WhatsApp Icon
Senyum di SDN Trosobo 2: Membasuh Dahaga Pendidikan dengan Kepedulian

SIDOARJO – Pagi itu, Kamis (8/1), suasana di SDN Trosobo 2, Kecamatan Taman, tampak berbeda. Matahari yang mulai meninggi seolah ikut menyinari harapan baru bagi sepuluh siswa-siswi terpilih. Di balik dinding kelas yang sederhana, langkah kaki tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo hadir membawa misi besar: memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang terkumpul benar-benar menjadi energi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan seringkali disebut sebagai "jembatan emas" menuju masa depan. Namun bagi sebagian keluarga, jembatan itu terkadang sulit dilintasi karena beban biaya yang menghimpit. Menyadari hal tersebut, BAZNAS Sidoarjo kembali turun ke lapangan guna menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Kehadiran tim yang terdiri dari Herex, Rita, dan rekan-rekan mahasiswa penelitian dari Umsida ini membawa pesan kuat bahwa pendidikan tidak boleh terhenti oleh keterbatasan ekonomi.

Penyaluran bantuan ini dilakukan secara langsung, menyentuh sisi emosional siapa saja yang menyaksikannya. Ada rasa haru yang menggelayut saat satu per satu nama siswa dipanggil. Mereka bukan sekadar angka dalam data kemiskinan, melainkan anak-anak dengan cita-cita besar yang kebetulan lahir dalam kondisi ekonomi sulit. Bantuan uang tunai yang diberikan memang terlihat sederhana bagi sebagian orang, namun bagi mereka yang sedang berjuang, ini adalah bukti nyata keberpihakan umat.

Rita Defani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menjelaskan bahwa bantuan ini adalah manifestasi dari semangat besar lembaga untuk menjaga ketahanan nasional melalui sektor pendidikan.

"Melihat binar mata anak-anak ini, kami semakin yakin bahwa setiap keping zakat yang disalurkan adalah investasi masa depan. Semangat kami adalah Zakat Menguatkan Indonesia. Dengan membantu pendidikan mereka hari ini, kita sedang memperkuat fondasi bangsa untuk masa depan yang lebih baik," ungkap Rita dengan nada empati yang dalam.

Pihak sekolah dan guru-guru mengakui bahwa beban wali murid sangat terbantu dengan adanya intervensi dari BAZNAS. Melalui program ini, BAZNAS ingin menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen sosial yang ampuh untuk mengangkat martabat manusia.

penulis(Ry/Bz)

10/01/2026 | Kontributor: admin
Jejak Kasih di SDN Kramatjegu 2: Jaminan Masa Depan bagi Tunas Bangsa

SIDOARJO – Sinergi antara lembaga filantropi dan institusi pendidikan kembali terjalin manis di SDN Kramatjegu 2, Kecamatan Taman. Pada Kamis, 8 Januari 2026, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melaksanakan distribusi bantuan biaya pendidikan kepada 10 siswa yang membutuhkan. Total dana sebesar Rp3.500.000 disalurkan dengan penuh rasa kekeluargaan, di mana setiap siswa menerima Rp350.000 guna menunjang kebutuhan belajar mereka.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan wujud nyata dari pengelolaan dana umat yang transparan dan tepat sasaran. Lokasi sekolah menjadi saksi bagaimana nilai-nilai kepedulian sosial diajarkan secara langsung kepada para siswa. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis, disaksikan oleh para guru yang selama ini melihat langsung perjuangan siswa-siswi mereka di sekolah.

Dalam proses asesmen yang dilakukan, tim BAZNAS memastikan bahwa penerima manfaat adalah mereka yang benar-benar membutuhkan dukungan agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Kepala SDN Kramatjegu 2 menyambut positif langkah ini, mengingat motivasi siswa seringkali turun ketika kebutuhan sekolah tidak terpenuhi. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan siswa kembali fokus pada buku dan pelajaran, bukan pada beban pikiran orang tua mereka.

Rita Defani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menegaskan bahwa peran BAZNAS melampaui sekadar penyalur dana. Ia menekankan bahwa misi ini adalah bagian dari kampanye besar untuk kemandirian bangsa.

"Kami di BAZNAS ingin menjadi bagian dari solusi peningkatan kualitas SDM di Sidoarjo. Bantuan pendidikan ini adalah cara kita membuktikan bahwa Zakat Menguatkan Indonesia. Saat kita menjamin pendidikan anak-anak kurang mampu, kita sebenarnya sedang memutus rantai kemiskinan dan memperkuat struktur sosial negara kita," tuturnya dengan penuh ketulusan.

Interaksi yang terjadi antara tim BAZNAS, siswa, dan guru menciptakan suasana yang sangat positif. Melalui program ini, BAZNAS berharap bantuan tersebut dapat memotivasi siswa untuk berprestasi lebih tinggi lagi, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan selama ada kepedulian dari sesama melalui zakat.

penulis(Zd/Bz)

10/01/2026 | Kontributor: admin
Menembus Arus Sungai: Perjuangan Dakwah BAZNAS ke Desa Kepetingan

SIDOARJO – Terik matahari dan semilir angin sungai mengiringi perjalanan perahu mesin yang membelah air menuju Desa Kepetingan. Desa ini unik sekaligus menantang; hanya bisa dijangkau melalui jalur perairan dengan menyusuri sungai selama kurang lebih 30 menit. Di atas perahu tersebut, tim BAZNAS Sidoarjo membawa misi mulia: memastikan syiar Islam dan pelayanan umat tetap tegak merata hingga ke pelosok pesisir.

Desa Kepetingan dikenal memiliki keterbatasan akses darat, yang berdampak pada terbatasnya tenaga khatib untuk pelaksanaan salat Jumat. Menyadari kebutuhan spiritual warga yang tetap tinggi meski jumlah penduduknya relatif sedikit, BAZNAS Sidoarjo meluncurkan program rutin pengiriman khatib Jumat setiap dua minggu sekali. Ini adalah bentuk pengabdian yang menjangkau mereka yang seringkali terabaikan karena faktor geografis.

Perjalanan ini bukan hanya soal jarak, tapi soal komitmen untuk hadir secara utuh bagi masyarakat. Setiap kunjungan menjadi momen silaturahmi yang sangat berharga. Tim BAZNAS tidak hanya datang untuk menjalankan tugas formal keagamaan, tetapi juga untuk mendengarkan denyut kehidupan masyarakat pesisir. Dakwah disampaikan dengan cara yang sejuk, merangkul, dan menguatkan.

M. Sofwan, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang mengawal program ini, menjelaskan bahwa pemerataan layanan keagamaan adalah fondasi karakter bangsa.

"Masyarakat di Desa Kepetingan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan bimbingan keagamaan yang berkualitas. Kehadiran kami di sini adalah wujud nyata bahwa Zakat Menguatkan Indonesia bukan hanya jargon. Dengan zakat, kita menguatkan iman mereka, menguatkan persaudaraan, dan memastikan bahwa tidak ada warga Sidoarjo yang merasa sendirian di daerah terpencil," ujar Sofwan dengan penuh semangat.

Kehadiran BAZNAS di Kepetingan juga menjadi sarana untuk melakukan pemetaan sosial. Dengan rutin berkunjung, BAZNAS dapat mengetahui kebutuhan mendesak warga, baik dari segi ekonomi maupun fasilitas umum. Program pengiriman khatib ini diharapkan dapat memperkuat spiritualitas masyarakat sekaligus menjadi pintu masuk bagi bantuan sosial lainnya.

Penulis(ry/bz)

10/01/2026 | Kontributor: admin
Gema Wahyu di Pesisir: Menjemput Keberkahan di Desa Ketingan

SIDOARJO – Jumat, 9 Januari 2026, menjadi hari yang penuh kedamaian di Desa Ketingan, Kecamatan Buduran. Di saat sebagian besar warga perkotaan sibuk dengan rutinitas modern, tim BAZNAS Sidoarjo memilih untuk bergerak menuju ujung desa. Fokus utama mereka adalah memberikan pembinaan keagamaan melalui khutbah Jumat yang mencerahkan, sekaligus menyalurkan dukungan moral bagi warga yang membutuhkan.

Perjalanan menuju Ketingan selalu memberikan kesan emosional. Dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk mencapai desa ini, namun keikhlasan menjadi bahan bakar utama bagi tim. Sesampainya di lokasi, sambutan hangat dari warga desa menjadi obat penawar lelah yang paling mujarab. Kedekatan yang terjalin selama ini membuat tim BAZNAS sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh penduduk setempat.

Kegiatan ini bertujuan lebih dari sekadar pelaksanaan ibadah rutin. Melalui mimbar Jumat, BAZNAS berupaya mengenalkan wawasan keagamaan yang moderat dan aplikatif. Selain itu, kunjungan ini menjadi momen bagi tim untuk merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat desa yang jauh dari pusat keramaian, memastikan bahwa keadilan sosial melalui zakat benar-benar dirasakan hingga ke akar rumput.

Ustadz M. Sufyan, yang bertugas sebagai khatib pada Jumat tersebut, menekankan pentingnya persatuan umat dalam pesan khutbahnya. Ia mengaitkan peran zakat dengan ketahanan sebuah bangsa.

"Berada di sini, di tengah-tengah saudara kita di Ketingan, adalah pengingat bahwa kekuatan bangsa dimulai dari kepedulian kita terhadap mereka yang di pelosok. Melalui semangat Zakat Menguatkan Indonesia, kita tidak hanya memberi bantuan fisik, tapi juga dukungan moral dan penguatan akidah. Zakat adalah tali pengikat yang menyatukan hati warga kota dan warga desa dalam satu bingkai kekuatan nasional," tuturnya.

Interaksi pasca-salat Jumat menjadi ruang diskusi yang hangat. Warga merasa dihargai karena ada lembaga yang secara konsisten mau mendatangi mereka ke ujung desa. BAZNAS Sidoarjo berharap, melalui kegiatan rutin ini, kualitas kehidupan beragama dan ekonomi di Desa Ketingan terus meningkat, membuktikan bahwa zakat adalah kunci kemajuan bangsa yang inklusif.

penulis (Zdn/BZ)

 
10/01/2026 | Kontributor: admin
Keluarga Besar SDN Kramatjegu 2 Tanamkan Empati Lewat Aksi Nyata untuk Sumatra

SIDOARJO – Halaman SDN Kramatjegu 2 pagi itu tampak berbeda dari biasanya. Di tengah keriuhan khas anak sekolah, terselip sebuah semangat kolektif yang menghangatkan hati: sebuah gerakan untuk membantu saudara-saudara di ujung barat Indonesia yang tengah berjuang melawan dampak bencana alam.

Keluarga besar SDN Kramatjegu 2 membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer bukan penghalang untuk berbagi kasih. Melalui aksi penggalangan dana yang melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, staf, hingga para siswa, semangat solidaritas untuk penyintas bencana di Sumatra dan Aceh berkobar dengan tulus.

Edukasi Karakter dalam Kotak Donasi

Bagi para siswa, kegiatan ini bukan sekadar mengumpulkan uang ke dalam kotak. Ini adalah pelajaran kehidupan yang tidak ditemukan di dalam buku teks. Sambil menggenggam uang saku yang mereka sisihkan, anak-anak ini belajar tentang arti empati dan bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Ibu Sunarmi, S.Pd.SD, selaku Kepala Sekolah SDN Kramatjegu 2, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas antusiasme luar biasa dari seluruh warga sekolah. Baginya, melihat anak didiknya peduli terhadap penderitaan sesama adalah prestasi yang tak ternilai harganya.

"Kami mendoakan agar semua saudara kita di Sumatra diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan. Semoga bencana ini tidak terjadi lagi dan semoga Tuhan melindungi kita semua," ungkap Ibu Sunarmi dengan penuh haru.

Amanah yang Tertunaikan

Ketulusan tersebut kemudian dikristalkan dalam bentuk donasi sebesar Rp 2.385.000. Untuk memastikan amanah ini sampai ke tangan yang tepat, SDN Kramatjegu 2 memilih jalur profesional melalui transfer bank ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo pada 24 Desember 2025 lalu.

Langkah ini diambil untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas penyaluran bantuan. Dengan koordinasi yang rapi, bantuan dari warga sekolah di Sidoarjo diharapkan dapat segera menyentuh kebutuhan mendesak para korban di lokasi bencana.

Pihak BAZNAS Sidoarjo pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Inisiatif dari SDN Kramatjegu 2 diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan lainnya untuk turut bergerak. Karena sekecil apa pun uluran tangan kita, bagi mereka yang sedang kehilangan segalanya, itu adalah harapan yang besar.


Duka mereka belum usai. Mari tunjukkan bahwa kepedulian warga Sidoarjo tak akan pernah surut. Salurkan kepedulian terbaik Anda melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • BSI: 4488888008
  • BCA: 8292799992 (Mohon sertakan kode unik 25 di akhir nominal, contoh: Rp 100.025)

Layanan Digital & Konfirmasi: kabsidoarjo.baznas.go.id

Zakat Menguatkan Indonesia.

09/01/2026 | Kontributor: sudrab

Berita Terbaru

Dorong Kesadaran Sosial, BAZNAS RI Ajak Generasi Milenial Perkuat Literasi Zakat
Dorong Kesadaran Sosial, BAZNAS RI Ajak Generasi Milenial Perkuat Literasi Zakat
Sidoarjo, 5 Maret 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar kampanye untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang zakat, terutama di kalangan generasi milenial dan generasi Z. Acara ini bertujuan untuk memperkuat literasi zakat, yang diharapkan dapat menjadi cahaya zakat bagi umat Muslim di Indonesia. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh BAZNAS RI, Indeks Literasi Zakat (ILZ) menunjukkan skor 74,84 poin dari 1.300 responden, menandakan bahwa literasi zakat di kalangan generasi muda masih berada pada kategori menengah atau moderat. Hal ini disampaikan oleh Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., dalam acara Public Expose yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube BAZNAS TV. “Pentingnya literasi zakat tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran, tetapi juga untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam menunaikan zakat. Ini berpengaruh langsung pada jumlah dana zakat yang terkumpul,” ungkap Prof. Zainulbahar. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa jika literasi zakat tidak dikembangkan, maka perhatian publik terhadap penyaluran zakat kepada fakir miskin dan enam asnaf lainnya akan berkurang. “Kita tidak akan mampu melaksanakan amanah Allah SWT jika kesadaran zakat tidak ditingkatkan,” tambahnya. Pentingnya edukasi literasi zakat juga menjadi sorotan dalam acara tersebut. Prof. Zainulbahar menjelaskan bahwa literasi zakat adalah fondasi bagi pemahaman dan perilaku masyarakat dalam menunaikan zakat. “Hasil survei ini menunjukkan efektivitas program-program zakat yang telah dijalankan dan sejauh mana literasi zakat berkembang di masyarakat,” ujarnya. BAZNAS, sebagai lembaga yang memiliki amanah untuk mengkoordinasikan dan mengumpulkan zakat, mencatat bahwa potensi zakat di Indonesia mencapai Rp327 triliun. Namun, saat ini, pengumpulan zakat baru mencapai 10 hingga 15 persen dari potensi tersebut. “Kami perlu meningkatkan upaya agar dana zakat dapat disalurkan secara optimal kepada delapan asnaf yang berhak menerimanya,” jelasnya. Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL BAZNAS RI, Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., menambahkan bahwa literasi zakat di kalangan generasi milenial dan Z masih tergolong rendah. “Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Regulasi tentang perzakatan harus terus disosialisasikan agar potensi zakat dapat dimanfaatkan secara maksimal,” katanya. Dengan memasuki bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, BAZNAS berharap generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya zakat. Melalui literasi zakat yang lebih baik, diharapkan setiap individu dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Kampanye ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, tetapi juga untuk menjadikan zakat sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari umat Muslim. Dengan demikian, cahaya zakat dapat menerangi jalan bagi mereka yang membutuhkan, dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk berbagi dan berbuat baik.
BERITA06/03/2025 | sudrab
Baznas Sidoarjo: Cahaya Zakat untuk Ibu Seni di Bulan Ramadhan
Baznas Sidoarjo: Cahaya Zakat untuk Ibu Seni di Bulan Ramadhan
Sidoarjo, 5 Maret 2025 – Baznas Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui staf pelaksana Dani Prabowo dan Wakil Ketua Baznas Sidoarjo, Achmad Saleh, lembaga ini baru saja menyalurkan kaki palsu kepada Ibu Seni, seorang perempuan berusia 64 tahun yang tinggal sendirian di Desa Suko, RT 7 RW 2. Ibu Seni harus menjalani amputasi akibat komplikasi penyakit diabetes yang dideritanya selama bertahun-tahun. Meskipun menghadapi tantangan besar dalam kehidupannya, Ibu Seni tetap berjuang dengan membuka warung klontong sebagai satu-satunya sumber penghasilan. Untuk membantu mobilitasnya sehari-hari, ia bergantung pada kruk jenis walker. Kedatangan tim Baznas Sidoarjo di rumahnya membawa harapan baru. Dengan wajah sumringah, Ibu Seni menerima kaki palsu yang telah lama diidam-idamkannya. "Saya sangat bersyukur kepada Baznas dan semua pihak yang telah membantu saya. Ini adalah anugerah yang sangat berarti bagi saya," ucapnya penuh haru. Setelah menerima kaki palsu, Ibu Seni langsung mencoba menggunakannya. Dengan semangat yang tak terbendung, ia melangkah perlahan, merasakan kebebasan baru yang selama ini ia impikan. "Saya merasa seperti mendapatkan kembali hidup saya. Dengan kaki palsu ini, saya bisa lebih mandiri dan melayani pelanggan di warung saya," tambahnya. Achmad Saleh, Wakil Ketua Baznas Sidoarjo, menjelaskan bahwa program bantuan ini merupakan bagian dari upaya Baznas untuk memberikan "Cahaya Zakat" kepada mereka yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah. "Kami berkomitmen untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung. Setiap zakat yang diberikan oleh masyarakat akan kembali kepada mereka dalam bentuk bantuan nyata," jelasnya. Dani Prabowo, staf pelaksana yang mendampingi, menambahkan bahwa bantuan ini tidak hanya sekadar pemberian fisik, tetapi juga merupakan dukungan moral bagi Ibu Seni untuk terus berjuang dalam hidupnya. "Kami berharap dengan bantuan ini, Ibu Seni dapat kembali beraktivitas dan meningkatkan kualitas hidupnya," ujarnya. Kisah Ibu Seni adalah salah satu dari banyak cerita inspiratif yang lahir dari program Baznas Sidoarjo. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Baznas terus berupaya untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, memberikan harapan dan mendorong semangat juang mereka. Dengan bantuan ini, Ibu Seni kini memiliki kesempatan baru untuk menjalani hidup dengan lebih baik. Semoga cahaya zakat yang diberikan dapat terus bersinar terang, memberikan harapan bagi banyak orang lainnya di Sidoarjo dan sekitarnya.
BERITA05/03/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Bingkisan Masjid Ramadhan Berkah 1446 H dari BAZNAS Sidoarjo
Cahaya Zakat: Bingkisan Masjid Ramadhan Berkah 1446 H dari BAZNAS Sidoarjo
Sidoarjo, 4 Februari 2025 – Dalam semangat menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, BAZNAS Sidoarjo menggelar kegiatan yang penuh makna dan harapan. Puluhan pengurus dan takmir masjid berkumpul di kantor BAZNAS Sidoarjo, Jalan Pahlawan I No. 10, untuk menerima bingkisan yang telah dipersiapkan dengan penuh kasih. Momen ini bukan hanya sekadar serah terima, tetapi merupakan simbol cahaya zakat yang bersinar terang, menebar berkah bagi setiap masjid yang ada. Dengan wajah ceria dan penuh semangat, para pengurus masjid menerima bingkisan yang berisi berbagai perlengkapan kebersihan dan kebutuhan ibadah. M Sofwan, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, mengungkapkan, “Kami ingin setiap masjid menjadi tempat yang bersih dan nyaman bagi jamaah. Ini adalah bentuk perhatian kami untuk mendukung kegiatan ibadah yang lebih baik.” Program "Ramadhan Bersih" yang diusung oleh BAZNAS Sidoarjo bersama Dewan Masjid Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan dan kenyamanan masjid. Bingkisan yang diberikan mencakup berbagai alat kebersihan, seperti kursi bulat untuk sholat, sikat lantai, alat pel, keset, sajadah, mukena, sarung, lampu LED, cairan pembersih, dan wadah besar. Sebanyak 40 masjid di Sidoarjo direncanakan untuk menerima bingkisan ini, sementara 10 masjid akan berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih. Ach Saleh, Wakil Ketua BAZNAS Sidoarjo, menambahkan, “Kami berharap dengan adanya bingkisan ini, masjid-masjid dapat lebih bersih dan nyaman. Ini adalah upaya kami untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menjaga kebersihan tempat ibadah.” Kegiatan ini bukan hanya sekadar distribusi barang, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan ikatan antar pengurus masjid. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat jelas di antara mereka. Dengan program "Ramadhan Berkah" ini, BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui cahaya zakat, diharapkan setiap masjid dapat menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan yang bersih, nyaman, dan penuh keberkahan. Semoga dengan bingkisan ini, setiap masjid dapat menjadi tempat yang memancarkan cahaya iman, menjadikan jamaah dapat beribadah dengan khusyuk dan penuh rasa syukur. Ramadhan adalah waktu untuk berbagi, dan BAZNAS Sidoarjo bertekad untuk memastikan bahwa setiap sudut masjid bersinar dengan kebersihan dan kenyamanan.
BERITA04/03/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Membangun Harapan di Bulan Ramadhan
Cahaya Zakat: Membangun Harapan di Bulan Ramadhan
Sidoarjo, 3 Maret 2025 – Di tengah suasana penuh berkah bulan Ramadhan, Baznas Sidoarjo yang diwakili oleh Wakil Ketua 3, Ach Saleh, SE, melakukan monitoring dan penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST) di kediaman Bapak Achmad Subakri, warga Desa Gagang Panjang, Tanggulangin. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nurul Hayat. Kedatangan tim Baznas dan Nurul Hayat disambut dengan wajah ceria Achmad Subakri dan istrinya. “Alhamdulillah, dinding rumah sebagian besar dari triplek sekarang bertembok semua. Anak saya juga gembira merasa rumahnya baru,” ujar Achmad dengan penuh syukur. Keluarga ini merasakan kekuatan zakat yang telah mengubah kehidupan mereka, menjadikan Ramadhan tahun ini penuh keberkahan dan rasa aman di rumah yang baru. Momen ini mengingatkan kita pada inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Moch. Dhamroni Chudlori, M.Si, pada 6 Februari 2025. Saat itu, Dhamroni dan rombongan meninjau kondisi rumah Achmad Subakri yang sangat memprihatinkan. Rumahnya yang terbuat dari terpal dan hanya memiliki lantai tanah tidak mampu melindungi keluarganya dari cuaca buruk. “Melihat kondisi seperti ini, hati saya tergerak. Kami tidak bisa tinggal diam,” ungkap Dhamroni dengan penuh empati. Ia segera menghubungi Baznas Sidoarjo untuk meminta perbaikan. “Ini bukan hanya soal rumah, tetapi juga tentang martabat dan kesejahteraan warga yang harus kami jaga,” tegasnya. Achmad Richie, staf pelaksana Baznas Sidoarjo, menjelaskan bahwa berkas administrasi pengajuan bantuan sudah diterima pada 20 Januari lalu. “Dalam waktu dekat, kami akan melakukan assessment dan tindak lanjutnya di bulan Februari ini,” ujarnya. Ini menjadi sinyal positif bagi warga yang membutuhkan, dan langkah nyata dalam mengatasi masalah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Transformasi rumah Achmad Subakri menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Desa Gagang Panjang. Dengan adanya bantuan ini, keluarga Subakri kini bisa merasakan kenyamanan dan keamanan di rumah mereka. Mereka merasakan betapa pentingnya peran zakat dalam meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen bahagia bagi keluarga Achmad Subakri, tetapi juga mengingatkan kita semua tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Cahaya zakat yang mengalir dari masyarakat kepada yang membutuhkan, menjadi harapan baru bagi banyak keluarga. Dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah ini, mari kita terus berkontribusi dan berbagi, sehingga cahaya zakat dapat menerangi lebih banyak rumah dan membawa kebahagiaan bagi banyak jiwa. Semoga momen ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbuat baik dan berbagi dengan sesama.
BERITA03/03/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: 400 Santri Sidoarjo Terima Kacamata Gratis
Cahaya Zakat: 400 Santri Sidoarjo Terima Kacamata Gratis
Sidoarjo, 3 Maret 2025 — Sebanyak 400 santri dari empat pondok pesantren di Sidoarjo akan menerima kacamata gratis sebagai bagian dari program "Ramadhan Sehat Bercahaya". Inisiatif ini merupakan kerjasama antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Sidoarjo, didukung oleh Sedekah Konsumen Alfamidi serta Yayasan Amal Mata Indonesia dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN). Ilmiyatul Faidah, pimpinan RSB Sidoarjo, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan setiap santri memiliki penglihatan yang baik, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran mereka. “Kami akan membagikan 100 kacamata per pondok pesantren, dan kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan mata serta vaksinasi influenza bagi pengurus dan takmir masjid,” jelasnya saat kunjungan ke Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Sukolegok, Sukodono. Sebagaimana dikabarkan sebelumnya , Program "Ramadhan Sehat Bercahaya" ini tidak hanya fokus pada kesehatan mata, tetapi juga memberikan vaksinasi influenza untuk 1.250 penerima manfaat, termasuk ulama dan petugas masjid. Pelaksanaan program ini dijadwalkan serentak di 24 Rumah Sehat BAZNAS di berbagai daerah, termasuk Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dalam sambutannya saat peluncuran program di Jakarta, menekankan pentingnya kesehatan di bulan suci Ramadhan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap santri tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki akses yang baik terhadap layanan kesehatan, terutama dalam hal penglihatan,” ujarnya. Program ini adalah contoh nyata bagaimana zakat dapat menjadi cahaya bagi yang membutuhkan. Melalui kolaborasi yang solid antara berbagai pihak, BAZNAS dan mitra-mitranya berupaya memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, santri diharapkan dapat menjalani proses belajar dengan lebih baik dan optimal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang sehat, tetapi juga menunjukkan bahwa zakat memiliki peran vital dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan semangat berbagi, diharapkan cahaya zakat akan terus bersinar, memberikan harapan dan kesehatan bagi banyak orang.
BERITA03/03/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Waktu Utama Menunaikan Zakat Maal di Bulan Ramadan
Cahaya Zakat: Waktu Utama Menunaikan Zakat Maal di Bulan Ramadan
Zakat maal merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam membersihkan harta dan jiwa seorang muslim. Sebagai cahaya zakat, ibadah ini tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membantu sesama. Namun, kapan waktu yang paling utama untuk menunaikan zakat maal? Jawabannya adalah bulan Ramadan, bulan yang penuh dengan keberkahan dan rahmat Allah. Bulan Ramadan adalah waktu yang paling utama untuk menunaikan zakat maal. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Tirmidzi, bahwa zakat maal wajib dikeluarkan setelah harta mencapai nishab dan telah berlalu satu tahun hijriyah. Ramadan menjadi momen yang tepat karena pada bulan ini, segala amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Dengan menunaikan zakat maal di bulan Ramadan, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga memperoleh cahaya zakat yang menerangi kehidupan kita. Selain itu, Ramadan adalah bulan di mana umat Islam berlomba-lomba dalam kebaikan. Menunaikan zakat maal pada bulan ini tidak hanya membantu membersihkan harta, tetapi juga menjadi sarana untuk berbagi dengan sesama. Zakat maal yang kita keluarkan akan menjadi cahaya zakat yang menerangi kehidupan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dengan demikian, zakat maal yang ditunaikan di bulan Ramadan akan memberikan dampak sosial yang lebih besar. Namun, selain Ramadan, waktu yang paling utama untuk menunaikan zakat maal adalah ketika ada kebutuhan mendesak dari saudara-saudara muslim yang membutuhkan. Zakat maal adalah instrumen sosial yang bertujuan untuk meringankan beban sesama. Oleh karena itu, jika ada kebutuhan mendesak, segeralah menunaikan zakat maal tanpa menunda-nunda. Cahaya zakat yang kita keluarkan akan menjadi penolong bagi mereka yang sedang kesulitan. Meskipun Ramadan adalah waktu yang paling utama, kita juga harus memahami bahwa zakat maal dapat ditunaikan kapan saja selama harta telah mencapai nishab dan telah berlalu satu tahun hijriyah. Jika ada kendala seperti kesibukan atau kondisi keuangan yang belum stabil, segeralah menunaikan zakat maal pada waktu yang memungkinkan. Yang terpenting adalah kita tidak menunda-nunda kewajiban ini, karena zakat maal adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. Dalam menunaikan zakat maal, selain memperhatikan waktu, kita juga harus memahami nishab dan jenis harta yang wajib dizakati. Dengan memahami ketentuan ini, kita dapat memastikan bahwa zakat maal yang kita keluarkan sesuai dengan syariat Islam. Cahaya zakat yang kita keluarkan tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga memberikan keberkahan dalam kehidupan kita. Mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum untuk menunaikan zakat maal dengan penuh keikhlasan. Dengan menunaikan zakat maal pada waktu yang paling utama, kita akan merasakan cahaya zakat yang menerangi hati dan kehidupan kita. Semoga zakat maal yang kita keluarkan menjadi jalan untuk meraih keberkahan dan rahmat Allah SWT di bulan Ramadan yang penuh berkah ini.
BERITA03/03/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Mesin Huller Bawa Harapan Baru bagi Petani Kopi di Banjarwangi
Cahaya Zakat: Mesin Huller Bawa Harapan Baru bagi Petani Kopi di Banjarwangi
Di Desa Mulyajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ada kisah menggembirakan yang mencerminkan kekuatan zakat. Mahrom, seorang petani kopi setempat, kini bisa tersenyum lega berkat bantuan mesin huller yang diperoleh dari sedekah konsumen Alfamidi melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) R. Inisiatif ini menjadi cahaya harapan bagi Mahrom dan petani lainnya. Sebelum kedatangan mesin huller, proses pengolahan kopi masih dilakukan secara manual, yang memakan waktu dan tenaga lebih banyak. Kini, dengan alat modern ini, mereka dapat mengolah hasil panen dengan lebih cepat dan efisien. “Dulu, kami harus bekerja keras berjam-jam untuk mengolah kopi. Sekarang, dengan mesin ini, semua jadi lebih mudah,” ungkap Mahrom. Peningkatan efisiensi ini bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga kualitas. Mesin huller membantu meningkatkan mutu biji kopi yang dihasilkan, memberi peluang lebih besar bagi petani untuk bersaing di pasar. Dengan hasil yang lebih baik, petani di Mulyajaya kini memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Bantuan ini juga menegaskan pentingnya peran zakat dalam memberdayakan masyarakat. Melalui kontribusi kecil dari konsumen, dampak yang besar dapat dirasakan oleh banyak orang. “Cahaya zakat membuat kami merasa diperhatikan dan didukung. Ini bukan hanya tentang mesin, tetapi tentang harapan dan masa depan kami,” tambah Mahrom. Inisiatif ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan lembaga zakat dalam menciptakan perubahan yang positif. Dengan dukungan yang tepat, petani seperti Mahrom dapat meraih masa depan yang lebih cerah. Mari kita terus dukung program-program yang memberdayakan masyarakat, agar lebih banyak individu merasakan manfaat dari zakat. Dengan bersatu, kita bisa menciptakan cahaya harapan bagi banyak orang di sekitar kita.
BERITA02/03/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: 10.500 Santri Pesantren Dapatkan Harapan Baru Melalui Program Kesehatan Mata
Cahaya Zakat: 10.500 Santri Pesantren Dapatkan Harapan Baru Melalui Program Kesehatan Mata
Di tengah bulan suci Ramadhan, sebuah inisiatif mulia lahir untuk memberikan harapan baru bagi 10.500 santri pesantren di Indonesia yang mengalami gangguan penglihatan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, bekerja sama dengan PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi), meluncurkan program "Ramadhan Sehat Bercahaya". Program ini menawarkan layanan pemeriksaan kesehatan mata dan vaksinasi influenza secara gratis, menjangkau santri dari berbagai penjuru negeri. Langkah Nyata untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Peluncuran program ini berlangsung di Gedung Institute BAZNAS RI, Jakarta, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Dalam sambutannya, Kiai Noor menekankan pentingnya program ini dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di bulan yang penuh berkah ini. “Kami ingin memastikan bahwa setiap santri memiliki penglihatan yang baik, mendukung pembelajaran mereka, dan membantu para imam menjalankan tugas ibadah dengan optimal,” ujarnya dengan penuh semangat. Program ini tidak hanya memberikan pemeriksaan mata, tetapi juga kacamata gratis bagi mereka yang membutuhkan. Selain itu, vaksinasi influenza disediakan untuk 1.250 penerima manfaat, termasuk ulama dan petugas masjid, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Edukasi Sebagai Pilar Kesehatan Lebih dari sekadar layanan kesehatan, program ini juga mengedepankan edukasi. Para santri dan petugas masjid akan diberikan pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan mata serta langkah-langkah pencegahan penyakit menular. Kiai Noor berharap, dengan edukasi ini, para santri tidak hanya mendapatkan penglihatan yang lebih baik, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam menjaga kesehatan di lingkungan mereka. Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra, menambahkan, “Setiap kontribusi dari konsumen Alfamidi akan disalurkan langsung ke BAZNAS untuk berbagai program sosial, termasuk kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.” Membangun Komunitas Sehat dan Berdaya Pelaksanaan program "Ramadhan Sehat Bercahaya" akan dilakukan serentak di 24 Rumah Sehat BAZNAS di berbagai daerah, termasuk Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar. Dengan melibatkan berbagai pihak, program ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan. Di tengah tantangan yang dihadapi, program ini menjadi sinar harapan bagi ribuan santri. Dengan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, mereka dapat mengejar impian dan cita-cita mereka tanpa terhalang oleh gangguan penglihatan. Ini adalah langkah penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berdaya. Inspirasi bagi Kita Semua Inisiatif ini mengingatkan kita bahwa kepedulian terhadap sesama adalah nilai yang harus terus dijaga. Mari kita dukung program-program sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di bulan yang penuh berkah ini. Dengan semangat berbagi, kita dapat menciptakan perubahan yang berarti dan berkelanjutan
BERITA01/03/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Hadirkan Rumah Layak Huni bagi 5 Penerima Manfaat di Ramadhan 1446 H Ini
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Hadirkan Rumah Layak Huni bagi 5 Penerima Manfaat di Ramadhan 1446 H Ini
Sidoarjo, 28 Februari 2025 – Menjelang Ramadhan 1446 H, Baznas Sidoarjo mengukir cerita penuh harapan dengan program rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH) bagi lima keluarga yang membutuhkan. Dalam sebuah acara yang sarat makna, tim Baznas yang dipimpin oleh Achmad Richie melakukan monitoring dan penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST) untuk memastikan bahwa setiap penerima manfaat dapat menyambut bulan suci dengan hunian yang layak. Dalam program ini, Baznas Sidoarjo mengunjungi kediaman Ibu Nanik Suhartatik di Desa Kalitengah, Bapak Sumardi di Desa Kalisampurno, Bapak Selamin di Desa Randegan, Bapak Konipan di Desa Medalem, dan Bapak Mat Edi di Desa Sidodadi. Setiap rumah yang telah direhab tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi setiap anggota keluarga. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Kini, kami bisa merasakan kenyamanan dan keamanan di rumah kami,” ungkap Bapak Selamin, dengan mata berbinar penuh haru. Ekspresi syukur dan terima kasih mengalir dari setiap keluarga, menciptakan momen yang hangat dan penuh kebahagiaan. Dari dokumentasi yang ditunjukkan, perbedaan mencolok antara kondisi sebelum dan sesudah rehabilitasi sangat terlihat. Rumah-rumah yang dulunya tampak tak layak kini telah disulap menjadi tempat tinggal yang nyaman dan aman. Setiap sudut rumah kini memancarkan semangat baru, menciptakan suasana yang mendukung ibadah di bulan suci. Program rehabilitasi RTLH ini merupakan bagian dari komitmen Baznas Sidoarjo untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama menjelang Ramadhan. Dengan semangat "Cahaya Zakat", Baznas mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program sosial yang bermanfaat. Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berbagi, dan setiap kontribusi Anda adalah cahaya yang menerangi kehidupan orang lain. “Dengan adanya program ini, kami berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Setiap rumah yang direhab adalah langkah kecil menuju perubahan besar,” tambah Achmad Richie, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan perubahan sosial. Baznas Sidoarjo berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi nyata bagi mereka yang membutuhkan. Dalam semangat Ramadhan yang penuh berkah, mari kita sambut bulan suci ini dengan hati yang bersih dan niat yang tulus untuk berkontribusi. Dengan langkah-langkah kecil, kita dapat menciptakan perubahan yang berarti bagi masyarakat, menjadikan Ramadhan 1446 H sebagai momen berkah bagi seluruh umat. Bersama Baznas Sidoarjo, mari kita wujudkan Ramadhan yang penuh kebaikan, serta menjadikan setiap sudut negeri ini bersinar dengan cahaya zakat. Dengan kolaborasi dan kepedulian, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik, di mana setiap orang berhak merasakan kebahagiaan dan kenyamanan dalam menjalani ibadah.
BERITA01/03/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Salurkan Alat Kebersihan untuk Masjid Nurul Huda di Kepetingan
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Salurkan Alat Kebersihan untuk Masjid Nurul Huda di Kepetingan
Sidoarjo, 28 Februari 2025 – Menjelang Ramadhan 1446 H, Baznas Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi umat dengan meluncurkan program "Ramadhan Bersih". Program ini diawali dengan penyaluran bantuan peralatan kebersihan ke Masjid Nurul Huda yang terletak di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Buduran. Inisiatif ini bertujuan untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan semangat berbagi dan kepedulian terhadap kebersihan tempat ibadah. Dalam program "Ramadhan Bersih", Baznas Sidoarjo berkolaborasi dengan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk membersihkan 10 masjid dan memberikan alat kebersihan kepada 40 masjid di berbagai daerah. Hari ini, M. Sofwan, staf pelaksana Baznas Sidoarjo, bersama timnya, melaksanakan penyerahan bantuan tersebut. M. Sofwan juga berkesempatan menjadi khatib Jum'at dalam program "Sidoarjo Taqwa", yang secara rutin menghadirkan khatib ke daerah terpencil, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mendalami ajaran agama. Dusun Kepetingan, meskipun terisolasi, menyimpan pesona alam yang luar biasa. Akses menuju dusun ini hanya dapat dilakukan dengan sepeda motor pada musim kemarau, mengingat jalur darat yang sempit. Namun, perjalanan melalui jalur sungai menjadi alternatif yang lebih menarik. Sungai yang mengalir dengan lebar 20 meter, dikelilingi pepohonan rindang, menciptakan suasana hijau yang menyejukkan hati. Pemandangan ini mengingatkan kita akan keindahan alam pedalaman Kalimantan, menjadikan perjalanan ke Kepetingan bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam. Kepetingan juga memiliki daya tarik tersendiri dengan adanya Makam Dewi Sekardadu, salah satu situs wisata religi yang menyimpan sejarah tentang Dewi Sekardadu, putri Raja Blambangan dari abad ke-14. Sayangnya, akses yang terbatas membuat tempat ini jarang dikunjungi, meskipun sangat layak untuk dijadikan tujuan ziarah bagi yang ingin merasakan nuansa religi dan sejarah yang kaya. Program "Sidoarjo Taqwa" yang digagas Baznas Sidoarjo memberikan angin segar bagi masyarakat Kepetingan. Kehadiran khatib secara rutin membuat warga lebih terhubung dengan ajaran agama dan nilai-nilai moral. Ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga momentum bagi warga untuk mendapatkan pembinaan spiritual yang selama ini sulit diakses. Program ini menghidupkan suasana spiritual di Kepetingan, mengingatkan kita bahwa agama dan nilai-nilai kebaikan dapat hadir di tempat-tempat terpencil sekalipun. Dengan semangat "Cahaya Zakat", Baznas Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program sosial yang bermanfaat. Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berbagi dan memberikan dampak positif bagi sesama. Mari kita sambut bulan suci ini dengan hati yang bersih dan niat yang tulus untuk berkontribusi, menjadikan Ramadhan 1446 H sebagai momen berkah bagi seluruh umat. Bersama Baznas Sidoarjo, mari kita wujudkan Ramadhan yang penuh berkah dan kebaikan, serta menjadikan setiap sudut negeri ini bersinar dengan cahaya zakat. Dengan kolaborasi dan kepedulian, kita dapat menciptakan perubahan yang berarti bagi masyarakat, menjadikan Ramadhan kali ini sebagai waktu untuk berbagi, belajar, dan tumbuh bersama.
BERITA28/02/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Hari Ini, Tarhib Ramadhan 1446 H Baznas Sidoarjo Salurkan Bantuan Senilai 96,5 Juta
Cahaya Zakat: Hari Ini, Tarhib Ramadhan 1446 H Baznas Sidoarjo Salurkan Bantuan Senilai 96,5 Juta
Sidoarjo, 27 Februari 2025 – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Baznas Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan yang dikemas dalam bentuk distribusi bantuan serentak. Setelah sukses menyasar sembilan kecamatan sebelumnya, hari ini, Baznas menuntaskan penyaluran bantuan kepada 131 penerima manfaat dengan total nilai mencapai Rp 96,5 juta. Ketua Baznas Kabupaten Sidoarjo, M Chasbil Azis Salju, atau yang akrab disapa Gus Jazuk, hadir langsung di Kecamatan Candi untuk menyerahkan bantuan kepada 14 penerima. Bantuan tersebut terdiri dari lima lembaga, termasuk masjid, mushollah, dan yayasan/TPQ, serta delapan bantuan biaya hidup dan satu kursi roda. Sayangnya, kursi roda tersebut harus dikembalikan karena penerima manfaat sudah meninggal. “Total penerima manfaat dari kegiatan ini mencapai 449 individu dan lembaga. Jika kita hitung secara riil, jumlah penerima manfaat individu lebih dari 600 orang,” jelas Gus Jazuk. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai lembaga yang menyasar penerima manfaat dengan jumlah 25-40 individu, termasuk partisipasi dari sekolah-sekolah. Lebih dari 67% dari total kegiatan ini merupakan bagian dari program Sidoarjo Cerdas, yang memberikan bantuan biaya pendidikan dan berbagai bentuk dukungan lainnya. “Total nilai anggaran untuk kegiatan ini mencapai lebih dari Rp 330 juta,” tambahnya. Tarhib Ramadhan ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi. “Ramadhan adalah momen istimewa yang hanya datang sekali dalam setahun. Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Barang siapa yang hari ini lebih baik daripada kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung,'” ungkap Gus Jazuk. Dengan semangat berbagi, Baznas Sidoarjo berkomitmen untuk memberikan "Cahaya Zakat" kepada mereka yang membutuhkan, menjadikan Ramadhan sebagai bulan berkah bagi seluruh masyarakat. Penyaluran bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban penerima manfaat tetapi juga menginspirasi muzaki untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan bersama. Gus Jazuk berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat Sidoarjo untuk lebih aktif dalam berzakat. “Keberkahan Ramadhan harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami optimis program ini akan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi penerima manfaat,” tutupnya. Dengan kegiatan Tarhib Ramadhan ini, Baznas Sidoarjo menunjukkan komitmennya untuk menjadikan bulan suci sebagai waktu untuk berbagi dan meningkatkan kepedulian sosial, mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam aksi kebaikan.
BERITA27/02/2025 | sudrab
Cahaya Zakat di Tengah Genangan Tanggulangin: Baznas Sidoarjo Buktikan Ramadhan Adalah Bulan Berbagi Tanpa Batas
Cahaya Zakat di Tengah Genangan Tanggulangin: Baznas Sidoarjo Buktikan Ramadhan Adalah Bulan Berbagi Tanpa Batas
Sidoarjo, 26 Februari 2025 – Cahaya zakat menyinari Kabupaten Sidoarjo menjelang Ramadhan 1446 H. Baznas Sidoarjo menggelar distribusi bantuan serentak di sembilan kecamatan dari total 18 kecamatan yang ada. Namun, di Kecamatan Tanggulangin, petugas Baznas dihadapkan pada tantangan tak terduga: banjir setinggi 15-20 cm menggenangi jalan raya depan kantor kecamatan hingga halaman pendopo. Meski banjir mengepung, semangat para penerima manfaat tak surut. Mereka datang bergelombang, menembus genangan air demi menerima bantuan yang telah disiapkan. “Alhamdulillah, dari 73 penerima manfaat yang kita undang, semua bisa datang,” ujar M. Naim, pimpinan pelaksana Baznas Sidoarjo yang bertugas di lokasi. Naim bahkan terlihat bergegas menggendong anak-anak penerima manfaat yang masih bersekolah di Raudhotul Atfal (RA) atau TK-Taman Kanak. “Meski banjir mengepung, semangat mereka luar biasa,” cetusnya. Kegiatan yang dikenal dengan nama Tarhib Ramadhan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dan menyiapkan diri menyambut bulan berkah. Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar, atau yang akrab disapa Gus Jazuk, menyampaikan bahwa hari ini sebanyak 368 penerima manfaat menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp 233,5 juta. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan keceriaan dan semangat bagi masyarakat menjelang Ramadhan,” ungkapnya. Banjir memang sempat membuat situasi menjadi sedikit rumit, namun hal itu tak mengurangi antusiasme para penerima manfaat. Mereka datang dengan penuh semangat, menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan kebersamaan. “Ini adalah bukti nyata dari semangat Ramadhan yang tak tergoyahkan,” tambah Naim. Baznas Sidoarjo terus berkomitmen untuk memberikan cahaya zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan dapat meringankan beban dan memberikan keceriaan bagi mereka yang kurang beruntung. “Kami ingin memastikan bahwa semua lapisan masyarakat bisa merayakan Ramadhan dengan penuh kebahagiaan,” kata Gus Jazuk. Ramadhan memang bulan penuh berkah, dan melalui kegiatan Tarhib Ramadhan ini, Baznas Sidoarjo berharap dapat menyebarkan lebih banyak kebaikan dan kebahagiaan. “Ini adalah wujud nyata dari semangat berbagi dan kepedulian kita sebagai sesama,” pungkas Gus Jazuk. Dengan semangat yang tak kenal lelah, Baznas Sidoarjo terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Banjir mungkin menghadang, namun semangat berbagi dan kebersamaan tak pernah surut. Cahaya zakat terus menyinari, membawa harapan dan kebahagiaan bagi semua.
BERITA26/02/2025 | sudrab
Baznas Sidoarjo Gelar Distribusi Bantuan Menyambut Ramadhan 1446 H
Baznas Sidoarjo Gelar Distribusi Bantuan Menyambut Ramadhan 1446 H
Sidoarjo, 26 Februari 2025 – Dalam semangat menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Baznas Sidoarjo melaksanakan kegiatan distribusi bantuan secara serentak di sembilan kecamatan dari total 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang dikenal dengan nama Tarhib Ramadhan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dan menyiapkan diri menyambut bulan berkah. Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar, atau akrab disapa Gus Jazuk, menyampaikan bahwa hari ini sebanyak 368 penerima manfaat menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp 233,5 juta. "Kami berharap bantuan ini dapat memberikan keceriaan dan semangat bagi masyarakat menjelang Ramadhan," ungkapnya. Gus Jazuk juga menambahkan bahwa total penerima manfaat dari kegiatan ini mencapai 449 individu dan lembaga. "Jika kita hitung secara riil, jumlah penerima manfaat individu lebih dari 600 orang," jelasnya. Kegiatan ini juga melibatkan lembaga-lembaga yang menyasar penerima manfaat dengan jumlah 25-40 individu, termasuk partisipasi di sekolah-sekolah. Lebih dari 67% dari total kegiatan ini merupakan bagian dari program Sidoarjo Cerdas, yang memberikan bantuan biaya pendidikan dan berbagai bentuk dukungan lainnya. "Total nilai anggaran untuk kegiatan ini mencapai lebih dari Rp 330 juta," tambah Gus Jazuk. Kegiatan Tarhib Ramadhan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi. "Ramadhan adalah momen istimewa yang hanya datang sekali dalam setahun. Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Barang siapa yang hari ini lebih baik daripada kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung,'" katanya. Dengan semangat berbagi, Baznas Sidoarjo berkomitmen untuk memberikan "Cahaya Zakat" kepada mereka yang membutuhkan, menjadikan Ramadhan sebagai bulan berkah bagi seluruh masyarakat. Penyaluran bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban penerima manfaat tetapi juga menginspirasi muzaki untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan bersama. Gus Jazuk berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat Sidoarjo untuk lebih aktif dalam berzakat. "Keberkahan Ramadhan harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami optimis program ini akan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi penerima manfaat," tutupnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di masyarakat, sehingga Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah dan kebaikan bagi semua.
BERITA26/02/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: BAZNAS Sidoarjo Gelar Survei RTLH, WBS, dan Bantuan Pendidikan Jelang Ramadhan
Cahaya Zakat: BAZNAS Sidoarjo Gelar Survei RTLH, WBS, dan Bantuan Pendidikan Jelang Ramadhan
Sidoarjo, 25 Februari 2025 – Menyambut Ramadhan Berkah 2025, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo kembali menebar Cahaya Zakat melalui serangkaian kegiatan sosial, termasuk survei Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), program Warung Berkah Sedekah (WBS), dan penyerahan Bantuan Biaya Pendidikan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan bantuan zakat tepat sasaran. 1. Survei RTLH: Persiapan Rehabilitasi Rumah Warga Tim BAZNAS Sidoarjo melakukan survei kondisi fisik dan administrasi untuk program RTLH di empat lokasi berbeda. Survei ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan rehabilitasi rumah yang direncanakan mulai bulan Maret 2025. Berikut detail survei yang dilakukan: - Kediaman Bapak Pujiono (Desa Tempel, Krian): Seorang tukang becak yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. - Kediaman Bapak Baidowi (Kelurahan Kemasan, Krian): Rumah dengan kebutuhan perbaikan struktural yang mendesak. - Kediaman Ibu Maslachah (Desa Wage, Taman): Rumah dengan dinding bambu dan atap yang sudah lapuk. - Kediaman Bapak Abdullah Halim (Desa Kepuh Kiriman, Waru): Rumah dengan dinding yang masih bergabung dengan rumah saudara. Survei ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan zakat yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi penerima manfaat. 2. Warung Berkah Sedekah: Berbagi Makanan dan Layanan Kesehatan Gratis Program Warung Berkah Sedekah (WBS) digelar di Kawasan Perumahan Citra City Residence, Desa Sarirogo. Acara ini dimulai pukul 11.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari. WBS menghadirkan dua layanan utama: - Pembagian Makanan Gratis: Masyarakat kurang mampu mendapatkan paket makanan siap santap yang bergizi. - Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis: Bekerja sama dengan Rumah Sehat BAZNAS (RSB), warga bisa memeriksakan kesehatan secara cuma-cuma, termasuk cek tekanan darah, gula darah, dan konsultasi medis. Kegiatan ini didukung penuh oleh UPZ BAZNAS Masjid Baitul Makmur, yang turut mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat. 3. Bantuan Biaya Pendidikan: Dukungan untuk Generasi Muda BAZNAS Sidoarjo juga memberikan perhatian pada pendidikan dengan menyerahkan Bantuan Biaya Pendidikan kepada 10 siswa penerima manfaat di MTS Darul Huda, Jabon. Penyerahan bantuan ini dilakukan di kantor BAZNAS setelah adanya penyesuaian jadwal karena agenda sekolah. Kolaborasi untuk Kesejahteraan Masyarakat Kegiatan 25 Februari 2025 ini menjadi bukti nyata sinergi antara BAZNAS Sidoarjo, RSB, dan UPZ Masjid Baitul Makmur dalam menyebarkan Cahaya Zakat kepada masyarakat. Dengan semangat Ramadhan Berkah yang semakin dekat, BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif melalui program-program berkelanjutan.
BERITA25/02/2025 | sudrab
Baznas Sidoarjo Siapkan Penyaluran Serentak "Cahaya Zakat" Jelang Ramadhan 1446 H
Baznas Sidoarjo Siapkan Penyaluran Serentak "Cahaya Zakat" Jelang Ramadhan 1446 H
Sidoarjo, 25 Februari 2025 – Menyambut kehadiran bulan suci Ramadhan 1446 H, Baznas Sidoarjo akan melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan secara serentak di 16 kecamatan. Acara bertajuk "Cahaya Zakat: Memberikan Keajaiban Muzaki dan Mustahik" ini dijadwalkan berlangsung pada 26-27 Februari 2025, dengan melibatkan delapan kecamatan setiap harinya. Ketua Baznas Sidoarjo, Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), mengungkapkan bahwa total penerima manfaat langsung dari kegiatan ini mencapai 449 individu dan lembaga. "Jika kita hitung secara riil, jumlah penerima manfaat individu lebih dari 600 orang," jelasnya. Beberapa lembaga juga menyasar penerima manfaat dengan jumlah 25-40 individu, termasuk kegiatan partisipasi di sekolah-sekolah. Lebih dari 67% dari kegiatan ini merupakan bagian dari program Sidoarjo Cerdas, yang memberikan bantuan biaya pendidikan dan berbagai bentuk dukungan lainnya. Gus Jazuk menambahkan, "Total nilai anggaran untuk kegiatan ini mencapai lebih dari 330 juta rupiah." Kegiatan Tarhib Ramadhan ini bertujuan untuk menyambut bulan suci dengan penuh kelapangan hati dan kesiapan lahir batin. Menurut Gus Jazuk, persiapan ini sangat penting karena Ramadhan adalah momen istimewa yang hanya datang sekali dalam setahun. Dalam konteks ini, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barang siapa yang hari ini lebih baik daripada kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung." Dengan semangat berbagi, Baznas Sidoarjo berkomitmen untuk memberikan "Cahaya Zakat" kepada mereka yang membutuhkan, menjadikan Ramadhan sebagai bulan berkah bagi seluruh masyarakat. Penyaluran bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban penerima manfaat tetapi juga menginspirasi muzaki untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat Sidoarjo untuk lebih aktif dalam berzakat, sehingga keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Baznas Sidoarjo optimis bahwa program ini akan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi penerima manfaat. Sebagai penutup, Gus Jazuk mengajak seluruh masyarakat untuk bersiap-siap menyambut Ramadhan dengan hati yang penuh kebahagiaan dan semangat berbagi. "Mari kita sambut bulan suci ini dengan penuh rasa syukur dan kepedulian kepada sesama," tutupnya.
BERITA25/02/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Program OASE untuk Ramadhan Berkah 1446 H di Baznas Sidoarjo
Cahaya Zakat: Program OASE untuk Ramadhan Berkah 1446 H di Baznas Sidoarjo
Sidoarjo, 25 Februari 2025 — Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Baznas Sidoarjo mempersembahkan program OASE (Orang Tua Asuh Sehari) yang bertujuan untuk memberikan kebahagiaan dan keceriaan kepada anak-anak yatim. Program ini akan dilaksanakan pada Minggu, 9 Maret 2025, di Mall Lippo Sidoarjo, di mana sebanyak 150 anak yatim akan berbelanja dengan uang saku yang telah disediakan. Setiap anak akan mendapatkan voucher atau uang saku belanja sebesar Rp 500.000, hasil kerjasama antara Baznas Jatim dan BRI. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak yatim, serta menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian dari masyarakat. “Insya Allah, Ibu Khofifah akan hadir dan ikut berbelanja sebagai salah satu orang tua asuh sehari untuk mendampingi salah satu anak yatim di Lippo Mall,” ungkap Em Luqman, Wakil Ketua 1 Baznas Sidoarjo selaku penanggung jawab (PIC) program OASE. Kehadiran Ibu Khofifah diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi anak-anak yatim yang terlibat. Em Luqman menambahkan bahwa saat ini sudah ada 150 anak yatim yang tercover dalam program OASE. Namun, jika ada individu atau perusahaan yang ingin berkontribusi lebih, mereka dipersilakan untuk berpartisipasi. “Kami terbuka untuk menerima tambahan alokasi uang saku, sehingga kapasitas belanja anak yatim bisa lebih besar,” jelasnya. Program OASE bukan hanya sekadar belanja, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang dari masyarakat kepada anak-anak yatim. Diharapkan, dengan adanya program ini, anak-anak dapat merasakan kebahagiaan dan kasih sayang yang tulus dari orang-orang di sekitar mereka. Dalam penutupan, Em Luqman mengajak semua pihak untuk berpartisipasi. “Kalau dianggap 150 anak terlalu sedikit, atau Rp 500.000 per anak kurang, mari kita undang dan ajak para muzaki dan munfiq untuk terlibat pada OASE 9 Maret nanti. Semakin banyak yang menerima, semakin banyak yang tersenyum, dan diharapkan dapat memberikan senyum kepada yatim jelang lebaran,” tutupnya,(24 feb 2025) Program OASE ini adalah wujud nyata dari semangat berbagi dan kepedulian yang tinggi di bulan Ramadhan. Dengan dukungan dari masyarakat, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di Sidoarjo. Mari kita bersama-sama menyebarkan cahaya zakat dan menjadikan Ramadhan kali ini penuh berkah.
BERITA25/02/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Profil Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS Nabila dan Aziz
Cahaya Zakat: Profil Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS Nabila dan Aziz
Sidoarjo, 25 Februari 2025 — Dalam upaya mendukung generasi muda yang berprestasi, BAZNAS mempersembahkan dua mahasiswa luar biasa yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmen tinggi dalam bidang akademik dan sosial. Mari kita berkenalan dengan mereka, yang merupakan cahaya zakat bagi masyarakat! Nabila Turizki Balqis: Mahasiswa Berprestasi dari Jambi ???? Nabila Turizki Balqis, mahasiswa Sastra Inggris di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi, adalah penerima beasiswa Cendekia BAZNAS yang patut dicontoh. Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87, Nabila tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan non-akademik. Fokus studinya meliputi linguistik, kewirausahaan Islam, seni sastra, dan drama Inggris. Nabila juga telah meraih Beasiswa Unit Pengembangan Bahasa Jambi, menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu dan sosial. Sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris, ia berperan aktif dalam membina minat mahasiswa lain dalam bidang akademik dan budaya. Tak hanya itu, Nabila juga menjadi Duta Prestasi Nasional, mewakili Jambi dalam acara internasional di Singapura dan Malaysia. Pengalamannya sebagai pewara dan pembaca berita membuatnya meraih berbagai penghargaan, termasuk sebagai salah satu dari 10 besar Presenter TV Nasional di TVRI Jambi. Di bidang kewirausahaan, Nabila mendirikan merk parfum Aroma Turiz, yang telah menjual hampir 100 produk sejak Desember 2024. Ia juga mengajar bahasa Inggris di Turiz English Course (TEC) dan Platform Superproof, memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan. Nabila aktif dalam kegiatan sosial, menjadi anggota Komunitas Beranda Perempuan dan Forum Indonesia Muda, berkontribusi dalam pemberdayaan wanita dan edukasi. Dengan kombinasi prestasi akademik dan kepemimpinan, Nabila adalah cahaya zakat yang bersinar di tengah masyarakat, terus berupaya membawa perubahan positif dan menginspirasi generasi muda. Aziz Asya Dicky: Alumni Berprestasi dengan IPK Sempurna ???? Selanjutnya, kita berkenalan dengan Aziz Asya Dicky, alumni angkatan kedua Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) asal Koto Baru Padang. Kini menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Jakarta, Aziz berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 pada semester pertamanya. Aziz diterima di perguruan tinggi melalui jalur Beasiswa Nilai Rapor dan Hafiz Qur’an. Selama di SCB, ia menghafal 12 juz Al-Qur'an dan 120 hadist pilihan, serta aktif sebagai da’i dalam berbagai acara. Rekam jejak prestasinya yang mengesankan termasuk Juara 1 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Lomba Pidato tingkat provinsi. Aziz percaya bahwa setiap individu memiliki potensi besar untuk mencapai kesuksesan. "Kita jauh lebih besar dari apa yang kita pikirkan," ujarnya. Dengan semangat yang tinggi, ia terus berusaha untuk menginspirasi teman-teman sebayanya. BAZNAS berkomitmen untuk mendukung pendidikan generasi muda melalui berbagai program beasiswa dan bantuan pendidikan. Dukungan ini bertujuan untuk mencetak pemimpin masa depan yang berakhlak mulia dan berkontribusi bagi masyarakat. Dengan hadirnya Nabila dan Aziz, kita melihat bagaimana cahaya zakat dapat membawa perubahan positif dan menciptakan Ramadhan berkah bagi banyak orang. Mari kita dukung mereka dalam perjalanan menuju kesuksesan! ?????
BERITA25/02/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Bantuan Biaya Kesehatan untuk Ananda “Mohammad” di RSUD Notopuro
Cahaya Zakat: Bantuan Biaya Kesehatan untuk Ananda “Mohammad” di RSUD Notopuro
Sidoarjo, 24 Februari 2025 – Dalam suasana penuh haru, Baznas Sidoarjo distribusi bantuan biaya kesehatan untuk Mohammad( bukan nama sebenarnya, Red) , bayi berusia 10 bulan, yang terpaksa terbaring di RSUD Notopuro tak bisa pulang sejak hari Jumat lalu. Keluarga Mohammad, yang diwakili oleh Ibu Mawar(Bukan nama sebenarnya,Red), seorang ibu rumah tangga, terpaksa berjuang melawan keterbatasan biaya pelunasan rawat inap. Kondisi ini menjadi semakin rumit ketika terungkap bahwa Mohammad belum terdaftar dalam kartu keluarga, meskipun mereka telah memiliki kartu BPJS - PBI. Di tengah upaya Pemkab Sidoarjo untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC), situasi ini menunjukkan adanya tantangan dalam administrasi kependudukan yang perlu segera diatasi. Ahmad Hamdani, staf pelaksana distribusi Baznas Sidoarjo, menjelaskan pentingnya dokumen kependudukan yang selalu diperbarui. "Banyak hal bisa diselesaikan dengan administrasi kependudukan yang up to date. Dalam kasus ini, dokumen yang tidak lengkap menjadi penghalang bagi keluarga Mohammad untuk mendapatkan layanan kesehatan yang semestinya," ungkapnya. Dampak dari situasi ini tidak hanya dirasakan oleh Mohammad dan keluarganya, tetapi juga menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya kepemilikan dokumen administrasi yang lengkap. Dalam pertemuan tersebut, aktivis LSM Advokasi Kesehatan dan Pendidikan turut mendampingi keluarga, memberikan dukungan moral dan informasi terkait hak-hak mereka dalam mendapatkan layanan kesehatan. Bantuan yang diberikan oleh Baznas Sidoarjo merupakan salah satu bentuk nyata dari "Cahaya Zakat" yang diharapkan dapat menerangi jalan bagi mereka yang membutuhkan. Ramadhan yang penuh berkah menjadi momentum yang tepat untuk saling membantu, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan. Ibu Mawar, dalam pernyataannya, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. "Kami sangat berterima kasih kepada Baznas dan semua pihak yang telah membantu kami. Tanpa bantuan ini, kami tidak tahu harus berbuat apa," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Kisah Mohammad bukanlah yang pertama, dan kemungkinan besar tidak akan menjadi yang terakhir. Namun, upaya Baznas Sidoarjo dan dukungan masyarakat diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih baik, di mana setiap anak, termasuk Mohammad, dapat menerima perawatan yang mereka butuhkan tanpa harus terhambat oleh masalah administrasi. Dalam semangat Ramadhan yang penuh berkah ini, mari kita bersama-sama berkontribusi untuk menciptakan perubahan positif. Setiap donasi yang diberikan, sekecil apapun, dapat menjadi cahaya harapan bagi mereka yang berada dalam kesulitan.
BERITA24/02/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Harapan Baru untuk Ibu Sukesi di Ramadan Berkah
Cahaya Zakat: Harapan Baru untuk Ibu Sukesi di Ramadan Berkah
Sidoarjo, 24 Februari 2025 – Senin pagi yang cerah membawa harapan baru bagi Ibu Sukesi, 62 tahun, warga Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan. Setelah berbulan-bulan tinggal dalam kondisi rumah yang memprihatinkan, Ibu Sukesi akhirnya bisa tersenyum lepas. Rumah yang ia tinggali bersama suaminya, seorang tukang tambal ban, mengalami kerusakan parah sejak 25 Desember 2024. Namun, hari ini, kedatangan tim dari Baznas Sidoarjo membawa kabar baik. Tim yang dipimpin oleh M. Ilhammuddin, Wakil Ketua IV Baznas Sidoarjo, melakukan peninjauan untuk melakukan assessment kondisi rumah Ibu Sukesi. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan rumahnya dalam program rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang akan dilaksanakan bulan Maret mendatang. “Alhamdulillah, kami sudah melaporkan kondisi rumah ini kepada Kepala Desa, dan beliau siap memberikan dukungan untuk kelengkapan administrasinya,” ujar Pak Ilham dengan penuh semangat. Ia menambahkan bahwa proses rehabilitasi ini diharapkan dapat segera dimulai, memberikan Ibu Sukesi dan suaminya tempat tinggal yang layak. Ibu Sukesi, yang kini menggunakan tongkat dalam aktivitas sehari-harinya, mengungkapkan rasa syukurnya. “Terima kasih kepada Baznas yang sudah merespons dan menyatakan bahwa rumah kami bisa direhab. Ini adalah harapan baru bagi kami,” tuturnya dengan mata berbinar. Kondisi rumah Ibu Sukesi memang memprihatinkan. Atap yang ambruk dan dinding yang retak menciptakan suasana tidak nyaman dan berisiko bagi keselamatan mereka. Namun, dengan program rehabilitasi RTLH ini, harapan untuk memiliki rumah yang aman dan nyaman semakin mendekati kenyataan. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Baznas Sidoarjo untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Dengan tema "Cahaya Zakat" dan "Ramadan Berkah", Baznas berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran Baznas Sidoarjo di Desa Sawotratap tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga mengembalikan harapan dan semangat bagi warganya. “Kami ingin setiap orang merasakan keberkahan Ramadan, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Pak Ilham. Dengan langkah ini, Ibu Sukesi dan suaminya tidak lagi merasa sendirian dalam perjuangan mereka. Dukungan dari Baznas Sidoarjo menjadi sinar harapan yang menghangatkan hati, menjadikan Ramadan kali ini lebih berarti. Kisah Ibu Sukesi adalah salah satu dari banyak cerita yang dihadirkan oleh Baznas Sidoarjo dalam upayanya untuk menciptakan perubahan nyata di masyarakat. Dengan program-program seperti RTLH, diharapkan lebih banyak warga dapat merasakan manfaat dari zakat dan berbagi berkah di bulan suci ini. **#CahayaZakat #RamadhanBerkah**
BERITA24/02/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Kolaborasi Baznas Sidoarjo dan MUI dalam Pembinaan Mualaf
Cahaya Zakat: Kolaborasi Baznas Sidoarjo dan MUI dalam Pembinaan Mualaf
Sidoarjo, 23 Februari 2025 – Aula Majlis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo menjadi saksi bagi sebuah langkah bersejarah dalam pembinaan para mualaf, atau pemeluk baru agama Islam. Kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo dan MUI ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan bimbingan yang berkelanjutan bagi mereka yang baru saja memeluk agama Islam. Pertemuan yang diadakan hari ini tidak sekadar formalitas, melainkan sebuah upaya nyata untuk memahami kebutuhan para mualaf. Sebelum sesi sharing dimulai, para peserta melakukan penilaian diri melalui form asesmen yang dirancang untuk mengidentifikasi pemahaman dasar keislaman, praktik ibadah, serta kebutuhan sosial mereka. Form ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemahaman tentang rukun Islam hingga tantangan yang dihadapi setelah memeluk agama baru. M. Ilhamuddin, salah satu panitia pembinaan mualaf, menjelaskan pentingnya keterlibatan aktif para mualaf dalam menentukan materi dan metode pembelajaran yang sesuai. “Kedepan, kami berharap para mualaf dapat menyepakati waktu, tempat, dan materi yang ingin mereka ikuti. Ini penting agar pembinaan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ungkapnya. Imam Sa’dudin, salah satu pembina dari MUI Sidoarjo, menekankan perlunya keterbukaan antara semua pihak terkait. “Saling keterbukaan akan memastikan bahwa apa yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan para mualaf. Ini adalah langkah awal yang sangat penting,” katanya. Dengan pendekatan yang inklusif ini, diharapkan para mualaf dapat merasa lebih nyaman dan termotivasi dalam perjalanan spiritual mereka. Agenda pembinaan berikutnya sudah ditetapkan, di mana pada tanggal 2 Maret 2025, para mualaf akan kembali berkumpul di kantor MUI untuk membahas praktik ibadah dan pembelajaran bacaan Al-Qur’an. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi mereka pemahaman yang lebih mendalam serta kemampuan dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Baznas Sidoarjo dan MUI untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin, serta memperkuat komunitas Muslim di Sidoarjo. Dengan mengedepankan prinsip berbagi dan saling mendukung, program ini diharapkan dapat menjadi cahaya bagi para mualaf, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Melalui kolaborasi ini, Baznas dan MUI tidak hanya memberikan pengetahuan agama, tetapi juga membangun jaringan sosial yang solid bagi para mualaf. Dalam dunia yang sering kali terasa asing bagi mereka, dukungan dari komunitas menjadi sangat penting. Dengan harapan dan semangat yang tinggi, langkah ini diharapkan dapat membawa berkah dan kebaikan bagi semua yang terlibat, menjadikan Ramadhan sebagai waktu yang penuh makna dan kesempatan untuk memperdalam iman. Sebagai penutup, pertemuan ini bukan hanya sekadar pembinaan, tetapi juga sebuah komitmen untuk memastikan bahwa setiap mualaf merasa diterima dan didukung dalam perjalanan iman mereka. Dengan cahaya zakat dan berkah Ramadhan, semoga langkah ini menjadi awal dari banyak kebaikan yang akan datang.
BERITA23/02/2025 | sudrab
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat