WhatsApp Icon
Menebar Kasih di Usia Senja: BAZNAS Sidoarjo Santuni Lansia Sebatang Kara di Celep

SIDOARJO KOTA – Di sebuah sudut kecil Kelurahan Celep, waktu seolah berjalan lebih lambat bagi Ibu MS (61). Di usianya yang telah memasuki senja, ia harus menjalani hari-hari tanpa pendamping hidup maupun anak yang merawatnya. Kondisi ekonomi yang serba terbatas menempatkannya dalam posisi rentan.

Merespons kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melalui tim lapangan bergerak cepat memberikan bantuan biaya hidup pada Kamis (26/02/2026) pukul 10.30 WIB. Langkah ini merupakan pengejawantahan dari program Sidoarjo Peduli yang memprioritaskan lansia non-potensial yang hidup sebatang kara.

Syukron In’am, Staf Pelaksana BAZNAS yang turun langsung ke lokasi, menekankan pentingnya kehadiran lembaga filantropi bagi lansia. "Ibu MS adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama. Melalui amanah para muzakki, kami berupaya memastikan bahwa di masa tuanya, beliau tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok yang layak," tuturnya dengan penuh empati.

Secara analisis SROI, intervensi ini memberikan dampak well-being (kesejahteraan batin) yang sangat tinggi. Bagi lansia seperti Ibu MS, perhatian dari lembaga sosial memberikan rasa aman secara emosional, yang secara langsung berkontribusi pada kesehatan fisik dan mentalnya. Dana zakat di sini bertransformasi menjadi alat investasi sosial yang menjaga martabat kemanusiaan di usia senja.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa Zakat Menguatkan Indonesia bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata di lapangan. Menuju Ramadhan Tangguh, BAZNAS Sidoarjo terus memperluas jangkauan agar para lansia di pelosok desa dapat merasakan indahnya kebersamaan dan kepedulian umat.

26/02/2026 | Kontributor: sudrab
Konsistensi Sidoarjo Peduli: Menjaga Asa Ibu ES di Jalan Hasanuddin

SIDOARJO KOTA – Semangat kepedulian terus mengalir di jantung Kota Sidoarjo. Setelah menyambangi beberapa titik, tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melanjutkan pendistribusian bantuan biaya hidup ke Jalan Hasanuddin, Kelurahan Celep, untuk menemui Ibu ES (67), seorang wanita lansia yang kini hidup sendiri tanpa dukungan keluarga inti.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 10.10 WIB ini melibatkan kolaborasi antara staf ahli BAZNAS dan generasi muda dari mahasiswa magang UINSA. Hal ini menunjukkan bahwa syiar zakat kini telah menjadi gerakan lintas generasi di Kabupaten Sidoarjo. Ibu ES, yang tergolong keluarga kurang mampu, menyambut kehadiran tim dengan haru.

"BAZNAS Sidoarjo akan terus berkomitmen hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. Kami tidak hanya mengantar bantuan, tapi kami mengantar amanah dan doa dari para muzakki agar warga kita, seperti Ibu ES, tetap tangguh menghadapi tantangan hidup," jelas M. Shofwan saat menyerahkan bantuan secara simbolis.

Dilihat dari sudut pandang SROI, penyaluran bantuan di kawasan perkotaan yang padat seperti Celep memiliki nilai strategis. Bantuan ini mencegah terjadinya kemiskinan ekstrem yang lebih dalam dan memperkuat modal sosial (social capital) di lingkungan tersebut. Dengan memberikan dukungan biaya hidup, BAZNAS membantu mengurangi beban ketergantungan warga terhadap pinjaman ilegal atau bantuan yang tidak bermartabat.

Aksi filantropi ini merupakan bagian dari kampanye Zakat Menguatkan Indonesia. BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersiap menyambut Ramadhan Tangguh, sebuah momentum di mana kekuatan zakat, infak, dan sedekah akan menjadi motor utama dalam mengentaskan kesulitan ekonomi masyarakat di Sidoarjo.

26/02/2026 | Kontributor: sudrab
Membasuh Jiwa di Bulan Maghfirah: Menjemput Ampunan Melalui Puasa dan Filantropi

Ramadhan bukan sekadar perubahan jadwal makan atau untaian kalimat puitis yang menyapa telinga kita setiap tahun. Bagi umat Muslim, Ramadhan adalah sebuah proklamasi kasih sayang Allah SWT yang luar biasa. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, khususnya bagi masyarakat Sidoarjo yang serba cepat, bulan suci ini hadir sebagai "tombol jeda" spiritual untuk bersimpuh, mengevaluasi diri, dan menjemput ampunan yang dihamparkan seluas samudra.

Gerbang Langit yang Terbuka Lebar

Secara teologis, penyebutan Ramadhan sebagai bulan pengampunan memiliki akar yang kuat dalam hadis sahih. Saat fajar Ramadhan menyingsing, pintu surga dibuka seluas-luasnya, pintu neraka dikunci rapat, dan belenggu setan diperketat. Fenomena spiritual ini merupakan isyarat nyata bahwa Allah SWT sedang menghamparkan "karpet merah" bagi setiap hamba-Nya untuk kembali kepada fitrah atau kesucian asal.

Motivasi terbesar umat beriman dalam menjalani bulan ini bersumber dari janji Rasulullah SAW. Beliau bersabda bahwa siapapun yang menunaikan ibadah puasa dengan didasari iman dan ihtisaban (semata-mata mengharap ridha Allah), maka noktah hitam dari dosa-dosa masa lalunya akan diputihkan kembali.

Puasa sebagai Madrasah Penyucian Hati

Perlu dipahami bahwa ibadah puasa memiliki dimensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar menahan lapar dan dahaga. Di balik rasa haus yang menyengat, terdapat proses tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa. Puasa berfungsi sebagai instrumen penggugur dosa yang sangat efektif karena ia melatih kejujuran batin yang membawa manusia lebih dekat kepada Sang Khalik.

Dengan menahan hawa nafsu secara sadar, kita sebenarnya sedang meruntuhkan ego dan kesombongan yang seringkali menjadi penghalang antara hamba dengan Tuhannya. Inilah mengapa puasa disebut sebagai "madrasah" atau tempat belajar untuk mendidik jiwa agar kembali bersih dan rendah hati.

Lailatul Qadar: Puncak Keistimewaan

Keistimewaan bulan maghfirah ini mencapai puncaknya dengan kehadiran Lailatul Qadar, sebuah malam yang nilainya melampaui seribu bulan. Melalui doa yang diajarkan, "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni", kita diingatkan bahwa setinggi apa pun gunung dosa yang pernah kita daki, ampunan Allah selalu lebih luas untuk menaunginya. Malam ini menjadi kesempatan emas bagi siapa pun yang ingin menghapus jejak kesalahan masa lalu secara total.

Filantropi: Jembatan Menuju Ampunan Ilahi

Menariknya, penyesalan atau taubat batiniah dalam Islam idealnya dibuktikan dengan aksi nyata di dunia sosial. BAZNAS Sidoarjo meyakini bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk melakukan sedekah jariyah dan zakat. Mengapa demikian? Karena dalam ajaran Islam, kebaikan yang dilakukan kepada sesama manusia bertindak sebagai pemadam api dosa.

Setiap tindakan berbagi memiliki dampak spiritual yang spesifik bagi pelakunya:

  • Zakat berfungsi menyucikan harta benda yang kita miliki agar berkah.
  • Sedekah berperan mendinginkan murka Allah dan menghapus kesalahan, layaknya air yang memadamkan api.
  • Berbagi Takjil memberikan pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tanpa sedikit pun mengurangi pahala mereka.

Transformasi Diri: Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Hampa

Ramadhan adalah anugerah dan titik balik bagi siapa saja yang merasa lelah dengan beban dosa. Namun, penting untuk diingat bahwa ampunan tidak datang kepada mereka yang diam; ampunan harus dijemput dengan ruku yang panjang, istighfar yang tulus, dan tangan yang ringan dalam berbagi.

Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum transformasi diri. Tujuan kita bukan hanya bersih secara spiritual di hadapan Tuhan, tetapi juga menjadi pribadi yang berdampak secara sosial. Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah—seperti melalui BAZNAS Sidoarjo—kita dapat menguatkan saudara-saudara yang membutuhkan agar mereka juga bisa merasakan indahnya Ramadhan. Dengan demikian, kita tidak hanya meraih ampunan-Nya, tetapi juga mewujudkan kemandirian bangsa menuju Ramadhan yang tangguh.

26/02/2026 | Kontributor: Humas
Menembus Lorong Sempit Tanggulangin demi Senyum Seorang Ibu

TANGGULANGIN, SIDOARJO – Pagi yang mendung di Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin, tidak menyurutkan langkah tim pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo untuk menyusuri gang-gang sempit. Pada Kamis (26/02/2026), sebuah misi kemanusiaan dalam bingkai program "Sidoarjo Peduli" dilaksanakan untuk menyapa Ibu AG (inisial), seorang perantau asal Nganjuk yang kini berjuang menyambung hidup di sebuah kamar kos sederhana.

Ibu AG adalah potret pejuang kehidupan. Sebagai orang tua tunggal yang membesarkan seorang anak di tanah rantau, keterbatasan ekonomi kerap kali menjadi tembok besar. Namun, melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS, harapan itu kembali dipupuk. Kehadiran petugas BAZNAS, M. Shofwan dan Syukron In’am, bersama mahasiswa magang UINSA, bukan sekadar memberikan bantuan biaya hidup, melainkan memberikan pengakuan atas martabat mereka yang sedang diuji.

Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Shofwan, menyatakan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk tanggung jawab publik. "Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa tidak ada saudara kita yang merasa sendirian dalam menghadapi kesulitan ekonomi. Program Sidoarjo Peduli dirancang untuk memberikan jaring pengaman sosial yang cepat dan tepat sasaran," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Dalam perspektif Social Return on Investment (SROI), bantuan ini tidak hanya dinilai dari nominal uang yang diserahkan. Dampak sosial yang dihasilkan jauh lebih besar: stabilitas psikologis bagi sang ibu dan keberlangsungan nutrisi bagi anaknya. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, risiko sosial di lingkungan kos dapat ditekan, menciptakan ketahanan keluarga yang lebih kuat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan besar Zakat Menguatkan Indonesia. Menjelang bulan suci, BAZNAS berkomitmen mewujudkan Ramadhan Tangguh bagi seluruh mustahik di Sidoarjo, memastikan mereka dapat menyambut bulan penuh berkah dengan hati yang lebih tenang.

26/02/2026 | Kontributor: sudrab
Membuka Pintu Masa Depan: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Dukungan Pendidikan di SDN Klurak

SIDOARJO – Investasi terbaik bagi sebuah bangsa tidak selalu berupa infrastruktur fisik, melainkan melalui jaminan keberlanjutan pendidikan bagi generasi mudanya. Semangat inilah yang dibawa oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo saat menyambangi SDN Klurak, Kecamatan Candi, pada Rabu (25/2/2026). Melalui kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan biaya pendidikan bagi para siswa yang memiliki cita-cita besar namun terkendala keterbatasan ekonomi keluarga.

Tepat pukul 10.00 WIB, suasana hangat menyelimuti SDN Klurak saat tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Sofwan dan Syukron In’am, tiba di lokasi. Kedatangan mereka bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk memastikan bahwa anak-anak di Desa Klurak tidak ada yang terpaksa menanggalkan seragam sekolahnya karena alasan biaya.

Berdasarkan hasil asesmen mendalam yang dilakukan tim lapangan, terdapat 8 siswa di SDN Klurak yang masuk dalam kriteria penerima manfaat. Mereka berasal dari keluarga prasejahtera yang sedang berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penyaluran bantuan biaya pendidikan ini diharapkan menjadi "napas baru" bagi para orang tua siswa, sehingga fokus anak-anak kembali sepenuhnya pada buku dan prestasi, bukan pada kecemasan akan biaya operasional sekolah.

Dilihat dari perspektif Social Return on Investment (SROI), dukungan yang diberikan BAZNAS Sidoarjo ini memiliki nilai manfaat yang berlipat ganda. Secara jangka pendek, bantuan ini memenuhi kebutuhan mendesak siswa. Namun, secara jangka panjang, zakat yang disalurkan berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang mencegah degradasi kualitas SDM di tingkat lokal. Dengan tetap bersekolah, anak-anak ini memiliki peluang lebih besar untuk memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka di masa depan. Setiap rupiah zakat yang ditunaikan oleh para muzakki bertransformasi menjadi investasi intelektual dan moral yang akan menguatkan struktur sosial masyarakat Sidoarjo.

Sinergi antara sekolah, pemerintah, dan lembaga amil zakat seperti BAZNAS menjadi kunci keberhasilan program ini. Tim BAZNAS menyadari bahwa kehadiran mereka adalah perpanjangan tangan dari kebaikan hati para donatur yang ingin melihat Indonesia lebih kuat melalui tangan-tangan cerdas anak-anak daerah.

"Pendidikan adalah fondasi utama dari kemandirian umat. Kami di BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus hadir di tengah-tengah sekolah seperti SDN Klurak ini untuk memastikan zakat hadir sebagai solusi nyata. Kami ingin anak-anak kita merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam merajut mimpi," ujar Syukron In’am, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, di sela-sela kegiatan.

Penyaluran di SDN Klurak ini menambah deretan aksi nyata BAZNAS Sidoarjo dalam mendistribusikan manfaat zakat secara transparan dan tepat sasaran. Dengan semangat gotong royong, BAZNAS terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menguatkan sesama melalui zakat, karena dari zakatlah kekuatan Indonesia dimulai.


Mari Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui:

  • Saluran Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id/bayarzakat
  • Transfer Rekening Bank (A.N Baznas Sidoarjo):
    • Bank Jatim: 0261011522
    • BCA: 8292799992
    • BSI: 7135558887
    • Bank Jatim Syariah: 6202222069
    • BPR Bank Delta Artha: 10110108490

 

25/02/2026 | Kontributor: sudrab

Berita Terbaru

BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Pendidikan dan Biaya Hidup
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Pendidikan dan Biaya Hidup
Merajut Harapan untuk Masa Depan Anak Bangsa SIDOARJO – BAZNAS Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu melalui program bantuan pendidikan yang disalurkan langsung ke MI Al Hidayah Tambak Cemandi Sedati, Rabu (10/9). Tidak hanya fokus pada pendidikan, lembaga amil zakat ini juga menyalurkan bantuan biaya hidup kepada 11 keluarga dhuafa di Balai Desa Wadungasri dalam rangkaian kegiatan distribusi yang penuh makna. Di ruang kelas MI Al Hidayah yang sederhana namun penuh kehangatan, tujuh siswa dengan mata berbinar menerima bantuan pendidikan dari tim BAZNAS yang dipimpin Ahmad Hamdani. Enam di antaranya adalah anak yatim, sementara satu lagi adalah anak yatim piatu yang kisahnya mencengkeram hati—adik dari Dinda Siama Ramadani, yang ditinggal ayah sejak masih bayi. Kisah adik Dinda menjadi cerminan perjuangan hidup yang tidak mudah. Bersama empat saudaranya yang semua masih bersekolah, mereka kini dirawat oleh paman yang bekerja keras sebagai tukang ojek. Sang paman tidak hanya menanggung beban kehidupan lima keponakannya, tetapi juga harus merawat dua anaknya sendiri dengan penghasilan yang terbatas. "Melihat semangat belajar anak-anak ini di tengah keterbatasan yang mereka hadapi benar-benar mengharukan. Pendidikan adalah investasi terbaik yang bisa kita berikan untuk masa depan mereka," ungkap Ahmad Hamdani, Kabid Distribusi BAZNAS Sidoarjo, saat menyaksikan antusiasme para siswa. Program bantuan pendidikan ini bukan sekadar memberikan dukungan finansial, tetapi juga pesan moral bahwa setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak, terlepas dari kondisi ekonomi keluarga mereka. Kehadiran BAZNAS di sekolah ini memberikan motivasi tambahan bagi para siswa untuk terus berjuang meraih cita-cita mereka. Perjalanan berlanjut ke Balai Desa Wadungasri, di mana 11 keluarga dhuafa menunggu dengan penuh harapan. Setiap wajah yang hadir menceritakan kisah perjuangan yang berbeda—ada yang kehilangan mata pencaharian utama, ada yang berjuang sebagai kepala keluarga tunggal, dan ada pula yang terbebani biaya pengobatan yang tidak ringan. Suasana di balai desa menggambarkan kekeluargaan yang erat di antara warga yang saling memahami kesulitan hidup masing-masing. Mereka datang bukan hanya untuk menerima bantuan, tetapi juga untuk saling berbagi cerita dan menguatkan satu sama lain dalam menghadapi tantangan kehidupan. "Program bantuan biaya hidup ini adalah bentuk solidaritas sosial yang nyata. Kita berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka dan memberikan ruang napas untuk bangkit kembali," lanjut Ahmad Hamdani dengan penuh empati. Data menunjukkan bahwa program distribusi BAZNAS Sidoarjo hari ini telah menyentuh 18 penerima manfaat dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak yatim dan yatim piatu yang membutuhkan dukungan pendidikan, hingga keluarga-keluarga dhuafa yang memerlukan bantuan biaya hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran BAZNAS Sidoarjo dalam mendampingi masyarakat kurang mampu menunjukkan bahwa lembaga zakat tidak hanya berfokus pada aspek distribusi, tetapi juga pada pembangunan karakter dan semangat gotong royong. Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi penerima manfaat untuk bangkit dan mandiri di masa mendatang. "Setiap bantuan yang kita salurkan bukan hanya angka, tetapi harapan dan doa untuk kehidupan yang lebih baik. Semoga program ini dapat membawa berkah bagi semua pihak," tutup Ahmad Hamdani, merefleksikan makna mendalam dari misi kemanusiaan yang diemban BAZNAS Sidoarjo.
BERITA10/09/2025 | sudrab
Bantuan Modal Disabilitas BAZNAS Sidoarjo
Bantuan Modal Disabilitas BAZNAS Sidoarjo
Semangat Tak Terbendung di Balik Keterbatasan Fisik SIDOARJO – Bantuan Modal Disabilitas BAZNAS Sidoarjo menjadi saksi nyata bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menghalangi semangat berkarya dan berwirausaha. Rabu (10/9), tim distribusi BAZNAS Kabupaten Sidoarjo yang dipimpin Ahmad Hamdani melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah penyandang disabilitas yang telah membuktikan kemandirian ekonomi melalui usaha mikro mereka. Kunjungan pertama membawa tim ke rumah Bu Indarti di Base Camp Disabilitas Ngingas Waru. Wanita berusia 52 tahun ini bersama suaminya, Pak Abdulloh (53 tahun), telah membangun ekosistem usaha keluarga yang menginspirasi. Bu Indarti dengan tekun membuat kerajinan tangan setiap hari, sementara Pak Abdulloh mengolah keripik talas yang renyah dan berkualitas. Kedua pasangan disabilitas ini tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga berhasil membesarkan dua anak dengan penuh kasih sayang. "Meski memiliki keterbatasan fisik, semangat mereka untuk berkarya dan mandiri sangat luar biasa. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua," ungkap Ahmad Hamdani, Kabid Distribusi BAZNAS Sidoarjo, saat menyaksikan langsung dedikasi Bu Indarti dan suaminya. Perjalanan berlanjut ke rumah Bu Ni'matus Zuhriah di Desa Ngingas Waru, yang menyimpan kisah perjuangan tak kalah mengharukan. Meski mengalami pengapuran kaki selama lebih dari setahun sehingga harus berpegangan tembok saat berjalan, Bu Ni'matus tetap gigih menjalankan usaha kopi dan es setiap hari. Lebih dari itu, ia juga mengembangkan kerajinan hias hantaran pernikahan yang indah dan detail, sambil merawat adiknya yang lumpuh total dengan penuh ketulusan. Kunjungan terakhir di Desa Pepe Sedati menampilkan sosok Mbak Suci yang telah menciptakan model bisnis keluarga yang solid. Bersama ibunya yang janda dan tiga saudaranya—dua di antaranya juga penyandang disabilitas—mereka membangun jaringan usaha yang memanfaatkan platform digital dan penjualan langsung. Mereka tidak hanya menjual hasil karya sendiri, tetapi juga mengembangkan usaha kulakan yang dipasarkan melalui media sosial. Program bantuan modal UMKM disabilitas ini merupakan wujud konkret komitmen BAZNAS Sidoarjo dalam memberdayakan ekonomi penyandang disabilitas. Bantuan yang diberikan bukan sekadar transfer finansial, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap semangat kewirausahaan yang telah mereka tunjukkan. "Hari ini saya melihat langsung bagaimana mereka mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Mereka tidak hanya bertahan hidup, tetapi berkembang dan memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitar," tambah Ahmad Hamdani dengan penuh kekaguman. Data menunjukkan bahwa ketiga wirausaha disabilitas yang dikunjungi telah membuktikan konsistensi dan dedikasi dalam menjalankan usaha mereka. Bu Indarti dan Pak Abdulloh dengan usaha kerajinan dan keripik talas, Bu Ni'matus dengan kopi dan kerajinan hantaran, serta Mbak Suci dengan model bisnis keluarga yang terintegrasi—semuanya menunjukkan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk mencapai kemandirian ekonomi. Kehadiran BAZNAS Sidoarjo dalam mendampingi dan memberikan bantuan modal ini diharapkan dapat semakin memperkuat fondasi usaha mereka, sekaligus menjadi teladan bagi penyandang disabilitas lainnya bahwa dengan ketekunan dan dukungan yang tepat, setiap mimpi dapat diwujudkan tanpa batas.
BERITA10/09/2025 | sudrab
Survey RTLH Intensif BAZNAS Sidoarjo Temukan Tiga Keluarga Dalam Kondisi Sangat Membutuhkan
Survey RTLH Intensif BAZNAS Sidoarjo Temukan Tiga Keluarga Dalam Kondisi Sangat Membutuhkan
SIDOARJO - Tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melakukan intensifikasi program survey Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada bulan September 2025 dengan mendatangi tiga lokasi berbeda yang menunjukkan kondisi kemiskinan ekstrem. Survey yang dilakukan Selasa (9/9/2025) ini melibatkan Achmad Richie bersama Tenaga ahli Teknis dan perangkat desa setempat. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah Bapak Mustofa di Desa Kludan, Tanggulangin. Kondisi yang ditemukan sangat memprihatinkan. Bapak Mustofa yang berprofesi sebagai pengamen jalanan harus bertahan hidup bersama istrinya di rumah dengan dinding rendah dan atap yang sudah lapuk. Setiap hari, lelaki paruh baya ini menggendong gitar mengelilingi kota demi mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari. "Kondisi rumah Bapak Mustofa sangat memprihatinkan. Dinding yang rendah dan atap yang lapuk membuat rumah ini tidak layak untuk dihuni, apalagi untuk jangka panjang. Kami akan segera memproses bantuan renovasi untuk keluarga ini," jelas Achmad Richie, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo. Kunjungan kedua membawa tim ke Desa Lambangan, Wonoayu, untuk bertemu Ibu Erna yang tinggal bersama suami dan tiga anak kecilnya. Kondisi rumah Ibu Erna bahkan lebih parah dari yang dibayangkan. Sebagian besar dinding masih menggunakan triplek dan plastik sebagai penutup. Yang lebih mengkhawatirkan, keluarga ini sama sekali tidak memiliki jamban dan kamar mandi yang layak. Fasilitas mandi yang ada hanya berupa sekat dari bahan seadanya tanpa standar kesehatan yang memadai. Suami Ibu Erna bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu, sementara Ibu Erna harus mengurus tiga anak yang masih membutuhkan perhatian penuh. Anak pertama duddi kelas 7 SMP, anak kedua kelas 2 SD, dan anak bungsu berusia dua tahun. "Kami sudah lima tahun tinggal di sini, tapi belum mampu merenovasi karena biayanya sangat besar sementara penghasilan suami tidak menentu," ungkap Ibu Erna dengan mata berkaca-kaca saat menceritakan kondisi keluarganya kepada tim BAZNAS. Survey terakhir dilakukan di Desa Kepuh Kemiri, Tulangan, mengunjungi rumah Bapak Mulyono yang berusia 45 tahun. Sebagai buruh pabrik roti dengan sistem kerja tidak tetap, Bapak Mulyono menghadapi tantangan ekonomi yang berat. Kondisi rumahnya rusak parah, terutama pada bagian atap yang berlubang besar. "Pekerjaan di pabrik roti sangat bergantung pada pesanan, jadi penghasilan saya tidak stabil. Atap rumah sudah jebol dan kalau hujan, air masuk ke dalam rumah," keluh Bapak Mulyono sambil menunjukkan lubang-lubang besar di atapnya. Meski sempat mendapat bantuan warga sekitar untuk mengganti beberapa lembar asbes, kerusakan struktural yang tersisa masih sangat luas dan memerlukan renovasi menyeluruh. Kondisi ini membuat Bapak Mulyono dan anak yang sudah menikah yang tinggal bersamanya merasa tidak nyaman dan terancam keselamatannya. Achmad Richie menegaskan bahwa ketiga keluarga ini akan menjadi prioritas utama program RTLH BAZNAS Sidoarjo pada periode mendatang. "Kami berkomitmen untuk membantu mereka mendapatkan rumah yang layak huni dengan fasilitas yang memadai, termasuk toilet dan kamar mandi yang sesuai standar kesehatan," tegas Achmad Richie. Survey September ini menjadi bagian dari upaya sistematis BAZNAS Sidoarjo dalam memetakan kebutuhan masyarakat kurang mampu secara komprehensif dan tepat sasaran.
BERITA10/09/2025 | sudrab
Transformasi Nyata: Rumah Bapak Kamli Berubah Total Berkat Program RTLH BAZNAS Sidoarjo
Transformasi Nyata: Rumah Bapak Kamli Berubah Total Berkat Program RTLH BAZNAS Sidoarjo
SIDOARJO - Senyum bahagia terpancar di wajah Bapak Kamli saat menyambut tim monitoring BAZNAS Kabupaten Sidoarjo yang datang meninjau progres renovasi rumahnya di Desa Kalidawir, Tanggulangin, Selasa (9/9/2025). Rumah yang dulunya dalam kondisi memprihatinkan kini telah berubah total menjadi hunian yang layak dan bermartabat. Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dijalankan BAZNAS Sidoarjo pada bulan Agustus 2025 berhasil memberikan dampak transformatif bagi kehidupan keluarga Bapak Kamli. Renovasi komprehensif yang dilakukan tidak hanya memperbaiki struktur bangunan, tetapi juga menambahkan fasilitas vital yang selama ini tidak dimiliki keluarga tersebut. "Alhamdulillah, rumah Bapak Kamli sudah selesai direnovasi dengan hasil yang sangat memuaskan. Dinding sudah diplester dan dicat hijau cerah, lantai sudah terpasang keramik baru, dan yang paling penting adalah pembangunan kamar mandi serta toilet," ungkap Achmad Richie, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo saat melakukan monitoring lapangan. Perubahan paling signifikan terlihat pada penambahan fasilitas sanitasi yang sebelumnya tidak ada. Bapak Kamli dan keluarganya yang dahulu harus menumpang ke rumah tetangga untuk keperluan buang air, kini dapat menikmati fasilitas toilet pribadi yang bersih dan layak. Kondisi rumah pasca renovasi menunjukkan standar kualitas yang tinggi. Dinding yang sebelumnya reot dan berlubang kini tampak kokoh dengan cat hijau yang menyegarkan mata. Lantai keramik putih bersih menggantikan lantai tanah yang becek saat hujan. Teras rumah juga telah diperbaiki dengan plester yang rata dan rapi. "Transformasi ini bukan hanya perubahan fisik bangunan, tetapi juga peningkatan kualitas hidup dan martabat kemanusiaan bagi keluarga Bapak Kamli," tambah Achmad Richie dengan penuh empati. Program RTLH BAZNAS Sidoarjo merupakan wujud nyata implementasi dana zakat, infaq, dan sedekah yang telah diamanahkan masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga memastikan setiap penerima bantuan mendapatkan rumah yang benar-benar layak huni dengan standar kesehatan dan keamanan yang memadai. Kehadiran bendera Merah Putih yang berkibar di depan rumah menambah kesan sakral dan membanggakan bagi keluarga Bapak Kamli. Rumah hijau cerah dengan tiang-tiang kokoh dan atap yang tidak bocor kini menjadi tempat berlindung yang aman bagi seluruh anggota keluarga. Monitoring yang dilakukan tim BAZNAS juga melibatkan pihak Tenaga Ahli Teknis untuk memastikan kualitas hasil renovasi sesuai standar yang telah ditetapkan. Setiap detail dikontrol dengan ketat, mulai dari kualitas cat, kerataan plester dinding, hingga fungsi instalasi sanitasi. Program RTLH bulan Agustus ini menjadi bukti komitmen BAZNAS Sidoarjo dalam mengentaskan kemiskinan struktural melalui perbaikan kondisi hunian masyarakat kurang mampu. Dengan rumah yang layak, diharapkan produktivitas dan kesehatan keluarga penerima bantuan dapat meningkat signifikan.
BERITA10/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Tebar Kasih, dari Ranjang Sakit hingga Bangku Sekolah
BAZNAS Sidoarjo Tebar Kasih, dari Ranjang Sakit hingga Bangku Sekolah
SIDOARJO – Di sebuah pagi Selasa (9/9/2025) yang penuh berkah, tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melakukan perjalanan yang menyentuh relung kemanusiaan terdalam. Dua program unggulan, bantuan kesehatan dan pendidikan, disalurkan dengan penuh kehangatan, membawa secercah harapan bagi warga yang sedang berjuang. Perjalanan dimulai menuju keluarga Ibu Afiyah Rofiah di Siwalan Panji. Di tengah perjuangannya melawan penyakit komplikasi, kehadiran tim yang dipimpin M. Sofwan ini diterima dengan air mata haru oleh sang Bude. Meski sang ibu sedang tidak di rumah, bantuan yang diberikan merupakan sebuah suntikan semangat bagi keluarga untuk terus bertahan. Namun, suasana haru semakin terasa saat tim tiba di Damarsi Surya Residence, Buduran. M. Rafizah Pratama, pejuang kecil penderita kanker ganas retina (malignant neoplasma of retina), justru sedang menjalani kontrol rutin di RS Dr. Soetomo Surabaya. Kehadiran Pak RT dan Sekdes yang menerima bantuan dengan mata berkaca-kaca menggambarkan betapa berat perjuangan keluarga ini. Di sini, bantuan BAZNAS bukan sekadar materi, tapi pengakuan bahwa perjuangan mereka tidak sendirian. Perjalanan berlanjut ke MI Nurus Syafi'i Wedi, Gedangan, dengan nuansa yang berbeda. Atmosfer spiritual pasca-peringatan Maulid Nabi masih terasa hangat. Meski siswa telah pulang, Kepala Sekolah dan staf menyambut dengan penuh syukur. Enam siswa-siswi terpilih, yang identitasnya dijaga dengan penuh hormat, mendapatkan bantuan biaya pendidikan. Bantuan ini adalah investasi nyata untuk masa depan mereka, melepaskan beban orang tua yang gigih berusaha membiayai sekolah anak-anaknya. Hari itu, BAZNAS Sidoarjo tidak hanya menyalurkan bantuan. Mereka menebar empati, membangun optimisme, dan merajut solidaritas. Dua penerima bantuan kesehatan dan enam penerima bantuan pendidikan adalah bukti nyata bahwa filantropi Islam hadir tepat di tengah denyut nadi masyarakat yang membutuhkan. Setiap rupiah yang disalurkan adalah representasi dari kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS, yang ditunaikan dengan penuh amanah dan ketulusan. Inilah wajah Zakat yang sesungguhnya: manusiawi, tepat sasaran, dan penuh makna.
BERITA09/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Sidoarjo Cerdas Melalui Program Bantuan Biaya Pendidikan
BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Sidoarjo Cerdas Melalui Program Bantuan Biaya Pendidikan
SIDOARJO - Aksi nyata BAZNAS Kabupaten Sidoarjo dalam mewujudkan visi "Sidoarjo Cerdas" kembali terbukti melalui program distribusi bantuan biaya pendidikan yang menyentuh langsung ke sekolah-sekolah di Kecamatan Wonoayu. Program filantropi yang dijalankan pada 9 September 2025 ini berhasil menjangkau puluhan siswa dari keluarga kurang mampu di lima institusi pendidikan berbeda. Tim BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin M. Ilhamuddin selaku Wakil Ketua IV, didampingi Abdul Ghoni sebagai Staf Pelaksana, melakukan kunjungan langsung ke SDN Wonokasian, SDN Pilang, SDN Sawocangkring, MI Bahrul Ulum Becirongengor, dan SDN Plaosan. Pendekatan door-to-door ini menunjukkan komitmen serius lembaga amil zakat nasional dalam memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. "Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga melakukan assessment mendalam untuk memahami kondisi riil setiap siswa," ungkap seorang guru yang menyaksikan langsung kedatangan tim BAZNAS. Proses penilaian kebutuhan ini dilakukan dengan teliti, melibatkan kepala sekolah dan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi keluarga setiap calon penerima bantuan. Sosok Dede Putra Ardianto dari MI Bahrul Ulum Becirongengor menjadi salah satu cerita yang menyentuh. Siswa kelas lima ini menghadapi beban tunggakan administrasi sekolah yang cukup berat untuk ukuran keluarga sederhana. Namun, semangat belajarnya tidak pernah surut meski dibayangi kekhawatiran akan masa depan pendidikannya. Program ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga memberikan efek domino positif bagi ekosistem pendidikan di Kecamatan Wonoayu. Para kepala sekolah menyambut antusias inisiatif BAZNAS yang langsung turun ke lapangan, tidak sekadar menunggu pengajuan bantuan datang ke kantor. Total 41 siswa dari lima sekolah berbeda telah teridentifikasi sebagai penerima manfaat program bantuan biaya pendidikan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi harapan nyata bagi anak-anak yang berjuang meraih cita-cita meski dalam keterbatasan. "Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan berkualitas, tidak peduli dari latar belakang keluarga seperti apa," tegas salah satu wali murid yang menyaksikan proses distribusi bantuan. Pernyataan ini mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang masih mengakar kuat di masyarakat Sidoarjo. Kehadiran BAZNAS di sekolah-sekolah juga memberikan motivasi tambahan bagi siswa untuk terus berprestasi. Tidak jarang terlihat senyuman lebar di wajah anak-anak ketika mengetahui bahwa masyarakat peduli terhadap masa depan pendidikan mereka. Program bantuan biaya pendidikan ini menjadi bukti konkret bagaimana lembaga filantropi dapat berperan strategis dalam mencerdaskan bangsa. Melalui pendekatan yang humanis dan tepat sasaran, BAZNAS Sidoarjo terus berkontribusi mewujudkan generasi Sidoarjo yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Dengan konsistensi program seperti ini, visi "Sidoarjo Cerdas" bukan lagi sekadar slogan, tetapi realitas yang sedang dibangun bersama melalui kepedulian dan aksi nyata seluruh elemen masyarakat.
BERITA09/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Gerak Cepat, Rencanakan Rehab Rumah Warga Miskin di September
BAZNAS Sidoarjo Gerak Cepat, Rencanakan Rehab Rumah Warga Miskin di September
SIDOARJO – Di balik langit cerah Sidoarjo, tersembunyi kepiluan yang tertampung dalam dinding-dinding kayu lapuk dan atap-atap yang bolong. Laporan hasil survei tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo pada Senin (8/9/2025) mengungkap realitas pahit yang dihadapi puluhan keluarga: hidup dalam Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang nyaris roboh. Berdasarkan pantauan langsung di sejumlah desa, tim menemukan kondisi yang memprihatinkan. Seperti yang dialami Ibu Aiful Jariyah, seorang janda dan buruh rumah tangga di Desa Tropodo, Waru. Rumahnya dipenuhi kebocoran, tanpa kamar mandi, dan kerap kebanjiran. “Kalau hujan, kami hanya bisa menadah ember,” ujarnya lirih, menggambarkan betapa air hujan menjadi musuh yang tak terelakkan di bawah atapnya sendiri. Kisah serupa ditemui di lokasi lain. Seorang satpam, Bapak Aseri, terpaksa menghuni rumah tanpa dinding bersama keluarganya. Hanya tiang penyangga dan atap yang berlubang yang melindungi mereka dari terik dan hujan. “Cukup untuk makan, Pak. Tidak lebih,” katanya, mengisyaratkan ketiadaan biaya untuk perbaikan. Menanggapi temuan yang menyentuh hati ini, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo segera mengambil tindakan. Lembaga zakat tersebut secara resmi mengumumkan rencana percepatan program rehabilitasi dan pembangunan RTLH yang akan segera dimulai pada bulan September 2025 ini. “Laporan dari lapangan ini adalah sebuah panggilan tugas bagi kami. Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi tentang nyawa, harga diri, dan masa depan anak-anak yang tinggal di dalamnya. Kami tidak akan tinggal diam. Bulan September ini, insya Allah, menjadi titik balik bagi keluarga-keluarga tersebut,” tegas Achmad Richie Staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, dengan nada emphatic penuh tekad. Program rehabilitasi ini akan difokuskan pada perbaikan fundamental, seperti penggantian atap yang bocor, pembangunan dinding, perbaikan lantai, serta penyediaan fasilitas sanitasi dasar seperti kamar mandi dan jamban yang layak. Prioritas penerima manfaat akan diberikan berdasarkan tingkat urgensi dan kerentanan, seperti yang ditemui pada keluarga lansia, janda, dan keluarga dengan balita. “Satu atap yang kita perbaiki hari ini bukan hanya tentang menahan hujan, tetapi tentang memulihkan harapan, melindungi martabat, dan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang sehat. Ini adalah investasi kita untuk kemanusiaan,” tambahnya. BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat, para dermawan, dan pelaku usaha untuk bersinergi dalam program kemanusiaan yang mendesak ini. Setiap donasi yang diberikan akan langsung ditransformasikan menjadi pondasi, dinding, dan atap yang kokoh untuk mewujudkan mimpi keluarga kurang mampu memiliki tempat tinggal yang layak. Momen September 2025 diharapkan tidak hanya menjadi catatan di kalender, tetapi menjadi tonggak sejarah bagi dimulainya kehidupan baru bagi para mustahik penerima manfaat. Membangun rumah, memulihkan harapan.
BERITA09/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Tiga Bantuan Strategis dalam Satu Hari: Dari Pesantren hingga Pelaku UMKM Disabilitas
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Tiga Bantuan Strategis dalam Satu Hari: Dari Pesantren hingga Pelaku UMKM Disabilitas
SIDOARJO- Dalam satu hari penuh makna, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menorehkan jejak emas kemanusiaan dengan menyalurkan tiga bantuan strategis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat: pembangunan pondok pesantren, penguatan UMKM mikro, dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Tidak hanya angka yang disalurkan — tapi harapan, semangat, dan masa depan yang dibangun ulang, Senin (8/9) Dimulai pukul 11.40 WIB, tim lapangan BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin M Haffidz dan Rita Defani tiba di Pondok Pesantren Darul Hikmah, Desa Sidodadi, Kecamatan Taman. Di tengah suara adzan dzuhur yang berkumandang, bantuan biaya pembangunan diserahkan secara simbolis kepada pengasuh pesantren. “Ini bukan sekadar dana, tapi investasi akhirat untuk generasi Qurani,” ujar sang pengasuh dengan mata berkaca-kaca. Bangunan asrama santri yang sedang dibangun akan menjadi rumah ilmu bagi ratusan anak yang haus akan pendidikan agama dan akhlak mulia. Tak berselang lama, pukul 12.15 WIB, rombongan bergerak ke Desa Pertapan Maduretno. Di rumah sederhana Bapak Eddy Kurniawan, bantuan modal UMKM diserahkan. Pria yang selama ini menghidupi keluarga dengan berjualan kerupuk rumahan itu kini bisa memperluas jangkauan pasarnya. “Dulu saya hanya bisa titip ke 5 warung. Sekarang, dengan tambahan modal, saya targetkan 20 warung dalam 3 bulan,” katanya penuh semangat. BAZNAS tidak hanya memberi uang — tapi juga pendampingan dan akses pemasaran digital melalui platform “WarungKu Sidoarjo”. Perjalanan Akhir, pukul 12.20 WIB, saat tim tiba di rumah Ibu Enny, tempat tinggal Ibu Musrifah — seorang penyandang disabilitas yang gigih menjalankan usaha laundry dan jahit baju. Di tengah keterbatasan fisik, beliau membuktikan bahwa semangat tak mengenal rintangan. Dengan kursi roda dan mesin jahit manual, ia melayani puluhan pelanggan setia. Saat menerima bantuan, air matanya tumpah — bukan karena sedih, tapi karena merasa “dilihat” dan “dipercaya”. “Saya tidak minta dikasihani. Saya hanya minta diberi kesempatan. Dan hari ini, BAZNAS memberi saya itu,” ujarnya lirih namun penuh kekuatan. Ketiga kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah manifestasi nyata dari filosofi BAZNAS Sidoarjo: filantropi yang hadir, bukan hanya memberi. Setiap rupiah yang disalurkan adalah jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan di sudut-sudut desa, di ruang jahit yang sunyi, di warung-warung kecil, dan di pondok pesantren yang penuh cita-cita. “Kami percaya, keadilan sosial dimulai dari kehadiran. Dan hari ini, kami hadir — bukan sebagai pemberi, tapi sebagai sahabat perjuangan,” kata M Haffidz, Koordinator Lapangan BAZNAS Sidoarjo. Rencana tindak lanjut pun sudah disusun matang, Semua demi satu tujuan: memastikan bahwa bantuan hari ini menjadi fondasi kemajuan esok hari. BAZNAS Sidoarjo membuktikan: filantropi bukan soal siapa yang paling banyak memberi, tapi siapa yang paling tulus menyentuh hati. Dan Senin, 8 September 2025, adalah bukti nyata bahwa kebaikan, ketika dikelola dengan hati, mampu mengubah takdir.
BERITA09/09/2025 | sudrab
Pelita Harapan di Rusunawa: BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Komitmen Keadilan Restoratif Melalui Bantuan Permakanan Bulan Ke-2
Pelita Harapan di Rusunawa: BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Komitmen Keadilan Restoratif Melalui Bantuan Permakanan Bulan Ke-2
SIDOARJO – Senyum tipis terpancar dari wajah Wahyu Ardiansyah ketika menerima kunjungan tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo di hunian barunya di Rusunawa Bulusidokare, Senin (8/9/2025). Kali ini, bukan sekadar bantuan biasa yang datang mengetuk pintu, melainkan wujud nyata komitmen keadilan restoratif yang terus bergulir memasuki bulan kedua. Dalam suasana hangat di ruang sederhana rusunawa, tim dari BAZNAS Kabupaten Sidoarjo bersama rekan melaksanakan distribusi bantuan permakanan bulan ke-2 untuk keluarga Ardiansyah, bagian integral dari program Restorative Justice Kejaksaan Negeri Sidoarjo yang telah menyentuh hati publik. "Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami dalam menghadapi kehidupan yang baru," ungkap Wahyu Febri Ardiansyah. Dan Wahyu yang kini tengah menjalani masa transisi pasca penerapan keadilan restoratif, setiap dukungan yang datang menjadi harapan baru bagi keluarga kecil ini. Program bantuan permakanan selama 6 bulan ini merupakan manifestasi sempurna dari filosofi keadilan restoratif yang tidak berhenti pada pengampunan semata, namun berlanjut pada pemulihan holistik. Bersama Kepala DLHK (Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan) yang turut mendampingi proses distribusi, bersama penyedia permakanan Ali Mas'ud dari warga sekitar, memastikan kualitas dan keberlanjutan bantuan yang diberikan. Kehadiran Kepala Dinas DLHK Kabupaten Sidoarjo dan perwakilan Kejaksaan Negeri Sidoarjo dalam kegiatan ini menegaskan sinergi antar-institusi dalam mewujudkan keadilan yang menyentuh aspek kemanusiaan. "Ini bukan sekadar bantuan material, tetapi investasi pemulihan sosial jangka panjang," tegas salah satu perwakilan kejaksaan yang hadir. Bagi Wahyu, mantan karyawan toko stiker di Desa Wage yang terpaksa menjual motor majikan untuk biaya pengobatan ibu dan melunasi kos, bantuan ini menjadi angin segar di tengah beban sebagai anak sulung yang menanggung hidup ibu sakit dan dua adik berkebutuhan khusus. Pemuda yang kini tengah menjalani masa transisi pasca penerapan keadilan restoratif ini tampak lebih tenang menghadapi tantangan hidup. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak memberikan ruang baginya untuk membangun kembali kehidupan keluarga yang sempat terpuruk akibat dilema ekonomi yang memaksanya mengambil keputusan berat. BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, melalui dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, telah membuktikan bahwa filantropi berbasis keadilan dapat menjadi solusi transformatif. Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi pada Juli lalu, kini memasuki tahap implementasi kedua dengan komitmen penuh. Program ini diharapkan menjadi model percontohan nasional bagaimana keadilan restoratif dapat diperkuat melalui pendekatan filantropi yang terstruktur dan berkelanjutan, memberikan makna mendalam pada proses pemulihan korban dan pelaku dalam kasus hukum. Dengan tersisa empat bulan lagi, harapan besar tertumpu pada keberhasilan program ini dalam membangun fondasi kehidupan yang lebih stabil bagi keluarga Ardiansyah, sekaligus memperkuat praktik keadilan restoratif di Indonesia.
BERITA09/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Hunian Layak untuk Keluarga Prasejahtera di Gedangan
BAZNAS Sidoarjo Wujudkan Hunian Layak untuk Keluarga Prasejahtera di Gedangan
SIDOARJO - Di balik dinding hijau rumah sederhana yang berdiri di Desa Gedangan, tersimpan kisah perjuangan hidup yang tak kenal lelah. Bapak Supriyono (62) bersama keluarganya telah bertahun-tahun bertahan dalam kondisi rumah yang jauh dari kata layak huni. Kini, harapan baru mulai bersinar seiring dengan kedatangan tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo yang melakukan survey program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada Senin (8/9/2025). Tim yang dipimpin oleh Achmad Richi selaku staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, didampingi Ahmad Nasirin sebagai tenaga teknis, serta perangkat desa setempat, melakukan assessment mendalam terhadap kondisi hunian keluarga Supriyono. Hasil survey menunjukkan kondisi yang memprihatinkan: lantai rumah masih berupa ubin yang retak, atap yang sangat rendah hingga penghuni harus membungkuk saat berjalan, dan yang paling mengkhawatirkan adalah rumah ini selalu terendam banjir setiap kali hujan turun. "Kondisi rumah Bapak Supriyono ini sangat memerlukan perhatian serius. Bayangkan, setiap hujan datang, keluarga ini harus berjuang melawan genangan air yang menggenangi rumah mereka," ungkap Achmad Richi saat melakukan wawancara dengan keluarga penerima bantuan. "Ini bukan hanya masalah fisik bangunan, tetapi juga menyangkut martabat dan kesehatan keluarga yang tinggal di dalamnya." Kehidupan ekonomi keluarga Supriyono mencerminkan kondisi banyak keluarga prasejahtera di Indonesia. Tanpa penghasilan tetap, Bapak Supriyono mengandalkan pekerjaan serabutan yang sangat tidak menentu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga ini bergantung pada bantuan keponakan yang dengan tulus berbagi rejeki. Di usia yang sudah tidak muda lagi, perjuangan mencari nafkah menjadi tantangan yang semakin berat. Program RTLH BAZNAS Sidoarjo hadir sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Melalui dana zakat, infaq, dan shadaqah yang telah diamanahkan masyarakat, BAZNAS berkomitmen menghadirkan perubahan nyata bagi keluarga-keluarga seperti Supriyono. Survey yang dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. "Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi membangun harapan dan mengembalikan martabat keluarga penerima bantuan," tegas Achmad Richi. "Setiap rumah yang kami renovasi atau bangun adalah investasi kemanusiaan yang akan berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat." Tim BAZNAS juga melibatkan perangkat desa dalam proses assessment untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas program. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program RTLH yang telah memberikan dampak positif bagi puluhan keluarga di Kabupaten Sidoarjo. Melalui program ini, BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa zakat bukan hanya sekedar kewajiban ritual, melainkan instrumen pemberdayaan masyarakat yang sangat efektif. Rumah yang layak huni menjadi fondasi bagi keluarga untuk membangun masa depan yang lebih baik, terutama bagi anak-anak yang berhak mendapatkan lingkungan tumbuh kembang yang sehat dan bermartabat. Kehadiran BAZNAS di rumah Bapak Supriyono hari ini menandai dimulainya transformasi besar. Dari rumah yang selalu kebanjiran saat hujan, akan berubah menjadi hunian yang aman, nyaman, dan bermartabat – sebuah bukti nyata bahwa tidak ada yang terlupakan dalam misi kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo.
BERITA08/09/2025 | sudrab
Rehab RTLH BAZNAS: Kontribusi Nyata ZIS ASN Sidoarjo
Rehab RTLH BAZNAS: Kontribusi Nyata ZIS ASN Sidoarjo
SIDOARJO - Upaya sistematis untuk menghadirkan hunian yang bermartabat bagi masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Melalui sinergi strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo, program rehabilitasi rumah tak layak huni (RTLH) berhasil mewujudkan mimpi keluarga prasejahtera untuk memiliki tempat tinggal yang layak. Kamis (4/9/2025), Bupati Sidoarjo Subandi secara langsung menyerahkan kunci dua unit rumah hasil rehabilitasi kepada warga Kelurahan Sidokumpul, yang didampingi Ketua BAZNAS Sidoarjo M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk). Transformasi kehidupan Munjiati dan Madekan, dua kepala keluarga dari RT 18 RW 03 Kelurahan Sidokumpul, menjadi bukti konkret bahwa program filantropi berbasis zakat dapat menghadirkan perubahan signifikan. Rumah yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan dengan atap bocor dan struktur rapuh, kini telah berubah menjadi hunian yang kokoh dan nyaman. Program ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan keadilan sosial melalui pemberdayaan dana zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) para Aparatur Sipil Negara. "Kami berusaha keras agar setiap warga yang tidak mampu dapat memiliki hunian yang layak dan nyaman," tegas Bupati Subandi saat meninjau langsung hasil rehabilitasi. "Semua warga yang tidak mampu dan tidak memiliki biaya untuk memperbaiki rumahnya akan kami bantu dengan kerjasama BAZNAS, termasuk program kesehatan. Kalau tidak punya BPJS Kesehatan kita kasih gratis. Ini adalah hak mereka sebagai warga Sidoarjo." Pendekatan holistik dalam program rehabilitasi ini mencakup perbaikan komponen vital rumah seperti atap, dinding, lantai, dan fasilitas sanitasi. Bupati Subandi menegaskan prioritas penanganan berdasarkan tingkat urgensi kebutuhan. "Kami ingin memastikan pembangunan yang paling urgent bisa diselesaikan lebih dahulu. Harapannya, warga dapat menempati dengan lebih nyaman dan aman," ungkapnya sambil mengamati kualitas bangunan yang telah diperbaiki. Antusiasme dan rasa syukur terpancar dari wajah para penerima manfaat. Munjiati, salah satu beneficiary program, mengungkapkan kebahagiaannya dengan penuh haru. "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Dengan adanya perbaikan ini, rumah saya sekarang lebih layak untuk ditinggali. Terima kasih, Pak Bupati Subandi," ucapnya sambil menerima bantuan sembako tambahan dari pemerintah daerah dan BAZNAS. Bupati Subandi juga mengapresiasi kontribusi ZIS dari ASN Sidoarjo yang menjadi tulang punggung program rehabilitasi ini. Menurutnya, kontribusi ZIS dari ASN Sidoarjo patut diapresiasi karena telah memberikan manfaat luar biasa. “Zakatnya (ZIS) Pegawai (ASN) Kalau di dayagunakan secara optimal, manfaatnya luar biasa,” cetus H. Subandi, S.H, M.Kn. Kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan BAZNAS dalam program RTLH ini menjadi model terbaik implementasi filantropi modern yang berbasis pada prinsip keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dengan target rehabilitasi 240 unit rumah per tahun, program ini diproyeksikan akan menghadirkan perubahan signifikan bagi ribuan jiwa yang selama ini hidup dalam kondisi hunian tidak layak. Kehadiran program ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi dapat menciptakan ekosistem pembangunan sosial yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
BERITA04/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarja Hadirkan Senyum dan Harapan bagi Para Pejuang Kehidupan di Wage
BAZNAS Sidoarja Hadirkan Senyum dan Harapan bagi Para Pejuang Kehidupan di Wage
SIDOARJO– Di balik tembok-tembok rumah sederhana di Dusun Wage, Kecamatan Taman, tersimpan cerita-cerita ketabahan yang menggetarkan hati. Rabu pagi (03/09/2025), tim dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo melakukan perjalanan singkat yang sarat makna, mendatangi dua ibu yang menjadi simbol kekuatan dalam menghadapi ujian hidup. Kedatangan mereka bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk mengulurkan tangan dan menghangatkan hati. Pukul 10.40 WIB, tim yang terdiri dari M. Hafidz, Rita Defani, A. Hamdani, dan didampingi Kasun setempat, Pak Wendy, tiba di kediaman Ibu Mustiah (69 tahun). Suasana haru langsung menyelimuti ruang tamu yang sederhana. Di usianya yang senja, Ibu Mustiah adalah epitome seorang pejuang. Setiap hari, dengan kesabaran yang tak terbatas, ia merawat putra tercintanya yang mengalami disabilitas permanen akibat sebuah kecelakaan pada 2008. “Semua ini adalah ujian, kami hanya bisa bersabar dan berusaha,” ujarnya dengan suara lirih, sementara sang putra duduk tegar di kursi rodanya. Bantuan Biaya Hidup yang diserahkan pada saat itu adalah sebuah pengakuan atas perjuangan tanpa henti yang mereka jalani. Hanya berselang 15 menit, tepat pukul 10.55 WIB, tim bergerak ke lokasi kedua, rumah Ibu Tulis Kartika. Di sini, semangat yang sama terpancar jelas. Bantuan yang diterima bukan dilihat sebagai sekadar nominal materi, melainkan sebagai simbol bahwa masyarakat tidak melupakan mereka. “Ini bukti nyata bahwa kepedulian sesama itu nyata. Terima kasih tidak terhingga untuk para donatur yang telah berbagi,” tutur Ibu Tulis Kartika, raut wajahnya berbinar penuh syukur. Rita Defani, salah satu Staf Pelaksana BAZNAS yang terlibat, menyatakan bahwa kunjungan seperti ini adalah jantung dari semua kerja-kerja filantropi. “Kami tidak hanya menyalurkan, tetapi juga langsung menyentuh, mendengar, dan merasakan getar kehidupan mustahik. Ini yang menguatkan komitmen kami untuk terus memberikan yang terbaik,” katanya dengan penuh keyakinan. Kegiatan distribusi pada Rabu pagi itu mungkin hanya berlangsung singkat, namun dampaknya abadi. Setiap paket bantuan yang diserahkan adalah pengejawantahan dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikumpulkan dari masyarakat. BAZNAS Sidoarjo, melalui aksi-aksi nyata seperti ini, terus membuktikan komitmennya untuk menjadi jembatan yang menghubungkan antara mereka yang mampu dengan mereka yang berjuang, menebar bukan hanya bantuan, tetapi juga harapan dan senyum ketulusan.
BERITA03/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo: Kursi Roda untuk Putri Kecil dan Bantuan Medis Menyentuh Hati
BAZNAS Sidoarjo: Kursi Roda untuk Putri Kecil dan Bantuan Medis Menyentuh Hati
SIDOARJO - Senyum kecil Putri Febbyan Nitawan (9) merekah ketika sebuah kursi roda baru tiba di rumahnya yang sederhana di Kalitengah Utara RT 4 RW 1, Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. Gadis cilik itu tidak menyangka bahwa hari Rabu (3/9/2025) akan menjadi hari yang sangat istimewa dalam hidupnya. Tim BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin Ach Saleh selaku Wakil Ketua III bergerak sejak pukul 09.00 WIB dengan misi khusus menyalurkan bantuan kepada anak berkebutuhan khusus dan masyarakat yang memerlukan bantuan medis. Perjalanan mereka mencakup empat lokasi berbeda di tiga kecamatan dengan cerita yang sama-sama menyentuh hati. "Kami sangat tergerak ketika mengetahui ada anak sekecil Putri yang membutuhkan kursi roda. Ini investasi untuk masa depannya agar bisa lebih mandiri dan tetap bisa bersekolah dengan nyaman," ungkap Ach Saleh dengan penuh perhatian. Bambang Irawan, ayah Putri, tidak bisa menyembunyikan keharuan ketika melihat putri kesayangannya duduk di kursi roda barunya. Selama ini, Putri harus bergantung pada orang lain untuk berpindah tempat karena kondisi fisiknya yang terbatas. Kehadiran kursi roda ini akan sangat membantu mobilitasnya, terutama untuk kegiatan sekolah. "Terima kasih banyak, Pak. Selama ini Putri susah kalau mau ke mana-mana. Sekarang dia bisa lebih mandiri dengan kursi roda ini. Semoga berkah untuk BAZNAS yang sudah membantu anak saya," kata Bambang dengan mata berkaca-kaca. Perangkat desa setempat yang turut hadir dalam penyerahan bantuan menjelaskan bahwa keluarga Bambang memang layak mendapat bantuan. Sebagai kepala keluarga, Bambang bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, sementara biaya perawatan dan kebutuhan khusus Putri cukup besar. Perjalanan dilanjutkan ke Jalan Ki Hajar Dewantoro RT 3 RW 1, Tulangan, untuk mengunjungi keluarga Ibu Siti Nurul Lailatul. Tim tiba sekitar pukul 09.30 WIB, namun yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah. Putranya menerima bantuan biaya hidup dengan penuh rasa syukur. "Ibu sedang pergi ke pasar, Pak. Terima kasih banyak atas bantuannya. Keluarga kami memang sedang kesulitan ekonomi," kata putra Ibu Siti sambil menerima bantuan dengan hormat. Destinasi ketiga membawa tim ke Desa Cangkring RT 5 RW 2, Krembung, untuk menemui Bapak Suyatno. Pria paruh baya itu termasuk dalam kategori fakir yang sangat membutuhkan bantuan. Kondisi rumahnya yang sederhana dan penghasilan yang sangat terbatas membuatnya masuk dalam daftar prioritas penerima bantuan BAZNAS. "Pak Suyatno ini sudah lama kami pantau. Beliau benar-benar membutuhkan bantuan karena kondisi ekonominya yang sangat terbatas," jelas Ach Saleh kepada perangkat desa yang mendampingi. Kunjungan terakhir yang paling menyentuh adalah ke Jalan Melati RT 2 RW 1, Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, untuk memberikan bantuan biaya pengobatan kepada M. Rendy Alfisahrin. Pemuda itu membutuhkan bantuan medis untuk pengobatan penyakitnya yang memerlukan biaya cukup besar. "Kondisi kesehatan Rendy memang membutuhkan perhatian khusus. Keluarganya sudah berusaha mencari pengobatan, tapi biayanya sangat mahal," ungkap Ach Saleh setelah bertemu dengan keluarga Rendy. Perjalanan ditutup dengan kunjungan ke Desa Modong RT 2 RW 1 untuk memberikan bantuan biaya hidup kepada Ibu Hartini (56). Perempuan paruh baya itu menyambut kedatangan tim dengan senyum tipis yang menyiratkan rasa syukur mendalam. Tim BAZNAS yang didampingi Dani Prabowo sebagai Staf Pelaksana berhasil menyelesaikan misi mereka dengan perasaan haru dan bangga. Setiap bantuan yang disalurkan meninggalkan jejak kebahagiaan di wajah para penerima, menegaskan bahwa misi filantropi bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga menanam benih harapan di hati sesama.
BERITA03/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo : Tiga Keluarga Lansia Temukan Secercah Harapan di Tengah Keterbatasan
BAZNAS Sidoarjo : Tiga Keluarga Lansia Temukan Secercah Harapan di Tengah Keterbatasan
SIDOARJO - Air mata hampir mengalir dari mata Ibu Tunik (60) ketika tim BAZNAS Sidoarjo mengetuk pintu rumahnya yang sederhana di Desa Candi, Kecamatan Sumokali. Perempuan paruh baya itu sudah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit jantung koroner akut sambil menahan beban ekonomi keluarga yang semakin berat. Tim yang dipimpin M. Naim selaku Kepala Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo berkeliling Desa Candi sejak pukul 09.00 WIB, Rabu (3/9/2025). Mereka datang dengan misi mulia menyalurkan bantuan biaya hidup kepada tiga keluarga lansia yang kondisinya memprihatinkan. "Melihat kondisi ketiga keluarga ini, hati kami sangat terpanggil untuk membantu. Mereka adalah representasi dari ribuan lansia di Sidoarjo yang membutuhkan uluran tangan kita," ungkap M. Naim dengan penuh empati. Rumah pertama yang dikunjungi adalah kediaman Ibu Semiati (60), seorang janda yang gigih berjualan gorengan kecil-kecilan di rumah tetangganya. Kondisi rumahnya yang berada di belakang membuatnya harus berjalan agak jauh untuk mencari pembeli. Meski usia tidak lagi muda, semangat berdagang Ibu Semiati masih menggebu-gebu. "Saya jualan gorengan ini sudah bertahun-tahun, Pak. Setiap hari saya buat 10-15 bungkus, tapi hasilnya ya pas-pasan. Kadang untuk makan aja harus ngutang dulu," cerita Ibu Semiati sambil menyeka keringat di dahinya. Kasun setempat yang mendampingi kunjungan menjelaskan bahwa Ibu Semiati memang termasuk keluarga yang membutuhkan bantuan. Penghasilannya dari berjualan gorengan hanya cukup untuk makan sehari-hari, belum lagi kebutuhan lain seperti listrik, air, dan keperluan mendesak lainnya. Kunjungan kedua menuju rumah Bapak Sony Mustofa yang sayangnya sedang tidak berada di tempat. Istrinya menerima kedatangan tim dengan perasaan campur aduk antara malu dan bahagia. Kondisi ekonomi keluarga ini memang sangat terbatas, dengan penghasilan suami yang tidak menentu sebagai buruh serabutan. "Suami saya kerja apa saja yang penting halal, Pak. Kadang jadi buruh bangunan, kadang angkut barang. Tapi ya namanya kerja kasar begini, tidak setiap hari dapat," tutur istri Pak Sony sambil menundukkan kepala. Tim kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah Ibu Tunik, yang kondisinya paling memprihatinkan di antara ketiganya. Perempuan 60 tahun itu menderita penyakit jantung koroner akut yang membuatnya tidak bisa bekerja berat. Suaminya bekerja seadanya dengan penghasilan yang sangat pas-pasan, sementara biaya pengobatan terus menguras kantong keluarga. "Sejak sakit jantung ini, saya tidak bisa apa-apa. Suami saya juga sudah tua, tapi masih harus kerja keras buat biaya makan dan obat-obatan saya," kata Ibu Tunik dengan suara bergetar. M. Naim yang didampingi M. Sofwan sebagai Staf Pelaksana BAZNAS tidak bisa menyembunyikan keharuan melihat kondisi ketiga keluarga tersebut. Mereka adalah gambaran nyata dari kelompok masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan, tidak hanya secara materi tetapi juga dukungan moral. "Inilah wajah nyata kemiskinan di tengah masyarakat kita. Ketiga keluarga ini bukan malas bekerja, tetapi kondisi usia dan kesehatan yang membatasi mereka untuk mencari nafkah," refleksi M. Naim. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban hidup mereka, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam beberapa waktu ke depan. Tim BAZNAS juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi ketiga keluarga ini di masa mendatang.
BERITA03/09/2025 | sudrab
Musholla dan TPQ Dapat Nafas Baru Berkat Bantuan BAZNAS
Musholla dan TPQ Dapat Nafas Baru Berkat Bantuan BAZNAS
SIDOARJO –Dalam satu hari yang penuh berkah, tiga tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo bergerak serentak menjangkau berbagai pelosok daerah. Mulai dari pembangunan rumah ibadah hingga bantuan medis untuk anak berkebutuhan khusus, mereka menunaikan amanah mulia menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada mustahik yang membutuhkan. Berikut tiga kisah inspiratif dari lapangan yang menggambarkan wujud nyata filantropi Islam di bumi Sidoarjo. Pagi itu, suara takbir dan lantunan ayat suci Al-Quran menggema di beberapa sudut Kecamatan Sukodono. Tidak seperti biasanya, hari Rabu (3/9/2025) menjadi istimewa bagi jamaah Musholla Baiturrahman di Desa Jumputrejo dan para santri cilik TPQ Sabilunnajah di Desa Klopo Sepuluh. Tim BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin M. Ilhamuddin selaku Wakil Ketua IV berkeliling sejak pukul 09.00 WIB, membawa kabar gembira bagi empat institusi keagamaan di wilayah tersebut. Mereka tidak datang dengan tangan hampa, melainkan membawa bantuan partisipasi pembangunan untuk memperbaiki kondisi tempat ibadah yang sudah lama menanti renovasi. "Ketika kami melihat kondisi musholla dan TPQ yang memerlukan perbaikan, hati kami tergerak untuk segera membantu. Ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi investasi spiritual untuk generasi mendatang," ungkap M. Ilhamuddin dengan mata berbinar. Di Musholla Baiturrahman, takmir setempat menyambut hangat kedatangan tim BAZNAS. Bangunan musholla yang sudah berusia puluhan tahun itu memang memerlukan sentuhan renovasi, terutama pada bagian atap yang mulai bocor saat musim hujan. Jamaah sering kali harus menunda shalat berjamaah karena air hujan yang menetes ke dalam ruang shalat. "Alhamdulillah, bantuan ini sangat tepat waktu. Jamaah kami sudah lama mengeluhkan kondisi atap yang bocor. Dengan bantuan ini, kami bisa memperbaiki musholla agar jamaah lebih nyaman beribadah," tutur takmir musholla sambil berjabat tangan dengan tim BAZNAS. Perjalanan dilanjutkan ke TPQ Sabilunnajah di Desa Klopo Sepuluh sekitar pukul 10.10 WIB. Para santri kecil yang sedang mengaji sesekali melirik penasaran melihat kedatangan tamu-tamu berbaju rapi. Ustadzah setempat menjelaskan bahwa TPQ mereka membutuhkan renovasi menyeluruh, terutama pada bagian atap dan tembok yang sudah mulai retak. Tidak hanya TPQ dan musholla, tim juga mengunjungi TPQ Rumah Singgah Muallaf Ar Ridho di Perum Bayangkara, Desa Jedong. Tempat yang dikelola Ustadzah Puji ini memiliki misi khusus memberikan pendidikan agama kepada para muallaf atau mereka yang baru memeluk Islam. Kondisi bangunannya memerlukan perbaikan pada atap, lantai, dan dinding. "Rumah singgah muallaf ini sangat penting untuk membimbing saudara-saudara kita yang baru masuk Islam. Mereka membutuhkan tempat yang nyaman untuk belajar agama dengan baik," jelas M. Ilhamuddin. Di penghujung kegiatan, tim juga menyempatkan diri mengunjungi Bu Misti di Desa Sambungrejo. Nenek berusia hampir 90 tahun itu sudah tidak mampu lagi beraktivitas normal karena kondisi kesehatannya yang menurun drastis. Rumahnya yang sederhana menjadi saksi perjuangan seorang lansia yang hidup sebatang kara. "Bu Misti ini contoh lansia yang membutuhkan perhatian khusus. Di usia senjanya, beliau berhak mendapat kehidupan yang layak," kata M. Ilhamuddin sambil menyalami tangan keriput Bu Misti. Dengan didampingi Wiwin (TKSK Sukodono) dan Retno (KASI Kesos Kecamatan Sukodono), tim berhasil menyelesaikan misi mereka dengan penuh haru. Setiap bantuan yang disalurkan bukan sekadar angka, melainkan wujud kepedulian umat Islam terhadap sesama dan tempat-tempat yang menjadi pusat syiar agama.
BERITA03/09/2025 | sudrab
Sambut Ibnu Sabil dan Perkuat Silaturahim, Ini Agenda Hari Ini Pimpinan BAZNAS Sidoarjo
Sambut Ibnu Sabil dan Perkuat Silaturahim, Ini Agenda Hari Ini Pimpinan BAZNAS Sidoarjo
SIDOARJO – Selasa (2/9/2025) menjadi hari yang penuh makna bagi jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Dua agenda utama, yaitu penerimaan dua ibnu sabil (musafir) disabilitas dan silaturahim dengan mitra strategis, mewarnai aktivitas yang dipimpin langsung oleh Ketua M Chasbil Aziz Salju Sodar atau yang akrab disapa Gus Jazuk. Agenda pertama dimulai dengan kedatangan dua tamu istimewa di kantor BAZNAS Sidoarjo pagi ini. Mereka adalah M. Alpadi dari Batu Raja, Sumatera Selatan, dan Retnowati dari Jombang. Keduanya adalah pegiat pramuka yang menyandang tuna wicara dan sedang melakukan perjalanan keliling Indonesia dengan berjalan kaki. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Gus Jazuk dan Wakil Ketua Bidang SDM, H. Drs. Ilhamuddin. “Kita kedatangan tamu istimewa, dua musafir yang datang dari jauh untuk singgah di BAZNAS Sidoarjo. Alhamdulillah kita terima dengan baik,” ujar Gus Jazuk. Kedua ibnu sabil ini menunjukkan dedikasi dan semangat yang luar biasa. Sebagai bukti perjalanan mereka yang telah melintasi puluhan kabupaten/kota, mereka membawa serta map tebal berwarna merah berisi surat keterangan singgah dan dokumentasi foto bersama pejabat daerah yang telah mereka kunjungi. Tidak hanya memberikan sambutan, BAZNAS Sidoarjo juga memberikan santunan berupa bantuan biaya perjalanan dan surat keterangan singgah sebagai bentuk dukungan atas perjalanan mereka. “Semoga kedatangannya membawa berkah untuk BAZNAS Sidoarjo,” tambah Ilhamuddin yang turut menerima kedua tamu tersebut. Agenda kedua yang tidak kalah penting adalah silaturahim dengan Pengurus Daerah Aisyiyah Muhammadiyah Sidoarjo. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menjalankan program-program filantropi dan pemberdayaan masyarakat di Sidoarjo. “Kolaborasi dengan organisasi masyarakat seperti Aisyiyah sangat penting untuk memperluas jangkauan dan dampak dari program-program kita. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membangun ekosistem filantropi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Gus Jazuk usai pertemuan. Kedua agenda ini mencerminkan komitmen BAZNAS Sidoarjo tidak hanya dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, tetapi juga dalam membangun hubungan yang manusiawi dan harmonis dengan semua pihak, mulai dari mustahik hingga mitra strategis. Tautan dan Kontak: Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan BAZNAS Sidoarjo, kunjungi: ????: 085-943-638-999 ????: www.baznassidoarjo.id
BERITA02/09/2025 | sudrab
Mengetuk Pintu, Membawa Harapan: Cerita dari Balik Door-to-Door BAZNAS Sidoarjo
Mengetuk Pintu, Membawa Harapan: Cerita dari Balik Door-to-Door BAZNAS Sidoarjo
SIDOARJO - Kalijaten, Taman, Matahari tepat di atas kepala, menyinari jalanan yang mulai sepi di siang itu. Namun, bagi sekelompok tim BAZNAS Sidoarjo, ini adalah waktu terbaik untuk menjalankan misi terpenting: bertemu dan menyentuh kehidupan warga secara langsung, satu persatu. Tidak ada sound system yang riuh, tidak ada tenda megah, atau antrean panjang. Hanya ada tiga orang berseragam khaki BAZNAS Sidoarjo—M Hafidz, Rita Defani, dan Kholid Musyadad—dan Pak Suprayitno, Sekretaris Desa Kalijaten, yang dengan fasih menunjukkan jalan setapak menuju rumah-rumah warga. Senyum dan sapaan hangat adalah "protokol" mereka yang utama. Pukul 12.40 WIB, mereka tiba di teras rumah Bu Ernawati. Ini bukan tentang sekadar mencatat nama dan menyerahkan amplop. Sepuluh menit berikutnya diisi oleh obrolan yang dalam. Rita mendengar tentang perjuangan Bu Ernawati membesarkan cucunya, sambil sesekali mengangguk penuh empati. Hafidz dengan lembut menanyakan kondisi kesehatan dan kebutuhan yang paling mendesak. Di sini, bantuan itu bukan hanya materi; ia adalah pengakuan bahwa perjuangan mereka didengar dan diperhatikan. "Sebelumnya kami dapat bantuan, terima kasih ya, Bu. Tapi yang seperti ini, didatangi, ditanya dengan rasa peduli, baru sekali ini. Rasanya… seperti dapat semangat lagi," ujar seorang penerima manfaat, matanya berkaca-kaca. Tak berselang lama, langkah kaki mereka berlanjut. Pukul 12.50 WIB, mereka sudah sampai di depan rumah Bu Suparmi. Efisiensi perjalanan ini bukan kebetulan. Ini adalah buah dari koordinasi solid dengan perangkat desa yang paham betul peta sosial warganya. Setiap langkah telah direncanakan untuk memastikan tidak ada satu pun keluarga yang tertinggal. Di rumah Bu Suparmi, ceritanya berbeda namun sama mengharukannya. Kholid dengan sabar mendengarkan keluhannya tentang biaya pengobatan. Proses verifikasi lapangan terjadi secara alamiah, dalam percakapan dari hati ke hati, jauh dari kesan birokratis. Proses ini berlangsung hingga pukul 13.05 WIB, di mana setiap detiknya dihabiskan untuk memastikan bantuan tersebut benar-benar tepat guna dan bermakna. Apa yang terjadi di Kalijaten siang itu adalah jantung dari filantropi Islam yang sesungguhnya. Ia tidak hadir sebagai angka statistik dalam laporan tahunan, tetapi sebagai senyuman lega, jabatan tangan erat, dan air mata keharuan. Program door-to-door ini adalah jembatan yang mengubungkan langsung hati para muzakki (penyumbang) dengan mustahik (penerima). Setiap pintu yang diketuk adalah sebuah babak baru dari cerita harapan. BAZNAS Sidoarjo tidak hanya membawa bantuan; mereka membawa pesan bahwa dalam setiap kesulitan, ada tangan-teman lain yang siap membantu, bahwa tidak ada seorang pun yang berjuang sendirian. Kisah siang itu di Kalijaten adalah bukti bahwa zakat dan sedekah itu hidup dan bernafas. Ia bisa berjalan di jalan setapak, menaiki teras rumah, dan akhirnya, menyentuh hati manusia yang paling dalam. Inilah transformasi sosial yang nyata, yang terjadi ketika kita memilih untuk tidak hanya memberi, tetapi untuk benar-benar hadir.
BERITA02/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Santunan untuk 15 Anak Yatim SDN Sidokepung Buduran
BAZNAS Sidoarjo Salurkan Santunan untuk 15 Anak Yatim SDN Sidokepung Buduran
SIDOARJO - Kepedulian BAZNAS Kabupaten Sidoarjo terhadap nasib anak yatim kembali terwujud melalui program santunan yang diberikan kepada 15 anak yatim di SDN Sidokepung Buduran pada Selasa, 2 September 2025. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam pemberdayaan anak dan pendidikan sebagai investasi masa depan bangsa. M Sofwan, staf amil pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang menangani program ini, menjelaskan bahwa santunan anak yatim menjadi salah satu program prioritas yang rutin dilaksanakan. Program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak yatim. "Anak yatim memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Melalui program santunan ini, kami berharap dapat meringankan beban biaya pendidikan mereka," ungkap M Sofwan saat memberikan keterangan terkait program tersebut. SDN Sidokepung Buduran dipilih sebagai lokasi program berdasarkan data siswa yatim yang cukup signifikan di sekolah tersebut. Koordinasi dengan pihak sekolah telah dilakukan sebelumnya untuk memastikan tepat sasaran dan tidak mengganggu proses pembelajaran. Kepala Sekolah SDN Sidokepung Buduran, dalam keterangan terpisah, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program BAZNAS. "Bantuan ini sangat membantu anak-anak yatim di sekolah kami. Sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga kurang mampu yang kesulitan membiayai kebutuhan sekolah," jelasnya. Program santunan anak yatim BAZNAS Sidoarjo merupakan bagian integral pendidikan karakter yang tidak hanya bersifat pemberian bantuan tunai, tetapi juga mencakup pembinaan mental dan spiritual. Anak-anak yatim diberikan motivasi untuk tetap semangat belajar dan berprestasi meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Data BAZNAS Sidoarjo menunjukkan bahwa jumlah anak yatim di Kabupaten Sidoarjo cukup tinggi, terutama akibat dampak pandemi dan berbagai faktor sosial ekonomi lainnya. Program santunan ini menjadi salah satu upaya konkret untuk memastikan anak-anak yatim tetap dapat mengakses pendidikan berkualitas. Mekanisme penyaluran santunan dilakukan melalui koordinasi dengan lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. BAZNAS melakukan verifikasi data untuk memastikan penerima adalah anak yatim yang benar-benar membutuhkan bantuan. Program ini juga melibatkan muzakki sebagai bagian dari edukasi pentingnya zakat dalam Islam. Beberapa muzakki bahkan secara khusus mengalokasikan zakat mereka untuk program anak yatim karena memahami keutamaan membantu anak-anak yang telah kehilangan orang tua. Ke depannya, BAZNAS Sidoarjo berencana mengembangkan program pemberdayaan anak yatim tidak hanya melalui santunan, tetapi juga program beasiswa pendidikan dan pelatihan keterampilan. Hal ini sejalan dengan misi BAZNAS untuk memberikan solusi jangka panjang dalam penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
BERITA02/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo Dukung Pembangunan Infrastruktur Keagamaan Melalui Program Partisipasi Pembangunan Mushola
BAZNAS Sidoarjo Dukung Pembangunan Infrastruktur Keagamaan Melalui Program Partisipasi Pembangunan Mushola
SIDOARJO - Dalam upaya mendukung pembangunan infrastruktur keagamaan di Kabupaten Sidoarjo, BAZNAS Sidoarjo mengalokasikan dana zakat untuk program partisipasi pembangunan mushola di dua lokasi berbeda pada Selasa, 2 September 2025. Program ini menunjukkan komitmen BAZNAS dalam membangun fasilitas ibadah yang dapat diakses masyarakat luas. Mulyono, staf amil pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menangani program bantuan partisipasi untuk pembangunan mushola di SDN Gemurung Gedangan. Program ini diproses melalui kantor BAZNAS dengan fokus pada penyediaan fasilitas ibadah yang terintegrasi dengan lingkungan pendidikan. "Mushola di lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter religius siswa. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi sarana pembelajaran agama yang optimal," jelaskan Mulyono saat ditemui di kantor BAZNAS. Secara terpisah, M Sofwan, juga staf amil pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menangani program serupa untuk mushola Al Hikmah di Desa Kalimati Tarik. Kedua program ini menunjukkan distribusi geografis bantuan BAZNAS yang merata di berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo. Program partisipasi mushola ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BAZNAS dalam membangun infrastruktur keagamaan yang berkelanjutan. Berbeda dengan bantuan konsumtif, investasi pada fasilitas ibadah memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Kepala BAZNAS Sidoarjo melalui keterangan terpisah menyampaikan bahwa program pembangunan fasilitas keagamaan menjadi salah satu prioritas dalam penyaluran dana zakat. "Mushola tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat," ujarnya. Data menunjukkan bahwa Kabupaten Sidoarjo memiliki ratusan mushola yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan. Namun, tidak semua fasilitas tersebut dalam kondisi layak pakai. Program partisipasi BAZNAS hadir untuk menjawab kebutuhan perbaikan dan pembangunan mushola baru. Mekanisme penyaluran bantuan partisipasi mushola dilakukan melalui verifikasi kebutuhan yang melibatkan takmir mushola dan tokoh masyarakat setempat. BAZNAS juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan program sejalan dengan rencana pembangunan wilayah. Program ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama dan masyarakat. Mereka menilai bantuan BAZNAS sangat membantu dalam menyediakan fasilitas ibadah yang memadai, terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan dana pembangunan. Ke depannya, BAZNAS Sidoarjo berencana memperluas program partisipasi fasilitas keagamaan tidak hanya untuk mushola, tetapi juga untuk masjid dan pondok pesantren. Hal ini sejalan dengan visi BAZNAS sebagai lembaga yang berkontribusi pada pembangunan spiritual masyarakat.
BERITA02/09/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo “Door To Door” Salurkan Bantuan ke Masyarakat Kurang Mampu
BAZNAS Sidoarjo “Door To Door” Salurkan Bantuan ke Masyarakat Kurang Mampu
SIDOARJO - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menunjukkan komitmen nyata dalam program bantuan langsung kepada masyarakat kurang mampu melalui kunjungan lapangan yang dilakukan pada Selasa, 2 September 2025. Tim yang dipimpin Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, Ach Saleh, bersama staf amil pelaksana Dani Prabowo melakukan serangkaian kunjungan ke berbagai lokasi di wilayah Sidokare. Program bantuan langsung ini dimulai dari Kantor Kelurahan Sidokare pada pukul 08.00 WIB, dimana tim menyerahkan bantuan biaya pengobatan untuk keluarga almarhum Bapak Slamet (65 tahun) yang telah berpulang akibat penyakit TBC. Meskipun penerima bantuan telah meninggal dunia seminggu sebelumnya, BAZNAS tetap memastikan bantuan diserahkan kepada pihak kelurahan untuk diteruskan kepada keluarga yang ditinggalkan. "Kami memahami bahwa bantuan ini sangat dibutuhkan oleh keluarga yang ditinggalkan. Meskipun Bapak Slamet telah berpulang, keluarganya masih memerlukan dukungan untuk biaya hidup sehari-hari," ungkap Ach Saleh saat ditemui di lokasi. Perjalanan dilanjutkan menuju Kutuk Barat RT 12 RW 8 Sidokare untuk menyalurkan bantuan fakir kepada Ibu Supiana. Tim BAZNAS melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi penerima bantuan untuk memastikan ketepatan sasaran program. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran zakat. Program serupa juga dilaksanakan di Sidokare Asri I-15 RT 46 RW 15, dimana Ibu Mudrikah menerima bantuan biaya hidup. Kunjungan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini menunjukkan konsistensi BAZNAS dalam menjalankan jadwal yang telah ditetapkan. Sementara itu, pada siang hari pukul 13.30-13.40 WIB, Ahmad Hamdani memimpin tim kunjungan ke Desa Janti Kecamatan Waru. Yang menarik, kunjungan ini melibatkan langsung pimpinan tertinggi BAZNAS Sidoarjo, termasuk Ketua M Chasbil Aziz Salju Sodar dan Wakil Ketua II M Mahbub, bersama beberapa staf lainnya seperti Minan, Syukron, dan Bu Nuraini. Kehadiran langsung para pimpinan BAZNAS dalam program bantuan langsung menunjukkan komitmen organisasi untuk tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi terjun langsung memahami kondisi riil masyarakat. Hal ini sejalan dengan misi BAZNAS sebagai lembaga yang mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap program kerjanya. Data menunjukkan bahwa program bantuan langsung BAZNAS Sidoarjo telah menjangkau berbagai kategori masyarakat, mulai dari bantuan kesehatan, bantuan fakir miskin, hingga bantuan biaya hidup. Setiap program dirancang berdasarkan survei dan verifikasi lapangan untuk memastikan tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi penerima bantuan.
BERITA02/09/2025 | sudrab
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat