Berita Terbaru
Baznas Sidoarjo Dukung Penuh Program Pesantren Sehat Melalui Kolaborasi Hexa Helix
Sidoarjo, 26 Juni 2025— Baznas Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan program Pesantren Sehat yang merupakan bagian dari inisiatif provinsi Jawa Timur bernama IKI Pesat Jatim (Inisiatif, Kolaborasi, Inovasi Pesantren Sehat). Hal ini disampaikan saat Rapat Koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Kamis (26/6/2025).
Rakor yang mengusung semangat kolaborasi model hexa helix tersebut turut melibatkan berbagai pihak penting, mulai dari unsur pemerintah daerah, kementerian dan lembaga negara, ormas keagamaan, lembaga zakat dan filantropi, akademisi, serta forum jejaring seperti Forum CSR dan FKKS.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwannita M.Kes., menyampaikan apresiasinya terhadap capaian tahun sebelumnya dan optimis akan ada peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitas pada tahun ini.
“Kami ingin semua aspek bisa lebih baik. Baik dari sisi jumlah pesantren yang didampingi maupun dari segi mutu layanan kesehatannya,” ujarnya.
Sementara itu, Sulistyowati, S.KM, MPPM selaku perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menyebut bahwa Sidoarjo telah menjadi salah satu kabupaten yang menunjukkan progres luar biasa dalam implementasi program ini.
“Prestasi Sidoarjo sudah sangat baik. Tahun ini kita akan dampingi lima pesantren dalam program Pesantren Sehat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Septiana S.KM selaku Plt Kepala Rumah Sehat Baznas (RSB) Sidoarjo menyampaikan bahwa bersama Baznas Sidoarjo telah aktif memberikan layanan kesehatan kepada santri-santri di pondok pesantren.
Beberapa waktu lalu, tim RSB Baznas melakukan pemeriksaan kesehatan umum dan pemeriksaan mata di empat pesantren di Sidoarjo, dilanjutkan dengan pembagian 400 pasang kacamata kepada santri yang membutuhkan.
Melalui pendekatan filantropi dan sinergi lintas sektor, Baznas Sidoarjo terus berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang lebih sehat dan kondusif bagi pengembangan ilmu dan karakter para santri.
Program Pesantren Sehat sendiri tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup edukasi pola hidup bersih, pengelolaan sanitasi lingkungan, serta pembentukan kader kesehatan santri sebagai ujung tombak di tingkat pesantren.
BERITA26/06/2025 | sudrab
Baznas Sidoarjo Turun Langsung Salurkan Bantuan Hidup Door to Door di Kelurahan Pucang
Sidoarjo, 24 Juni 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo tak henti menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama melalui kegiatan penyaluran bantuan sosial secara langsung ke para penerima manfaat. Pada Selasa pagi yang penuh haru tersebut, Baznas menyasar dua warga Kelurahan Pucang, Kecamatan Kota Sidoarjo, untuk menerima bantuan biaya hidup secara “door to door.”
Wakil Ketua I Baznas Sidoarjo, EM Luqman, S.Th.I, didampingi seorang aparatur Kelurahan Pucang, dengan sabar mengetuk pintu satu per satu rumah para penerima manfaat. Penyaluran bantuan langsung ini menjadi bukti nyata perhatian Baznas terhadap kebutuhan riil masyarakat yang rentan, tak sekadar angka laporan.
Salah satu penerima adalah Pak Widiarto, lelaki berusia 44 tahun yang kehidupannya berubah drastis sejak kecelakaan kerja parah pada tahun 2024. Terjatuh dari lift sebuah pabrik keramik di Kecamatan Buduran, tubuhnya mengalami kelumpuhan yang bahkan sampai kini sulit pulih. Kondisi kesehatan tambah memburuk saat serangan diabetes mulai menggerogoti tubuhnya, membatasi ruang gerak hingga harus lebih banyak berbaring di tempat tidur. Dengan suara tersendat-sendat penuh rasa terima kasih, Pak Widiarto berkata, "Terima kasih atas perhatian Baznas kepada kami."
Kisah haru juga datang dari Ibu Sumarni (88 tahun), warga RW 02 Kelurahan Pucang, yang menyandang beban berat sebagai nenek pengasuh empat cucu yang harus kehilangan orang tua mereka. Kondisi ekonomi yang memprihatinkan membuat cucu-cucunya terpaksa menghentikan sekolah, menghadapi masa depan penuh ketidakpastian. Baznas Sidoarjo hadir sebagai harapan, menyalurkan bantuan secara langsung untuk meringankan beban hidup mereka.
Dalam kesempatan tersebut, EM Luqman menyampaikan pesan penuh harap. “Kami berharap seluruh penerima manfaat selalu diberikan kerahmatan dan kesabaran dalam menjalani kehidupannya. Baznas Sidoarjo berkomitmen terus hadir memberikan dukungan moral dan materi untuk mereka yang sangat membutuhkan.”
Penyaluran bantuan door to door ini bukan hanya soal memberikan santunan, tapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dengan tatap muka yang hangat dan sikap penuh empati. Baznas Sidoarjo membuktikan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban, namun ikhtiar sosial yang mampu menguatkan dan memberi harapan kepada kaum rentan di tengah berbagai tantangan hidup.
Dengan langkah penuh ketulusan ini, Baznas Sidoarjo mengajak masyarakat ikut serta menyalurkan kebaikan melalui kanal digital dan berbagai saluran resmi, agar terus menjadi penyambung harapan bagi mereka yang membutuhkan. Karena setiap bantuan, sekecil apapun, berharga untuk mengubah hidup.
BERITA24/06/2025 | sudrab
Baznas Sidoarjo, Program Perlindungan Sosial per Mei 2025
Perlindungan sosial merupakan aspek krusial dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat, yang berfungsi sebagai jaring pengaman sosial untuk mengatasi berbagai risiko seperti kemiskinan, pengangguran, dan kondisi bencana. Dalam konteks maqashid syariah, perlindungan sosial memiliki makna yang lebih komprehensif, yakni menjaga lima kebutuhan fundamental manusia: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. baznas Sidoarjo, sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, memainkan peran strategis melalui program-program perlindungan sosial yang berfokus pada pemberdayaan kelompok rentan.
Hingga Mei 2025, baznas Sidoarjo telah menyalurkan manfaat perlindungan sosial kepada total 2.460 penerima manfaat yang berasal dari berbagai latar belakang rentan. Basis data ini menunjukkan komitmen nyata baznas Sidoarjo dalam mengimplementasikan prinsip maqashid syariah secara praktis, sekaligus memperkokoh fungsi zakat sebagai instrumen sosial yang produktif dan bermartabat.
Program perlindungan sosial baznas Sidoarjo terbagi ke dalam tiga area utama: bantuan biaya hidup, bantuan biaya pendidikan, dan bantuan biaya kesehatan. Statistik menunjukkan, sebanyak 452 keluarga rentan menerima bantuan biaya hidup yang esensial untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Upaya ini sangat membantu dalam mengurangi beban ekonomi keluarga yang terdesak, sekaligus memberi mereka kesempatan untuk tetap hidup layak tanpa kehilangan keseimbangan sosial dan moral.
Selain itu, 1.532 anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan bantuan biaya pendidikan, sebuah investasi sosial yang penting demi masa depan mereka. Pendidikan menjadi penentu utama dalam membuka jalan keluar dari lingkaran kemiskinan dan ketidakmampuan, sekaligus memenuhi kebutuhan maqashid syariah di ranah akal dan keturunan. Dengan adanya dukungan pendidikan, anak-anak ini tidak hanya diberi akses atas ilmu pengetahuan, tetapi juga dibekali modal untuk berkontribusi secara bermartabat bagi masyarakat dan bangsa.
Di bidang kesehatan, baznas Sidoarjo juga memberikan bantuan biaya kepada 29 penerima manfaat yang membutuhkan perawatan dan akses layanan kesehatan. Kesehatan sebagai bagian dari pemeliharaan jiwa menjadi prioritas dalam perlindungan sosial yang dijalankan, mengingat pentingnya kondisi fisik yang sehat agar individu dapat menjalankan perannya dalam masyarakat secara optimal.
Secara lebih luas, program perlindungan sosial baznas Sidoarjo tidak hanya berfungsi sebagai subsidi semata, melainkan sebagai katalis pemberdayaan dan penguatan ekonomi inklusif. Pendekatan ini selaras dengan tujuan maqashid syariah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan dan mengurangi disparitas sosial-ekonomi.
Kontribusi baznas Sidoarjo dalam perlindungan sosial juga memperlihatkan bagaimana nilai-nilai Islam dapat diwujudkan secara nyata melalui manajemen zakat yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Dengan memberdayakan penerima manfaat melalui berbagai bantuan, baznas Sidoarjo mengangkat harkat dan martabat kelompok rentan sekaligus mendorong sinergi sosial untuk Indonesia yang lebih adil dan berkeadaban.
Dalam menghadapi tantangan sosial yang dinamis, baznas Sidoarjo berkomitmen melanjutkan inovasi dan ekspansi program perlindungan sosial sepanjang tahun 2025 dan seterusnya, menjadikan zakat sebagai kekuatan transformasi sosial yang integral dan berkelanjutan.
BERITA24/06/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Fakir secara Door to Door di Kecamatan Jabon
Sidoarjo, 19 Juni 2025 – Di tengah rutinitasnya, Ketua BAZNAS Sidoarjo, M Chasbil Azis Salju Sodar atau yang akrab disapa Gus Jazuk, menyisihkan waktu khusus untuk mendatangi langsung rumah-rumah warga kurang mampu di Kecamatan Jabon. Pada Kamis ini, melalui program "Sidoarjo Peduli," BAZNAS Sidoarjo menyalurkan bantuan biaya fakir kepada tujuh penerima manfaat lansia yang berusia di atas 65 tahun dan dalam kondisi terlantar.
Berbeda dari penyaluran bantuan pada umumnya yang dilakukan secara seremonial, kali ini Gus Jazuk melakukan kunjungan door to door ke rumah penerima manfaat, memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan cepat dirasakan manfaatnya. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (19/6) dengan penuh kehangatan dan empati di desa-desa sekitar Kecamatan Jabon.
Adapun penerima manfaat yang didatangi secara langsung oleh Ketua BAZNAS Sidoarjo adalah: Ibu Djaimah dari Desa Jemirahan, Bapak Joyo dari Desa Balongtani, Ibu Ngatimah dari Desa Semambung, Ibu Fatemah dari Desa Jemirahan, Mbah Sumidah dari Dusun Kademangan Desa Jemirahan, Ibu Musalma dan Bapak Jainuri dari Desa Kedungcangkring.
"Bantuan biaya fakir ini merupakan bentuk kepedulian kami bagi para lansia yang memang sangat membutuhkan perhatian khusus," ujar Gus Jazuk. "Dengan mendatangi mereka secara langsung, kami ingin memastikan mereka benar-benar menerima bantuan yang kami berikan dan merasa dihargai sebagai bagian dari masyarakat."
Bantuan biaya fakir yang disalurkan adalah program rutin BAZNAS Sidoarjo yang diberikan kepada warga lanjut usia yang tidak memiliki penghasilan, hidup dalam kondisi sulit, dan biasanya tinggal sendirian. Sebelum mendapatkan bantuan, calon penerima manfaat menjalani assessment menyeluruh agar pendistribusian zakat ini tepat sasaran dan transparan.
Para penerima manfaat pun mengaku sangat terbantu dengan hadirnya BAZNAS Sidoarjo di tengah kehidupan mereka yang penuh keterbatasan. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Djaimah dari Desa Jemirahan, "Saya sangat bersyukur atas perhatian ini, bantuan ini sangat berarti untuk kebutuhan sehari-hari saya."
Kepedulian BAZNAS Sidoarjo melalui program Sidoarjo Peduli ini menjadi bukti nyata bahwa zakat bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga misi kemanusiaan untuk meringankan beban yang ada di masyarakat.
Dengan langkah door to door ini, BAZNAS Sidoarjo tidak hanya menyalurkan bantuan finansial, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli dan persaudaraan melalui interaksi langsung antara pengelola zakat dan masyarakat yang membutuhkan.
BERITA19/06/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Menyalakan Harapan di Sumput
Sidoarjo, 19 Juni 2025, suasana haru dan penuh harapan menyelimuti Balai Desa Sumput, Kecamatan Sidoarjo. Di tengah kehangatan sinar matahari pagi yang menyinari halaman desa, BAZNAS Sidoarjo menggelar penyaluran bantuan biaya hidup bagi 15 warga kurang mampu di wilayah tersebut. Kegiatan ini bukan sekadar penyerahan bantuan finansial, melainkan sebuah momen penting yang menegaskan peran zakat sebagai sumber kekuatan dan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan kehadiran Kepala Desa Sumput, Bapak Kausar, dan Wakil Ketua 1 BAZNAS Sidoarjo, Em Luqman, S.ThI, acara ini menjadi saksi nyata bagaimana “cahaya zakat” mampu menerangi jalan kehidupan mereka yang tengah berjuang.
Penyaluran bantuan ini berlangsung di balai desa yang sederhana namun sarat makna, menjadi titik temu antara kepedulian lembaga zakat dan kebutuhan masyarakat. Sebanyak 15 penerima manfaat yang berasal dari berbagai RT dan RW di Desa Sumput menerima bantuan biaya hidup yang diharapkan dapat meringankan beban mereka sehari-hari. Nama-nama seperti Siti Julaikhah, Rivamah, Kani, dan Parmi Sri Susanti, yang tinggal di RT 002 RW 001, hingga Tuti Heriani yang juga berdomisili di wilayah yang sama, menjadi bukti nyata bahwa zakat bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan cahaya yang menuntun mereka menuju kehidupan yang lebih baik.
Kehadiran tokoh-tokoh penting dalam acara ini menambah kekhidmatan suasana. Kepala Desa Kausar dan Em Luqman, S.ThI, tidak hanya menyaksikan penyerahan bantuan, tetapi juga memberikan pesan-pesan penuh makna yang menguatkan semangat warga. Mereka menegaskan bahwa zakat adalah instrumen sosial yang mampu memberdayakan masyarakat, bukan hanya sebagai bantuan sesaat, tetapi sebagai fondasi untuk membangun masa depan yang lebih cerah. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sidoarjo menunjukkan komitmennya dalam menyalurkan zakat secara transparan dan tepat sasaran, menjadikan “cahaya zakat” sebagai simbol harapan dan perubahan positif di Desa Sumput.
Acara ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap bantuan yang disalurkan, terdapat harapan besar untuk mengangkat derajat kehidupan masyarakat. Penyaluran bantuan biaya hidup ini bukan hanya sekadar angka dan dokumen, melainkan sebuah kisah tentang kepedulian, solidaritas, dan kekuatan zakat yang mampu menyalakan harapan di tengah tantangan kehidupan. Dengan semangat itulah, BAZNAS Sidoarjo terus berupaya menjadi pelita bagi mereka yang membutuhkan, menerangi jalan mereka dengan cahaya zakat yang tulus dan penuh kasih.
Kepala Desa Sumput, Bapak Kausar, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh BAZNAS Sidoarjo kepada warganya. “Penyaluran bantuan ini bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menyalakan semangat dan harapan baru bagi masyarakat kami. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS menjadi cahaya yang menerangi jalan kehidupan warga Sumput, memberdayakan mereka untuk bangkit dari keterbatasan,” ujarnya dengan penuh haru. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan BAZNAS telah membawa perubahan nyata, memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Kami percaya, dengan dukungan yang berkelanjutan, warga kami akan semakin mandiri dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan penuh keyakinan,” tutup Kausar penuh optimisme.
Wakil Ketua 1 BAZNAS Sidoarjo, Em Luqman, S.ThI, menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan kekuatan transformatif yang mampu mengubah kehidupan secara menyeluruh. “Cahaya zakat adalah sinar harapan yang menerangi jalan mereka yang membutuhkan, bukan hanya sebagai bantuan materi, tetapi sebagai sumber kekuatan spiritual dan sosial yang menggerakkan perubahan nyata dalam masyarakat,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Em Luqman menambahkan bahwa BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk menyalurkan zakat dengan penuh transparansi dan rasa kemanusiaan, memastikan setiap bantuan sampai tepat sasaran dan memberikan dampak berkelanjutan. “Melalui zakat, kita tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga membangun fondasi kuat untuk pemberdayaan komunitas yang mandiri dan berdaya. Inilah esensi dari ‘cahaya zakat’ yang kami bawa sebagai sumber inspirasi dan harapan bagi seluruh warga Sidoarjo,” tuturnya penuh semangat.
BERITA19/06/2025 | sudrab
Cahaya Zakat : HUT ke-79 Bhayangkara, Kolaborasi Rehab 10 Rumah Tidak Layak Huni
Sidoarjo, 17 Juni 2025 — Di balik gema peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang akan digelar pada 1 Juli mendatang, sebuah kolaborasi penuh makna terjalin antara Baznas Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, serta kepolisian dan TNI setempat. Bersama-sama, mereka menyalurkan cahaya zakat untuk merombak dan menghidupkan kembali 10 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di berbagai titik Kabupaten Sidoarjo, sebagai wujud kongkret support untuk masyarakat yang membutuhkan.
Momentum istimewa ini diawali dengan kunjungan langsung Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar yang akrab disapa Gus Jazuk, bersama Bupati Sidoarjo H. Subandi, Kapolresta Kombes Pol. Christian Tobing, dan Dandim 0816 Sidoarjo Dedyk Wahyu Widodo ke rumah Kusen (70), seorang pengrajin sayangan yang hidup sendiri di Desa Klurak, Kecamatan Candi. Rumah yang sebelumnya sangat memprihatinkan kini menjadi bukti nyata transformasi melalui sinergi lintas lembaga yang diprakarsai oleh semangat Bhayangkara dan dukungan zakat masyarakat.
Dalam momen yang sarat emosi ini, Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan komitmennya, “Dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara, Pemerintah Kabupaten memberikan dukungan penuh untuk perbaikan 10 rumah tidak layak huni. Ini adalah wujud nyata kepedulian kami bersama Baznas dan Polri untuk mewujudkan visi Kabupaten Sidoarjo yang sejahtera dan bermartabat.”
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Christian Tobing, pun memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. Menurutnya, perbaikan RTLH yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah dan Baznas tersebut adalah langkah strategis yang tidak hanya memperbaiki fisik rumah, tetapi juga membangun harapan dan kepercayaan diri penerima manfaat. "Semoga *cahaya zakat* yang kami salurkan lewat program ini dapat membawa manfaat besar, menjadikan hunian yang layak serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.
Sebagai ketua Baznas, Gus Jazuk mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan berharga untuk berkontribusi dalam perayaan HUT Bhayangkara ke-79 melalui program kemanusiaan ini. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antar instansi sebagai bentuk sinergi demi manfaat masyarakat yang lebih luas. “Kami berharap langkah ini menjadi contoh dan inspirasi agar sinergi kebaikan seperti ini dapat berkelanjutan dan semakin memperkuat peran zakat sebagai cahaya yang menerangi jalan kemaslahatan,” kata Gus Jazuk, penuh optimisme.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi tindakan nyata merangkul mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan fisik tempat tinggal. Renovasi rumah Kusen dan sembilan rumah lainnya menjadi simbol harapan baru, bukti bagaimana semangat kebersamaan dan pemanfaatan dana zakat mampu mendorong perubahan sosial yang signifikan.
Melalui kolaborasi ini, Baznas Sidoarjo tidak hanya menjalankan fungsinya sebagai lembaga amil zakat, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam mendorong terciptanya kehidupan yang lebih baik dan layak bagi warga yang masih membutuhkan. Program ini menjadi salah satu bukti cahaya zakat mampu merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam, membawa sinar pengharapan ke sudut-sudut kehidupan masyarakat kurang beruntung di Kabupaten Sidoarjo.
Semangat Bhayangkara ke-79 tahun ini mendapatkan makna yang lebih dalam dengan terbangunnya rumah-rumah yang tidak hanya layak secara fisik, melainkan juga memberi rasa aman dan nyaman bagi penghuninya. Jalinan kuat antara zakat, pemerintah, dan aparat keamanan ini menjadi contoh nyata bahwa perubahan besar dapat lahir dari kerja sama yang tulus dan terarah.
BERITA17/06/2025 | sudrab
Senyum Ceria Cahaya Zakat: Baznas Tuntaskan RTLH di Karanggayam
Sidoarjo, 17 Juni 2025 — Senyum penuh syukur dan ceria menghiasi wajah warga Dusun Karanggayam, Kelurahan Pucang Anom, Kecamatan Kota Sidoarjo, saat Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), berkunjung untuk melakukan monitoring finalisasi Rehab Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Momentum ini menjadi harapan baru bagi keluarga Iswahyudi, seorang kuli bangunan yang kerap menghadapi ketidakpastian pekerjaan.
Dalam kunjungan Selasa (17/6) pagi tadi, Gus Jazuk memeriksa dengan teliti setiap detail pekerjaan renovasi sekaligus menyerahkan Berita Acara Serah Terima (BAST) Rehab RTLH tersebut. Dengan penuh perhatian, Gus Jazuk bertanya pada istri Pak Iswahyudi, “Pripun bu, nopo mpun enak? Nyaman, aman?”
Istri Iswahyudi membalas dengan senyum gembira, “Alhamdulillah, sampun aman ndak takut kehujanan, meski kemarin malam sempat panik, lupa tutup pintu belakang.” Rumah yang dulu rapuh dengan atap bocor kini sudah berubah menjadi hunian yang nyaman dan aman.
Pasangan yang dikaruniai lima anak ini berencana mulai menempati rumah baru hasil rehab pada Sabtu mendatang. Mereka juga akan memindahkan barang-barang dan memasang pompa air untuk memenuhi kebutuhan kamar mandi dan dapur.
Seperti yang diketahui, kunjungan Baznas Sidoarjo bersama Bupati Subandi tanggal 19 Mei lalu telah mengecek langsung kondisi rumah yang selama tiga tahun terakhir kerap bocor saat hujan, dengan atap yang rapuh dan lantai belum diplester, yang membuat Pak Iswahyudi dan keluarga merasa was-was.
Pihak Baznas melakukan perbaikan menyeluruh yang mencakup penggantian atap, perbaikan tembok, serta renovasi fasilitas kamar mandi dan jamban agar rumah tersebut layak huni dan nyaman untuk ditinggali.
Gus Jazuk menegaskan, “Alhamdulillah, hari ini kita dapat lakukan penyerahan BAST RTLH. Ini bukti nyata komitmen Baznas Sidoarjo mendorong perubahan hidup masyarakat lewat cahaya zakat yang menebarkan harapan bagi yang membutuhkan.”
Kegiatan ini bukan hanya seremonial, melainkan representasi nyata bagaimana peran zakat menjadi cahaya yang menembus gelapnya kehidupan warga kurang mampu. Baznas Sidoarjo hadir sebagai pendorong kebahagiaan dan perbaikan kualitas hidup masyarakat melalui program rehab RTLH yang bermakna.
BERITA17/06/2025 | sudrab
Cahaya Zakat Menerangi Ladang Pangan: Petani Binaan BAZNAS di Purbalingga Panen Lebih dari 2 Ton Padi
Sidoarjo, 16 Juni 2025 – Dalam upaya mendorong ketahanan pangan dan kesejahteraan petani mustahik di Indonesia, BAZNAS membuktikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan sumber cahaya harapan yang nyata dan penuh semangat. Sugirno, petani binaan BAZNAS di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menjadi saksi hidup keberhasilan program pertanian yang digagas oleh BAZNAS. Di lahan seluas 1.400 meter persegi, petani yang tergabung dalam Gapoktan Citra bersama 88 petani lainnya, berhasil memanen padi varietas Inpari 32 dengan hasil lebih dari 2 ton Gabah Kering Panen (GKP).
Panen yang dilakukan dengan mesin combine harvester ini menjadi salah satu bukti bahwa inovasi teknologi dan pendampingan optimal mampu meningkatkan efisiensi kerja dan hasil produksi petani kecil. Meski tanpa kutipan langsung dari Sugirno, capaian hasil panen secara signifikan menunjukkan dampak positif dari program Lumbung Pangan BAZNAS yang fokus pada pemberdayaan mustahik melalui akses alat modern dan pelatihan teknis.
Program Lumbung Pangan ini terangkum dalam langkah strategis BAZNAS sebagai bagian dari amanah zakat yang dioptimalkan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat dhuafa. Dengan menghadirkan pendampingan rutin serta akses ke peralatan pertanian modern, BAZNAS menguatkan pondasi ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan para petani kecil di berbagai wilayah. Tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan keluarga mustahik, melalui program ini pendapatan naik secara berkelanjutan, menciptakan efek berlapis bagi ekonomi lokal.
Sinergi antara zakat dan teknologi pertanian modern yang diaplikasikan dalam program ini menjadi bentuk nyata cahaya zakat yang menembus batas keterbatasan sosial ekonomi, membawa transformasi signifikan yang memerdekakan petani dari jebakan kemiskinan. Sebagai program filantropi berbasis zakat, keberhasilan Gapoktan Citra di Purbalingga ini adalah inspirasi bagi daerah lain, memperkuat harapan akan masa depan pertanian Indonesia yang mandiri dan berkelanjutan.
Melalui berbagai cerita sukses seperti Sugirno dan kelompok tani binaan BAZNAS, masyarakat diingatkan kembali bahwa zakat adalah sumber kebaikan yang mampu mengubah hidup, mendorong produktivitas, dan memberikan cahaya keberkahan bagi banyak keluarga dhuafa. BAZNAS terus mengajak seluruh kaum muslim untuk menjadi bagian dari perubahan positif ini, menyalurkan zakat dengan penuh semangat untuk menyinari kehidupan yang lebih sejahtera.
BERITA16/06/2025 | sudrab
Cahaya Zakat Menyentuh Hati: Kolaborasi Baznas dan TKSK Krian Ringankan Beban Warga Dhuafa Lewat Pendampingan Door to Door
Sidoarjo, 16 Juni 2025 — Sinergi harmoni terjalin antara Baznas Kabupaten Sidoarjo dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Krian, yang memperlihatkan bagaimana cahaya zakat tidak hanya menjadi sumber bantuan materi, tetapi menjadi penerang harapan bagi mereka yang tengah terdampak keterbatasan sosial dan kesehatan. Tepat pada Senin (16/6), Baznas yang diwakili oleh staf pelaksana Abdul Ghoni bersama M. Rizal dari TKSK Krian, secara langsung turun ke lapangan dengan metode „door to door“ mengunjungi penerima manfaat di beberapa desa di Kecamatan Krian.
Kunjungan ini menyasar langsung tiga keluarga dengan kondisi sosial dan medis yang memerlukan perhatian ekstra. Pertama adalah Bapak Thomas Edy Wilayantoro (44 tahun), warga Desa Tambak Kemerakan yang sejak berpisah dengan istrinya pada 2020, memikul tanggung jawab membesarkan ketiga anaknya sendiri. Thomas yang dahulu bekerja sebagai penarik becak di Yogyakarta kini terhambat mobilitasnya akibat luka di kaki yang dideritanya, meskipun biaya pengobatan sebagian besar telah tercover oleh jaminan kesehatan PBID.
Selanjutnya adalah Ibu Suliana (56 tahun), seorang perempuan penyandang cacat kaki yang berdomisili di Desa Kraton. Kondisi kesehatannya makin diperburuk dengan penyakit gula yang membutuhkan perawatan intensif dan membatasi hampir seluruh aktivitas fisiknya sehingga lebih banyak beristirahat di tempat tidur.
Sementara itu, Bapak Abdul Manan (71 tahun), asal Desa Katerungan, menjadi perhatian karena kondisinya yang menderita stroke sejak beberapa tahun lalu. Kunjungan sebelumnya dari Bupati Subandi, SH, MKn pada 31 Mei lalu menjadi momentum penting untuk menyalurkan bantuan lanjutan yang kini juga didukung oleh Baznas dan TKSK.
Abdul Ghoni menyampaikan komitmen tulus Baznas untuk memperluas kolaborasi secara formal maupun non-formal dengan berbagai institusi, khususnya TKSK. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi jalan efektif untuk menyalurkan bantuan secara tepat sasaran dan tanpa hambatan birokrasi, sembari tetap menaati semua norma dan regulasi yang berlaku. “Ini bentuk nyata dari cahaya zakat yang terus kami usung agar sampai ke tangan mustahik dengan cepat dan akurat,” ungkap Abdul Ghoni.
Di sisi lain, M Rizal dari TKSK Krian menaruh apresiasi tinggi atas peran Baznas yang konsisten hadir sebagai solusi pengentasan masalah sosial masyarakat. “Bantuan Baznas sangat membantu dalam mengatasi berbagai masalah sosial yang ada di tingkat masyarakat. Kolaborasi ini nantinya akan terus kami tingkatkan agar mampu menyentuh lebih banyak lagi warga yang membutuhkan,” jelasnya.
Melalui inisiatif penuh keikhlasan dan profesionalisme ini, Baznas bersama TKSK Krian membuktikan bahwa cahaya zakat mampu menyulut gairah baru bagi warga dhuafa, bukan hanya sebagai bantuan materi, tetapi juga sebagai penyemangat hidup yang berbasis kemanusiaan dan kepedulian.
BERITA16/06/2025 | sudrab
Cahaya Zakat Membimbing Generasi Muda Bersinergi Dampingi UMKM Binaan BAZNAS di Banda Aceh
Sidoarjo, 16 Juni 2025 – Sebuah cahaya harapan baru ditaburkan dalam dunia ekonomi umat melalui kolaborasi strategis antara BAZNAS dan tenaga muda yang penuh potensi. Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala (USK), Provinsi Aceh, mengunjungi kantor BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Aceh pada Rabu, 22 Mei 2025. Kegiatan visit and education ini bukan sekedar kunjungan akademik, namun momentum penguatan jiwa filantropi dan pengabdian kepada masyarakat mustahik di lapangan.
Saat kunjungan itu, Annisa, manajer BMD Aceh, memaparkan secara gamblang visi dan misi program microfinance yang mengusung pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Mahasiswa yang hadir mendapat kesempatan langka untuk mengenal lebih jauh dinamika pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan BAZNAS yang selama ini terus berupaya meningkatkan kualitas produk dan kapasitas pelaku usaha. Fakta minimnya literasi keuangan syariah di kalangan mustahik menjadi sorotan, yang sejak awal menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi civitas akademika agar ambil bagian sebagai agen perubahan.
Ketua iESA (Ikatan Ekonomi Syariah Aceh), Habib Fatahilah, menegaskan komitmen kuat. “Kami bertekad memberikan kontribusi nyata melalui pelatihan berkelanjutan dan mentoring sistematis. Ini salah satu bentuk cahaya zakat yang nyata menembus sekat teori dan praktik,” ujarnya. Dukungan penuh juga datang dari dosen pendamping Eka Nurliana yang menyatakan kesiapan pihak fakultas menyediakan materi dan fasilitasi pendukung agar proses pendidikan daring di lapangan berjalan optimal.
BAZNAS Microfinance Desa sebagai pelopor inovasi pemberdayaan ekonomi mustahik melalui bantuan modal, pelatihan, dan pendampingan usaha, telah membawa perubahan signifikan di Aceh. Banyak pelaku UMKM terdampak positif, yang kini menjauh dari praktik ekonomi konvensional ke arah lebih syariah dan produktif. Kolaborasi dengan mahasiswa dan akademisi ini diharapkan menjadi jembatan penguatan kapasitas dan kualitas pendampingan yang berkelanjutan.
Ke depan, Prodi Ekonomi Islam FEB USK berencana memperkuat sinergi dengan BAZNAS melalui Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperluas ruang gerak dan manfaat pendampingan bagi UMKM mitra binaan. Harapannya, keberlanjutan program ini mampu menjadi cahaya zakat yang tidak hanya meringankan beban mustahik secara ekonomi, tapi juga membangun kemandirian dan meningkatkan literasi keuangan berbasis nilai agama.
Kolaborasi ini adalah wujud nyata dari semangat BAZNAS dalam menebarkan kebaikan zakat secara strategis dan terukur, menyinari perjalanan ekonomi umat, dan memastikan zakat tidak hanya berhenti sebagai kewajiban ritual, namun menjadi kekuatan sosial-ekonomi yang berdampak luas dan berkelanjutan.
BERITA16/06/2025 | sudrab
Cahaya Zakat Menyinari Desa Durung Bedug: Bantuan Biaya Hidup Baznas Sidoarjo Hadirkan Harapan untuk Lansia
Sidoarjo, 16 Juni 2025 – Baznas Kabupaten Sidoarjo menorehkan langkah nyata dalam meringankan beban masyarakat dhuafa di Desa Durung Bedug, Kecamatan Candi. Pada hari Senin (16/6), tim Baznas dengan semangat dan ketulusan melakukan penyaluran bantuan biaya hidup dengan metode door to door kepada lima warga lansia yang benar-benar membutuhkan.
Para penerima manfaat yang dikunjungi itu adalah Ibu Makiyah (66 tahun), Bapak Kusaeri (73 tahun), Ibu Amanah (68 tahun), Ibu Supiyah (83 tahun), serta Ibu Lilik Sunarsih (45 tahun) yang masih aktif bekerja sebagai buruh tani. Situasi keterbatasan usia dan kondisi fisik membuat mereka sangat bergantung pada uluran bantuan sosial.
M. Sofwan, staf pelaksana distribusi Baznas Sidoarjo, menyampaikan komitmen lembaga dalam menyalurkan zakat secara tepat dan cepat agar manfaatnya terasa optimal bagi para penerima. “Dengan tetap berpegang pada regulasi yang berlaku, kami bertekad memastikan bantuan sampai langsung ke tangan yang membutuhkan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Suasana haru terlihat jelas ketika Ibu Supiyah menerima bantuan dari Baznas Sidoarjo. Dengan mata berkaca-kaca dan suara terbata-bata, ia ungkapkan rasa syukurnya. “Terima kasih, alhamdulillah bisa dibantu Baznas Sidoarjo,” ucap Ibu Supiyah, mewakili rasa terima kasih para lansia yang mendapat perhatian khusus ini.
Penyaluran bantuan biaya hidup ini bukan sekadar pemberian materi semata. Melainkan juga cahaya harapan yang menyinari rumah mereka yang sederhana. Kehadiran Baznas membawa angin segar di tengah keterbatasan dan membuka pintu jalan menuju kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
Program ini menjadi bukti nyata bagaimana zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan sosial yang efektif jika dikelola dengan hati dan profesionalisme. Setiap rupiah zakat yang diberikan oleh para muzakki berubah menjadi cahaya yang menghangatkan jiwa mereka yang membutuhkan.
Baznas Sidoarjo berharap penyaluran secara door to door ini dapat menjangkau lebih banyak lagi warga kurang mampu, khususnya para lansia yang sering kali terlupakan. Upaya ini sekaligus menjadi cerminan dedikasi lembaga dalam menjalankan amanah zakat sesuai ketentuan, demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.
Dengan soliditas dan semangat yang terus menyala, Baznas Sidoarjo siap menjadi penggerak perubahan sosial yang membawa berkah dan harapan. Karena setiap zakat yang disalurkan adalah cahaya yang menyulut api kebaikan dan menggugah semangat hidup keluarga prasejahtera.
BERITA16/06/2025 | sudrab
Pedagang Souvenir di Bukittinggi Naik Omzet Berkat Program BAZNAS, Cahaya Zakat Terangi Usaha Mikro
Bukittinggi, 16 Juni 2025 – Kehidupan seorang pelaku usaha mikro di Bukittinggi, Efayarnis, bak tertuntun cahaya harapan lewat program pemberdayaan zakat dari BAZNAS. Warga Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang ini mengelola usaha penjualan souvenir khas Bukittinggi di kawasan wisata Panorama Lobang Jepang, destinasi yang setiap hari dipadati wisatawan dari berbagai daerah.
Semangat kewirausahaan Efayarnis memancarkan kekuatan baru setelah menerima tambahan pembiayaan sebesar Rp3.000.000 dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Bukittinggi, sebagai bagian dari program pemberdayaan mustahik yang berbasis zakat. Dana tersebut digunakan untuk memperbanyak stok barang dagangan seperti kaos bergambar Jam Gadang, tas, lukisan, dan aneka cendera mata lainnya.
“Alhamdulillah, selama musim libur dan menjelang Ramadhan, omzet berjualan souvenir saya naik drastis. Sebelumnya Rp1.500.000 per minggu kini menjadi Rp5.000.000 per minggu. Ini berkat dorongan modal dari BAZNAS, serta dukungan para muzakki yang mempercayakan zakatnya untuk saya dan pelaku usaha mikro lainnya,” ungkap Efayarnis dengan penuh rasa syukur.
Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) hadir sebagai cahaya zakat yang nyata bagi pelaku UMKM di Bukittinggi, khususnya yang berada di kawasan wisata. Ini bukan hanya pemberian modal kerja biasa, tetapi sebuah langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian usaha mustahik agar mereka tidak lagi bergantung pada bantuan di masa depan.
Baznas menegaskan, pemberdayaan ekonomi melalui BMD adalah upaya untuk mengangkat martabat ekonomi mustahik, menjadikan mereka bukan hanya penerima zakat, namun kelak bisa menjadi muzakki atau pemberi zakat yang mandiri dan berkualitas. Pendekatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal, sekaligus memperkuat sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung Bukittinggi.
Efayarnis sendiri menjadi bukti nyata dari keberhasilan program tersebut. Dengan tambahan pembiayaan, ia tidak hanya mampu memenuhi permintaan wisatawan yang meningkat saat liburan, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha lebih luas dan berkelanjutan.
“Kami berharap ke depan semakin banyak pelaku usaha mikro yang bisa tumbuh dan berkembang berkat cahaya zakat BAZNAS. Zakat yang disalurkan dengan tepat sasaran mampu memberikan perubahan yang signifikan di masyarakat,” kata perwakilan BAZNAS Bukittinggi.
Program BMD tidak hanya berhenti pada pemberian modal saja, tetapi juga diikuti dengan pendampingan dan pembinaan agar pelaku usaha dapat meningkatkan kemampuan manajemen dan pemasaran. Ini merupakan kunci keberhasilan demi mewujudkan ekonomi lokal yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing.
Melalui sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan para muzakki, cahaya zakat menjadi energi yang memberi kehidupan baru, mengangkat peluang ekonomi di Bukittinggi. Kisah sukses Efayarnis adalah sebuah inspirasi yang membuktikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tapi juga sebuah investasi sosial yang membawa berkah bagi banyak pihak.
Mari terus tebarkan cahaya zakat di seluruh pelosok negeri untuk menguatkan perekonomian masyarakat kecil, memberdayakan UMKM, dan membangun masa depan yang lebih cerah dan sejahtera.
BERITA16/06/2025 | sudrab
Kursi Roda untuk Mbah Mbrati, Bukti Nyata Cahaya Zakat dari Baznas Sidoarjo
Sidoarjo, 16 Juni 2025 – Senyum cerah terpancar dari wajah Mbah Mbrati (85 tahun) saat tim Baznas Kabupaten Sidoarjo berkunjung ke kediamannya di Kelurahan Bulusidokare, Kecamatan Sidoarjo, Senin (16/6). Kedatangan yang didampingi langsung oleh Lurah Bulu Sidokare, Ibu Siti Astutik, SH, menjadi momen penting bagi Mbah Mbrati yang selama ini mengalami keterbatasan mobilitas akibat usia dan kondisi kesehatannya.
Kisah perjuangan Mbah Mbrati menyentuh hati banyak pihak, seiring bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI yang disalurkan oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono beberapa waktu lalu. Bantuan tersebut, yang mulai diterima secara periodik sejak 12 Januari 2025, telah meringankan beban hidup lansia ini. Tidak hanya itu, anak Mbah Mbrati yang tinggal dekat dengannya juga memperoleh dukungan berupa bantuan wirausaha berjualan nasi pecel, membuka peluang ekonomi yang lebih baik.
Dalam kunjungan kali ini, Baznas Sidoarjo memberikan sebuah bantuan istimewa—kursi roda—yang sangat dibutuhkan Mbah Mbrati. “Alhamdulillah, hari ini kami bisa menyerahkan kursi roda untuk Mbah Mbrati, sebagai bagian dari upaya meringankan kesulitan mobilitas beliau,” ujar Lurah Bulu Sidokare, Siti Astutik, SH. Bantuan ini membawa harapan baru bagi Mbah Mbrati agar aktivitas sehari-harinya bisa lebih nyaman dan mandiri.
M Sofwan, staf pelaksana distribusi Baznas Sidoarjo, menegaskan komitmen lembaganya dalam menyalurkan bantuan tepat sasaran dan tepat waktu. “Dengan tetap berpegangan pada regulasi Baznas, kami berupaya agar penyaluran bantuan sosial bisa cepat dan memberikan manfaat optimal bagi para penerimanya,” ujarnya.
Semangat cahaya zakat terpancar nyata dari setiap langkah Baznas Sidoarjo dalam menjalankan amanah masyarakat. Di hari yang sama, Baznas juga menyalurkan bantuan sarana prasarana untuk musholah SDN Bulusidokare serta bantuan pendukung fasilitas TK DWP di Kelurahan Sidoklumpuk, memperluas jangkauan manfaat kepada warga yang membutuhkan.
Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana peran zakat tidak hanya sebagai kewajiban agama tetapi juga sebagai cahaya yang menerangi kehidupan masyarakat, khususnya mereka yang rentan dan membutuhkan uluran tangan. Setiap bantuan yang disalurkan adalah cermin kecintaan dan kepedulian, yang menguatkan kebersamaan dalam membangun kesejahteraan.
Kunjungan ke rumah Mbah Mbrati sekaligus menjadi simbol nyata bagaimana Baznas Sidoarjo terus menghadirkan solusi dan harapan melalui program-program sosial yang terencana dan berkelanjutan. Semangat untuk menghadirkan cahaya zakat di setiap sudut kehidupan masyarakat, adalah bukti nyata dari peran Baznas dalam mendorong perubahan positif di Kabupaten Sidoarjo.
BERITA16/06/2025 | sudrab
Cahaya Zakat : BAZNAS Sidoarjo Terus Menyalurkan Bantuan Langsung
Sidoarjo, 12 Juni 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya sebagai cahaya zakat yang menerangi kehidupan masyarakat melalui penyaluran bantuan secara langsung kepada para penerima manfaat. Kegiatan filantropi yang dilakukan hari ini menegaskan peran strategis BAZNAS dalam mengentaskan kesulitan sosial dan ekonomi di berbagai lapisan masyarakat, baik individu maupun institusi. Dengan semangat keikhlasan dan ketepatan sasaran, BAZNAS Sidoarjo terus menjadi pelita harapan yang menyinari jalan bagi mereka yang membutuhkan, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah tantangan zaman.
Pada hari ini, Tim Distribusi BAZNAS Sidoarjo melakukan penyaluran bantuan kepada sejumlah warga yang sangat membutuhkan perhatian khusus. Di Desa Gemurung, Kecamatan Gedangan, bantuan biaya hidup disalurkan kepada Supriyono, seorang pria yang tengah berjuang melawan penyakit stroke. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarganya yang selama ini menghadapi kesulitan ekonomi akibat kondisi kesehatan yang membatasi aktivitas sehari-hari.
Tidak jauh dari situ, bantuan juga diberikan kepada Dewi Minatun, seorang ibu lanjut usia, serta Ibu Rumiyati, nenek berusia 90 tahun yang hanya mampu beraktivitas di atas tempat tidur. Bantuan yang disalurkan bukan hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga sebagai wujud nyata dari cahaya zakat yang menyentuh langsung kehidupan mereka yang rentan dan membutuhkan uluran tangan.
Penyaluran bantuan tidak hanya menyentuh individu, tetapi juga sektor pendidikan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat jangka panjang. Di SDN Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, BAZNAS menyalurkan bantuan biaya pendidikan untuk para siswa agar mereka dapat terus menuntut ilmu tanpa terbebani oleh keterbatasan ekonomi.
Selain itu, bantuan pendidikan juga diberikan kepada siswa RA NU di Desa Sentul, Tanggulangin, termasuk Ananda Auliaizzatun Nisa, seorang pelajar yang bersemangat menuntut ilmu meskipun menghadapi berbagai tantangan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan dan memberikan motivasi tambahan bagi para siswa untuk terus berprestasi.
BAZNAS Sidoarjo juga memberikan perhatian khusus kepada institusi keagamaan yang menjadi pusat aktivitas dan penguatan sosial masyarakat. Bantuan disalurkan kepada Masjid Arjus Salamah di Perumtas 2, Desa Kali Sampurno, Masjid Al Irsyad Al Amanah di Desa Candi, Kecamatan Candi, serta Mushollah Arrohmah di Dusun Sengon Lor, Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo.
Dukungan ini sangat penting karena institusi-institusi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan memperkuat institusi keagamaan, BAZNAS turut memperkokoh fondasi spiritual dan sosial masyarakat.
M. Faiz, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menegaskan pentingnya penyaluran bantuan secara langsung kepada penerima manfaat. “Dengan bertemu langsung dengan penerima manfaat, kami dapat melakukan validasi dan verifikasi secara menyeluruh sesuai dengan standar operasional kelembagaan. Hal ini sangat penting agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat guna dan tepat sasaran,” ujarnya.
Pendekatan langsung ini tidak hanya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS sebagai lembaga yang profesional dan bertanggung jawab. Proses ini menjadi kunci keberhasilan BAZNAS dalam menyalurkan cahaya zakat yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan penyaluran bantuan langsung yang dilakukan BAZNAS Sidoarjo semakin menegaskan peran penting zakat sebagai cahaya yang menerangi kehidupan masyarakat yang membutuhkan. Melalui program-program yang terarah dan tepat sasaran, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menyalakan harapan dan semangat baru bagi penerima manfaat.
Komitmen berkelanjutan BAZNAS Sidoarjo dalam mengelola zakat dengan penuh tanggung jawab dan transparansi membuktikan bahwa zakat adalah instrumen sosial yang efektif dalam mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan terus menghadirkan cahaya zakat yang nyata, BAZNAS Sidoarjo menginspirasi seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengoptimalkan potensi zakat sebagai sumber kebaikan yang berkelanjutan bagi kemajuan dan keharmonisan komunitas.
BERITA12/06/2025 | sudrab
Baznas Sidoarjo Terangi Harapan Warga : Serah Terima Rehab RTLH di Empat Rumah Warga
Sidoarjo, 11 Juni 2025 – Komitmen Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Sidoarjo dalam menyebarkan CahayaZakat kembali terbukti nyata. Hari ini, Baznas melakukan monitoring akhir sekaligus serah terima Berita Acara Serah Terima (BAST) untuk empat rumah tak layak huni (RTLH) yang telah selesai direhabilitasi bulan lalu. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian Baznas Sidoarjo terhadap kesejahteraan warga kurang mampu agar bisa tinggal di rumah yang lebih layak dan nyaman.
Monitoring dan serah terima ini dilakukan secara langsung di kediaman empat keluarga di beberapa desa dan kelurahan di sekitar Sidoarjo, yaitu rumah Ibu Siti Maryam di Kelurahan Juwet Kenongo, Porong; rumah Bapak Masrukin di Desa Lajuk, Porong; rumah Ibu Nur Hayati di Desa Kedungbanteng, Tanggulangin; serta kunjungan terakhir hari ini di rumah Ibu Holidah di Desa Bluru Kidul, Sidoarjo.
Khusus terkait rumah Ibu Holidah, Baznas mengawali survei awal pada 6 Mei lalu. Rumah berukuran 4x5 meter itu sebelumnya berdinding triplek dan spanduk reklame, tanpa fasilitas jamban. Ibu Holidah tinggal bersama suaminya, Imam Syafi’i, yang bekerja sebagai kuli bangunan, serta dua anak mereka yang masih kecil. Kondisi rumah yang memprihatinkan menjadi perhatian Baznas untuk memberikan perubahan signifikan lewat program rehabilitasi ini.
Saat kunjungan monitoring terakhir hari ini, wajah Ibu Holidah begitu berseri-seri. Ia tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya dan bahkan kehabisan kata-kata saat mengetahui bahwa rumahnya telah berhasil diperbaiki berkat bantuan Baznas. “Terima kasih, saya tak percaya bisa dapat rezeki dari Baznas dibangunkan rumah,” ujarnya dengan penuh haru.
Sementara itu, PJ Kepala Desa Bluru Kidul, Dharma Putro Prakoso, S.STP, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Baznas di desa yang dipimpinnya. Menurutnya, rehab rumah tak layak huni merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Kami berterima kasih atas komitmen Baznas yang terus membantu warga desa kami agar memiliki rumah aman dan nyaman. Kehadiran Baznas benar-benar menebarkan cahaya zakat yang menyentuh sisi kemanusiaan secara langsung,” imbuhnya.
Program rehab RTLH ini merupakan bagian dari upaya Baznas Sidoarjo memaksimalkan dana zakat yang dihimpun untuk membantu mereka yang membutuhkan. Dengan memperbaiki kondisi rumah tinggal warga, Baznas tidak hanya memberikan perlindungan fisik, tetapi juga menghidupkan harapan dan semangat untuk hidup lebih baik.
Melalui cahaya zakat yang disalurkan, Baznas Sidoarjo berharap semakin banyak jiwa mendapat manfaat nyata. Sinergi antara Baznas dan aparat desa menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini, memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan berdampak signifikan.
Sahabat Baznas, mari terus dukung keberlanjutan program mulia ini dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekahmu kepada Baznas Sidoarjo. Bersama, kita bisa menyalakan lebih banyak lagi cahaya zakat yang menerangi kehidupan masyarakat di seluruh penjuru.
BERITA11/06/2025 | sudrab
Sidoarjo Cerdas: Baznas Hadirkan Cahaya Zakat bagi Puluhan Siswa Kecamatan Taman
Sidoarjo, 11 Juni 2025 – Dalam upaya menerangi masa depan generasi muda, Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Sidoarjo kembali menunjukkan peran vitalnya melalui program Sidoarjo Cerdas dengan penyaluran bantuan biaya pendidikan kepada puluhan siswa di Kecamatan Taman, Selasa (10/6). Kegiatan yang memberikan cahaya zakat bagi anak-anak penerima manfaat ini, tidak hanya meringankan beban pendidikan mereka, tetapi juga menebarkan semangat untuk terus belajar dan berprestasi.
Puluhan siswa dari berbagai lembaga pendidikan, seperti MI Darussalam Sidodadi, TKM NU Nurul Jannah Bringinkulon, dan TKM NU An Nadliyah Bringinwetan mendapatkan bantuan langsung dari Baznas Sidoarjo. Salah satu momen hangat terlihat saat Muhammad Al Fatih Febriyanto, salah satu penerima di TKM NU Nurul Jannah Bringinkulon, tersenyum lebar saat diminta tanda tangan sebagai tanda bukti penerimaan bantuan. Anak-anak ini tidak hanya menerima uang bantuan, tetapi juga harapan dan dorongan untuk masa depan yang lebih cerah.
Rita Defani, staf pelaksana Baznas Sidoarjo yang turut menyalurkan bantuan tersebut, menyampaikan rasa syukurnya bisa bertatap muka dan langsung memberikan bantuan kepada para siswa. "Ini adalah bentuk nyata cahaya zakat yang diharapkan membawa manfaat besar bagi para penerima," ujarnya. Selain aktif dalam Baznas, Rita juga dikenal sebagai Duta Anti Narkoba dari BNN Sidoarjo, menunjukkan komitmennya untuk memberdayakan anak-anak tidak hanya dari segi pendidikan, tapi juga moral dan kesehatan.
Program Sidoarjo Cerdas ini merupakan bagian dari misi Baznas untuk mengoptimalkan peran zakat dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan. Melalui bantuan ini, Baznas ingin memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena masalah biaya, sekaligus mendorong potensi dan bakat yang mereka miliki agar dapat berkembang dengan baik. Bantuan seperti ini menjadi sinar harapan bagi mereka yang membutuhkan, memperkuat nilai spiritual dan sosial dari zakat sebagai sumber keberkahan.
Kegiatan penyaluran ini juga menjadi momen berkumpulnya komunitas pendidikan dan masyarakat setempat yang mendukung penuh visi Baznas Sidoarjo dalam menciptakan generasi cerdas dan berdaya. Para guru dan orang tua turut memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan, berharap program ini berlanjut dan mencakup lebih banyak anak didik di berbagai wilayah.
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya ke Baznas. Dana yang terkumpul tersebut dikelola secara profesional untuk memberikan dampak positif dan berkelanjutan melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk bantuan pendidikan, kesehatan, dan sosial lainnya.
Kegiatan ini menjadi pengingat akan pentingnya peran zakat sebagai cahaya yang menuntun mereka yang membutuhkan menuju kehidupan yang lebih baik. Mari bersama kita dukung dan salurkan zakat melalui Baznas sehingga keberkahannya bisa terus dirasakan oleh lebih banyak anak bangsa di masa depan.
BERITA11/06/2025 | sudrab
Warung Berkah Sedekah, Cahaya Zakat Bagi Kepedulian dan Kesehatan
Sidoarjo, 10 Juni 2025 – Baznas Sidoarjo kembali menghadirkan kegiatan yang sarat dengan makna filantropi dan manfaat sosial melalui program "Warung Berkah Sedekah" (WBS). Kali ini, WBS digelar di halaman depan Museum Mpu Tantular, tepat di sebelah Jalan Layang Jenggolo, menjadi momentum berharga bagi masyarakat sekitar dan para pejalan yang melintas. Sebanyak 300 porsi makanan disediakan secara cuma-cuma, menjadi santapan lezat bagi siapa saja yang kebetulan melewati lokasi.
Tidak hanya menghadirkan berkah dalam bentuk santapan, Baznas Sidoarjo juga menggandeng Rumah Sehat Baznas (RSB) untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung. Kegiatan ini menegaskan bagaimana zakat bukan sekadar kewajiban, tapi cahaya yang menyejukkan dan mencerahkan kehidupan umat, terutama mereka yang membutuhkan.
Em Luqman Hakiem, S.Th.I, Wakil Ketua 1 Baznas Sidoarjo, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme warga yang datang berbondong-bondong memanfaatkan fasilitas ini. “Alhamdulillah, antusiasme masyarakat yang datang cukup banyak. Baik untuk menikmati makanan yang disediakan maupun pemeriksaan kesehatan. Semoga menjadi manfaat yang optimal dari para munfiq Baznas ini,” tutur Em Luqman dengan penuh harap.
Salah satu pengunjung yang mendapat perhatian khusus adalah Bapak Wito, seorang penjual mie ayam di samping Museum Mpu Tantular, yang tinggal di Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran. Ia datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya yang telah lama mengganggu. Selama ini, Wito mengeluhkan rasa kaku dan sakit pada bahu kirinya yang diobati dengan membeli kapsul sederhana di warung kelontong. “Walau sudah punya Kartu Indonesia Sehat (KIS), saya jarang memanfaatkannya karena masalah transportasi,” ungkapnya.
Setelah pemeriksaan oleh dokter dari Rumah Sehat Baznas, Wito didiagnosis mengalami Frozen Shoulder, yaitu kondisi nyeri dan kaku di bahu yang membuat gerakan sendi dan lengan sangat terbatas. Dokter menyarankan agar Wito menjalani terapi guna mengembalikan fungsinya. Ini menjadi momentum penting bagi Baznas untuk ikut aktif dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat, tidak hanya lewat santunan materi tapi juga melalui layanan kesehatan yang terintegrasi.
Warung Berkah Sedekah Sidoarjo adalah wujud nyata implementasi konsep cahaya zakat—zakat yang tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa makanan dan bantuan, tetapi juga menerangi dan menguatkan aspek lain kehidupan umat. Program ini menegaskan peran sentral zakat dalam membangun solidaritas dan kesejahteraan bersama.
Kegiatan hari ini di Museum Mpu Tantular adalah bukti nyata bagaimana kepedulian dari para dermawan melalui Baznas Sidoarjo memberdayakan masyarakat secara holistik. Semoga Warung Berkah Sedekah terus menjadi sumber kebahagiaan dan kesehatan bagi banyak lapisan masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memperluas jangkauan cahaya zakat.
BERITA10/06/2025 | sudrab
Pembinaan Muallaf: Cahaya Zakat untuk Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah
Sidoarjo, 10 Juni 2025 – Momentum Berharga dalam Pembinaan Muallaf, Baznas Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam program filantropi melalui kegiatan pembinaan muallaf yang digelar hari ini di Gedung Penyuluh KB BKKBN, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Baznas Sidoarjo, Sidoarjo Taqwa, yang bertujuan memperkuat iman dan ukhuwah Islamiyah di kalangan muallaf. Sebanyak 16 muallaf dari berbagai desa di Kecamatan Sukodono hadir mengikuti acara yang sarat makna ini.
Acara yang mengusung tema “Meneguhkan Iman, Merajut Ukhuwah Islamiyah” ini dihadiri langsung oleh M. Ilhamuddin, Wakil Ketua 4 Baznas Sidoarjo, dan Ahmad Najib, Kepala KUA Sukodono. Dalam sambutannya, M. Ilhamuddin menegaskan bahwa Baznas berkomitmen penuh untuk mendukung pembinaan muallaf agar mereka dapat meningkatkan kapasitas keagamaan dan tetap teguh dalam perjalanan spiritualnya.
“Banyak kendala yang kami hadapi selama ini, seperti perbedaan domisili dengan data yang terdaftar di Kemenag, kurangnya dukungan dari orang terdekat, serta kebutuhan akan dukungan sosial yang sangat penting, terutama ketika muallaf menghadapi konflik sosial,” ungkap Ilhamuddin dengan penuh perhatian.
Sementara itu, Ahmad Najib menambahkan bahwa pembinaan muallaf bukanlah kegiatan sesaat, melainkan proses panjang yang harus terus didukung agar para muallaf semakin kuat dalam iman dan semakin erat dalam ukhuwah Islamiyah.
Salah satu peserta, sebut saja “Hamidah”, berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan spiritualnya yang penuh liku hingga akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam. Ia mengapresiasi kegiatan pembinaan ini sebagai sumber kekuatan dan semangat baru.
“Acara ini memberikan kekuatan dan semangat baru untuk terus belajar dan memperdalam agama Islam. Kami merasa tidak sendiri karena ada banyak saudara yang mendukung dan memahami perjalanan saya,” ujar Hamidah dengan penuh haru.
Kegiatan pembinaan muallaf ini merupakan wujud nyata dari peran zakat sebagai cahaya yang menerangi kehidupan spiritual dan sosial para muallaf. Melalui program ini, Baznas Sidoarjo tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga dukungan moral dan sosial yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat fondasi keimanan dan membangun solidaritas dalam komunitas.
Baznas Sidoarjo berharap program pembinaan muallaf ini dapat terus berlanjut dan berkembang sesuai kebutuhan para muallaf. Dengan dukungan dari berbagai pihak, terutama KUA dan masyarakat sekitar, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan mendalam, tidak hanya bagi individu muallaf, tetapi juga bagi keharmonisan sosial di Sukodono.
BERITA10/06/2025 | sudrab
451 Penerima Manfaat Bantuan Alkes Baznas Sidoarjo hingga Mei 2025
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo terus menebarkan cahaya harapan melalui program-program filantropi yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Di tahun 2025, Baznas Sidoarjo semakin mengukuhkan perannya sebagai pelita bagi mereka yang membutuhkan, khususnya melalui program Sidoarjo Sehat yang fokus pada penyaluran bantuan alat kesehatan (alkes). Dengan semangat “cahaya zakat,” Baznas tidak hanya menyalurkan bantuan materi, tetapi juga menyalakan harapan dan memperkuat semangat hidup para penerima manfaat. Hingga akhir Mei 2025, lebih dari 450 individu telah merasakan sentuhan kasih dari program ini, yang menyediakan berbagai alat kesehatan seperti kursi roda, kaki palsu, alat bantu pendengaran, alat bantu jalan, dan kacamata untuk para santri di pondok pesantren. Program ini bukan sekadar distribusi barang, melainkan sebuah perjalanan kemanusiaan yang menghubungkan zakat dengan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sidoarjo. Melalui sinergi antara Baznas Sidoarjo dan berbagai mitra, cahaya zakat terus menyinari jalan mereka yang membutuhkan, membawa kelegaan, kemandirian, dan harapan baru yang tak ternilai harganya.
Di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, tinggal seorang pria bernama Pak Sahri, yang usianya telah mencapai 75 tahun. Lima tahun terakhir, hidupnya berubah drastis karena penurunan kemampuan mobilitas yang membuatnya sulit bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari. Dahulu, Pak Sahri bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya, namun seiring waktu, tubuhnya yang mulai melemah dan usia yang menua memaksanya berhenti bekerja. Hari-harinya dipenuhi dengan keterbatasan dan rasa frustrasi karena ketergantungan pada orang lain. Namun, sebuah titik terang muncul ketika Baznas Sidoarjo menyalurkan bantuan kursi roda kepadanya. Kursi roda itu bukan sekadar alat bantu, melainkan simbol kebebasan dan harapan baru. Dengan kursi roda tersebut, Pak Sahri mulai bisa bergerak lebih leluasa, kembali merasakan kemandirian yang sempat hilang, dan menjalani hari-hari dengan semangat yang diperbarui. Bantuan ini tidak hanya mengubah fisiknya, tetapi juga mengembalikan harga dirinya sebagai seorang manusia yang mampu berkontribusi dan beraktivitas. Kisah Pak Sahri adalah bukti nyata bagaimana cahaya zakat mampu menerangi kehidupan mereka yang terpinggirkan, memberikan kekuatan untuk bangkit dan melangkah maju meski dalam keterbatasan.
Di tengah perjalanan hidupnya yang penuh liku, Pak Hery Prasetyo menghadapi cobaan berat yang mengubah segalanya. Sebagai seorang buruh pengantar sembako, ia menjalani hari-harinya dengan penuh semangat dan kerja keras untuk menghidupi keluarganya. Namun, pada tanggal 5 Desember 2024, sebuah kecelakaan kerja di Sumenep merenggut sebagian dari kakinya, mengakibatkan amputasi kaki sebelah kiri. Tragedi ini bukan hanya menghilangkan bagian tubuhnya, tetapi juga mengguncang sumber penghasilan dan harapan hidupnya. Rasa putus asa dan ketidakpastian sempat menyelimuti hari-harinya, membuatnya merasa terasing dan kehilangan arah.
Namun, di tengah kegelapan itu, Baznas Sidoarjo hadir sebagai cahaya yang menerangi jalan Pak Hery. Pada akhir Ramadhan, tepatnya 25 Maret 2025, Baznas menyalurkan kaki palsu yang menjadi simbol kebangkitan dan harapan baru baginya. Dengan kaki palsu tersebut, Pak Hery mulai belajar berjalan kembali, merasakan kembali kebebasan bergerak yang sempat hilang. Bantuan ini bukan sekadar alat fisik, melainkan jembatan yang menghubungkan kembali Pak Hery dengan kehidupan produktif dan mandiri. Kini, ia dapat kembali beraktivitas, mencari nafkah, dan menjalani hari dengan semangat yang diperbarui. Kisah Pak Hery adalah cermin dari kekuatan zakat yang mampu mengubah tragedi menjadi harapan, menguatkan jiwa yang rapuh, dan menyalakan kembali api kehidupan yang hampir padam. Melalui program ini, Baznas Sidoarjo membuktikan bahwa setiap bantuan yang diberikan adalah cahaya zakat yang menerangi jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Di tengah semarak penyaluran bantuan alat kesehatan, Baznas Sidoarjo juga menyalurkan alat bantu pendengaran dan alat bantu jalan yang membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari para penerima manfaat. Salah satu momen berkesan terjadi pada 27 Mei 2025 di Desa Kedungrejo, Waru, ketika Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), secara langsung menyerahkan bantuan tongkat jalan kepada Ibu Kasti, seorang wanita yang telah lama berjuang melawan pengapuran tulang. Tongkat tersebut bukan hanya alat bantu fisik, melainkan simbol harapan dan kemandirian yang kembali menyala dalam hidupnya. Dengan tongkat itu, Ibu Kasti kini dapat berjalan dengan lebih percaya diri dan mandiri, mengurangi beban keluarganya serta meningkatkan kualitas hidupnya secara signifikan.
Selain itu, Baznas Sidoarjo juga menyalurkan alat bantu pendengaran kepada Bapak Sugianto dan Ibu Susi Puspita Asari, yang selama ini mengalami kesulitan dalam berkomunikasi akibat gangguan pendengaran. Bantuan alat bantu dengar ini membuka kembali pintu interaksi sosial mereka, memungkinkan mereka untuk lebih aktif berkomunikasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Rasa syukur dan haru terpancar dari wajah mereka saat menerima bantuan tersebut, karena alat kecil ini membawa dampak besar dalam kehidupan mereka sehari-hari. Penyaluran bantuan ini tidak hanya memberikan alat, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri dan memperkuat ikatan sosial yang sempat terputus.
Kehadiran langsung Ketua Baznas Sidoarjo dalam proses penyaluran ini menambah makna tersendiri, menunjukkan komitmen dan kepedulian yang tulus dari Baznas terhadap penerima manfaat. Setiap alat yang diserahkan adalah wujud nyata dari cahaya zakat yang menyinari kehidupan mereka, memberikan kekuatan untuk menjalani hari dengan lebih baik dan penuh harapan. Melalui program ini, Baznas Sidoarjo membuktikan bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sumber inspirasi dan perubahan yang mendalam bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baznas Sidoarjo juga menyalurkan kacamata kepada 400 santri di berbagai pondok pesantren di wilayah Sidoarjo, seperti Pondok Pesantren Al Hamdaniyah, Al Khoziny, Al Hidayah, dan Bahrul Hidayah. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan memastikan para santri dapat belajar dengan nyaman dan optimal melalui penglihatan yang baik. Kacamata yang diberikan bukan hanya alat bantu, melainkan jendela baru bagi para santri untuk melihat dunia dengan lebih jelas dan penuh semangat. Kolaborasi erat dengan Baznas RI, Rumah Sehat Baznas, Alfamidi, Yayasan Amal Mata Indonesia, dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN) menjadikan program ini berjalan lancar dan berdampak luas. Pemeriksaan refraksi mata yang dilakukan selama Ramadhan lalu menjadi langkah awal yang penting, diikuti dengan penyaluran kacamata sejak awal Mei 2025. Melalui program ini, Baznas Sidoarjo menyalakan cahaya zakat yang menerangi masa depan para santri, membuka peluang belajar yang lebih baik dan harapan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa.
Bantuan yang disalurkan Baznas Sidoarjo tidak berjalan sendiri, melainkan merupakan hasil kolaborasi erat dengan berbagai mitra strategis yang memiliki visi sama dalam menebarkan kebaikan. Baznas RI memberikan dukungan utama melalui program Rumah Sehat Baznas, yang menjadi fondasi kuat dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan ini. Alfamidi turut berperan sebagai mitra distribusi dan pendukung logistik, memastikan bantuan sampai tepat waktu dan dalam kondisi baik. Yayasan Amal Mata Indonesia dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN) memberikan kontribusi penting dalam program pemeriksaan dan penyaluran kacamata untuk para santri, membantu meningkatkan kualitas penglihatan dan pendidikan mereka. Sinergi yang terjalin antara Baznas Sidoarjo dan para mitra ini memperkuat dampak program, menjadikan setiap bantuan sebagai cahaya zakat yang menyinari kehidupan banyak insan dengan penuh harapan dan keberkahan.
Setiap kisah yang terjalin dalam program Baznas Sidoarjo adalah bukti nyata bagaimana cahaya zakat mampu menerangi kehidupan yang gelap dan penuh tantangan. Dari Pak Sahri yang kembali merasakan kebebasan bergerak dengan kursi roda, hingga Pak Hery yang bangkit dari keterpurukan berkat kaki palsu, setiap bantuan adalah sinar harapan yang menguatkan jiwa dan mengubah masa depan. Bantuan alat bantu pendengaran dan jalan yang disalurkan juga membuka kembali pintu interaksi dan kemandirian bagi banyak orang, sementara program kacamata untuk santri menyalakan semangat belajar dan membuka cakrawala baru bagi generasi muda. Melalui kolaborasi erat dengan berbagai mitra, Baznas Sidoarjo menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan cahaya yang menerangi dan menguatkan komunitas. Dengan setiap langkah yang diambil, zakat menjadi lentera yang menuntun menuju kehidupan yang lebih bermartabat, penuh harapan, dan penuh berkah. Inilah kekuatan cahaya zakat—menyalakan kehidupan, mengubah nasib, dan membangun masa depan yang lebih cerah bagi seluruh masyarakat Sidoarjo.
BERITA10/06/2025 | sudrab
Ketika Cahaya Zakat Menerangi Rumah Kecil Bu Mustiah
Sidoarjo, 6 Juni 2025 - Ada sesuatu yang berbeda di rumah mungil Bu Mustiah (62) di Desa Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo hari itu. Senyum yang sudah lama hilang kembali menghiasi wajahnya ketika melihat Rita Defani dan tim Tasaruf BAZNAS Sidoarjo mengetuk pintu rumahnya, Rabu (26/5).
Mereka tidak datang dengan tangan kosong - ada harapan baru yang mereka bawa untuk keluarga kecil yang sudah terlalu lama berjuang sendirian.
Cerita di Balik Senyuman yang Terluka
Hidup Bu Mustiah seperti buku yang penuh luka. Halaman demi halaman menceritakan perjuangan seorang ibu yang harus menghadapi kenyataan pahit - ditinggal suami tercinta, sementara dirinya harus bergantung pada kursi roda untuk beraktivitas sehari-hari.
Yang lebih menyayat hati, sang buah hati - anak laki-laki satu-satunya - juga harus merasakan pahitnya hidup. Kecelakaan beberapa tahun silam merampas kemampuannya untuk berjalan. Kini, kedua kaki yang dulu menopang langkahnya tak lagi bisa diandalkan. Rumah kecil itu menjadi dunia mereka berdua - dua jiwa yang saling menguatkan di tengah keterbatasan.
Ketika ‘Malaikat’ Berseragam BAZNAS Mengetuk Pintu
"Assalamu'alaikum Bu," sapa Rita Defani lembut sambil tersenyum. Ia tahu, di balik pintu itu ada cerita yang membutuhkan perhatian khusus.
Rita dan tim Tasaruf BAZNAS Sidoarjo bukan sekadar pembawa bantuan. Mereka adalah perpanjangan tangan dari ribuan hati baik masyarakat Sidoarjo yang peduli. "Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan masyarakat dapat sampai tepat sasaran," cerita Rita dengan mata yang berbinar.
Bagi Bu Mustiah, kedatangan mereka seperti hujan di musim kemarau panjang. Bantuan biaya hidup yang diserahkan bukan hanya berupa uang, tapi juga harapan bahwa mereka tidak sendirian dalam perjuangan ini.
Lebih dari Sekadar Bantuan
Cahaya Zakat adalah jembatan yang menghubungkan hati ke hati, dari tangan yang berkecukupan ke tangan yang membutuhkan. Dengan keterbatasan mobilitas yang dialami Bu Mustiah dan anaknya, akses mereka untuk mencari nafkah memang sangat terbatas.
Program ini membuktikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban yang harus digugurkan, tapi sebuah amanah mulia yang bisa mengubah hidup seseorang. Setiap rupiah yang disalurkan membawa misi besar - menciptakan kemandirian dan mengembalikan martabat kemanusiaan.
Semangat Gotong Royong yang Tak Pernah Padam
BAZNAS Sidoarjo dengan tim Tasaruf yang solid terus membuktikan bahwa kepedulian masyarakat Sidoarjo masih mengalir deras. Mereka tidak hanya berbagi rezeki, tapi juga berbagi kasih sayang dan perhatian.
"Prinsip kami sederhana: tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat. Setiap bantuan harus bisa memberikan dampak nyata," jelas Rita sambil menunjukkan senyum tulusnya.
Kehadiran program seperti Cahaya Zakat adalah bukti nyata bahwa di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, jiwa gotong royong masih berdetak kuat di hati masyarakat Sidoarjo.
Mari Bersama Menebarkan Cahaya
Kisah Bu Mustiah adalah salah satu dari ribuan cerita yang tersebar di Sidoarjo. Masih banyak keluarga lain yang membutuhkan uluran tangan. Bagi teman-teman yang ingin ikut serta menebarkan kebaikan, BAZNAS Sidoarjo selalu membuka pintu dengan hangat.
Informasi lebih lanjut bisa langsung datang ke kantor BAZNAS Sidoarjo atau follow media sosial resmi mereka. Karena kebaikan yang kecil, jika dilakukan bersama-sama, bisa menjadi cahaya yang besar untuk menerangi kegelapan.
Seperti yang terjadi di rumah mungil Bu Mustiah hari itu - sebuah kunjungan sederhana berhasil menghidupkan kembali senyuman yang sudah lama hilang.
BERITA06/06/2025 | sudrab

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
