WhatsApp Icon
Menebar Kasih di Usia Senja: BAZNAS Sidoarjo Santuni Lansia Sebatang Kara di Celep

SIDOARJO KOTA – Di sebuah sudut kecil Kelurahan Celep, waktu seolah berjalan lebih lambat bagi Ibu MS (61). Di usianya yang telah memasuki senja, ia harus menjalani hari-hari tanpa pendamping hidup maupun anak yang merawatnya. Kondisi ekonomi yang serba terbatas menempatkannya dalam posisi rentan.

Merespons kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melalui tim lapangan bergerak cepat memberikan bantuan biaya hidup pada Kamis (26/02/2026) pukul 10.30 WIB. Langkah ini merupakan pengejawantahan dari program Sidoarjo Peduli yang memprioritaskan lansia non-potensial yang hidup sebatang kara.

Syukron In’am, Staf Pelaksana BAZNAS yang turun langsung ke lokasi, menekankan pentingnya kehadiran lembaga filantropi bagi lansia. "Ibu MS adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama. Melalui amanah para muzakki, kami berupaya memastikan bahwa di masa tuanya, beliau tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok yang layak," tuturnya dengan penuh empati.

Secara analisis SROI, intervensi ini memberikan dampak well-being (kesejahteraan batin) yang sangat tinggi. Bagi lansia seperti Ibu MS, perhatian dari lembaga sosial memberikan rasa aman secara emosional, yang secara langsung berkontribusi pada kesehatan fisik dan mentalnya. Dana zakat di sini bertransformasi menjadi alat investasi sosial yang menjaga martabat kemanusiaan di usia senja.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa Zakat Menguatkan Indonesia bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata di lapangan. Menuju Ramadhan Tangguh, BAZNAS Sidoarjo terus memperluas jangkauan agar para lansia di pelosok desa dapat merasakan indahnya kebersamaan dan kepedulian umat.

26/02/2026 | Kontributor: sudrab
Konsistensi Sidoarjo Peduli: Menjaga Asa Ibu ES di Jalan Hasanuddin

SIDOARJO KOTA – Semangat kepedulian terus mengalir di jantung Kota Sidoarjo. Setelah menyambangi beberapa titik, tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melanjutkan pendistribusian bantuan biaya hidup ke Jalan Hasanuddin, Kelurahan Celep, untuk menemui Ibu ES (67), seorang wanita lansia yang kini hidup sendiri tanpa dukungan keluarga inti.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 10.10 WIB ini melibatkan kolaborasi antara staf ahli BAZNAS dan generasi muda dari mahasiswa magang UINSA. Hal ini menunjukkan bahwa syiar zakat kini telah menjadi gerakan lintas generasi di Kabupaten Sidoarjo. Ibu ES, yang tergolong keluarga kurang mampu, menyambut kehadiran tim dengan haru.

"BAZNAS Sidoarjo akan terus berkomitmen hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. Kami tidak hanya mengantar bantuan, tapi kami mengantar amanah dan doa dari para muzakki agar warga kita, seperti Ibu ES, tetap tangguh menghadapi tantangan hidup," jelas M. Shofwan saat menyerahkan bantuan secara simbolis.

Dilihat dari sudut pandang SROI, penyaluran bantuan di kawasan perkotaan yang padat seperti Celep memiliki nilai strategis. Bantuan ini mencegah terjadinya kemiskinan ekstrem yang lebih dalam dan memperkuat modal sosial (social capital) di lingkungan tersebut. Dengan memberikan dukungan biaya hidup, BAZNAS membantu mengurangi beban ketergantungan warga terhadap pinjaman ilegal atau bantuan yang tidak bermartabat.

Aksi filantropi ini merupakan bagian dari kampanye Zakat Menguatkan Indonesia. BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersiap menyambut Ramadhan Tangguh, sebuah momentum di mana kekuatan zakat, infak, dan sedekah akan menjadi motor utama dalam mengentaskan kesulitan ekonomi masyarakat di Sidoarjo.

26/02/2026 | Kontributor: sudrab
Membasuh Jiwa di Bulan Maghfirah: Menjemput Ampunan Melalui Puasa dan Filantropi

Ramadhan bukan sekadar perubahan jadwal makan atau untaian kalimat puitis yang menyapa telinga kita setiap tahun. Bagi umat Muslim, Ramadhan adalah sebuah proklamasi kasih sayang Allah SWT yang luar biasa. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, khususnya bagi masyarakat Sidoarjo yang serba cepat, bulan suci ini hadir sebagai "tombol jeda" spiritual untuk bersimpuh, mengevaluasi diri, dan menjemput ampunan yang dihamparkan seluas samudra.

Gerbang Langit yang Terbuka Lebar

Secara teologis, penyebutan Ramadhan sebagai bulan pengampunan memiliki akar yang kuat dalam hadis sahih. Saat fajar Ramadhan menyingsing, pintu surga dibuka seluas-luasnya, pintu neraka dikunci rapat, dan belenggu setan diperketat. Fenomena spiritual ini merupakan isyarat nyata bahwa Allah SWT sedang menghamparkan "karpet merah" bagi setiap hamba-Nya untuk kembali kepada fitrah atau kesucian asal.

Motivasi terbesar umat beriman dalam menjalani bulan ini bersumber dari janji Rasulullah SAW. Beliau bersabda bahwa siapapun yang menunaikan ibadah puasa dengan didasari iman dan ihtisaban (semata-mata mengharap ridha Allah), maka noktah hitam dari dosa-dosa masa lalunya akan diputihkan kembali.

Puasa sebagai Madrasah Penyucian Hati

Perlu dipahami bahwa ibadah puasa memiliki dimensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar menahan lapar dan dahaga. Di balik rasa haus yang menyengat, terdapat proses tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa. Puasa berfungsi sebagai instrumen penggugur dosa yang sangat efektif karena ia melatih kejujuran batin yang membawa manusia lebih dekat kepada Sang Khalik.

Dengan menahan hawa nafsu secara sadar, kita sebenarnya sedang meruntuhkan ego dan kesombongan yang seringkali menjadi penghalang antara hamba dengan Tuhannya. Inilah mengapa puasa disebut sebagai "madrasah" atau tempat belajar untuk mendidik jiwa agar kembali bersih dan rendah hati.

Lailatul Qadar: Puncak Keistimewaan

Keistimewaan bulan maghfirah ini mencapai puncaknya dengan kehadiran Lailatul Qadar, sebuah malam yang nilainya melampaui seribu bulan. Melalui doa yang diajarkan, "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni", kita diingatkan bahwa setinggi apa pun gunung dosa yang pernah kita daki, ampunan Allah selalu lebih luas untuk menaunginya. Malam ini menjadi kesempatan emas bagi siapa pun yang ingin menghapus jejak kesalahan masa lalu secara total.

Filantropi: Jembatan Menuju Ampunan Ilahi

Menariknya, penyesalan atau taubat batiniah dalam Islam idealnya dibuktikan dengan aksi nyata di dunia sosial. BAZNAS Sidoarjo meyakini bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk melakukan sedekah jariyah dan zakat. Mengapa demikian? Karena dalam ajaran Islam, kebaikan yang dilakukan kepada sesama manusia bertindak sebagai pemadam api dosa.

Setiap tindakan berbagi memiliki dampak spiritual yang spesifik bagi pelakunya:

  • Zakat berfungsi menyucikan harta benda yang kita miliki agar berkah.
  • Sedekah berperan mendinginkan murka Allah dan menghapus kesalahan, layaknya air yang memadamkan api.
  • Berbagi Takjil memberikan pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tanpa sedikit pun mengurangi pahala mereka.

Transformasi Diri: Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Hampa

Ramadhan adalah anugerah dan titik balik bagi siapa saja yang merasa lelah dengan beban dosa. Namun, penting untuk diingat bahwa ampunan tidak datang kepada mereka yang diam; ampunan harus dijemput dengan ruku yang panjang, istighfar yang tulus, dan tangan yang ringan dalam berbagi.

Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum transformasi diri. Tujuan kita bukan hanya bersih secara spiritual di hadapan Tuhan, tetapi juga menjadi pribadi yang berdampak secara sosial. Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah—seperti melalui BAZNAS Sidoarjo—kita dapat menguatkan saudara-saudara yang membutuhkan agar mereka juga bisa merasakan indahnya Ramadhan. Dengan demikian, kita tidak hanya meraih ampunan-Nya, tetapi juga mewujudkan kemandirian bangsa menuju Ramadhan yang tangguh.

26/02/2026 | Kontributor: Humas
Menembus Lorong Sempit Tanggulangin demi Senyum Seorang Ibu

TANGGULANGIN, SIDOARJO – Pagi yang mendung di Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin, tidak menyurutkan langkah tim pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo untuk menyusuri gang-gang sempit. Pada Kamis (26/02/2026), sebuah misi kemanusiaan dalam bingkai program "Sidoarjo Peduli" dilaksanakan untuk menyapa Ibu AG (inisial), seorang perantau asal Nganjuk yang kini berjuang menyambung hidup di sebuah kamar kos sederhana.

Ibu AG adalah potret pejuang kehidupan. Sebagai orang tua tunggal yang membesarkan seorang anak di tanah rantau, keterbatasan ekonomi kerap kali menjadi tembok besar. Namun, melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS, harapan itu kembali dipupuk. Kehadiran petugas BAZNAS, M. Shofwan dan Syukron In’am, bersama mahasiswa magang UINSA, bukan sekadar memberikan bantuan biaya hidup, melainkan memberikan pengakuan atas martabat mereka yang sedang diuji.

Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Shofwan, menyatakan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk tanggung jawab publik. "Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa tidak ada saudara kita yang merasa sendirian dalam menghadapi kesulitan ekonomi. Program Sidoarjo Peduli dirancang untuk memberikan jaring pengaman sosial yang cepat dan tepat sasaran," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Dalam perspektif Social Return on Investment (SROI), bantuan ini tidak hanya dinilai dari nominal uang yang diserahkan. Dampak sosial yang dihasilkan jauh lebih besar: stabilitas psikologis bagi sang ibu dan keberlangsungan nutrisi bagi anaknya. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, risiko sosial di lingkungan kos dapat ditekan, menciptakan ketahanan keluarga yang lebih kuat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan besar Zakat Menguatkan Indonesia. Menjelang bulan suci, BAZNAS berkomitmen mewujudkan Ramadhan Tangguh bagi seluruh mustahik di Sidoarjo, memastikan mereka dapat menyambut bulan penuh berkah dengan hati yang lebih tenang.

26/02/2026 | Kontributor: sudrab
Membuka Pintu Masa Depan: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Dukungan Pendidikan di SDN Klurak

SIDOARJO – Investasi terbaik bagi sebuah bangsa tidak selalu berupa infrastruktur fisik, melainkan melalui jaminan keberlanjutan pendidikan bagi generasi mudanya. Semangat inilah yang dibawa oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo saat menyambangi SDN Klurak, Kecamatan Candi, pada Rabu (25/2/2026). Melalui kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan biaya pendidikan bagi para siswa yang memiliki cita-cita besar namun terkendala keterbatasan ekonomi keluarga.

Tepat pukul 10.00 WIB, suasana hangat menyelimuti SDN Klurak saat tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Sofwan dan Syukron In’am, tiba di lokasi. Kedatangan mereka bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk memastikan bahwa anak-anak di Desa Klurak tidak ada yang terpaksa menanggalkan seragam sekolahnya karena alasan biaya.

Berdasarkan hasil asesmen mendalam yang dilakukan tim lapangan, terdapat 8 siswa di SDN Klurak yang masuk dalam kriteria penerima manfaat. Mereka berasal dari keluarga prasejahtera yang sedang berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penyaluran bantuan biaya pendidikan ini diharapkan menjadi "napas baru" bagi para orang tua siswa, sehingga fokus anak-anak kembali sepenuhnya pada buku dan prestasi, bukan pada kecemasan akan biaya operasional sekolah.

Dilihat dari perspektif Social Return on Investment (SROI), dukungan yang diberikan BAZNAS Sidoarjo ini memiliki nilai manfaat yang berlipat ganda. Secara jangka pendek, bantuan ini memenuhi kebutuhan mendesak siswa. Namun, secara jangka panjang, zakat yang disalurkan berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang mencegah degradasi kualitas SDM di tingkat lokal. Dengan tetap bersekolah, anak-anak ini memiliki peluang lebih besar untuk memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka di masa depan. Setiap rupiah zakat yang ditunaikan oleh para muzakki bertransformasi menjadi investasi intelektual dan moral yang akan menguatkan struktur sosial masyarakat Sidoarjo.

Sinergi antara sekolah, pemerintah, dan lembaga amil zakat seperti BAZNAS menjadi kunci keberhasilan program ini. Tim BAZNAS menyadari bahwa kehadiran mereka adalah perpanjangan tangan dari kebaikan hati para donatur yang ingin melihat Indonesia lebih kuat melalui tangan-tangan cerdas anak-anak daerah.

"Pendidikan adalah fondasi utama dari kemandirian umat. Kami di BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus hadir di tengah-tengah sekolah seperti SDN Klurak ini untuk memastikan zakat hadir sebagai solusi nyata. Kami ingin anak-anak kita merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam merajut mimpi," ujar Syukron In’am, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, di sela-sela kegiatan.

Penyaluran di SDN Klurak ini menambah deretan aksi nyata BAZNAS Sidoarjo dalam mendistribusikan manfaat zakat secara transparan dan tepat sasaran. Dengan semangat gotong royong, BAZNAS terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menguatkan sesama melalui zakat, karena dari zakatlah kekuatan Indonesia dimulai.


Mari Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui:

  • Saluran Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id/bayarzakat
  • Transfer Rekening Bank (A.N Baznas Sidoarjo):
    • Bank Jatim: 0261011522
    • BCA: 8292799992
    • BSI: 7135558887
    • Bank Jatim Syariah: 6202222069
    • BPR Bank Delta Artha: 10110108490

 

25/02/2026 | Kontributor: sudrab

Berita Terbaru

Khitan Massal Gratis: Merayakan Harjasda ke-166 dengan Kasih Sayang dan Kepedulian
Khitan Massal Gratis: Merayakan Harjasda ke-166 dengan Kasih Sayang dan Kepedulian
Sidoarjo, 22 Januari 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) yang ke-166, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar khitan massal gratis bagi 190 anak. Kegiatan ini, yang diselenggarakan oleh Baznas Sidoarjo, berlangsung di Pendopo Delta Wibawa dengan penuh semangat dan harapan. Di dalam pendopo yang megah, deretan tempat tidur telah disiapkan dengan rapi. Masing-masing tempat tidur dijaga oleh dua petugas kesehatan yang siap dengan peralatan medis. Gunting, jarum, benang, dan alat laser khitan berjejer di samping mereka, menandakan kesiapan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak yang akan menjalani khitan. M Ainur Rahman, Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo, hadir untuk mewakili Plt Bupati Sidoarjo, Subandi. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa khitan massal ini bukan sekadar rutinitas, melainkan juga merupakan manifestasi dari pelaksanaan ibadah dan wujud kepedulian terhadap kesehatan dan pendidikan agama generasi mendatang. “Mari kita berdoa agar anak-anak yang dikhitan pada hari ini tumbuh menjadi anak yang soleh, taat kepada Allah SWT, berbakti kepada orang tua, serta berguna bagi nusa dan bangsa,” ujarnya dengan penuh harapan. Setiap anak yang mengikuti khitan massal ini tidak hanya mendapatkan prosedur khitan, tetapi juga bingkisan berisi tas sekolah, peralatan tulis, baju muslim, sarung, dan songkok. Tak hanya itu, mereka juga menerima uang saku sebesar Rp 750.000, sebuah perhatian yang sangat berarti bagi keluarga mereka. Ketua Baznas Sidoarjo, M Chasbil Aziz Saldju Sodar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan untuk merayakan Harjasda. Tahun ini, Baznas Sidoarjo menyelenggarakan empat kegiatan, termasuk bakti sosial dan screening mata yang akan dilaksanakan di hari-hari mendatang. Kebahagiaan tampak jelas di wajah para orang tua yang mendaftarkan anak-anak mereka untuk khitan. Nur Fadilah, seorang ibu dari Sukodono, mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan khitan massal ini. “Putra saya sudah lama ingin dikhitan, bahkan dia sempat mengancam tidak mau jika tidak tahun ini,” tuturnya sambil tersenyum. Rina Asmawati dari Waru juga berbagi cerita. Ia mendaftarkan putranya yang masih berusia tiga bulan untuk dikhitan, mengungkapkan keyakinannya bahwa khitan di usia dini lebih cepat sembuh dan mengurangi rasa takut di masa depan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar acara kesehatan, tetapi juga merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang kurang beruntung. M Ainur Rahman menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan seluruh lapisan masyarakat merasakan manfaat pembangunan. “Semoga kegiatan ini mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah, serta menjadikan Sidoarjo sebagai daerah yang terus maju, sejahtera, dan bermartabat,” harapnya. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, khitan massal ini menjadi simbol harapan bagi generasi mendatang, mengingatkan kita semua akan pentingnya kesehatan dan pendidikan agama dalam membangun masa depan yang lebih baik.
BERITA22/01/2025 | admin
Kolaborasi TKSK dan Baznas: Membangun Harapan di Tengah Keterbatasan
Kolaborasi TKSK dan Baznas: Membangun Harapan di Tengah Keterbatasan
Krian, 21 Januari 2025 – Di sudut Desa Tropodo, terdapat sebuah rumah sederhana yang menyimpan kisah haru. Kediaman Ibu Ngatemi, seorang nenek berusia lanjut, kini terancam oleh atap yang sudah ambruk. Rumah yang dihuni bersama enam anggota keluarganya, termasuk anak dan cucu yang masih kecil, kini menjadi saksi bisu dari perjuangan melawan keterbatasan ekonomi. Kondisi rumah yang memprihatinkan ini bukan hanya sekadar bangunan. Setiap retakan dinding dan genting yang jatuh menyimpan cerita. Ibu Ngatemi dan keluarganya terpaksa tidur di teras rumah, jauh dari rasa aman, setelah insiden genting yang hampir menimpa mereka saat malam tiba. "Kami tidak bisa lagi tinggal di dalam," ungkap Ibu Ngatemi dengan nada penuh keprihatinan. "Kami takut, terutama untuk anak-anak." Melihat kondisi ini, Tim Koordinasi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Krian yang dipimpin oleh Achmad Rizal, tidak tinggal diam. Mereka berkolaborasi dengan Baznas Sidoarjo untuk melakukan assessment. M. Ilhaminuddin, Wakil Ketua 3 Bidang SDM Baznas Sidoarjo, menjelaskan, "Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi program-program Baznas agar tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan." Pada 20 Januari 2025, Achmad Richie, salah satu staf pelaksana Baznas, bersama petugas TKSK, melakukan peninjauan langsung ke kediaman Ibu Ngatemi. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kondisi rumah tersebut. "Ada beberapa pembenahan yang perlu segera dilakukan, terutama atap, dinding, dan kusen," kata Richie. "Kami ingin memastikan rumah ini kembali menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk keluarga Ibu Ngatemi." Setiap detail yang diperhatikan adalah langkah kecil menuju harapan baru. Dinding yang lapuk, atap yang ambruk, dan kondisi kamar mandi yang memprihatinkan akan segera mendapat perhatian. "Ini bukan hanya tentang memperbaiki rumah, tetapi juga memulihkan semangat hidup mereka," tambah Achmad Rizal. Kisah Ibu Ngatemi adalah cerminan dari banyak keluarga di Indonesia yang berjuang dalam keterbatasan. Namun, dengan adanya kolaborasi antara TKSK dan Baznas, harapan mulai bersemi di tengah kesulitan. "Kami berkomitmen untuk terus berusaha, agar setiap keluarga yang membutuhkan bisa merasakan sentuhan kasih sayang dan perhatian dari kita semua," tutup Ilhaminuddin. Dengan langkah-langkah nyata ini, diharapkan Ibu Ngatemi dan keluarganya dapat kembali merasakan kenyamanan dan keamanan di rumah mereka. Inilah wujud nyata dari kepedulian sosial yang tak akan pernah pudar, meski tantangan terus menghadang.
BERITA22/01/2025 | admin
Kiprah Hari Ini,  Baznas Sidoarjo: Bantuan Biaya Hidup Langsung ke Sukodono
Kiprah Hari Ini, Baznas Sidoarjo: Bantuan Biaya Hidup Langsung ke Sukodono
Sukodono, 21 Januari 2025, Baznas Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. Pada Selasa (21/1), tim staf pelaksana Baznas Sidoarjo yang dipimpin oleh M. Sofwan melakukan distribusi bantuan biaya hidup secara door-to-door di Desa Sukodono, Kecamatan Sukodono. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian Baznas terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Salah satu penerima manfaat adalah Abdul Wahab, seorang pria lanjut usia yang kini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Tidak memiliki rumah, Abdul Wahab harus menumpang di rumah saudaranya. Lebih memilukan lagi, beliau tengah berjuang melawan penyakit yang membuatnya semakin tak berdaya. Bantuan yang disampaikan oleh M. Sofwan diharapkan mampu meringankan beban hidupnya. Di rumah lain, Ibu Warih, seorang warga Desa Sukodono, menerima bantuan dengan penuh rasa haru. Dalam kesehariannya, Ibu Warih menghadapi berbagai tantangan hidup yang berat. Bantuan biaya hidup dari Baznas Sidoarjo hadir sebagai bentuk perhatian dan dukungan untuk keberlangsungan hidupnya. Sementara itu, di lokasi berbeda, Ibu Lutfiyah juga mendapatkan kunjungan dari tim Baznas Sidoarjo. Ibu Lutfiyah, yang tinggal di Desa Sukodono, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Bagi beliau, bantuan ini menjadi nafas baru untuk bertahan di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Metode distribusi langsung yang dilakukan oleh Baznas Sidoarjo bukan hanya memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para staf untuk bertatap muka langsung dengan penerima manfaat. “Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak yang nyata,” ujar M. Sofwan di sela-sela kegiatan. Program distribusi bantuan biaya hidup ini merupakan salah satu program unggulan Baznas Sidoarjo dalam membantu masyarakat pra-sejahtera. Kegiatan ini juga menggambarkan bagaimana Baznas tidak hanya berperan sebagai lembaga zakat, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, Baznas Sidoarjo berharap dapat terus memperluas jangkauan bantuan dan menjadi solusi bagi berbagai permasalahan sosial di Kabupaten Sidoarjo. Dengan bantuan yang disalurkan, Baznas berharap bisa menghadirkan harapan dan senyuman di tengah keterbatasan. “Bantuan ini bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang semangat untuk saling peduli dan berbagi. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung misi Baznas Sidoarjo dalam menyejahterakan sesama,” tutup M. Sofwan.
BERITA21/01/2025 | admin
Kedungpeluk: Kampung Nelayan yang Berjuang untuk Hidup Layak
Kedungpeluk: Kampung Nelayan yang Berjuang untuk Hidup Layak
Sidoarjo, 20 Januari 2025 – Di ujung timur Kecamatan Candi, Desa Kedungpeluk berdiri sebagai salah satu kampung nelayan yang kaya akan tradisi budidaya perikanan. Masyarakat setempat, yang mayoritas berprofesi sebagai petambak, berjuang setiap hari di lahan tambak yang menjadi sumber penghidupan mereka. Namun, di balik kehidupan yang berlandaskan laut ini, tersimpan tantangan besar yang harus dihadapi, terutama dalam hal kondisi tempat tinggal yang tidak layak huni. Sebagian besar penduduk Kedungpeluk menggantungkan hidup pada budidaya ikan dan udang air payau, baik sebagai pemilik lahan, penjaga tambak, maupun buruh serabutan. Namun, meskipun memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, banyak dari mereka, seperti Pak Sugianto, terpaksa tinggal dalam kondisi rumah yang sangat memprihatinkan. Rumahnya yang berukuran 5 x 12 meter terbuat dari gedek bambu, tanpa lantai yang layak, dan atap yang bocor saat hujan. Pak Sugianto, yang bekerja serabutan di tambak, hidup bersama empat anaknya dalam kondisi yang jauh dari kata layak. Dinding rumah yang tidak tertutup sepenuhnya dan sanitasi yang minim semakin menambah beban hidup keluarga ini. Dalam situasi yang serba sulit, ia berjuang untuk memberikan pendidikan dan kebutuhan dasar bagi anak-anaknya. Hari ini, tim Baznas Sidoarjo melakukan assessment di rumah Pak Sugianto sebagai bagian dari program "Sidoarjo Peduli" yang fokus pada bedah rumah bagi keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan bantuan yang disampaikan oleh perangkat desa saat penyaluran bantuan serentak pada 8 Januari lalu. Achmad Richie, staf pelaksana Baznas, menjelaskan bahwa program bedah RTLH harus melalui proses evaluasi kelayakan yang ketat. “Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya. Kedungpeluk, dengan segala tantangan yang dihadapi, tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi dari warganya. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan impian untuk memiliki rumah yang layak huni dapat terwujud, memberikan harapan baru bagi keluarga-keluarga nelayan yang berjuang di kampung ini.
BERITA20/01/2025 | admin
Dukungan Nurul Hayat Perkuat Kegiatan Sosial Baznas Sidoarjo dalam Rangka Harjasda ke-166
Dukungan Nurul Hayat Perkuat Kegiatan Sosial Baznas Sidoarjo dalam Rangka Harjasda ke-166
Sidoarjo, 20 Januari 2025 – Dalam semangat solidaritas dan kepedulian, Laznas Nurul Hayat memberikan dukungan yang berarti bagi kegiatan khitan massal yang diadakan oleh Baznas Sidoarjo, sejalan dengan perayaan Hari Jadi Sidoarjo (Harjasda) ke-166. Dengan berpartisipasi dalam acara ini, Nurul Hayat tidak hanya membantu menyediakan 300 alat tulis dan celana khitan untuk anak-anak sholeh dhuafa, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Dukungan ini diserahkan oleh Rizal, Staf Program Laznas Nurul Hayat, kepada pimpinan Baznas, M. Chasbil Aziz Salju Sodar, atau Gus Jazuk. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak merasa diperhatikan dan mendapatkan kesempatan yang sama,” ungkap Rizal, menekankan pentingnya kolaborasi dalam membantu mereka yang membutuhkan. Gus Jazuk juga mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan tersebut, “Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kita terhadap sesama. Dengan adanya dukungan dari Laznas Nurul Hayat, kami semakin optimis bahwa acara khitan massal ini akan memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak.” Baznas Sidoarjo tidak hanya fokus pada khitan massal. Pada 15 Januari, mereka juga melaksanakan bakti sosial di daerah terpencil, menjangkau masyarakat yang sering kali terabaikan. Selain itu, skrining mata untuk operasi katarak direncanakan pada 28 Januari di Pendopo Delta Wibawa, memberikan harapan baru bagi mereka yang mengalami masalah penglihatan. Dan Dukungan kegiatan harjasda 166 yang digelar baznas sidoarjo banyak berdatangan dari institusi Bisnis yang ada di Sidoarjo. Dengan tema “Sidoarjo Hebat, Baik, dan Bermartabat,” Harjasda kali ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas di masyarakat. Baznas Sidoarjo mengajak semua elemen untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini, menunjukkan bahwa kepedulian adalah tanggung jawab bersama. Setiap langkah kecil yang diambil, baik dari individu maupun lembaga, dapat menciptakan perubahan besar. Mari kita bersama-sama wujudkan Sidoarjo yang lebih baik dan bermartabat. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website Baznas Sidoarjo dan ikuti kami di media sosial. Setiap dukungan Anda adalah harapan bagi mereka yang membutuhkan!
BERITA20/01/2025 | admin
Gencatan Senjata: Saatnya Memobilisasi Bantuan Lebih Besar untuk Palestina
Gencatan Senjata: Saatnya Memobilisasi Bantuan Lebih Besar untuk Palestina
Di tengah hiruk-pikuk konflik yang berkepanjangan, gencatan senjata muncul sebagai harapan baru bagi rakyat Palestina. Kesepakatan ini bukan sekadar penghentian senjata, tetapi sebuah jendela untuk memulihkan diri dan mencari solusi yang lebih damai. Gencatan senjata adalah langkah awal menuju perdamaian, memberikan jeda yang sangat dibutuhkan untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama. Apa Itu Gencatan Senjata? Gencatan senjata adalah kesepakatan formal yang bertujuan untuk menghentikan konflik bersenjata. Dalam konteks ini, gencatan senjata memberikan kesempatan bagi pihak-pihak yang bertikai untuk merenungkan kembali langkah mereka dan membuka dialog. Ini adalah waktu yang tepat untuk membangun kembali kepercayaan yang telah hancur akibat kekerasan. Namun, kita harus ingat bahwa ini bukanlah akhir dari perang; ini adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih baik. Tujuan Gencatan Senjata Gencatan senjata memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, menghentikan kekerasan untuk mengurangi pertumpahan darah dan mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa. Kedua, memberikan waktu untuk negosiasi, membuka kesempatan bagi pihak-pihak yang berkonflik untuk berdialog dan mencari solusi damai. Ketiga, memfasilitasi distribusi bantuan kemanusiaan kepada warga sipil yang terkena dampak konflik. Terakhir, gencatan senjata bertujuan untuk membangun kepercayaan, meredakan ketegangan antara pihak-pihak yang berkonflik, dan membuka peluang untuk rekonsiliasi. BAZNAS Berperan dalam Memobilisasi Bantuan ke Palestina Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, BAZNAS telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam memobilisasi bantuan untuk saudara-saudara kita di Palestina. Dengan semangat solidaritas, BAZNAS telah mengirimkan bantuan kemanusiaan seberat 60 ton, yang mencakup makanan siap saji, selimut, pakaian, alat kesehatan, dan tenda lapangan. Bantuan ini dikirim melalui KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 dan disambut dengan harapan di Pelabuhan El Arish, Mesir. Hingga saat ini, total bantuan kemanusiaan yang dihimpun BAZNAS untuk Palestina telah mencapai lebih dari Rp300 miliar. Ini adalah bukti nyata dari kepedulian masyarakat Indonesia terhadap isu kemanusiaan di Palestina. Dalam setiap paket bantuan yang dikirim, tersimpan harapan dan cinta dari rakyat Indonesia untuk saudara-saudara mereka di Palestina. BAZNAS juga tidak bekerja sendirian. Kerja sama dengan lembaga internasional terpercaya, seperti Egyptian Red Crescent (ERC), memastikan bahwa bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan secara tepat waktu dan tepat sasaran. Dengan kolaborasi ini, setiap langkah yang diambil menjadi lebih berarti dan berdampak. Selain bantuan darurat, BAZNAS juga berencana untuk mendukung rekonstruksi di Palestina dengan pembangunan Rumah Sakit Indonesia, masjid, dan sekolah. Ini adalah langkah yang sangat penting untuk membantu masyarakat Palestina membangun kembali kehidupan mereka setelah konflik yang berkepanjangan. Dampak Perang: Sebuah Refleksi atas Kehidupan di Palestina Konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina telah meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah dan kehidupan sehari-hari masyarakat di kedua belah pihak. Gencatan senjata yang baru-baru ini disepakati memberikan harapan baru, tetapi realitas pahit dari dampak perang masih membayangi kehidupan warga Palestina. Korban Jiwa dan Luka Data menunjukkan bahwa lebih dari 46.645 orang telah kehilangan nyawa mereka akibat konflik ini, sebuah angka yang mencerminkan tragedi yang tidak terukur. Setiap angka bukan sekadar statistik; di baliknya terdapat cerita tentang keluarga yang hancur, orang-orang yang dicintai, dan mimpi yang tidak pernah terwujud. Selain itu, lebih dari 110.012 orang mengalami luka atau cedera, yang berarti bahwa banyak dari mereka harus menjalani proses penyembuhan yang panjang, baik fisik maupun emosional. Kehilangan dan Pengungsian Lebih dari 10.000 orang dilaporkan hilang, menambah lapisan kesedihan dan ketidakpastian bagi keluarga yang sedang menunggu kabar. Dalam banyak kasus, ketidakpastian ini menjadi beban mental yang tak tertahankan. Selain itu, sekitar 1,9 juta orang terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah dan harta benda mereka demi keselamatan. Pengungsian ini bukan hanya mengubah tempat tinggal mereka, tetapi juga merusak ikatan sosial dan komunitas yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Kemanusiaan yang Terabaikan Dalam setiap sudut kota yang hancur, ada kisah tentang harapan yang terabaikan. Sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur dasar lainnya telah mengalami kerusakan parah. Anak-anak, yang seharusnya menikmati masa kecil mereka, kini hidup dalam ketidakpastian. Mereka kehilangan akses terhadap pendidikan dan perawatan kesehatan, dua aspek yang sangat penting untuk masa depan mereka. Harapan di Tengah Kegelapan Namun, di tengah kegelapan ini, gencatan senjata memberikan secercah harapan. Ini adalah kesempatan untuk menghentikan kekerasan dan memberikan ruang bagi dialog dan rekonsiliasi. Dalam waktu yang penuh tantangan ini, solidaritas internasional, seperti yang ditunjukkan oleh BAZNAS dan berbagai lembaga kemanusiaan lainnya, menjadi sangat penting. Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan adalah langkah awal untuk memulihkan kehidupan yang hancur dan memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Penutup Dampak perang di Palestina adalah peringatan yang jelas tentang betapa berharganya kehidupan manusia. Gencatan senjata mungkin menjadi langkah awal menuju perdamaian, tetapi kita tidak boleh melupakan penderitaan yang dialami oleh jutaan orang. Mari kita semua berkomitmen untuk mendukung upaya pemulihan dan rekonstruksi, serta berdoa agar kedamaian yang sejati dapat segera terwujud. Setiap tindakan kecil kita dapat membawa perubahan besar bagi mereka yang terjebak dalam kegelapan konflik ini.
BERITA19/01/2025 | admin
Pemkab Sidoarjo Kembali Sidak RTLH di Dua Desa
Pemkab Sidoarjo Kembali Sidak RTLH di Dua Desa
Sidoarjo, 18 Januari 2025 — Dalam sebuah langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Baznas Sidoarjo bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak ke dua Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di daerah ini. Renovasi ini ditujukan untuk Sudari, seorang buruh tani dari Desa Sebani, Kecamatan Tarik, dan Basor, warga Gajah Magersari, Kecamatan Sidoarjo. Plt. Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa program renovasi RTLH adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah. “Kami berkomitmen untuk memastikan setiap warga, terutama mereka yang kurang mampu, dapat tinggal di rumah yang layak huni,” ujarnya dengan penuh semangat. Dalam sidak tersebut, Subandi menjelaskan bahwa alokasi dana untuk setiap RTLH berkisar antara Rp 20-25 juta. Anggaran tersebut akan difokuskan pada perbaikan mendesak, seperti pembangunan kamar mandi, penggantian atap, dan perbaikan dinding rumah. “Saya minta kepada Pak Lurah agar segera memproses berkas-berkasnya supaya renovasi bisa dilakukan secepat mungkin,” tambahnya. Sudari, yang telah menempati rumahnya selama 23 tahun tanpa renovasi, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Sejak 2002, rumah ini tidak pernah diperbaiki. Uang selalu terkuras untuk biaya pengobatan istri saya yang sakit diabetes,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Kini, harapannya untuk memiliki rumah yang layak akhirnya terwujud. Basor, yang berusia 68 tahun, juga merasakan kebahagiaan yang sama. “Senang sekali. Saya tidak perlu lagi menumpang ke tetangga untuk mandi atau buang air,” katanya, mengekspresikan rasa syukur atas bantuan yang akan diterimanya. Renovasi RTLH ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Sidoarjo, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi rentan. Baznas Sidoarjo, dipimpin oleh Ketua M Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk) dan Wakil Ketua bidang SDM M Ilhaminudin, berkomitmen untuk mempercepat pembangunan dan perlindungan bagi kelompok rentan. “Sepanjang tahun 2024, program bedah RTLH Baznas Sidoarjo telah menjangkau 244 RTLH dengan nilai mencapai Rp 4,9 miliar. Di bulan Januari 2025 ini, kami akan mengerjakan 15 RTLH, dan beberapa di antaranya sudah hampir selesai,” ungkap Gus Jazuk. Dengan semangat gotong royong, Baznas dan Pemkab Sidoarjo berharap bahwa setiap rumah yang direnovasi tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga sumber kebahagiaan dan kenyamanan bagi penghuninya. “Kami ingin setiap warga Sidoarjo merasa dihargai dan mendapatkan haknya untuk hidup dengan layak,” tutup Subandi. Langkah ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengatasi masalah RTLH di Sidoarjo. Dengan dukungan dan kerjasama yang solid, diharapkan akan ada lebih banyak rumah yang diperbaiki, dan lebih banyak senyuman yang terukir di wajah-wajah warga yang membutuhkan.
BERITA18/01/2025 | admin
HUT BAZNAS ke-24: Cahaya Zakat, Keajaiban bagi Muzaki dan Mustahik
HUT BAZNAS ke-24: Cahaya Zakat, Keajaiban bagi Muzaki dan Mustahik
"Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sebuah keajaiban yang mengubah kehidupan. Setiap zakat yang dikeluarkan adalah sinar harapan bagi mereka yang membutuhkan," ungkap M. Chasbil Aziz Salju Sodar, Ketua BAZNAS Sidoarjo, dalam rangka memperingati HUT ke-24 BAZNAS hari ini, 17 Januari 2025. Pernyataan ini menggambarkan betapa pentingnya peran zakat dalam kehidupan masyarakat. Sejak didirikan pada 17 Januari 2001, BAZNAS telah berkomitmen untuk menjadi jembatan kebaikan. Selama dua dekade lebih, lembaga ini telah menghadirkan berbagai program yang membantu para mustahik, atau penerima zakat, untuk bangkit dari keterpurukan. Melalui berbagai inisiatif, BAZNAS berusaha untuk memastikan bahwa setiap zakat yang diterima dapat memberikan dampak nyata. Tema perayaan tahun ini, "Cahaya Zakat: Keajaiban bagi Muzaki dan Mustahik," menggambarkan dua sisi penting dari zakat. Bagi muzaki, zakat menjadi wujud syukur dan pembersih harta. Bagi mustahik, zakat adalah cahaya harapan yang membantu mereka menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam konteks ini, zakat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan investasi sosial yang memberikan dampak jangka panjang. Dalam acara peringatan ini, BAZNAS Sidoarjo menampilkan berbagai pencapaian yang telah diraih selama 24 tahun. Dari program pendidikan hingga bantuan kesehatan, setiap langkah yang diambil bertujuan untuk menciptakan perubahan positif. "Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan mencari cara baru untuk menjangkau lebih banyak mustahik," tambah Gus Jazuk, sapaan akrab M. Chasbil. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah pelatihan keterampilan bagi mustahik. Dengan memberikan pelatihan yang relevan, BAZNAS berharap dapat memberdayakan mereka untuk mandiri secara ekonomi. "Kami ingin mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu menciptakan peluang bagi diri mereka sendiri," jelasnya. Perayaan HUT ke-24 BAZNAS juga diwarnai dengan berbagai kegiatan sosial, termasuk pembagian sembako dan layanan kesehatan gratis. Kegiatan ini mencerminkan komitmen BAZNAS untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan. Dengan semangat yang terus berkobar, BAZNAS bertekad untuk menjadi lebih baik lagi di masa depan. "Kami percaya bahwa setiap zakat yang dikeluarkan adalah langkah menuju keajaiban. Mari bersama-sama menjadikan zakat sebagai cahaya harapan untuk semua," tutup Gus Jazuk, mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan kebaikan ini.
BERITA17/01/2025 | admin
Haru Biru  di Balik Penyaluran Bantuan Biaya Hidup Baznas Sidoarjo hari ini
Haru Biru di Balik Penyaluran Bantuan Biaya Hidup Baznas Sidoarjo hari ini
16 Januari 2025, Sidoarjo – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, ada kisah-kisah yang mengingatkan kita akan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Salah satunya adalah kisah M. Efendi, seorang pria berusia 35 tahun yang tinggal sebatang kara di Tambak Rejo, Kecamatan Krembung. Sejak ditinggal kedua orang tuanya pada tahun 2006, M. Efendi mengalami gangguan jiwa yang membuatnya berjuang keras untuk bertahan hidup di tengah kondisi rumah yang kurang terawat dan cenderung kumuh. M. Efendi bukanlah satu-satunya penerima manfaat dari program bantuan biaya hidup yang disalurkan oleh Baznas Sidoarjo. Pada hari ini, tim Baznas yang dipimpin oleh M. Sofwan, staf pelaksana, melakukan penyaluran bantuan door to door kepada beberapa penerima manfaat lainnya di Kecamatan Krembung. Dengan semangat berbagi, mereka berharap dapat meringankan beban hidup para penerima manfaat yang membutuhkan. Setelah mengunjungi M. Efendi, tim Baznas melanjutkan perjalanan ke rumah Bapak Samsudin, seorang warga Desa Gading, Kecamatan Krembung. Bapak Samsudin, yang juga mengalami kesulitan ekonomi, sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. "Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Saya tidak tahu harus bagaimana tanpa dukungan ini," ungkapnya dengan penuh haru. Tak jauh dari situ, tim Baznas juga mengunjungi Ibu Siti, seorang lansia berusia 92 tahun yang tinggal di Desa Ketimang, Wonoayu. Dalam kondisi kesehatan yang semakin menurun, Ibu Siti mengandalkan bantuan dari Baznas untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. "Setiap bulan, bantuan ini membantu saya untuk membeli kebutuhan pokok. Saya sangat berterima kasih," katanya dengan senyuman yang tulus. Selain Ibu Siti, ada pula Ibu Makrupah yang berusia 95 tahun, juga dari Desa Ketimang, Wonoayu. Meski usianya telah senja, semangat hidupnya tak pudar. "Saya hanya ingin hidup tenang dan sehat, bantuan ini sangat membantu saya," ujarnya saat menerima bantuan dari tim Baznas. M. Sofwan menjelaskan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program Baznas Sidoarjo untuk menjangkau masyarakat yang kurang beruntung. "Kami berusaha untuk mendatangi setiap rumah penerima manfaat agar bantuan ini tepat sasaran dan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka," jelasnya. Kisah M. Efendi, Bapak Samsudin, Ibu Siti, dan Ibu Makrupah adalah sebagian kecil dari banyaknya cerita yang ada di balik penyaluran bantuan ini. Mereka adalah contoh nyata betapa pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial di tengah kehidupan yang semakin kompleks. Baznas Sidoarjo berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan bagi mereka yang membutuhkan, membangun harapan di tengah kesulitan.
BERITA16/01/2025 | admin
BAZNAS Perluas Jaringan Bantuan untuk Palestina
BAZNAS Perluas Jaringan Bantuan untuk Palestina
Jakarta, 15 Januari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melanjutkan komitmennya untuk membantu warga Palestina di Jalur Gaza dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan. Dalam sebuah acara Public Expose bertajuk “Membasuh Luka Palestina”, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan bahwa hingga 14 Januari 2025, bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp120 miliar, bermanfaat bagi lebih dari 407.350 warga Palestina. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono. Kiai Noor menekankan bahwa angka bantuan ini mencerminkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap isu kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Dalam rangka memperluas jaringan penyaluran bantuan, BAZNAS RI juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) secara virtual dengan beberapa lembaga internasional terpercaya, seperti UNRWA dan Jordan Hashemite Charity Organization. “Kami berkomitmen untuk menjadi jembatan amanah antara masyarakat Indonesia dan saudara-saudara kita di Palestina,” ungkap Kiai Noor. Proses penyaluran bantuan dilakukan melalui beberapa jalur distribusi yang aman dan efisien. Kiai Noor menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan melalui tiga metode utama: penyaluran langsung, melalui mitra non-Palestina, dan mitra lokal Gaza. Tahapan penyaluran ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga kemanusiaan. Selain bantuan darurat, BAZNAS juga berencana mendukung rekonstruksi di Palestina dengan pembangunan Rumah Sakit Indonesia, masjid, dan sekolah. Kiai Noor berharap bahwa langkah ini dapat menjadi simbol solidaritas bangsa Indonesia, dan mengajak para pemimpin untuk turut serta dalam peletakan batu pertama. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania dan Duta Besar Mesir untuk Indonesia, serta berbagai mitra dan donatur yang telah mendukung program ini. Kiai Noor menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas dukungan mereka yang luar biasa, dan berharap langkah-langkah ini dapat memperkuat solidaritas kemanusiaan. Dengan semangat yang tak kunjung padam, BAZNAS terus berupaya agar bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan secara tepat waktu dan tepat sasaran. Ini adalah wujud nyata bahwa kepedulian kita terhadap sesama, terutama dalam situasi sulit, harus terus dijaga dan diperkuat.
BERITA16/01/2025 | admin
Membangun Masa Depan: Komitmen Berkelanjutan Baznas Sidoarjo
Membangun Masa Depan: Komitmen Berkelanjutan Baznas Sidoarjo
Sidoarjo, 15 Januari 2025 – Setelah bakti sosial yang berhasil di Dusun Tanjungsari, Baznas Sidoarjo melanjutkan langkahnya dengan komitmen yang lebih kuat untuk memberdayakan masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Saldju, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial adalah awal dari program-program yang lebih luas. “Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hari Jadi ke-166 ini adalah momentum untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan,” ungkapnya. Program selanjutnya mencakup layanan kesehatan yang lebih terorganisir, termasuk pengobatan katarak dan khitan massal, yang direncanakan dalam waktu dekat. Dengan program-program ini, Baznas berharap dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan, khususnya di daerah-daerah terpencil yang selama ini kurang terlayani. Ainur Rahman menambahkan, “Dukungan dari masyarakat sangatlah penting. Tanpa dukungan panjenengan, pembangunan tidak akan berjalan baik.” Pesannya jelas: untuk menciptakan perubahan yang berarti, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat. Dengan bantuan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni yang diserahkan kepada tiga warga, Baznas menunjukkan bahwa mereka tidak hanya peduli pada aspek spiritual, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat. Setiap bantuan yang diberikan adalah langkah kecil menuju sebuah perubahan besar. Hari Jadi ke-166 Kabupaten Sidoarjo bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebuah panggilan untuk bertindak. Dengan dukungan semua pihak, Sidoarjo dapat terus maju dan berkembang, membangun masa depan yang lebih baik bagi setiap warganya. Mari bersama-sama kita wujudkan harapan dan cita-cita untuk Sidoarjo yang lebih sejahtera.
BERITA15/01/2025 | admin
Membangun Harapan: Bakti Sosial Pemkab Sidoarjo di Hari Jadi ke-166
Membangun Harapan: Bakti Sosial Pemkab Sidoarjo di Hari Jadi ke-166
Sidoarjo, 15 Januari 2025 – Di tengah suasana penuh haru dan kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo merayakan Hari Jadi yang ke-166 dengan semangat yang menggelora. Acara bakti sosial yang digelar di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, terutama di daerah terpencil yang kerap terabaikan. Pagi itu, ratusan warga berkumpul dengan wajah ceria dan penuh harapan. Baznas Sidoarjo, sebagai penggerak utama kegiatan ini, mendistribusikan sembako kepada 215 kepala keluarga yang sangat membutuhkan. Di antara mereka, 13 anak yatim piatu menerima santunan, sebuah momen haru yang mengingatkan kita akan pentingnya solidaritas di tengah komunitas. Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo, Ainur Rahman, menjadi sosok inspiratif dalam acara tersebut. Dengan semangat yang membara, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa demi keselamatan dan keberkahan bagi para pemimpin Sidoarjo. “Mari kita panjatkan doa agar pemimpin kita selalu diberikan petunjuk dan kekuatan untuk memajukan daerah ini,” ujarnya, disambut serentak oleh warga dengan kata "Aamiin". Kegiatan ini juga menyediakan layanan kesehatan gratis, yang disambut antusias oleh masyarakat. Warga antri dengan penuh harapan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan, menandakan betapa pentingnya akses terhadap layanan kesehatan di daerah terpencil. Baznas Sidoarjo berharap, melalui kegiatan ini, mereka dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Namun, bantuan tidak berhenti di situ. Baznas juga memberikan dukungan finansial untuk pembangunan masjid sebesar Rp. 3 juta dan mushollah sebesar Rp. 2 juta. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung fasilitas ibadah yang menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial bagi masyarakat. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masjid dan mushollah dapat menjadi tempat yang lebih nyaman dan berkualitas bagi warga untuk beribadah dan berkumpul. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian yang tinggi, Hari Jadi ke-166 Kabupaten Sidoarjo bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk bangkit dan bersatu demi masa depan yang lebih cerah.
BERITA15/01/2025 | admin
Kebangkitan Ibu Sani'a: Dari Kursi Roda ke Langkah Baru dengan Kaki Palsu
Kebangkitan Ibu Sani'a: Dari Kursi Roda ke Langkah Baru dengan Kaki Palsu
Desa Sukodono, 14 Januari 2025 - Di tengah kesibukan warung sumber hidupnya, terlihat sosok Ibu Sani'a, seorang penjual di warung kecil yang terletak di sebagian rumahnya. Dengan senyuman tulus di wajahnya, ia melayani pelanggan yang datang silih berganti. Namun, di balik senyumnya, tersimpan cerita perjuangan yang tak mudah. Mobilitasnya yang terbatas sebelumnya membuatnya harus bergantung pada kursi roda. Namun, hari ini, sebuah perubahan besar terjadi dalam hidupnya. Bantuan kaki palsu yang diberikan oleh Baznas Sidoarjo menjadi titik balik bagi Ibu Sani'a. Penyaluran bantuan ini dilakukan langsung oleh M. Ilhaminuddin, Wakil Ketua IV Bidang SDM, dan Ach Saleh, Wakil Ketua Bidang Keuangan Baznas Sidoarjo. Dalam suasana penuh haru, mereka menyerahkan kaki palsu tersebut kepada Ibu Sani'a di warungnya, disaksikan oleh warga setempat yang juga ikut merasakan kebahagiaan tersebut. "Ini adalah langkah kecil bagi kami, tetapi langkah besar bagi Ibu Sani'a," ungkap M. Ilhaminuddin dengan penuh semangat. "Kami berharap bantuan ini tidak hanya sekadar alat bantu, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup dan mobilitas Ibu Sani'a dalam menjalani aktivitas sehari-hari." Ibu Sani'a, yang kini berdiri dengan kaki palsu yang baru, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. "Saya merasa seperti mendapatkan hidup baru. Dulu, saya hanya bisa duduk di kursi roda, tetapi sekarang saya bisa berdiri dan berjalan. Terima kasih kepada Baznas Sidoarjo yang telah membantu saya," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Kisah Ibu Sani'a adalah salah satu dari banyak cerita inspiratif yang dihadirkan oleh Baznas Sidoarjo. Organisasi ini terus berkomitmen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam hal meningkatkan kualitas hidup mereka. "Kami percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk hidup lebih baik," tambah Ach Saleh. Dengan bantuan ini, Ibu Sani'a kini dapat berjualan dengan lebih leluasa. Ia berharap, dengan mobilitas yang meningkat, usahanya di warung dapat berkembang dan memberikan kehidupan yang lebih baik untuk diri dan keluarga serta khalayak lainnya. Hari ini, di Desa Sukodono, bukan hanya Ibu Sani'a yang merasakan kebahagiaan. Warga sekitar juga merasakan dampak positif dari penyaluran bantuan ini. Mereka melihat langsung bagaimana sebuah bantuan sederhana dapat mengubah hidup seseorang. Di tengah kesederhanaan, harapan baru lahir, dan langkah-langkah kecil menuju masa depan yang lebih baik dimulai.
BERITA14/01/2025 | admin
Monitoring Rehab Rumah Tak Layak Huni: Menyongsong Harapan di Sidoarjo
Monitoring Rehab Rumah Tak Layak Huni: Menyongsong Harapan di Sidoarjo
Sidoarjo, 13 jan 2025 , Langkah awal tim Baznas sidoarjo Monitoring rehab rumah di kediaman Bapak Suprianto, warga Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, serta di kediaman Choirunnisa, warga Perum GKSP Sedati Gede, menjadi pembuka hari yang penuh makna ini. Keduanya adalah lokasi yang sebelumnya disidak bersama Plt Bupati Subandi pada 14 Desember 2024 lalu. Kini, tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo kembali hadir untuk memastikan bahwa program rehabilitasi rumah tak layak huni (RTLH) berjalan sesuai harapan. Di tengah cuaca yang cerah, semangat warga menyambut kedatangan tim Baznas dengan penuh harapan. Kunjungan berikutnya membawa tim ke rumah Ibu Muripen di Desa Keret, Krembung, yang diwakili oleh anaknya. Di rumah sederhana itu, harapan baru terlihat di wajah-wajah mereka yang menerima bantuan. Dalam setiap kunjungan, Baznas tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan harapan dan semangat bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Di Desa Kedondong, Tulangan, tim melanjutkan monitoring di kediaman Slamet Mulyo. Atap rumahnya yang ambrol beberapa waktu lalu kini tengah dalam proses perbaikan. Dengan semangat, Slamet menjelaskan betapa pentingnya bantuan ini bagi keluarganya. "Kami tidak tahu harus bagaimana tanpa bantuan ini," ujarnya dengan mata berbinar. Di sinilah, Baznas berperan sebagai jembatan harapan, mengubah rumah yang dulunya tak layak huni menjadi tempat yang nyaman untuk berteduh. Di Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, tim melanjutkan monitoring di kediaman Ibu Sumiati. Suasana haru menyelimuti pertemuan ini. Ibu Sumiati, yang telah lama menanti perbaikan rumahnya, tak bisa menahan air mata saat menerima berita acara penyerahan bantuan. "Ini adalah berkah bagi kami, terima kasih Baznas," ucapnya sambil memeluk anak-anaknya. Momen ini menggambarkan betapa besar dampak yang ditimbulkan oleh program rehabilitasi ini. Kunjungan ke Ibu Supinah di Kelurahan Sidokumpul juga tak kalah mengesankan. Dengan senyum lebar, Ibu Supinah menunjukkan bagian-bagian rumah yang telah diperbaiki. "Kami merasa lebih aman dan nyaman sekarang," katanya. Setiap rumah yang dikunjungi memiliki cerita tersendiri, namun benang merahnya adalah harapan untuk masa depan yang lebih baik. Selanjutnya, tim melanjutkan monitoring di kediaman Ibu Umi Hanik di Desa Kebonsari, Candi, dan Ibu Lailil Kurniawati di Desa Rejeni, Krembung. Di sini, tim Baznas juga mengunjungi Ibu Chusnul Khotimag di Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo. Dalam perbincangan hangat, Ibu Chusnul bercerita tentang perjuangannya dan bagaimana bantuan ini telah mengubah hidupnya. "Kami tidak lagi merasa terasing," ungkapnya. Setiap senyuman dan ucapan terima kasih dari para penerima manfaat menjadi bahan bakar semangat bagi tim Baznas untuk terus berjuang. Di penghujung hari, monitoring hari ini menandai penutup program rehabilitasi RTLH di tahun 2024. Achmad Richie, Staf Pelaksana Baznas Sidoarjo, menyampaikan, "Kami berharap semua pekerjaan dapat tuntas dan diserahkan kepada penerima manfaat." Dengan total 224 unit rumah yang berhasil direhabilitasi, Baznas Sidoarjo menunjukkan komitmennya untuk mengubah wajah Sidoarjo menjadi lebih baik, satu rumah pada satu waktu.
BERITA14/01/2025 | admin
Mewujudkan Harapan: Program SKSS , Satu Keluarga Satu Sarjana Baznas
Mewujudkan Harapan: Program SKSS , Satu Keluarga Satu Sarjana Baznas
Sidoarjo, 13 Januari 2025 - Di tengah tantangan pendidikan yang kian berat, Baznas Sidoarjo menuntaskan program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) tahun 2024.Program ini, dibiayai oleh Baznas propinsi Jatim. SKSS ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari keluarga yang belum memiliki sarjana untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Sebanyak 9 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi di Sidoarjo, yaitu IAI Alkhoziny Buduran, STAI An-Najah Mandiri, dan Universitas Nahdlatul Ulama’ Sidoarjo (Unusida), terpilih untuk menerima beasiswa ini. Proses seleksi dimulai pada bulan September 2024, di mana Baznas Provinsi Jawa Timur menggelar tes untuk calon penerima. Dari 280 peserta yang mengikuti seleksi, hanya 150 orang yang berhasil lolos. Ahmad Hamdani, staf pelaksana Baznas Sidoarjo, menjelaskan bahwa beasiswa ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk mengejar impian mereka. “Beasiswa SKSS ini sebesar 2 juta rupiah per semester, dan dapat diterima hingga maksimal 8 semester atau setara dengan 4 tahun,” ungkap Ahmad Hamdani saat penyaluran beasiswa secara simbolis di kantor Baznas Sidoarjo. Dengan jumlah yang signifikan ini, diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan bagi para penerima. Proses penyaluran beasiswa dilakukan secara simbolis pada hari ini, menandai selesainya administrasi dan transfer anggaran yang telah dilakukan pada bulan Desember 2024. Ahmad menegaskan bahwa penyaluran ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga merupakan komitmen Baznas untuk mendukung pendidikan di Sidoarjo. Lebih dari sekadar angka, setiap penerima beasiswa adalah harapan baru bagi keluarganya. Mereka adalah siswa-siswa yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi masyarakat. Dengan dukungan ini, Baznas berharap dapat mengurangi angka ketidakberdayaan pendidikan di kalangan keluarga yang kurang mampu. Program SKSS ini menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih. Melalui inisiatif ini, Baznas Sidoarjo bertekad untuk mengubah wajah pendidikan dan menciptakan generasi yang berpendidikan, mandiri, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, Baznas Sidoarjo optimis bahwa program SKSS akan terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Harapan akan pendidikan yang lebih baik kini semakin dekat, berkat langkah nyata dari Baznas Sidoarjo.
BERITA13/01/2025 | admin
Semangat Berbagi: Kedermawanan Masyarakat Indonesia Terbukti Tinggi
Semangat Berbagi: Kedermawanan Masyarakat Indonesia Terbukti Tinggi
Lembaga Survei KedaiKOPI baru-baru ini merilis hasil survei yang menunjukkan semangat berbagi yang luar biasa di kalangan masyarakat Indonesia. Direktur Riset dan Komunikasi KedaiKOPI, Ibnu Dwi Cahyo, mengungkapkan bahwa survei yang dilakukan pada Desember 2024 melibatkan 1.116 responden, dengan hasil mencengangkan: 92,6% di antaranya telah melakukan donasi sepanjang tahun lalu. Data menunjukkan bahwa partisipasi dalam kegiatan donasi juga melibatkan 77,8% dari sektor informal. Hal ini mencerminkan komitmen kolektif masyarakat untuk saling membantu, yang menjadi ciri khas bangsa ini. “Dari seluruh responden, 95,1% menilai bahwa donasi sangat penting,” jelas Ibnu, yang juga merupakan alumni Taruna Nusantara. Keberhasilan Indonesia menduduki posisi pertama dalam World Giving Index selama tujuh tahun berturut-turut tidaklah mengherankan. Tingginya angka kedermawanan ini tidak hanya membantu sesama, tetapi juga berpotensi mendukung program-program pemerintah. Ibnu menekankan bahwa masyarakat Indonesia memiliki sejarah panjang dalam membantu negara, yang dimulai sejak masa kemerdekaan. “Ketika program pro-rakyat seperti Makan Bergizi Gratis mengalami kendala, saya yakin masyarakat akan turun tangan membantu,” ungkap Ibnu. Ia juga menyoroti teladan yang diberikan oleh Presiden Prabowo, yang menggunakan uang pribadinya untuk mendukung program tersebut di beberapa daerah. Ibnu menambahkan bahwa partisipasi masyarakat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap mematuhi aturan yang ada. Bantuan donasi tidak hanya berupa uang, tetapi juga tenaga dan peralatan yang berguna dalam pelaksanaan program tersebut. Survei menunjukkan bahwa donasi uang mencapai 87,4%, donasi barang 65,1%, dan kontribusi waktu serta tenaga sebagai relawan sebesar 29,6%. “Ini menunjukkan semangat gotong royong yang masih tinggi di masyarakat, yang merupakan modal penting untuk menjaga kerukunan dan kesatuan bangsa,” tegasnya. Ibnu juga mengusulkan agar pemerintah membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam program MBG dengan mekanisme yang jelas. “Dorongan masyarakat untuk berbagi dan berdonasi di dalam negeri sangat besar, dengan 98,2% menyatakan keinginan untuk membantu,” tambahnya. Kedermawanan masyarakat Indonesia juga berpotensi menjadi alat diplomasi bagi pemerintah. Ibnu menekankan bahwa kepedulian masyarakat terhadap isu kemanusiaan di berbagai belahan dunia, termasuk di Timur Tengah, harus dioptimalkan. “Bantuan yang disalurkan oleh lembaga kemanusiaan seharusnya menjadi alat diplomasi yang kuat bagi pemerintah,” ujarnya. Hasil survei ini juga mengkonfirmasi pernyataan World Giving Index yang menempatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia pada tahun 2024. Survei yang melibatkan 145.702 peserta dari 142 negara ini menunjukkan betapa tingginya semangat berbagi di kalangan masyarakat kita.
BERITA12/01/2025 | admin
Membangun Harapan: Baznas Sidoarjo Salurkan Bantuan di 8 Kecamatan
Membangun Harapan: Baznas Sidoarjo Salurkan Bantuan di 8 Kecamatan
Sidoarjo, 8 Januari 2025, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo melaksanakan penyaluran bantuan yang menyentuh hati di delapan kecamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam bidang pendidikan dan kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam penyaluran kali ini, Baznas menyalurkan bantuan pendidikan untuk 47 sekolah SD dan SMP sederajat dengan total 399 penerima manfaat.Juga , bantuan biaya hidup 91 penerima manfaat, bantuan sarpras dan partisipasi kegiatan. Kecamatan Tanggulangin menjadi salah satu yang paling banyak menerima bantuan, dengan 9 sekolah dan 84 siswa penerima manfaat. Di Kecamatan Taman, bantuan disalurkan kepada 7 sekolah dan 45 siswa, serta 2 mushollah dan 1 penerima manfaat untuk partisipasi kegiatan sosial. Sementara itu, di Kecamatan Buduran, 1 sekolah menerima bantuan untuk 4 siswa, dan 17 penerima manfaat untuk bantuan biaya hidup. Kecamatan Waru juga mendapatkan perhatian dengan penyaluran bantuan untuk 2 sekolah yang mencakup 12 siswa, serta 17 penerima manfaat untuk biaya hidup dan 2 mushollah. Di Kecamatan Jabon, bantuan pendidikan disalurkan kepada 16 sekolah yang mencakup 156 siswa. Begitu juga di Kecamatan Candi, 4 sekolah menerima bantuan untuk 37 siswa, ditambah 47 bantuan biaya hidup dan 1 mushollah. Di Kecamatan Porong, bantuan diberikan kepada 2 sekolah dengan 20 siswa penerima manfaat, serta 10 penerima manfaat untuk biaya hidup. Sedangkan di Kecamatan Sidoarjo, bantuan disalurkan kepada 6 sekolah dengan 51 siswa, 2 mushollah, 1 masjid, 1 bantuan partisipasi kegiatan, dan 2 penerima manfaat untuk biaya hidup. Acara penyaluran bantuan ini dilaksanakan di pendopo kecamatan masing-masing, meski ada beberapa penerima manfaat yang tidak dapat hadir secara fisik. Di Desa Banjarsari, misalnya, penyaluran dilakukan dengan pendampingan dari Kepala Desa Buduran, M. Nidhom. Ini menunjukkan komitmen Baznas untuk menjangkau setiap sudut masyarakat yang membutuhkan. M. Mahbub, Wakil Ketua II Bidang Distribusi Baznas Sidoarjo, menyatakan, “Kami berharap bantuan ini tidak hanya sekadar angka, tetapi bisa memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik. Dengan bantuan ini, kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang terhambat untuk belajar hanya karena masalah biaya.” Dengan semangat kebersamaan, Baznas Sidoarjo terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan harapan dan solusi bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar penyaluran bantuan, melainkan sebuah bentuk kepedulian yang tulus untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang
BERITA08/01/2025 | admin
Rayakan 166 Tahun Sidoarjo: Bersama Membangun Harapan dan Kepedulian untuk Sesama!
Rayakan 166 Tahun Sidoarjo: Bersama Membangun Harapan dan Kepedulian untuk Sesama!
Sidoarjo, 29 Januari 2024, akan menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Di tahun yang ke-166 ini, kita akan merayakan hari jadi dengan semangat baru melalui serangkaian kegiatan yang penuh makna. Dengan tema "Sidoarjo Hebat, Baik, dan Bermartabat," rangkaian acara ini diharapkan dapat memperkuat rasa kepedulian kita terhadap sesama. Diawali dengan bakti sosial di daerah terpencil, kegiatan ini akan menyasar 212 kepala keluarga di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon. Seremoni akan dilaksanakan pada 15 Januari 2025, di mana paket sembako, santunan yatim, pengobatan gratis, serta bantuan untuk musholla, masjid, dan renovasi rumah akan dibagikan. Ini adalah langkah nyata untuk menjangkau mereka yang membutuhkan. Selanjutnya, kita akan menggelar khitan massal untuk 300 anak saleh dhuafa. Kegiatan ini akan berlangsung pada 22 dan 23 Januari 2025, dengan lokasi di Pendopo Kabupaten Sidoarjo dan RSUD Barat. Setiap anak yang berpartisipasi akan mendapatkan uang saku dan bingkisan menarik, sebagai bentuk apresiasi atas momen penting dalam hidup mereka. Tidak berhenti di situ, pada 28 Januari 2025, kita juga akan mengadakan screening mata untuk 150 orang yang membutuhkan operasi katarak. Kegiatan ini akan berlangsung di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, dan diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka yang mengalami masalah penglihatan. M. Mahbub, Wakil Ketua II Baznas Sidoarjo, yang juga penanggung jawab acara peringatan hari jadi, menyampaikan bahwa meskipun rangkaian kegiatan tahun ini hampir serupa dengan tahun sebelumnya, kemeriahan dan semangat kepedulian tidak akan berkurang. “Kami berharap partisipasi masyarakat, baik individu maupun institusi, untuk mendukung kegiatan ini semakin besar,” ujarnya. Tema "Sidoarjo Hebat, Baik, dan Bermartabat" bukan sekadar slogan, tetapi merupakan panggilan untuk kita semua. Mari kita tunjukkan kepedulian kita terhadap sesama, karena dari kepedulian itulah kita bisa membangun Sidoarjo yang lebih baik. Dengan semangat yang menggebu, mari kita sambut hari jadi Sidoarjo ke-166 ini dengan penuh cinta dan aksi nyata. Bersama, kita bisa mewujudkan harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA04/01/2025 | admin
Bareng Plt Bupati ,Awal Tahun 2025 Baznas Sidoarjo Memperkuat Program RTLH di Balongbendo dan Taman
Bareng Plt Bupati ,Awal Tahun 2025 Baznas Sidoarjo Memperkuat Program RTLH di Balongbendo dan Taman
Sidoarjo, 4 Januari 2025 – Awal Tahun 2025, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan dengan melanjutkan program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dalam kolaborasi yang erat dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Plt. Bupati H. Subandi bersama tim Baznas dan Dinas Sosial (Dinsos) langsung turun tangan untuk merenovasi dua rumah di Kecamatan Balongbendo dan Taman yang sangat memprihatinkan. Kedua rumah tersebut milik Nurman Hidayatullah dan Anang Subagyo, yang selama ini menjadi sorotan karena kondisinya yang tidak layak huni. Dengan atap yang mulai roboh dan dinding yang lapuk, rumah-rumah ini menjadi ancaman bagi keselamatan penghuninya. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Subandi menegaskan pentingnya memastikan setiap warga Sidoarjo memiliki tempat tinggal yang layak, terutama di tengah musim hujan yang berpotensi menambah risiko. “Program RTLH ini bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga merupakan bentuk perhatian kami terhadap masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap orang memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman,” ujar H. Subandi. Ia juga menambahkan bahwa renovasi ini akan dipercepat agar keluarga yang tinggal di rumah tersebut dapat segera merasakan perbaikan. Anang Subagyo, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pemerintah dan Baznas. “Keadaan ekonomi membuat saya sulit untuk merenovasi rumah. Dengan adanya bantuan ini, semoga keluarga saya bisa tinggal lebih layak,” ungkap Anang dengan penuh haru. Program RTLH yang dilaksanakan Baznas Sidoarjo diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat kurang mampu. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, dan Dinsos menjadi langkah konkret dalam membantu mereka yang membutuhkan. Ini adalah wujud nyata dari kepedulian sosial yang harus terus ditingkatkan. Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju (Gus Jazuk), menjelaskan bahwa selama tahun 2024, Baznas telah berhasil merenovasi 224 rumah RTLH, baik melalui program reguler maupun bantuan darurat akibat bencana. “Kami berkomitmen di tahun 2025 ini untuk berbuat lebih banyak. Setiap rumah yang kami renovasi adalah harapan baru bagi keluarga yang tinggal di dalamnya,” tegas Gus Jazuk. Dalam semangat awal tahun, Baznas Sidoarjo bertekad untuk terus bergerak cepat dalam mencari titik-titik rumah yang membutuhkan perbaikan. “Alhamdulillah, kami akan terus mencari hunian yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” tambah Gus Jazuk. Dengan langkah-langkah nyata ini, Baznas Sidoarjo tidak hanya sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga mengembalikan harapan dan martabat masyarakat. Di tengah tantangan yang ada, sinergi antara pemerintah dan lembaga sosial menjadi kunci untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi semua.
BERITA04/01/2025 | admin
Hidupkan Harapan: Penerima Manfaat Bantuan untuk Fakir Terlantar 2024
Hidupkan Harapan: Penerima Manfaat Bantuan untuk Fakir Terlantar 2024
Sidoarjo,31 Desember 2024 – Di penghujung tahun ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menorehkan langkah nyata dalam mengulurkan bantuan kepada kelompok masyarakat yang paling rentan. Melalui program *Bantuan Biaya Fakir Terlantar*, BAZNAS Sidoarjo telah berhasil menyalurkan bantuan kepada 62 warga lanjut usia yang hidup sebatang kara dan terlantar. Program ini, yang dirancang khusus untuk warga Sidoarjo berusia 65 tahun ke atas, menjadi harapan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan dari perhatian publik. Dengan bentuk bantuan berupa transfer tunai sebesar Rp625.000 per bulan, yang diberikan setiap dua bulan, program ini dirancang untuk mendukung kebutuhan dasar para penerima di hari tua mereka. Sebaran Penerima dan Pendekatan Tepat Sasaran Berdasarkan data terbaru per Desember 2024, penerima bantuan tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Kecamatan Krembung mencatat jumlah penerima terbanyak dengan enam orang, diikuti Tulangan, Sukodono, dan Wonoayu yang masing-masing memiliki lima penerima. Sementara itu, Kecamatan Candi dan Prambon menjadi wilayah yang tidak memiliki penerima bantuan pada periode ini. “Kami terus melakukan pendataan dan verifikasi dengan sangat cermat untuk memastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Setiap lokasi yang kami jangkau mencerminkan komitmen kami untuk menyentuh semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali,” ujar Ketua BAZNAS Sidoarjo. Lebih dari Sekadar Bantuan Materi Selain transfer tunai, program ini juga mengedepankan nilai empati. Para petugas BAZNAS tak hanya mengantarkan bantuan, tetapi juga menjalin interaksi hangat dengan para lansia penerima. Kehadiran petugas menjadi bentuk dukungan emosional bagi mereka yang hidup sendiri. Dalam salah satu momen yang diabadikan, terlihat seorang petugas memberikan bantuan langsung ke tangan seorang lansia yang terbaring lemah di tempat tidur. Senyuman kecil yang terlihat mencerminkan makna mendalam dari bantuan ini—lebih dari sekadar uang, tapi kehadiran dan kepedulian. Membangun Solidaritas Sosial Program Bantuan Biaya Fakir Terlantar adalah bagian dari upaya besar BAZNAS Sidoarjo untuk membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat. Dengan menyentuh kelompok yang selama ini berada di pinggiran kehidupan sosial, BAZNAS berhasil mengingatkan publik tentang pentingnya berbagi kebahagiaan dan keberkahan, khususnya di akhir tahun. Tidak hanya itu, program ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari bagaimana mereka merawat masyarakatnya, terutama yang berada di garis terlemah. Harapan untuk Tahun Mendatang Dengan capaian yang signifikan sepanjang November hingga Desember 2024, BAZNAS Sidoarjo berharap dapat terus memperluas cakupan penerima bantuan di tahun mendatang. Pendataan yang lebih inklusif dan optimalisasi sumber daya zakat diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lagi fakir terlantar di seluruh penjuru Sidoarjo. “Ini adalah awal dari komitmen besar kami untuk menjadikan Sidoarjo sebagai kabupaten yang ramah terhadap lansia dan masyarakat rentan. Semoga program ini menjadi inspirasi bagi pihak-pihak lain untuk turut peduli dan berkontribusi,” tambah Ketua BAZNAS, M Chasbil Aziz Salju Sodar. Di tengah gemuruh modernisasi, program ini hadir sebagai oase yang mengingatkan kita bahwa kebaikan kecil dapat memberikan perubahan besar. Dengan kepedulian bersama, lansia terlantar di Sidoarjo tak lagi merasa sendiri. Mereka kini memiliki harapan untuk menjalani hari tua dengan lebih layak dan bermartabat.
BERITA31/12/2024 | admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat