
BERITA31/03/2023 | humas
Gus Muhdlor Serahkan Kunci Rumah Warga Kedungrejo Waru Program Bedah Rumah Baznas
Gus Muhdlor Serahkan Kunci Rumah Warga Kedungrejo Waru Program Bedah Rumah Baznas
Sidoarjo - Tohari warga Dusun Balongpoh, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo akhirnya bisa bersyukur karena rumahnya dapat ditempati kembali. Bulan Februari lalu, rumah Tohari mengalami musibah kebakaran. Rumahnya terbakar habis akibat korsleting listrik. Tidak ada yang tersisa dari rumah berukuran 5 x 10 meter persegi yang ditempatinya itu. Kini Tohari bisa tersenyum dengan bantuan program bedah rumah dari Baznas Sidoarjo yang bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo. Rumahnya yang berada di RT 14 RW 03 itu kini kembali berdiri dengan bagus dan layak. Bahkan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menyambangi dan secara simbolis menyerahkan kunci rumah milik Tohari usai mendapat program bedah rumah itu, Rabu (22/03/2023). Kedatangan Bupati muda yang akrab dipanggil Gus Muhdlor ini juga sekaligus syukuran menempati rumah Tohari yang baru diperbaiki itu. Gus Muhdlor yang tak lain alumni Fisip Unair Surabaya ini mengatakan program seperti ini bentuk kehadiran pemerintah untuk rakyatnya. Pemkab Sidoarjo akan selalu hadir saat warganya mengalami kesusahan. Seperti halnya yang dialami warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru yang mengalami musibah kebakaran. "Kami berusaha sekuat tenaga untuk hadir ketika warganya membutuhkan atau kesusahan," ujar Gus Muhdlor, Rabu (22/03/2023). Gus Muhdlor mengapresiasi kerjasama dalam pelaksanaan program bedah rumah kali ini. Antara Baznas Sidoarjo dengan BPBD Pemkab Sidoarjo dapat bersinergi merealisasikan program itu. Menurutnya, sinergi seperti ini penting dilakukan. Karena hal itu akan mempercepat bantuan yang diberikan kepada warga. "Kami mengapresiasi pihak lain yang turut membantu warga yang mengalami musibah seperti ini. Seperti yang dilakukan Lazisnu Sidoarjo. Kita bisa membantu secara cepat dengan saling bekerjasama seperti bencana puting beliung yang pernah terjadi, BPBD dan Baznas hadir semua saat kejadian," tegas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini. Ketua Baznas Sidoarjo Chasbil Azis Salju Sodar menjelaskan realisasi program bedah rumah milik Tohari hasil gotong royong dari berbagai pihak. Tidak hanya dari BPBD Pemkab Sidoarjo saja, tetapi juga dari pihak Desa Kedungrejo serta Lazisnu Sidoarjo. Anggaran pengerjaannya mencapai Rp 47 juta lebih. Pengerjaannya sendiri dilakukan selama 21 hari. "Karena plafon program bedah rumah kita hanya Rp 20 juta, kami koordinasi dengan BPBD Sidoarjo dan pihak Desa Kedungrejo serta Lazisnu Sidoarjo yang juga membantu. Kita gotong - royong dan bekerjasama merealisasikan program bedah rumah milik Pak Tohari ini," ungkap pria yang akrab disapa Gus Jajuk ini. Sementara Tohari mengucapkan terima kasih. Bantuan yang diterimanya iki dianggap bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kecil seperti dirinya. Ia mengaku untuk membangun kembali rumahnya yang habis terbakar sangatlah berat. "Karena pekerjaannya sebagai pelaku seni dirasa tidak akan mampu kalau harus membangun kembali rumahnya. Jujur kalau saya pribadi membangun rumah ini tidak mampu. Tapi alhamdulillah akhirnya dibantu pemerintah dan sekarang bisa ditempati lagi ini," pungkasnya. (admin)
BERITA30/03/2023 | BAZNAS Kab Sidoarjo
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat