WhatsApp Icon
Menebar Kasih di Usia Senja: BAZNAS Sidoarjo Santuni Lansia Sebatang Kara di Celep

SIDOARJO KOTA – Di sebuah sudut kecil Kelurahan Celep, waktu seolah berjalan lebih lambat bagi Ibu MS (61). Di usianya yang telah memasuki senja, ia harus menjalani hari-hari tanpa pendamping hidup maupun anak yang merawatnya. Kondisi ekonomi yang serba terbatas menempatkannya dalam posisi rentan.

Merespons kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melalui tim lapangan bergerak cepat memberikan bantuan biaya hidup pada Kamis (26/02/2026) pukul 10.30 WIB. Langkah ini merupakan pengejawantahan dari program Sidoarjo Peduli yang memprioritaskan lansia non-potensial yang hidup sebatang kara.

Syukron In’am, Staf Pelaksana BAZNAS yang turun langsung ke lokasi, menekankan pentingnya kehadiran lembaga filantropi bagi lansia. "Ibu MS adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama. Melalui amanah para muzakki, kami berupaya memastikan bahwa di masa tuanya, beliau tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok yang layak," tuturnya dengan penuh empati.

Secara analisis SROI, intervensi ini memberikan dampak well-being (kesejahteraan batin) yang sangat tinggi. Bagi lansia seperti Ibu MS, perhatian dari lembaga sosial memberikan rasa aman secara emosional, yang secara langsung berkontribusi pada kesehatan fisik dan mentalnya. Dana zakat di sini bertransformasi menjadi alat investasi sosial yang menjaga martabat kemanusiaan di usia senja.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa Zakat Menguatkan Indonesia bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata di lapangan. Menuju Ramadhan Tangguh, BAZNAS Sidoarjo terus memperluas jangkauan agar para lansia di pelosok desa dapat merasakan indahnya kebersamaan dan kepedulian umat.

26/02/2026 | Kontributor: sudrab
Konsistensi Sidoarjo Peduli: Menjaga Asa Ibu ES di Jalan Hasanuddin

SIDOARJO KOTA – Semangat kepedulian terus mengalir di jantung Kota Sidoarjo. Setelah menyambangi beberapa titik, tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melanjutkan pendistribusian bantuan biaya hidup ke Jalan Hasanuddin, Kelurahan Celep, untuk menemui Ibu ES (67), seorang wanita lansia yang kini hidup sendiri tanpa dukungan keluarga inti.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 10.10 WIB ini melibatkan kolaborasi antara staf ahli BAZNAS dan generasi muda dari mahasiswa magang UINSA. Hal ini menunjukkan bahwa syiar zakat kini telah menjadi gerakan lintas generasi di Kabupaten Sidoarjo. Ibu ES, yang tergolong keluarga kurang mampu, menyambut kehadiran tim dengan haru.

"BAZNAS Sidoarjo akan terus berkomitmen hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. Kami tidak hanya mengantar bantuan, tapi kami mengantar amanah dan doa dari para muzakki agar warga kita, seperti Ibu ES, tetap tangguh menghadapi tantangan hidup," jelas M. Shofwan saat menyerahkan bantuan secara simbolis.

Dilihat dari sudut pandang SROI, penyaluran bantuan di kawasan perkotaan yang padat seperti Celep memiliki nilai strategis. Bantuan ini mencegah terjadinya kemiskinan ekstrem yang lebih dalam dan memperkuat modal sosial (social capital) di lingkungan tersebut. Dengan memberikan dukungan biaya hidup, BAZNAS membantu mengurangi beban ketergantungan warga terhadap pinjaman ilegal atau bantuan yang tidak bermartabat.

Aksi filantropi ini merupakan bagian dari kampanye Zakat Menguatkan Indonesia. BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersiap menyambut Ramadhan Tangguh, sebuah momentum di mana kekuatan zakat, infak, dan sedekah akan menjadi motor utama dalam mengentaskan kesulitan ekonomi masyarakat di Sidoarjo.

26/02/2026 | Kontributor: sudrab
Membasuh Jiwa di Bulan Maghfirah: Menjemput Ampunan Melalui Puasa dan Filantropi

Ramadhan bukan sekadar perubahan jadwal makan atau untaian kalimat puitis yang menyapa telinga kita setiap tahun. Bagi umat Muslim, Ramadhan adalah sebuah proklamasi kasih sayang Allah SWT yang luar biasa. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, khususnya bagi masyarakat Sidoarjo yang serba cepat, bulan suci ini hadir sebagai "tombol jeda" spiritual untuk bersimpuh, mengevaluasi diri, dan menjemput ampunan yang dihamparkan seluas samudra.

Gerbang Langit yang Terbuka Lebar

Secara teologis, penyebutan Ramadhan sebagai bulan pengampunan memiliki akar yang kuat dalam hadis sahih. Saat fajar Ramadhan menyingsing, pintu surga dibuka seluas-luasnya, pintu neraka dikunci rapat, dan belenggu setan diperketat. Fenomena spiritual ini merupakan isyarat nyata bahwa Allah SWT sedang menghamparkan "karpet merah" bagi setiap hamba-Nya untuk kembali kepada fitrah atau kesucian asal.

Motivasi terbesar umat beriman dalam menjalani bulan ini bersumber dari janji Rasulullah SAW. Beliau bersabda bahwa siapapun yang menunaikan ibadah puasa dengan didasari iman dan ihtisaban (semata-mata mengharap ridha Allah), maka noktah hitam dari dosa-dosa masa lalunya akan diputihkan kembali.

Puasa sebagai Madrasah Penyucian Hati

Perlu dipahami bahwa ibadah puasa memiliki dimensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar menahan lapar dan dahaga. Di balik rasa haus yang menyengat, terdapat proses tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa. Puasa berfungsi sebagai instrumen penggugur dosa yang sangat efektif karena ia melatih kejujuran batin yang membawa manusia lebih dekat kepada Sang Khalik.

Dengan menahan hawa nafsu secara sadar, kita sebenarnya sedang meruntuhkan ego dan kesombongan yang seringkali menjadi penghalang antara hamba dengan Tuhannya. Inilah mengapa puasa disebut sebagai "madrasah" atau tempat belajar untuk mendidik jiwa agar kembali bersih dan rendah hati.

Lailatul Qadar: Puncak Keistimewaan

Keistimewaan bulan maghfirah ini mencapai puncaknya dengan kehadiran Lailatul Qadar, sebuah malam yang nilainya melampaui seribu bulan. Melalui doa yang diajarkan, "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni", kita diingatkan bahwa setinggi apa pun gunung dosa yang pernah kita daki, ampunan Allah selalu lebih luas untuk menaunginya. Malam ini menjadi kesempatan emas bagi siapa pun yang ingin menghapus jejak kesalahan masa lalu secara total.

Filantropi: Jembatan Menuju Ampunan Ilahi

Menariknya, penyesalan atau taubat batiniah dalam Islam idealnya dibuktikan dengan aksi nyata di dunia sosial. BAZNAS Sidoarjo meyakini bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk melakukan sedekah jariyah dan zakat. Mengapa demikian? Karena dalam ajaran Islam, kebaikan yang dilakukan kepada sesama manusia bertindak sebagai pemadam api dosa.

Setiap tindakan berbagi memiliki dampak spiritual yang spesifik bagi pelakunya:

  • Zakat berfungsi menyucikan harta benda yang kita miliki agar berkah.
  • Sedekah berperan mendinginkan murka Allah dan menghapus kesalahan, layaknya air yang memadamkan api.
  • Berbagi Takjil memberikan pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tanpa sedikit pun mengurangi pahala mereka.

Transformasi Diri: Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Hampa

Ramadhan adalah anugerah dan titik balik bagi siapa saja yang merasa lelah dengan beban dosa. Namun, penting untuk diingat bahwa ampunan tidak datang kepada mereka yang diam; ampunan harus dijemput dengan ruku yang panjang, istighfar yang tulus, dan tangan yang ringan dalam berbagi.

Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum transformasi diri. Tujuan kita bukan hanya bersih secara spiritual di hadapan Tuhan, tetapi juga menjadi pribadi yang berdampak secara sosial. Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah—seperti melalui BAZNAS Sidoarjo—kita dapat menguatkan saudara-saudara yang membutuhkan agar mereka juga bisa merasakan indahnya Ramadhan. Dengan demikian, kita tidak hanya meraih ampunan-Nya, tetapi juga mewujudkan kemandirian bangsa menuju Ramadhan yang tangguh.

26/02/2026 | Kontributor: Humas
Menembus Lorong Sempit Tanggulangin demi Senyum Seorang Ibu

TANGGULANGIN, SIDOARJO – Pagi yang mendung di Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin, tidak menyurutkan langkah tim pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo untuk menyusuri gang-gang sempit. Pada Kamis (26/02/2026), sebuah misi kemanusiaan dalam bingkai program "Sidoarjo Peduli" dilaksanakan untuk menyapa Ibu AG (inisial), seorang perantau asal Nganjuk yang kini berjuang menyambung hidup di sebuah kamar kos sederhana.

Ibu AG adalah potret pejuang kehidupan. Sebagai orang tua tunggal yang membesarkan seorang anak di tanah rantau, keterbatasan ekonomi kerap kali menjadi tembok besar. Namun, melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS, harapan itu kembali dipupuk. Kehadiran petugas BAZNAS, M. Shofwan dan Syukron In’am, bersama mahasiswa magang UINSA, bukan sekadar memberikan bantuan biaya hidup, melainkan memberikan pengakuan atas martabat mereka yang sedang diuji.

Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Shofwan, menyatakan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk tanggung jawab publik. "Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa tidak ada saudara kita yang merasa sendirian dalam menghadapi kesulitan ekonomi. Program Sidoarjo Peduli dirancang untuk memberikan jaring pengaman sosial yang cepat dan tepat sasaran," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Dalam perspektif Social Return on Investment (SROI), bantuan ini tidak hanya dinilai dari nominal uang yang diserahkan. Dampak sosial yang dihasilkan jauh lebih besar: stabilitas psikologis bagi sang ibu dan keberlangsungan nutrisi bagi anaknya. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, risiko sosial di lingkungan kos dapat ditekan, menciptakan ketahanan keluarga yang lebih kuat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan besar Zakat Menguatkan Indonesia. Menjelang bulan suci, BAZNAS berkomitmen mewujudkan Ramadhan Tangguh bagi seluruh mustahik di Sidoarjo, memastikan mereka dapat menyambut bulan penuh berkah dengan hati yang lebih tenang.

26/02/2026 | Kontributor: sudrab
Membuka Pintu Masa Depan: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Dukungan Pendidikan di SDN Klurak

SIDOARJO – Investasi terbaik bagi sebuah bangsa tidak selalu berupa infrastruktur fisik, melainkan melalui jaminan keberlanjutan pendidikan bagi generasi mudanya. Semangat inilah yang dibawa oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo saat menyambangi SDN Klurak, Kecamatan Candi, pada Rabu (25/2/2026). Melalui kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan biaya pendidikan bagi para siswa yang memiliki cita-cita besar namun terkendala keterbatasan ekonomi keluarga.

Tepat pukul 10.00 WIB, suasana hangat menyelimuti SDN Klurak saat tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Sofwan dan Syukron In’am, tiba di lokasi. Kedatangan mereka bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk memastikan bahwa anak-anak di Desa Klurak tidak ada yang terpaksa menanggalkan seragam sekolahnya karena alasan biaya.

Berdasarkan hasil asesmen mendalam yang dilakukan tim lapangan, terdapat 8 siswa di SDN Klurak yang masuk dalam kriteria penerima manfaat. Mereka berasal dari keluarga prasejahtera yang sedang berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penyaluran bantuan biaya pendidikan ini diharapkan menjadi "napas baru" bagi para orang tua siswa, sehingga fokus anak-anak kembali sepenuhnya pada buku dan prestasi, bukan pada kecemasan akan biaya operasional sekolah.

Dilihat dari perspektif Social Return on Investment (SROI), dukungan yang diberikan BAZNAS Sidoarjo ini memiliki nilai manfaat yang berlipat ganda. Secara jangka pendek, bantuan ini memenuhi kebutuhan mendesak siswa. Namun, secara jangka panjang, zakat yang disalurkan berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang mencegah degradasi kualitas SDM di tingkat lokal. Dengan tetap bersekolah, anak-anak ini memiliki peluang lebih besar untuk memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka di masa depan. Setiap rupiah zakat yang ditunaikan oleh para muzakki bertransformasi menjadi investasi intelektual dan moral yang akan menguatkan struktur sosial masyarakat Sidoarjo.

Sinergi antara sekolah, pemerintah, dan lembaga amil zakat seperti BAZNAS menjadi kunci keberhasilan program ini. Tim BAZNAS menyadari bahwa kehadiran mereka adalah perpanjangan tangan dari kebaikan hati para donatur yang ingin melihat Indonesia lebih kuat melalui tangan-tangan cerdas anak-anak daerah.

"Pendidikan adalah fondasi utama dari kemandirian umat. Kami di BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus hadir di tengah-tengah sekolah seperti SDN Klurak ini untuk memastikan zakat hadir sebagai solusi nyata. Kami ingin anak-anak kita merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam merajut mimpi," ujar Syukron In’am, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, di sela-sela kegiatan.

Penyaluran di SDN Klurak ini menambah deretan aksi nyata BAZNAS Sidoarjo dalam mendistribusikan manfaat zakat secara transparan dan tepat sasaran. Dengan semangat gotong royong, BAZNAS terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menguatkan sesama melalui zakat, karena dari zakatlah kekuatan Indonesia dimulai.


Mari Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui:

  • Saluran Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id/bayarzakat
  • Transfer Rekening Bank (A.N Baznas Sidoarjo):
    • Bank Jatim: 0261011522
    • BCA: 8292799992
    • BSI: 7135558887
    • Bank Jatim Syariah: 6202222069
    • BPR Bank Delta Artha: 10110108490

 

25/02/2026 | Kontributor: sudrab

Berita Terbaru

Halaqoh Penyembelihan Hewan Qurban: Cahaya Zakat untuk Masyarakat Sidoarjo
Halaqoh Penyembelihan Hewan Qurban: Cahaya Zakat untuk Masyarakat Sidoarjo
Sidoarjo, 25 Mei 2025 – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) menggelar Halaqoh Penyembelihan Hewan Qurban di Masjid Al Hikmah, Tebel Gedengan. Acara yang berlangsung pada hari Ahad ini merupakan yang ketiga kalinya, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Takmir Masjid Al Hikmah, PD DMI Kabupaten Sidoarjo, serta Waka 1 BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Gus Luqman. Ketua Takmir Masjid Al Hikmah, dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS Sidoarjo atas kolaborasi yang telah terjalin. "Syukur dan terima kasih kami untuk BAZNAS yang berkomitmen dan konsisten dalam menyelenggarakan halaqoh penyembelihan hewan qurban,"Ungkapnya. Acara ini lebih dari sekadar penyembelihan hewan qurban; ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk belajar tentang tata cara qurban yang baik dan benar. Dalam suasana penuh kekeluargaan, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai syarat dan ketentuan qurban, serta cara penyembelihan yang sesuai syariat. Pemateri dalam acara ini termasuk Gus Wasil Zidhu Ilma dari Nderesmo yang membahas fiqih qurban, dan tim penyembelihan, asosiasi Juleha (juru sembelih halal) yang dipimpin oleh Gus Sya'dulloh dari Waru Sidoarjo. Halaqoh ini merupakan bagian dari inisiatif BAZNAS Sidoarjo untuk menerangi masyarakat dengan cahaya zakat. Zakat tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum dalam menjalankan ibadah qurban," jelas Gus Luqman. Acara ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara berbagai elemen masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Baznas dan DMI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang bermanfaat. Halaqoh penyembelihan hewan qurban ini diharapkan menjadi tradisi yang terus berlanjut, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Sidoarjo. Setiap momen qurban bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. "Kami berharap bahwa setiap langkah yang diambil dalam kegiatan ini akan menjadi cahaya zakat yang menerangi kehidupan masyarakat," tutup Ketua Takmir Masjid Al Hikmah. Dengan dedikasi dan kolaborasi yang kuat, BAZNAS Sidoarjo dan DMI menunjukkan bahwa ibadah qurban dapat menjadi sumber inspirasi dan harapan bagi seluruh masyarakat, menjadikan kegiatan ini sebagai bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan bersama.
BERITA25/05/2025 | sudrab
BAZNAS RI dan Sahabat Yatim Sinergi Pendataan Mustahik di Banten
BAZNAS RI dan Sahabat Yatim Sinergi Pendataan Mustahik di Banten
Sidoarjo 24 Mei 2025 – Perkuat koordinasi penyaluran zakat dan bantuan secara tepat sasaran, Dewan Pengurus Pusat Lembaga (DPPL) BAZNAS RI menggelar silaturahmi dan sosialisasi pendataan mustahik bersama LAZ Sahabat Yatim. Acara yang berlangsung di kantor Sahabat Yatim, Kota Tangerang Selatan, dihadiri oleh jajaran manajemen, termasuk Wakil Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan, Bapak Endang Sutisna, serta para manajer pendayagunaan dan pendistribusian.(20/5) Kegiatan ini merupakan langkah strategis BAZNAS untuk memastikan bahwa setiap zakat yang dikeluarkan dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Sahabat Yatim, yang resmi menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) sejak 30 Desember 2020, memiliki komitmen kuat untuk membantu anak-anak yatim dan dhuafa, serta keluarganya, dalam meraih masa depan yang lebih baik meskipun dihadapkan pada tantangan kemiskinan dan kehilangan orang tua. Dengan 27 asrama yang tersebar di 18 kota dan 15 provinsi, termasuk Tangerang, Bogor, dan Surabaya, Sahabat Yatim telah menjadi ujung tombak pemberdayaan umat. Hingga saat ini, program mereka telah menjangkau lebih dari 398 ribu penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS dan Sahabat Yatim sepakat untuk melaksanakan pendataan mustahik yang lebih sistematis dan akurat untuk tahun 2025. Pendekatan Off Balance Sheet yang akan diterapkan bertujuan agar distribusi zakat lebih terukur dan memberikan dampak nyata bagi mustahik. Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah Kampus Pejuang Keluarga (KPK), yang menawarkan pelatihan menjahit bagi ibu-ibu mustahik. Program ini dilaksanakan selama satu tahun dan diakhiri dengan sertifikasi serta modal usaha, mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Peran BAZNAS dalam membina mustahik melalui kerjasama dengan lembaga seperti Sahabat Yatim menegaskan pentingnya pengelolaan zakat yang profesional dan terintegrasi. Dengan kolaborasi ini, zakat yang dikumpulkan dari umat Muslim dapat disalurkan secara optimal, membangun kesejahteraan, dan memperkuat solidaritas sosial dalam bingkai ukhuwah Islamiyah. “Cahaya zakat yang kita salurkan bukan hanya sekadar bantuan, tetapi juga harapan untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Bapak Endang Sutisna. “Dengan langkah ini, kami berharap zakat bisa menjadi solusi nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup umat di Provinsi Banten dan seluruh Indonesia.” Melalui sinergi ini, BAZNAS dan Sahabat Yatim berkomitmen untuk terus berinovasi dalam program-program yang memberdayakan mustahik, sehingga setiap individu yang menerima bantuan dapat meraih kemandirian dan kesejahteraan. Semoga langkah ini semakin menguatkan peran zakat sebagai pilar utama dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat.
BERITA24/05/2025 | sudrab
Salurkan Bantuan Pendidikan Melalui Program Sidoarjo Cerdas
Salurkan Bantuan Pendidikan Melalui Program Sidoarjo Cerdas
Sidoarjo, 23 Mei 2025 – Dalam upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan, Baznas Sidoarjo meluncurkan program "Sidoarjo Cerdas". Program ini bertujuan untuk meningkatkan indeks partisipasi sekolah di wilayah Sidoarjo, terutama bagi anak-anak dhuafa dan yatim. Salah satu langkah nyata dari program ini adalah penyaluran bantuan biaya pendidikan yang dilakukan pada tanggal 22 Mei 2025 di MI Darul Ulum Wadung Asri, Kecamatan Waru. M. Shofwan, staf pelaksana distribusi Baznas Sidoarjo, mengungkapkan, "Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka. Dengan dukungan dari masyarakat, kami yakin bisa memberikan cahaya zakat yang bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan." Wajah sumringah terlihat jelas di antara siswa-siswi penerima bantuan. Mereka menerima bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur, yang menjadi motivasi tersendiri untuk terus belajar dan berprestasi. Penyaluran bantuan tidak hanya terbatas pada MI Darul Ulum Wadung Asri; pada hari yang sama, Baznas Sidoarjo juga menyalurkan bantuan ke beberapa institusi dan individu lain yang membutuhkan. Bantuan yang disalurkan mencakup: 1. Bantuan Biaya Pendidikan untuk MTS dan MI Darul Hikmah Desa Prasung, Kecamatan Buduran. 2. Bantuan Biaya Pendidikan untuk MI Darul Ulum Wadung Asri, Kecamatan Waru. 3. Bantuan Partisipasi untuk Musholla SDN 1 Tambak Oso, Kecamatan Waru. 4. Bantuan Biaya Kesehatan untuk almarhum M. Nur Kasip, warga Siwalan Panji, Kecamatan Buduran, yang telah meninggal beberapa waktu lalu. 5. Bantuan Partisipasi bagi korban kebakaran rumah, Bapak Maruki, warga Desa Gilang, Kecamatan Taman. 6. Bantuan Biaya Hidup dan Lainnya untuk Ibu Siti Painah, warga Desa Dukuh Sari, Kecamatan Jabon. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Baznas Sidoarjo untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik melalui pendidikan dan dukungan sosial. Dengan adanya program "Sidoarjo Cerdas", diharapkan masyarakat dapat lebih berpartisipasi dalam menciptakan generasi yang cerdas dan berakhlak. Baznas Sidoarjo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam program ini, karena setiap zakat yang dikeluarkan dapat menjadi cahaya harapan bagi banyak orang. Dukungan dari masyarakat tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga menciptakan efek positif yang berkelanjutan dalam pembangunan sumber daya manusia di Sidoarjo. Dengan langkah nyata ini, Baznas Sidoarjo berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, menjadikan pendidikan sebagai salah satu pilar utama dalam mencapai kesejahteraan bersama.
BERITA23/05/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Terus Salurkan Bantuan kepada yang Membutuhkan
BAZNAS Sidoarjo Terus Salurkan Bantuan kepada yang Membutuhkan
Sidoarjo, 22 Mei 2025 – BAZNAS Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam menyalurkan bantuan kepada mereka yang berhak dan membutuhkan uluran tangan. Hal ini merupakan wujud nyata dari cahaya zakat yang diharapkan dapat memberikan harapan bagi masyarakat yang kurang mampu. M Sofwan, amil pelaksana distribusi bantuan, menyatakan, “Semoga kita bisa selalu istiqomah dan cepat serta tepat dalam menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.” Pernyataan ini disampaikan saat ia menyerahkan bantuan biaya hidup kepada Ibu Maralda Safika, seorang penjual nasi bungkus keliling berusia 45 tahun, yang tinggal di Desa Tengulunan, Kecamatan Candi. Ibu Maralda, yang kini menjadi tulang punggung keluarga, menghadapi tantangan berat setelah suaminya kehilangan pekerjaan. Dengan dua anak yang masih di bangku sekolah dasar, bantuan ini sangat berarti bagi keluarganya. “Terima kasih BAZNAS,” ungkap Ibu Maralda dengan penuh haru. Pada hari yang sama, BAZNAS Sidoarjo juga menyalurkan beberapa bantuan lainnya, termasuk: 1. Biaya pendidikan untuk Meilina Arrizki, siswi SD Pagernumbuk 2 Wonoayu. 2. Bantuan partisipasi untuk pembangunan Musholah Ar Roudhoh di Banjarpanji, Tangulangin. 3. Bantuan biaya pendidikan untuk MI Nu Ngingaas - Waru. 4. Bantuan sarana prasarana untuk TPQ An Nur di Tambak Sumur, Waru. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sidoarjo untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi banyak orang. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat meringankan beban hidup dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bangkit dan berdaya.
BERITA22/05/2025 | sudrab
Berdaya Lewat Microfinance Desa : Sulistyorini dan Ekspansi Usaha Ayam Krispi
Berdaya Lewat Microfinance Desa : Sulistyorini dan Ekspansi Usaha Ayam Krispi
Sidoarjo 22 Mei 2025 - Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, muncul kisah inspiratif dari Sulistyorini, seorang pengusaha wanita yang telah berhasil mengubah hidupnya melalui dukungan BAZNAS. Dengan semangat yang tak tergoyahkan, Sulistyorini memulai usaha ayam krispi di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Usahanya tidak hanya memberikan penghidupan bagi dirinya, tetapi juga menyebarkan harapan dan peluang bagi komunitas di sekitarnya. Dukungan dari BAZNAS melalui program Microfinance Desa menjadi titik awal perjalanan Sulistyorini. Dengan pinjaman tanpa bunga, ia mampu mengelola modal yang diberikan dengan cermat. Keberhasilan ini tidak datang dengan mudah; Sulistyorini harus bekerja keras, belajar dari pengalaman, dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Dalam waktu singkat, usaha ayam krispi yang awalnya kecil kini telah berkembang pesat dan menjadi favorit di kalangan masyarakat. Kunci kesuksesan Sulistyorini terletak pada kemampuannya untuk memanfaatkan setiap kesempatan. Dengan dukungan BAZNAS, ia tidak hanya berhasil membuka satu, tetapi dua lokasi baru untuk usahanya. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan bantuan yang tepat, seseorang dapat mengubah nasibnya. Usaha yang semula hanya sebagai sumber pendapatan tambahan kini telah menjadi sumber penghidupan utama, memberikan stabilitas ekonomi bagi keluarganya. Kisah Sulistyorini juga mencerminkan bagaimana zakat dapat menjadi cahaya harapan bagi banyak orang. Melalui program-program seperti Microfinance Desa, BAZNAS berperan penting dalam menciptakan perubahan sosial dan ekonomi. Zakat bukan hanya sekadar kewajiban agama, tetapi juga merupakan alat untuk memberdayakan masyarakat. Dengan mendukung pengusaha kecil seperti Sulistyorini, BAZNAS membantu menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar angka dalam laporan keuangan, kisah Sulistyorini mengandung nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam. Ia tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarganya dan komunitasnya. Setiap ayam krispi yang dijualnya membawa cerita tentang kerja keras, ketekunan, dan harapan. Dalam setiap gigitan, masyarakat merasakan dampak positif dari zakat yang telah diberikan oleh para donatur. BAZNAS, dengan program-programnya, telah menunjukkan bahwa dukungan yang tepat dapat mengubah hidup seseorang secara signifikan. Sulistyorini adalah contoh nyata bahwa dengan bantuan zakat, individu dapat berdaya dan mandiri. Dengan semangat yang sama, kita semua dapat berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Melalui kisah ini, kita diingatkan bahwa zakat adalah cahaya yang menerangi jalan bagi mereka yang berada dalam kesulitan. Setiap sumbangan yang diberikan tidak hanya membantu individu, tetapi juga membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan. Mari kita terus mendukung program-program seperti yang dilakukan BAZNAS, sehingga lebih banyak Sulistyorini di luar sana dapat merasakan manfaatnya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik, di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk berdaya dan berkembang. Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun harapan dan masa depan yang lebih cerah bagi semua.
BERITA22/05/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: BAZNAS Sidoarjo Hadir  untuk Mereka yang Membutuhkan
Cahaya Zakat: BAZNAS Sidoarjo Hadir untuk Mereka yang Membutuhkan
Sidoarjo, 21 Mei 2025 –BAZNAS Sidoarjo kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kegiatan distribusi bantuan secara tepat dan cepat. Dengan semangat berbagi, berbagai bentuk dukungan disalurkan kepada mereka yang tengah berjuang, baik dalam pendidikan maupun kesehatan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga merupakan wujud nyata dari kasih sayang dan solidaritas yang diharapkan dapat meringankan beban hidup mereka. Distribusi bantuan ini mencakup biaya pendidikan untuk Tristan Abimyu, siswa TK Dharma Wanita Wedhoro, Klurak, Candi, yang akan membantu anak-anak di lingkungan tersebut untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu, BAZNAS juga memberikan bantuan biaya pendidikan kepada SMP YPM 7 di Sarirogo, Sukodono, demi mendukung masa depan siswa-siswi di sana. Adinda Widya, seorang pelajar yang juga menerima bantuan, mengungkapkan betapa besar harapannya untuk melanjutkan pendidikan. “Bantuan ini sangat berarti bagi saya,” katanya dengan mata berbinar.(20 /05) Dalam upaya memperkuat komunitas, BAZNAS Sidoarjo juga menyalurkan bantuan untuk Musholah Nurul Islam di Kediding, Ngampel, Sari-Candi. Bantuan ini diharapkan dapat memperbaiki dan memelihara tempat ibadah, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan nyaman dan tenang. Tidak hanya pendidikan, BAZNAS juga memberikan perhatian kepada anak-anak di SD Jambangan, Kecamatan Candi, memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. M Sofwan, amil pelaksana BAZNAS, menjelaskan, “Kami menyadari bahwa bantuan ini sangat dibutuhkan oleh mereka yang kurang beruntung. Kami berusaha untuk mempercepat pentasarufan agar dapat segera dirasakan manfaatnya.” Bapak Khusnan, seorang penerima bantuan biaya hidup dari Desa Wonoayu, mengungkapkan rasa syukurnya. Dengan kondisi cacat yang dialaminya selama empat tahun, bantuan ini menjadi cahaya harapan bagi dirinya dan keluarganya. “Alhamdulillah, dapat bantuan dari BAZNAS Sidoarjo. Terima kasih untuk semuanya,” ucapnya dengan penuh haru. Imam Ghazali, siswa SMPN 1 Wonoayu, juga mendapatkan bantuan biaya pendidikan yang sangat dibutuhkan. Ia yang merupakan yatim piatu, diasuh oleh Ibu Sumiati, seorang perempuan berusia 67 tahun, merasa terharu. “Terima kasih atas bantuannya untuk Imam Ghazali,” tutur Ibu Sumiati sambil menahan air mata bahagia. Tak kalah penting, BAZNAS Sidoarjo juga menyalurkan bantuan biaya berobat untuk anak dari Bapak Fanani, warga Desa Ketegan, Taman Sidoarjo. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pengobatan yang harus ditanggung oleh keluarga tersebut. Kegiatan distribusi ini membuktikan bahwa zakat adalah cahaya harapan yang mampu menerangi jalan bagi mereka yang membutuhkan. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Semoga cahaya harapan ini dapat terus bersinar dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang sedang berjuang.
BERITA21/05/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Serentak Distribusikan Bantuan untuk Masyarakat
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Serentak Distribusikan Bantuan untuk Masyarakat
Sidoarjo, 20 Mei 2025 – Dalam upaya memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Sidoarjo melaksanakan kegiatan distribusi bantuan secara serentak di berbagai lokasi pada tanggal 19 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi para penerima manfaat di wilayah Sidoarjo. Wakil Ketua Baznas Sidoarjo, Ahmad Saleh, SE, menegaskan pentingnya keakuratan dalam penyaluran bantuan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan yang kami berikan tepat sasaran dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya saat melakukan penyerahan bantuan di Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, didampingi oleh Kepala Desa Penatarsewu, Bapak Choliq. Beberapa jenis bantuan yang disalurkan dalam kegiatan ini meliputi: 1. Kursi Roda untuk Pak Riasan dari Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, yang sangat membutuhkan alat bantu untuk mobilitasnya. 2. Kaki Palsu untuk Pak Andi dari Desa Penatarsewu, memberikan harapan baru bagi beliau untuk kembali beraktivitas. 3. Bantuan Biaya Hidup untuk Ibu Temu di Desa Kedungcangkring, sebagai dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. 4. Bantuan Pendidikan untuk MI Al Mabrur di Bakung Pringgodani, Balung Bendo, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak. 5. Beras 5 kg untuk 32 penerima manfaat, termasuk janda dan dhuafa di Desa Bringinbendo Taman, sebagai bentuk perhatian terhadap mereka yang kurang beruntung. 6. Partisipasi dalam Pembangunan Masjid Sabilul Abidin di Gampang Prambon, sebagai dukungan untuk sarana ibadah masyarakat. Kepala Desa Penatarsewu, Bapak Choliq, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Baznas. “Terima kasih Baznas, bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Semoga Allah membalas kebaikan Baznas,” ungkapnya dengan penuh haru. Kegiatan distribusi bantuan ini adalah salah satu contoh nyata dari program "Cahaya Zakat", yang bertujuan untuk memberikan harapan dan meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. Melalui zakat, infak, dan sedekah, Baznas Sidoarjo berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para penerima manfaat dapat merasakan dampak positif yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Baznas Sidoarjo akan terus berupaya untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, menjadikan zakat sebagai cahaya harapan bagi mereka yang berada dalam kesulitan. Kegiatan ini tidak hanya menegaskan komitmen Baznas dalam menjalankan amanah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam program-program sosial demi kesejahteraan bersama. Mari kita jadikan zakat sebagai cahaya untuk menerangi jalan kehidupan yang lebih baik bagi sesama.
BERITA20/05/2025 | sudrab
Baznas Sidoarjo dan Bupati Subandi: Membangun Harapan Melalui Renovasi Rumah Tidak Layak Huni
Baznas Sidoarjo dan Bupati Subandi: Membangun Harapan Melalui Renovasi Rumah Tidak Layak Huni
Sidoarjo, 19 Mei 2025 – Baznas Sidoarjo bersama Bupati Subandi mengambil langkah nyata untuk membantu warga yang membutuhkan dengan melakukan inspeksi dan rencana renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik Iswahyudi, seorang warga dari Kelurahan Pucang Anom. Kunjungan ini bukan hanya sekadar melihat kondisi rumah, tetapi juga membawa harapan baru bagi Iswahyudi dan keluarganya. Iswahyudi, yang telah mengalami kesulitan selama tiga tahun akibat kerusakan rumahnya, merasa bersyukur atas perhatian yang diberikan. "Alhamdulillah, akhirnya rumah saya akan diperbaiki. Terima kasih banyak kepada Pak Bupati dan Baznas," ungkapnya dengan penuh haru. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menjelaskan bahwa laporan mengenai kondisi rumah Iswahyudi diterimanya saat acara Antartika Fair di Alun-Alun Sidoarjo. "Setelah melakukan pengecekan, kami menemukan bahwa rumah ini memang tidak layak huni. Kami berkomitmen untuk segera membantu perbaikan melalui Baznas," ujarnya. Wakil Ketua Baznas Sidoarjo, M. Ilhaminuddin, yang turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut, menekankan pentingnya program perbaikan rumah sebagai bentuk nyata dari cahaya zakat. "Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga semangat baru bagi keluarga Iswahyudi," tambahnya. Renovasi rumah Iswahyudi direncanakan akan dilaksanakan pada awal bulan Juni 2025. Perbaikan ini akan mencakup atap, tembok, dan fasilitas kamar mandi agar rumah tersebut dapat segera ditempati dengan nyaman. "Kami berkomitmen untuk membangun kembali rumah ini agar Iswahyudi dan keluarganya bisa kembali tinggal dengan tenang," pungkas Bupati Subandi. Kisah Iswahyudi adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara Baznas dan pemerintah daerah dapat mengubah kehidupan masyarakat yang terpinggirkan. Dengan dukungan yang tepat, diharapkan lebih banyak keluarga di Sidoarjo yang dapat merasakan manfaat dari program-program sosial yang ada. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Baznas Sidoarjo dan Bupati Subandi membuktikan bahwa cahaya zakat dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan, memberikan kesempatan untuk memulai hidup baru dalam lingkungan yang lebih baik.
BERITA19/05/2025 | sudrab
Dihadiri Bupati, Halaqoh Penyembelihan Hewan Qurban Kolaborasi Baznas Sidoarjo dan DMI
Dihadiri Bupati, Halaqoh Penyembelihan Hewan Qurban Kolaborasi Baznas Sidoarjo dan DMI
Sidoarjo, 19 Mei 2025 – Halaqoh penyembelihan hewan qurban yang diadakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) kembali digelar untuk kedua kalinya. Acara yang berlangsung di Masjid Nurul Anwar, Bumi Citra Fajar, pada tanggal 18 Mei 2025 ini menunjukkan komitmen kedua organisasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menjelang Hari Raya Qurban 1446 H. Kehadiran Bupati Sidoarjo, H. Subandi, SH, M.Kn, beserta Dandim dan Camat Sidoarjo menambah semarak acara tersebut. Dalam sambutannya, Bupati Subandi memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara Baznas dan DMI. "Upaya ini sangat tepat dan dibutuhkan oleh masyarakat, dengan adanya bimbingan teknis penyembelihan hewan qurban yang sesuai dengan syariat Islam," ujarnya. Bupati juga menekankan pentingnya distribusi daging qurban yang tepat sasaran agar dapat dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan. "Kami berharap daging qurban ini dapat disalurkan dengan baik, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tambahnya. Ketua DMI Sidoarjo, Imam Mukhozali, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Baznas Sidoarjo atas kolaborasi yang telah terjalin. "Syukur dan terima kasih kami untuk Baznas yang berkomitmen dan konsisten dalam menyelenggarakan halaqoh penyembelihan hewan qurban. Kehadiran Bupati dan rombongan menjadi kehormatan bagi kami," cetusnya. Acara ini tidak hanya sekadar penyembelihan hewan qurban, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk belajar tentang tata cara qurban yang baik dan benar. Dalam suasana penuh kekeluargaan, para peserta mendapatkan pengetahuan mengenai syarat dan ketentuan qurban, serta cara penyembelihan yang sesuai syariat. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Baznas Sidoarjo untuk menerangi masyarakat dengan cahaya zakat, yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum dalam menjalankan ibadah qurban. Halaqoh penyembelihan hewan qurban ini diharapkan menjadi tradisi yang terus berlanjut, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Sidoarjo. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Baznas dan DMI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang bermanfaat. Dengan langkah ini, Baznas Sidoarjo dan DMI tidak hanya memberikan daging qurban, tetapi juga memberikan harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan, menjadikan setiap momen qurban sebagai cahaya zakat yang menerangi kehidupan masyarakat.
BERITA19/05/2025 | sudrab
Perahu Tradisional untuk Keluarga Bu Tumiyat: Harapan Baru di Pucukan
Perahu Tradisional untuk Keluarga Bu Tumiyat: Harapan Baru di Pucukan
Sidoarjo, 17 Mei 2025 – Senyum ceria Mas Arief, pemuda yang sehari-hari berburu kepiting di pesisir Pantai Sidoarjo, semakin merekah saat menerima perahu baru dari Baznas Sidoarjo. Pada 16 Mei, ia resmi menjadi penerima manfaat bantuan perahu tradisional Jakung, yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Mas Arief, anak dari Ibu Tumiyat yang tinggal di Dusun Pucukan, Desa Kelurahan Gebang, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. “Saya tidak menyangka bisa dapat perahu ini. Ini sangat membantu saya untuk mencari nafkah,” ungkapnya, penuh rasa syukur. Penyerahan perahu dilakukan oleh Ahmad Hamdani, Staf Pelaksana Baznas Sidoarjo, setelah shalat Jumat di Desa Kepetingan Sawoan, Buduran. Kegiatan ini bagian dari program Sidoarjo Taqwa, yang mengirimkan khotib ke daerah-daerah terluar. Ahmad Hamdani menjelaskan, “Bantuan ini adalah bagian dari cahaya zakat yang ingin kami berikan kepada masyarakat. Dengan perahu ini, kami harap Mas Arief bisa lebih mudah mencari kepiting dan meningkatkan pendapatan keluarganya.” Kegiatan ini bukan hanya simbolis, tapi juga menunjukkan komitmen Baznas dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan program seperti ini, Baznas berupaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup, khususnya di kawasan pesisir. Perahu Jakung yang diserahkan tidak hanya untuk mencari kepiting, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain yang mendukung ekonomi keluarga. Dengan alat tangkap yang lebih baik, diharapkan Mas Arief bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal. Kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat lain untuk ikut berpartisipasi dalam program zakat. “Cahaya zakat bukan hanya untuk mereka yang menerima, tetapi untuk kita semua. Mari kita berkontribusi membantu sesama,” ajak Ahmad. Dengan bantuan ini, Baznas Sidoarjo berharap bisa terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih sejahtera. Yuk, dukung program-program Baznas dan jadi bagian dari cahaya zakat yang menerangi kehidupan banyak orang!
BERITA17/05/2025 | sudrab
Tuntaskan Program Ramadhan Sehat Bercahaya, Bagikan 100 Kacamata untuk Santri Al Hidayah Ketegan
Tuntaskan Program Ramadhan Sehat Bercahaya, Bagikan 100 Kacamata untuk Santri Al Hidayah Ketegan
Sidoarjo, 16 Mei 2025 – Rumah Sehat Baznas (RSB) Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya untuk membantu masyarakat. Hari ini, mereka mendistribusikan 100 kacamata untuk santri Pondok Pesantren Al Hidayah di Ketegan, Tanggulangin. Kegiatan ini merupakan bagian dari program "Ramadhan Sehat Bercahaya" yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup para santri yang mengalami gangguan refraksi mata. M Yogzis, salah satu staf RSB, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diterima. "Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Tanpa mereka, acara ini tidak akan berjalan sukses," ujarnya. Selain membagikan kacamata, RSB juga melakukan pemeriksaan kesehatan untuk 105 santri, yang terdiri dari 36 laki-laki dan 69 perempuan. Program ini menjadi harapan baru bagi 10.500 santri di seluruh Indonesia yang mengalami gangguan penglihatan. Kerja sama antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) membuat inisiatif ini semakin berarti. Di Sidoarjo, sekitar 400 kacamata sudah didistribusikan ke santri di empat pesantren. RSB juga memberikan paket sabun cuci tangan untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan santri. Kegiatan ini adalah langkah penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan generasi muda. Dengan semangat cahaya zakat, Baznas Sidoarjo berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Program-program ini tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Ramadhan kali ini menjadi lebih bermakna dengan adanya inisiatif yang membawa harapan bagi banyak santri. Semoga cahaya zakat ini terus bersinar dan memberikan manfaat bagi semua!
BERITA16/05/2025 | sudrab
BAZNAS RI Kucurkan 5,1 Miliar untuk Wujudkan Kampung Nelayan Layak Huni
BAZNAS RI Kucurkan 5,1 Miliar untuk Wujudkan Kampung Nelayan Layak Huni
Sidoarjo 16 Mei 2025 – Dalam upaya pemulihan pascabencana banjir rob yang melanda kawasan pesisir, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia telah meluncurkan program pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat. Dalam kunjungan yang dipimpin oleh Menteri Sosial, Drs. H. Saifulloh Yusuf, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS, masyarakat setempat mendapat harapan baru melalui alokasi dana sebesar Rp5,1 miliar. Program ini ditujukan untuk membantu 93 keluarga yang terdampak langsung oleh banjir rob, yang tidak hanya merusak rumah, tetapi juga mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi mereka. Dalam peninjauan tersebut, Menteri Sosial menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga zakat dalam mewujudkan kampung nelayan yang layak huni. "Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga yang terdampak mendapatkan rumah yang aman dan layak, serta dukungan untuk membangun kembali kehidupan mereka," ujarnya. BAZNAS RI, yang dikenal sebagai salah satu lembaga filantropi yang berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berperan aktif dalam program ini dengan menyediakan bantuan relokasi rumah layak huni. Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk membangun fasilitas sentra UMKM dan sarana ibadah berupa masjid, yang diharapkan dapat mendukung kehidupan sosial dan spiritual warga. Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Pimpinan BAZNAS RI, menambahkan bahwa kontribusi ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberdayakan masyarakat. "Kami percaya bahwa dengan memberikan akses kepada masyarakat untuk memiliki rumah yang layak dan fasilitas yang memadai, kami dapat membantu mereka untuk bangkit dari keterpurukan," ungkapnya. Pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat ini merupakan contoh nyata dari cahaya zakat yang dapat mengubah kehidupan masyarakat. Melalui zakat, program ini tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Dengan adanya sentra UMKM, diharapkan para nelayan dan keluarganya dapat mengembangkan usaha kecil yang dapat meningkatkan pendapatan mereka. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk bersatu dan saling mendukung. Dengan adanya masjid yang dibangun, diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan sosial dan spiritual, memperkuat ikatan antarwarga, serta menciptakan lingkungan yang harmonis. Menteri Sosial menutup kunjungan dengan harapan bahwa program ini akan menjadi model bagi daerah lain yang mengalami bencana serupa. "Kami ingin semua pihak, baik pemerintah, lembaga zakat, maupun masyarakat, bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sejahtera bagi semua," tegasnya. Dengan dukungan dana sebesar Rp5,1 miliar dari BAZNAS RI, Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat diharapkan dapat segera terwujud, memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini berjuang menghadapi tantangan pascabencana. Inisiatif ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan langkah menuju kesejahteraan sosial dan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat pesisir.
BERITA16/05/2025 | admin
Cahaya Zakat: Kolaborasi BAZNAS dan DMI Sidoarjo BBM Berkah Desa Kedung Sumur Krembung
Cahaya Zakat: Kolaborasi BAZNAS dan DMI Sidoarjo BBM Berkah Desa Kedung Sumur Krembung
Sidoarjo, 13 Mei 2025 – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk melaksanakan kegiatan "Bersih-Bersih Masjid Berkah" (BBM Berkah). Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan masjid. Acara yang berlangsung pada Senin, 12 Mei 2025, di Masjid Nahrotul Bariyah, Desa Kedung Sumur, Kec. Krembung. dan diharapkan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif. Ketua DMI Sidoarjo, H. Imam Mukozali, S.Pd., S.Ag., MM, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersatu dalam menjaga kebersihan tempat ibadah. “Dengan kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan masjid. Kebersihan adalah bagian dari iman, dan melalui BBM Berkah, kami berharap dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama,” ujar H. Imam Mukozali . BAZNAS Sidoarjo, sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini. Dengan tagline “Cahaya Zakat”, BAZNAS berharap dapat memberikan inspirasi dan mendorong masyarakat untuk lebih banyak bersedekah demi kebaikan bersama. “Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga merupakan cahaya yang menerangi jalan kita dalam berbagi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa zakat dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sosial, termasuk menjaga kebersihan masjid,” Ungkap ketua DMI Kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, anggota TNI, dan Polri setempat, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Partisipasi mereka diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dalam acara ini, peserta melakukan berbagai aktivitas, mulai dari membersihkan area masjid, hingga memperbaiki fasilitas yang ada. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki dan kebersamaan di antara warga sekitar. “Setiap orang memiliki peran dalam menjaga kebersihan masjid. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergotong royong demi terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman untuk beribadah,” tambah H. Imam Mukozali. Dengan dukungan dari BAZNAS dan DMI, diharapkan kegiatan BBM Berkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan kepedulian sosial. Melalui kolaborasi ini, cahaya zakat akan semakin bersinar, memberikan manfaat bagi banyak orang dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial yang inspiratif. Bagi masyarakat yang ingin turut serta dalam kegiatan ini, silakan hadir dan berpartisipasi. Mari bersama-sama kita jadikan masjid sebagai tempat yang bersih dan nyaman untuk beribadah serta berinteraksi sosial.
BERITA13/05/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Terus Berikan Cahaya Zakat Melalui Program Perbaikan Rumah Warga Tidak Mampu
BAZNAS Sidoarjo Terus Berikan Cahaya Zakat Melalui Program Perbaikan Rumah Warga Tidak Mampu
Sidoarjo, 12 Mei 2025 – Program perbaikan rumah bagi warga tidak mampu di Sidoarjo terus berlanjut. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk memperbaiki rumah Munawaroh, seorang warga Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, yang saat ini tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RLTH). Perbaikan rumah Munawaroh dijadwalkan akan dimulai pada Rabu mendatang. Kepastian mengenai kegiatan ini disampaikan langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, saat mengunjungi kediaman Munawaroh pada Minggu l.(11/5) Dalam kunjungannya, Bupati Subandi menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi warga Sidoarjo yang hidup dalam kondisi tidak layak. “Perbaikan RTLH ini adalah salah satu prioritas kami dalam pembangunan,” ujarnya. Munawaroh, yang saat ini tinggal di rumah yang sangat membutuhkan perbaikan, merasa terharu dengan perhatian yang diberikan. Bupati Subandi menjelaskan bahwa perbaikan ini akan mencakup atap, plafon, dan jamban, sehingga Munawaroh dapat beribadah dengan nyaman. “Hari Rabu sudah mulai pelaksanaan pembangunan, atapnya dibenahi semuanya, plavonnya dibenahi, jambannya juga dibenahi biar panjenengan wudhu sekeco,” tambahnya. Tidak hanya Munawaroh, Bupati juga berjanji untuk memperbaiki rumah Sunapi, warga Desa Kemangsen yang juga mengalami nasib serupa. Rumah Sunapi, yang masih berdinding bambu, akan diganti agar layak huni. “Ini tadi atapnya tidak layak, kamarnya juga tidak ada, ini nanti biar diperbaiki semua, inshaalloh hari Sabtu diperbaiki,” ungkap Bupati Subandi. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Subandi juga menunjukkan kepeduliannya dengan menjanjikan untuk membelikan lemari pakaian bagi Bu Sunapi. “Nanti nek wes mari taktukokno lemari,” ucapnya, yang disambut dengan senyuman dan ucapan terima kasih dari Sunapi. Wakil Ketua BAZNAS Sidoarjo, Ach Saleh, yang turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut, memastikan bahwa BAZNAS Sidoarjo akan segera menindaklanjuti perbaikan ini. “Per hari Rabu mendatang, kami akan mulai mengerjakan perbaikan rumah Munawaroh dan Sunapi,” tegasnya. Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sidoarjo untuk memberikan "Cahaya Zakat" kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui zakat, BAZNAS berkomitmen untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan lebih banyak warga dapat merasakan manfaat dari program ini. Keberlanjutan program ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah dan lembaga filantropi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat Sidoarjo. Semoga langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam membantu sesama, demi terciptanya masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.
BERITA12/05/2025 | sudrab
Pelatihan Juru Sembelih Halal di Sidoarjo: Kolaborasi Baznas dan Fortisda
Pelatihan Juru Sembelih Halal di Sidoarjo: Kolaborasi Baznas dan Fortisda
Sidoarjo, 11 Mei 2025 – Baznas Sidoarjo berkolaborasi dengan Forum Pemerhati Sosial Sidoarjo (Fortisda) menggelar pelatihan juru sembelih halal di Gedung Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo, Jalan Yos Sudarso. Acara ini juga melibatkan Asosiasi Juru Sembelih Halal (Juleha) Jawa Timur, dan dihadiri oleh puluhan peserta yang antusias untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam penyembelihan hewan qurban sesuai syariat Islam. Dalam sambutan pembukaannya, Pimpinan Baznas Sidoarjo, M. Ilhamuddin, menyampaikan betapa pentingnya kerja sama ini. "Kolaborasi antara Baznas dan Fortisda merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa proses penyembelihan hewan qurban dilakukan dengan baik dan sesuai dengan tuntunan agama. Kami berharap pelatihan ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.(10/5) Sesi pelatihan ini tidak hanya berfokus pada praktik, tetapi juga mengedukasi peserta mengenai aspek fiqh yang berkaitan dengan penyembelihan. Dalam sesi tinjauan fiqh, salah satu narasumber menegaskan bahwa penyembelihan hewan qurban harus dilakukan dengan cara yang sesuai agar qurban diterima oleh Allah SWT. "Penting bagi para juru sembelih untuk memahami syarat dan rukun dalam penyembelihan agar dapat melaksanakan tugas dengan baik," tambahnya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyembelih hewan qurban, sehingga dapat memenuhi harapan masyarakat untuk mendapatkan daging qurban yang halal dan berkualitas. "Kami percaya bahwa dengan pelatihan ini, peserta akan lebih siap dan percaya diri dalam melaksanakan tugas mereka di lapangan," kata salah satu panitia. Acara ini juga menjadi momentum bagi Baznas Sidoarjo untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat dan qurban sebagai bagian dari ibadah yang dapat membawa keberkahan. Dengan mengusung tema "Cahaya Zakat", Baznas berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan layanan terbaik bagi masyarakat Sidoarjo. Pelatihan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana peserta dapat langsung berinteraksi dengan narasumber untuk mendalami lebih jauh mengenai fiqh penyembelihan. Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran, diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut di masa mendatang, memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas ibadah qurban di Sidoarjo.
BERITA11/05/2025 | sudrab
ZAuto BAZNAS Memberdayakan Usaha Bengkel Hasan di Makassar
ZAuto BAZNAS Memberdayakan Usaha Bengkel Hasan di Makassar
Sidoarjo, 9 Mei 2025 – Bengkel milik Hasan yang terletak di Jalan Sejati, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, kini semakin bersinar berkat dukungan program Z-Auto dari BAZNAS. Inisiatif ini tidak hanya memberikan permodalan, tetapi juga pendampingan yang signifikan, menjadikan bengkel ini sebagai contoh nyata kemandirian ekonomi masyarakat setempat,(5/05) Dengan pelayanan yang ramah, tertib, dan terstruktur, bengkel Hasan berhasil menarik banyak pelanggan. Sejak bergabung dengan program Z-Auto, usaha yang awalnya berskala kecil ini kini mulai dikenal luas di lingkungan sekitar. Dukungan yang diberikan telah memperkuat kapasitas usaha, memungkinkan Hasan untuk memperluas layanannya dan meningkatkan kualitas pelayanan. Program Z-Auto dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha kecil agar mampu bersaing secara berkelanjutan. Melalui peningkatan keterampilan teknis dan manajemen usaha, Hasan dan timnya telah menunjukkan bahwa dengan bimbingan yang tepat, potensi lokal dapat tumbuh dan mandiri. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Ini membantu kami untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang," ungkap Hasan dengan penuh semangat. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Z-Auto dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan, program ini sejalan dengan visi BAZNAS untuk memberdayakan ekonomi umat. "Cahaya zakat" yang dipancarkan oleh program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menginspirasi dan memberdayakan masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi. Hasan menambahkan, "Kami berharap bengkel ini bisa menjadi model bagi usaha kecil lainnya. Dengan kerja keras dan dukungan, tidak ada yang tidak mungkin." Melalui usaha ini, Hasan tidak hanya menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain di sekitarnya, memperkuat jaringan ekonomi di komunitas. Keberhasilan bengkel Hasan merupakan bukti nyata bahwa dukungan yang tepat dapat mengubah nasib seseorang. Program Z-Auto dari BAZNAS menunjukkan bahwa dengan adanya "cahaya zakat", masyarakat bisa bangkit dari keterpurukan dan menciptakan peluang baru. Dengan langkah ini, Z-Auto tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ke depan, diharapkan lebih banyak pelaku usaha kecil yang mendapatkan manfaat dari program ini, sehingga mereka pun dapat merasakan dampak positif dari zakat yang dikelola dengan baik. Inisiatif ini menjadi pengingat bahwa dengan kolaborasi dan dukungan, kita dapat menciptakan perubahan yang signifikan. BAZNAS dan Z-Auto terus berkomitmen untuk memberdayakan ekonomi umat, menjadikan setiap usaha kecil sebagai bagian dari solusi dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera.
BERITA09/05/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Peningkatan Mobilitas
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Peningkatan Mobilitas
Sidoarjo, 8 Mei 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo meluncurkan program “Sidoarjo Sehat” yang memberikan bantuan kursi roda kepada warga yang mengalami kendala mobilitas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan aksesibilitas bagi mereka yang membutuhkan, salah satunya adalah Bapak Sahri, 75 tahun, warga Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi. Penyerahan bantuan kursi roda kepada Bapak Sahri berlangsung di rumahnya, di mana M. Sofwan, salah satu pelaksana Baznas Sidoarjo, didampingi oleh Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Candi. Acara ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga merupakan momen penuh haru bagi Bapak Sahri dan keluarganya. Bapak Sahri mengalami penurunan kapasitas mobilitas sejak lima tahun lalu, yang membuatnya sulit untuk menjalani aktivitas sehari-hari dan mencari penghasilan. Sebelumnya, ia bekerja serabutan, namun kondisi fisiknya yang menurun dan bertambahnya usia membuatnya terpaksa menganggur. “Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Kursi roda ini akan sangat membantu saya untuk bergerak lebih bebas,” ungkapnya dengan raut wajah penuh harapan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Baznas Sidoarjo yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui zakat. Dengan bantuan ini, Baznas berharap dapat memberikan cahaya harapan bagi mereka yang terpinggirkan, terutama bagi para lansia dan penyandang disabilitas. M. Sofwan menjelaskan, “Kami berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini adalah salah satu bentuk nyata dari cahaya zakat yang kami salurkan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.” Penerima manfaat lainnya juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Baznas dan para donatur yang telah berkontribusi. Dengan adanya kursi roda, mereka merasa lebih mandiri dan memiliki akses yang lebih baik untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Program “Sidoarjo Sehat” ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Baznas Sidoarjo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam program zakat, infak, dan sedekah, sehingga dapat bersama-sama menciptakan perubahan positif dalam kehidupan orang lain. Dengan semangat berbagi dan kepedulian, Baznas Sidoarjo bertekad untuk terus menjadi agen perubahan, menerangi jalan bagi mereka yang membutuhkan, dan menjadikan zakat sebagai sumber harapan dan kesejahteraan.
BERITA08/05/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Membangkitkan UMKM di Sidoarjo Melalui Program Jatim Makmur
Cahaya Zakat: Membangkitkan UMKM di Sidoarjo Melalui Program Jatim Makmur
Sidoarjo, 8 Mei 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur meluncurkan program Jatim Makmur yang memberikan bantuan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo. Penyaluran bantuan ini berlangsung serentak pada tanggal 7 dan 8 Mei 2025, dengan total 10 unit rombong usaha yang tersebar di delapan kecamatan. Pimpinan BAZNAS Sidoarjo, M. Ilhaminuddin, bersama Ach Saleh dan staf pelaksana, secara langsung menyerahkan rombong usaha kepada para penerima manfaat. Kegiatan ini juga didampingi oleh para staf pelaksana dari BAZNAS Provinsi, menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal. Salah satu penerima manfaat, Muslimah, warga Desa Wunut Kecamatan Porong, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, saya sangat gembira mendapatkan kepercayaan dari BAZNAS untuk mendapatkan bantuan rombong usaha ini,” ujarnya. Muslimah berencana menggunakan rombong tersebut untuk berjualan bakso, dan berharap dapat meningkatkan pendapatannya di masa depan. Desain rombong yang dilengkapi dengan dua roda besar dan satu roda kecil di bagian belakang memudahkan mobilitas saat berjualan. Erna Karyaningsih, penerima manfaat lainnya dari Desa Punggul Kecamatan Gedangan, juga merasakan dampak positif dari program ini. Dia sebelumnya berjualan gorengan di atas meja sederhana di depan rumahnya. “Syukur alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu saya,” ungkapnya dengan penuh haru. Kini, dengan rombong usaha yang baru, Erna berharap dapat meningkatkan usaha dan pendapatannya. Program Jatim Makmur ini merupakan bagian dari inisiatif BAZNAS untuk memberdayakan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan mengoptimalkan potensi UMKM, diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian lokal. M. Ilhaminuddin menegaskan, “Kami berkomitmen untuk terus mendukung para pelaku UMKM agar dapat berkembang dan mandiri.” Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bagaimana cahaya zakat dapat memberikan harapan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Melalui program-program seperti Jatim Makmur, BAZNAS berupaya untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sehingga dapat menciptakan dampak yang lebih luas. Dengan penyaluran bantuan ini, diharapkan para penerima manfaat dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha mereka. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun ekonomi yang inklusif, BAZNAS Sidoarjo terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program zakat. Dengan berzakat, setiap individu dapat menjadi bagian dari perubahan positif dalam kehidupan orang lain, menciptakan cahaya harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA08/05/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Inovasi Pertanian Mustahik di Teluknaga
Cahaya Zakat: Inovasi Pertanian Mustahik di Teluknaga
Sidoarjo ,7 mei 2025-Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten ,Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan akan ketahanan pangan yang semakin mendesak, para petani mustahik di Kecamatan Teluknaga menunjukkan semangat inovasi yang luar biasa. Dengan dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), kelompok Lumbung Pangan Alhasaniyah Benzar kini mengembangkan pertanian berkelanjutan melalui penanaman 300 bibit melon varietas unggulan, Golden AlisaF1. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat ekonomi umat, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Para petani mustahik memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam dan pupuk organik hasil fermentasi, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berinovasi. Dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan semangat kemandirian, mereka berhasil membangun usaha tani yang produktif dan berorientasi masa depan. BAZNAS berperan sebagai fasilitator utama dalam mewujudkan aspirasi para petani kecil ini. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan dana, tetapi juga pembinaan, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan. "Kami percaya bahwa zakat dapat menjadi instrumen transformasi sosial yang kuat jika dikelola dengan amanah dan strategi yang tepat," ungkap perwakilan BAZNAS. Program pemberdayaan ekonomi mustahik yang diinisiasi BAZNAS Provinsi Banten ini berfokus pada mendorong kemandirian umat Islam, terutama di daerah pedesaan. Pemilihan melon Golden AlisaF1 bukan tanpa alasan; varietas ini dikenal memiliki nilai jual tinggi dan masa panen yang relatif singkat, sehingga sangat potensial untuk meningkatkan penghasilan petani binaan. Dengan sistem tanam organik, produk yang dihasilkan pun lebih sehat dan ramah lingkungan, membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk segmen konsumen yang peduli terhadap gaya hidup sehat. Lebih dari sekadar budidaya melon, inisiatif ini menginspirasi umat Islam untuk bangkit dari keterbatasan melalui semangat kolektif dan solidaritas sosial. Dalam era modernisasi dan berbagai tantangan global, kehadiran BAZNAS sebagai lembaga yang menghubungkan kepedulian muzaki dengan kebutuhan mustahik sangatlah relevan dan krusial. Kolaborasi yang kuat antara petani, masyarakat, dan lembaga zakat menciptakan ekosistem pertanian yang mandiri, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi umat. Teluknaga kini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi kecil dapat memberikan dampak besar ketika didukung oleh niat yang tulus dan sistem yang kuat. "Kami berharap inisiatif ini bisa menjadi cahaya zakat bagi banyak orang, menginspirasi lebih banyak petani untuk berinovasi dan meningkatkan taraf hidup mereka," tambah perwakilan kelompok Lumbung Pangan Alhasaniyah Benzar. Dengan semangat dan inovasi yang ditunjukkan oleh para petani mustahik ini, harapan untuk masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan semakin mendekat. BAZNAS dan para petani bersinergi untuk menciptakan perubahan positif, membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, impian untuk ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi dapat terwujud.
BERITA07/05/2025 | sudrab
Baznas Sidoarjo Distribusikan Genset untuk Masjid Darul Mutakin
Baznas Sidoarjo Distribusikan Genset untuk Masjid Darul Mutakin
Sidoarjo, 6 Mei 2025 – Dalam upaya mendukung operasional masjid di tengah kendala pemadaman listrik yang sering terjadi, Baznas Kabupaten Sidoarjo melaksanakan distribusi bantuan genset untuk Masjid Darul Mutakin yang terletak di Kedung Pandan, Jabon. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 6 Mei 2025, dan disambut hangat oleh pengurus masjid serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sidoarjo dan DMI Kecamatan Jabon. Sebagaimana diketahui, desa kedung pandan daerah pesisir timur -selatan dari kabupaten Sidoarjo daerah yang cukup jauh dari kota Sidoarjo. Bantuan genset ini diharapkan dapat mengatasi masalah pemadaman listrik yang kerap mengganggu kegiatan ibadah dan aktivitas lainnya di masjid. M. Ilhamuddin, Wakil Ketua IV Baznas Sidoarjo, hadir dalam penyerahan bantuan tersebut dan menyatakan, “Kami berharap dengan adanya genset ini, Masjid Darul Mutakin dapat terus melayani jamaah dengan baik, tanpa terhambat oleh pemadaman listrik.” Acara penyerahan juga dihadiri oleh Ach Saleh, Wakil Ketua III Baznas Sidoarjo, serta beberapa anggota DMI yang turut mendampingi proses distribusi. Dalam sambutannya, Ach Saleh menekankan pentingnya peran masjid dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam memberikan tempat ibadah yang nyaman dan aman. “Cahaya zakat yang kami salurkan melalui bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar,” ujarnya. Masjid Darul Mutakin merupakan salah satu masjid yang aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah Jabon. Dengan adanya genset, pengurus masjid berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah, terutama dalam mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan acara sosial lainnya. Takmir Masjid Darul Mutakin, yang menerima bantuan tersebut, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Baznas Sidoarjo. “Kami sangat berterima kasih kepada Baznas dan DMI atas bantuan ini. Genset ini akan sangat membantu kami dalam menjalankan kegiatan ibadah, terutama saat listrik padam,” katanya. Kegiatan distribusi genset ini merupakan bagian dari komitmen Baznas Sidoarjo untuk terus memberikan dukungan kepada masjid-masjid di wilayahnya. Melalui program-program sosialnya, Baznas berupaya menjadikan zakat sebagai cahaya yang menerangi kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Dengan langkah ini, diharapkan akan semakin banyak masjid yang dapat merasakan manfaat dari zakat yang dikelola dengan baik. Baznas Sidoarjo terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program zakat, infak, dan sedekah, agar lebih banyak lagi kegiatan sosial yang dapat dilaksanakan demi kesejahteraan bersama.
BERITA06/05/2025 | sudrab
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat