WhatsApp Icon
Senyum di SDN Trosobo 2: Membasuh Dahaga Pendidikan dengan Kepedulian

SIDOARJO – Pagi itu, Kamis (8/1), suasana di SDN Trosobo 2, Kecamatan Taman, tampak berbeda. Matahari yang mulai meninggi seolah ikut menyinari harapan baru bagi sepuluh siswa-siswi terpilih. Di balik dinding kelas yang sederhana, langkah kaki tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo hadir membawa misi besar: memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang terkumpul benar-benar menjadi energi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan seringkali disebut sebagai "jembatan emas" menuju masa depan. Namun bagi sebagian keluarga, jembatan itu terkadang sulit dilintasi karena beban biaya yang menghimpit. Menyadari hal tersebut, BAZNAS Sidoarjo kembali turun ke lapangan guna menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Kehadiran tim yang terdiri dari Herex, Rita, dan rekan-rekan mahasiswa penelitian dari Umsida ini membawa pesan kuat bahwa pendidikan tidak boleh terhenti oleh keterbatasan ekonomi.

Penyaluran bantuan ini dilakukan secara langsung, menyentuh sisi emosional siapa saja yang menyaksikannya. Ada rasa haru yang menggelayut saat satu per satu nama siswa dipanggil. Mereka bukan sekadar angka dalam data kemiskinan, melainkan anak-anak dengan cita-cita besar yang kebetulan lahir dalam kondisi ekonomi sulit. Bantuan uang tunai yang diberikan memang terlihat sederhana bagi sebagian orang, namun bagi mereka yang sedang berjuang, ini adalah bukti nyata keberpihakan umat.

Rita Defani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menjelaskan bahwa bantuan ini adalah manifestasi dari semangat besar lembaga untuk menjaga ketahanan nasional melalui sektor pendidikan.

"Melihat binar mata anak-anak ini, kami semakin yakin bahwa setiap keping zakat yang disalurkan adalah investasi masa depan. Semangat kami adalah Zakat Menguatkan Indonesia. Dengan membantu pendidikan mereka hari ini, kita sedang memperkuat fondasi bangsa untuk masa depan yang lebih baik," ungkap Rita dengan nada empati yang dalam.

Pihak sekolah dan guru-guru mengakui bahwa beban wali murid sangat terbantu dengan adanya intervensi dari BAZNAS. Melalui program ini, BAZNAS ingin menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen sosial yang ampuh untuk mengangkat martabat manusia.

penulis(Ry/Bz)

10/01/2026 | Kontributor: admin
Jejak Kasih di SDN Kramatjegu 2: Jaminan Masa Depan bagi Tunas Bangsa

SIDOARJO – Sinergi antara lembaga filantropi dan institusi pendidikan kembali terjalin manis di SDN Kramatjegu 2, Kecamatan Taman. Pada Kamis, 8 Januari 2026, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melaksanakan distribusi bantuan biaya pendidikan kepada 10 siswa yang membutuhkan. Total dana sebesar Rp3.500.000 disalurkan dengan penuh rasa kekeluargaan, di mana setiap siswa menerima Rp350.000 guna menunjang kebutuhan belajar mereka.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan wujud nyata dari pengelolaan dana umat yang transparan dan tepat sasaran. Lokasi sekolah menjadi saksi bagaimana nilai-nilai kepedulian sosial diajarkan secara langsung kepada para siswa. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis, disaksikan oleh para guru yang selama ini melihat langsung perjuangan siswa-siswi mereka di sekolah.

Dalam proses asesmen yang dilakukan, tim BAZNAS memastikan bahwa penerima manfaat adalah mereka yang benar-benar membutuhkan dukungan agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Kepala SDN Kramatjegu 2 menyambut positif langkah ini, mengingat motivasi siswa seringkali turun ketika kebutuhan sekolah tidak terpenuhi. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan siswa kembali fokus pada buku dan pelajaran, bukan pada beban pikiran orang tua mereka.

Rita Defani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menegaskan bahwa peran BAZNAS melampaui sekadar penyalur dana. Ia menekankan bahwa misi ini adalah bagian dari kampanye besar untuk kemandirian bangsa.

"Kami di BAZNAS ingin menjadi bagian dari solusi peningkatan kualitas SDM di Sidoarjo. Bantuan pendidikan ini adalah cara kita membuktikan bahwa Zakat Menguatkan Indonesia. Saat kita menjamin pendidikan anak-anak kurang mampu, kita sebenarnya sedang memutus rantai kemiskinan dan memperkuat struktur sosial negara kita," tuturnya dengan penuh ketulusan.

Interaksi yang terjadi antara tim BAZNAS, siswa, dan guru menciptakan suasana yang sangat positif. Melalui program ini, BAZNAS berharap bantuan tersebut dapat memotivasi siswa untuk berprestasi lebih tinggi lagi, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan selama ada kepedulian dari sesama melalui zakat.

penulis(Zd/Bz)

10/01/2026 | Kontributor: admin
Menembus Arus Sungai: Perjuangan Dakwah BAZNAS ke Desa Kepetingan

SIDOARJO – Terik matahari dan semilir angin sungai mengiringi perjalanan perahu mesin yang membelah air menuju Desa Kepetingan. Desa ini unik sekaligus menantang; hanya bisa dijangkau melalui jalur perairan dengan menyusuri sungai selama kurang lebih 30 menit. Di atas perahu tersebut, tim BAZNAS Sidoarjo membawa misi mulia: memastikan syiar Islam dan pelayanan umat tetap tegak merata hingga ke pelosok pesisir.

Desa Kepetingan dikenal memiliki keterbatasan akses darat, yang berdampak pada terbatasnya tenaga khatib untuk pelaksanaan salat Jumat. Menyadari kebutuhan spiritual warga yang tetap tinggi meski jumlah penduduknya relatif sedikit, BAZNAS Sidoarjo meluncurkan program rutin pengiriman khatib Jumat setiap dua minggu sekali. Ini adalah bentuk pengabdian yang menjangkau mereka yang seringkali terabaikan karena faktor geografis.

Perjalanan ini bukan hanya soal jarak, tapi soal komitmen untuk hadir secara utuh bagi masyarakat. Setiap kunjungan menjadi momen silaturahmi yang sangat berharga. Tim BAZNAS tidak hanya datang untuk menjalankan tugas formal keagamaan, tetapi juga untuk mendengarkan denyut kehidupan masyarakat pesisir. Dakwah disampaikan dengan cara yang sejuk, merangkul, dan menguatkan.

M. Sofwan, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang mengawal program ini, menjelaskan bahwa pemerataan layanan keagamaan adalah fondasi karakter bangsa.

"Masyarakat di Desa Kepetingan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan bimbingan keagamaan yang berkualitas. Kehadiran kami di sini adalah wujud nyata bahwa Zakat Menguatkan Indonesia bukan hanya jargon. Dengan zakat, kita menguatkan iman mereka, menguatkan persaudaraan, dan memastikan bahwa tidak ada warga Sidoarjo yang merasa sendirian di daerah terpencil," ujar Sofwan dengan penuh semangat.

Kehadiran BAZNAS di Kepetingan juga menjadi sarana untuk melakukan pemetaan sosial. Dengan rutin berkunjung, BAZNAS dapat mengetahui kebutuhan mendesak warga, baik dari segi ekonomi maupun fasilitas umum. Program pengiriman khatib ini diharapkan dapat memperkuat spiritualitas masyarakat sekaligus menjadi pintu masuk bagi bantuan sosial lainnya.

Penulis(ry/bz)

10/01/2026 | Kontributor: admin
Gema Wahyu di Pesisir: Menjemput Keberkahan di Desa Ketingan

SIDOARJO – Jumat, 9 Januari 2026, menjadi hari yang penuh kedamaian di Desa Ketingan, Kecamatan Buduran. Di saat sebagian besar warga perkotaan sibuk dengan rutinitas modern, tim BAZNAS Sidoarjo memilih untuk bergerak menuju ujung desa. Fokus utama mereka adalah memberikan pembinaan keagamaan melalui khutbah Jumat yang mencerahkan, sekaligus menyalurkan dukungan moral bagi warga yang membutuhkan.

Perjalanan menuju Ketingan selalu memberikan kesan emosional. Dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk mencapai desa ini, namun keikhlasan menjadi bahan bakar utama bagi tim. Sesampainya di lokasi, sambutan hangat dari warga desa menjadi obat penawar lelah yang paling mujarab. Kedekatan yang terjalin selama ini membuat tim BAZNAS sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh penduduk setempat.

Kegiatan ini bertujuan lebih dari sekadar pelaksanaan ibadah rutin. Melalui mimbar Jumat, BAZNAS berupaya mengenalkan wawasan keagamaan yang moderat dan aplikatif. Selain itu, kunjungan ini menjadi momen bagi tim untuk merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat desa yang jauh dari pusat keramaian, memastikan bahwa keadilan sosial melalui zakat benar-benar dirasakan hingga ke akar rumput.

Ustadz M. Sufyan, yang bertugas sebagai khatib pada Jumat tersebut, menekankan pentingnya persatuan umat dalam pesan khutbahnya. Ia mengaitkan peran zakat dengan ketahanan sebuah bangsa.

"Berada di sini, di tengah-tengah saudara kita di Ketingan, adalah pengingat bahwa kekuatan bangsa dimulai dari kepedulian kita terhadap mereka yang di pelosok. Melalui semangat Zakat Menguatkan Indonesia, kita tidak hanya memberi bantuan fisik, tapi juga dukungan moral dan penguatan akidah. Zakat adalah tali pengikat yang menyatukan hati warga kota dan warga desa dalam satu bingkai kekuatan nasional," tuturnya.

Interaksi pasca-salat Jumat menjadi ruang diskusi yang hangat. Warga merasa dihargai karena ada lembaga yang secara konsisten mau mendatangi mereka ke ujung desa. BAZNAS Sidoarjo berharap, melalui kegiatan rutin ini, kualitas kehidupan beragama dan ekonomi di Desa Ketingan terus meningkat, membuktikan bahwa zakat adalah kunci kemajuan bangsa yang inklusif.

penulis (Zdn/BZ)

 
10/01/2026 | Kontributor: admin
Keluarga Besar SDN Kramatjegu 2 Tanamkan Empati Lewat Aksi Nyata untuk Sumatra

SIDOARJO – Halaman SDN Kramatjegu 2 pagi itu tampak berbeda dari biasanya. Di tengah keriuhan khas anak sekolah, terselip sebuah semangat kolektif yang menghangatkan hati: sebuah gerakan untuk membantu saudara-saudara di ujung barat Indonesia yang tengah berjuang melawan dampak bencana alam.

Keluarga besar SDN Kramatjegu 2 membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer bukan penghalang untuk berbagi kasih. Melalui aksi penggalangan dana yang melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, staf, hingga para siswa, semangat solidaritas untuk penyintas bencana di Sumatra dan Aceh berkobar dengan tulus.

Edukasi Karakter dalam Kotak Donasi

Bagi para siswa, kegiatan ini bukan sekadar mengumpulkan uang ke dalam kotak. Ini adalah pelajaran kehidupan yang tidak ditemukan di dalam buku teks. Sambil menggenggam uang saku yang mereka sisihkan, anak-anak ini belajar tentang arti empati dan bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Ibu Sunarmi, S.Pd.SD, selaku Kepala Sekolah SDN Kramatjegu 2, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas antusiasme luar biasa dari seluruh warga sekolah. Baginya, melihat anak didiknya peduli terhadap penderitaan sesama adalah prestasi yang tak ternilai harganya.

"Kami mendoakan agar semua saudara kita di Sumatra diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan. Semoga bencana ini tidak terjadi lagi dan semoga Tuhan melindungi kita semua," ungkap Ibu Sunarmi dengan penuh haru.

Amanah yang Tertunaikan

Ketulusan tersebut kemudian dikristalkan dalam bentuk donasi sebesar Rp 2.385.000. Untuk memastikan amanah ini sampai ke tangan yang tepat, SDN Kramatjegu 2 memilih jalur profesional melalui transfer bank ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo pada 24 Desember 2025 lalu.

Langkah ini diambil untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas penyaluran bantuan. Dengan koordinasi yang rapi, bantuan dari warga sekolah di Sidoarjo diharapkan dapat segera menyentuh kebutuhan mendesak para korban di lokasi bencana.

Pihak BAZNAS Sidoarjo pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Inisiatif dari SDN Kramatjegu 2 diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan lainnya untuk turut bergerak. Karena sekecil apa pun uluran tangan kita, bagi mereka yang sedang kehilangan segalanya, itu adalah harapan yang besar.


Duka mereka belum usai. Mari tunjukkan bahwa kepedulian warga Sidoarjo tak akan pernah surut. Salurkan kepedulian terbaik Anda melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • BSI: 4488888008
  • BCA: 8292799992 (Mohon sertakan kode unik 25 di akhir nominal, contoh: Rp 100.025)

Layanan Digital & Konfirmasi: kabsidoarjo.baznas.go.id

Zakat Menguatkan Indonesia.

09/01/2026 | Kontributor: sudrab

Berita Terbaru

Dihadiri Bupati, Halaqoh Penyembelihan Hewan Qurban Kolaborasi Baznas Sidoarjo dan DMI
Dihadiri Bupati, Halaqoh Penyembelihan Hewan Qurban Kolaborasi Baznas Sidoarjo dan DMI
Sidoarjo, 19 Mei 2025 – Halaqoh penyembelihan hewan qurban yang diadakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) kembali digelar untuk kedua kalinya. Acara yang berlangsung di Masjid Nurul Anwar, Bumi Citra Fajar, pada tanggal 18 Mei 2025 ini menunjukkan komitmen kedua organisasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menjelang Hari Raya Qurban 1446 H. Kehadiran Bupati Sidoarjo, H. Subandi, SH, M.Kn, beserta Dandim dan Camat Sidoarjo menambah semarak acara tersebut. Dalam sambutannya, Bupati Subandi memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara Baznas dan DMI. "Upaya ini sangat tepat dan dibutuhkan oleh masyarakat, dengan adanya bimbingan teknis penyembelihan hewan qurban yang sesuai dengan syariat Islam," ujarnya. Bupati juga menekankan pentingnya distribusi daging qurban yang tepat sasaran agar dapat dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan. "Kami berharap daging qurban ini dapat disalurkan dengan baik, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tambahnya. Ketua DMI Sidoarjo, Imam Mukhozali, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Baznas Sidoarjo atas kolaborasi yang telah terjalin. "Syukur dan terima kasih kami untuk Baznas yang berkomitmen dan konsisten dalam menyelenggarakan halaqoh penyembelihan hewan qurban. Kehadiran Bupati dan rombongan menjadi kehormatan bagi kami," cetusnya. Acara ini tidak hanya sekadar penyembelihan hewan qurban, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk belajar tentang tata cara qurban yang baik dan benar. Dalam suasana penuh kekeluargaan, para peserta mendapatkan pengetahuan mengenai syarat dan ketentuan qurban, serta cara penyembelihan yang sesuai syariat. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Baznas Sidoarjo untuk menerangi masyarakat dengan cahaya zakat, yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum dalam menjalankan ibadah qurban. Halaqoh penyembelihan hewan qurban ini diharapkan menjadi tradisi yang terus berlanjut, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Sidoarjo. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Baznas dan DMI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang bermanfaat. Dengan langkah ini, Baznas Sidoarjo dan DMI tidak hanya memberikan daging qurban, tetapi juga memberikan harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan, menjadikan setiap momen qurban sebagai cahaya zakat yang menerangi kehidupan masyarakat.
BERITA19/05/2025 | sudrab
Perahu Tradisional untuk Keluarga Bu Tumiyat: Harapan Baru di Pucukan
Perahu Tradisional untuk Keluarga Bu Tumiyat: Harapan Baru di Pucukan
Sidoarjo, 17 Mei 2025 – Senyum ceria Mas Arief, pemuda yang sehari-hari berburu kepiting di pesisir Pantai Sidoarjo, semakin merekah saat menerima perahu baru dari Baznas Sidoarjo. Pada 16 Mei, ia resmi menjadi penerima manfaat bantuan perahu tradisional Jakung, yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Mas Arief, anak dari Ibu Tumiyat yang tinggal di Dusun Pucukan, Desa Kelurahan Gebang, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. “Saya tidak menyangka bisa dapat perahu ini. Ini sangat membantu saya untuk mencari nafkah,” ungkapnya, penuh rasa syukur. Penyerahan perahu dilakukan oleh Ahmad Hamdani, Staf Pelaksana Baznas Sidoarjo, setelah shalat Jumat di Desa Kepetingan Sawoan, Buduran. Kegiatan ini bagian dari program Sidoarjo Taqwa, yang mengirimkan khotib ke daerah-daerah terluar. Ahmad Hamdani menjelaskan, “Bantuan ini adalah bagian dari cahaya zakat yang ingin kami berikan kepada masyarakat. Dengan perahu ini, kami harap Mas Arief bisa lebih mudah mencari kepiting dan meningkatkan pendapatan keluarganya.” Kegiatan ini bukan hanya simbolis, tapi juga menunjukkan komitmen Baznas dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan program seperti ini, Baznas berupaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup, khususnya di kawasan pesisir. Perahu Jakung yang diserahkan tidak hanya untuk mencari kepiting, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain yang mendukung ekonomi keluarga. Dengan alat tangkap yang lebih baik, diharapkan Mas Arief bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal. Kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat lain untuk ikut berpartisipasi dalam program zakat. “Cahaya zakat bukan hanya untuk mereka yang menerima, tetapi untuk kita semua. Mari kita berkontribusi membantu sesama,” ajak Ahmad. Dengan bantuan ini, Baznas Sidoarjo berharap bisa terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih sejahtera. Yuk, dukung program-program Baznas dan jadi bagian dari cahaya zakat yang menerangi kehidupan banyak orang!
BERITA17/05/2025 | sudrab
Tuntaskan Program Ramadhan Sehat Bercahaya, Bagikan 100 Kacamata untuk Santri Al Hidayah Ketegan
Tuntaskan Program Ramadhan Sehat Bercahaya, Bagikan 100 Kacamata untuk Santri Al Hidayah Ketegan
Sidoarjo, 16 Mei 2025 – Rumah Sehat Baznas (RSB) Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya untuk membantu masyarakat. Hari ini, mereka mendistribusikan 100 kacamata untuk santri Pondok Pesantren Al Hidayah di Ketegan, Tanggulangin. Kegiatan ini merupakan bagian dari program "Ramadhan Sehat Bercahaya" yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup para santri yang mengalami gangguan refraksi mata. M Yogzis, salah satu staf RSB, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diterima. "Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Tanpa mereka, acara ini tidak akan berjalan sukses," ujarnya. Selain membagikan kacamata, RSB juga melakukan pemeriksaan kesehatan untuk 105 santri, yang terdiri dari 36 laki-laki dan 69 perempuan. Program ini menjadi harapan baru bagi 10.500 santri di seluruh Indonesia yang mengalami gangguan penglihatan. Kerja sama antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) membuat inisiatif ini semakin berarti. Di Sidoarjo, sekitar 400 kacamata sudah didistribusikan ke santri di empat pesantren. RSB juga memberikan paket sabun cuci tangan untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan santri. Kegiatan ini adalah langkah penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan generasi muda. Dengan semangat cahaya zakat, Baznas Sidoarjo berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Program-program ini tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Ramadhan kali ini menjadi lebih bermakna dengan adanya inisiatif yang membawa harapan bagi banyak santri. Semoga cahaya zakat ini terus bersinar dan memberikan manfaat bagi semua!
BERITA16/05/2025 | sudrab
BAZNAS RI Kucurkan 5,1 Miliar untuk Wujudkan Kampung Nelayan Layak Huni
BAZNAS RI Kucurkan 5,1 Miliar untuk Wujudkan Kampung Nelayan Layak Huni
Sidoarjo 16 Mei 2025 – Dalam upaya pemulihan pascabencana banjir rob yang melanda kawasan pesisir, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia telah meluncurkan program pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat. Dalam kunjungan yang dipimpin oleh Menteri Sosial, Drs. H. Saifulloh Yusuf, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS, masyarakat setempat mendapat harapan baru melalui alokasi dana sebesar Rp5,1 miliar. Program ini ditujukan untuk membantu 93 keluarga yang terdampak langsung oleh banjir rob, yang tidak hanya merusak rumah, tetapi juga mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi mereka. Dalam peninjauan tersebut, Menteri Sosial menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga zakat dalam mewujudkan kampung nelayan yang layak huni. "Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga yang terdampak mendapatkan rumah yang aman dan layak, serta dukungan untuk membangun kembali kehidupan mereka," ujarnya. BAZNAS RI, yang dikenal sebagai salah satu lembaga filantropi yang berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berperan aktif dalam program ini dengan menyediakan bantuan relokasi rumah layak huni. Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk membangun fasilitas sentra UMKM dan sarana ibadah berupa masjid, yang diharapkan dapat mendukung kehidupan sosial dan spiritual warga. Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Pimpinan BAZNAS RI, menambahkan bahwa kontribusi ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberdayakan masyarakat. "Kami percaya bahwa dengan memberikan akses kepada masyarakat untuk memiliki rumah yang layak dan fasilitas yang memadai, kami dapat membantu mereka untuk bangkit dari keterpurukan," ungkapnya. Pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat ini merupakan contoh nyata dari cahaya zakat yang dapat mengubah kehidupan masyarakat. Melalui zakat, program ini tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Dengan adanya sentra UMKM, diharapkan para nelayan dan keluarganya dapat mengembangkan usaha kecil yang dapat meningkatkan pendapatan mereka. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk bersatu dan saling mendukung. Dengan adanya masjid yang dibangun, diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan sosial dan spiritual, memperkuat ikatan antarwarga, serta menciptakan lingkungan yang harmonis. Menteri Sosial menutup kunjungan dengan harapan bahwa program ini akan menjadi model bagi daerah lain yang mengalami bencana serupa. "Kami ingin semua pihak, baik pemerintah, lembaga zakat, maupun masyarakat, bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sejahtera bagi semua," tegasnya. Dengan dukungan dana sebesar Rp5,1 miliar dari BAZNAS RI, Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat diharapkan dapat segera terwujud, memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini berjuang menghadapi tantangan pascabencana. Inisiatif ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan langkah menuju kesejahteraan sosial dan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat pesisir.
BERITA16/05/2025 | admin
Cahaya Zakat: Kolaborasi BAZNAS dan DMI Sidoarjo BBM Berkah Desa Kedung Sumur Krembung
Cahaya Zakat: Kolaborasi BAZNAS dan DMI Sidoarjo BBM Berkah Desa Kedung Sumur Krembung
Sidoarjo, 13 Mei 2025 – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk melaksanakan kegiatan "Bersih-Bersih Masjid Berkah" (BBM Berkah). Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan masjid. Acara yang berlangsung pada Senin, 12 Mei 2025, di Masjid Nahrotul Bariyah, Desa Kedung Sumur, Kec. Krembung. dan diharapkan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif. Ketua DMI Sidoarjo, H. Imam Mukozali, S.Pd., S.Ag., MM, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersatu dalam menjaga kebersihan tempat ibadah. “Dengan kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan masjid. Kebersihan adalah bagian dari iman, dan melalui BBM Berkah, kami berharap dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama,” ujar H. Imam Mukozali . BAZNAS Sidoarjo, sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini. Dengan tagline “Cahaya Zakat”, BAZNAS berharap dapat memberikan inspirasi dan mendorong masyarakat untuk lebih banyak bersedekah demi kebaikan bersama. “Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga merupakan cahaya yang menerangi jalan kita dalam berbagi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa zakat dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sosial, termasuk menjaga kebersihan masjid,” Ungkap ketua DMI Kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, anggota TNI, dan Polri setempat, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Partisipasi mereka diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dalam acara ini, peserta melakukan berbagai aktivitas, mulai dari membersihkan area masjid, hingga memperbaiki fasilitas yang ada. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki dan kebersamaan di antara warga sekitar. “Setiap orang memiliki peran dalam menjaga kebersihan masjid. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergotong royong demi terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman untuk beribadah,” tambah H. Imam Mukozali. Dengan dukungan dari BAZNAS dan DMI, diharapkan kegiatan BBM Berkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan kepedulian sosial. Melalui kolaborasi ini, cahaya zakat akan semakin bersinar, memberikan manfaat bagi banyak orang dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial yang inspiratif. Bagi masyarakat yang ingin turut serta dalam kegiatan ini, silakan hadir dan berpartisipasi. Mari bersama-sama kita jadikan masjid sebagai tempat yang bersih dan nyaman untuk beribadah serta berinteraksi sosial.
BERITA13/05/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Terus Berikan Cahaya Zakat Melalui Program Perbaikan Rumah Warga Tidak Mampu
BAZNAS Sidoarjo Terus Berikan Cahaya Zakat Melalui Program Perbaikan Rumah Warga Tidak Mampu
Sidoarjo, 12 Mei 2025 – Program perbaikan rumah bagi warga tidak mampu di Sidoarjo terus berlanjut. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk memperbaiki rumah Munawaroh, seorang warga Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, yang saat ini tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RLTH). Perbaikan rumah Munawaroh dijadwalkan akan dimulai pada Rabu mendatang. Kepastian mengenai kegiatan ini disampaikan langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, saat mengunjungi kediaman Munawaroh pada Minggu l.(11/5) Dalam kunjungannya, Bupati Subandi menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi warga Sidoarjo yang hidup dalam kondisi tidak layak. “Perbaikan RTLH ini adalah salah satu prioritas kami dalam pembangunan,” ujarnya. Munawaroh, yang saat ini tinggal di rumah yang sangat membutuhkan perbaikan, merasa terharu dengan perhatian yang diberikan. Bupati Subandi menjelaskan bahwa perbaikan ini akan mencakup atap, plafon, dan jamban, sehingga Munawaroh dapat beribadah dengan nyaman. “Hari Rabu sudah mulai pelaksanaan pembangunan, atapnya dibenahi semuanya, plavonnya dibenahi, jambannya juga dibenahi biar panjenengan wudhu sekeco,” tambahnya. Tidak hanya Munawaroh, Bupati juga berjanji untuk memperbaiki rumah Sunapi, warga Desa Kemangsen yang juga mengalami nasib serupa. Rumah Sunapi, yang masih berdinding bambu, akan diganti agar layak huni. “Ini tadi atapnya tidak layak, kamarnya juga tidak ada, ini nanti biar diperbaiki semua, inshaalloh hari Sabtu diperbaiki,” ungkap Bupati Subandi. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Subandi juga menunjukkan kepeduliannya dengan menjanjikan untuk membelikan lemari pakaian bagi Bu Sunapi. “Nanti nek wes mari taktukokno lemari,” ucapnya, yang disambut dengan senyuman dan ucapan terima kasih dari Sunapi. Wakil Ketua BAZNAS Sidoarjo, Ach Saleh, yang turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut, memastikan bahwa BAZNAS Sidoarjo akan segera menindaklanjuti perbaikan ini. “Per hari Rabu mendatang, kami akan mulai mengerjakan perbaikan rumah Munawaroh dan Sunapi,” tegasnya. Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sidoarjo untuk memberikan "Cahaya Zakat" kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui zakat, BAZNAS berkomitmen untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan lebih banyak warga dapat merasakan manfaat dari program ini. Keberlanjutan program ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah dan lembaga filantropi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat Sidoarjo. Semoga langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam membantu sesama, demi terciptanya masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.
BERITA12/05/2025 | sudrab
Pelatihan Juru Sembelih Halal di Sidoarjo: Kolaborasi Baznas dan Fortisda
Pelatihan Juru Sembelih Halal di Sidoarjo: Kolaborasi Baznas dan Fortisda
Sidoarjo, 11 Mei 2025 – Baznas Sidoarjo berkolaborasi dengan Forum Pemerhati Sosial Sidoarjo (Fortisda) menggelar pelatihan juru sembelih halal di Gedung Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo, Jalan Yos Sudarso. Acara ini juga melibatkan Asosiasi Juru Sembelih Halal (Juleha) Jawa Timur, dan dihadiri oleh puluhan peserta yang antusias untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam penyembelihan hewan qurban sesuai syariat Islam. Dalam sambutan pembukaannya, Pimpinan Baznas Sidoarjo, M. Ilhamuddin, menyampaikan betapa pentingnya kerja sama ini. "Kolaborasi antara Baznas dan Fortisda merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa proses penyembelihan hewan qurban dilakukan dengan baik dan sesuai dengan tuntunan agama. Kami berharap pelatihan ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.(10/5) Sesi pelatihan ini tidak hanya berfokus pada praktik, tetapi juga mengedukasi peserta mengenai aspek fiqh yang berkaitan dengan penyembelihan. Dalam sesi tinjauan fiqh, salah satu narasumber menegaskan bahwa penyembelihan hewan qurban harus dilakukan dengan cara yang sesuai agar qurban diterima oleh Allah SWT. "Penting bagi para juru sembelih untuk memahami syarat dan rukun dalam penyembelihan agar dapat melaksanakan tugas dengan baik," tambahnya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyembelih hewan qurban, sehingga dapat memenuhi harapan masyarakat untuk mendapatkan daging qurban yang halal dan berkualitas. "Kami percaya bahwa dengan pelatihan ini, peserta akan lebih siap dan percaya diri dalam melaksanakan tugas mereka di lapangan," kata salah satu panitia. Acara ini juga menjadi momentum bagi Baznas Sidoarjo untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat dan qurban sebagai bagian dari ibadah yang dapat membawa keberkahan. Dengan mengusung tema "Cahaya Zakat", Baznas berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan layanan terbaik bagi masyarakat Sidoarjo. Pelatihan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana peserta dapat langsung berinteraksi dengan narasumber untuk mendalami lebih jauh mengenai fiqh penyembelihan. Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran, diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut di masa mendatang, memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas ibadah qurban di Sidoarjo.
BERITA11/05/2025 | sudrab
ZAuto BAZNAS Memberdayakan Usaha Bengkel Hasan di Makassar
ZAuto BAZNAS Memberdayakan Usaha Bengkel Hasan di Makassar
Sidoarjo, 9 Mei 2025 – Bengkel milik Hasan yang terletak di Jalan Sejati, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, kini semakin bersinar berkat dukungan program Z-Auto dari BAZNAS. Inisiatif ini tidak hanya memberikan permodalan, tetapi juga pendampingan yang signifikan, menjadikan bengkel ini sebagai contoh nyata kemandirian ekonomi masyarakat setempat,(5/05) Dengan pelayanan yang ramah, tertib, dan terstruktur, bengkel Hasan berhasil menarik banyak pelanggan. Sejak bergabung dengan program Z-Auto, usaha yang awalnya berskala kecil ini kini mulai dikenal luas di lingkungan sekitar. Dukungan yang diberikan telah memperkuat kapasitas usaha, memungkinkan Hasan untuk memperluas layanannya dan meningkatkan kualitas pelayanan. Program Z-Auto dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha kecil agar mampu bersaing secara berkelanjutan. Melalui peningkatan keterampilan teknis dan manajemen usaha, Hasan dan timnya telah menunjukkan bahwa dengan bimbingan yang tepat, potensi lokal dapat tumbuh dan mandiri. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Ini membantu kami untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang," ungkap Hasan dengan penuh semangat. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Z-Auto dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan, program ini sejalan dengan visi BAZNAS untuk memberdayakan ekonomi umat. "Cahaya zakat" yang dipancarkan oleh program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menginspirasi dan memberdayakan masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi. Hasan menambahkan, "Kami berharap bengkel ini bisa menjadi model bagi usaha kecil lainnya. Dengan kerja keras dan dukungan, tidak ada yang tidak mungkin." Melalui usaha ini, Hasan tidak hanya menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain di sekitarnya, memperkuat jaringan ekonomi di komunitas. Keberhasilan bengkel Hasan merupakan bukti nyata bahwa dukungan yang tepat dapat mengubah nasib seseorang. Program Z-Auto dari BAZNAS menunjukkan bahwa dengan adanya "cahaya zakat", masyarakat bisa bangkit dari keterpurukan dan menciptakan peluang baru. Dengan langkah ini, Z-Auto tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ke depan, diharapkan lebih banyak pelaku usaha kecil yang mendapatkan manfaat dari program ini, sehingga mereka pun dapat merasakan dampak positif dari zakat yang dikelola dengan baik. Inisiatif ini menjadi pengingat bahwa dengan kolaborasi dan dukungan, kita dapat menciptakan perubahan yang signifikan. BAZNAS dan Z-Auto terus berkomitmen untuk memberdayakan ekonomi umat, menjadikan setiap usaha kecil sebagai bagian dari solusi dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera.
BERITA09/05/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Peningkatan Mobilitas
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Peningkatan Mobilitas
Sidoarjo, 8 Mei 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo meluncurkan program “Sidoarjo Sehat” yang memberikan bantuan kursi roda kepada warga yang mengalami kendala mobilitas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan aksesibilitas bagi mereka yang membutuhkan, salah satunya adalah Bapak Sahri, 75 tahun, warga Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi. Penyerahan bantuan kursi roda kepada Bapak Sahri berlangsung di rumahnya, di mana M. Sofwan, salah satu pelaksana Baznas Sidoarjo, didampingi oleh Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Candi. Acara ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga merupakan momen penuh haru bagi Bapak Sahri dan keluarganya. Bapak Sahri mengalami penurunan kapasitas mobilitas sejak lima tahun lalu, yang membuatnya sulit untuk menjalani aktivitas sehari-hari dan mencari penghasilan. Sebelumnya, ia bekerja serabutan, namun kondisi fisiknya yang menurun dan bertambahnya usia membuatnya terpaksa menganggur. “Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Kursi roda ini akan sangat membantu saya untuk bergerak lebih bebas,” ungkapnya dengan raut wajah penuh harapan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Baznas Sidoarjo yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui zakat. Dengan bantuan ini, Baznas berharap dapat memberikan cahaya harapan bagi mereka yang terpinggirkan, terutama bagi para lansia dan penyandang disabilitas. M. Sofwan menjelaskan, “Kami berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini adalah salah satu bentuk nyata dari cahaya zakat yang kami salurkan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.” Penerima manfaat lainnya juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Baznas dan para donatur yang telah berkontribusi. Dengan adanya kursi roda, mereka merasa lebih mandiri dan memiliki akses yang lebih baik untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Program “Sidoarjo Sehat” ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Baznas Sidoarjo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam program zakat, infak, dan sedekah, sehingga dapat bersama-sama menciptakan perubahan positif dalam kehidupan orang lain. Dengan semangat berbagi dan kepedulian, Baznas Sidoarjo bertekad untuk terus menjadi agen perubahan, menerangi jalan bagi mereka yang membutuhkan, dan menjadikan zakat sebagai sumber harapan dan kesejahteraan.
BERITA08/05/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Membangkitkan UMKM di Sidoarjo Melalui Program Jatim Makmur
Cahaya Zakat: Membangkitkan UMKM di Sidoarjo Melalui Program Jatim Makmur
Sidoarjo, 8 Mei 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur meluncurkan program Jatim Makmur yang memberikan bantuan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo. Penyaluran bantuan ini berlangsung serentak pada tanggal 7 dan 8 Mei 2025, dengan total 10 unit rombong usaha yang tersebar di delapan kecamatan. Pimpinan BAZNAS Sidoarjo, M. Ilhaminuddin, bersama Ach Saleh dan staf pelaksana, secara langsung menyerahkan rombong usaha kepada para penerima manfaat. Kegiatan ini juga didampingi oleh para staf pelaksana dari BAZNAS Provinsi, menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal. Salah satu penerima manfaat, Muslimah, warga Desa Wunut Kecamatan Porong, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, saya sangat gembira mendapatkan kepercayaan dari BAZNAS untuk mendapatkan bantuan rombong usaha ini,” ujarnya. Muslimah berencana menggunakan rombong tersebut untuk berjualan bakso, dan berharap dapat meningkatkan pendapatannya di masa depan. Desain rombong yang dilengkapi dengan dua roda besar dan satu roda kecil di bagian belakang memudahkan mobilitas saat berjualan. Erna Karyaningsih, penerima manfaat lainnya dari Desa Punggul Kecamatan Gedangan, juga merasakan dampak positif dari program ini. Dia sebelumnya berjualan gorengan di atas meja sederhana di depan rumahnya. “Syukur alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu saya,” ungkapnya dengan penuh haru. Kini, dengan rombong usaha yang baru, Erna berharap dapat meningkatkan usaha dan pendapatannya. Program Jatim Makmur ini merupakan bagian dari inisiatif BAZNAS untuk memberdayakan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan mengoptimalkan potensi UMKM, diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian lokal. M. Ilhaminuddin menegaskan, “Kami berkomitmen untuk terus mendukung para pelaku UMKM agar dapat berkembang dan mandiri.” Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bagaimana cahaya zakat dapat memberikan harapan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Melalui program-program seperti Jatim Makmur, BAZNAS berupaya untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sehingga dapat menciptakan dampak yang lebih luas. Dengan penyaluran bantuan ini, diharapkan para penerima manfaat dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha mereka. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun ekonomi yang inklusif, BAZNAS Sidoarjo terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program zakat. Dengan berzakat, setiap individu dapat menjadi bagian dari perubahan positif dalam kehidupan orang lain, menciptakan cahaya harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA08/05/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Inovasi Pertanian Mustahik di Teluknaga
Cahaya Zakat: Inovasi Pertanian Mustahik di Teluknaga
Sidoarjo ,7 mei 2025-Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten ,Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan akan ketahanan pangan yang semakin mendesak, para petani mustahik di Kecamatan Teluknaga menunjukkan semangat inovasi yang luar biasa. Dengan dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), kelompok Lumbung Pangan Alhasaniyah Benzar kini mengembangkan pertanian berkelanjutan melalui penanaman 300 bibit melon varietas unggulan, Golden AlisaF1. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat ekonomi umat, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Para petani mustahik memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam dan pupuk organik hasil fermentasi, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berinovasi. Dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan semangat kemandirian, mereka berhasil membangun usaha tani yang produktif dan berorientasi masa depan. BAZNAS berperan sebagai fasilitator utama dalam mewujudkan aspirasi para petani kecil ini. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan dana, tetapi juga pembinaan, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan. "Kami percaya bahwa zakat dapat menjadi instrumen transformasi sosial yang kuat jika dikelola dengan amanah dan strategi yang tepat," ungkap perwakilan BAZNAS. Program pemberdayaan ekonomi mustahik yang diinisiasi BAZNAS Provinsi Banten ini berfokus pada mendorong kemandirian umat Islam, terutama di daerah pedesaan. Pemilihan melon Golden AlisaF1 bukan tanpa alasan; varietas ini dikenal memiliki nilai jual tinggi dan masa panen yang relatif singkat, sehingga sangat potensial untuk meningkatkan penghasilan petani binaan. Dengan sistem tanam organik, produk yang dihasilkan pun lebih sehat dan ramah lingkungan, membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk segmen konsumen yang peduli terhadap gaya hidup sehat. Lebih dari sekadar budidaya melon, inisiatif ini menginspirasi umat Islam untuk bangkit dari keterbatasan melalui semangat kolektif dan solidaritas sosial. Dalam era modernisasi dan berbagai tantangan global, kehadiran BAZNAS sebagai lembaga yang menghubungkan kepedulian muzaki dengan kebutuhan mustahik sangatlah relevan dan krusial. Kolaborasi yang kuat antara petani, masyarakat, dan lembaga zakat menciptakan ekosistem pertanian yang mandiri, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi umat. Teluknaga kini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi kecil dapat memberikan dampak besar ketika didukung oleh niat yang tulus dan sistem yang kuat. "Kami berharap inisiatif ini bisa menjadi cahaya zakat bagi banyak orang, menginspirasi lebih banyak petani untuk berinovasi dan meningkatkan taraf hidup mereka," tambah perwakilan kelompok Lumbung Pangan Alhasaniyah Benzar. Dengan semangat dan inovasi yang ditunjukkan oleh para petani mustahik ini, harapan untuk masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan semakin mendekat. BAZNAS dan para petani bersinergi untuk menciptakan perubahan positif, membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, impian untuk ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi dapat terwujud.
BERITA07/05/2025 | sudrab
Baznas Sidoarjo Distribusikan Genset untuk Masjid Darul Mutakin
Baznas Sidoarjo Distribusikan Genset untuk Masjid Darul Mutakin
Sidoarjo, 6 Mei 2025 – Dalam upaya mendukung operasional masjid di tengah kendala pemadaman listrik yang sering terjadi, Baznas Kabupaten Sidoarjo melaksanakan distribusi bantuan genset untuk Masjid Darul Mutakin yang terletak di Kedung Pandan, Jabon. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 6 Mei 2025, dan disambut hangat oleh pengurus masjid serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sidoarjo dan DMI Kecamatan Jabon. Sebagaimana diketahui, desa kedung pandan daerah pesisir timur -selatan dari kabupaten Sidoarjo daerah yang cukup jauh dari kota Sidoarjo. Bantuan genset ini diharapkan dapat mengatasi masalah pemadaman listrik yang kerap mengganggu kegiatan ibadah dan aktivitas lainnya di masjid. M. Ilhamuddin, Wakil Ketua IV Baznas Sidoarjo, hadir dalam penyerahan bantuan tersebut dan menyatakan, “Kami berharap dengan adanya genset ini, Masjid Darul Mutakin dapat terus melayani jamaah dengan baik, tanpa terhambat oleh pemadaman listrik.” Acara penyerahan juga dihadiri oleh Ach Saleh, Wakil Ketua III Baznas Sidoarjo, serta beberapa anggota DMI yang turut mendampingi proses distribusi. Dalam sambutannya, Ach Saleh menekankan pentingnya peran masjid dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam memberikan tempat ibadah yang nyaman dan aman. “Cahaya zakat yang kami salurkan melalui bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar,” ujarnya. Masjid Darul Mutakin merupakan salah satu masjid yang aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah Jabon. Dengan adanya genset, pengurus masjid berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah, terutama dalam mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan acara sosial lainnya. Takmir Masjid Darul Mutakin, yang menerima bantuan tersebut, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Baznas Sidoarjo. “Kami sangat berterima kasih kepada Baznas dan DMI atas bantuan ini. Genset ini akan sangat membantu kami dalam menjalankan kegiatan ibadah, terutama saat listrik padam,” katanya. Kegiatan distribusi genset ini merupakan bagian dari komitmen Baznas Sidoarjo untuk terus memberikan dukungan kepada masjid-masjid di wilayahnya. Melalui program-program sosialnya, Baznas berupaya menjadikan zakat sebagai cahaya yang menerangi kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Dengan langkah ini, diharapkan akan semakin banyak masjid yang dapat merasakan manfaat dari zakat yang dikelola dengan baik. Baznas Sidoarjo terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program zakat, infak, dan sedekah, agar lebih banyak lagi kegiatan sosial yang dapat dilaksanakan demi kesejahteraan bersama.
BERITA06/05/2025 | sudrab
Penyaluran Bantuan Sosial Pendidikan Baznas Sidoarjo pada 19 satuan pendidikan di Kecamatan Krian
Penyaluran Bantuan Sosial Pendidikan Baznas Sidoarjo pada 19 satuan pendidikan di Kecamatan Krian
Sidoarjo,6 Mei 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Kecamatan Krian, Baznas Sidoarjo melaksanakan penyaluran bantuan sosial pendidikan kepada 19 lembaga pendidikan pada Senin, 5 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Baznas Sidoarjo dan Lazisnu MWC NU Krian, yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di daerah tersebut. Acara berlangsung dengan meriah di , di mana setiap lembaga pendidikan menerima bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan dan mendukung pengembangan fasilitas belajar. Di antara lembaga yang mendapatkan bantuan tersebut adalah SMA Islam Krian, SDN Gamping 2, SDN Terik, serta berbagai RA dan MI lainnya, termasuk RA M Hidayul Ulum dan MI Al Ahmad. Wakil Ketua 2 Pimpinan Baznas Sidoarjo, M. Mahbub, hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan harapannya agar bantuan ini dapat membawa manfaat yang signifikan bagi para siswa. “Kami percaya bahwa pendidikan adalah cahaya zakat yang dapat menerangi masa depan anak-anak kita. Dengan dukungan ini, kami berharap mereka bisa meraih cita-cita mereka,” ujarnya. Penyaluran bantuan ini juga melibatkan staf pelaksana Baznas Sidoarjo, Abdul Ghoni, yang turut berperan dalam memastikan bahwa penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran. “Kerjasama dengan Lazisnu MWC NU Krian sangat membantu dalam memperluas jangkauan bantuan kami. Kami ingin memastikan bahwa semua anak di Krian mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan,” tambah Ghoni. Kegiatan ini juga disambut baik oleh para kepala sekolah dan guru di masing-masing lembaga. Salah satu Kepala sekolah, misalnya, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan biaya operasional sekolah. Kami berterima kasih kepada Baznas dan Lazisnu atas kepeduliannya,” kata kepala sekolah tersebut. Selain itu, acara penyaluran bantuan juga menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat. Dengan mengusung tema "Wujudkan Harapan Mereka untuk Bisa Sekolah", Baznas Sidoarjo berharap masyarakat lebih tergerak untuk berpartisipasi dalam program zakat, infak, dan sedekah. Melalui inisiatif ini, Baznas Sidoarjo dan Lazisnu MWC NU Krian berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan. “Cahaya zakat adalah harapan bagi masa depan. Mari kita bersama-sama mewujudkan cita-cita anak-anak kita,” tutup M. Mahbub. Dengan langkah ini, diharapkan akan ada lebih banyak anak di Kecamatan Krian yang dapat mengakses pendidikan yang berkualitas, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berdaya saing.
BERITA06/05/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: 182 Kacamata Dibagikan untuk Santri di PP Al-Hamdaniyah
Cahaya Zakat: 182 Kacamata Dibagikan untuk Santri di PP Al-Hamdaniyah
Sidoarjo, 5 Mei 2025 – Kegiatan sosial yang penuh makna berlangsung di Pondok Pesantren Al Hamdaniyah, Siwalan Panji, Kecamatan Buduran. Sebanyak 182 kacamata dibagikan kepada santri yang mengalami gangguan refraksi mata dalam acara bertajuk “Gerakan Mata Sehat Bercahaya”, yang diadakan oleh Rumah Sehat Baznas (RSB) Sidoarjo. Acara ini melibatkan ratuisan santri, baik putra maupun putri, dan merupakan lanjutan dari program yang telah dimulai pada 10 Maret lalu. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Baznas, Alfamidi, Yayasan Amal Mata Indonesia, dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN). Ustadz Nachrowi, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, hari ini bisa mendapatkan kacamata dari program Baznas ini. Sangat membantu dalam aktivitas keseharian kami,” ungkapnya dengan penuh haru. Staf pelaksana Baznas Sidoarjo yang mendampingi proses pembagian kacamata ini memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. “Kolaborasi yang sangat bermanfaat bagi para santri, menunjang proses belajar mereka selama di pondok pesantren,” cetus Hamdani, salah satu staf yang terlibat. Program “Ramadhan Sehat Bercahaya” ini tidak hanya sekadar pemeriksaan kesehatan, tetapi juga merupakan wujud nyata dari semangat berbagi dan kepedulian sosial. Dengan tagline CahayaZakat, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam zakat, infak, dan sedekah, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah lalu. “Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa zakat dapat membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan. Setiap kacamata yang dibagikan adalah cahaya harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa,” tambah Hamdani. Acara ini tidak hanya memberikan kacamata, tetapi juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh untuk memastikan para santri mendapatkan perhatian yang optimal. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana zakat dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang sedang menuntut ilmu. Dengan semangat berbagi, diharapkan setiap santri dapat melihat dunia dengan lebih jelas dan penuh harapan. Kegiatan ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa dengan sedikit kepedulian, kita bisa membuat perbedaan yang besar dalam hidup orang lain. Mari bersama-sama kita wujudkan cahaya zakat untuk masa depan yang lebih baik!
BERITA05/05/2025 | sudrab
Baznas Sidoarjo Bersama Bupati Rehab Rumah Tidak Layak Huni untuk Lansia dan Warga Tidak Mampu
Baznas Sidoarjo Bersama Bupati Rehab Rumah Tidak Layak Huni untuk Lansia dan Warga Tidak Mampu
Sidoarjo, 5 Mei 2025 — Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Baznas Sidoarjo bersama Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH, M.Kn, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada Minggu, 4 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di rumah Ibu Nurhayati (74) di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, serta rumah Bapak Masrukin (70) di Dusun Pandokan, Desa Lajuk, Kecamatan Porong. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi rumah yang sangat memprihatinkan, di mana atap rumah Ibu Nurhayati hampir roboh dan lantai serta kamar mandinya sudah tidak layak digunakan. Bupati Subandi memastikan bahwa kedua warga tersebut telah mendapatkan dukungan dari program bantuan pemerintah Kabupaten Sidoarjo, termasuk BPJS, bantuan tunai, dan program bantuan permakanan. “Segera untuk dieksekusi oleh Gus Jazuk (Baznas, red) untuk direhab,” ungkap Bupati Subandi dengan tegas, menunjukkan komitmennya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. M. Chasbil Azis Salju Sodar, yang akrab disapa Gus Jazuk dan menjabat sebagai ketua Baznas Sidoarjo, turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa rehabilitasi rumah bagi Ibu Nurhayati dan Bapak Masrukin akan segera dilaksanakan. “Sudah sangat tidak layak, segera akan kita lakukan rehab, apalagi usia mereka sudah lansia, perlu hunian yang aman dan nyaman,” tambah Gus Jazuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari program "Cahaya Zakat" yang digagas Baznas Sidoarjo, bertujuan untuk memberikan bantuan kepada warga yang kurang mampu. Program ini diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi mereka yang hidup dalam kondisi sulit. Raut bahagia terlihat di wajah Ibu Nurhayati dan Bapak Masrukin saat mendengar kabar bahwa rumah mereka akan direhab melalui program bedah rumah. Ibu Nurhayati, yang tinggal sendirian setelah anak-anaknya pergi setahun yang lalu, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, akhirnya rumah yang rusak sejak lima tahun lalu akan diperbaiki. Sebagian atap rumah saya sudah jebol, dan meskipun sebelumnya saya telah menerima bantuan urugan untuk meninggikan tanah, lantai rumah saya belum dikeramik sehingga pintu rumah sekarang lebih rendah dan harus membungkuk setiap kali masuk,” ujarnya dengan suara pelan. Meskipun Ibu Nurhayati merasa bersyukur karena kebutuhan sehari-harinya terbantu dan telah tercover BPJS, ia mengaku tidak mampu memperbaiki rumahnya karena tidak memiliki penghasilan tetap. Mendengar kabar bahwa rumahnya akan diperbaiki oleh pemerintah, ia pun merasa sangat bahagia. “Saya sangat berterima kasih kepada Baznas dan pemerintah yang telah peduli dengan keadaan saya,” tuturnya. Baznas Sidoarjo, melalui program Sidoarjo peduli - Rehab RTLH, berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan seperti lansia dan warga tidak mampu. Dengan adanya program ini, diharapkan setiap warga dapat merasakan keadilan sosial dan mendapatkan tempat tinggal yang layak. Kegiatan rehabilitasi ini bukan hanya sekadar memperbaiki fisik rumah, tetapi juga memberikan harapan dan semangat baru bagi masyarakat. Baznas Sidoarjo berharap, melalui langkah-langkah nyata ini, dapat menciptakan rasa kebersamaan dan kepedulian di antara sesama, sehingga setiap orang dapat hidup dalam kondisi yang lebih baik.
BERITA05/05/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Inspirasi dari Ibu Suryani Kota Sukabumi
Cahaya Zakat: Inspirasi dari Ibu Suryani Kota Sukabumi
Di tengah kesibukan Kota Sukabumi, tepatnya di Kelurahan Subangjaya, muncul sosok yang menginspirasi banyak orang: Ibu Suryani, akrab disapa Ibu Ani. Sebagai seorang ibu yang gigih, Ibu Ani mengelola warung kecilnya dengan penuh dedikasi, menjual berbagai kebutuhan pokok dan minuman instan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Perjuangan Ibu Ani mulai berbuah manis ketika ia mendapatkan dukungan dari program Zmart yang diselenggarakan oleh BAZNAS. Program ini tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pembinaan yang berharga, mendorongnya untuk mengembangkan usahanya dengan lebih baik. Dengan bantuan ini, Ibu Ani mampu meningkatkan kualitas dan variasi produk yang ditawarkan di warungnya. Transformasi yang dialami Ibu Ani tidak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya. Warung sederhana yang ia kelola kini menjadi lebih dari sekadar tempat berbelanja; ia menjadi simbol harapan dan ketahanan bagi banyak perempuan di daerah tersebut. Ibu Ani membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, perempuan dapat bangkit dan berdaya. Kisah inspiratif Ibu Ani mencerminkan semangat perjuangan Kartini masa kini, yang terus menginspirasi banyak orang melalui ketekunan dan dedikasinya. Berkat cahaya zakat dari BAZNAS, Ibu Ani menunjukkan bahwa kebaikan dapat tumbuh dari hal-hal kecil dan memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan sekitar. Dengan adanya program Zmart, Ibu Ani tidak hanya mendapatkan dukungan finansial, tetapi juga bimbingan untuk mengelola usahanya dengan lebih baik. Ia kini menjadi teladan bagi banyak ibu lainnya, menunjukkan bahwa dengan semangat dan tekad, segala hal mungkin dilakukan. Kisah Ibu Ani adalah bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi cahaya yang menerangi jalan hidup seseorang. Melalui dukungan ini, banyak perempuan di Sukabumi yang terinspirasi untuk mengejar impian mereka dan berkontribusi lebih bagi keluarga dan masyarakat. Dengan dukungan dari BAZNAS dan program Zmart, Ibu Ani mengajak kita semua untuk percaya bahwa setiap usaha, sekecil apapun, dapat memberikan perubahan yang berarti. Mari kita terus dukung program-program yang membawa cahaya zakat ke dalam kehidupan masyarakat, agar lebih banyak lagi kisah inspiratif seperti Ibu Ani yang dapat kita saksikan di masa depan.
BERITA02/05/2025 | sudrab
Cahaya Zakat untuk Pendidikan Bermutu: Program Sidoarjo Cerdas Baznas Sidoarjo Hadir
Cahaya Zakat untuk Pendidikan Bermutu: Program Sidoarjo Cerdas Baznas Sidoarjo Hadir
Sidoarjo, 2 Mei 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat melalui program unggulannya, Sidoarjo Cerdas. Tahun ini, Hardiknas mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua,” yang sejalan dengan visi BAZNAS untuk menjadikan pendidikan sebagai fondasi kemajuan bangsa. Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, M. Chasbil Azis S.S. (Gus Jazuk), menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pendidikan. “Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Zakat adalah instrumen sosial yang mampu menghadirkan keadilan pendidikan,” ungkapnya. Melalui program Sidoarjo Cerdas, zakat yang dikelola secara profesional menjadi “cahaya” yang menerangi jalan anak-anak kurang mampu menuju masa depan yang lebih baik. Program Sidoarjo Cerdas tidak hanya memberikan bantuan biaya sekolah, tetapi juga mencakup kebutuhan spesifik lainnya seperti buku, alat tulis, dan fasilitas belajar. Dengan demikian, BAZNAS berupaya memastikan bahwa setiap anak, terutama yang berasal dari keluarga prasejahtera, mendapatkan akses pendidikan yang layak. Kata “cahaya” dalam frasa cahaya zakat bukan sekadar metafora. Zakat yang dikelola BAZNAS Sidoarjo telah menjadi sumber energi bagi ratusan anak yatim dan pelajar di daerah terpencil untuk mendapatkan akses belajar yang prima. Gus Jazuk menambahkan, “Setiap rupiah zakat yang dititipkan masyarakat adalah amanah. Kami optimis, dengan sinergi semua pihak, pendidikan bermutu bisa dinikmati oleh siapa saja, di mana saja.” Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat, BAZNAS juga aktif melakukan kampanye digital dan kegiatan sosial. Kolaborasi dengan sekolah, pondok pesantren, lembaga pelatihan, dan komunitas lokal menjadi kunci keberhasilan program ini. Menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, Gus Jazuk menegaskan bahwa pendidikan berkualitas adalah solusi utama. “Melalui Sidoarjo Cerdas, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo tidak hanya memutus mata rantai kemiskinan, tetapi juga menciptakan generasi yang siap bersaing secara global,” ujarnya. Di momen Hardiknas 2025 ini, BAZNAS Sidoarjo mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui zakat, infak, atau sedekah. “Setiap kontribusi, sekecil apa pun, akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Sidoarjo yang cerdas dan berkeadilan,” tutup Gus Jazuk. Bersama BAZNAS Sidoarjo, mari jadikan zakat sebagai cahaya penuntun menuju Indonesia yang lebih maju!
BERITA02/05/2025 | sudrab
Wakil Bupati Sidoarjo Sidak RTLH, Baznas Hadir Bawa Harapan
Wakil Bupati Sidoarjo Sidak RTLH, Baznas Hadir Bawa Harapan
Sidoarjo, 30 April 2025 – Dalam langkah nyata untuk membantu warga yang membutuhkan, Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Desa Kletrek, Kecamatan Taman. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kondisi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dialami oleh salah satu warga, Warsawan, dan didampingi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo. Setibanya di lokasi, rombongan disambut penuh harapan oleh Warsawan, yang mengandalkan penghasilan istrinya sebagai pekerja pabrik plastik. Rumahnya dalam kondisi memprihatinkan, dengan dinding kayu yang rapuh dan tanpa fasilitas kamar mandi. Tak hanya itu, Warsawan juga harus merawat saudara iparnya yang sakit, menambah beban ekonomi keluarga yang sudah berat. Menyaksikan kondisi tersebut, Hj. Mimik Idayana berjanji bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, melalui Baznas, akan segera melakukan renovasi total rumah Warsawan. “Kami tidak bisa membiarkan warga hidup dalam kondisi seperti ini. Renovasi rumah akan segera dilakukan, dan kami juga akan memberikan kursi roda untuk saudara ipar Warsawan,” ungkapnya dengan tegas.(29/04/2025) Wakil Bupati juga mendorong para Camat dan Kepala Desa untuk lebih proaktif dalam mendata warga yang kurang mampu. “Saya minta kepada semua perangkat desa untuk segera mengidentifikasi rumah tangga yang tinggal di rumah tidak layak huni. Segera laporkan ke Baznas agar kami bisa memberikan bantuan secepatnya,” tegasnya. Warsawan mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perhatian dari Pemkab Sidoarjo. “Saya berterima kasih kepada Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana yang telah membantu keluarga kami. Semoga renovasi ini membuat kami lebih aman dan nyaman,” ujarnya, sambil tersenyum bahagia. Ketua Baznas Sidoarjo, M Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), juga hadir dalam kesempatan tersebut. Ia menekankan pentingnya cahaya zakat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kami di Baznas siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk memastikan bahwa setiap warga yang membutuhkan dapat merasakan manfaat dari zakat,” jelasnya. Langkah sigap yang diambil oleh Wakil Bupati dan Baznas ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Mereka berharap renovasi rumah dapat segera direalisasikan, sehingga Warsawan dan keluarganya bisa menjalani kehidupan yang lebih layak. Program penanganan RTLH ini bukan hanya sekadar renovasi fisik, tetapi juga merupakan bagian dari upaya Pemkab Sidoarjo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam mendapatkan bantuan. Dengan perhatian dan aksi nyata, kita semua bisa menjadi bagian dari perubahan. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk semua!
BERITA30/04/2025 | sudrab
Baznas RI Luncurkan Dua Balai Ternak di Mojokerto, Ciptakan Cahaya Zakat untuk Mustahik
Baznas RI Luncurkan Dua Balai Ternak di Mojokerto, Ciptakan Cahaya Zakat untuk Mustahik
Sidoarjo, 30 April 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kemarin ,selasa 29 april 2025 resmi meluncurkan dua Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto, yaitu Gembala Sejahtera di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas dan Tirto Mulyo di Desa Tambakagung, Kecamatan Puri. Peluncuran ini adalah bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi untuk para mustahik dan pengentasan kemiskinan di wilayah Bumi Majapahit. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, bersama Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Albarraa, Lc, M. Hum, serta sejumlah pimpinan Baznas dan perwakilan dari dinas pertanian. Dalam sambutannya, Noor Achmad menekankan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan populasi ternak dan memberikan dampak ekonomi positif bagi para mustahik. “Melalui Balai Ternak ini, kami ingin memastikan mustahik bisa sejahtera,” ujarnya. Setiap balai ternak dikelola oleh kelompok yang terdiri dari 15 orang mustahik, yang didampingi oleh pengurus Baznas dan dinas pertanian setempat. Balai Ternak kambing ini menjadi yang ke-41 dari total 54 balai ternak yang telah tersebar di seluruh Indonesia. Dengan adanya program ini, Baznas berharap para peternak tidak hanya meningkatkan produksi ternak, tetapi juga mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan. “Baznas akan memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan kepada peternak, sehingga mereka dapat menjalankan usaha dengan lebih mandiri dan profesional,” tambah Noor Achmad. Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barraa, juga memberikan apresiasi terhadap program Balai Ternak ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara semua elemen masyarakat untuk mengembangkan ekonomi di Kabupaten Mojokerto. “Kita harus memastikan balai ternak ini bisa berjalan dengan baik agar para peternak mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera,” tegas Gus Barraa, sapaan akrabnya. Dalam balai ternak ini, terdapat 6 ekor pejantan, 120 ekor indukan, dan 150 ekor bakalan jenis domba. Selain membudidayakan hewan ternak, para mustahik juga dilatih untuk mengembangkan produk pertanian lainnya, seperti pembuatan pupuk kompos dan penggemukan ternak harian. “Pendampingan intensif akan dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan para peternak dan pengembangan aset serta modal kelompok,” jelas Saidah Sakwan, Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan. Melalui inisiatif ini, Baznas tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menciptakan cahaya zakat yang dapat mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih baik. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan program ini bisa menjadi langkah awal menuju kesejahteraan yang lebih merata di Kabupaten Mojokerto.
BERITA30/04/2025 | sudrab
Baznas Sidoarjo Dukung Penanggulangan Tuberkulosis di Forum Multisektor
Baznas Sidoarjo Dukung Penanggulangan Tuberkulosis di Forum Multisektor
Sidoarjo, 30 April 2025 – Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis (POP TB) Indonesia bersama Komunitas Pejuang TB untuk Hidup (Putih) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo menggelar Forum Multisektor yang bertujuan untuk mendorong sinergi antar pemangku kepentingan dalam penanggulangan penyakit tuberkulosis (TB). Acara yang berlangsung di Hotel Aston Sidoarjo ini dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), Polri, perusahaan, serta komunitas penyintas TB dari wilayah setempat. Dalam forum ini, perwakilan Baznas Sidoarjo, Badrus, mengungkapkan komitmen lembaganya dalam program penanggulangan TB. Ia menekankan bahwa Baznas aktif menyalurkan bantuan makanan bergizi, paket sembako, dan dukungan lainnya bagi penderita TB. “Pemberian makanan tambahan dan paket sembako bagi penderita TB sudah dijalankan oleh Baznas Sidoarjo,” ujarnya. (29/04/2025) Ketua POP TB Indonesia, Choirul Anas, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tingginya angka kasus TB di Indonesia, yang kini menempati peringkat kedua tertinggi di dunia setelah India. “Ini menjadi perhatian serius. Sayangnya, pendanaan penanggulangan TB di Indonesia masih sangat bergantung pada donor luar negeri. Ini tentu menjadi tantangan besar,” kata Anas. Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Sidoarjo, Yanto Lipu, juga menekankan peran penting komunitas penyintas TB dalam mendukung penanganan penyakit ini di lapangan. “Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan komunitas untuk memberikan edukasi, pemantauan, hingga pendampingan pengobatan bagi pasien TB,” ungkapnya. Menurut Yanto, relawan dari komunitas berkontribusi besar, mulai dari mengantar pasien berobat hingga memberikan pelatihan UMKM kepada penyintas TB sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi. Erin Kusumawati, Ketua Komunitas Putih Sidoarjo, menegaskan bahwa forum ini bertujuan untuk membangun komitmen bersama antara sektor pemerintah dan swasta dalam menciptakan sinergi penanggulangan TB di Kabupaten Sidoarjo. “Kami mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama demi mewujudkan target eliminasi TB pada tahun 2028,” tegas Erin. Dengan terbentuknya forum ini, para peserta sepakat untuk menindaklanjuti komitmen yang telah disampaikan guna memperkuat upaya pencegahan dan penanganan TB secara berkelanjutan di tingkat daerah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari penyakit TB, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanggulangan penyakit menular ini. Forum ini menjadi momentum penting bagi semua pemangku kepentingan untuk bersatu dan berkontribusi dalam upaya penanggulangan TB, serta menjadikan Sidoarjo sebagai contoh daerah yang proaktif dalam menangani masalah kesehatan masyarakat.
BERITA30/04/2025 | sudrab
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat