WhatsApp Icon
Senyum di SDN Trosobo 2: Membasuh Dahaga Pendidikan dengan Kepedulian

SIDOARJO – Pagi itu, Kamis (8/1), suasana di SDN Trosobo 2, Kecamatan Taman, tampak berbeda. Matahari yang mulai meninggi seolah ikut menyinari harapan baru bagi sepuluh siswa-siswi terpilih. Di balik dinding kelas yang sederhana, langkah kaki tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo hadir membawa misi besar: memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang terkumpul benar-benar menjadi energi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan seringkali disebut sebagai "jembatan emas" menuju masa depan. Namun bagi sebagian keluarga, jembatan itu terkadang sulit dilintasi karena beban biaya yang menghimpit. Menyadari hal tersebut, BAZNAS Sidoarjo kembali turun ke lapangan guna menyalurkan bantuan biaya pendidikan. Kehadiran tim yang terdiri dari Herex, Rita, dan rekan-rekan mahasiswa penelitian dari Umsida ini membawa pesan kuat bahwa pendidikan tidak boleh terhenti oleh keterbatasan ekonomi.

Penyaluran bantuan ini dilakukan secara langsung, menyentuh sisi emosional siapa saja yang menyaksikannya. Ada rasa haru yang menggelayut saat satu per satu nama siswa dipanggil. Mereka bukan sekadar angka dalam data kemiskinan, melainkan anak-anak dengan cita-cita besar yang kebetulan lahir dalam kondisi ekonomi sulit. Bantuan uang tunai yang diberikan memang terlihat sederhana bagi sebagian orang, namun bagi mereka yang sedang berjuang, ini adalah bukti nyata keberpihakan umat.

Rita Defani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menjelaskan bahwa bantuan ini adalah manifestasi dari semangat besar lembaga untuk menjaga ketahanan nasional melalui sektor pendidikan.

"Melihat binar mata anak-anak ini, kami semakin yakin bahwa setiap keping zakat yang disalurkan adalah investasi masa depan. Semangat kami adalah Zakat Menguatkan Indonesia. Dengan membantu pendidikan mereka hari ini, kita sedang memperkuat fondasi bangsa untuk masa depan yang lebih baik," ungkap Rita dengan nada empati yang dalam.

Pihak sekolah dan guru-guru mengakui bahwa beban wali murid sangat terbantu dengan adanya intervensi dari BAZNAS. Melalui program ini, BAZNAS ingin menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen sosial yang ampuh untuk mengangkat martabat manusia.

penulis(Ry/Bz)

10/01/2026 | Kontributor: admin
Jejak Kasih di SDN Kramatjegu 2: Jaminan Masa Depan bagi Tunas Bangsa

SIDOARJO – Sinergi antara lembaga filantropi dan institusi pendidikan kembali terjalin manis di SDN Kramatjegu 2, Kecamatan Taman. Pada Kamis, 8 Januari 2026, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melaksanakan distribusi bantuan biaya pendidikan kepada 10 siswa yang membutuhkan. Total dana sebesar Rp3.500.000 disalurkan dengan penuh rasa kekeluargaan, di mana setiap siswa menerima Rp350.000 guna menunjang kebutuhan belajar mereka.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan wujud nyata dari pengelolaan dana umat yang transparan dan tepat sasaran. Lokasi sekolah menjadi saksi bagaimana nilai-nilai kepedulian sosial diajarkan secara langsung kepada para siswa. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis, disaksikan oleh para guru yang selama ini melihat langsung perjuangan siswa-siswi mereka di sekolah.

Dalam proses asesmen yang dilakukan, tim BAZNAS memastikan bahwa penerima manfaat adalah mereka yang benar-benar membutuhkan dukungan agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Kepala SDN Kramatjegu 2 menyambut positif langkah ini, mengingat motivasi siswa seringkali turun ketika kebutuhan sekolah tidak terpenuhi. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan siswa kembali fokus pada buku dan pelajaran, bukan pada beban pikiran orang tua mereka.

Rita Defani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menegaskan bahwa peran BAZNAS melampaui sekadar penyalur dana. Ia menekankan bahwa misi ini adalah bagian dari kampanye besar untuk kemandirian bangsa.

"Kami di BAZNAS ingin menjadi bagian dari solusi peningkatan kualitas SDM di Sidoarjo. Bantuan pendidikan ini adalah cara kita membuktikan bahwa Zakat Menguatkan Indonesia. Saat kita menjamin pendidikan anak-anak kurang mampu, kita sebenarnya sedang memutus rantai kemiskinan dan memperkuat struktur sosial negara kita," tuturnya dengan penuh ketulusan.

Interaksi yang terjadi antara tim BAZNAS, siswa, dan guru menciptakan suasana yang sangat positif. Melalui program ini, BAZNAS berharap bantuan tersebut dapat memotivasi siswa untuk berprestasi lebih tinggi lagi, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan selama ada kepedulian dari sesama melalui zakat.

penulis(Zd/Bz)

10/01/2026 | Kontributor: admin
Menembus Arus Sungai: Perjuangan Dakwah BAZNAS ke Desa Kepetingan

SIDOARJO – Terik matahari dan semilir angin sungai mengiringi perjalanan perahu mesin yang membelah air menuju Desa Kepetingan. Desa ini unik sekaligus menantang; hanya bisa dijangkau melalui jalur perairan dengan menyusuri sungai selama kurang lebih 30 menit. Di atas perahu tersebut, tim BAZNAS Sidoarjo membawa misi mulia: memastikan syiar Islam dan pelayanan umat tetap tegak merata hingga ke pelosok pesisir.

Desa Kepetingan dikenal memiliki keterbatasan akses darat, yang berdampak pada terbatasnya tenaga khatib untuk pelaksanaan salat Jumat. Menyadari kebutuhan spiritual warga yang tetap tinggi meski jumlah penduduknya relatif sedikit, BAZNAS Sidoarjo meluncurkan program rutin pengiriman khatib Jumat setiap dua minggu sekali. Ini adalah bentuk pengabdian yang menjangkau mereka yang seringkali terabaikan karena faktor geografis.

Perjalanan ini bukan hanya soal jarak, tapi soal komitmen untuk hadir secara utuh bagi masyarakat. Setiap kunjungan menjadi momen silaturahmi yang sangat berharga. Tim BAZNAS tidak hanya datang untuk menjalankan tugas formal keagamaan, tetapi juga untuk mendengarkan denyut kehidupan masyarakat pesisir. Dakwah disampaikan dengan cara yang sejuk, merangkul, dan menguatkan.

M. Sofwan, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang mengawal program ini, menjelaskan bahwa pemerataan layanan keagamaan adalah fondasi karakter bangsa.

"Masyarakat di Desa Kepetingan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan bimbingan keagamaan yang berkualitas. Kehadiran kami di sini adalah wujud nyata bahwa Zakat Menguatkan Indonesia bukan hanya jargon. Dengan zakat, kita menguatkan iman mereka, menguatkan persaudaraan, dan memastikan bahwa tidak ada warga Sidoarjo yang merasa sendirian di daerah terpencil," ujar Sofwan dengan penuh semangat.

Kehadiran BAZNAS di Kepetingan juga menjadi sarana untuk melakukan pemetaan sosial. Dengan rutin berkunjung, BAZNAS dapat mengetahui kebutuhan mendesak warga, baik dari segi ekonomi maupun fasilitas umum. Program pengiriman khatib ini diharapkan dapat memperkuat spiritualitas masyarakat sekaligus menjadi pintu masuk bagi bantuan sosial lainnya.

Penulis(ry/bz)

10/01/2026 | Kontributor: admin
Gema Wahyu di Pesisir: Menjemput Keberkahan di Desa Ketingan

SIDOARJO – Jumat, 9 Januari 2026, menjadi hari yang penuh kedamaian di Desa Ketingan, Kecamatan Buduran. Di saat sebagian besar warga perkotaan sibuk dengan rutinitas modern, tim BAZNAS Sidoarjo memilih untuk bergerak menuju ujung desa. Fokus utama mereka adalah memberikan pembinaan keagamaan melalui khutbah Jumat yang mencerahkan, sekaligus menyalurkan dukungan moral bagi warga yang membutuhkan.

Perjalanan menuju Ketingan selalu memberikan kesan emosional. Dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk mencapai desa ini, namun keikhlasan menjadi bahan bakar utama bagi tim. Sesampainya di lokasi, sambutan hangat dari warga desa menjadi obat penawar lelah yang paling mujarab. Kedekatan yang terjalin selama ini membuat tim BAZNAS sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh penduduk setempat.

Kegiatan ini bertujuan lebih dari sekadar pelaksanaan ibadah rutin. Melalui mimbar Jumat, BAZNAS berupaya mengenalkan wawasan keagamaan yang moderat dan aplikatif. Selain itu, kunjungan ini menjadi momen bagi tim untuk merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat desa yang jauh dari pusat keramaian, memastikan bahwa keadilan sosial melalui zakat benar-benar dirasakan hingga ke akar rumput.

Ustadz M. Sufyan, yang bertugas sebagai khatib pada Jumat tersebut, menekankan pentingnya persatuan umat dalam pesan khutbahnya. Ia mengaitkan peran zakat dengan ketahanan sebuah bangsa.

"Berada di sini, di tengah-tengah saudara kita di Ketingan, adalah pengingat bahwa kekuatan bangsa dimulai dari kepedulian kita terhadap mereka yang di pelosok. Melalui semangat Zakat Menguatkan Indonesia, kita tidak hanya memberi bantuan fisik, tapi juga dukungan moral dan penguatan akidah. Zakat adalah tali pengikat yang menyatukan hati warga kota dan warga desa dalam satu bingkai kekuatan nasional," tuturnya.

Interaksi pasca-salat Jumat menjadi ruang diskusi yang hangat. Warga merasa dihargai karena ada lembaga yang secara konsisten mau mendatangi mereka ke ujung desa. BAZNAS Sidoarjo berharap, melalui kegiatan rutin ini, kualitas kehidupan beragama dan ekonomi di Desa Ketingan terus meningkat, membuktikan bahwa zakat adalah kunci kemajuan bangsa yang inklusif.

penulis (Zdn/BZ)

 
10/01/2026 | Kontributor: admin
Keluarga Besar SDN Kramatjegu 2 Tanamkan Empati Lewat Aksi Nyata untuk Sumatra

SIDOARJO – Halaman SDN Kramatjegu 2 pagi itu tampak berbeda dari biasanya. Di tengah keriuhan khas anak sekolah, terselip sebuah semangat kolektif yang menghangatkan hati: sebuah gerakan untuk membantu saudara-saudara di ujung barat Indonesia yang tengah berjuang melawan dampak bencana alam.

Keluarga besar SDN Kramatjegu 2 membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer bukan penghalang untuk berbagi kasih. Melalui aksi penggalangan dana yang melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, staf, hingga para siswa, semangat solidaritas untuk penyintas bencana di Sumatra dan Aceh berkobar dengan tulus.

Edukasi Karakter dalam Kotak Donasi

Bagi para siswa, kegiatan ini bukan sekadar mengumpulkan uang ke dalam kotak. Ini adalah pelajaran kehidupan yang tidak ditemukan di dalam buku teks. Sambil menggenggam uang saku yang mereka sisihkan, anak-anak ini belajar tentang arti empati dan bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Ibu Sunarmi, S.Pd.SD, selaku Kepala Sekolah SDN Kramatjegu 2, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas antusiasme luar biasa dari seluruh warga sekolah. Baginya, melihat anak didiknya peduli terhadap penderitaan sesama adalah prestasi yang tak ternilai harganya.

"Kami mendoakan agar semua saudara kita di Sumatra diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan. Semoga bencana ini tidak terjadi lagi dan semoga Tuhan melindungi kita semua," ungkap Ibu Sunarmi dengan penuh haru.

Amanah yang Tertunaikan

Ketulusan tersebut kemudian dikristalkan dalam bentuk donasi sebesar Rp 2.385.000. Untuk memastikan amanah ini sampai ke tangan yang tepat, SDN Kramatjegu 2 memilih jalur profesional melalui transfer bank ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo pada 24 Desember 2025 lalu.

Langkah ini diambil untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas penyaluran bantuan. Dengan koordinasi yang rapi, bantuan dari warga sekolah di Sidoarjo diharapkan dapat segera menyentuh kebutuhan mendesak para korban di lokasi bencana.

Pihak BAZNAS Sidoarjo pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Inisiatif dari SDN Kramatjegu 2 diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan lainnya untuk turut bergerak. Karena sekecil apa pun uluran tangan kita, bagi mereka yang sedang kehilangan segalanya, itu adalah harapan yang besar.


Duka mereka belum usai. Mari tunjukkan bahwa kepedulian warga Sidoarjo tak akan pernah surut. Salurkan kepedulian terbaik Anda melalui rekening resmi BAZNAS Sidoarjo:

  • BSI: 4488888008
  • BCA: 8292799992 (Mohon sertakan kode unik 25 di akhir nominal, contoh: Rp 100.025)

Layanan Digital & Konfirmasi: kabsidoarjo.baznas.go.id

Zakat Menguatkan Indonesia.

09/01/2026 | Kontributor: sudrab

Berita Terbaru

Peluncuran BAZNAS Microfinance Desa: Meningkatkan Ekonomi Mustahik
Peluncuran BAZNAS Microfinance Desa: Meningkatkan Ekonomi Mustahik
Mojokerto, 28 April 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di Kota Mojokerto pada Senin sore. Acara ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, serta Ibu Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dan sejumlah pimpinan BAZNAS dari berbagai daerah, termasuk BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya, Sidoarjo, Sampang, Gresik, Tulungagung, dan Trenggalek. Peluncuran BMD ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi mustahik melalui akses modal usaha dan pendampingan dalam pengembangan usaha mikro. Saat ini, terdapat 26 BMD yang tersebar di 17 provinsi di Indonesia, dan BMD Mojokerto merupakan salah satu yang baru diinisiasi sejak akhir tahun 2024, mulai beroperasi pada 2 Januari 2025. Dalam sambutannya, Kiai Noor menyampaikan bahwa program BMD adalah langkah strategis BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan. "Program BMD menjadi salah satu program unggulan BAZNAS yang telah berhasil membantu ribuan mustahik pelaku usaha mikro di berbagai daerah. Kini, Mojokerto menjadi bagian dari kota yang menerima manfaat program ini," ujarnya. Kiai Noor menjelaskan bahwa BMD menyediakan layanan keuangan mikro yang berbasis pada prinsip al-Qardh al-Hasan, yang berarti tanpa bunga. "Pembiayaan ini sepenuhnya ditujukan untuk membantu mustahik mengembangkan usaha mereka tanpa terbebani cicilan yang memberatkan," tambahnya. Dengan hadirnya BMD di Mojokerto, diharapkan semakin banyak mustahik yang dapat mengakses modal usaha, mengembangkan bisnis, dan akhirnya mencapai kemandirian ekonomi. "Kami berharap dengan bertambahnya lokasi BMD, lebih banyak pelaku usaha mikro dapat meraih impian mereka dan berkontribusi pada perekonomian lokal," ungkap Kiai Noor. Ibu Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, juga memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menekankan bahwa program BMD sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kota Mojokerto dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat berpenghasilan rendah. "Kami sangat mendukung langkah BAZNAS RI dalam menghadirkan program ini di wilayah kami," katanya. Dengan peluncuran BMD, BAZNAS berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang berusaha di sektor mikro. Mari bersama-sama mendukung program ini untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi seluruh mustahik di Mojokerto dan sekitarnya.
BERITA29/04/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Peduli Rumah Tidak Layak Huni
Cahaya Zakat: Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Peduli Rumah Tidak Layak Huni
Sidoarjo, 24 April 2025 – Dalam upaya menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, melalui Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo dan jajaran Forkopimka, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah warga yang tergolong Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada Kamis (24/4). Kunjungan ini difokuskan pada kediaman pasangan Agung dan Siti di Desa Sumput, Kecamatan Sidoarjo, yang atap rumahnya runtuh akibat hujan lebat dan angin kencang pada malam hari Rabu, 2 April 2025. Kondisi rumah Agung dan Siti sangat memprihatinkan. Atap yang terbuat dari kayu lapuk menyebabkan kerusakan parah di bagian dalam, mengakibatkan kesulitan bagi keluarga dalam beraktivitas, terutama di tengah cuaca yang masih sering hujan. Dalam kunjungannya, Hj. Mimik Idayana menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga tersebut. “Kami sangat prihatin atas kondisi rumah yang dialami oleh Pak Agung dan Bu Siti. Kami telah berkoordinasi dengan Baznas Sidoarjo untuk segera melakukan perbaikan agar rumah ini bisa ditempati kembali dengan nyaman,” ujar Hj. Mimik. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dan pemerintah desa dalam melaporkan kondisi rumah warga yang tidak layak huni atau terkena musibah. “Jika ada warga yang mengalami hal serupa, segera laporkan kepada kelurahan atau pihak terkait. Kami akan berupaya memberikan bantuan secepat mungkin agar mereka bisa kembali tinggal di rumah dengan aman dan nyaman,” tegasnya. Wakil Ketua Baznas Sidoarjo, M. Ilhammuddin, yang mendampingi sidak tersebut, juga mengungkapkan komitmen Baznas untuk segera menindaklanjuti perbaikan rumah Agung dan Siti. “Secara simultan, akan segera kami tangani,” ungkapnya di sela-sela sidak. Agung, pemilik rumah yang sehari-harinya bekerja serabutan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Wakil Bupati serta Baznas Sidoarjo. “Terima kasih banyak atas perhatian Ibu Wakil Bupati dan Baznas Sidoarjo. Semoga perbaikan ini bisa segera dilakukan, sehingga kami bisa kembali tinggal dengan tenang bersama keluarga. Jujur saya kesulitan melakukan renovasi rumah karena untuk hidup sehari-hari saja saya pas-pasan. Dengan bantuan ini, saya sangat bersyukur sekali,” ungkap Agung. Kegiatan ini menjadi contoh nyata dari cahaya zakat yang dapat menerangi kehidupan masyarakat yang membutuhkan. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan Baznas, diharapkan lebih banyak lagi warga yang mendapatkan perhatian dan bantuan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka. Keberadaan Baznas di Sidoarjo sebagai lembaga yang mengelola zakat, infaq, dan sedekah menjadi harapan bagi banyak keluarga yang terjebak dalam kondisi sulit, memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang terabaikan. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, menjadikan zakat sebagai cahaya harapan bagi mereka yang tinggal dalam kondisi tidak layak huni.
BERITA24/04/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Mashar Kembangkan Usaha Ayam Krispi Berkat Dukungan BAZNAS
Cahaya Zakat: Mashar Kembangkan Usaha Ayam Krispi Berkat Dukungan BAZNAS
Kota Jambi – Di tengah kesibukan Kota Jambi, seorang pengajar ngaji dan pedagang bakso bakar, Mashar, telah menunjukkan bagaimana dukungan zakat dapat mengubah kehidupan. Berkat program ZChicken dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Mashar kini sukses mengembangkan usaha ayam krispi yang semakin diminati masyarakat. Setiap hari, Mashar berjualan di depan Masjid Pasar Aurduri, Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura. Sebelumnya, ia hanya menjual bakso bakar, namun dengan bantuan dari BAZNAS, kini ia memiliki gerobak yang lebih representatif dan menawarkan ayam krispi dengan bahan baku berkualitas. “Usaha ini sangat membantu saya dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Mashar dengan penuh rasa syukur. Program ZChicken merupakan salah satu inisiatif BAZNAS yang bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat melalui usaha kuliner. Program ini tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga pendampingan agar para mustahik dapat memiliki usaha yang stabil dan berkembang. Dengan dukungan ini, Mashar berharap usahanya dapat terus bertahan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar yang ingin memulai wirausaha mandiri. Mashar bercerita bahwa sebelum mendapatkan bantuan, ia mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya. “Dengan adanya dukungan dari ZChicken BAZNAS, saya bisa memperluas lini usaha dan menarik lebih banyak pelanggan,” tambahnya. Keberhasilan Mashar adalah contoh nyata dari cahaya zakat yang memberikan harapan dan perubahan bagi banyak orang. Kehadiran usaha ayam krispi Mashar tidak hanya memberikan keuntungan bagi dirinya, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar. Ia berharap, dengan semakin berkembangnya usaha ini, ia dapat merekrut lebih banyak tenaga kerja lokal dan berkontribusi pada perekonomian daerah. “Zakat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan cahaya yang dapat menerangi jalan menuju keberhasilan,” kata Mashar. Hal ini mencerminkan semangat BAZNAS dalam memberdayakan masyarakat melalui program-program yang berfokus pada peningkatan ekonomi. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang mendapatkan dukungan dari BAZNAS, diharapkan akan muncul lebih banyak kisah sukses seperti Mashar. Ia menjadi simbol harapan bagi para wirausahawan muda yang ingin meraih impian mereka melalui usaha yang mandiri. Melalui program ZChicken, BAZNAS terus berkomitmen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, memberikan kesempatan untuk bangkit dan berkembang. Mashar adalah salah satu dari sekian banyak penerima manfaat yang telah merasakan dampak positif dari zakat. Dalam dunia yang sering kali dipenuhi tantangan, kisah Mashar adalah pengingat bahwa dengan dukungan yang tepat, setiap orang memiliki potensi untuk sukses. Usaha ayam krispi yang kini dikelolanya bukan hanya sekadar bisnis, tetapi juga sebuah perjalanan yang penuh makna dan inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya.
BERITA24/04/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Membangun Harapan di Rumah Bapak Abdullah Halim
Cahaya Zakat: Membangun Harapan di Rumah Bapak Abdullah Halim
Sidoarjo, 23 April 2025 – Dalam suasana penuh haru, Bapak Abdullah Halim, warga Desa Kepuh Kiriman, Waru, tersenyum lebar saat tim Baznas Sidoarjo, yang dipimpin oleh Ketua Baznas M Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), mengunjungi rumahnya. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring akhir dan menyerahkan Berita Acara Serah Terima (BAST) atas selesainya rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik pasangan lansia ini. Sebagaimana diketahui, pada 25 Februari lalu, tim Baznas Sidoarjo melakukan survei awal di rumah Bapak Abdullah. Proses rehabilitasi rumah mereka pun dilaksanakan selama bulan Ramadan, dan kini keluarga Bapak Abdullah merayakan momen istimewa ini dalam kondisi rumah yang jauh lebih aman dan nyaman dibandingkan sebelumnya. Bapak Abdullah, seorang pekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap, dan istrinya, yang membantu “momong” bayi tetangga, sebelumnya hidup dalam kondisi yang jauh dari layak. Namun, berkat dukungan dari program Baznas, harapan baru kini menyinari kehidupan mereka. Rasa syukur dan kebahagiaan terpancar dari wajah mereka saat Gus Jazuk menyerahkan BAST, simbol dari perubahan yang telah terjadi. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Rumah kami sekarang lebih baik, dan kami bisa tinggal dengan tenang,” ungkap Bapak Abdullah dengan mata berbinar. Rehabilitasi RTLH ini merupakan bagian dari program Baznas Sidoarjo yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu. Melalui zakat yang dihimpun dari masyarakat, Baznas berupaya memberikan cahaya harapan bagi mereka yang membutuhkan. Program ini tidak hanya membantu dalam hal fisik, tetapi juga memberikan semangat baru bagi keluarga-keluarga yang terlibat. Kunjungan ini juga menjadi momen penting bagi tim Baznas Sidoarjo untuk melihat langsung dampak dari program yang mereka jalankan. Gus Jazuk menyampaikan, “Kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Setiap zakat yang diberikan adalah cahaya harapan yang bisa mengubah kehidupan mereka.” Dengan langkah yang mantap dan semangat yang tinggi, Baznas Sidoarjo terus berupaya untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Setiap donasi yang diterima akan dipastikan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima. Kisah Bapak Abdullah Halim adalah salah satu dari sekian banyak contoh bagaimana zakat dapat menjadi cahaya harapan. Dalam setiap program yang dijalankan, Baznas Sidoarjo berusaha untuk tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kembali kepercayaan dan harapan di hati masyarakat. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan filantropi, sehingga lebih banyak lagi keluarga yang dapat merasakan manfaat dari cahaya zakat. Mari bersama-sama kita wujudkan perubahan dan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA24/04/2025 | sudrab
Satu Tahun di Kursi Roda, Supardi Dapat Perhatian Khusus dari Bupati  dan Baznas Sidoarjo
Satu Tahun di Kursi Roda, Supardi Dapat Perhatian Khusus dari Bupati dan Baznas Sidoarjo
Sidoarjo, 22 April 2025 – Dalam suasana haru dan penuh empati, Bupati Sidoarjo, Subandi, mengunjungi Supardi, 60 tahun, yang telah setahun ini terpaksa bergantung pada kursi roda setelah mengalami stroke. Kunjungan ini berlangsung di kediamannya yang sederhana di Desa Temu, RT 4 RW 1, Kecamatan Prambon. Bupati Subandi memberikan bantuan perbaikan rumah dari Baznas Sidoarjo, serta memastikan kebutuhan makanan sehari-hari Supardi dan keluarganya tercukupi. “Kami ingin memastikan bahwa Bapak Supardi tidak hanya mendapatkan bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral untuk terus berjuang,” ungkap Subandi sambil merangkul pundak Supardi yang terlihat emosional. Supardi, yang ditemani oleh istrinya, tidak dapat menahan air mata saat menerima kunjungan tersebut. “Alhamdulillah, BPJS-nya sudah tercover oleh Dinas Sosial,” lanjut Bupati, memberikan kabar baik yang sedikit mengurangi beban pikiran Supardi dan keluarganya. Kondisi rumah Supardi yang sepetak dan atapnya yang mulai dimakan rayap menjadi perhatian utama. Bupati Subandi mengungkapkan rencana untuk memperbaiki atap rumah dan membangun kamar mandi yang saat ini belum ada. “Nanti, pihak desa akan mengusulkan bantuan makan dhuafa dari Baznas, nilainya Insyaallah Rp 600 ribu per bulan,” ujarnya. Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), menegaskan komitmennya untuk menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun melalui Baznas dengan tepat sasaran. “Kami berpegang pada prinsip nilai dasar Baznas: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” jelasnya. Bupati Subandi juga mengapresiasi kontribusi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru di lingkungan Pemkab Sidoarjo yang telah berpartisipasi dalam membantu masyarakat melalui Baznas. “Dengan adanya Baznas, kita bisa bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya. Lebih jauh, Abah Bandi, sapaan akrab Bupati, mendorong Baznas Sidoarjo untuk menggandeng perusahaan swasta sebagai donatur. “Saya yakin dengan uluran tangan pemerintah dan swasta, kita bisa lebih cepat membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. Data dari Baznas Sidoarjo menunjukkan bahwa pada tahun 2024, mereka telah berhasil merenovasi sebanyak 224 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sebuah peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 128 unit. Ini adalah bukti nyata bahwa "Cahaya Zakat" tidak hanya menerangi kehidupan individu, tetapi juga membangun harapan bagi banyak keluarga di Sidoarjo. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, Baznas Sidoarjo terus berupaya untuk menjadi cahaya harapan bagi mereka yang membutuhkan, memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik.
BERITA22/04/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Santuni Pengusaha Mikro Korban Kebakaran
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Santuni Pengusaha Mikro Korban Kebakaran
Sidoarjo, 22 April 2025 – Dalam suasana penuh harapan, Baznas Sidoarjo, berkolaborasi dengan Pemkab Sidoarjo, memberikan bantuan kepada Bapak Ali, pemilik Toko Madura, yang terkena musibah kebakaran di Desa Kedungkendo, Kecamatan Candi. Kebakaran yang mengguncang usahanya terjadi pada 11 April lalu, meninggalkan dampak signifikan bagi keluarganya. Acara santunan ini digelar di Balai Desa Kedungkendo dan dihadiri oleh Forkopimka Kecamatan Candi serta pejabat Pemkab Sidoarjo. Rudi Setiawan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP), secara simbolis menyerahkan NIB (Nomor Izin Berusaha) kepada Bapak Ali. “Kepastian usaha itu sangat penting. Kami berkomitmen menjaga iklim investasi di Sidoarjo,” ujarnya. Wakil Ketua II Baznas Sidoarjo, M. Mahbub, menambahkan, “Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban yang ditanggung Bapak Ali.” Santunan berupa uang dan paket sembako ini bukan hanya sekadar bantuan, tetapi juga wujud nyata kepedulian masyarakat. Kegiatan ini menjadi contoh nyata dari "Cahaya Zakat," di mana zakat berfungsi lebih dari sekadar kewajiban, tetapi juga sebagai sarana untuk saling membantu. Dengan dukungan Baznas dan Pemkab, diharapkan Bapak Ali bisa segera bangkit dan melanjutkan usahanya. Baznas Sidoarjo terus berkomitmen memberikan dukungan kepada masyarakat dalam situasi sulit. “Setiap zakat yang dikeluarkan adalah berkah bagi kita semua,” tutup M. Mahbub. Dalam suasana haru, acara ini menunjukkan betapa pentingnya solidaritas dan kepedulian di tengah masyarakat. Mari kita terus berkontribusi untuk membantu sesama!
BERITA22/04/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Terima Rombongan Studi Tiru dari BAZNAS Kutai Timur
BAZNAS Sidoarjo Terima Rombongan Studi Tiru dari BAZNAS Kutai Timur
Sidoarjo, 21 April 2025 – Siang ini, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo kedatangan tamu istimewa, rombongan studi tiru dari BAZNAS Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Dipimpin oleh Lukman Affandi, Kepala Kantor BAZNAS Kutai Timur, rombongan ini disambut hangat oleh pimpinan BAZNAS Sidoarjo, termasuk Wakil Pimpinan I-IV dan beberapa staf pelaksana. M. Ilhaminuddin, Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kedatangan rombongan dari Kutai Timur. “Kami berharap kehadiran BAZNAS Kutai Timur membawa keberkahan dan inspirasi bagi kami. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dan inovasi dari pengelolaan ZIS di sini,” ungkapnya. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) yang dilakukan oleh BAZNAS Sidoarjo. Rombongan BAZNAS Kutai Timur menyampaikan informasi terkait berbagai aspek pengelolaan ZIS, termasuk penghimpunan, tatakelola, distribusi, dan pendayagunaan ZIS di daerah mereka. Secara khusus, rombongan juga mengeksplorasi beberapa program unggulan BAZNAS Sidoarjo, seperti Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Desa Klopo Sepuluh dan program pendampingan UMKM Sidoarjo Makmur di Desa Wilayut Sukodono. Lukman Affandi berharap, kunjungan ini tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga keberkahan bagi kedua belah pihak. “Banyak hal baik yang bisa kami replikasi di Kutai Timur,” ujarnya. Dalam konteks yang lebih luas, kolaborasi antar BAZNAS ini mencerminkan semangat Cahaya Zakat, yang mengedepankan sinergi dan berbagi pengetahuan dalam pengelolaan zakat. Dengan berbagi pengalaman dan praktik terbaik, diharapkan akan ada peningkatan dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di masing-masing daerah. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kutai Timur, langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan ZIS dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jaringan antara BAZNAS di berbagai daerah, serta menciptakan ekosistem yang saling mendukung dalam mengelola zakat secara efektif dan efisien. Mari kita terus berkontribusi dalam mewujudkan Cahaya Zakat demi kesejahteraan bersama!
BERITA21/04/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan untuk Lansia Miskin di Desa Sawotratap
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan untuk Lansia Miskin di Desa Sawotratap
Sidoarjo, 21 April 2025 – Dalam upaya untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang paling rentan, BAZNAS Sidoarjo hari ini menyalurkan bantuan biaya fakir kepada tiga perempuan lansia di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan. Ketiga penerima manfaat tersebut adalah Ibu Misinem (70 tahun), Ibu Fatonah (68 tahun), dan Ibu Laniskan. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Sofwan, yang mengunjungi rumah masing-masing penerima manfaat. M. Sofwan menekankan pentingnya program ini dalam memberikan dukungan kepada lansia yang hidup sendirian. “Bantuan biaya fakir ini diperuntukkan bagi mereka yang berusia 65 tahun ke atas dan hidup sendirian. Kami ingin memastikan mereka tidak merasa terabaikan. Program ini adalah salah satu cara kami untuk memberikan dukungan nyata kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. BAZNAS Sidoarjo memberikan bantuan sebesar Rp 625.000 per bulan, yang disalurkan setiap dua bulan sekali melalui transfer tunai. Bantuan ini bertujuan untuk membantu fakir yang berusia senja agar dapat menjalani hari-hari mereka dengan lebih bermakna. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sidoarjo menunjukkan bahwa di tengah tantangan kehidupan, kasih sayang dan perhatian masih bisa hadir. Kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menciptakan momen berharga bagi para penerima manfaat. Di tengah kesederhanaan, senyum dan ucapan terima kasih dari Ibu Misinem, Ibu Fatonah, dan Ibu Laniskan menciptakan suasana hangat yang melambangkan harapan dan kebersamaan. Momen ini mengingatkan kita bahwa setiap jiwa berharga dan layak mendapatkan kasih sayang, meski di ujung usia. Program bantuan biaya fakir ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sidoarjo dalam menerapkan prinsip "Cahaya Zakat," yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Dengan melibatkan zakat sebagai sumber utama, BAZNAS berkomitmen untuk memberikan dampak positif dan signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam situasi yang sering kali penuh tantangan, BAZNAS Sidoarjo berupaya menjadi cahaya harapan bagi para lansia, memastikan mereka tidak hanya mendapatkan dukungan finansial, tetapi juga merasakan kehadiran dan perhatian dari masyarakat. Dengan langkah kecil ini, diharapkan para lansia dapat merasakan arti kehidupan yang lebih berarti dan penuh kasih. Kegiatan penyaluran bantuan ini adalah contoh nyata dari kepedulian sosial yang harus terus ditingkatkan. Mari bersama-sama kita jaga dan perhatikan para lansia di sekitar kita, sehingga mereka dapat menjalani hidup dengan lebih bermakna dan penuh kasih. BAZNAS Sidoarjo mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih baik bagi mereka yang membutuhkan, melalui zakat dan donasi yang tulus.
BERITA21/04/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Berikan Harapan Baru bagi Lansia
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Berikan Harapan Baru bagi Lansia
Sidoarjo, 16 April 2025 – Dalam suasana yang penuh haru dan kebahagiaan, M. Sofwan, staf pelaksana Baznas Sidoarjo, menyalurkan bantuan biaya fakir kepada Ibu Dami, seorang lansia berusia 80 tahun yang tinggal sendirian di Desa Kedungrawan, Kecamatan Krembung. Momen ini bukan hanya sekadar penyerahan bantuan, tetapi juga simbol harapan bagi mereka yang terpinggirkan. Ibu Dami, yang kini lebih banyak menghabiskan waktu di atas tempat tidur, menjadi salah satu penerima manfaat dari program Bantuan Biaya Fakir Terlantar yang diluncurkan Baznas Sidoarjo. Hingga bulan Februari lalu, program ini telah berhasil merealisasikan bantuan kepada 59 warga lanjut usia yang hidup sebatang kara. "Kami ingin memastikan bahwa para lansia ini tidak merasa sendirian dan tetap memiliki akses untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka," ungkap M. Sofwan dengan penuh semangat. Bantuan yang disalurkan berupa transfer tunai sebesar Rp625.000 per bulan, yang diberikan setiap dua bulan. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar para penerima di masa tua mereka. "Bantuan ini sangat berarti bagi saya," ujar Ibu Dami dengan senyuman tulus saat menerima bantuan tersebut. Selain bantuan tunai, Ibu Dami juga mendapatkan kiriman makanan dari Dinas Sosial setiap harinya, menambah rasa syukur dalam kesederhanaan hidupnya. Kehadiran Baznas Sidoarjo melalui program ini memberikan angin segar bagi Ibu Dami dan banyak lansia lainnya. Dengan dukungan finansial ini, mereka tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga merasakan perhatian dan kepedulian dari masyarakat. "Program Bantuan Biaya Fakir Terlantar menjadi bukti nyata komitmen Baznas Sidoarjo untuk membantu masyarakat yang paling membutuhkan," tambah M. Sofwan. Ibu Dami adalah salah satu dari banyak cerita yang menunjukkan bahwa di balik setiap bantuan, terdapat harapan dan kebahagiaan yang tak ternilai. Dengan langkah nyata ini, Baznas Sidoarjo mengajak kita semua untuk lebih peka terhadap keadaan sekitar, terutama kepada mereka yang membutuhkan. "Semoga dengan adanya program ini, kita bisa lebih memperhatikan dan membantu sesama," tutup M. Sofwan, harapan yang terpatri di hati setiap insan yang peduli. Melalui cahaya zakat, Baznas Sidoarjo berupaya untuk memastikan bahwa tidak ada yang terabaikan, memberikan harapan baru bagi masyarakat yang paling rentan.
BERITA16/04/2025 | sudrab
Syawalan :  Silaturahmi Penuh Makna dengan Baznas Provinsi Jatim
Syawalan : Silaturahmi Penuh Makna dengan Baznas Provinsi Jatim
Surabaya, 15 April 2025 – Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Baznas Jawa Timur menggelar acara silaturahmi dengan Baznas Sidoarjo di kantor Baznas Jatim, Islamic Center Jawa Timur. Acara yang bertajuk “Syawalan” ini dipimpin oleh Wakil Ketua II KH Achasanul Haq, yang menekankan pentingnya menjaga kekompakan di antara pimpinan dan pelaksana Baznas serta multistakeholder lainnya. “Menjaga kekompakan adalah kunci kesuksesan kita dalam meningkatkan kemanfaatan Baznas,” ungkap KH Achasanul Haq dengan penuh semangat. Pesan ini menjadi inti dari pertemuan yang dihadiri oleh para pimpinan Baznas Jatim, termasuk Ketua Baznas Jatim, KH Ali Maschan Moesa, dan Wakil I KH Masnuh. Acara ini berlangsung dengan suasana yang gayeng, dipenuhi tawa dan humor khas santri, menciptakan atmosfer yang akrab dan hangat. M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), Ketua Baznas Sidoarjo, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Baznas Jatim. “Dukungan dari Baznas Jatim sangat bermanfaat dan telah meningkatkan kinerja Baznas Sidoarjo,” ujarnya. Dalam kesempatan ini, KH Ali Maschan Moesa juga menyinggung terkait istilah halal bihalal dan makna Idul Fitri yang mengalami “salah kaprah.” Menurutnya, halal bihalal adalah tradisi khas Indonesia yang muncul dalam konteks sosial politik, dan makna Fitri yang sering diartikan sebagai suci perlu diluruskan. “Fitri itu sebenarnya berarti kembali kepada fitrah laksana bayi dalam kandungan, bukan hanya sekadar suci,” jelasnya, diselingi dengankutipan kitab susi dan sentilan humor yang membuat suasana semakin ceria. Acara ini bukan hanya sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya kolaborasi dalam menjalankan misi Baznas. Dengan semangat CahayaZakat, para peserta diajak untuk terus berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kita adalah cahaya bagi umat, dan zakat adalah alat kita untuk menerangi jalan menuju kesejahteraan,” tegas KH Achasanul Haq. Dengan semangat kebersamaan dan sinergi, Baznas Jatim dan Sidoarjo berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan kontribusi mereka dalam pengelolaan zakat. Harapan untuk masa depan yang lebih baik dan cerah bagi masyarakat semakin menguatkan tekad mereka untuk terus berjuang dalam misi mulia ini.
BERITA15/04/2025 | sudrab
BAZNAS RI Gelar Halal Bihalal 2025: Bersama Menyemai Cahaya Zakat untuk Kemanusiaan
BAZNAS RI Gelar Halal Bihalal 2025: Bersama Menyemai Cahaya Zakat untuk Kemanusiaan
Jakarta, 14 April 2025 – Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menggelar acara Halal Bihalal yang bertajuk “Penguatan Silaturahmi dan Kinerja Amil BAZNAS.” Acara ini dihadiri oleh lebih dari 615 peserta, termasuk para pemimpin BAZNAS dari berbagai daerah, serta perwakilan Kementerian Agama. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., membuka acara dengan penuh rasa syukur, mengapresiasi dedikasi para pimpinan terdahulu dan Kementerian Agama dalam pengelolaan zakat. “Cahaya zakat yang kita bawa hari ini adalah hasil kerja keras semua pihak. Setiap tetes keringat yang dicurahkan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan umat,” ujarnya dengan penuh semangat. Dalam sambutannya, Kiai Noor juga menyoroti pencapaian luar biasa BAZNAS dalam pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah, yang mencapai Rp500 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2025. “Ini adalah prestasi yang tidak hanya membanggakan tetapi juga menggugah semangat kita untuk terus melayani,” tambahnya, menyiratkan rasa bangga dan harapan. Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, menekankan pentingnya acara ini sebagai sarana untuk mempererat hubungan antar semua elemen BAZNAS. “Silaturahmi ini bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan jembatan yang menghubungkan visi dan misi kita untuk mengentaskan kemiskinan,” ungkapnya dengan penuh keyakinan. Acara Halal Bihalal ini bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi juga menjadi momentum untuk merenungkan kembali visi bersama. “Kita adalah bagian dari satu mata rantai perjuangan yang memiliki tanggung jawab untuk membawa cahaya zakat ke seluruh penjuru negeri,” tegas H. Subhan. Dengan semangat CahayaZakat, para peserta diajak untuk terus berinovasi dalam melayani mustahik dan muzaki. “Mari kita jadikan zakat sebagai cahaya harapan bagi mereka yang membutuhkan. Setiap kontribusi kita adalah langkah menuju masa depan yang lebih cerah,” ajak Kiai Noor, mengajak semua pihak untuk bersatu dalam misi mulia ini. Acara ini diakhiri dengan harapan dan doa agar BAZNAS terus menjadi lembaga yang membawa manfaat bagi umat, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan semangat dan inovasi yang tak kenal henti.
BERITA15/04/2025 | sudrab
Cahaya Zakat untuk Kesejahteraan Bersama: Bareng Baznas , Pemkab Sidoarjo Sidak RTLH di kelurahan Lemahputro
Cahaya Zakat untuk Kesejahteraan Bersama: Bareng Baznas , Pemkab Sidoarjo Sidak RTLH di kelurahan Lemahputro
Sidoarjo 14 April 2025 - Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Baznas Sidoarjo bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam program bantuan untuk keluarga kurang mampu. Salah satu langkah nyata ditunjukkan melalui inspeksi mendadak (sidak) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilakukan oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, di Kelurahan Lemahputro pada Senin, 14 April 2025. Kegiatan sidak ini bertujuan untuk meninjau kondisi rumah Ananda Firman Yudha Agus, seorang pekerja serabutan yang tinggal bersama tiga anaknya. Rumah Agus dalam keadaan memprihatinkan, dengan atap yang mulai rapuh dan minim fasilitas sanitasi. Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk segera mengambil tindakan guna meningkatkan kualitas hidup keluarga tersebut. “Melalui sinergi antara Pemkab Sidoarjo dan Baznas, kami akan membantu merenovasi rumah Pak Agus agar lebih layak huni dan membangun kamar mandi nantinya,” ujar Hj. Mimik Idayana saat berkunjung ke lokasi. Lebih dari sekadar bantuan fisik, Hj. Mimik Idayana juga menawarkan peluang kerja kepada anak kedua Agus, sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan keluarga yang sebelumnya mengandalkan mengamen. “Kami ingin membantu secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi tempat tinggal tetapi juga dari segi ekonomi. Dengan memberikan lapangan pekerjaan kepada salah satu anggota keluarga, kami berharap ini dapat meringankan beban mereka,” tambahnya. Ananda Firman Yudha Agus menyampaikan rasa syukurnya kepada Wakil Bupati Sidoarjo, berharap program ini dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. “Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Sidoarjo yang telah membantu merenovasi rumah kami agar lebih layak ditinggali. Semoga program ini terus berjalan dan membantu masyarakat kurang mampu seperti saya,” ungkap Agus dengan senyum bahagia. Kegiatan Rehab RTLH ini merupakan salah satu program Pemkab Sidoarjo dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan Sidoarjo yang lebih sejahtera dan inklusif. Dengan dukungan dari masyarakat yang menyalurkan zakat, Baznas berkomitmen untuk menjadi cahaya harapan bagi mereka yang kurang beruntung, mewujudkan kesejahteraan bersama di Kabupaten Sidoarjo. Mari bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua!
BERITA14/04/2025 | sudrab
Cahaya Zakat Terangi Rumah-Rumah Harapan: 19 rehab RTLH Rampung di Bulan Maret 2025
Cahaya Zakat Terangi Rumah-Rumah Harapan: 19 rehab RTLH Rampung di Bulan Maret 2025
Sidoarjo, 11 April 2025 – Meski suasana Ramadhan mengajak umat untuk lebih banyak beribadah dan menahan diri, semangat untuk berbagi dan menebar kebermanfaatan justru semakin menyala. Di bulan Maret 2025, Baznas Sidoarjo membuktikan komitmennya dalam mewujudkan kepedulian sosial melalui program *Bedah Rumah Tidak Layak Huni* (RTLH), yang telah berhasil menyelesaikan 19 titik sasaran penerima manfaat. Tiga dari total penerima manfaat tersebut merupakan korban kebakaran. Kini, rumah mereka bukan hanya berdiri kembali, tapi hadir dengan tampilan yang lebih aman, layak huni, dan tentu saja memberi harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Achmad Richie, staf pelaksana Baznas Sidoarjo, yang selama dua hari ini melakukan monitoring lapangan, mengungkapkan rasa syukurnya. “Sebanyak 13 rumah sudah kami monitoring akhir dan diberikan Berita Acara Serah Terima (BAST), sebagai tanda pekerjaan RTLH telah tuntas. Ini menjadi bukti nyata bahwa program berjalan sesuai prosedur,” ungkap Richie sembari menunjukkan dokumentasi foto dan laporan hasil kunjungannya. Richie menambahkan bahwa seluruh pekerjaan RTLH untuk bulan Maret akan diselesaikan sepenuhnya dalam waktu dekat, termasuk dokumen BAST yang menjadi bagian dari tata kelola program di Baznas Sidoarjo. Ketua Baznas Sidoarjo, M Chasbil Azis Salju Sodar—akrab disapa Gus Jazuk—juga menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kerja keras seluruh pihak yang terlibat. “Saya bangga pada tim, baik pelaksana lapangan maupun relawan desa. Mereka tetap fokus menjalankan program RTLH meskipun sedang berpuasa. Semua ini demi memastikan bahwa lebih banyak warga bisa merayakan Idul Fitri di rumah yang layak, aman, dan nyaman. Alhamdulillah, cahaya zakat telah sampai ke rumah-rumah mereka,” terang Gus Jazuk. Deretan Rumah yang Kini Menyala dengan Harapan Baru Berikut adalah daftar rumah penerima manfaat program RTLH Baznas Sidoarjo yang telah mendapatkan BAST pada Maret 2025: 1. Ibu Sukesi – Desa Sawotratap, Gedangan 2. Bapak Pujiono – Desa Tempel, Krian 3. Ibu Nur Cholifah – Kelurahan Wonocolo, Taman 4. Ibu Maslachah – Desa Wage, Taman 5. Ibu Ayudiah – Desa Bungurasih, Waru 6. Bapak Aminto – Desa Suko, Sidoarjo 7. Ibu Rumini – Desa Popoh, Wonoayu 8. Ibu Sumiati – Desa Popoh, Wonoayu 9. Ibu Eni Anggraini – Desa Simogirang, Prambon 10. Bapak Suwardi – Desa Kedungwonokerto, Prambon 11. Ibu Samawati – Desa Kepunten, Tulangan 12. Bapak Suwadi – Desa Jiken, Tulangan 13. Ibu Ladima – Desa Tlasih, Tulangan Salah satu kisah yang menggugah datang dari Ibu Eni Anggraini, warga Desa Simogirang Prambon. Ia tak kuasa menahan air mata ketika menyaksikan rumahnya yang dulu rapuh dan hanya beratapkan terpal, kini berubah total. “Alhamdulillah, rumah ini sudah bisa ditempati saat lebaran nanti. Sudah nggak bocor lagi. Terima kasih Baznas, terima kasih Pemkab Sidoarjo,” ungkapnya lirih. Sebagaimana diketahui, sebelum mendapat bantuan, rumah Eni terpaksa dipasangi terpal karena atap yang sudah keropos dan nyaris ambruk. Kini, rumah itu berdiri kokoh dengan warna hijau cerah—simbol dari semangat baru dan harapan yang tumbuh kembali. Program ini merupakan perwujudan nyata dari kekuatan zakat. Melalui *cahaya zakat*, Baznas Sidoarjo tak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga membangun kembali martabat dan semangat hidup para penerima manfaat. Mari terus salurkan zakat Anda melalui Baznas Sidoarjo. Karena dari satu rumah yang layak, lahir ribuan harapan. Dan dari satu aksi kecil kita, Allah lipatgandakan keberkahan.
BERITA11/04/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Salurkan Kursi Roda untuk Warga Desa Sumberrejo
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo Salurkan Kursi Roda untuk Warga Desa Sumberrejo
Sidoarjo, 10 April 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan. Pada hari ini, Baznas Sidoarjo menyalurkan dua unit kursi roda kepada warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Wonoayu, yang mengalami kesulitan mobilitas. Penyerahan bantuan dilakukan oleh staf pelaksana Baznas Sidoarjo, M. Naim, yang didampingi oleh perangkat desa setempat. Dalam acara tersebut, kursi roda diserahkan kepada Bapak Solikin (65 tahun) dan Ibu Umiana (58 tahun), dua penerima manfaat yang sangat membutuhkan. Bapak Solikin, mantan sopir truk yang kini menderita pengapuran pada kedua kakinya, mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya sangat berterima kasih kepada Baznas dan semua donatur yang telah membantu. Kursi roda ini sangat berarti bagi saya. Saya bisa bergerak lebih leluasa dan tidak selalu tergantung pada orang lain,” ujarnya dengan penuh haru. Ibu Umiana, yang juga menerima kursi roda, adalah istri dari seorang pencari dan pengumpul barang bekas. “Saya merasa sangat terbantu. Dengan kursi roda ini, saya bisa lebih mandiri dan tidak merepotkan keluarga,” ungkapnya. Ia berharap bantuan semacam ini dapat terus berlanjut untuk membantu lebih banyak orang yang membutuhkan. M. Naim, dalam sambutannya, menekankan pentingnya peran zakat dalam membantu masyarakat. “Melalui program ‘Cahaya Zakat, Berbagi Manfaat’, kami berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka dan memberikan semangat baru,” jelasnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Baznas Sidoarjo Sehat, yang memberikan bantuan sosial bagi mereka yang tidak mampu untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang dibutuhkan. Dalam beberapa tahun terakhir, Baznas Sidoarjo telah berhasil menyalurkan berbagai bantuan, termasuk kursi roda, sembako, dan bantuan pendidikan. Penerima manfaat dan masyarakat setempat menyambut baik inisiatif ini. “Kami berharap lebih banyak orang yang tergerak untuk berbagi, karena setiap bantuan, sekecil apapun, sangat berarti bagi yang membutuhkan,” tambah M. Naim. Kegiatan penyerahan kursi roda ini diakhiri dengan saling mendoakan, berharap agar semua pihak yang terlibat dalam program ini mendapatkan keberkahan dan kemudahan dalam setiap langkahnya. Dengan semangat berbagi, Baznas Sidoarjo terus berkomitmen untuk menjadi cahaya harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA10/04/2025 | sudrab
Pos Mudik Baznas Sidoarjo Resmi Ditutup: 240 Pemudik Terlayani Kesehatan
Pos Mudik Baznas Sidoarjo Resmi Ditutup: 240 Pemudik Terlayani Kesehatan
Sidoarjo, 9 April 2025 – Pos Mudik Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Sidoarjo yang berkolaborasi dengan Rumah Sehat Baznas Sidoarjo dan Baznas RI resmi ditutup setelah beroperasi sejak 23 Maret lalu. Dalam periode ini, sebanyak 240 pemudik telah mendapatkan layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan selama perjalanan mereka. Yogyis, staf Rumah Sehat Baznas, mengungkapkan bahwa selama periode arus mudik dari 23 hingga 31 Maret 2025, sebanyak 122 orang telah terlayani pemeriksaan kesehatan. Sementara itu, pada periode arus balik dari 1 hingga 8 April 2025, sebanyak 118 orang juga mendapatkan layanan serupa. "Dominasi keluhan kesehatan yang kami temui adalah myalgia atau kecapekan, dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) seperti batuk dan pilek," jelas Yogyis. M. Naim, Koordinator Pos Mudik Baznas Sidoarjo, menekankan bahwa layanan kesehatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko kesehatan yang sering dialami pemudik. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pemudik merasa aman dan sehat dalam perjalanan mereka,” ujarnya. Selain layanan kesehatan, Pos Mudik Baznas juga menyediakan air mineral dan makanan ringan bagi pemudik yang transit. M. Naim menambahkan, “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami untuk meringankan beban perjalanan pemudik. Dengan adanya layanan ini, diharapkan pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih nyaman.” Dari rangkaian kegiatan yang berlangsung dari 23 Maret hingga 8 April 2025, pihak Baznas Sidoarjo berencana untuk melakukan evaluasi guna meningkatkan layanan di masa mendatang. “Kami akan mengintegrasikan layanan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) sekaligus melakukan edukasi dan sosialisasi publik terkait Baznas dan program-program lainnya,” kata M. Naim. Kegiatan Pos Mudik ini tidak hanya menjadi wujud nyata dari kepedulian Baznas terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga mencerminkan semangat berbagi dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Dengan harapan, setiap tetes zakat yang disalurkan akan menjadi cahaya bagi mereka yang membutuhkan, menjadikan perjalanan pulang ke kampung halaman lebih bermakna dan penuh harapan. Cahaya Zakat: Menghadirkan Kesehatan dan Kebahagiaan Melalui program ini, Baznas Sidoarjo berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, terutama di momen-momen penting seperti mudik Lebaran. Dengan cahaya zakat yang menyinari perjalanan pemudik, diharapkan setiap individu dapat merasakan manfaat dan kehadiran kasih sayang dari sesama. Dengan penutupan Pos Mudik ini, Baznas Sidoarjo berharap agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan berkembang, memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat di masa mendatang.
BERITA09/04/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo dan Bupati Gerak Cepat Perbaiki Rumah Ambruk Warga Masangan Wetan Sukodono
Cahaya Zakat: Baznas Sidoarjo dan Bupati Gerak Cepat Perbaiki Rumah Ambruk Warga Masangan Wetan Sukodono
Sidoarjo, 5 April 2025 – Pagi itu, Dalam suasana perayaan Idul Fitri, langit cerah tak menyiratkan duka yang menimpa Suryo Dwiyono (60 tahun). Pada 3 April, sekitar pukul 07.00 WIB, atap rumahnya di Masangan Wetan, RT 6/RW 2, Kecamatan Sukodono, ambruk secara bertahap. Dimulai dari kamar tidur, kemudian merambat ke ruang tamu, hingga seluruh struktur plafon yang keropos dimakan rayap dan lapuk usia itu roboh total. Dua hari setelah kejadian, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo bersama Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi. Didampingi Dinas Sosial Sidoarjo dan Forkopimka Sukodono, rombongan meninjau langsung kerusakan rumah yang memprihatinkan tersebut. Respons Cepat untuk Hunian Layak Bupati H. Subandi menyatakan, kondisi rumah Suryo Dwiyono termasuk dalam prioritas penanganan. "Setelah pemetaan dengan Baznas, kami sepakat rumah ini harus segera diperbaiki. Warga tidak boleh terus-terusan hidup dalam ketidaknyamanan," tegasnya. Komitmen itu langsung ditindaklanjuti oleh Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk). "Insyaallah, minggu depan tim kami akan turun melalui program Sidoarjo Peduli untuk Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan anggaran zakat," jelas Gus Jazuk. Ia juga meminta kolaborasi dari berbagai pihak untuk mempercepat proses administrasi dan teknis. "Dukungan semua elemen sangat kami butuhkan agar recovery berjalan lancar," tambahnya. Haru dan Syukur Keluarga Suryo Dwiyono Suryo Dwiyono, sang pemilik rumah, tak menyangka nasibnya mendapat perhatian khusus. "Saya bersyukur Pak Bupati dan Baznas datang langsung. Semoga bantuan cepat terealisasi karena kami sudah sangat kesulitan," ujarnya dengan suara bergetar. Kejadian ini mengingatkan kembali pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi seperti Baznas. Program RTLH bukan sekadar bantuan fisik, tetapi upaya memulihkan martabat warga yang hidup di bawah ancaman ketidaklayakan hunian. Cahaya Zakat untuk Kesejahteraan Bersama Inisiatif Baznas Sidoarjo ini menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menjadi "cahaya" yang mengubah nasib mustahik. Melalui pendayagunaan dana zakat yang transparan dan tepat sasaran, rumah Suryo Dwiyono akan segera dibenahi, memberinya kembali rasa aman dan nyaman. Kepedulian ini sejalan dengan visi Pemkab Sidoarjo dalam membangun kesejahteraan inklusif. Kolaborasi strategis antara pemerintah dan Baznas diharapkan bisa terus diperluas, menjangkau lebih banyak keluarga rentan di Sidoarjo. "Inilah esensi zakat—memberi solusi konkret dan membawa keberkahan," pungkas Gus Jazuk, mengakhiri kunjungan penuh empati itu. Dengan langkah cepat ini, Cahaya Zakat Baznas Sidoarjo kembali menebar harapan, membuktikan bahwa dana umat bisa menjadi penyelamat bagi yang membutuhkan.
BERITA05/04/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Hadirkan Safari Dakwah di Kepetingan: Menebarkan Cahaya Zakat hingga Pelosok
BAZNAS Sidoarjo Hadirkan Safari Dakwah di Kepetingan: Menebarkan Cahaya Zakat hingga Pelosok
SIDOARJO (4/4/2025) - Di penghujung pekan pertama Syawal 1446 H, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan konsistensinya dalam menyentuh seluruh lapisan masyarakat melalui program Safari Dakwah. Kali ini, kegiatan digelar di Dusun Kepetingan, sebuah wilayah terpencil di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran yang hanya bisa dijangkau menggunakan perahu atau sepeda motor trail. Jumat (4/4), Masjid Nurul Huda Kepetingan menjadi tempat berkumpulnya aktivitas keagamaan Islam dari 110 kepala keluarga warga dusun ini, dan untuk mendengarkan khutbah Jumat yang disampaikan oleh Gus Wasil Zidhu Ilma, ulama muda dari Nderesmo Surabaya. Meski masih dalam suasana Idul Fitri, warga Kepetingan yang sebagian besar tidak mudik tahun ini tetap antusias mengikuti kegiatan tersebut. "Momen Idul Fitri adalah saatnya kita mempererat tali silaturahmi dengan saling meminta maaf dan memaafkan," ujar Gus Wasil dalam khutbahnya. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga empat bentuk persaudaraan yang diajarkan Islam: Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, Ukhuwah Basyariyah, dan Ukhuwah Insaniyah. Program "Sidoarjo Taqwa" yang diinisiasi BAZNAS Kabupaten Sidoarjo ini membawa angin segar bagi masyarakat Kepetingan. Selama ini, akses terhadap pembinaan spiritual menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil. Melalui program ini, warga tidak hanya menjalankan ibadah rutin, tetapi juga mendapatkan bimbingan keagamaan yang berkualitas. "Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Sidoarjo, di manapun mereka berada, dapat merasakan manfaat dari program-program BAZNAS," kata Ahmad Hamdani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Safari Dakwah di Kepetingan menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS Sidoarjo dalam mengimplementasikan semangat "Cahaya Zakat". Meski dihadapkan pada tantangan geografis, semangat untuk berbagi dan memberikan dampak positif tidak pernah surut. "Kehadiran BAZNAS dan Gus Wasil membuat kami merasa tidak terlupakan. Kami yang tinggal di daerah terpencil juga bisa mendapatkan pembinaan spiritual yang sama seperti saudara-saudara kami di kota," ungkap salah satu warga Kepetingan. Program "Sidoarjo Taqwa" tidak hanya menghidupkan suasana spiritual di Kepetingan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebaikan dapat hadir di tempat-tempat terpencil sekalipun. Melalui kolaborasi dan kepedulian, BAZNAS Sidoarjo berhasil menciptakan perubahan berarti bagi masyarakat. "Bersama BAZNAS Sidoarjo, mari kita wujudkan Syawal yang penuh berkah dan kebaikan, serta menjadikan setiap sudut negeri ini bersinar dengan cahaya zakat," ajak Ahmad Hamdani mengakhiri kunjungannya. Safari Dakwah ini menjadi bagian dari rangkaian program BAZNAS Sidoarjo yang bertujuan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada di daerah-daerah terpencil. Dengan semangat berbagi dan kepedulian, BAZNAS Sidoarjo terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program sosial yang bermanfaat, menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk berbagi, belajar, dan tumbuh bersama.
BERITA04/04/2025 | sudrab
Pos Mudik BAZNAS Sidoarjo Layani Kesehatan 122 Orang Selama Arus Mudik
Pos Mudik BAZNAS Sidoarjo Layani Kesehatan 122 Orang Selama Arus Mudik
Sidoarjo, 3 April 2025 – Pos Mudik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo sukses memberikan layanan kesehatan gratis kepada 122 pemudik selama puncak arus mudik Lebaran 2025 (23-31 Maret). Kolaborasi dengan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Sidoarjo menjadi kunci utama dalam menyediakan pemeriksaan medis, obat-obatan darurat, dan konsultasi kesehatan di Alun-Alun Sidoarjo sejak 23 Maret hingga 8 April 2025 nanti. M. Naim, Staf pelaksana Baznas Sidoarjo yang juga Koordinator Pos Mudik BAZNAS Sidoarjo, mengungkapkan bahwa layanan ini bertujuan mengurangi risiko kesehatan yang kerap dialami pemudik. “Tim RSB Sidoarjo telah menangani 122 orang, seperti kelelahan, dehidrasi, dan gangguan pencernaan. Ini bukti komitmen kami untuk menjaga kesehatan masyarakat selama mudik,” jelasnya. Meski cuaca hujan menguji ketangguhan pada 3 April 2025, layanan tetap berjalan aktif. Hingga pukul 20.00 WIB, tercatat 7 pemudik telah mendapat bantuan medis di posko tersebut. “Hujan bukan halangan. Tim RSB dan relawan siap siaga hingga malam ,” tegas Yogyis, perwakilan RSB Sidoarjo yang bertugas di lokasi. Terkait Arus balik pada arus mudik ini , 1 April hingga 8 April mendatang , menurutnya tim RSB tetap siaga penuh di pos mudik, mudah mudahan kita bisa layani secara optimal. Respons Positif Masyarakat Antusiasme masyarakat terhadap layanan ini terlihat dari tingginya kunjungan ke posko. Salah satu penerima manfaat, Siti Rahma (45), mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan gratis. Ia sempat mengalami pusing selama perjalanan, namun kondisi kesehatannya membaik setelah mendapatkan obat dan konsultasi dari tim RSB Sidoarjo. Selain layanan kesehatan, posko ini juga menyediakan air mineral dan makanan ringan bagi pemudik yang transit. M. Naim menambahkan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk meringankan beban perjalanan pemudik. Informasi lebih lanjut seputar kegiatan BAZNAS Sidoarjo dapat diakses melalui situs www.baznassidoarjo.id atau media sosial @baznassda. — Zakat Anda, Senyuman Mereka di Perjalanan—
BERITA03/04/2025 | sudrab
Presiden Prabowo : Terima Kasih BAZNAS!
Presiden Prabowo : Terima Kasih BAZNAS!
Sidoarjo ,28 Maret 2025 — Dalam acara Zakat Istana 2025 yang digelar di Istana Negara, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atas dedikasi dan kinerjanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Acara ini dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, serta jajaran Pimpinan BAZNAS, termasuk Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.Kamis,(27/3) Presiden Prabowo mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS dengan menyatakan, "Saya ucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI karena peran pentingnya dalam membantu pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat." Ia menyoroti bahwa peran BAZNAS tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, terutama dalam membantu saudara-saudara Muslim di Palestina. "Pekerjaan BAZNAS sangat dihormati, dan BAZNAS selalu hadir di tempat yang sulit. Terima kasih BAZNAS," ungkapnya dengan penuh rasa syukur. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama menjelang Lebaran 2025. "Mari kita ulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan dengan berzakat, berinfak, dan bersedekah," ajaknya. Ia menekankan bahwa berzakat adalah cara untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT dan berkontribusi dalam mengurangi ketimpangan sosial. "Semoga zakat yang kita keluarkan dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT," tambahnya. Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya transparansi dalam penyaluran zakat oleh BAZNAS. "Penyaluran zakat harus dilakukan secara transparan dan efektif, serta sampai kepada mereka yang membutuhkan," tegasnya. Acara ini dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pariwisata Widyawati Wardhana, dan Menteri Sosial Saifulah Yusuf, serta perwakilan TNI dan Polri. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, langkah yang diambil oleh Presiden dan Wapres diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih aktif dalam berbagi.
BERITA27/03/2025 | sudrab
Cahaya Zakat: Ramadhan Berkah dari Presiden Prabowo dan Wapres Gibran
Cahaya Zakat: Ramadhan Berkah dari Presiden Prabowo dan Wapres Gibran
Sidoarjo 28 Maret 2025 — Dalam semangat Ramadhan yang penuh berkah, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Acara ini berlangsung di Istana Negara dengan tema "Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik". Kamis,27 maret Acara yang digelar pada hari Kamis ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Menteri Kabinet Merah Putih, Kepala Lembaga Tinggi Negara, Direksi BUMN, serta para kepala daerah. Mereka bersama-sama menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, menegaskan komitmen pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat melalui zakat. Penyerahan zakat dari Presiden dan Wapres diterima oleh Rizaludin Kurniawan, M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, dan didoakan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya zakat sebagai bentuk kepedulian sosial. "Melalui zakat, kita dapat berbagi dengan sesama dan meringankan beban hidup kaum dhuafa," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa berzakat adalah cerminan sikap gotong royong yang dapat mengurangi ketimpangan sosial. Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi kepada BAZNAS yang telah bekerja keras dan dihormati di tingkat internasional, terutama di Palestina dan Timur Tengah. "BAZNAS selalu hadir di tempat yang sulit. Terima kasih atas dedikasi yang telah ditunjukkan," ujarnya dengan penuh rasa syukur. Dalam kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan Zakat Istana yang pertama kali di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. "Hari ini, 27 Maret 2025, bertepatan dengan 27 Ramadhan 1446 H, adalah hari yang istimewa bagi kita semua," ujarnya. Kiai Noor juga memaparkan kinerja pengelolaan zakat dalam empat tahun terakhir. Ia menyebutkan bahwa pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) meningkat signifikan dari Rp14 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp40,4 triliun pada tahun 2024, dengan target tahun 2025 sebesar Rp50 triliun. "Pengelolaan zakat harus dilakukan secara transparan dan efektif, sampai kepada mereka yang membutuhkan," tegasnya. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, untuk bersinergi dalam menjadikan zakat sebagai pilar pembangunan. Tema "Cahaya Zakat" yang diusung tahun ini, menurut Kiai Noor, merupakan simbol kekuatan dan cita-cita Presiden Prabowo untuk menerangi masyarakat Indonesia. "Mari kita terus berzakat dengan penuh keikhlasan, karena di dalamnya terkandung keberkahan bagi kita semua," ajaknya. Acara penyerahan zakat ini juga didukung oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono, M.Ag., serta para pemimpin organisasi keagamaan lainnya. Dengan semangat Ramadhan yang penuh berkah ini, langkah yang diambil oleh Presiden dan Wapres melalui penunaian zakat diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli dan aktif dalam berbagi. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga merupakan sarana untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
BERITA27/03/2025 | sudrab
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat