Berita Terbaru
BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Program "Sidoarjo Sehat" dengan Salurkan Bantuan untuk Dua Penderita Penyakit Kronis
SIDOARJO - Dua warga Desa Bringin Bendo, Kecamatan Taman, kembali merasakan kepedulian nyata dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo melalui program unggulan "Sidoarjo Sehat". Pada Senin (21/7), tim BAZNAS langsung mendatangi kediaman Bapak Samsuri dan Bapak Ikhwan untuk menyalurkan bantuan biaya kesehatan yang sangat mereka butuhkan.
Kondisi Bapak Samsuri yang telah berjuang melawan stroke selama tujuh tahun terakhir mencerminkan perjuangan panjang seorang kepala keluarga yang tak pernah menyerah. Begitu pula dengan Bapak Ikhwan, yang sudah satu dekade menghadapi penyakit "kecetit" tulang punggung yang kini telah menyebar hingga menyerang syaraf matanya, membuat aktivitas sehari-harinya semakin terbatas.
"Ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi bentuk kepedulian konkret terhadap sesama yang sedang berjuang melawan penyakit," ujar M. Sofwan,Staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, salah satu tim BAZNAS yang terlibat langsung dalam kegiatan distribusi ini. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi solid antara BAZNAS dengan aparatur kelurahan setempat.
Tim distribusi yang terdiri dari M. Sofwan, Dani Prabowo, Ahmad Faiz, bersama Iwan selaku i Kesra setempat dan staf kelurahan, menunjukkan sinergitas nyata dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan. Pendekatan personal dan kunjungan langsung ke rumah penerima manfaat membuktikan komitmen BAZNAS Sidoarjo dalam memberikan pelayanan terbaik.
Kehadiran program "Sidoarjo Sehat" menjadi angin segar bagi keluarga yang berjuang dengan keterbatasan ekonomi akibat biaya pengobatan yang terus membengkak. Bantuan tunai yang diberikan kepada masing-masing penerima diharapkan dapat meringankan beban finansial untuk kebutuhan medis mereka.
Menariknya, Bapak Ikhwan yang selama ini rutin berobat ke RS Dr. Sutomo Surabaya menyampaikan keinginannya untuk pindah ke fasilitas kesehatan yang lebih dekat di Sidoarjo. Hal ini menunjukkan pentingnya aksesibilitas layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat.
Dusun Bringin Wetan, Bringin Bendo, Taman, menjadi saksi bisu bagaimana program filantropi Islam melalui zakat dapat menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Setiap rupiah yang diamanahkan masyarakat kepada BAZNAS terbukti tersalurkan tepat sasaran untuk kemanfaatan umat.
Program "Sidoarjo Sehat" ini membuktikan bahwa BAZNAS Sidoarjo tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga memahami kebutuhan spesifik setiap penerima manfaat. Dengan pendekatan yang humanis dan solusi yang berkelanjutan, BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran strategis lembaga zakat dalam mewujudkan keadilan sosial melalui redistribusi wealth untuk kesehatan masyarakat yang lebih baik.
BERITA21/07/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Korban Kecelakaan Patah Tulang Belakang
SIDOARJO - Kepedulian terhadap sesama kembali dibuktikan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Sidoarjo melalui penyaluran bantuan biaya kesehatan kepada Ibu Machfuriah, korban kecelakaan lalu lintas yang mengalami patah tulang belakang.
Tragedi menimpa warga Candi Sayang, Desa Candi, Kecamatan Candi ini ketika mengendarai sepeda motor di kawasan Alun-alun Sidoarjo. Tepat di depan Toko Hartono Electronic, kendaraan yang dikendarai Ibu Machfuriah ditabrak dari belakang hingga menyebabkan cedera serius berupa patah tulang belakang.
"Kondisi Ibu Machfuriah sangat memerlukan tindakan medis berupa operasi. Sebagai ibu rumah tangga dengan suami yang bekerja sebagai sopir freelance, beban biaya pengobatan tentu sangat berat bagi keluarga ini," ungkap Drs. Achmad Saleh, Wakil Ketua BAZNAS Sidoarjo saat menyerahkan bantuan.
Distribusi bantuan kesehatan ini dilaksanakan pada Ahad, 20 Juli 2025, pukul 15.30-15.45 WIB di kediaman penerima bantuan di Candi Sayang RT 09 RW 02. Kegiatan ini melibatkan langsung Drs. Achmad Saleh selaku Wakil Ketua BAZNAS Sidoarjo, Pak Adi sebagai Ketua RT setempat, serta Pak Hasyim yang merupakan tokoh masyarakat di wilayah tersebut.
Kondisi ekonomi keluarga Ibu Machfuriah yang terbatas menjadi pertimbangan utama BAZNAS Sidoarjo dalam memberikan bantuan ini. Suaminya yang berprofesi sebagai sopir freelance memiliki penghasilan tidak tetap, sementara Ibu Machfuriah kini harus menjalani perawatan intensif pasca operasi.
"Kecelakaan ini benar-benar mengubah kehidupan keluarga kami. Kami sangat bersyukur ada BAZNAS yang peduli dan membantu meringankan beban biaya pengobatan," ungkap salah seorang anggota keluarga yang mendampingi saat penyerahan bantuan.
Assessment yang dilakukan BAZNAS menunjukkan bahwa Ibu Machfuriah memerlukan perawatan jangka panjang untuk proses pemulihan. BAZNAS juga berkomitmen membantu kebutuhan rawat jalan selama masa pemulihan.
Bantuan ini merupakan wujud nyata dari program kesehatan BAZNAS Sidoarjo yang fokus membantu masyarakat kurang mampu yang mengalami musibah. Dengan dukungan masyarakat melalui zakat, infaq, dan sedekah, BAZNAS terus berupaya menghadirkan solusi bagi mereka yang membutuhkan.
"Ini adalah bentuk kepedulian kita semua kepada saudara yang sedang mengalami kesulitan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan mempercepat proses pemulihan Ibu Machfuriah," tutup Drs. Achmad Saleh.
Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat sekali lagi membuktikan bahwa zakat tidak hanya sekedar ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan dan kepedulian sosial yang nyata bagi sesama.
BERITA21/07/2025 | sudrab
Air Mata Haru Munjiati: Sidak Bupati Sidoarjo Bersama BAZNAS Temukan Tiga Rumah Tak Layak Huni
SIDOARJO - Tangis haru mengalir di pipi Munjiati (67), janda yang telah 26 tahun berjuang sendiri di rumah lapuk yang hampir ambruk. Jumat pagi (18/7/2025), kehidupan warga Kelurahan Sidokumpul ini berubah ketika Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH., M.Kn bersama tim BAZNAS Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak tiga rumah tidak layak huni (RTLH) yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Kunjungan yang berlangsung pukul 08.30-09.30 WIB ini melibatkan sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Misbahul Munir, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Dedyk Wahyu Widodo, serta jajaran BAZNAS Sidoarjo. Mereka bergerak bersama mengunjungi rumah-rumah yang kondisinya jauh dari layak huni.
"Saya tidak menyangka rumah saya bisa direnovasi. Sudah lama saya tinggal di rumah ini dengan kondisi yang seadanya. Terima kasih banyak kepada Pak Bupati dan Pemerintah Sidoarjo," ucap Munjiati dengan suara bergetar, air mata membasahi wajahnya yang keriput.
Kondisi rumah janda mantan mudin ini memang sangat memprihatinkan. Atap yang sudah lapuk hampir ambruk, ketika hujan rumah bocor di mana-mana. Lantai yang rendah membuat rumah sering terendam banjir saat musim hujan. Munjiati tinggal bersama anaknya yang masih bujangan, mengandalkan penghasilan seadanya untuk bertahan hidup.
Tak jauh dari sana, kondisi serupa dialami Madekan (67), seorang tukang becak yang juga berprofesi sebagai juru parkir. Rumahnya yang hampir ambruk memaksa pria lanjut usia ini hanya bisa menempati ruang tamu untuk tidur. Sebagian besar rumah sudah tidak layak ditempati karena atap yang nyaris roboh.
Lokasi ketiga yang dikunjungi adalah rumah Suwandi dan Enny Marzuqo di Kelurahan Porong. Pasangan yang menghidupi keluarga dari berjualan cilok keliling ini tinggal dengan dua anak dalam kondisi rumah yang memprihatinkan. Atap bagian belakang sudah ambruk, sementara bagian depan terancam roboh. Meski menerima bantuan PKH dan KIS, penghasilan mereka hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Bupati Subandi yang menyaksikan langsung kondisi ketiga rumah ini tidak bisa menyembunyikan keprihatinannya. Dinding yang lapuk dan retak, atap bocor parah, hingga struktur bangunan yang nyaris ambruk menjadi pemandangan yang mengharukan.
"Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan. Pemerintah harus hadir dan bergerak cepat. Tiga rumah ini akan segera masuk dalam program rumah tidak layak huni (RTLH) agar layak, aman, dan nyaman untuk ditempati," tegas Subandi usai acara sidak.
Menurutnya, program RTLH bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi bentuk kepedulian nyata pemerintah kepada masyarakat kecil agar mereka bisa hidup lebih sehat dan sejahtera. Subandi menegaskan proses verifikasi teknis akan segera dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan.
"Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan camat setempat untuk mempercepat proses ini. Harapannya, secepatnya rumah bisa dibedah dan ditempati dengan baik," ucapnya dengan penuh keyakinan.
Enny Marzuqo, istri Suwandi, turut mengungkapkan rasa syukurnya. "Ini seperti mimpi. Selama ini kami hanya bisa berharap, sekarang akhirnya ada harapan. Semoga bantuan ini membawa keberkahan untuk semua," katanya dengan mata berkaca-kaca.
Komitmen Pemkab Sidoarjo untuk tidak tinggal diam terhadap kondisi warga kurang mampu ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat. "Kita ingin semua warga Sidoarjo merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan mereka sehari-hari," pungkas Bupati Subandi.
Sidak mendadak ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan, sekaligus membuktikan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam mengentaskan kemiskinan struktural di Kabupaten Sidoarjo.
BERITA18/07/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Hadirkan Harapan Baru Warga Jatikalang Prambon
Prambon, Sidoarjo – Dalam suasana yang penuh haru, rumah sederhana di RT 01 RW 01 Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, menjadi saksi kepedulian BAZNAS Kabupaten Sidoarjo terhadap sesama. Kamis (17/7/2025), tim distribusi langsung mendatangi kediaman Bapak Suparlan (76) dan putranya M. Rustipan (35), dua warga yang sedang berjuang melawan keterbatasan fisik.
Bapak Suparlan, yang telah kehilangan penglihatan akibat glukoma, menerima bantuan dengan mata berkaca-kaca. Sementara di sampingnya, putranya M. Rustipan yang masih berjuang memulihkan fungsi tubuh bagian kiri pasca stroke, mencoba bangkit dari tempat tidurnya dengan bantuan alat bantu jalan yang baru diterimanya.
"Alhamdulillah, ini sangat membantu untuk proses pemulihan saya," ucap Rustipan dengan suara bergetar, sambil mencoba menggenggam pegangan alat bantu jalan empat kaki yang diserahkan tim BAZNAS.
Berdasarkan hasil assessment yang dilakukan pada 14 Juli 2025, kondisi Rustipan menunjukkan adanya masalah syaraf kejepit yang menyebabkan nyeri, ditambah kolesterol tinggi yang berisiko bagi jantung. Meski fungsi ginjal dan organ lain dalam kondisi baik, proses pemulihan membutuhkan terapi rutin dan kontrol medis berkelanjutan di RSUD Notopuro.
A. Hamdani, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang memimpin distribusi, menyampaikan harapannya dengan tulus. "Semoga bantuan yang disalurkan BAZNAS Sidoarjo ini bisa optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi saudara-saudara kita," ungkapnya sambil menyerahkan bantuan biaya kesehatan untuk keperluan rawat jalan.
Kehadiran Kepala Desa Jatikalang, Budi Utomo, semakin memperkuat semangat ayah dan anak yang sedang menghadapi cobaan ini. Dengan senyum hangat yang khas, beliau memberikan motivasi kepada keluarga yang sedang diuji ini. "Sabar njih, tak ada yang berkeinginan untuk mendapatkan cobaan, namun semuanya tergantung mas-nya sendiri untuk tetap semangat dan yakin. InsyaAllah segera pulih," kata Budi Utomo dengan penuh empati.
Tim BAZNAS yang terdiri dari A. Hamdani, A. Hafidz, dan didampingi dua mahasiswa magang, tidak hanya menyerahkan bantuan fisik berupa alat kesehatan dan biaya pengobatan. Mereka juga meluangkan waktu untuk memberikan semangat dan motivasi kepada ayah dan anak yang sedang berjuang ini.
Program distribusi yang berlangsung dari pukul 01.00 hingga 03.30 WIB ini merupakan wujud nyata komitmen BAZNAS Sidoarjo dalam menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui pendekatan personal dan assessment mendalam, setiap bantuan dirancang sesuai kebutuhan spesifik penerima.
Rustipan, yang kini mulai berlatih menggunakan alat bantu jalan dengan didampingi keluarga, menunjukkan tekad kuat untuk pulih. "Saya akan terus berusaha dan berdoa, semoga bisa segera mandiri lagi," katanya dengan mata yang memancarkan harapan.
Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan memberikan kemandirian bagi kedua penerima dalam menjalani aktivitas sehari-hari, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga untuk biaya pengobatan berkelanjutan.
BERITA18/07/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Assessment RTLH Nenek 65 Tahun yang Hidup Sendirian
Sidoarjo, 16 Juli 2025 - Di tengah panas terik siang menjelang dzuhur, Ibu Darpiah (65) masih sibuk memilah-milah rongsokan di halaman rumahnya yang sederhana. Dinding bambu yang telah lapuk dan partisi yang mulai rusak menjadi saksi bisu perjuangan seorang janda yang harus bertahan hidup sendirian sejak suaminya meninggal tiga bulan lalu.
Kondisi inilah yang mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo melakukan survey langsung ke kediaman Ibu Darpiah di Desa Kebaron RT.01 RW.03, Kecamatan Tulangan, Rabu (16/7/2025) pukul 11.00-11.30 WIB.
"Kami tidak bisa tinggal diam melihat kondisi seperti ini. Rumah yang tidak layak huni bukan hanya masalah fisik, tetapi juga berkaitan dengan martabat kemanusiaan," tegas M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), Ketua BAZNAS Sidoarjo yang langsung memimpin tim survey.
Tim yang terdiri dari Ketua BAZNAS Sidoarjo, Wakil Ketua 2 M. Mahbub, Ach Richi, dan Kasun setempat melakukan assessment menyeluruh terhadap kondisi tempat tinggal Ibu Darpiah. Hasil survey menunjukkan gambaran yang mengharukan sekaligus menggugah nurani.
Nenek yang telah memasuki usia senja ini harus berjuang mencari rongsokan setiap hari untuk bertahan hidup. Dengan penghasilan sekitar 40-50 ribu rupiah setiap dua hari, ia berusaha memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Meskipun mendapat bantuan beras dan BLT, kondisi ekonominya masih jauh dari kata layak.
"Ibu Darpiah menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Dalam usia yang sudah tidak muda lagi, beliau masih berusaha mandiri mencari nafkah. Ini adalah contoh semangat yang patut kita hormati sekaligus kita bantu," ungkap Gus Jazuk dengan nada penuh empati.
Kondisi rumah yang ditinggali Ibu Darpiah memang memprihatinkan. Meski status tanah sudah milik sendiri, sebagian besar dinding masih menggunakan partisi dan bambu yang sudah tidak layak. Atap yang bocor dan lantai yang tidak rata menambah daftar panjang masalah yang harus dihadapi setiap hari.
Satu-satunya kabar baik adalah kondisi jamban yang sudah mendapat bantuan dari desa beberapa waktu sebelumnya, sehingga aspek sanitasi dasar minimal sudah terpenuhi.
"Program Rumah Tidak Layak Huni merupakan salah satu prioritas BAZNAS Sidoarjo dalam mengentaskan kemiskinan struktural. Kami tidak hanya memberikan bantuan temporer, tetapi solusi jangka panjang yang berkelanjutan," jelas Ketua BAZNAS Sidoarjo.
Survey ini menjadi langkah awal BAZNAS Sidoarjo dalam menyusun program bantuan yang tepat sasaran. Dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat, diharapkan program ini bisa memberikan dampak maksimal bagi peningkatan kualitas hidup Ibu Darpiah.
Kehadiran BAZNAS Sidoarjo di lapangan menunjukkan komitmen nyata dalam menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Program ini bukan sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga mengembalikan martabat kemanusiaan yang layak diperoleh setiap warga negara.
BERITA16/07/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Kursi Roda dan Bantuan Modal Penjual Mie dan Bakso
Sidoarjo, 16 Juli 2025 - Senyum lebar terpancar dari wajah Umi Fadillah (50) saat menerima kursi roda dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo di rumahnya yang sederhana di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin. Wanita yang telah lama terbaring lemah akibat keterbatasan mobilitas ini tak kuasa menahan haru. "Terima kasih BAZNAS, atas bantuannya," ungkapnya dengan suara bergetar penuh syukur.
Bantuan kursi roda ini merupakan bagian dari program pelayanan kesehatan BAZNAS Sidoarjo yang didistribusikan langsung oleh Wakil Ketua 4 Bidang SDM BAZNAS Sidoarjo, M. Ilhamuddin. Kehadiran alat bantu mobilitas ini bukan sekadar memberikan kemudahan fisik, namun juga mengembalikan semangat hidup bagi para penerima manfaat.
Perjalanan tim BAZNAS berlanjut ke Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, menghampiri rumah Yayuk Maisaroh yang telah lama menanti-nantikan bantuan serupa. Kali ini, kursi roda ditujukan untuk putra bungsunya, Arjun Ari Wibowo (7), seorang anak penyandang disabilitas yang mengalami kelumpuhan dan kesulitan mobilitas.
"Atas perhatian BAZNAS dalam bentuk kursi roda ini sangat bermanfaat sekali untuk keseharian putra kami," ungkap Yayuk Maisaroh dengan mata berkaca-kaca. Bagi Arjun yang kini bersekolah di SDN setempat, bantuan alat mobilitas ini menjadi jembatan emas menuju masa depan yang lebih cerah.
Kehadiran kursi roda bukan hanya mengubah cara Arjun bergerak, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas untuk mengakses pendidikan dan berinteraksi dengan teman-temannya. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan anak yang penuh potensi.
Program bantuan BAZNAS Sidoarjo tidak berhenti pada sektor kesehatan. Hari yang sama, tim melanjutkan kunjungan ke Desa Kemuning, Kecamatan Tarik, untuk menyalurkan bantuan modal kerja UMKM kepada Ferry Ramadhani (39), seorang pedagang bakso dan mie ayam yang berusaha mempertahankan usahanya di tengah tantangan ekonomi.
"Kami berharap apa yang telah disalurkan BAZNAS Sidoarjo bisa memberikan manfaat yang optimal," tegas M. Ilhamuddin saat menyampaikan harapannya. Komitmen BAZNAS Sidoarjo dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terpinggirkan mencerminkan semangat gotong royong yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.
Melalui program terintegrasi yang menyentuh berbagai aspek kehidupan - dari kesehatan hingga ekonomi - BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen pemberdayaan yang mampu mengubah kehidupan. Setiap kursi roda yang disalurkan adalah simbol kemerdekaan mobilitas, setiap bantuan modal adalah benih harapan untuk kehidupan yang lebih baik.
Kehadiran BAZNAS Sidoarjo di tengah masyarakat menunjukkan bahwa solidaritas sosial masih menjadi kekuatan utama dalam membangun peradaban yang berkeadilan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan material, tetapi juga mengembalikan martabat dan harapan kepada mereka yang membutuhkan.
BERITA16/07/2025 | sudrab
Santri Sidoarjo Bersiap! BAZNAS RI Buka Peluang Emas Santripreneur 2025
Momentum bersejarah bagi santri dan alumni pesantren di Sidoarjo! Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Kompetisi Santripreneur 2025 yang membuka kesempatan emas bagi para santri untuk menjadi pengusaha sukses dengan modal hingga Rp20 juta.
Diluncurkan di Gedung BAZNAS RI Jakarta pada 8 Juli 2025, program ini bukan sekadar kompetisi biasa. Ini adalah panggilan jiwa bagi santri Sidoarjo untuk bangkit, berkarya, dan membuktikan bahwa pesantren adalah ladang subur lahirnya para wirausahawan tangguh berbasis syariah.
"Santri memiliki kekuatan dalam tirakat, doanya kuat, dan usahanya pun berani. Ini adalah kekuatan di mana seseorang menjadi kuat secara mental dan spiritual kepada Allah SWT," tegas Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Dari Mustahik Menuju Muzaki
Sejak diluncurkan pertama kali pada 2022, program Santripreneur telah membuktikan dampak luar biasa. Tercatat 1.185 santri dari 948 pondok pesantren di 176 kabupaten/kota telah merasakan manfaatnya. Yang membanggakan, banyak di antara mereka mengalami peningkatan pendapatan signifikan hingga mendekati batas nishab zakat—berubah dari penerima menjadi pemberi zakat.
Kisah inspiratif datang dari Misthofa, juara kedua Santripreneur 2023, yang kini mengekspor produk aksesori berbahan pelepah pisang ke Amerika Serikat, Chili, dan Argentina. Bukti nyata bahwa santri Indonesia mampu menembus pasar global.
Enam Klaster Peluang Bisnis
Kompetisi 2025 menawarkan enam klaster usaha menarik yang dibagi dua tahap: Tahap pertama mencakup Peternakan, Industri Kreatif (Konten Kreator), dan Travel Haji & Umrah. Tahap kedua meliputi Pertanian, Fashion, dan Barista.
Para peserta akan melewati seleksi ketat mulai dari administrasi hingga audisi untuk menjaring 50 finalis terbaik. Mereka yang lolos berhak mendapat Bantuan Modal Usaha Langsung Rp3-20 juta, plus bootcamp pelatihan wirausaha dan pendampingan bisnis dari para pakar.
Ajakan untuk Santri Sidoarjo
Bagi santri dan alumni pesantren di Sidoarjo, ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Syaratnya cukup sederhana: berusia 17-35 tahun, kategori mustahik, berpendidikan minimal SD, dan memiliki semangat berwirausaha.
Pendaftaran dibuka hingga 31 Juli 2025 melalui www.santripreneurbaznas.id. Dengan total pembinaan 500 peserta, setiap santri Sidoarjo memiliki peluang sama untuk menjadi bagian dari ekosistem ekonomi nasional yang kuat.
"Kita harapkan mereka bisa terus tumbuh sampai pada standar nishab dan menjadi muzaki. Apa yang mereka lakukan bisa mengubah status mereka dari mustahik menjadi muzaki," ungkap Saidah Sakwan, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.
Program ini sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo yang mengusung semangat tidak ada yang tertinggal. Santri Sidoarjo, saatnya bangkit dan tunjukkan bahwa pesantren adalah pusat lahirnya para pengusaha sukses yang tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata untuk masyarakat dan bangsa.
Daftarkan diri Anda sekarang! Masa depan cerah menanti para santri Sidoarjo yang berani bermimpi dan bertindak.
BERITA16/07/2025 | sudrab
Kolaborasi BAZNAS-TKSK Kecamatan Balongbendo: Harapan Baru Bagi Keluarga Cahya Hidayat
Sidoarjo - Selasa pagi yang cerah, 15 Juli 2025, menjadi saksi bisu dari sebuah misi kemanusiaan yang mengharukan. Tim Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Balongbendo yang dipimpin Sherly, bersama perwakilan Pemerintah Desa Singkalan, melakukan kunjungan lapangan ke rumah Bapak Cahya Hidayat di Dusun Tado, Desa Singkalan RT 2 RW 1. Kunjungan yang berlangsung selama 50 menit ini merupakan bagian dari program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diinisiasi BAZNAS Sidoarjo.
Di balik dinding-dinding yang mulai rapuh dan atap yang dimakan rayap, tersimpan kisah perjuangan sebuah keluarga yang tidak pernah menyerah. Bapak Cahya Hidayat, sang pemilik rumah, kini harus menanggung beban hidup yang tidak ringan setelah mengalami PHK pada tahun 2017. Penghasilannya yang hanya mengandalkan kerja sebagai buruh tani sesekali, membuat kondisi ekonomi keluarga semakin terpuruk.
Kondisi rumah yang roboh lebih dari setengah tahun lalu semakin memperparah situasi. Atap yang penuh rayap dan struktur yang sangat rapuh menciptakan ancaman serius bagi keselamatan penghuni. Ironisnya, rumah tersebut kini ditempati oleh kakak Bapak Cahya Hidayat beserta keluarganya, sementara sang pemilik terpaksa tinggal di rumah mertua untuk merawat mertuanya yang sedang sakit.
Beban ekonomi semakin bertambah berat dengan empat anak yang harus dinafkahi. Anak pertama terpaksa putus kuliah karena ketiadaan biaya, sementara tiga anak lainnya masih bersekolah. Istri Bapak Cahya Hidayat pun hanya sesekali mendapat pekerjaan sebagai buruh cuci dan setrika. Kakaknya yang menempati rumah tersebut juga menghadapi tantangan serupa dengan istri yang menderita diabetes.
Meskipun telah menerima bantuan BLT-DD, BPNT, dan memiliki jaminan kesehatan KIS, kondisi rumah yang tidak layak huni tetap menjadi persoalan mendesak yang memerlukan penanganan segera.
Achmad Richie, Staf Pelaksana Program Rehab RTLH BAZNAS Sidoarjo, mengungkapkan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin. "Dukungan dari para petugas TKSK sangat berkontribusi pada kecepatan dan ketepatan program rehabilitasi RTLH kami. Kolaborasi ini memungkinkan kami untuk lebih memahami kondisi riil masyarakat dan memberikan bantuan yang tepat sasaran,InsyaAllah bulan depan,sekalian berkas administrasinya kita selesaikan,karena bulan ini slot RTLH sudah tidak ada," ujarnya dengan penuh keyakinan.
Kunjungan lapangan ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS Sidoarjo dalam mewujudkan program rehabilitasi rumah yang tidak hanya fokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi keluarga penerima manfaat. Melalui sinergi dengan TKSK, diharapkan bantuan yang diberikan dapat lebih efektif dan berkelanjutan.
Keluarga Cahya Hidayat kini menanti dengan penuh harapan realisasi program rehabilitasi yang akan mengubah nasib mereka. Rumah yang layak huni bukan hanya sekedar tempat berlindung, tetapi juga fondasi untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus.
BERITA15/07/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo: Rumah Layak, Hidup Bermartabat
109 Keluarga Merasakan Kehangatan Rumah Baru di Semester Pertama 2025
Sidoarjo, 11 Juli 2025 – Di balik angka-angka yang tertera pada peta sebaran program Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH), tersimpan cerita-cerita kehidupan yang berubah. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo berhasil menyelesaikan 109 unit rumah layak huni pada semester pertama 2025, memberikan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang selama ini tinggal dalam kondisi yang memprihatinkan.
Pencapaian ini bukan sekadar deretan angka statistik. Setiap unit rumah yang direnovasi mewakili satu keluarga yang kini dapat tidur dengan tenang, anak-anak yang dapat belajar dengan nyaman, dan orangtua yang tidak lagi khawatir akan atap yang bocor saat hujan deras.
"Upaya BAZNAS Sidoarjo tak sekedar menciptakan hunian aman dan nyaman, tapi lebih dari itu. Program RTLH kami adalah bagian integral dari upaya membangun lingkungan dan sanitasi sehat," ungkap M. Chasbil Aziz Salju Sodar, yang akrab dipanggil Gus Jazuk, Ketua BAZNAS Sidoarjo.
Kecamatan Tulangan menjadi saksi bisu transformasi terbesar dengan 12 unit rumah yang berhasil direnovasi. Sementara daerah lain seperti Tarik dan Wonoayu masing-masing mencatat 10 unit, menunjukkan pemerataan program yang merata di seluruh wilayah Sidoarjo.
Yang membuat program ini semakin bermakna adalah perhatian detail terhadap aspek sanitasi. Sebanyak 47 unit jamban sehat turut dibangun sebagai bagian integral dari program RTLH. Keputusan ini menunjukkan visi holistik BAZNAS Sidoarjo yang memahami bahwa rumah layak huni tidak hanya soal dinding dan atap, tetapi juga lingkungan yang sehat dan higienis.
Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci sukses program ini. BAZNAS Provinsi Jawa Timur berkontribusi 5 unit rumah yang tersebar di Kecamatan Tarik (2 unit), Sedati (2 unit), dan Porong (1 unit). Dukungan korporat seperti JNE Express Sidoarjo yang mendonasikan zakat karyawannya turut memperkuat gerakan filantropi ini.
"Kami berharap makin banyak kontribusi dari pihak lain, baik korporat maupun lembaga lain, untuk semester berikutnya," harap Gus Jazuk dengan optimisme yang menghangatkan hati.
Setiap paku yang dipukul, setiap genteng yang dipasang, dan setiap cat yang diaplikasikan dalam program ini membawa pesan yang sama: tidak ada yang terlupakan dalam masyarakat yang peduli. BAZNAS Sidoarjo telah membuktikan bahwa zakat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi juga instrumen perubahan sosial yang nyata.
Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, program RTLH BAZNAS Sidoarjo mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan mengulurkan tangan kepada sesama. Ketika 109 keluarga kini dapat menjalani hidup dengan lebih bermartabat, sesungguhnya seluruh masyarakat Sidoarjo turut merasakan kehangatan yang sama.
BERITA11/07/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Mimpi Pendidikan Anak-Anak Prambon
Senyum sumringah terpancar dari wajah puluhan siswa dan orang tua di SDN Kedungkembar dan SDN Temu 2, Kecamatan Prambon, ketika menerima bantuan biaya pendidikan dari BAZNAS Sidoarjo. Momen haru ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga zakat dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
SIDOARJO - Gelak tawa anak-anak memenuhi ruang kelas SDN Temu 2, Kecamatan Prambon, Selasa (8/7). Puluhan pasang mata berbinar penuh harapan, sementara orang tua mereka menahan haru. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo kembali menghadirkan secercah cahaya melalui program bantuan biaya pendidikan yang menyasar 19 siswa dari dua sekolah dasar di wilayah tersebut.
Dalam penyaluran yang berlangsung khidmat ini, 10 siswa SDN Kedungkembar dan 9 siswa SDN Temu 2 menerima bantuan langsung yang didampingi orang tua masing-masing. Kehadiran orang tua dalam acara ini memberikan nuansa berbeda—lebih personal dan penuh makna.
"Apresiasi untuk BAZNAS Sidoarjo yang memberikan bantuan bagi para siswa siswi SDN Temu 2. Kami ucapkan beribu terima kasih, bisa mendapatkan alokasi bagi siswa siswi SDN ini," ungkap Hendra P, Plt Kepala Sekolah SDN Temu 2 dengan suara bergetar penuh syukur.
Wajah sumringah terus mengembang di setiap antrian saat para siswa dan orang tua menandatangani bukti penerimaan bantuan. Momen ini bukan sekadar ritual administratif, melainkan simbolisme harapan yang kembali hidup di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
M. Sofwan, staf amil pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menegaskan komitmen lembaga dalam menyalurkan bantuan secara tepat dan cepat. "Kami menyadari, meski belum bisa meng-cover semua kebutuhan siswa siswi di setiap satuan pendidikan, namun kita berkomitmen untuk bisa selalu tepat dan cepat dalam penyalurannya," tegas alumni Ponpes Alfalah Kediri ini.
Pernyataan Sofwan mencerminkan realitas yang dihadapi BAZNAS Sidoarjo—keterbatasan sumber daya di tengah besarnya kebutuhan masyarakat. Namun, semangat untuk memberikan manfaat optimal kepada penerima tidak pernah surut.
Program bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sidoarjo dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Melalui dana zakat, infaq, dan sedekah yang terkumpul, lembaga ini terus berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan pendidikan di tingkat grassroot.
Keunikan penyaluran kali ini terletak pada pendekatan yang lebih humanis dengan melibatkan orang tua. Hal ini tidak hanya memastikan transparansi, tetapi juga memberikan dampak psikologis positif bagi keluarga penerima manfaat.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, BAZNAS Sidoarjo terus membuktikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban religius, melainkan instrumen pemberdayaan masyarakat yang efektif. Setiap rupiah yang tersalurkan menjadi investasi masa depan bangsa melalui pendidikan anak-anak Indonesia.
Bantuan pendidikan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan memberikan motivasi bagi siswa untuk terus berprestasi dalam menggapai cita-cita.
BERITA09/07/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Berikan Harapan Baru Melalui Bantuan Kaki Palsu
Sidoarjo - Dalam wujud kepedulian nyata terhadap penyandang disabilitas, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo melakukan asesmen langsung untuk program bantuan kaki palsu kepada dua calon penerima manfaat. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk) selaku Ketua BAZNAS Sidoarjo ini dilaksanakan pada Selasa (8/7/2025).
Tim BAZNAS Sidoarjo turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing calon penerima manfaat. Pendekatan personal ini menunjukkan komitmen BAZNAS Sidoarjo dalam memberikan pelayanan terbaik bagi mustahik.
Perjuangan Bu Mutik Melawan Keterbatasan
Kunjungan pertama ditujukan kepada Bu Mutik (71 tahun), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman. Nenek berusia senja ini telah menjalani kehidupan dengan kaki palsu selama bertahun-tahun, bahkan sudah tiga kali mengganti kaki palsu karena rusak.
"Mpun ganti tiga kali kaki palsu," ujar Bu Mutik sambil memperlihatkan kondisi kakinya yang memerlukan penggantian. Kisah pilu dimulai ketika anak-anaknya masih bersekolah. Musibah tak terduga terjadi ketika Bu Mutik menginjak kaca bohlam yang pecah. Luka yang awalnya terlihat sepele itu ternyata menjadi awal penderitaan panjang.
Keterbatasan akses dan kondisi ekonomi membuat Bu Mutik tidak sempat mendapatkan penanganan medis yang optimal. Akibatnya, kaki yang awalnya hanya terluka akhirnya harus diamputasi. Sejak saat itu, Bu Mutik bergantung pada kaki palsu untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Proses pembuatan kaki palsu baru untuk Bu Mutik akan dilakukan secara bertahap dan profesional. Tim medis akan melakukan pengukuran terlebih dahulu, kemudian membuat dummy untuk dicoba agar sesuai dengan kondisi anatomi Bu Mutik. Hal ini penting untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan penggunaan kaki palsu tersebut.
Pak Aminuddin: Satpam Tangguh yang Butuh Dukungan
Penerima manfaat kedua adalah Bapak Aminuddin (53 tahun), warga Desa Banjarsari, Buduran. Pak Aminuddin telah mengabdikan dirinya sebagai satpam di MINU Pucang Sidoarjo selama puluhan tahun. Dedikasi dan loyalitasnya terhadap sekolah membuatnya diberikan tempat tinggal di lingkungan sekolah tersebut.
Asesmen untuk Pak Aminuddin dilaksanakan di Desa Tulangan, tepatnya di rumah mertuanya. Hal ini karena istrinya, yang juga berprofesi sebagai guru di sekolah yang sama, sedang bertugas mengantarkan siswa study tour ke luar kota. Keharmonisan keluarga yang saling mendukung ini menjadi kekuatan bagi Pak Aminuddin dalam menghadapi cobaan.
Kaki kanan Pak Aminuddin harus diamputasi lebih dari setahun yang lalu akibat komplikasi diabetes. Penyakit yang sering disebut sebagai "silent killer" ini memang kerap menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini tentu mempengaruhi kemampuan Pak Aminuddin dalam menjalankan tugasnya sebagai satpam.
Wujud Nyata Kepedulian Zakat
Program bantuan kaki palsu ini merupakan implementasi dari konsep zakat produktif yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memberdayakan penerima manfaat untuk kembali produktif. Dengan adanya kaki palsu yang layak, Bu Mutik dan Pak Aminuddin diharapkan dapat menjalani aktivitas dengan lebih percaya diri dan mandiri.
Kehadiran langsung tim BAZNAS Sidoarjo dalam melakukan asesmen menunjukkan pendekatan yang humanis dan profesional. Tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar dibutuhkan dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi penerima.
Melalui program ini, BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa zakat bukan hanya sebatas kewajiban ritual, tetapi juga instrumen pemberdayaan yang dapat mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih baik. Kepedulian terhadap penyandang disabilitas seperti Bu Mutik dan Pak Aminuddin mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi dalam pengelolaan zakat.
Program bantuan kaki palsu ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga zakat lainnya untuk memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat kembali berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
BERITA08/07/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Bantu Pasien TBC Tulang Belakang Lanjut yang Terhambat Biaya
Sidoarjo, 07 Juli 2025,Di tengah perjuangan melawan penyakit TBC tulang belakang yang dideritanya sejak 2023, Wiji Lestari (33) dan suaminya, Abdul Baiturrochman (34), mendapat angin segar. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menyalurkan bantuan biaya kesehatan untuk meringankan beban pengobatan pasangan ini, yang sempat terhenti akibat tunggakan BPJS.
Wiji didiagnosis menderita TBC tulang belakang kompleks disertai abses (kantong nanah) besar sepanjang 23 cm di area pinggang. Penyakit ini telah dua kali memaksanya menjalani operasi dan memerlukan pengobatan rawat jalan intensif selama minimal 1,5 tahun. Namun, kondisi ekonomi keluarga—yang menggantungkan hidup dari berjualan kopi Rochman di warung PCNU Sidoarjo—membuat terapi terputus.
“Sejak 2023, istri saya rutin kontrol ke RSUD Notopuro. Tapi sempat mandek karena masalah biaya,” ujar Rochman, saat tim BAZNAS Sidoarjo mendatangi rumah kontrakan mereka di Celep, Sidoarjo Kota. Ia mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan: “Alhamdulillah, semoga ini menjadi jalan kesembuhan untuk istri saya.”
Perjuangan di Balik Diagnosis Berat
Penyakit Wiji bukanlah kondisi biasa. Selain merusak tulang belakang, abses besar di tubuhnya berisiko menyebabkan kelumpuhan jika tak ditangani tepat waktu. Dokter menyatakan ia masih memerlukan obat harian, fisioterapi, dan kontrol rutin—dengan biaya yang selama ini menjadi beban psikologis pasangan ini.
M. Sofwan, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menegaskan bahwa bantuan ini adalah respons atas kerentanan ekonomi-medis keluarga Wiji-Rochman. Meski tercatat sebagai warga Sukorejo, Buduran, pasangan ini harus mengontrak rumah sederhana demi mendekati akses pengobatan. “Kami akan pantau perkembangannya. Bila perlu, ada intervensi lanjutan,” tegas Sofwan, usai menyerahkan bantuan.
Kolaborasi untuk Keberlangsungan Pengobatan
Bantuan BAZNAS ini bukan sekadar solusi finansial jangka pendek, melainkan pemulihan harapan. Wiji kini bisa kembali menjalani terapi obat dan rehabilitasi fisik—kunci utama mencegah kecacatan permanen.
“Ini bukti bahwa zakat mampu menjadi penyelamat bagi yang terpinggirkan oleh sistem,” tambah Sofwan. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen mendampingi keluarga penerima manfaat hingga pengobatan tuntas, sekaligus mengajak masyarakat mendukung program kesehatan bagi dhuafa.
BERITA07/07/2025 | sudrab
Sendirian di Usia Senja, Nenek Sutilah Rasakan Kehangatan Bantuan BAZNAS Sidoarjo
Di balik angka 452 bantuan biaya hidup, tersimpan kisah-kisah kemanusiaan yang menyentuh hati
Sidoarjo, 7 Juli 2025 - Sinar matahari sore menyinari wajah keriput Ibu Sutilah, nenek berusia 88 tahun yang duduk sendirian di teras rumahnya yang sederhana di Desa Ngingas, Kecamatan Waru. Matanya yang sayu menyiratkan perjuangan hidup yang tak mudah. Namun, kunjungan tim BAZNAS Sidoarjo pada Senin, 30 Juni lalu, membawa secercah harapan baru dalam hidupnya.
"Saya sudah lama hidup sendirian, Mbak. Untuk makan sehari-hari, ya berharap dari tetangga yang baik hati," ujar Ibu Sutilah dengan suara yang bergetar. Kondisi nenek yang hidup sebatang kara ini menjadi salah satu potret nyata dari mereka yang membutuhkan uluran tangan di tengah masyarakat.
Kisah Ibu Sutilah adalah cerminan dari ratusan cerita serupa yang berusaha dijangkau BAZNAS Sidoarjo melalui program Bantuan Biaya Hidup. Ahmad Hamdani, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo bidang Distribusi, mengungkapkan bahwa hingga Mei 2025, sebanyak 452 bantuan biaya hidup telah disalurkan kepada para penerima manfaat.
"Per Mei 2025, 452 Bantuan Biaya Hidup telah disalurkan ke penerima manfaat, dari bulan Januari hingga Mei ini," jelasnya dengan nada penuh empati. "Setiap angka di balik statistik ini adalah manusia dengan cerita dan kebutuhan yang nyata."
Program ini tidak sekadar memberikan bantuan finansial berupa uang tunai. Lebih dari itu, BAZNAS Sidoarjo menjadikan setiap kunjungan sebagai momen untuk memahami kondisi penerima manfaat secara mendalam. Hamdani menjelaskan, bantuan biaya hidup juga berfungsi sebagai instrumen assessment untuk menentukan program lanjutan yang tepat.
"Terkadang bantuan biaya hidup ini diberikan selain sebagai instrumen perlindungan sosial, juga berfungsi untuk melakukan assessment lebih lanjut terkait program atau kegiatan BAZNAS lainnya," ungkapnya.
Dalam kasus Ibu Sutilah, bantuan yang diterimanya hari itu menjadi bagian dari penilaian kelayakan untuk program bantuan biaya fakir yang lebih komprehensif. Tim BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendengarkan keluh kesah dan memahami kebutuhan mendesak yang dihadapi nenek yang telah mengabdi untuk keluarga dan masyarakat selama puluhan tahun.
"Kami berkomitmen untuk memastikan setiap bantuan diberikan tepat sasaran dan tepat manfaat bagi para penerima manfaatnya," tegas Hamdani. Komitmen ini tercermin dalam pendekatan personal yang dilakukan tim BAZNAS, di mana setiap kunjungan menjadi momen berbagi dan saling menguatkan.
BAZNAS Sidoarjo memahami bahwa di balik setiap bantuan yang disalurkan, ada kehidupan manusia yang tersentuh, harapan yang tumbuh, dan martabat yang terangkat. Program Bantuan Biaya Hidup menjadi jembatan kemanusiaan yang menghubungkan kepedulian masyarakat melalui zakat dengan mereka yang membutuhkan.
Saat tim BAZNAS berpamitan dari rumah Ibu Sutilah, senyum tipis terpancar dari wajah nenek yang telah banyak menelan pahitnya kehidupan. Bantuan yang diterima bukan hanya berupa materi, tetapi juga kehangatan kemanusiaan yang mengingatkan bahwa tak ada yang benar-benar sendirian di dunia ini.
BERITA07/07/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Hadirkan Harapan Baru Untuk Pak Adi Suseno
Sidoarjo, 4 Juli 2025 – Di balik setiap rumah yang direnovasi BAZNAS Sidoarjo, tersimpan cerita perjuangan dan harapan baru bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Salah satu kisah yang menyentuh hati datang dari Sawotratap, Gedangan, rumah Bapak Adi Suseno, pria 51 tahun yang telah mengalami perubahan hidup drastis sejak kecelakaan kerja pada 2018 lalu.
Sebelumnya, Adi yang biasa dipanggil Seno, adalah mekanik kendaraan tronton di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, selama 25 tahun. Namun kecelakaan itu mengubah segalanya. Terpaksa kembali ke rumah dan tinggal sendiri dengan kondisi rumah yang sangat tidak layak, beratap asbes dan berdinding triplek, Seno harus berjuang sendirian menghadapi kesepian dan keterbatasan ekonomi.
Rumah berukuran 5x6 meter tersebut tak memiliki MCK, dan kawat plastik menggantung sebagai penahan rembesan air saat hujan turun. Meski semangatnya tetap membara, penghasilannya sebagai “polisi cepek” yang membantu kelancaran lalu lintas di desa setempat tak cukup memperbaiki keadaan.
Namun, di tengah himpitan masalah itu, datang secercah harapan. Pada 3 Juni 2025, kunjungan Ibu Mimik Idayana, Wakil Bupati Sidoarjo, menjadi titik balik. Melihat langsung kondisi rumah Seno dan berdialog mendalam, Ibu Mimik bersama Baznas Sidoarjo sepakat mengupayakan bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai harapan nyata untuk Seno.
BAZNAS Sidoarjo, di bawah kepemimpinan M. Chasbil Azis Salju Sodar atau Gus Jazuk, segera Bergerak cepat,untuk kepedulian mereka terhadap kehidupan layak bagi setiap warga. “Kami percaya setiap orang berhak mendapatkan rumah yang nyaman dan aman,” tegas Gus Jazuk.
Setelah proses panjang dan kerja keras, pada Kamis, 3 Juli 2025, pekerjaan rehab rumah Pak Adi Suseno resmi tuntas. Tim pelaksana BAZNAS bersama staf monitoring turun langsung ke lokasi, memastikan semua berjalan sesuai standar dan harapan. Meskipun Pak Adi sedang dinas sebagai polisi cepek jauh dari rumah, staf pelaksana Ach Richie mewakili baznas menyatakan, “Pak Adi sedang bertugas, namun progres rehab sudah selesai. Beliau akan kembali untuk tanda tangan Berita Acara Serah Terima (BAST) sebagai bukti tuntasnya pekerjaan ini.”
Transformasi rumah tersebut sungguh dramatis. Dari bangunan rapuh dan memprihatinkan, kini berdiri rumah baru bercat hijau segar, dengan atap pelindung dan pintu serta jendela modern yang membuatnya menjadi tempat tinggal yang layak dan penuh harapan. Foto before-after memperlihatkan perubahan signifikan yang bukan hanya membenahi fisik, tapi juga mengembalikan martabat dan semangat hidup Seno.
Kisah Pak Adi Suseno ini bukan hanya tentang bedah rumah, tapi tentang hadirnya kepedulian dan peran filantropi untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa dengan tindakan nyata dan kolaborasi, masa depan yang lebih baik bisa diwujudkan satu rumah, satu harapan.
BERITA04/07/2025 | sudrab
Kepercayaan Berlanjut: JNE Sidoarjo Kembali Percayakan Zakat Rp 70 Juta kepada BAZNAS
SIDOARJO – Kepercayaan tak tumbuh dalam semalam. Butuh konsistensi, dedikasi, dan bukti nyata untuk membangun fondasi yang kokoh. Inilah yang terjadi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo dengan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Express Cabang Sidoarjo. Selasa (1/7), kembali BAZNAS Sidoarjo dipercaya mengelola dana zakat sebesar Rp 70 juta yang dihimpun dari para karyawan JNE.
Angka ini bukan sekadar nominal. Di balik Rp 70 juta tersebut, tersimpan harapan puluhan karyawan JNE yang rela menyisihkan sebagian rizki mereka untuk sesama. Lebih dari itu, jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 25 juta.
"Seperti tahun lalu, kami berharap zakat ini dapat disalurkan untuk rehab rumah tak layak huni dan sesuai ketentuan asnaf, baik untuk kebutuhan hidup maupun pendidikan," ungkap Nidhom, yang bersama Erwin Rarianto mewakili Bagian SDM dan Pemasaran JNE Express Sidoarjo dalam acara simbolis penyerahan di kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo.
Kepercayaan JNE bukanlah hal baru bagi BAZNAS Sidoarjo. Tahun lalu, perusahaan kurir nasional ini telah mempercayakan dana zakat sebesar Rp 25 juta yang sebagian besar dialokasikan untuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Kini, dengan dana yang hampir tiga kali lipat, ekspektasi program filantropi pun semakin besar.
Achmad Saleh, Wakil Ketua III Bidang Keuangan BAZNAS Sidoarjo, tak menyembunyikan rasa syukurnya. "Semoga bisa istiqomah, dan perolehan penghimpunan zakatnya makin besar. Terima kasih atas kepercayaannya selama ini kepada BAZNAS Sidoarjo," ucapnya dengan penuh apresiasi.
Kolaborasi ini mencerminkan bagaimana sektor swasta dan lembaga amil zakat dapat bersinergi menciptakan dampak sosial yang bermakna. JNE, sebagai perusahaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui layanan logistiknya, memilih BAZNAS Sidoarjo sebagai mitra dalam menunaikan kewajiban spiritual sekaligus tanggung jawab sosial.
Program-program BAZNAS Sidoarjo yang telah terbukti transparansinya menjadi magnet tersendiri bagi para muzaki. Rehabilitasi RTLH, bantuan pendidikan, dan program pemberdayaan ekonomi mustahik menjadi bukti konkret bahwa setiap rupiah zakat disalurkan tepat sasaran.
Fenomena peningkatan zakat ini sebenarnya mencerminkan kesadaran yang menggembirakan. Di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan, komitmen untuk berbagi tetap menguat. JNE Sidoarjo membuktikan bahwa filantropi bukan sekadar kewajiban ritualistik, melainkan investasi kemanusiaan jangka panjang.
Dengan dana Rp 70 juta di tahun 2024, BAZNAS Sidoarjo kini memiliki modal lebih besar untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program rehabilitasi RTLH dapat diperluas, beasiswa pendidikan bisa ditambah, dan skema pemberdayaan ekonomi mustahik dapat diintensifkan.
Kepercayaan JNE kepada BAZNAS Sidoarjo bukan hanya tentang pengelolaan dana, tetapi juga tentang misi bersama membangun peradaban yang lebih berkeadilan. Ketika korporasi dan lembaga amil zakat bersatu padu, mimpi Indonesia yang makmur dan sejahtera bukan lagi sekadar utopia.
BERITA02/07/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Assessment RTLH, Wujudkan Harapan Baru untuk Keluarga Kurang Mampu
SIDOARJO – Di tengah teriknya sinar matahari Juli, tim BAZNAS Sidoarjo bergerak dengan tekad bulat menuju pelosok desa. Misi mereka bukanlah sekadar kunjungan biasa, melainkan langkah konkret mewujudkan mimpi keluarga-keluarga kurang mampu untuk memiliki hunian yang layak. Selasa (1/7), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo memulai serangkaian assessment atau penilaian kelayakan administrasi dan teknis untuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) pada bulan Juli 2025.
Langkah pertama membawa mereka ke rumah sederhana di Desa Sumokali, Candi. Sujadi, buruh pabrik kayu berusia paruh baya, menyambut kedatangan tim dengan senyum tulus meski mata berkaca-kaca. Rumah yang ditinggalinya bersama istri tercinta ini sudah berkali-kali menjadi korban banjir. Meski telah berusaha meninggikan rumah secara mandiri, keterbatasan dana membuatnya terpaksa menghentikan pembangunan. Lantai tanah yang becek saat hujan menjadi saksi bisu perjuangan keluarga ini.
"Setiap musim hujan, kami khawatir air akan masuk lagi. Sudah beberapa kali kami berusaha memperbaiki, tapi apa daya, kemampuan terbatas," ujar Istri Sujadi yang mewakilinya karena masih bekerja, dengan suara bergetar.
Perjalanan dilanjutkan ke Desa Kalidawir, Tanggulangin, tempat tinggal Kamli (75). Kakek renta yang berprofesi sebagai pengumpul barang bekas ini hidup sebatang kara di rumah yang hampir roboh. Kebaikan hati tetangga kanan-kiri menjadi andalan untuk sekadar mendapat sesuap nasi setiap harinya. Kondisi rumahnya yang memprihatinkan menggugah hati siapa saja yang melihat.
Tidak berhenti di situ, tim BAZNAS Sidoarjo juga melakukan assessment di Desa Panggreh, Jabon, sebagai tindak lanjut sidak Bupati beberapa waktu lalu. Rumah Adinda Naila Putri, atlet Porprov Sidoarjo yang mengalami cedera patah tulang, menjadi perhatian khusus. Putri penjahit sepatu dan tas ini tinggal bersama ibunya di rumah yang membutuhkan perbaikan mendesak, terutama bagian atap yang sudah tidak layak.
"Assessment ini merupakan langkah awal yang sangat krusial dalam program RTLH kami. Kami memastikan setiap aspek, baik administrasi maupun teknis, benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan standar yang ditetapkan," ungkap Achmad Richie, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang mendampingi tim assessment.
Richie menambahkan, "Melalui program ini, BAZNAS Sidoarjo berkomitmen tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memastikan setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah masyarakat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan mustahik."
Program rehabilitasi RTLH BAZNAS Sidoarjo bukan sekadar renovasi fisik bangunan, melainkan upaya memulihkan martabat dan memberikan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang selama ini terpinggirkan. Dengan assessment menyeluruh ini, BAZNAS memastikan setiap bantuan yang diberikan akan menghadirkan perubahan bermakna dalam kehidupan penerima manfaat.
Kehangatan senyum para penerima manfaat saat menerima surat assessment menjadi motivasi tersendiri bagi tim BAZNAS Sidoarjo untuk terus berkarya nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA02/07/2025 | sudrab
GAS POL, Komunitas Ojek Online Perempuan Meriahkan Warung Berkah Sedekah BAZNAS Sidoarjo
SIDOARJO - Kehadiran 75 anggota Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online Sidoarjo (GAS POL) memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT Bhayangkara ke-79 yang digelar di halaman Masjid Al-Ikhlas Mako Polresta Sidoarjo, Cemengkalang, Selasa (1/7/2025). Acara kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo, Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Sidoarjo, dan Polresta Sidoarjo melalui program Warung Berkah Sedekah (WBS) ini menjadi wadah kepedulian sosial yang menyentuh hati.
Antusiasme Komunitas Single Mom
Ibu Ani Anggorowati, Ketua GAS POL, tak menyembunyikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini. Dengan suara penuh haru, ia menyampaikan bahwa komunitas yang beranggotakan 132 ojek online perempuan lintas platform ini sangat terbantu dengan kehadiran WBS.
"Alhamdulillah, sebagaimana diketahui, anggota kami rata-rata adalah single mom. Acara seperti ini dengan makanan gratis dan cek kesehatan sangat-sangat membantu kami," ungkap Ani dengan mata berbinar.
Menurutnya, menjaga kesehatan di tengah aktivitas sehari-hari sebagai ojek online menjadi kebutuhan mendesak. Banyak anggota yang belum memiliki BPJS, sehingga sangat rentan ketika terjadi gangguan kesehatan dan harus ke rumah sakit.
Layanan Kesehatan Komprehensif
Ilmiyatul Faidah, petugas layanan kesehatan dari RSB Sidoarjo, mencatat sekitar 138 warga masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan pada acara WBS kali ini. Dari hasil pemeriksaan, keluhan yang paling banyak ditemukan adalah myalgia (nyeri otot), hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes mellitus (gula darah), dan cefalgia (sakit kepala).
Pemeriksaan kesehatan ini mendapat dukungan penuh dari DOKKES (Dokter dan Kesehatan) Polresta Sidoarjo. Antrian panjang di meja pemeriksaan menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang mudah diakses.
Apresiasi Ketua BAZNAS Sidoarjo
M. Chasbil Aziz Salju Sodar, atau yang akrab disapa Gus Jazuk, Ketua BAZNAS Sidoarjo, menyempatkan hadir dan menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kolaborasi ini yang bertepatan dengan HUT Bhayangkara ke-79.
"Semua pihak - muzaki, munfiq, dan musaddiq BAZNAS, maupun Polresta Sidoarjo dan para penerima manfaat yang bisa datang secara langsung di acara ini - patut diapresiasi atas kesuksesan acara kali ini," ungkap Gus Jazuk dengan penuh syukur.
Wujud Nyata Filantropi
Acara WBS yang rutin digelar BAZNAS Sidoarjo ini merupakan wujud nyata dari semangat filantropi Islam yang mengutamakan kepedulian terhadap sesama. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan komunitas masyarakat, menunjukkan bahwa gerakan kebaikan tidak mengenal batas institusi.
Kehadiran komunitas GAS POL sebagai penerima manfaat sekaligus menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk turut serta dalam program-program sosial BAZNAS Sidoarjo. Mereka yang sehari-hari berjuang di jalanan untuk mencari nafkah, kini merasakan langsung sentuhan kasih sayang melalui program filantropi yang berkelanjutan.
Program WBS BAZNAS Sidoarjo sekali lagi membuktikan bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya sekadar kewajiban, namun juga jembatan solidaritas yang menghubungkan hati para dermawan dengan mereka yang membutuhkan. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan berbagai lapisan masyarakat, kehadiran program seperti ini menjadi secercah harapan dan kekuatan untuk terus melangkah.
BERITA01/07/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Dukung Peringatan Hari Donor Sedunia Bareng RSB dan UTD PMI Sidoarjo
Kolaborasi dengan Rumah Sehat BAZNAS dan PMI Hadirkan Bantuan Sembako untuk 100 Pendonor Pertama yang hadir
Sidoarjo, 30 Juni 2025 - Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo melalui dukungan penuh pada kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia. Kegiatan yang digelar di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Sidoarjo, Jalan Raya Jati 1, ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga filantropi dalam menyebarkan kebaikan.
Bertemakan "Sehat Bersama Berbagi Bersama, Hidup Sehat Dengan Berdonor Darah", acara ini berhasil menarik perhatian sekitar 130 pendonor darah yang rela berbagi untuk kemanusiaan. Meski beberapa calon pendonor belum dapat melakukan donor karena tidak lolos tahap skrining yang dilakukan RSB Sidoarjo, semangat berbagi tetap mengalir kuat di setiap sudut ruangan.
"Donor darah ini kegiatan mulia yang patut kita dukung, bagian dari kepedulian untuk memenuhi kebutuhan akan darah bagi mereka yang membutuhkan," ungkap Ahmad Hamdani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang hadir langsung memberikan dukungan moral kepada para pendonor.
Wujud kepedulian BAZNAS Sidoarjo tak hanya sebatas kehadiran. Lembaga yang mengemban amanah pengelolaan zakat nasional ini menyiapkan paket sembako untuk 100 pendonor pertama yang hadir. Sebuah apresiasi konkret yang menunjukkan bahwa berbagi kebaikan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk.
Kolaborasi ini semakin bermakna dengan keterlibatan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Sidoarjo yang turut menyiapkan bingkisan paket sehat, termasuk susu siap minum. Sinergi antar lembaga ini mencerminkan semangat gotong royong yang masih kental dalam masyarakat Indonesia.
PLT Kepala RSB Sidoarjo, Septiana S.KM, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. "Alhamdulillah, lancar," ucapnya dengan senyum lega. Keberhasilan ini, menurutnya, tidak lepas dari atensi semua pihak yang ikut mensukseskan gelaran donor darah dalam rangka peringatan Hari Donor Darah Sedunia.
Septiana berharap kolaborasi untuk berbagi kepedulian dapat terus terjalin dan semakin berkualitas. "Semoga jumlah penerima manfaat langsung maupun tidak langsung dari program ini bisa terus bertambah," harapnya dengan penuh optimisme.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa lembaga filantropi seperti BAZNAS tidak hanya fokus pada distribusi zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga aktif mendukung program-program kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Donor darah yang merupakan bentuk sedekah jariyah ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan sosial.
Melalui program seperti ini, BAZNAS Sidoarjo terus membuktikan komitmennya dalam membangun masyarakat yang peduli, sehat, dan sejahtera. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kemanusiaan.
BERITA30/06/2025 | sudrab
Ketika Mimpi Bertemu Kepedulian: Baznas Sidoarjo dan Pemkab Wujudkan Harapan Naila Putri
Filantropi Sejati Dimulai dari Empati yang Tulus
SIDOARJO, 29 Juni 2025 – Di balik tembok rumah sederhana yang atapnya mulai rapuh, tersimpan semangat baja seorang gadis 15 tahun yang tak pernah menyerah pada takdir. Naila Putri Nurmalasari, stoper andalan tim sepakbola putri Sidoarjo, kini berbaring dengan kaki terbungkus gips—bukan karena kekalahan, tetapi karena perjuangan yang membanggakan.
Hari ini, rumah yang biasanya sunyi itu dipenuhi kehangatan luar biasa. Bupati Sidoarjo H. Subandi hadir bersama Baznas Sidoarjo, membawa lebih dari sekadar kunjungan formal—mereka membawa harapan.
Perjuangan di Balik Prestasi
Tiga tahun silam, Naila kehilangan sosok yang paling berharga: ibunda tercinta. Sejak itu, ia dan ayahnya Mansur (37), seorang penjahit tas dan sepatu di Gempol Pasuruan, berjuang keras melawan keterbatasan. Namun, kesulitan hidup tak pernah mengendurkan tekad Naila untuk berprestasi.
"Saya ingin jadi Polwan, Pak Bupati. Cita-cita saya tidak akan berhenti karena cedera ini," ucap Naila dengan suara lembut namun penuh keyakinan. Mata berbinarnya memancarkan kekuatan yang jarang dimiliki anak seusianya.
Cedera patah tulang yang dialaminya saat membela tim Sidoarjo di Porprov IX Jawa Timur 2025 di Malang tak mampu mematahkan semangatnya. Justru, momen inilah yang membuktikan bahwa prestasi sejati tidak hanya diukur dari trofi, tetapi dari ketangguhan jiwa.
Filantropi yang Menyentuh Akar Masalah
EM Luqman, Wakil Ketua I Baznas Sidoarjo, hadir dengan bantuan tunai dan paket sembako. Namun, lebih dari itu, ia menyampaikan pesan mendalam: "Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama terhadap anak bangsa yang berprestasi. Naila telah menunjukkan dedikasi luar biasa untuk Sidoarjo."
Mata Bupati Subandi tak luput menangkap kondisi rumah Naila yang memprihatinkan. Atap yang keropos dan tidak layak huni segera memicu respons cepat. "Kondisi rumah Naila sangat memprihatinkan. Kami akan berkoordinasi dengan Baznas untuk melakukan renovasi, terutama bagian atap yang sudah tidak aman. Naila dan ayahnya harus tinggal di tempat yang layak," tegasnya dengan penuh determinasi.
Berkah yang Tak Terduga
Mansur, sang ayah, tak pernah membayangkan prestasi putrinya akan membawa berkah sebesar ini. "Saya hanya bisa bersyukur. Naila memang anak yang kuat, dan dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami," katanya dengan mata berkaca-kaca, menahan haru.
Kolaborasi antara Pemkab Sidoarjo dan Baznas ini bukan sekadar memberikan bantuan temporer. Ini adalah wujud filantropi sejati yang menyentuh akar permasalahan—dari jaminan kesehatan hingga perbaikan tempat tinggal yang layak.
Pesan Filantropi untuk Masa Depan
Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa prestasi tidak pernah sia-sia. Dedikasi Naila yang telah mengharumkan nama Sidoarjo hingga kancah nasional mendapat apresiasi yang setimpal. Lebih dari itu, ini membuktikan bahwa pemerintah daerah dan lembaga filantropi seperti Baznas tidak hanya menghargai hasil, tetapi juga peduli pada kesejahteraan holistik para atletnya.
Kini, dengan semangat yang masih membara, Naila fokus pada proses penyembuhan. Didukung jaminan medis yang tuntas dan rumah yang akan segera direnovasi, cita-citanya menjadi Polwan semakin terbuka lebar.
Inilah wajah filantropi yang sesungguhnya—tidak hanya memberi, tetapi memulihkan harapan dan membangun masa depan yang lebih cerah.
Cerita Naila mengingatkan kita bahwa di balik setiap prestasi, terdapat perjuangan yang memerlukan dukungan bersama. Dan ketika kepedulian itu hadir, mimpi-mimpi besar pun mulai menemukan jalannya.
BERITA29/06/2025 | sudrab
Sinergi Baznas, Polresta, dan Pemkab Sidoarjo Wujudkan Hunian Layak di HUT Bhayangkara ke-79
Baznas Sidoarjo kembali menunjukkan komitmen kuat dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang kali ini terintegrasi dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79. Bersama Polresta Sidoarjo dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, program sosial ini menyasar warga kurang mampu di Desa Karangpuri dan Kelurahan Krian sebagai wujud nyata kepedulian bersama untuk mewujudkan hunian layak dan nyaman.
Pada Rabu (25/6/2025), Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama Ketua Baznas Sidoarjo M. Chasbil Aziz Saldju Sodar serta Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial M. Bashori Alwi meninjau langsung kondisi rumah milik Ida Ruhayati dan Kusmiati, dua warga penerima bantuan renovasi RTLH. Selain itu, paket sembako juga diserahkan sebagai bagian dari bantuan sosial terpadu.
Bupati Subandi menegaskan, “Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, terutama yang kurang mampu, memiliki hunian yang layak dan nyaman. Komitmen ini kami jalankan bersama Baznas dan seluruh stakeholder demi pemerataan kesejahteraan di Sidoarjo.”
Ketua Baznas Sidoarjo, Gus Jazuk, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam program ini. Sejak awal tahun hingga Mei 2025, Baznas telah merenovasi 84 rumah, dan khusus bulan Juni ini ada tambahan 25 RTLH yang dibantu, termasuk yang bekerja sama dengan Polresta Sidoarjo menyambut HUT Bhayangkara.
“Bantuan dari Polresta menjadi motor penggerak sinergi yang membuktikan kehadiran negara untuk rakyat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka,” kata Gus Jazuk. Baznas memberikan bantuan renovasi hingga maksimal Rp20 juta per rumah, dan untuk kasus tertentu yang memerlukan renovasi total bisa sampai Rp25 juta. Daftar tunggu renovasi pun masih mencapai lebih dari 200 rumah, dengan tim survei yang terus bekerja memastikan perbaikan segera direalisasikan.
Ida Ruhayati, buruh rumah tangga dengan penghasilan Rp300 ribu per minggu, merasa sangat terbantu dengan program ini. Usai kehilangan suami, Ia kesulitan untuk memperbaiki rumahnya yang berdinding bambu, bocor atapnya, dan kamar mandi yang seadanya. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Pak Bupati dan Baznas. Semoga rumah saya segera diperbaiki dan layak huni,” ucap Ida penuh haru.
Lebih dari sekadar renovasi fisik, program ini menggambarkan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial dalam pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Sinergi erat antara Baznas, Polresta, dan Pemkab menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi stakeholder mampu menciptakan perubahan berarti dan berkelanjutan di masyarakat.
Momentum HUT Bhayangkara ke-79 ini menjadi pengingat kuat bahwa kepedulian, solidaritas, dan kerja bersama adalah kunci membangun Indonesia yang lebih berkeadilan dan bermartabat.
BERITA26/06/2025 | sudrab

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
