WhatsApp Icon
Menebar Kasih di Usia Senja: BAZNAS Sidoarjo Santuni Lansia Sebatang Kara di Celep

SIDOARJO KOTA – Di sebuah sudut kecil Kelurahan Celep, waktu seolah berjalan lebih lambat bagi Ibu MS (61). Di usianya yang telah memasuki senja, ia harus menjalani hari-hari tanpa pendamping hidup maupun anak yang merawatnya. Kondisi ekonomi yang serba terbatas menempatkannya dalam posisi rentan.

Merespons kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melalui tim lapangan bergerak cepat memberikan bantuan biaya hidup pada Kamis (26/02/2026) pukul 10.30 WIB. Langkah ini merupakan pengejawantahan dari program Sidoarjo Peduli yang memprioritaskan lansia non-potensial yang hidup sebatang kara.

Syukron In’am, Staf Pelaksana BAZNAS yang turun langsung ke lokasi, menekankan pentingnya kehadiran lembaga filantropi bagi lansia. "Ibu MS adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama. Melalui amanah para muzakki, kami berupaya memastikan bahwa di masa tuanya, beliau tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok yang layak," tuturnya dengan penuh empati.

Secara analisis SROI, intervensi ini memberikan dampak well-being (kesejahteraan batin) yang sangat tinggi. Bagi lansia seperti Ibu MS, perhatian dari lembaga sosial memberikan rasa aman secara emosional, yang secara langsung berkontribusi pada kesehatan fisik dan mentalnya. Dana zakat di sini bertransformasi menjadi alat investasi sosial yang menjaga martabat kemanusiaan di usia senja.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa Zakat Menguatkan Indonesia bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata di lapangan. Menuju Ramadhan Tangguh, BAZNAS Sidoarjo terus memperluas jangkauan agar para lansia di pelosok desa dapat merasakan indahnya kebersamaan dan kepedulian umat.

26/02/2026 | Kontributor: sudrab
Konsistensi Sidoarjo Peduli: Menjaga Asa Ibu ES di Jalan Hasanuddin

SIDOARJO KOTA – Semangat kepedulian terus mengalir di jantung Kota Sidoarjo. Setelah menyambangi beberapa titik, tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melanjutkan pendistribusian bantuan biaya hidup ke Jalan Hasanuddin, Kelurahan Celep, untuk menemui Ibu ES (67), seorang wanita lansia yang kini hidup sendiri tanpa dukungan keluarga inti.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 10.10 WIB ini melibatkan kolaborasi antara staf ahli BAZNAS dan generasi muda dari mahasiswa magang UINSA. Hal ini menunjukkan bahwa syiar zakat kini telah menjadi gerakan lintas generasi di Kabupaten Sidoarjo. Ibu ES, yang tergolong keluarga kurang mampu, menyambut kehadiran tim dengan haru.

"BAZNAS Sidoarjo akan terus berkomitmen hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. Kami tidak hanya mengantar bantuan, tapi kami mengantar amanah dan doa dari para muzakki agar warga kita, seperti Ibu ES, tetap tangguh menghadapi tantangan hidup," jelas M. Shofwan saat menyerahkan bantuan secara simbolis.

Dilihat dari sudut pandang SROI, penyaluran bantuan di kawasan perkotaan yang padat seperti Celep memiliki nilai strategis. Bantuan ini mencegah terjadinya kemiskinan ekstrem yang lebih dalam dan memperkuat modal sosial (social capital) di lingkungan tersebut. Dengan memberikan dukungan biaya hidup, BAZNAS membantu mengurangi beban ketergantungan warga terhadap pinjaman ilegal atau bantuan yang tidak bermartabat.

Aksi filantropi ini merupakan bagian dari kampanye Zakat Menguatkan Indonesia. BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersiap menyambut Ramadhan Tangguh, sebuah momentum di mana kekuatan zakat, infak, dan sedekah akan menjadi motor utama dalam mengentaskan kesulitan ekonomi masyarakat di Sidoarjo.

26/02/2026 | Kontributor: sudrab
Membasuh Jiwa di Bulan Maghfirah: Menjemput Ampunan Melalui Puasa dan Filantropi

Ramadhan bukan sekadar perubahan jadwal makan atau untaian kalimat puitis yang menyapa telinga kita setiap tahun. Bagi umat Muslim, Ramadhan adalah sebuah proklamasi kasih sayang Allah SWT yang luar biasa. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, khususnya bagi masyarakat Sidoarjo yang serba cepat, bulan suci ini hadir sebagai "tombol jeda" spiritual untuk bersimpuh, mengevaluasi diri, dan menjemput ampunan yang dihamparkan seluas samudra.

Gerbang Langit yang Terbuka Lebar

Secara teologis, penyebutan Ramadhan sebagai bulan pengampunan memiliki akar yang kuat dalam hadis sahih. Saat fajar Ramadhan menyingsing, pintu surga dibuka seluas-luasnya, pintu neraka dikunci rapat, dan belenggu setan diperketat. Fenomena spiritual ini merupakan isyarat nyata bahwa Allah SWT sedang menghamparkan "karpet merah" bagi setiap hamba-Nya untuk kembali kepada fitrah atau kesucian asal.

Motivasi terbesar umat beriman dalam menjalani bulan ini bersumber dari janji Rasulullah SAW. Beliau bersabda bahwa siapapun yang menunaikan ibadah puasa dengan didasari iman dan ihtisaban (semata-mata mengharap ridha Allah), maka noktah hitam dari dosa-dosa masa lalunya akan diputihkan kembali.

Puasa sebagai Madrasah Penyucian Hati

Perlu dipahami bahwa ibadah puasa memiliki dimensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar menahan lapar dan dahaga. Di balik rasa haus yang menyengat, terdapat proses tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa. Puasa berfungsi sebagai instrumen penggugur dosa yang sangat efektif karena ia melatih kejujuran batin yang membawa manusia lebih dekat kepada Sang Khalik.

Dengan menahan hawa nafsu secara sadar, kita sebenarnya sedang meruntuhkan ego dan kesombongan yang seringkali menjadi penghalang antara hamba dengan Tuhannya. Inilah mengapa puasa disebut sebagai "madrasah" atau tempat belajar untuk mendidik jiwa agar kembali bersih dan rendah hati.

Lailatul Qadar: Puncak Keistimewaan

Keistimewaan bulan maghfirah ini mencapai puncaknya dengan kehadiran Lailatul Qadar, sebuah malam yang nilainya melampaui seribu bulan. Melalui doa yang diajarkan, "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni", kita diingatkan bahwa setinggi apa pun gunung dosa yang pernah kita daki, ampunan Allah selalu lebih luas untuk menaunginya. Malam ini menjadi kesempatan emas bagi siapa pun yang ingin menghapus jejak kesalahan masa lalu secara total.

Filantropi: Jembatan Menuju Ampunan Ilahi

Menariknya, penyesalan atau taubat batiniah dalam Islam idealnya dibuktikan dengan aksi nyata di dunia sosial. BAZNAS Sidoarjo meyakini bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk melakukan sedekah jariyah dan zakat. Mengapa demikian? Karena dalam ajaran Islam, kebaikan yang dilakukan kepada sesama manusia bertindak sebagai pemadam api dosa.

Setiap tindakan berbagi memiliki dampak spiritual yang spesifik bagi pelakunya:

  • Zakat berfungsi menyucikan harta benda yang kita miliki agar berkah.
  • Sedekah berperan mendinginkan murka Allah dan menghapus kesalahan, layaknya air yang memadamkan api.
  • Berbagi Takjil memberikan pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tanpa sedikit pun mengurangi pahala mereka.

Transformasi Diri: Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Hampa

Ramadhan adalah anugerah dan titik balik bagi siapa saja yang merasa lelah dengan beban dosa. Namun, penting untuk diingat bahwa ampunan tidak datang kepada mereka yang diam; ampunan harus dijemput dengan ruku yang panjang, istighfar yang tulus, dan tangan yang ringan dalam berbagi.

Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum transformasi diri. Tujuan kita bukan hanya bersih secara spiritual di hadapan Tuhan, tetapi juga menjadi pribadi yang berdampak secara sosial. Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah—seperti melalui BAZNAS Sidoarjo—kita dapat menguatkan saudara-saudara yang membutuhkan agar mereka juga bisa merasakan indahnya Ramadhan. Dengan demikian, kita tidak hanya meraih ampunan-Nya, tetapi juga mewujudkan kemandirian bangsa menuju Ramadhan yang tangguh.

26/02/2026 | Kontributor: Humas
Menembus Lorong Sempit Tanggulangin demi Senyum Seorang Ibu

TANGGULANGIN, SIDOARJO – Pagi yang mendung di Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin, tidak menyurutkan langkah tim pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo untuk menyusuri gang-gang sempit. Pada Kamis (26/02/2026), sebuah misi kemanusiaan dalam bingkai program "Sidoarjo Peduli" dilaksanakan untuk menyapa Ibu AG (inisial), seorang perantau asal Nganjuk yang kini berjuang menyambung hidup di sebuah kamar kos sederhana.

Ibu AG adalah potret pejuang kehidupan. Sebagai orang tua tunggal yang membesarkan seorang anak di tanah rantau, keterbatasan ekonomi kerap kali menjadi tembok besar. Namun, melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS, harapan itu kembali dipupuk. Kehadiran petugas BAZNAS, M. Shofwan dan Syukron In’am, bersama mahasiswa magang UINSA, bukan sekadar memberikan bantuan biaya hidup, melainkan memberikan pengakuan atas martabat mereka yang sedang diuji.

Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Shofwan, menyatakan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk tanggung jawab publik. "Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa tidak ada saudara kita yang merasa sendirian dalam menghadapi kesulitan ekonomi. Program Sidoarjo Peduli dirancang untuk memberikan jaring pengaman sosial yang cepat dan tepat sasaran," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Dalam perspektif Social Return on Investment (SROI), bantuan ini tidak hanya dinilai dari nominal uang yang diserahkan. Dampak sosial yang dihasilkan jauh lebih besar: stabilitas psikologis bagi sang ibu dan keberlangsungan nutrisi bagi anaknya. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, risiko sosial di lingkungan kos dapat ditekan, menciptakan ketahanan keluarga yang lebih kuat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan besar Zakat Menguatkan Indonesia. Menjelang bulan suci, BAZNAS berkomitmen mewujudkan Ramadhan Tangguh bagi seluruh mustahik di Sidoarjo, memastikan mereka dapat menyambut bulan penuh berkah dengan hati yang lebih tenang.

26/02/2026 | Kontributor: sudrab
Membuka Pintu Masa Depan: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Dukungan Pendidikan di SDN Klurak

SIDOARJO – Investasi terbaik bagi sebuah bangsa tidak selalu berupa infrastruktur fisik, melainkan melalui jaminan keberlanjutan pendidikan bagi generasi mudanya. Semangat inilah yang dibawa oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo saat menyambangi SDN Klurak, Kecamatan Candi, pada Rabu (25/2/2026). Melalui kampanye "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan biaya pendidikan bagi para siswa yang memiliki cita-cita besar namun terkendala keterbatasan ekonomi keluarga.

Tepat pukul 10.00 WIB, suasana hangat menyelimuti SDN Klurak saat tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo, M. Sofwan dan Syukron In’am, tiba di lokasi. Kedatangan mereka bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk memastikan bahwa anak-anak di Desa Klurak tidak ada yang terpaksa menanggalkan seragam sekolahnya karena alasan biaya.

Berdasarkan hasil asesmen mendalam yang dilakukan tim lapangan, terdapat 8 siswa di SDN Klurak yang masuk dalam kriteria penerima manfaat. Mereka berasal dari keluarga prasejahtera yang sedang berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penyaluran bantuan biaya pendidikan ini diharapkan menjadi "napas baru" bagi para orang tua siswa, sehingga fokus anak-anak kembali sepenuhnya pada buku dan prestasi, bukan pada kecemasan akan biaya operasional sekolah.

Dilihat dari perspektif Social Return on Investment (SROI), dukungan yang diberikan BAZNAS Sidoarjo ini memiliki nilai manfaat yang berlipat ganda. Secara jangka pendek, bantuan ini memenuhi kebutuhan mendesak siswa. Namun, secara jangka panjang, zakat yang disalurkan berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang mencegah degradasi kualitas SDM di tingkat lokal. Dengan tetap bersekolah, anak-anak ini memiliki peluang lebih besar untuk memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka di masa depan. Setiap rupiah zakat yang ditunaikan oleh para muzakki bertransformasi menjadi investasi intelektual dan moral yang akan menguatkan struktur sosial masyarakat Sidoarjo.

Sinergi antara sekolah, pemerintah, dan lembaga amil zakat seperti BAZNAS menjadi kunci keberhasilan program ini. Tim BAZNAS menyadari bahwa kehadiran mereka adalah perpanjangan tangan dari kebaikan hati para donatur yang ingin melihat Indonesia lebih kuat melalui tangan-tangan cerdas anak-anak daerah.

"Pendidikan adalah fondasi utama dari kemandirian umat. Kami di BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus hadir di tengah-tengah sekolah seperti SDN Klurak ini untuk memastikan zakat hadir sebagai solusi nyata. Kami ingin anak-anak kita merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam merajut mimpi," ujar Syukron In’am, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, di sela-sela kegiatan.

Penyaluran di SDN Klurak ini menambah deretan aksi nyata BAZNAS Sidoarjo dalam mendistribusikan manfaat zakat secara transparan dan tepat sasaran. Dengan semangat gotong royong, BAZNAS terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menguatkan sesama melalui zakat, karena dari zakatlah kekuatan Indonesia dimulai.


Mari Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui:

  • Saluran Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id/bayarzakat
  • Transfer Rekening Bank (A.N Baznas Sidoarjo):
    • Bank Jatim: 0261011522
    • BCA: 8292799992
    • BSI: 7135558887
    • Bank Jatim Syariah: 6202222069
    • BPR Bank Delta Artha: 10110108490

 

25/02/2026 | Kontributor: sudrab

Berita Terbaru

Baznas Sidoarjo: Membangun Harapan Melalui Bedah Rumah
Baznas Sidoarjo: Membangun Harapan Melalui Bedah Rumah
Sidoarjo, 12 Februari 2025 — Di tengah cuaca cerah yang menyinari Sidoarjo, Baznas Sidoarjo melaksanakan monitoring hasil bedah Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang telah dilakukan pada bulan Januari lalu. Kegiatan ini ditandai dengan serah terima Berita Acara Serah Terima (BAST) kepada para penerima manfaat, menandakan harapan baru bagi mereka yang sebelumnya hidup dalam kondisi tidak layak. Delapan rumah yang berhasil direnovasi dalam program ini menjadi saksi bisu perjuangan dan harapan. Senyum haru menghiasi wajah para penerima manfaat saat petugas Baznas, Achmad Richie, mengunjungi kediaman mereka. Setiap kunjungan bukan hanya sekadar serah terima, tetapi juga momen emosional yang menyentuh hati. Di Desa Watugolong, Ibu Sulami, seorang korban kebakaran, menerima kunci rumah barunya. “Saya tidak pernah membayangkan bisa tinggal di rumah yang layak. Terima kasih, Baznas!” ungkapnya dengan mata yang berkaca-kaca. Rumahnya yang baru, hasil kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kini berdiri kokoh, memberikan kenyamanan dan rasa aman. Di Desa Suwaluh, Bapak Nurman Hidayatullah juga merasakan kebahagiaan serupa. Rumahnya yang sempat menjadi perhatian PLT Bupati Sidoarjo, H Subandi S.H M.Kn, kini telah direnovasi. “Saya sangat bersyukur. Ini adalah berkah bagi keluarga kami,” katanya. Tak kalah menggembirakan, Bapak Sudari dari Desa Sebani Tarik, yang juga mendapatkan perhatian dari PLT Bupati, mengungkapkan rasa syukurnya. “Kehidupan kami kini jauh lebih baik. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat,” ujarnya. Kediaman Ibu Ngatemi di Desa Tropodo Krian juga menjadi contoh sinergi antara Baznas dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK). Proses assessment kelayakan penerima manfaat dilakukan dengan teliti, memastikan bahwa bantuan tepat sasaran. Di Desa Tulangan, Ibu Nur Jannah mendapatkan rumah baru yang layak huni. Sementara itu, Ainur Rahmat Iqbal H. di Perum Bumi Candi Asri, yang juga merupakan korban kebakaran, merasakan kelegaan luar biasa. “Setelah kejadian itu, kami tidak tahu harus bagaimana. Kini, kami punya tempat yang aman,” ungkapnya. Bapak Sugianto, seorang pekerja serabutan di Desa Kedungpeluk Candi, dan Ibu I’in Wahyuni dari Desa Sumokali Candi, juga merasakan dampak positif dari program ini. Keduanya mengaku sangat terbantu dan berterima kasih kepada Baznas yang telah memberikan harapan baru. Sebagaimana diketahui, di bulan Januari 2025, Baznas Sidoarjo mengerjakan total 15 rumah, baik yang membutuhkan rehabilitasi reguler maupun yang menjadi korban kebakaran. Ini merupakan kelanjutan dari prestasi luar biasa tahun 2024, di mana sebanyak 224 RTLH telah direhab dengan total pembiayaan mencapai lebih dari 4 miliar rupiah. Dengan semangat yang tak pernah padam, Baznas Sidoarjo terus berkomitmen untuk membantu masyarakat. Setiap rumah yang dibangun bukan hanya sekadar fisik, tetapi juga merupakan simbol harapan dan kebangkitan bagi mereka yang membutuhkan. Di balik setiap dinding baru, ada cerita baru yang siap ditulis, dan Baznas Sidoarjo ada di garis depan untuk mewujudkannya.
BERITA12/02/2025 | sudrab
BAZNAS RI Percepat Penghimpunan ZIS Melalui Berbagai Kanal Menjelang Ramadhan
BAZNAS RI Percepat Penghimpunan ZIS Melalui Berbagai Kanal Menjelang Ramadhan
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H/2025 M, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus berinovasi dengan memperluas saluran penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Berbagai kanal, baik secara retail maupun digital, telah disiapkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban berzakat dengan cara yang aman dan praktis. Kegiatan ini diungkapkan dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi yang baru-baru ini disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV. Acara yang bertema “Pengumpulan Retail dan Off Balance Sheet dalam Mencapai Target Pengumpulan Ramadhan” ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, termasuk Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, dan Fitriansyah Agus Setiawan, Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI. Dalam kesempatan tersebut, Nadratuzzaman menekankan bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan penghimpunan ZIS. “Bulan Ramadhan bukan hanya sekadar ibadah puasa dan shalat, tetapi juga saat di mana masyarakat lebih aktif berzakat, berinfak, dan bersedekah. Penting bagi kita untuk memastikan bahwa pengumpulan tidak rendah, mengingat potensi donasi yang sangat besar,” ujarnya dengan penuh semangat. BAZNAS telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mencapai target penghimpunan. Hal ini mencakup memperbanyak gerai zakat, menggandeng perusahaan ritel, serta mengadakan berbagai kegiatan penggalangan dana. “Kami juga menyediakan program zakat istana dan layanan jemput zakat, sehingga masyarakat dapat menyalurkan ZIS dengan lebih mudah,” tambah Nadratuzzaman. Di era digital, kemudahan pembayaran juga diperkuat melalui berbagai metode yang memudahkan para muzaki. “Pembayaran kini dapat dilakukan melalui e-wallet, transfer bank, dan marketplace, sehingga lebih mudah diakses,” ungkapnya. Selain itu, pendekatan off balance sheet yang melibatkan masjid, yayasan, dan komunitas juga dioptimalkan untuk meningkatkan potensi penghimpunan dana ZIS. Fitriansyah Agus Setiawan menekankan pentingnya akses layanan yang cepat dan efisien, terutama menjelang puncak penghimpunan pada 10 hari terakhir Ramadhan. “Kami ingin memastikan donasi bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Puncak penghimpunan terjadi di 10 hari terakhir Ramadhan, sehingga kami harus siap dengan berbagai kanal yang ada,” tuturnya dengan antusias. Dengan strategi komunikasi yang agresif, BAZNAS optimis dapat mencapai target penghimpunan ZIS tahun ini. Kampanye dilakukan melalui media sosial, televisi, radio, dan billboard, serta memanfaatkan WhatsApp, SMS, dan email untuk mengajak masyarakat berzakat. “Dengan berbagai upaya ini, kami yakin BAZNAS dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya selama Bulan Ramadhan,” tutup Fitriansyah dengan harapan yang tinggi.
BERITA12/02/2025 | admin
Budi Haryanto: Harapan dalam Setiap Paket Makanan dan Layanan Kesehatan
Budi Haryanto: Harapan dalam Setiap Paket Makanan dan Layanan Kesehatan
Sidoarjo, 11 Februari 2025 – Di tengah keramaian alun-alun Sidoarjo, Budi Haryanto, seorang penyandang disabilitas berusia 56 tahun, tampak duduk di kursi rodanya. Baru saja menghadiri forum konsultasi publik tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sidoarjo 2026, ia melanjutkan langkahnya menuju tenda putih yang menjanjikan harapan: Warung Berkah Sedekah (WBS) Baznas Sidoarjo. Di sinilah, ia berharap menemukan solusi untuk tekanan darahnya yang naik akibat kelelahan. Acara kolaboratif antara Baznas Sidoarjo dan Rumah Sehat Baznas ini, yang rutin diadakan dua kali sebulan, kembali hadir dengan semangat baru. Hari ini, mereka membagikan 300 paket makanan siap saji dan minuman gratis kepada masyarakat yang berpapasan di sekitar lokasi. Antusiasme warga terlihat jelas, dengan antrean panjang yang mengular, baik untuk mendapatkan makanan maupun layanan kesehatan gratis. "Tekanan darah saya naik, mungkin kelelahan beberapa hari ini," ungkap Budi, sambil tersenyum. Ia merasa gembira bisa mendapatkan perhatian dan layanan kesehatan yang dibutuhkan. Dalam suasana hangat dan penuh kepedulian ini, Budi tidak hanya menemukan makanan, tetapi juga harapan akan kesehatan yang lebih baik. Di sisi lain, Ibu Kiniyah, 63 tahun, dari Gang 1 Kranggan, juga merasakan manfaat dari acara ini. Dengan senyum lebar, ia mengungkapkan rasa syukurnya setelah menerima multivitamin yang sangat dibutuhkannya. "Saya sering merasa capek, dan hari ini saya bisa mendapatkan berbagai macam vitamin," katanya penuh harap. "Apakah nanti ada lagi acara seperti ini?" tanyanya, seolah ingin memastikan kesempatan baik ini tidak terlewatkan. Petugas dari Rumah Sehat Baznas, Bu Ilmi, menjawabnya dengan hangat, "Boleh, Bu. Kami akan terus mengadakan acara ini." Jawaban tersebut membuat Ibu Kiniyah semakin ceria, seolah beban di pundaknya sedikit terangkat. Di tenda yang sama, para petugas kesehatan dengan sigap melayani semua yang datang, memberikan pemeriksaan dan obat-obatan. Suasana di tenda itu penuh dengan tawa dan obrolan hangat. Masyarakat saling berbagi cerita, sementara petugas kesehatan dengan sabar mendengarkan keluhan mereka. Setiap senyuman yang terukir di wajah-wajah warga mencerminkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh Baznas Sidoarjo dan Rumah Sehat. Acara ini bukan hanya sekadar pembagian makanan dan layanan kesehatan, tetapi juga sebuah pengingat akan pentingnya solidaritas dan kepedulian di tengah masyarakat. Dalam setiap paket makanan dan layanan yang diberikan, tersimpan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi semua. Dengan semangat berbagi, Baznas Sidoarjo dan Rumah Sehat berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan dukungan dan layanan yang dibutuhkan. Hari ini, di alun-alun Sidoarjo, harapan itu terwujud, dan setiap senyuman adalah bukti bahwa kebersamaan mampu mengubah hidup.
BERITA11/02/2025 | sudrab
Berawal dari Teman FB: Harapan Baru untuk Santriwati Zafira
Berawal dari Teman FB: Harapan Baru untuk Santriwati Zafira
Sidoarjo, 11 Februari 2025 – Di tengah kesulitan yang dihadapi banyak keluarga, sebuah kisah inspiratif muncul dari Desa Prasung, Kecamatan Buduran. Zafira Nadya Qonita, santriwati kelas 7 di Pondok Pesantren Salafiyah Al Barokah, kini mendapatkan harapan baru berkat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo. Semua ini berawal dari sebuah pertemanan di media sosial Facebook. Ibunda Zafira, yang aktif di grup Facebook Baznas Sidoarjo, tak menyangka bahwa interaksi di media sosial tersebut akan membuka jalan bagi bantuan yang sangat dibutuhkan. Zafira, anak kedua dari tiga bersaudara, menghadapi kendala dalam biaya pendidikan yang mengancam kelanjutan sekolahnya. Namun, kehadiran Baznas Sidoarjo menjadi titik terang di tengah masalah yang gelap itu. M. Shofwan, Pelaksana Penyaluran Baznas Sidoarjo, hadir langsung di balai desa Prasung untuk menyerahkan bantuan tersebut. Dalam acara penyerahan yang sederhana namun penuh haru, ibunda Zafira menerima bantuan biaya pendidikan dengan rasa syukur yang mendalam. “Ini adalah berkah yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya sambil menahan haru( 10, februari, 2025) Ibunda Zafira, yang memiliki anak yang dikenal rajin dan berprestasi di sekolah, kini bisa kembali fokus tanpa terbebani masalah biaya. “Saya ingin dia menjadi yang terbaik dan membanggakan orang tua,” ungkapnya dengan semangat. Harapan Zafira untuk melanjutkan pendidikan semakin cerah berkat dukungan dari Baznas Sidoarjo dan komunitas yang peduli. Kisah Zafira menunjukkan betapa pentingnya peran media sosial dalam menghubungkan mereka yang membutuhkan bantuan dengan lembaga yang siap membantu. Melalui platform seperti Facebook, informasi dapat tersebar dengan cepat, dan bantuan bisa disalurkan lebih efektif. Baznas Sidoarjo terus berkomitmen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam bidang pendidikan. M. Shofwan menegaskan, “Kami akan terus berusaha menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan agar mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak.” Dengan dukungan dari berbagai pihak, semoga kisah Zafira menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berjuang dan tidak menyerah pada keadaan. Harapan baru telah lahir, dan masa depan yang cerah kini ada di depan mata.
BERITA11/02/2025 | sudrab
Baznas Sidoarjo Kolaborasi SDN Panjunan Sukodono Salurkan Bantuan untuk Yatim Dhuafa dalam Peringatan Isra' Mi'raj
Baznas Sidoarjo Kolaborasi SDN Panjunan Sukodono Salurkan Bantuan untuk Yatim Dhuafa dalam Peringatan Isra' Mi'raj
Sidoarjo, 8 Februari 2025 – Dalam semangat kepedulian terhadap sesama, Baznas Sidoarjo berkolaborasi dengan SDN Panjunan untuk menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim dan dhuafa di sekolah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj 1446 H, yang menjadi momen penting bagi umat Islam untuk merenungkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. SDN Panjunan, yang dikenal dengan slogannya "Religious, Berprestasi, dan Berkarakter Pancasila", menjadikan kepedulian terhadap sesama sebagai salah satu indikator utama. Kepala sekolah, Siti Marliyah, S.Pd, SD, M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk mendukung anak-anak dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di SDN Panjunan, Sukodono. "Program peduli sesama ini kami kemas dalam bentuk kegiatan peringatan Isra' Mi'raj. Kami ingin menanamkan nilai-nilai sosial kepada siswa-siswi kami, sekaligus membantu mereka yang membutuhkan," ujar Siti Marliyah saat memberikan sambutan dalam acara tersebut. Sebanyak 25 anak dari SDN Panjunan, baik yang berstatus yatim maupun dhuafa, mendapatkan bantuan finansial dari Baznas Sidoarjo. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka dalam menjalani pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Kepala sekolah juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Baznas Sidoarjo atas dukungan yang diberikan. "Kami sangat berterima kasih kepada Baznas Sidoarjo yang telah membantu kami dalam melaksanakan program ini. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak kami," tambahnya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama. Dengan demikian, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang berkarakter dan memiliki rasa empati yang tinggi. Peringatan Isra' Mi'raj ini menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kolaborasi antara Baznas Sidoarjo dan SDN Panjunan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan.
BERITA10/02/2025 | admin
BAZNAS Sidoarjo: Komitmen Nyata dalam Menangani Rumah Tidak Layak Huni Desa Gagang Panjang
BAZNAS Sidoarjo: Komitmen Nyata dalam Menangani Rumah Tidak Layak Huni Desa Gagang Panjang
Sidoarjo, 6 Februari 2025 – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Moch. Dhamroni Chudlori, M.Si, bersama anggota komisi, H. Sutadji, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Ganggang Panjang, Kecamatan Tanggulangin. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan. Dalam sidak ini, Dhamroni dan rombongan didampingi oleh Kepala Desa Ganggang Panjang, Muh. Adenan, serta perangkat desa lainnya. Mereka meninjau kondisi rumah Achmad Subakri, seorang warga yang selama ini tinggal di dalam bangunan yang sangat memprihatinkan. Rumahnya, yang berada di RT 12 RW 04, hanya memiliki lantai tanah dan dinding yang terbuat dari terpal, yang jelas tidak mampu melindungi keluarganya dari cuaca buruk. “Melihat kondisi seperti ini, hati saya tergerak. Kami tidak bisa tinggal diam,” ungkap H. Moch. Dhamroni Chudlori. Ia menghubungi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo melalui telepon genggamnya, meminta agar langkah perbaikan segera dilakukan. “Ini bukan hanya soal rumah, tetapi juga tentang martabat dan kesejahteraan warga yang harus kami jaga,” tegasnya. Kepala Desa Ganggang Panjang, Muh. Adenan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas tindakan cepat yang diambil oleh DPRD Sidoarjo. Ia menjelaskan bahwa laporan mengenai kondisi rumah Achmad sudah disampaikan ke pemerintah daerah. “Hari ini, kami melihat langsung komitmen wakil rakyat. Ini adalah bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya. Achmad Subakri, sang pemilik rumah, tidak dapat menyembunyikan harunya. “Selama bertahun-tahun, kami hidup dalam kondisi seperti ini. Baru kali ini ada perhatian serius dari pemerintah,” katanya dengan mata berkaca-kaca. Rasa syukur dan harapan akan perbaikan rumahnya menyelimuti suasana. Staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Achmad Richie, mengungkapkan bahwa berkas administrasi pengajuan bantuan sudah masuk ke mejanya pada 20 Januari lalu. “Dalam waktu dekat, kami akan melakukan assessment dan tindak lanjutnya di bulan Februari ini,” tuturnya. Ini menjadi sinyal positif bagi warga yang membutuhkan. Masyarakat setempat pun memberikan apresiasi terhadap langkah sigap DPRD. Mereka berharap perhatian yang sama dapat diberikan di desa-desa lain yang memiliki kondisi serupa. “Perbaikan rumah tidak layak huni harus menjadi prioritas. Kami semua berharap agar warga yang hidup dalam kondisi seperti ini segera mendapatkan bantuan,” harap Dhamroni. Dengan sidak ini, DPRD Kabupaten Sidoarjo menunjukkan komitmen nyata dalam memastikan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi dengan BAZNAS diharapkan dapat memberikan solusi konkret dalam menangani masalah RTLH yang masih banyak dijumpai di berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo. Ini adalah langkah awal menuju kehidupan yang lebih layak bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA07/02/2025 | sudrab
Harapan Baru di Sidodadi: Baznas Sidoarjo Serahkan BAST Program RTLH
Harapan Baru di Sidodadi: Baznas Sidoarjo Serahkan BAST Program RTLH
Sidodadi, Taman – Hari ini, 6 Februari 2025, menjadi momen bersejarah bagi Anang Subagyo, warga RW 02 RT 12 di Kecamatan Taman. Senyum sumringah menghiasi wajahnya setelah menerima dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo. Penyerahan ini dilakukan oleh Achmad Richie, salah satu pelaksana Baznas, di rumah Anang yang baru saja direnovasi melalui program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kunjungan Plt Bupati Sidoarjo, H. Subandi SH., M.Kn dan Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk) pada 4 Januari 2025. Dalam kunjungan tersebut, keduanya menegaskan komitmen pemerintah dan Baznas untuk memperbaiki kondisi rumah-rumah yang tidak layak huni di wilayah tersebut. “Program RTLH ini bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga merupakan bentuk perhatian kami terhadap masyarakat,” ujar H. Subandi. Beliau menambahkan pentingnya memastikan setiap warga Sidoarjo memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman, terutama di tengah cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan. Anang Subagyo, yang sebelumnya hidup dalam kondisi rumah yang sangat memprihatinkan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya. “Keadaan ekonomi membuat saya sulit untuk merenovasi rumah. Dengan adanya bantuan ini, semoga keluarga saya bisa tinggal lebih layak,” ungkapnya dengan penuh haru. Ketua RW setempat, Bapak Selamet Budiono, juga menyampaikan apresiasi kepada Baznas Sidoarjo. “Luar biasa, dan terima kasih kepada Baznas Sidoarjo yang sangat responsif bisa membantu salah satu warganya,” tuturnya. Ia berharap kolaborasi ini dapat berlanjut untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di wilayahnya. Program RTLH ini tidak hanya memberikan perbaikan fisik, tetapi juga memberikan harapan baru bagi warga yang selama ini terpinggirkan. Melalui dukungan Baznas dan pemerintah, diharapkan lebih banyak rumah yang tidak layak huni dapat direnovasi, sehingga setiap keluarga di Sidoarjo dapat merasakan kenyamanan dan keamanan dalam tempat tinggal mereka. Dengan semangat gotong royong, Baznas Sidoarjo membuktikan bahwa perubahan positif dapat dimulai dari tindakan kecil. Hari ini, Anang Subagyo bukan hanya menerima dokumen, tetapi juga harapan baru untuk masa depan keluarganya.
BERITA06/02/2025 | admin
Harapan di Tengah Kesulitan: Cerita Bapak Mat Romli, Bapak Adi Darmaji, dan Ibu Siti Aminah
Harapan di Tengah Kesulitan: Cerita Bapak Mat Romli, Bapak Adi Darmaji, dan Ibu Siti Aminah
Sidoarjo, 5 Februari 2025 — Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, Desa Singkalan menyimpan kisah haru yang menggetarkan hati. Di sana, Bapak Mat Romli, seorang pekerja serabutan, merasakan harapan baru berkat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo. Bantuan biaya hidup juga diterima Bapak Adi Darmaji, juga menjadi sinar harapan di tengah kesulitan yang mereka hadapi. Bapak Mat Romli, yang tinggal di RT 16 RW 6 Balongbendo, mengarungi hidup yang penuh tantangan. Setiap harinya, ia berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya melalui pekerjaan sebagai tukang rombeng (pedagang barang bekas).Keterbatasan ini membuat Mat Romli dan keluarganya sering kali berjuang untuk mendapatkan makanan yang cukup, menciptakan momen-momen pilu di tengah rutinitas sehari-hari. Begitu juga Bapak Darmaji ,” "Kadang ada yang memanggil untuk mencarikan rumput, kadang tidak," ungkap Adi Darmaji, Pekerjaannya serabutan. Seringkali menggantungkan kepada orang lain untuk meminta bantuan apa saja yang dirinya mampu. Di sisi lain, Ada Ibu Siti Aminah, seorang janda yang tinggal di Dusun Plumpung, RT 11 RW 1 Desa Bakungpringgodani, juga merasakan pahitnya kehidupan. Ia berjuang sendirian, mengandalkan bantuan dari tetangga dan sisa-sisa makanan untuk bertahan. "Saya hanya berharap bisa makan dengan layak setiap hari," ucapnya dengan tatapan penuh harap. Dalam kesederhanaannya, Ibu Siti tetap berusaha tegar meski hidup dalam kesulitan, menunjukkan ketahanan yang luar biasa. M. Naim, staf pelaksana Baznas Sidoarjo, menjelaskan bahwa program bantuan ini adalah bagian dari upaya mereka untuk menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. "Kami berusaha memberikan bantuan yang tepat sasaran, agar mereka yang rentan bisa merasakan manfaatnya. Ini adalah wujud kepedulian kita bersama," ujarnya saat menyerahkan bantuan kepada Ibu Siti. Kata-katanya penuh makna, mencerminkan komitmen Baznas untuk memberikan harapan kepada yang membutuhkan. Hari itu, suasana di desa terasa berbeda. Senyuman penuh harapan menghiasi wajah Mat Romli, Adi Darmaji dan Ibu Siti saat menerima bantuan. Mereka tidak hanya menerima uang, tetapi juga perhatian dan kasih sayang dari masyarakat yang peduli. "Ini bukan hanya sekadar bantuan, tetapi juga pengingat bahwa kami tidak sendirian," kata Ibu Siti, dengan mata berkaca-kaca. Momen ini menjadi simbol harapan yang tak ternilai. Kegiatan Baznas Sidoarjo bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga upaya untuk membangkitkan semangat kebersamaan. Dalam setiap langkah yang diambil, mereka berusaha menumbuhkan rasa empati dan solidaritas antarwarga. "Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan," tambah M. Naim, menegaskan pentingnya dukungan sosial dalam menghadapi tantangan hidup. Dengan harapan baru yang terlahir dari bantuan ini, Mat Romli , Adi Darmaji dan Ibu Siti bertekad untuk terus berjuang. Mereka menyadari bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada jalan untuk bangkit. "Kami akan terus berusaha, dan semoga bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga," kata Mat Romli dengan penuh keyakinan. Kata-katanya mencerminkan semangat tak tergoyahkan dalam menghadapi kehidupan. Kisah mereka adalah pengingat bagi kita semua bahwa dalam setiap tantangan, selalu ada harapan yang bisa ditemukan, terutama ketika kita saling mendukung satu sama lain. Dalam kebersamaan, kita menemukan kekuatan untuk terus melangkah, meski jalan yang dilalui penuh liku.
BERITA05/02/2025 | sudrab
3 Rumah, 3 Kisah, 3 Harapan
3 Rumah, 3 Kisah, 3 Harapan
Sidoarjo, 4 Feb 2025, Baznas Sidoarjo, Senin 3 Februari 2025 kemarin – Dalam upaya menanggulangi masalah rumah tidak layak huni (RTLH), Baznas Sidoarjo melakukan survei dan asesmen yang mengungkapkan tiga kisah penuh harapan dari warga yang tinggal dalam kondisi memprihatinkan. Kisah-kisah ini mencerminkan ketahanan dan semangat masyarakat yang tak kenal lelah meski menghadapi tantangan berat. Kisah pertama datang dari Ibu Intan Permatasari, seorang ibu setengah baya yang harus menghidupi anaknya yang masih duduk di kelas 2 SD setelah ditinggal suaminya. Tinggal di Desa Janti, Kecamatan Waru, rumahnya telah mengalami kerusakan parah di bagian atap yang sudah ambruk selama satu setengah tahun. Ibu Intan bekerja sebagai penjaga stand pentol untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sebagai orang tua tunggal, ia terhambat oleh kendala ekonomi yang membuatnya tak mampu memperbaiki rumah yang kini hanya bisa ditinggali sementara di tempat saudaranya. Kisah kedua datang dari Bapak Jamila, seorang penderita ODGJ yang tinggal di Desa Berbek, Waru. Rumahnya, yang sebagian besar atapnya sudah ambruk, menjadi perhatian khusus setelah Banser setempat melakukan gotong royong membersihkan rumahnya pada 2 Februari lalu. Kondisi rumah yang lapuk ini mencerminkan tantangan yang dihadapi Bapak Jamila, yang berjuang melawan penyakit mental sembari berusaha mempertahankan tempat tinggalnya. Kisah ketiga melibatkan pasangan lansia, Ibu Sudarmiati dan Bapak Kagus, yang berusia sekitar 70 tahun. Mereka tinggal di Perum Pabean Permai, Sedati, dengan kondisi rumah yang sangat memprihatinkan. Atap rumah yang jebol membuat rumah mereka bocor saat hujan. Setiap hari, mereka berusaha menjual nasi bungkus dengan harapan bisa mendapatkan penghasilan, meskipun hanya berhasil menjual kurang dari 20 bungkus per hari. Modal untuk berjualan pun sering kali harus dipinjam dari tetangga. Staf pelaksana Baznas Sidoarjo, Achmad Richie, memimpin survei dan asesmen ini untuk memastikan bahwa semua prasyarat administratif dan kebutuhan teknis dapat dipenuhi untuk tindak lanjut. "Kami berkomitmen untuk membantu mereka yang dalam kesulitan. Setiap rumah memiliki cerita dan harapan yang layak untuk diperjuangkan," ungkap Richie. Kegiatan ini bukan hanya sekadar survei, tetapi juga bentuk kepedulian dan upaya nyata dari Baznas Sidoarjo untuk memberikan harapan baru bagi mereka yang terjebak dalam kondisi sulit. Dengan dukungan masyarakat, Baznas berharap dapat merehabilitasi rumah-rumah ini dan mengembalikan harapan bagi penghuninya. Kisah-kisah ini menggambarkan realitas pahit yang dihadapi oleh banyak warga di Sidoarjo. Namun, di balik setiap kesulitan, terdapat harapan yang terus menyala. Baznas Sidoarjo bertekad untuk menjadi jembatan antara harapan dan kenyataan, membantu mereka yang membutuhkan agar bisa kembali tersenyum di rumah yang layak. Dengan langkah-langkah konkret dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan ketiga kisah ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama.
BERITA04/02/2025 | sudrab
Ketua Baznas dan Plt Bupati Sidoarjo Kunjungi Rumah Duka Korban Kecelakaan Bus SMAN 1 Porong
Ketua Baznas dan Plt Bupati Sidoarjo Kunjungi Rumah Duka Korban Kecelakaan Bus SMAN 1 Porong
Sidoarjo, 2 Februari 2025 – Dalam suasana duka yang mendalam, Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo, Subandi, S.H., M.Kn., mengunjungi rumah duka Nafiri Arimbi Maharani, salah satu korban tragis kecelakaan bus rombongan siswa SMAN 1 Porong. Kunjungan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian dan solidaritas terhadap keluarga yang ditinggalkan. Di tengah suasana haru, Subandi menyampaikan ungkapan belasungkawa yang tulus. "Kami sangat berduka atas kehilangan ini. Harapan kami, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujarnya dengan nada penuh empati. Kehadiran mereka di rumah duka menjadi pengingat bahwa di balik setiap tragedi, ada dukungan yang siap menguatkan. Kecelakaan yang merenggut nyawa ini terjadi saat bus yang membawa rombongan siswa mengalami kecelakaan naas di Exit Tol Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Bus yang dikemudikan oleh Khoirul, seorang pensiunan PNS, menabrak pembatas jalan, menyebabkan beberapa korban jiwa, termasuk Nafiri Arimbi. Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan teman-teman yang ditinggalkan. Dalam kesempatan tersebut, Gus Jazuk menyerahkan santunan kepada keluarga korban. Santunan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang mereka hadapi. "Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini," ungkapnya. Santunan tersebut menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap mereka yang mengalami kesulitan. Subandi menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan untuk menghindari kecelakaan serupa di masa mendatang. "Perencanaan matang dalam setiap kegiatan luar sekolah sangatlah penting. Keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama," tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga keselamatan generasi muda. Tragedi ini bukan hanya menggugah rasa duka, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi semua. "Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," harap Subandi. Dengan harapan tersebut, diharapkan semua pihak dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak. Saat meninggalkan rumah duka, terlihat raut wajah penuh haru dari keluarga korban. Namun, kehadiran Gus Jazuk dan Subandi memberikan sedikit pelipur lara. Dalam kesedihan yang mendalam, mereka merasakan bahwa ada harapan dan dukungan dari masyarakat. Sebuah pesan kuat bahwa dalam setiap kesedihan, selalu ada harapan untuk bangkit kembali.
BERITA03/02/2025 | sudrab
Kolaborasi untuk Harapan: Baznas Sidoarjo dan Masyarakat Tanggulangin
Kolaborasi untuk Harapan: Baznas Sidoarjo dan Masyarakat Tanggulangin
Tanggulangin, 31 Januari 2025 — Di tengah cuaca yang bersahabat, tim Baznas Sidoarjo melangkah penuh semangat menuju Kecamatan Tanggulangin, melakukan survei dan assessment program rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Hari ini, perhatian mereka tertuju pada empat rumah yang membutuhkan perhatian khusus di desa Kali Tengah, Gempolsari, Kalisampurno, dan Randegan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar program, tetapi sebuah harapan baru bagi mereka yang terpinggirkan. Di perumahan Kalitengah Asri, tim Baznas bertemu dengan Ibu Nanik, seorang perempuan berusia 65 tahun yang telah ditinggal suaminya selama 18 tahun lebih tanpa nafkah. Rumahnya yang reyot dan atapnya yang rapuh membuatnya terpaksa berjuang melawan banjir setiap kali hujan. "Dulu saya jual kue, sekarang hanya mengandalkan anak saya," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Di balik senyumnya, tersimpan kisah perjuangan yang tak terucapkan. Selanjutnya, di Desa Gempolsari, mereka menjumpai Ibu Sumarlin, juga berusia 65 tahun, yang tinggal bersama cucunya. Meskipun atap rumahnya baru saja diperbaiki dengan uang pinjaman, kondisi rumahnya tetap memprihatinkan. "Kami hanya mengandalkan belas kasihan tetangga untuk makan sehari-hari," katanya. Sementara itu, sakit tumor dan gangguan penglihatan yang dideritanya semakin menambah beban hidupnya. Di Kalisampurno, Bapak Sumardi, 53 tahun, hidup sendirian dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Atap rumahnya hampir ambruk, dan ia hanya mengandalkan keterampilan membuat papan nama untuk bertahan hidup. "Saya tidak pernah menikah, dan sekarang hanya bisa berharap ada yang peduli," ujarnya dengan nada putus asa. Selanjutnya, tim Baznas mengunjungi Bapak Selamin, seorang pria berusia 70 tahun yang sebelumnya bekerja sebagai buruh tani. Kini, ia tinggal sendirian di Desa Randegan, dengan kondisi rumah yang rusak parah. "Saya tidak bisa bekerja lagi karena kakinya sakit," katanya. Dalam setiap kata yang diucapkannya, terungkap rasa syukur dan harapan akan perbaikan yang akan datang. Achmad Richie, staf pelaksana Baznas Sidoarjo, menyampaikan bahwa keempat rumah ini memenuhi syarat untuk program rehabilitasi RTLH. "Kami akan memasukkan agenda ini untuk bulan Februari," ujarnya dengan penuh keyakinan. Dukungan dari TKSK sangat berarti dalam proses ini, menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. "Kami berharap pelaksanaan program ini semakin efisien berkat kerja sama berbagai pihak, terutama TKSK," tambah Achmad. Dengan senyum harapan, ia melihat masa depan yang lebih baik bagi warga Tanggulangin. Kegiatan ini bukan hanya sekadar survei, tetapi sebuah kolaborasi yang menggerakkan hati. Melalui dukungan dan partisipasi berbagai pihak, Baznas Sidoarjo berkomitmen untuk membawa perubahan nyata bagi mereka yang membutuhkan. Dalam setiap langkah, terukir harapan baru, dan sinar masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat Tanggulangin.
BERITA31/01/2025 | sudrab
Ayo Dukung Gaza! 45 Truk Bantuan BAZNAS Berhasil Masuk ke Palestina
Ayo Dukung Gaza! 45 Truk Bantuan BAZNAS Berhasil Masuk ke Palestina
Kamis, 30 Januari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuktikan komitmennya dalam membantu sesama. Sebanyak 45 truk kontainer berisi bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia berhasil memasuki Gaza, Palestina, pada Selasa (28/1/2025). Bantuan ini dikirim melalui pintu Rafah, Mesir, bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan setempat, Bait Zakat Wa As-Shadaqat dan Sunnah Al Hayyah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan bentuk solidaritas umat Islam Indonesia terhadap rakyat Palestina yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan. “Alhamdulillah, 45 truk kontainer bantuan telah sampai di Gaza. Ini adalah langkah awal, dan ratusan truk lainnya akan menyusul,” ujarnya. Bantuan tersebut berisi lebih dari 50.000 karton paket kebutuhan pokok seperti mi, beras, kacang, keju, tuna kaleng, biskuit, jus kotak, tepung, saus, dan kurma. Noor Achmad menegaskan bahwa bantuan ini adalah hasil kepercayaan masyarakat Indonesia kepada BAZNAS sebagai lembaga zakat resmi yang amanah. “Setiap paket bantuan adalah bukti nyata kepedulian rakyat Indonesia. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di Gaza tidak merasa sendirian,” tambahnya. BAZNAS juga berencana membangun kembali fasilitas umum yang hancur akibat perang, seperti rumah sakit dan sekolah, serta mendirikan dapur umum dan layanan kesehatan di Gaza. Selain itu, BAZNAS RI telah menandatangani MoU dengan beberapa organisasi internasional seperti UNRWA, JHCO, dan KHCF untuk memperluas jaringan kerja sama kemanusiaan. “Kami berharap kerja sama ini akan mempermudah penyaluran bantuan ke Palestina,” ujar Kiai Noor. Hingga saat ini, BAZNAS telah menyalurkan bantuan senilai Rp120 miliar, menjangkau 407.350 warga Palestina, dan jumlah penerima manfaat terus bertambah. Ketua Satgas Program Membasuh Luka Palestina, H. Mo Mahdum, menekankan bahwa BAZNAS akan terus berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan dengan menggandeng mitra strategis. “Ini bukan sekadar bantuan materi, tapi juga pesan bahwa Indonesia selalu bersama Palestina,” tegas Mahdum. BAZNAS berkomitmen untuk terus menggalang bantuan agar dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan. BAZNAS RI juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus berkontribusi melalui zakat, infak, dan sedekah. “Setiap donasi yang diberikan akan menjadi cahaya harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza,” ajak Mahdum. Dengan masuknya bantuan ini, BAZNAS berharap dapat meringankan beban warga Palestina dan memperkuat solidaritas kemanusiaan antara Indonesia dan Palestina. Mari bersama-sama wujudkan kepedulian kita dengan mendukung program BAZNAS untuk Palestina. Setiap donasi Anda adalah langkah nyata membantu saudara-saudara kita di Gaza. Ayo, salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sekarang juga!
BERITA30/01/2025 | admin
Dari Rumah Tak Layak Menuju Harapan Baru: Baznas dan Plt Bupati Sidoarjo Berikan Solusi untuk Rumah Tak Layak Huni Milik Amirudin
Dari Rumah Tak Layak Menuju Harapan Baru: Baznas dan Plt Bupati Sidoarjo Berikan Solusi untuk Rumah Tak Layak Huni Milik Amirudin
Rabu, 29 Januari 2025, menjadi hari yang penuh haru dan harapan bagi Amirudin, pria berusia 30-an tahun asal Desa Jati, Sidoarjo. Plt Bupati Sidoarjo, Subandi SH, M.Kn, bersama rombongan yang terdiri dari Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing, S.I.K., M.H., M.Si, Ketua Baznas Sidoarjo M. Chasbil Azis Salju Sodar, Kadinsos, Camat Sidoarjo Kota, serta perangkat desa setempat, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah Amirudin yang telah dinyatakan tidak layak huni. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas laporan warga mengenai kondisi rumah Amirudin yang semakin memburuk, terutama atapnya yang sudah dalam keadaan kritis. Amirudin, yang selama ini bekerja serabutan sebagai tukang, terpaksa berhenti bekerja selama dua minggu terakhir setelah mengalami patah tangan kanan akibat jatuh dari atap rumah saat bekerja. Kondisi ini semakin memperparah keadaan keluarganya, yang terdiri dari istri dan dua anaknya—seorang putri yang masih duduk di kelas 3 SDN Jati dan seorang putra yang masih PAUD. Keluarga ini kini menggantungkan hidup pada penghasilan istri Amirudin, yang berjualan es dan gorengan di halaman depan rumah mereka. Plt Bupati Subandi, setelah melihat langsung kondisi rumah Amirudin, menyatakan keprihatinannya. "Ini adalah kondisi yang tidak boleh kita biarkan. Rumah adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanan dan kenyamanan keluarga," ujarnya. Subandi juga meminta Baznas Sidoarjo dan perangkat desa setempat untuk segera menindaklanjuti proses rehabilitasi rumah tersebut. Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar, menyambut baik arahan dari Plt Bupati. "Kami akan segera memproses segala persyaratan dan dokumen yang diperlukan untuk memastikan rumah Amirudin bisa segera direhabilitasi," kata Chasbil. Ia menambahkan bahwa Baznas akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan proses ini berjalan lancar dan tepat waktu. Kepala Desa Jati, Sidoarjo Kota, juga turut hadir dalam sidak ini. Ia menyatakan komitmennya untuk membantu keluarga Amirudin dalam memenuhi persyaratan administratif yang diperlukan. "Kami akan memastikan bahwa semua dokumen dan persyaratan bisa dipenuhi dengan cepat agar proses rehabilitasi bisa segera dimulai," ujarnya. Amirudin, yang selama ini hidup dalam ketakutan akan kondisi rumahnya, kini bisa tersenyum lega. "Saya sangat bersyukur atas perhatian dari Pak Bupati, Baznas, dan semua pihak yang datang hari ini. Ini adalah harapan baru bagi keluarga saya," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berharap, dengan bantuan ini, keluarganya bisa memiliki rumah yang layak dan aman untuk ditinggali. Kegiatan sidak ini tidak hanya menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan Baznas Sidoarjo dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus peduli terhadap sesama. Dengan kolaborasi yang solid, harapan baru bagi keluarga Amirudin dan warga lainnya yang mengalami nasib serupa bisa segera terwujud
BERITA29/01/2025 | sudrab
BAZNAS Sidoarjo: Menjawab Kebutuhan Masyarakat dengan Screening Mata Gratis dalam Rangka Hari Jadi ke-166 Sidoarjo
BAZNAS Sidoarjo: Menjawab Kebutuhan Masyarakat dengan Screening Mata Gratis dalam Rangka Hari Jadi ke-166 Sidoarjo
Sidoarjo, 28 Januari 2025 – "Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya yaitu kesehatan dan waktu luang." Pernyataan ini menjadi pengantar yang kuat dalam acara screening mata untuk operasi katarak yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo, berkolaborasi dengan RSI Siti Hajar, dalam rangka memperingati hari jadi Sidoarjo yang ke-166. Acara berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, dan dihadiri oleh masyarakat yang sangat membutuhkan perhatian terhadap kesehatan mata mereka. Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar, atau akrab disapa Gus Jazuk, menekankan komitmen lembaganya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Kegiatan ini merupakan kali kedua diadakan setelah suksesnya program serupa setahun lalu, menunjukkan keberlanjutan dan dedikasi BAZNAS dalam memberikan layanan kesehatan. Gus Jazuk berharap, melalui screening ini, banyak masyarakat dhuafa yang dapat terbantu untuk mendapatkan kembali penglihatan mereka melalui operasi katarak yang dijadwalkan pada 15 Februari 2025. “Kami ingin memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang latar belakang, dapat memiliki kesempatan untuk melihat dengan jelas,” imbuhnya. Direktur RSI Siti Hajar, dr. Iqbal Faizin, MARS, juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada screening mata. Ia menginginkan kerjasama ini berkembang ke program-program kesehatan lainnya yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. “Kita ingin memberikan dampak yang lebih besar,” cetusnya, menegaskan pentingnya upaya bersama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang digelar BAZNAS Sidoarjo dalam rangka hari jadi Sidoarjo. Sebelumnya, BAZNAS telah melaksanakan bakti sosial di daerah terpencil pada 15 Januari dan khitan massal pada 22-23 Januari. Semua ini menunjukkan komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Operasi katarak yang dijadwalkan pada 15 Februari mendatang akan dilaksanakan secara serentak di lantai 3 RSI Siti Hajar, dengan kontrol pertama di Poli Mata pada 16 Februari. Dengan kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Kegiatan screening mata ini bukan hanya sekadar program kesehatan, tetapi juga merupakan wujud kepedulian sosial dari BAZNAS Sidoarjo. Dalam suasana yang penuh harapan ini, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat nyata dari upaya kolaboratif ini, sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat.
BERITA28/01/2025 | sudrab
Baznas Sidoarjo Salurkan Bantuan kepada Penerima Manfaat dalam Peringatan Isra Mi'raj
Baznas Sidoarjo Salurkan Bantuan kepada Penerima Manfaat dalam Peringatan Isra Mi'raj
Sidoarjo, 27 Januari 2024 – Dalam rangka memperingati Isra Mi'raj, PCNU Sidoarjo menggelar acara istimewa di Masjid KH Hasyim Asy'ari, komplek Universitas Nahdlatul Ulama (Unusida). Acara ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga kesempatan bagi Baznas Sidoarjo untuk menyalurkan bantuan kepada 22 penerima manfaat, termasuk penyandang disabilitas, yatim piatu, dan dhuafa dari lembaga pendidikan milik PCNU Sidoarjo. Penyaluran bantuan tersebut disampaikan langsung oleh Plt Bupati Sidoarjo, Subandi, S.H., M.Kn., yang menyempatkan diri hadir dalam rangkaian peringatan tersebut. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar, juga hadir dalam acara tersebut. Sebagai salah satu pimpinan PCNU Sidoarjo, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai lembaga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian kita terhadap mereka yang membutuhkan," ujarnya. Acara ini semakin bermakna dengan pengajian yang dipimpin oleh mantan Ketua PBNU 2015-2020, K.H. Said Agil Siraj. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan nilai-nilai peristiwa Isra Mi'raj dan relevansinya dengan konteks saat ini. "Kita perlu menginternalisasi nilai-nilai tersebut untuk mencapai peradaban yang tinggi dan kesejahteraan bersama," ungkapnya. Peringatan Isra Mi'raj ini tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas sosial di kalangan masyarakat. Dengan adanya penyaluran bantuan ini, diharapkan para penerima manfaat dapat merasakan dukungan yang nyata dari komunitas. Dengan semangat kebersamaan, Baznas Sidoarjo dan PCNU Sidoarjo berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi rentan. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi bersama untuk kesejahteraan. Sebagai Prilaku yang baik, acara ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Bersama, kita dapat menciptakan perubahan yang lebih baik untuk masyarakat Sidoarjo.
BERITA27/01/2025 | admin
Bersama Menghadapi Banjir: Baznas dan Pemkab Sidoarjo Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Tanggulangin
Bersama Menghadapi Banjir: Baznas dan Pemkab Sidoarjo Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Tanggulangin
Tanggulangin, 27 Januari 2025 – Dalam upaya mengatasi dampak banjir yang melanda kawasan Tanggulangin, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, DR. Fenny Apridawati, memimpin inspeksi mendalam di Desa Kedungbanteng. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi pengungsi dan menilai situasi terkini di lokasi yang terimbas banjir hidrometeorologis. Saat tiba di lokasi, Ibu Sekda disambut oleh puluhan pengungsi yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sekitar enam puluh warga kini tinggal di titik pengungsian, yang menjadi saksi bisu dari fenomena alam yang kerap menghantui desa tersebut. Dalam kunjungannya, Ibu Fenny juga mengamati kondisi aliran sungai yang dipenuhi enceng gondok, menandakan perlunya tindakan lebih lanjut dalam menjaga kebersihan dan kelancaran aliran air. Desa Kedungbanteng, dikenal sebagai langganan banjir, terpengaruh oleh penurunan tanah yang signifikan, dengan titik pusat penurunan terletak di SMPN 2 Tanggulangin. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pendirian pompa air berkapasitas besar, kecepatan intrusi air sering kali lebih cepat dibandingkan dengan proses pengurasan. Situasi ini menuntut perhatian dan tindakan lebih serius dari semua pihak terkait. Dalam sidak kali ini, Baznas Sidoarjo bersama Dinas Sosial membagikan bantuan secara simbolis kepada para pengungsi. Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju, turut hadir dan menyerahkan bantuan berupa sembako, yang sangat dibutuhkan oleh warga dalam kondisi darurat ini. Kegiatan ini juga melibatkan relawan BPBD, yang melakukan assessment bersama untuk memahami kondisi terkini di Kedungbanteng dan desa-desa sekitar yang juga terdampak, seperti Kalidawir dan Banjar Panji. Sejak semalam, Baznas telah menyiapkan 2,5 ribu bungkus makanan untuk 356 warga yang terdampak, sebagai antisipasi terhadap kemungkinan kondisi yang berkepanjangan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban pengungsi dan memberikan dukungan yang dibutuhkan selama masa sulit ini. Ibu Sekda, dalam pernyataannya, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana. “Kita harus bersatu dan saling membantu, terutama di saat-saat seperti ini. Setiap langkah kecil yang kita ambil dapat memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya. Kegiatan sidak ini tidak hanya sekadar pemantauan, tetapi juga menjadi momentum bagi semua pihak untuk berkomitmen dalam penanganan bencana di masa mendatang. Dengan harapan, sinergi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat akan semakin kuat dalam menghadapi tantangan yang ada.
BERITA27/01/2025 | admin
Atap Runtuh , Harapan Bertemu : kisah  Pak Sarirejo Gisik Cemandi Sedati
Atap Runtuh , Harapan Bertemu : kisah Pak Sarirejo Gisik Cemandi Sedati
Gisik Cemandi, Sedati– Dalam sekejap, rumah Pak Sarirejo (78 tahun) yang selama ini menjadi tempatnya berlindung, ambruk di bagian atapnya. Kejadian memilukan ini terjadi usai shalat subuh pada 24 Januari 2025, ketika suara gemuruh dari atas mengejutkan tetangga dan mengundang kepanikan. Saat Pak Sarirejo pulang, ia mendapati sinar matahari menerangi ruang belakang rumahnya melalui celah atap yang runtuh, sebuah pemandangan yang menggugah rasa empati seluruh warga desa tetangganya. Sebagai marbot masjid setempat, Pak Sarirejo dikenal baik oleh tetangga dan komunitasnya. Namun, dalam momen sulit ini, dukungan dan solidaritas dari mereka menjadi cahaya harapan. "Kami tidak bisa membiarkan beliau sendirian. Ini adalah tanggung jawab kita sebagai keluarga besar di sini," ungkap salah satu tetangga yang hadir di lokasi. Usai shalat Jumat, rombongan Plt Bupati Subandi, S.H., M.Kn., bersama Sekretaris Daerah DR Fenny Apridawati dan Wakil Ketua Baznas Sidoarjo, M. Ilhaminuddin, melakukan peninjauan langsung ke rumah Pak Sarirejo. Mereka melihat kerusakan yang terjadi dan merasakan betapa pentingnya untuk segera mengambil tindakan. "Kami akan memastikan rumah ini diperbaiki. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Bupati Subandi. Dukungan dari Baznas Sidoarjo pun mengalir deras. M. Ilhaminuddin mengungkapkan komitmen lembaga untuk membantu Pak Sarirejo dengan dukungan finansial dan material. "Kami siap untuk memberikan bantuan agar beliau bisa segera kembali tinggal di rumah yang layak," ujarnya. Kehadiran pemerintah dan solidaritas masyarakat menunjukkan bahwa di tengah kesulitan, ada harapan baru yang muncul. Perbaikan rumah Pak Sarirejo bukan hanya sekadar renovasi fisik, tetapi juga simbol kekuatan komunitas yang bersatu dalam menghadapi tantangan. Dengan semangat gotong royong yang menguat, Pak Sarirejo kini menatap masa depan dengan optimisme. Di balik setiap keruntuhan, selalu ada peluang untuk membangun kembali dan memperkuat ikatan sosial. Di Desa Gisik Cemandi, harapan baru lahir dari kesulitan, membuktikan bahwa bersama, kita bisa melalui segala tantangan.
BERITA24/01/2025 | admin
Peran BAZNAS dalam Mengatasi Kerentanan Sosial Melalui Dukungan Kesehatan
Peran BAZNAS dalam Mengatasi Kerentanan Sosial Melalui Dukungan Kesehatan
Dalam konteks pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat, peran lembaga filantropi seperti BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) sangatlah krusial. Kasus yang melibatkan seorang ibu hamil berusia 32 tahun-an dengan riwayat hepatitis, yang membutuhkan operasi caesar namun terhalang oleh masalah finansial, mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak keluarga di Indonesia. Situasi ini tidak hanya menggambarkan kerentanan sosial, tetapi juga menegaskan pentingnya dukungan sosial yang dapat diberikan oleh BAZNAS. Ibu hamil tersebut mengalami komplikasi dalam kehamilannya yang kini memasuki bulan kesembilan. Tenaga kesehatan menyarankan agar dilakukan operasi caesar segera karena kondisi medis yang berisiko. Meskipun prosedur operasi tersebut dijamin oleh BPJS Kesehatan, suami dari ibu tersebut menolak untuk memberikan persetujuan. Penolakan ini berakar pada kekhawatiran akan biaya hidup dan kebutuhan finansial yang akan dihadapi, baik sebelum maupun setelah tindakan medis, meskipun biaya medis telah dijamin. Kasus ini menggarisbawahi bahwa kerentanan sosial sering kali muncul akibat berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi yang tidak stabil, kurangnya akses terhadap layanan kesehatan, dan ketidakpahaman mengenai hak-hak kesehatan. Dalam konteks ini, ketidakmampuan suami untuk memberikan persetujuan terhadap tindakan medis yang diperlukan mencerminkan dampak dari kerentanan sosial yang lebih luas. Ancaman sosial ini dapat mempengaruhi keputusan kritis yang berhubungan dengan kesehatan, yang pada gilirannya dapat berakibat fatal bagi ibu dan bayi.Padahal, dalam perspektif syariah zakat sendiri , Zakat harus bisa menyelamatkan nyawa atau Hifdzun Nafs. BAZNAS memiliki peran strategis dalam mengatasi kerentanan sosial ini. Dengan memanfaatkan dana ZIS (Zakat, Infaq, dan Shadaqah), BAZNAS dapat memberikan dukungan yang signifikan, baik dalam hal pembiayaan maupun lainnya. Dukungan ini tidak hanya mengurangi kerentanan sosial ekonomi, tetapi juga mengurangi risiko kesehatan yang dihadapi oleh individu dan keluarga. BAZNAS dengan menggandeng atau berkolaborasi dapat membantu mengurangi kekhawatiran yang dirasakan oleh keluarga-keluarga dalam situasi serupa dengan memberikan informasi yang jelas mengenai manfaat program BPJS Kesehatan dan pentingnya tindakan medis yang tepat waktu. Selain itu, BAZNAS juga berperan sebagai jembatan antara masyarakat yang membutuhkan dan berbagai sumber daya yang ada, termasuk pemerintah dan institusi kesehatan. Dengan menjalin kerjasama yang baik, BAZNAS dapat memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Kerjasama ini sangat penting agar dukungan yang diberikan dapat mencapai mereka yang paling membutuhkan dengan cara yang efektif dan efisien. Namun, tantangan tetap ada. Dalam memberikan dukungan sosial, BAZNAS perlu melakukan pendekatan yang sensitif terhadap konteks sosial dan budaya masyarakat. Stigma dan ketidakpahaman mengenai penyakit tertentu, seperti hepatitis, dapat menghalangi akses terhadap layanan kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi BAZNAS untuk melibatkan tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan, termasuk tenaga medis, dalam upaya penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat luas. Komunikasi risiko yang baik akan membantu mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya tindakan medis yang tepat. Kesimpulannya, peran BAZNAS dalam memberikan dukungan sosial sangatlah penting, terutama dalam mengatasi kerentanan sosial yang dialami oleh keluarga-keluarga yang menghadapi masalah kesehatan. Dengan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif, BAZNAS dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. Dalam situasi yang penuh tantangan ini, mari kita bersinergi untuk memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan, demi masa depan yang lebih baik bagi semua. BAZNAS, dengan segala kemampuannya, memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di bidang kesehatan.Bagaimana Menurut Anda ? Mari kita diskusikan Penulis : Badrus ZamanOpini Penulis tidak mencerminkan pandangan Lembaga (baznas) , Dan merupakan tanggung jawab pribadi
BERITA24/01/2025 | sudrab
Bumblebee dan Sulap Meriahkan Khitanan Massal di RSUD Sidoarjo Barat
Bumblebee dan Sulap Meriahkan Khitanan Massal di RSUD Sidoarjo Barat
Sidoarjo, 23 Januari 2025 – Dalam suasana ceria yang penuh tawa, sebuah robot raksasa berwarna kuning hitam, Bumblebee, hadir untuk menghibur anak-anak yang menanti giliran khitanan. Kegiatan khitanan massal hari kedua ini, yang diselenggarakan di RSUD Barat, menjadi salah satu momen spesial dalam rangka merayakan Hari Jadi Sidoarjo yang ke-166. Sejumlah 110 anak berpartisipasi, dan acara ini semakin meriah dengan pertunjukan sulap yang memukau. Acara ini merupakan kelanjutan dari khitanan massal yang diadakan sehari sebelumnya di Pendopo Kabupaten. Dengan dua ruangan terpisah yang dilengkapi lima bed khitan, tenaga medis dari RSUD Barat siap memberikan pelayanan terbaik. Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak di wajah anak-anak yang bersemangat menunggu giliran mereka. Kehadiran Bapak PLT Bupati Subandi S.H. M.Kn. dan Ibu Sekda DR Fenny Apridawati menambah semarak acara. Bupati Subandi tidak hanya memberikan sambutan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para peserta, memberikan bingkisan kepada perwakilan anak yang akan dikhitan. Tawa dan canda mengalir saat ia bercengkerama dengan anak-anak, menciptakan suasana akrab yang membuat mereka merasa lebih tenang. Ketua Baznas Sidoarjo, M Chasbil Aziz Salju Sodar, bersama Direktur RSUD Sidoarjo Barat, dr. Abdillah Assegaf, berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam kegiatan khitanan massal ini. “Kami ingin semakin banyak anak yang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini,” ungkap M Chasbi. Dengan semangat yang sama, dr. Abdillah menambahkan, “Kegiatan ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik.” Pertunjukan sulap yang menghibur anak-anak menambah keceriaan suasana. Mereka tampak terpukau dengan trik-trik yang ditampilkan, seolah melupakan rasa cemas yang biasanya menyertai momen khitan. Bumblebee, robot yang menjadi favorit, juga tak kalah menarik perhatian, membuat anak-anak bersorak gembira. Acara ini bukan hanya sekadar khitanan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat. Para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka terlihat antusias berbagi cerita dan pengalaman, menciptakan ikatan yang lebih erat dalam komunitas. Dengan semangat Harjasda, Sidoarjo menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Khitanan massal ini adalah salah satu bentuk layanan yang sangat dibutuhkan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Baznas diharapkan dapat terus berlanjut, memberikan dampak positif yang lebih luas. Keceriaan dan semangat yang terpancar dari wajah anak-anak dan orang tua membuat hari itu menjadi momen tak terlupakan. Bumblebee dan pertunjukan sulap hanyalah sebagian kecil dari upaya untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, sekaligus memberikan layanan kesehatan yang berkualitas. Mari kita nantikan kegiatan positif berikutnya dari Sidoarjo!
BERITA23/01/2025 | admin
Tiga Pasang Anak Kembar Warnai Khitanan Massal dalam Merayakan Harjasda ke-166
Tiga Pasang Anak Kembar Warnai Khitanan Massal dalam Merayakan Harjasda ke-166
Sidoarjo, 22 Januari 2025 – Dalam suasana penuh keceriaan, khitanan massal yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo menjadi momen yang tak terlupakan, terutama dengan kehadiran tiga pasang anak kembar. Di Pendopo Delta Wibawa, acara ini tidak hanya merayakan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-166, tetapi juga menampilkan keunikan yang menambah kebahagiaan bagi semua yang hadir. Di tengah deretan tempat tidur yang telah disiapkan, wajah-wajah ceria anak-anak kembar tampak bersinar. Salah satu pasangan yang mencuri perhatian adalah Abdul Jalaluddin dan Abdul Jalil, anak kembar berusia lima tahun dari Sidoakare, Kecamatan Kota. Mereka, anak dari pasangan Bapak Abdullah dan Ibu Rohimah, akan merayakan ulang tahun mereka pada 20 Maret mendatang. "Kami sangat senang bisa ikut serta dalam acara ini," ungkap Ibu Rohimah dengan bangga. Acara ini juga diwarnai dengan kehadiran peserta termuda, Ardham Zayyan Uzair, bayi berusia tiga bulan yang tampak tenang dalam dekapan ibunya. Momen-momen seperti ini menunjukkan betapa beragamnya peserta yang hadir, dari yang masih batita hingga anak-anak usia sekolah dasar. Keceriaan dan rasa syukur tampak jelas di wajah para orang tua yang mendaftarkan anak-anak mereka untuk menjalani khitan. M Ainur Rahman, Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo, yang hadir mewakili Plt Bupati Sidoarjo, Subandi, menekankan bahwa khitan massal ini adalah manifestasi dari pelaksanaan ibadah dan wujud kepedulian terhadap kesehatan dan pendidikan agama generasi mendatang. "Mari kita berdoa agar anak-anak yang dikhitan pada hari ini tumbuh menjadi anak yang soleh dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa," ujarnya. Setiap anak yang mengikuti khitan massal ini tidak hanya mendapatkan prosedur khitan, tetapi juga bingkisan berisi tas sekolah, peralatan tulis, baju muslim, sarung, dan songkok. Kebahagiaan terlihat di wajah para orang tua, seperti yang diungkapkan Nur Fadilah dari Sukodono, yang merasa bersyukur atas pelaksanaan acara ini. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, khitan massal ini menjadi simbol harapan bagi generasi mendatang. Kegiatan ini mengingatkan kita akan pentingnya kesehatan dan pendidikan agama dalam membangun masa depan yang lebih baik. Di usia ke-166, Kabupaten Sidoarjo menunjukkan komitmennya untuk memberikan layanan sosial terbaik bagi warganya, menjadikan setiap anak sebagai harapan masa depan yang penuh potensi.
BERITA22/01/2025 | admin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat