Berita Terbaru
RUMAH SEHAT BAZNAS AL CHUSNAINI SIDOARJO LAKSANAKAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS BARENG ACARA WBS BAZNAS SIDOARJO
Tim Medis Berhasil Melayani 90 Pasien dengan Temuan Dominasi Myalgia, Hipertensi, dan Diabetes Mellitus
SIDOARJO - Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Al Chusnaini Sidoarjo menggelar program pemeriksaan kesehatan gratis di Masjid Al-Hikmah Raya, Desa Tebel Tengah, Kecamatan Gedangan, pada Selasa (23/9/2025). Kegiatan yang berlangsung Dua setengah jam ini berhasil melayani 90 pasien dengan komposisi 43 laki-laki dan 47 perempuan dari berbagai kelompok usia.
Tim medis yang dipimpin oleh dr. Bertha Cahyapuri didukung oleh dua tenaga bidan profesional dan satu tenaga pendukung non-medis. Pelayanan kesehatan komprehensif yang diberikan mencakup pemeriksaan fisik umum, konsultasi medis, dan pemeriksaan laboratorium dasar untuk pasien yang memerlukan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, ditemukan tiga kategori penyakit yang mendominasi kondisi kesehatan masyarakat Desa Tebel Tengah. Myalgia atau nyeri otot menempati posisi teratas, diikuti oleh hipertensi dan diabetes mellitus. Temuan ini memberikan gambaran epidemiologis yang penting untuk perencanaan program kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
"Data hasil pemeriksaan menunjukkan prevalensi tinggi gangguan muskuloskeletal, yang kemungkinan berkorelasi dengan pola aktivitas fisik dan okupasi masyarakat setempat. Temuan hipertensi dan diabetes mellitus juga mengindikasikan perlunya intervensi preventif terkait penyakit tidak menular," ungkap dr. Bertha Cahyapuri.
Program pemeriksaan kesehatan ini juga melakukan layanan laboratorium sederhana dengan pemeriksaan Gula Darah Acak (GDA) untuk empat pasien laki-laki dan pemeriksaan kolesterol untuk satu pasien perempuan. Meskipun jumlahnya terbatas, pemeriksaan laboratorium ini memberikan data objektif tambahan untuk diagnosis dan penatalaksanaan yang lebih akurat.
Ilmiyatul Faidah, Salah satu petugas RSB Al Chusnaini Sidoarjo, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi dari misi institusi dalam meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan geografis dan ekonomi. "RSB Al Chusnaini berkomitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas langsung ke tengah-tengah masyarakat yang memerlukan," jelasnya.
Pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis ini menerapkan standar pelayanan medis yang komprehensif. Setiap pasien tidak hanya mendapat pemeriksaan dan diagnosis, tetapi juga edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi individual. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan mendorong adopsi perilaku hidup sehat.
Kolaborasi strategis antara RSB Al Chusnaini dengan BAZNAS Sidoarjo dalam kegiatan ini menciptakan model pelayanan terintegrasi yang menggabungkan aspek kesehatan dan sosial kemasyarakatan. Sinergi ini memungkinkan masyarakat mendapat layanan holistik yang mencakup pemenuhan kebutuhan kesehatan dan pangan secara bersamaan.
Respons positif masyarakat terhadap program ini tercermin dari tingkat partisipasi yang tinggi dan antusiasme dalam mengikuti konsultasi kesehatan. Beberapa pasien menyampaikan apresiasi terhadap kualitas pelayanan dan aksesibilitas program yang memudahkan mereka dalam mendapat layanan kesehatan berkualitas.
Program pemeriksaan kesehatan gratis ini menandai komitmen RSB Al Chusnaini untuk terus mengembangkan jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat. Institusi berencana melanjutkan program serupa ke wilayah-wilayah lain untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA23/09/2025 | sudrab
BAZNAS SIDOARJO GELAR WARUNG BERKAH SEDEKAH DI MASJID AL-HIKMAH
SIDOARJO - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo melaksanakan Kegiatan Warung Berkah Sedekah (WBS) di Masjid Al-Hikmah Raya, Desa Tebel Tengah, Kecamatan Gedangan, pada Selasa (23/9/2025). Program yang berlangsung selama empat setengah jam ini berhasil menjangkau ratusan warga dari berbagai kalangan usia dan latar belakang ekonomi.
Pelaksanaan WBS dimulai pukul 09.00 WIB dengan sistem distribusi terorganisir yang melibatkan warga, tokoh masyarakat, serta tenaga pendidik dan siswa MI Hasanuddin. Em Luqman Hakiem, Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, yang hadir langsung dalam kegiatan ini menegaskan bahwa program WBS merupakan implementasi konkret dari fungsi distribusi zakat untuk kesejahteraan masyarakat.
"Program Warung Berkah Sedekah merupakan salah satu instrumen strategis BAZNAS dalam mendistribusikan dana zakat, infaq, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga penguatan ikatan sosial kemasyarakatan," jelasnya dalam keterangan resminya.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu MunawrohSalah satu warga Desa Tebel Tengah, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi program yang telah dijalankan BAZNAS Sidoarjo. "Masyarakat Tebel Tengah mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Sidoarjo atas program Warung Berkah Sedekah ini. Kami berharap program ini dapat berkelanjutan karena memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat," ujarnya dalam Kesempatan Menerima Paket Makan Gratis.
Kegiatan WBS kali ini juga menunjukkan partisipasi aktif dari sektor pendidikan, dengan keterlibatan guru dan siswa MI Hasanuddin. Salah satu Ustadzah h, , menjelaskan bahwa partisipasi siswa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bagian integral dari pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. "Keterlibatan siswa dalam program seperti ini memberikan pembelajaran praktis tentang implementasi nilai-nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat," ungkapnya.
Kegiatan yang berakhir pukul 12.00 WIB ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap program pemberdayaan yang diselenggarakan BAZNAS. Hal ini tercermin dari partisipasi aktif warga dan respons positif yang diberikan sepanjang pelaksanaan program.
BAZNAS Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melanjutkan program WBS ke wilayah-wilayah lain dalam rangka memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini akan terus dikembangkan dengan pendekatan inovatif untuk memaksimalkan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA23/09/2025 | sudrab
Fondasi Harapan: Dari Rumah Rapuh, Pak Mufid Membangun Masa Depan
Program RTLH BAZNAS Sidoarjo, Rumah Tak Layak Huni menjadi Rumah Tinggal Layak Huni
Di sudut lain Desa Simogirang, terdapat cerita perjuangan seorang Bapak,Pak Mufid. Hidupnya sederhana, tetapi impiannya untuk memiliki tempat tinggal yang layak bagi keluarga kecilnya tak pernah padam. Rumahnya yang dulu merupakan bangunan rapuh dengan dinding seadanya, kini telah berubah menjadi bangunan kokoh yang siap menjadi saksi bisu pertumbuhan keluarganya.
Pada Senin (22/9/2025), Pak Mufid menyambut tim BAZNAS Sidoarjo dengan wajah cerah. Rasa bangga terpancar jelas dari matanya saat tim memasuki rumah barunya. Dinding yang sebelumnya hanya dilapisi tripleks, kini telah diganti dengan tembok bata yang kuat dan dicat dengan rapi. Lantai yang dulu hanya tanah, kini dilapisi keramik yang bersih. Perubahan ini membawa angin segar bagi kehidupan Pak Mufid dan istrinya.
Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar**, berbincang hangat dengan Pak Mufid. "Rumah ini adalah fondasi. Dari fondasi yang kuat, semoga Pak Mufid dan keluarga bisa membangun masa depan yang lebih baik lagi," tuturnya. Pak Mufid mengangguk setuju, matanya berkaca-kaca menahan haru. Ia tidak pernah membayangkan akan memiliki rumah yang begitu layak.
"Saya hanya pekerja serabutan, tidak pernah terpikir bisa punya rumah seperti ini," tutur Pak Mufid. "Ini semua berkat BAZNAS Sidoarjo dan orang-orang baik yang telah membantu." Setiap kata yang terucap dari bibirnya dipenuhi rasa syukur. Dengan rumah baru ini, Pak Mufid dan istrinya kini bisa lebih fokus menata kehidupan, tanpa perlu lagi khawatir dengan kondisi tempat tinggal.
Proses renovasi yang berjalan lancar sejak Agustus lalu, menjadi bukti komitmen BAZNAS dalam menyalurkan amanah umat. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim di lapangan, termasuk tenaga ahli teknik dan staf pelaksana yang memastikan setiap pembangunan berjalan sesuai rencana. Di tangan mereka, zakat yang terkumpul tidak hanya menjadi uang, tetapi menjelma menjadi tembok, atap, dan fondasi harapan bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan.
BERITA23/09/2025 | sudrab
Dari Kekhawatiran Jadi Kedamaian: Kisah Bapak Sundusin dan Rumah Barunya
Program RTLH BAZNAS Sidoarjo, Rumah Tak Layak Huni menjadi Rumah Tinggal Layak Huni
Di Desa Simogirang Prambon, cerita haru tentang sebuah rumah kembali terukir. Kali ini, kisah datang dari Bapak Sundusin, seorang warga yang hari-harinya diisi dengan perjuangan,penjual es tebu. Rumahnya yang sudah tua dan rapuh, menjadi beban pikiran yang tak pernah lepas. Hujan dan angin kencang adalah musuh yang membuat beliau tak bisa tidur nyenyak. Namun, kini, rasa cemas itu telah lenyap, digantikan dengan kedamaian yang sejati.
Pada Senin (22/9/2025), wajah Bapak Sundusin tampak begitu sumringah. Ia tak henti-hentinya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada tim BAZNAS Sidoarjo yang datang untuk memonitor dan menyerahkan BAST rumahnya. Proses renovasi yang dimulai sejak Agustus lalu telah mengubah total kondisinya. Dinding yang dulu retak dan usang kini telah diperbarui, dicat dengan warna hijau cerah yang menyejukkan mata. Atapnya yang bocor kini telah diganti, kokoh melindungi seluruh isi rumah.
Saat berbincang dengan tim BAZNAS, Bapak Sundusin menceritakan pengalamannya. "Dulu kalau subuh mau salat itu rasanya dingin sekali. Lantainya dingin, rasanya seperti di luar rumah," ucapnya sambil tersenyum. Kini, beliau bisa salat dengan khusyuk di dalam rumah barunya, di atas lantai keramik yang bersih. Momen sederhana ini, bagi beliau, adalah anugerah terbesar.
M. Mahbub, Wakil Ketua II BAZNAS Sidoarjo, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan rasa syukurnya. "Kami hanya perantara, ini semua berkat kepercayaan para donatur yang menitipkan zakatnya kepada BAZNAS Sidoarjo. Kisah Bapak Sundusin ini adalah bukti nyata keberkahan zakat," ujarnya penuh haru.
Rumah baru ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga mengembalikan martabat dan ketenangan jiwa bagi Bapak Sundusin. Ia tidak perlu lagi khawatir atapnya bocor atau dindingnya ambruk. Doa-doa tulus yang terus dipanjatkan Bapak Sundusin, memohon kebaikan bagi para donatur, menjadi balasan terindah dari program ini. Sebuah rumah, yang dulunya hanya sekadar bangunan, kini menjadi istana harapan yang dipenuhi kedamaian.
BERITA23/09/2025 | sudrab
Dari Bilik Reyot ke Istana Impian: Senyum Ibu Darpi'ah yang Kembali Mekar
Program RTLH BAZNAS Sidoarjo, Rumah Tak Layak Huni menjadi Rumah Tinggal Layak Huni
Senin (22/9/2025) menjadi saksi bisu keajaiban kecil di Desa Kebaron Tulang. Di tengah teriknya mentari, sebuah senyum merekah dari wajah keriput Ibu Darpi'ah. Senyum itu bukan senyum biasa, melainkan cerminan kebahagiaan sejati yang terpancar dari hati. Rumahnya, yang dulu hanya bilik reyot dengan dinding lapuk dan atap bocor, kini berdiri kokoh dan indah berkat uluran tangan BAZNAS Sidoarjo.
Sebelum program ini dimulai, hari-hari Ibu Darpi'ah dipenuhi kekhawatiran. Setiap kali hujan turun, hatinya diliputi cemas. Atap seng yang berkarat tak mampu lagi menahan derasnya air, membuat genangan air di dalam rumah menjadi pemandangan biasa. "Dulu kalau hujan, saya cuma bisa pasrah. Tidur pun tidak nyenyak," kenang beliau dengan mata berkaca-kaca. Rumahnya, yang seharusnya menjadi tempat berlindung, justru menjadi sumber ketakutan.
Namun, semua itu kini tinggal kenangan. Di bawah pengawasan tim BAZNAS Sidoarjo, rumah Ibu Darpi'ah direnovasi total. Dindingnya yang dulu terbuat dari bilik bambu, kini berganti dengan tembok bata yang kuat. Atapnya diganti dengan baja ringan yang kokoh, menjanjikan rasa aman dari terpaan cuaca. Bahkan, lantai yang sebelumnya hanya tanah kini dilapisi keramik yang bersih dan nyaman. Warna hijau cerah yang membalut dinding rumahnya seolah menyimbolkan harapan baru yang tumbuh.
Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar, tampak takjub saat melihat langsung perubahan itu. "Ini bukan hanya merenovasi bangunan, ini membangun kembali harapan," ujarnya. Ibu Darpi'ah yang mengenakan baju berwarna-warni tampak begitu bahagia saat menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST). Gerakan tangannya yang bergetar penuh haru, seolah mengukir janji untuk menjaga rumah barunya dengan sepenuh hati.
"Saya berterima kasih sekali. Saya doakan semua yang membantu ini rezekinya lancar dan barokah," ucap Ibu Darpi'ah sambil menengadahkan kedua tangan, sebuah doa tulus yang langsung menyentuh hati. Momen penyerahan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pertanda sebuah babak baru dalam hidupnya. Dari rumah yang menghadirkan kecemasan, kini Ibu Darpi'ah bisa tinggal dengan tenang dan nyaman di rumah barunya, sebuah hadiah dari kebaikan kolektif yang dikelola BAZNAS Sidoarjo.
BERITA23/09/2025 | sudrab
Bangkit dari Kerapuhan: Kisah Perbaikan Rumah Bapak Roy Firdaus oleh BAZNAS Sidoarjo
SIDOARJO – Jejak kebaikan tak berhenti di satu titik. Setelah meninjau kondisi pilu Ibu Sianah, tim BAZNAS Sidoarjo melanjutkan misi kemanusiaannya. Mereka bergerak menuju Desa Modong, Tulangan, untuk menemui Bapak Roy Firdaus (47), seorang pria yang hidup dalam kesendirian dan keterbatasan. Kondisi rumahnya yang memprihatinkan adalah cerminan dari perjuangan hidupnya yang berat sebagai pekerja serabutan.
Kedatangan Pimpinan BAZNAS Sidoarjo, Ketua M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), didampingi oleh tim teknis dan staf pelaksana, seolah membawa angin segar bagi Roy. Dinding rumah yang rendah dan atap yang lapuk menjadi saksi bisu betapa rentannya tempat tinggal ini. Setiap sudut ruangan menyimpan cerita tentang penghasilan yang tidak menentu, tentang hari-hari di mana ia harus berjuang hanya untuk sekadar bertahan hidup. “Kadang kerja, kadang tidak. Penghasilan tidak menentu. Saya tidak bisa perbaiki rumah ini,” ujar Roy dengan suara bergetar, tatapannya menyiratkan kepasrahan yang mendalam.
Kisah Roy adalah potret nyata dari ketidakberdayaan yang seringkali terabaikan di balik hiruk-pikuk kehidupan. Ia adalah salah satu dari sekian banyak individu yang berjuang dalam kesunyian, tanpa ada uluran tangan yang nyata. Namun, kehadiran tim BAZNAS Sidoarjo hari itu mengubah segalanya. Mereka tidak hanya datang untuk mendata, tetapi untuk menyalakan kembali harapan yang hampir padam.
**Gus Jazuk** melihat langsung kondisi rumah Roy dan merasa tergerak. “Kisah Bapak Roy ini adalah potret nyata saudara kita yang membutuhkan bantuan. BAZNAS hadir sebagai jembatan kebaikan dari para muzakki. Kami akan segera memproses perbaikan rumah beliau agar bisa ditempati dengan layak," tegasnya. Beliau menjelaskan bahwa RTLH menjadi salah satu fokus utama BAZNAS Sidoarjo karena rumah adalah fondasi utama bagi kesejahteraan. Dengan memiliki hunian yang layak, seseorang dapat merasa aman, memiliki semangat untuk bekerja, dan secara perlahan bangkit dari keterpurukan.
Tim teknis BAZNAS Sidoarjo melakukan asesmen secara detail, mengukur setiap sudut, dan mencatat kerusakan yang ada. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh dan tepat sasaran. Bantuan yang disalurkan BAZNAS bukanlah sekadar pemberian, melainkan sebuah investasi kemanusiaan yang diharapkan dapat menciptakan perubahan signifikan dalam hidup Bapak Roy.
Dengan komitmen kuat dan semangat gotong royong, BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa mereka adalah garda terdepan dalam menyalurkan amanah umat. Perbaikan rumah Bapak Roy bukan hanya akan memberinya tempat tinggal yang layak, tetapi juga mengembalikan martabat dan kepercayaan dirinya. Kisah ini adalah bukti nyata bahwa kebaikan, ketika disalurkan melalui jalan yang benar, akan selalu menemukan jalannya untuk menyentuh hati dan mengubah kehidupan.
BERITA22/09/2025 | sudrab
Menjemput Asa di Bawah Atap Rapuh: Kisah Perjuangan Ibu Sianah di Sidoarjo
SIDOARJO— Sejuknya hembusan niat baik mengalir di udara Sidoarjo, membawa secercah harapan bagi mereka yang terpinggirkan. Melanjutkan usulan empati dari Wakil Bupati Sidoarjo, Ibu Mimik Idayana, BAZNAS Sidoarjo langsung bergerak cepat. Senin, 22 September, tim kemanusiaan ini menjejakkan kaki di Desa Medalem, Tulangan, untuk meninjau langsung kondisi Ibu Sianah (61), seorang janda tangguh yang hidup dalam perjuangan ganda: mencari nafkah serabutan dan merawat anaknya yang menderita gangguan mental (ODGJ).
Kedatangan tim BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin langsung oleh Ketua M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), didampingi oleh Wakil Ketua II M. Mahbub, serta tim teknis M. Nasirin, Achmad Richie, dan staf pelaksana Minan Abdul Haq, seolah menjadi jawaban atas doa-doa yang terpanjat dalam diam. Mereka tidak datang sebagai pejabat, melainkan sebagai perwakilan hati nurani masyarakat yang ingin berbuat baik.
Di dalam rumah Ibu Sianah, pemandangan memilukan langsung menyambut. Atap rumahnya, yang menjadi satu-satunya pelindung dari terik dan hujan, nyaris ambruk. Kayu-kayu penyangga yang usang dan lapuk mengisyaratkan betapa rapuhnya fondasi kehidupan di dalamnya. "Kalau hujan, bocor semua, Nak," kata Ibu Sianah dengan suara pelan yang menyimpan kepasrahan mendalam. Air mata membasahi pipinya saat ia menunjuk ke arah langit-langit yang penuh dengan noda-noda rembesan air. Kondisi ini membuat hati setiap orang yang melihatnya teriris. Betapa tidak, di tengah keterbatasan fisik dan mental anaknya, Ibu Sianah harus hidup dalam kecemasan konstan, takut atap rumah yang menjadi tempat bernaung akan menyerah pada beban waktu.
Gus Jazuk mengungkapkan rasa keprihatinannya. “Ini adalah salah satu prioritas kami. Kami mendapatkan usulan dari Ibu Wakil Bupati dan langsung kami tindak lanjuti. Kondisi Ibu Sianah dan anaknya ini memang sangat membutuhkan bantuan segera," ujarnya. Ia menekankan bahwa BAZNAS Sidoarjo berkomitmen penuh untuk mengentaskan kemiskinan dan ketidaklayakan hunian, menjadikannya salah satu program unggulan yang didanai dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Bantuan ini bukan hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga merupakan wujud konkret dari kepedulian sosial yang tumbuh subur di Sidoarjo. Ini adalah sebuah janji untuk mengembalikan rasa aman dan ketenangan, sebuah janji bahwa di luar sana, ada banyak tangan yang peduli, yang diwakili oleh BAZNAS, untuk memastikan bahwa atap itu akan kembali kokoh, memberikan perlindungan yang layak.
Setelah mendengar langsung keluhan Ibu Sianah dan melakukan pendataan teknis, tim BAZNAS berjanji akan segera memproses perbaikan. Perbaikan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki struktur rumah, tetapi juga mengukuhkan kembali semangat hidup Ibu Sianah. Kehadiran BAZNAS di rumah itu menjadi bukti bahwa tidak ada satu pun warga Sidoarjo yang akan dibiarkan berjuang sendirian. Dengan tekad kuat, BAZNAS Sidoarjo akan terus bergerak, menjemput asa, dan merajut kembali senyum yang sempat hilang. Ini adalah awal dari sebuah babak baru, di mana kebaikan berwujud nyata, dimulai dari atap yang kokoh, demi masa depan yang lebih baik.
BERITA22/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Siap Operasikan Rumah Singgah Mustahik, Wujud Nyata Kepedulian untuk Warga yang Membutuhkan
SIDOARJO – Dalam sebuah langkah maju yang signifikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo bertekad kuat untuk merealisasikan Rumah Singgah Mustahik. Komitmen ini diteguhkan melalui Rapat Sosialisasi dan Persiapan Peresmian yang digelar pada Sabtu, 20 September 2025, di Balai Desa Candi. Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 10.30 WIB ini menjadi bukti nyata keseriusan BAZNAS Sidoarjo dalam menghadirkan solusi konkret bagi warga yang membutuhkan.
Rapat strategis ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Pengurus dan Perangkat Desa Candi, serta para tokoh masyarakat setempat. Sinergi antara BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat dan elemen-elemen masyarakat ini menunjukkan pendekatan yang holistik dan terpadu. Kehadiran para pemangku kepentingan ini vital untuk memastikan bahwa Rumah Singgah Mustahik nantinya dapat berfungsi secara optimal dan benar-benar tepat sasaran. Setiap detail, mulai dari teknis operasional hingga kriteria penerima manfaat, dibahas secara mendalam demi mencapai tujuan mulia ini.
Menurut salah satu Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, H.M. Naim, keberadaan Rumah Singgah ini sangat krusial. "Kami ingin memberikan bantuan yang lebih dari sekadar materi. Rumah Singgah ini adalah wujud nyata kepedulian kami untuk memberikan tempat berlindung yang aman dan nyaman bagi mereka yang sedang berjuang," ujarnya dengan nada penuh empati. Ia menambahkan bahwa program ini adalah bagian dari visi BAZNAS untuk menyejahterakan umat secara komprehensif, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga sosial dan spiritual.
Pernyataan H.M. Naim menggarisbawahi filosofi di balik program ini: Rumah Singgah Mustahik bukan sekadar bangunan, melainkan sebuah pusat harapan. Fasilitas ini akan menjadi tempat singgah sementara bagi para mustahik, seperti pasien yang menjalani pengobatan di luar kota, keluarga yang terkena musibah, atau individu yang sedang dalam masa transisi. Dengan menyediakan tempat tinggal yang layak, BAZNAS Sidoarjo berharap dapat meringankan beban psikis dan fisik mereka, memungkinkan mereka untuk fokus pada pemulihan dan penataan kembali kehidupan.
Partisipasi aktif dari Pengurus dan Perangkat Desa serta tokoh masyarakat menjadi indikasi positif bahwa program ini mendapat dukungan luas. Mereka bersepakat bahwa Rumah Singgah ini akan menjadi aset berharga bagi Desa Candi dan sekitarnya. Dengan kolaborasi yang erat, mereka optimis Rumah Singgah ini dapat menjadi model bagi program serupa di wilayah lain. "Kami berharap dengan adanya Rumah Singgah ini, warga kami yang sedang kesulitan tidak lagi merasa sendirian. Mereka akan tahu bahwa ada tangan-tangan yang siap membantu," tutur salah satu tokoh masyarakat yang hadir.
Rapat ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran dan keberkahan bagi peresmian dan operasional Rumah Singgah Mustahik. Seluruh hadirin mengaminkan doa tersebut, memancarkan aura optimisme yang kuat. "Semoga Rumah Singgah dapat bermanfaat untuk warga yang membutuhkan. Aamiin Yaa Rabb," menjadi harapan kolektif yang terucap, menandai babak baru dalam upaya BAZNAS Sidoarjo untuk mewujudkan keadilan sosial dan kemanusiaan. Langkah ini adalah bukti bahwa zakat memiliki kekuatan transformatif yang luar biasa ketika dikelola dengan amanah dan profesional.
BERITA20/09/2025 | sudrab
Ketika Atap Ambruk, Semangat Tak Pernah Runtuh
BAZNAS Sidoarjo Bergerak Cepat Bantu Penyandang Disabilitas yang Kehilangan Rumah
SIDOARJO - Puing-puing berserakan di lantai, dinding retak-retak, dan atap yang dulu melindungi kini menjadi timbunan reruntuhan. Itulah pemandangan yang menyambut tim BAZNAS Sidoarjo ketika tiba di rumah Hasan Busiri (57), seorang penyandang disabilitas polio yang tinggal di wilayah Sidoarjo.
Rabu, 17 September 2025, menjadi hari yang tak akan pernah dilupakan keluarga ini. Kayu-kayu penyangga atap yang sudah lapuk termakan usia akhirnya menyerah, menimbulkan suara gemuruh yang memecah keheningan sore itu. Dalam hitungan detik, sebagian besar atap rumah runtuh, meninggalkan keluarga ini tanpa perlindungan.
"Untung saja pas nggak ditidurin," kata anak laki-laki Hasan dengan suara bergetar, masih terbayang ketakutan saat kejadian itu terjadi. Selama ini, mereka sering tidur di bagian depan rumah - area yang kini sudah rata dengan tanah.
Hasan Busiri, yang mengalami kelumpuhan kaki akibat polio, kini harus mengungsi sementara di rumah anak perempuannya. Kondisi fisiknya yang terbatas membuat mobilitas menjadi tantangan tersendiri, apalagi setelah kehilangan tempat tinggal yang selama ini menjadi sandarannya.
Lebih dari sekadar tempat berlindung, rumah tersebut juga menjadi sumber nafkah keluarga. Teras rumah yang biasa digunakan sebagai bengkel dan tempat cuci motor - mata pencarian utama mereka - kini hanya tinggal kenangan di bawah reruntuhan.
Tim BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin Wakil Ketua III Achmad Saleh bergerak cepat merespons laporan dari Ibu Kasipah, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo. Pada Jumat, 19 September 2025, mereka langsung turun ke lapangan melakukan asesmen kondisi.
"Hati kami tersentuh melihat ketabahan luar biasa dari keluarga ini. Di tengah reruntuhan, kami melihat semangat yang tidak pernah runtuh," ungkap Achmad Saleh dengan penuh empati.
Didampingi Achmad Richie selaku staf pelaksana dan M. Nasirin sebagai tenaga ahli teknis, tim BAZNAS Sidoarjo langsung melakukan koordinasi untuk memberikan bantuan. Mereka memahami bahwa keluarga ini tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga sumber penghasilan.
Anak Hasan yang bercerita dengan mata berkaca-kaca menggambarkan betapa beratnya situasi ini. Ia dan ibunya harus segera mengevakuasi sang ayah dari rumah yang kondisinya sudah tidak aman lagi.
Kini, BAZNAS Sidoarjo berkomitmen memberikan dukungan komprehensif untuk memulihkan kehidupan keluarga Hasan. "Kami akan memastikan mereka mendapat bantuan yang benar-benar dibutuhkan, tidak hanya untuk tempat tinggal tetapi juga untuk keberlanjutan mata pencarian mereka," tegas Achmad Saleh.
Kisah ketangguhan keluarga Hasan di tengah cobaan menjadi pengingat bahwa semangat manusia kerap lebih kuat dari reruntuhan yang menimpanya. Dan dengan dukungan lembaga seperti BAZNAS Sidoarjo, harapan untuk bangkit kembali selalu ada.
BERITA19/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Siswa Kurang Mampu: Bantuan Pendidikan untuk Siswa SMP Al Falah, Harapan Baru bagi Generasi Kurang Mampu
SIDOARJO - Suasana haru menyentuh terasa di SMP Al Falah Desa Siwalan Panji, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, ketika tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo melakukan distribusi bantuan pendidikan pada Rabu, 17 September 2025. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.45 hingga 10.15 WIB ini menjadi angin segar bagi para siswa dari keluarga kurang mampu.
Tim yang dipimpin Ahmad Hamdani selaku staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, bersama M Sofwan dan M Syukron, melakukan assessment langsung untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua orang tua siswa yang menjadi penerima manfaat tergolong dalam kategori warga kurang mampu yang sangat memerlukan dukungan untuk melanjutkan pendidikan anak-anak mereka.
SMP Al Falah, yang dikenal sebagai sekolah unggulan di daerah tersebut, menjadi lokus penyaluran bantuan pendidikan yang strategis. Sekolah ini memiliki banyak siswa berprestasi namun terkendala masalah ekonomi keluarga. Kondisi ini menjadi perhatian khusus BAZNAS Sidoarjo dalam upaya memastikan tidak ada anak putus sekolah karena keterbatasan biaya.
"Alhamdulillah, melalui program bantuan pendidikan ini kita berharap dapat meringankan beban orang tua siswa sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus berprestasi. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan mereka, dan BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus mendampingi generasi muda dari keluarga kurang mampu," ungkap Ahmad Hamdani saat menyerahkan bantuan di sekolah.
Program distribusi bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sidoarjo dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendekatan pendidikan. Dengan memberikan akses pendidikan yang lebih baik kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi.
Proses assessment yang dilakukan tim BAZNAS tidak hanya berfokus pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga mempertimbangkan prestasi akademik dan potensi siswa. Hal ini bertujuan untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak maksimal bagi perkembangan pendidikan anak.
Kepala sekolah dan para guru SMP Al Falah menyambut positif program ini. Mereka mengaku sangat terbantu karena seringkali harus menghadapi dilema ketika siswa berprestasi terancam putus sekolah karena masalah ekonomi keluarga.
Sebagai tindak lanjut, BAZNAS Sidoarjo memberikan bantuan kepada 5 anak di SMP unggulan Al Falah. Program ini akan dilakukan secara berkelanjutan dengan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas bantuan.
Melalui program bantuan pendidikan ini, BAZNAS Sidoarjo kembali membuktikan komitmennya dalam menciptakan keadilan sosial melalui penyaluran zakat yang tepat sasaran. Dengan fokus pada pendidikan, diharapkan dapat terlahir generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama, khususnya kaum rentan dan kurang mampu.
BERITA18/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Kaum Rentan: Kursi Roda untuk Ibu Aslami, Wujud Nyata Kepedulian Terhadap Mustahiq
SIDOARJO - Di sebuah rumah sederhana di Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, terlihat senyum tulus terpancar dari wajah Ibu Aslami (90). Nenek yang telah mengalami kelumpuhan ini menerima bantuan kursi roda dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo pada Rabu, 17 September 2025.
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh H.M. Naim selaku staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, bersama Dani P dan Abdul Ghoni, menjadi momen yang sangat berarti bagi keluarga penerima manfaat. Bantuan kursi roda ini bukan sekadar alat bantu mobilitas, namun merupakan wujud konkret dari misi BAZNAS dalam menghadirkan keadilan sosial bagi kaum rentan.
Kondisi Ibu Aslami yang telah lumpuh membuatnya sangat memerlukan bantuan untuk beraktivitas sehari-hari. Sebelumnya, keluarga harus menggendong atau memindahkan beliau dengan cara yang tidak mudah, terutama mengingat usia senja yang telah mencapai 90 tahun. Kehadiran kursi roda ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan sedikit kenyamanan bagi sang nenek.
"Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyalurkan bantuan kursi roda untuk Ibu Aslami. Ini adalah bagian dari komitmen BAZNAS Sidoarjo untuk terus peduli kepada mustahiq, khususnya kaum rentan yang membutuhkan perhatian khusus. Semoga bantuan ini dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi beliau dalam menjalani aktivitas sehari-hari," ungkap H.M. Naim saat menyerahkan bantuan di kediaman Ibu Aslami.
Program distribusi kursi roda ini merupakan salah satu bentuk penyaluran zakat dalam kategori bantuan kesehatan dan sosial. BAZNAS Sidoarjo secara konsisten mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang paling mendesak, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang mengalami keterbatasan ekonomi.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung di rumah penerima manfaat untuk memastikan tepat sasaran sekaligus memberikan sentuhan personal dalam pelayanan. Tim BAZNAS tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga melakukan pendekatan humanis dengan berkomunikasi langsung dengan keluarga untuk memahami kondisi dan kebutuhan yang ada.
Keluarga Ibu Aslami menyambut kedatangan tim BAZNAS dengan penuh rasa syukur. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini, mengingat kondisi ekonomi keluarga yang terbatas untuk membeli alat bantu seperti kursi roda.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat yang telah diamanahkan masyarakat kepada BAZNAS Sidoarjo benar-benar disalurkan untuk kemaslahatan umat. Dengan pendekatan yang terstruktur dan tepat sasaran, BAZNAS terus berupaya menghadirkan solusi bagi berbagai permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat.
Melalui program-program seperti ini, BAZNAS Sidoarjo membuktikan komitmennya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah dalam mengoptimalkan potensi zakat untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kategori mustahiq dan kaum rentan.
BERITA18/09/2025 | sudrab
Kolaborasi BAZNAS-JNE Sidoarjo Berpotensi Jadi Model Kemitraan Lembaga Zakat dengan Korporat
SIDOARJO - Kolaborasi BAZNAS-JNE Sidoarjo berpotensi menjadi model kemitraan antara lembaga zakat dengan korporat dalam pengelolaan Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL). Hal ini terungkap dalam kunjungan silaturahmi pimpinan baru Kantor Cabang JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) Express Sidoarjo ke BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Senin (16/9/2025).
Pertemuan yang berlangsung di kantor BAZNAS Sidoarjo, Jalan Pahlawan I No. 10, dipimpin langsung oleh Pimpinan Baru JNE Sidoarjo, Ibu Ninil Indrasari. Kunjungan ini menandai komitmen berkelanjutan kolaborasi filantropi antara kedua lembaga yang telah terjalin solid selama dua tahun terakhir.
Pencapaian yang patut diapresiasi terlihat dari peningkatan signifikan kontribusi ZIS karyawan JNE cabang Sidoarjo yang disalurkan melalui BAZNAS. Data menunjukkan lonjakan kontribusi yang mengesankan dari 25 juta rupiah pada tahun 2024 menjadi 70 juta rupiah pada tahun 2025, atau meningkat 180 persen.
"Dana yang terkumpul sebagian besar dialokasikan untuk program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) BAZNAS Sidoarjo," ungkap Ketua BAZNAS Sidoarjo.
Ibu Ninil menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas kolaborasi yang telah terjalin harmonis. "Kami sangat menghargai kemitraan yang telah dibangun bersama BAZNAS Sidoarjo. Ke depan, kami bertekad untuk terus meningkatkan kolaborasi dan nilai manfaat yang dapat kami berikan kepada masyarakat," tegas Ninil.
Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju atau yang akrab disapa Gus Jazuk, menyambut gembira kehadiran rombongan pimpinan baru JNE. Ia memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi dan kepercayaan yang telah diberikan JNE selama ini.
Gus Jazuk mengungkapkan harapan besar untuk pengembangan kolaborasi di masa mendatang. "Ke depan, kami berharap dapat membangun kolaborasi berkelanjutan yang tidak hanya melanjutkan program yang sudah berjalan, tetapi juga berkembang sesuai dengan keunggulan dan core business JNE," papar Gus Jazuk.
Yang menarik, Ketua BAZNAS Sidoarjo berharap model kolaborasi ini dapat menjadi rujukan bagi korporat lain. "Kami berharap apa yang dilakukan JNE bersama BAZNAS Sidoarjo dapat menjadi model kolaborasi BAZNAS dengan korporat lainnya dalam lingkup pengelolaan ZIS-DSKL," tambahnya optimis.
Kolaborasi strategis ini menunjukkan komitmen serius dunia usaha dalam mendukung program-program sosial keumatan. Dengan peningkatan kontribusi yang signifikan dan komitmen keberlanjutan yang kuat, kemitraan BAZNAS-JNE Sidoarjo diharapkan dapat memberikan dampak positif lebih luas bagi masyarakat.
Model kemitraan ini dinilai efektif karena menggabungkan kekuatan jaringan distribusi JNE dengan program pemberdayaan masyarakat BAZNAS, khususnya dalam pengentasan kemiskinan melalui rehabilitasi rumah tidak layak huni.
BERITA17/09/2025 | sudrab
Program RTLH BAZNAS Sidoarjo Ubah Nasib Ibu Sudarmi di Blurukidul
SIDOARJO — Dulu, setiap kali hujan turun, Ibu Sudarmi hanya bisa pasrah. Air menggenang masuk ke dalam rumahnya di Desa Blurukidul, Kecamatan Kota, Sidoarjo. Lantai tanah yang rendah membuat ruang tamu dan kamar tidurnya jadi kolam kecil. “Tidur pun gelisah. Takut barang-barang basah, takut anak-anak sakit,” ujarnya lirih. Kini? “Sekarang saya tidur nyenyak. Hujan deras pun, tenang saja.”
Transformasi dramatis itu terjadi berkat Program Rumah Tidak Layak Huni yang dijalankan BAZNAS Sidoarjo periode bulan Agustus 2025. Rumah yang dulu jadi sumber kecemasan kini berubah jadi benteng kenyamanan — kokoh, bersih, dan bermartabat. Dinding retak diganti plester rapi berwarna hijau segar. Lantai tanah yang becek kini naik level — ditinggikan dan dilapisi keramik putih anti-lumpur. Teras yang dulu miring kini rata, kuat, dan siap jadi tempat anak-anak bermain tanpa khawatir terpeleset.
Namun, perubahan paling mengharukan ada di sudut belakang rumah: sebuah kamar mandi pribadi, lengkap dengan toilet jongkok. Kini, privasi dan kebersihan ada di genggamannya. “Ini bukan cuma kamar mandi. Ini kehormatan,” Ungkap Ibu Sudarmi, dan mata berkaca-kaca.
Program RTLH BAZNAS Sidoarjo bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah intervensi kemanusiaan yang menyentuh akar kemiskinan: tempat tinggal yang tak layak. Dan dalam kasus Ibu Sudarmi, intervensi itu datang tepat waktu — bahkan menarik perhatian langsung sang Bupati.
Pada 1 Agustus 2025, Bupati Sidoarjo, Subandi SH, M.Kn., melakukan sidak mendadak ke lokasi sesaat setelah menerima laporan kondisi rumah Ibu Sudarmi. Tanpa protokol berlebihan, ia menyapa langsung, melihat kondisi awal rumah, dan memastikan proses rehab RTLH bisa berjalan. “Zakat masyarakat harus sampai ke yang benar-benar membutuhkan — dan dirasakan manfaatnya,” tegas Bupati di lokasi, disambut haru warga sekitar.
Achmad Saleh, Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, yang memimpin tim monitoring pada 16 September 2025, menyebut hasil renovasi “sangat memuaskan”. “Dinding halus, cat tahan cuaca, lantai keramik, sanitasi berfungsi sempurna — semua sesuai standar,” ujarnya. Tim teknis BAZNAS bahkan mengecek detail terkecil: kerataan plester, kebocoran atap, hingga aliran air kotor.
Bagi Ibu Sudarmi, rumah barunya adalah simbol kebangkitan. “Saya bisa bernapas lega. Anak-anak bisa belajar tenang. Tidak malu lagi kalau ada tamu datang.” Ia bahkan kini berani bercita-cita: “Mau buka warung kecil di teras. Siapa tahu bisa nambah penghasilan.”
Program RTLH Agustus 2025 bukan hanya merenovasi bangunan — ia merenovasi harapan. Dengan rumah layak, kesehatan membaik. Dengan privasi terjaga, martabat pulih. Dengan keamanan terjamin, produktivitas tumbuh.
Dari Blurukidul, Sidoarjo, Ibu Sudarmi membuktikan: rumah yang layak bukan kemewahan — ia adalah hak dasar. Dan ketika hak itu dipulihkan, hidup pun berubah — dari ketakutan, menjadi ketenangan. Dari kegelisahan, menjadi senyuman. Dari lantai basah, menjadi tidur nyenyak.
BERITA16/09/2025 | sudrab
Lansia Renta Usia Seabad, Saksi Bisu Perjuangan Hidup di Ujung Senja
SIDOARJO - Di sebuah rumah sederhana yang dinding-dindingnya mulai mengelupas, bertemulah berbagai dimensi kemanusiaan dalam satu atap yang rapuh. Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, menjadi saksi kisah yang paling menyentuh dalam rangkaian kunjungan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Senin (15/9/2025). Di sinilah tim bertemu dengan dua generasi lansia yang menjalani senja kehidupan dalam keterbatasan yang mencengkeram.
Ibu Sarik, 95 tahun, duduk dengan tenang di teras rumahnya yang retak. Wajah berkerut menunjukkan jejak perjalanan panjang kehidupan yang penuh lika-liku. Namun mata tuanya masih memancarkan ketabahan luar biasa, seolah telah berdamai dengan segala keterbatasan yang menghadang. Rumah kecil yang ditinggalinya menceritakan kisah kemiskinan yang telah lama bersarang, namun juga kegigihan yang tak pernah padam.
Kondisi yang lebih memprihatinkan terlihat ketika tim memasuki ruangan dalam rumah. Seorang wanita lansia terbaring lemah di atas pembaringan sederhana—sang ibu Ibu Sarik yang berusia sekitar 100 tahun. Ruangan yang pengap dengan fasilitas seadanya menjadi tempat di mana dua generasi lansia ini menjalani masa tuanya dengan penuh keterbatasan. Ironi kehidupan menunjukkan wajahnya ketika sang anak yang seharusnya menjadi perawat juga sedang sakit dan tidak mampu merawat ibunya secara optimal.
Percakapan yang terjadi di teras rumah sederhana itu begitu menyentuh hati. Wakil Ketua II BAZNAS Sidoarjo, M. Mahbub, mendengarkan dengan seksama penjelasan tentang kondisi kedua lansia tersebut. Kebutuhan sehari-hari mereka sebagian besar ditanggung oleh anak-anak yang juga hidup dalam keterbatasan ekonomi. Meski ada iuran dari lingkungan sekitar yang menunjukkan kepedulian tetangga, jumlahnya terbatas dan tidak dapat memenuhi kebutuhan jangka panjang.
"Kondisi ini sangat membutuhkan perhatian khusus. Kami akan melaporkan kepada pimpinan agar dapat memberikan bantuan yang lebih memadai dan berkelanjutan," kata M. Mahbub dengan suara yang penuh empati. Bantuan dari pihak desa memang ada, namun masih jauh dari kata mencukupi untuk mengatasi permasalahan yang begitu kompleks ini.
Situasi finansial dan kesehatan yang memprihatinkan ini membuat tim BAZNAS menyadari betapa besar tanggung jawab yang mereka pikul. Kemanusiaan tidak boleh terjebak dalam birokrasi yang kaku, dan setiap bantuan harus dapat menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan. Kisah Ibu Sarik dan ibunya menjadi cermin realitas sosial yang masih banyak tersembunyi di berbagai sudut desa.
Tim BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan biaya hidup, namun juga komitmen untuk melakukan pendampingan lebih intensif. Kondisi dua lansia ini memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak, mulai dari aspek kesehatan, sosial, hingga kebutuhan dasar sehari-hari. Kerjasama dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan lembaga sosial lainnya menjadi kunci untuk memastikan mereka dapat menjalani sisa hidup dengan bermartabat.
Ketika sore mulai menjelang, tim BAZNAS meninggalkan rumah sederhana itu dengan hati yang penuh refleksi. Pertemuan dengan dua lansia renta ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap pembangunan, masih ada saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan. Kisah mereka adalah panggilan kemanusiaan bagi semua pihak untuk tidak melupakan mereka yang telah memberikan kontribusi pada masa mudanya, kini memerlukan kepedulian di penghujung hidup mereka.
BERITA15/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Menyalakan Cahaya Harapan di Tiga Lokasi Kecamatan Balongbendo
SIDOARJO - Di tengah derasnya hujan tantangan ekonomi yang melanda masyarakat, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo hadir sebagai payung kasih yang melindungi mereka yang membutuhkan. Senin (15/9/2025), tim yang dipimpin Wakil Ketua II M. Mahbub bersama M. Sofwan dan Kholid Musyadad melakukan distribusi bantuan di tiga lokasi strategis Kecamatan Balongbendo, menyentuh berbagai dimensi kehidupan masyarakat.
Perjalanan dimulai dari SDN 1 Singkalang, tempat masa depan bangsa sedang dibentuk. Di sekolah sederhana namun penuh semangat ini, dua siswa berprestasi, Citra Oktavia dan Keysa Amelia Putri, menerima bantuan biaya pendidikan yang akan memastikan kelanjutan studi mereka. Kedua anak ini berdiri dengan mata berbinar meski seragam sekolah mereka tampak memudar, mencerminkan perjuangan keluarga dalam mempertahankan pendidikan berkualitas di tengah keterbatasan ekonomi.
"Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan. Kami berkomitmen memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan biaya," ungkap M. Mahbub saat menyerahkan bantuan kepada kedua siswa. Guru-guru menyambut kedatangan tim dengan penuh syukur, memahami betapa berartinya bantuan ini bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak didik mereka.
Perjalanan berlanjut ke Desa Penambangan, di mana kisah inspiratif Ibu Rumani menanti. Seorang penyandang disabilitas yang gigih menjalankan usaha jahit dari rumahnya yang sederhana. Meski tim tidak bertemu langsung dengan beliau karena sedang tidak di rumah, perangkat desa yang menyambat menceritakan perjuangan luar biasa wanita tangguh ini. Dengan keterbatasan fisik yang dimiliki, Ibu Rumani terus berusaha mandiri melalui keterampilan menjahit yang telah ditekuninya bertahun-tahun.
Rumah kecil Ibu Rumani penuh dengan kain-kain bekas dan mesin jahit tua yang masih setia menemani hari-harinya. Setiap helai kain yang dijahit bukan sekadar pekerjaan, melainkan simbol ketangguhan dalam menghadapi hidup. Bantuan modal usaha yang diserahkan diharapkan dapat memperkuat usaha jahit dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Destinasi ketiga membawa tim ke Desa Jabaran untuk bertemu dengan Muhammad Muhdor, pedagang nasi goreng keliling yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Pak Muhdor tidak berada di rumah saat kedatangan tim, namun sang istri menyambut dengan ramah dan menceritakan dedikasi suami tercinta. Setiap malam, Pak Muhdor mendorong gerobak nasi gorengnya menyusuri jalan-jalan kampung, melayani pelanggan dengan senyum tulus meski keuntungan yang didapat pas-pasan.
Gerobak tua yang sudah berkarat menjadi saksi bisu perjuangan seorang ayah yang rela bekerja keras demi menafkahi keluarga. Hujan atau panas, Pak Muhdor tetap konsisten mengayuh pedal gerobaknya, membawa cita rasa nasi goreng yang telah menjadi favorit warga setempat. Bantuan modal usaha yang diberikan diharapkan dapat membantu memperbaiki peralatan dan meningkatkan kualitas dagangan, sehingga usaha kecil ini dapat berkembang lebih baik.
Ketiga kunjungan ini menggambarkan spektrum lengkap misi BAZNAS dalam memberdayakan masyarakat. Dari pendidikan yang membangun masa depan, wirausaha difabel yang menginspirasi kemandirian, hingga pedagang kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Setiap bantuan yang disalurkan bukan sekadar transfer finansial, melainkan investasi untuk kehidupan yang lebih bermartabat dan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat Sidoarjo.
BERITA15/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Sigap Merespon Kebutuhan Kesehatan, Bergerak Cepat di Tengah Penderitaan
SIDOARJO – Sebuah panggilan darurat ke Call Center Pemkab Sidoarjo 112 menjadi titik awal dari sebuah kisah kemanusiaan yang mengharukan. laporan masuk mengenai seorang pria lanjut usia yang menderita kanker parah, membutuhkan penanganan medis segera. BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, dengan jargon "Sat Set" (cepat tanggap), segera merespon laporan tersebut,13 september 2025.
Laporan ini membawa tim BAZNAS, yang dipimpin oleh Ahmad Hamdani,Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo , ke Desa Sedatigede, Kecamatan Sedati. Disana, mereka menemui Bapak Sulkhan, seorang pria paruh baya yang menderita kanker pipi yang parah. Penyakit ini telah menjangkitnya sejak Januari 2024, membuat kondisinya memburuk dan sangat memprihatinkan.
Perjuangan Tanpa Henti Melawan Penyakit dan Keterbatasan
Kisah Bapak Sulkhan adalah gambaran nyata dari perjuangan melawan penyakit mematikan dan keterbatasan finansial. Ia pernah menjalani operasi di RSUD Sidoarjo sebelumnya. Namun, kondisinya belum sepenuhnya pulih. Lebih dari itu, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa BPJS Kesehatannya kini tidak aktif karena sang anak, yang selama ini menanggung biayanya, baru saja terkena PHK.
Tim BAZNAS melakukan assesment mendalam. Mereka mendengarkan langsung kesaksian dari Bapak Sulkhan yang saat itu didampingi oleh sang istri. Ekspresi pilu dan pasrah terlihat jelas di wajah mereka. Kanker yang diderita Bapak Sulkhan tak hanya menyerang fisiknya, tetapi juga menghancurkan semangat keluarganya.
BAZNAS Sidoarjo Bergerak Cepat, Membawa Harapan Baru
Menyadari urgensi situasi, BAZNAS Sidoarjo langsung mengambil langkah strategis. Laporan dan hasil assesment yang dilakukan menjadi dasar untuk merumuskan rencana tindak lanjut yang komprehensif.
Pertama, BAZNAS akan memfasilitasi mediasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk mengaktifkan kembali BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) Bapak Sulkhan. Langkah ini sangat krusial, karena tanpa BPJS yang aktif, Bapak Sulkhan tidak bisa mendapatkan perawatan medis yang layak di rumah sakit.
Kedua, BAZNAS juga akan memberikan bantuan biaya transportasi untuk keperluan pengobatan Bapak Sulkhan. Meskipun terkesan sepele, biaya ini sangat berarti bagi keluarga yang sedang kesulitan. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban mereka dan memastikan Bapak Sulkhan dapat terus menjalani pengobatan tanpa kendala finansial.
Sebuah Pengingat akan Pentingnya Kolaborasi
Kisah ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan lembaga sosial dapat menciptakan dampak yang signifikan. Call Center 112 berfungsi sebagai pintu masuk untuk mengidentifikasi kasus-kasus darurat, dan BAZNAS Sidoarjo bertindak sebagai garda terdepan untuk memberikan bantuan nyata. Kecepatan dan ketepatan respons BAZNAS dalam kasus ini adalah bukti nyata dari komitmen mereka untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Melalui laporan ini, BAZNAS Sidoarjo ingin menyampaikan pesan bahwa mereka akan selalu siap sedia. Mereka adalah yang bekerja dalam senyap untuk membawa harapan bagi mereka yang nyaris putus asa. Kisah Bapak Sulkhan akan terus menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa di setiap sudut kota, ada cerita perjuangan yang menunggu untuk didengar dan dibantu. Dan BAZNAS Sidoarjo, dengan semangat "Sat Set"-nya, akan selalu berada di garis depan.
BERITA13/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Langsung ke Masyarakat Dan Assesment Usaha Mikro
Desa Janti Kecamatan Tarik menjadi saksi kepedulian nyata BAZNAS Kabupaten Sidoarjo dalam menghadirkan harapan bagi warga kurang mampu melalui program pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran
SIDOARJO - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan melalui program Jumat Berkah yang dilaksanakan pada 12 September 2025. Tim distribusi yang dipimpin langsung oleh Ahmad Hamdani, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, melakukan penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu di Desa Janti, Kecamatan Tarik.
Program yang telah menjadi agenda rutin ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan finansial, tetapi juga menekankan aspek kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. "Kami hadir langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan," ujar Ahmad Hamdani saat mendampingi proses penyaluran bantuan.
Salah satu penerima bantuan yang menjadi sorotan adalah Bapak Suwandi Mulyo, seorang seniman ludruk yang dikenal dengan panggilan Cak Kampret pada era 90-an. Seniman yang pernah menghibur masyarakat Sidoarjo ini kini menghadapi tantangan ekonomi di hari tuanya. Ketika tim BAZNAS mendatangi rumahnya, terlihat jelas kekhawatiran dan kebingungan terkait proses bantuan yang akan diterimanya.
"Saya sempat khawatir ini adalah pinjaman yang harus dikembalikan," ungkap Cak Kampret dengan suara bergetar. Tim BAZNAS dengan sabar menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan hibah murni tanpa ada kewajiban pengembalian. Penjelasan ini memberikan ketenangan bagi seniman yang telah berjasa mengembangkan seni tradisional di tanah Sidoarjo.
Penyaluran bantuan juga menjangkau Ibu Sukarti, seorang nenek berusia 85 tahun yang masih gigih berjualan lontong untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kondisi fisiknya yang sudah renta tidak menyurutkan semangatnya untuk terus bekerja. "Alhamdulillah, masih ada yang peduli dengan nenek tua seperti saya," ucapnya dengan mata berkaca-kaca ketika menerima bantuan dari tim BAZNAS.
Selain penyaluran bantuan, tim juga melakukan assessment terhadap pengajuan bantuan UMKM dari Pak Didik Mulyono. Pria yang sempat menjalankan warung kopi ini terpaksa menutup usahanya karena modal habis untuk membangun rumah setelah diminta pindah oleh keluarga. Kini, Pak Didik mengandalkan penghasilan istri yang bekerja sebagai buruh outsourcing dengan jadwal tidak menentu.
"Saya ingin memulai lagi dengan beternak ayam di halaman belakang rumah," jelas Pak Didik sambil menunjukkan area kosong yang akan dijadikan kandang. Tim BAZNAS melakukan survei lapangan secara mendetail, mengamati kondisi lingkungan dan menilai kelayakan usaha yang diajukan.
Ahmad Hamdani dan M Sofwan ,Staf pelaksaana BAZNAS Sidoarjo, menekankan pentingnya verifikasi langsung untuk memastikan akurabilitas data penerima bantuan. "Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kepercayaan dan memberikan edukasi kepada masyarakat," jelas Hamdani
Proses dokumentasi dan administrasi dilakukan dengan transparan, dimana setiap penerima bantuan diminta untuk menandatangani berkas penerimaan. Hal ini merupakan bagian dari sistem akuntabilitas BAZNAS dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat.
Perangkat Desa Janti memberikan apresiasi tinggi terhadap program BAZNAS yang konsisten hadir di tengah masyarakat. "Program seperti ini sangat membantu warga kami yang membutuhkan, terutama lansia dan keluarga prasejahtera," ungkapnya.
BAZNAS Kabupaten Sidoarjo telah menjangkau berbagai kalangan masyarakat, mulai dari seniman tradisional, pedagang kecil, hingga lansia yang masih berjuang mencari nafkah. Program ini tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membuka akses untuk pemberdayaan ekonomi melalui bantuan UMKM.
Dengan komitmen yang kuat untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan, BAZNAS Sidoarjo membuktikan perannya sebagai lembaga amil zakat yang tidak hanya mengumpulkan dana, tetapi juga mendistribusikannya secara tepat sasaran dan berkelanjutan kepada masyarakat yang membutuhkan.
BERITA12/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Pendidikan Lintas Institusi
Komitmen Berkelanjutan Wujudkan Pemerataan Akses Pendidikan Berkualitas
SIDOARJO - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan melalui program bantuan biaya pendidikan yang tersebar di berbagai institusi pendidikan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (11/9/2025) ini melibatkan jajaran pimpinan tertinggi hingga staf pelaksana dalam upaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, Drs. Ech. Achmad Saleh, MM., langsung turun lapangan untuk memastikan program bantuan pendidikan berjalan optimal. Kunjungan ke MTs Negeri 4 Sidoarjo menjadi agenda utama yang menandai keseriusan lembaga dalam membangun kemitraan strategis dengan institusi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Kehadiran langsung pimpinan tertinggi BAZNAS ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap kontinuitas pendidikan anak-anak bangsa.
"Program bantuan pendidikan ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda Indonesia," ungkap sumber dari BAZNAS Sidoarjo. Kolaborasi dengan Kepala Madrasah Islachah Wahyuni dan didampingi Achmad Richi menciptakan sinergi yang harmonis antara lembaga amil zakat dengan institusi pendidikan. Dialog konstruktif yang terjalin tidak hanya membahas aspek teknis penyaluran bantuan, tetapi juga strategi pengembangan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
Momentum istimewa juga terjadi di kantor BAZNAS Kabupaten Sidoarjo ketika para siswa MTsN 4 Sidoarjo berkunjung untuk menerima bantuan pendidikan secara langsung. Suasana kantor yang biasanya dipenuhi aktivitas administratif berubah menjadi ruang dialog kemanusiaan yang penuh makna. Para siswa yang hadir mengenakan seragam cokelat khas madrasah menunjukkan antusiasme tinggi, mencerminkan semangat belajar yang tidak terpadamkan meski menghadapi keterbatasan ekonomi.
Kehadiran Ahmad Hamdani selaku Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo dalam berbagai kegiatan menunjukkan profesionalisme dan dedikasi tim dalam menjalankan amanah masyarakat. Tidak hanya fokus pada aspek administratif, tetapi juga memastikan setiap bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan bagi penerima. Proses verifikasi dan koordinasi yang ketat menjadi bukti akuntabilitas lembaga dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat.
Program ini juga menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga madrasah tsanawiyah, menunjukkan pendekatan holistik BAZNAS dalam mendukung pendidikan. Setiap institusi pendidikan yang menjadi mitra memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, namun semua mendapat perhatian yang sama dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dokumentasi kegiatan yang menampilkan momen penyerahan bantuan dan dialog antara pihak BAZNAS dengan institusi pendidikan menjadi saksi bisu dari komitmen nyata lembaga ini. Setiap senyuman yang terpancar dari wajah para penerima bantuan menjadi motivasi tersendiri bagi BAZNAS untuk terus mengoptimalkan program-program kemanusiaan, khususnya di bidang pendidikan.
Keberhasilan program bantuan pendidikan BAZNAS Sidoarjo tidak lepas dari dukungan masyarakat yang terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada lembaga ini. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana menjadi kunci utama mempertahankan kepercayaan publik. Dengan pendekatan yang terstruktur dan terukur, BAZNAS Sidoarjo berhasil membuktikan bahwa dana umat dapat dikelola secara profesional untuk kemaslahatan bersama.
Melalui program bantuan pendidikan yang berkelanjutan ini, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo tidak hanya berperan sebagai penyalur dana, tetapi juga menjadi jembatan harapan bagi ribuan anak bangsa untuk meraih cita-cita melalui pendidikan berkualitas. Komitmen ini sejalan dengan visi besar Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.
BERITA12/09/2025 | sudrab
Perjalanan Kemulian Kegiatan BAZNAS Sidoarjo di Bulan Maulid
Sidoarjo - Momentum istimewa mengiringi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Sidoarjo, Kamis (11/9/2025). Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan kepedulian sosial melalui tiga kegiatan distribusi bantuan yang menyentuh hati.
Pagi hari dimulai dengan suasana penuh berkah di SD Cangkring Sari, Kecamatan Sukodono. Tepat pukul 08.00 WIB, 30 anak yatim menerima santunan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara yang berlangsung khidmat ini dipenuhi dengan lantunan shalawat dan tausiyah yang mengingatkan hadirin akan teladan mulia Rasulullah.
"Alhamdulillah, melalui kegiatan ini kami berharap dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yatim," ungkap Kepala Sekolah SD Cangkring Sari, Ibu Azizah, menyampaikan rasa syukur mendalam atas dukungan berkelanjutan dari BAZNAS.
Tidak hanya di dunia pendidikan, BAZNAS Sidoarjo juga menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan. Di Desa Sidokepung, Buduran, seorang perempuan bernama Ifa Kartini menerima kursi roda yang sangat dibutuhkannya. Tim yang terdiri dari M. Luqman sebagai Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, bersama M. Sofwan, Syukron In'am, dan Minan Abdul Haq memberikan bantuan ini dengan penuh empati.
Momen haru tercipta ketika Ibu Ifa duduk pertama kali di kursi roda barunya. Senyum bahagia terpancar dari wajahnya yang selama ini terbatas mobilitasnya akibat penyakit yang dideritanya. "Bantuan ini memberikan harapan baru dan kemudahan mobilitas yang sangat kami butuhkan," tutur keluarga penerima bantuan.
Kegiatan ketiga berlokasi di Desa Banjar Panji, Tanggulangin, dimana bantuan biaya hidup disalurkan kepada keluarga yang membutuhkan. Tim BAZNAS yang sama menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat, bahkan ketika kepala keluarga sedang menjalankan ibadah shalat Dzuhur, bantuan tetap dapat diterima oleh anggota keluarga lainnya.
Ketiga kegiatan ini mencerminkan semangat filantropi Islam yang mengajarkan kepedulian terhadap sesama. BAZNAS Sidoarjo melalui program-program distributifnya terus berupaya menghadirkan solusi bagi berbagai permasalahan sosial di masyarakat, mulai dari pendidikan anak yatim, kesehatan disabilitas, hingga pemenuhan kebutuhan dasar keluarga kurang mampu.
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi pengingat akan pentingnya meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam berbagi dan peduli kepada sesama. Melalui amanah zakat, infak, dan sedekah masyarakat, BAZNAS Sidoarjo terus menjalankan misi mulia dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat.
Semoga rangkaian kegiatan ini menjadi amal jariyah yang berkelanjutan bagi para donatur dan membawa keberkahan bagi seluruh penerima bantuan di Kabupaten Sidoarjo.
BERITA11/09/2025 | sudrab
Perjuangan Tak Kenal Lelah: BAZNAS Sidoarjo Ulurkan Tangan untuk Penjual Jamu Keliling di Desa Ental Sewu
Sidoarjo, Kamis (11/9/2025)– Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, sosok Ibu Semi tetap teguh mengarungi jalanan desa dengan sepeda tuanya, menjajakan jamu tradisional dari rumah ke rumah. Kisah perjuangannya yang menginspirasi akhirnya sampai ke telinga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo, yang kemudian mengambil langkah nyata untuk meringankan beban kehidupannya.
Pukul 12.00 WIB, suasana haru menyelimuti kediaman sederhana Ibu Semi di Desa Ental Sewu. Seorang ibu dengan empat anak yang masih bersekolah ini menerima bantuan langsung tunai dari BAZNAS Sidoarjo sebagai bentuk kepedulian terhadap perjuangan keluarga prasejahtera.
Terpuruk namun Tidak Menyerah
Kehidupan Ibu Semi berubah drastis tujuh bulan lalu ketika suaminya mengalami pemutusan hubungan kerja. Sebagai tulang punggung keluarga yang baru, ia harus memutar otak mencari nafkah untuk membiayai keempat anaknya yang masih duduk di bangku sekolah.
"Saya tidak mau mengeluh, yang penting anak-anak tetap bisa sekolah," ujar Ibu Semi dengan mata berkaca-kaca namun tetap tegar. Setiap pagi, ia menyiapkan jamu tradisional buatan sendiri, kemudian berkeliling desa dengan sepeda untuk menjajakan dagangannya.
Perjalanan dari desa ke desa bukanlah hal mudah. Terik matahari, hujan, hingga jalan berlumpur menjadi tantangan harian yang harus dihadapi. Namun, semangat untuk menghidupi keluarga membuatnya pantang menyerah.
Kepedulian yang Mengalir
Perjuangan Ibu Semi tidak luput dari perhatian masyarakat sekitar. Informasi tentang kondisi keluarganya akhirnya sampai ke BAZNAS Sidoarjo, yang kemudian melakukan verifikasi dan asesmen langsung ke lapangan.
Gus Lukman (Erlandus), salah satu pimpinan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, menyerahkan bantuan secara simbolis dengan disaksikan perangkat desa dan Ketua RT setempat. Momen penyerahan ini menjadi bukti nyata bahwa zakat yang diamanahkan masyarakat telah tepat sasaran.
Harapan Baru untuk Masa Depan
"Bantuan ini bukan sekadar materi, tetapi bentuk kepedulian dan dukungan moral agar Ibu Semi tidak merasa berjuang sendirian," ungkap Gus Lukman. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan usaha jamu keliling yang sudah dijalani.
BAZNAS Sidoarjo juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan keluarga Ibu Semi. Rencana pendampingan usaha dan program pemberdayaan ekonomi menjadi langkah selanjutnya yang akan dilakukan.
Inspirasi dari Kesederhanaan
Kisah Ibu Semi menjadi cerminan semangat pantang menyerah yang patut diteladani. Di tengah keterbatasan, ia memilih bekerja keras ketimbang mengeluh. Dukungan BAZNAS Sidoarjo diharapkan dapat menjadi angin segar untuk melanjutkan perjuangan membangun masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.
Bantuan yang diberikan kali ini merupakan bagian dari program pendistribusian zakat BAZNAS Sidoarjo untuk kategori fakir miskin dan mustahiq lainnya. Melalui program ini, BAZNAS terus berupaya menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat Sidoarjo.
BERITA11/09/2025 | sudrab

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
